The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini merupakan panduan dan berisi kajian teori yang mendukung dibuatnya modul MIRABEL

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muqimahsm, 2022-07-25 17:39:31

Modul Inspirasi Reggio Emilia Approach berbasis Budaya Lokal

Buku ini merupakan panduan dan berisi kajian teori yang mendukung dibuatnya modul MIRABEL

Keywords: Buku Panduan,Proyek,Reggio Emilia Approach

ulang tahun dalam hal ini penanaman budaya lokal
pada anak. Setelah guru memberikan petunjuk
awal dan penjelasan tentang kegiatan, selanjutnya
anak dibagi kedalam beberapa kelompok sesuai
ketertarikan dan minat anak. Pembagian kelompok
diantaranya ialah kelompok menyiapkan balon,
membuat hiasan dinding dan membuat bingkisan
setelah semua siap anak kemudian bersama sama
mendekor ruangan yang akan digunakan sebagai
tempat acara ulang tahun serta menyusun kursi.
Sehingga setiap anak memiliki tugas dan
tanggungjawabnya masing-masing secara
berkelompok.
c) Pelaksanaan Proyek

Setiap anak berkumpul bersama teman
kelompoknya, setelah itu melaksanakan tugas yang

51

telah mereka pilih. Kelompok 1 bertugas meniup
dan memompa balon yang digunakan setelah
selesai meniup balon mereka membuat topi ulang
tahun. Kelompok 2 membuat hiasan dinding
berupa kertas krep warna warni dan tulisan happy
birthday, kelompok tiga membuat bingkisan yang
akan diberikan kepada undangan ulang tahun,
setelah semua lengkap anak bersama-sama
mendekor ruangan, mereka saling membantu
menempelkan balon dan kertas krep pada dinding
ruangan. Setelah semua selesai anak dan guru
melakukan simulasi pesta ulang tahun.
d) Menyiapkan pengamat, dan pengamat dari
kegiatan ini adalah semua anak yang tidak
melakukan permainan tersebut

52

Anak yang belum dan telah melakukan
tugasnya diminta mengamati kegiatan temannya
yang sedang melakukan kegiatan pembelajaran.
e) Diskusi dan evaluasi. Setelah selesai melaksanakan
kegiatan, peran guru menanyakan kembali
peristiwa atau kejadian yang dialami anak selama
terlibat dalam kegiatan proyek.
Kegiatan ini berguna untuk melatih daya ingat dan
daya tangkap yang sebelumnya telah dilakukan
kegiatan bermain. Agar anak dapat mengetahui apa
saja yang telah mereka pelajari ketika melakukan
kegiatan tersebut.
4. Proyek Berkemah
a) Guru menyusun dan menyiapkan skenario, alat
serta media yang digunakan dalam kegiatan
proyek.

53

Kegiatan awal yang perlu dilakukan oleh guru
adalah mempersiapkan segala hal yang diperlukan
sebelum dilaksanakannya kegiatan proyek yang
memungkinkan digunakan oleh guru disekolah.
Seperti yang telah dijelaskan di bab sebelumnya,
anak akan diajak untuk melakukan kegiatan proyek
untuk menanamkan nilai-nilai budaya lokal.
b) Menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan dan
Tujuan Kegiatan

Proyek pada pertemuan ini adalah
melaksanakan kegiatan berkemah. Guru
memberikan petunjuk awal seperti seperti apa
kegiatan berkemah itu dan mengapa orang
melakukan kemah, selanjutnya dijelaskan pula
kompetensi yang akan dicapai dalam kegiatan
berkemah dalam hal ini penanaman budaya lokal

54

pada anak. Setelah guru memberikan petunjuk
awal dan penjelasan tentang kegiatan, selanjutnya
anak dibagi kedalam beberapa kelompok sesuai
ketertarikan dan minat anak. Pembagian kelompok
diantaranya ialah kelompok mencari ranting,
kelompok membakar jagung dan kelompok
mendirikan tenda dan menyiapkan tikar. Sehingga
setiap anak memiliki tugas dan tanggungjawabnya
masing-masing secara berkelompok.
c) Pelaksanaan Proyek

Setiap anak berkumpul bersama teman
kelompoknya, setelah itu melaksanakan tugas yang
telah mereka pilih. Kelompok 1 bertugas mencari
ranting kayu yang kering yang bisa digunakan
untuk membuat api unggun dan membakar jagung.
Kelompok dua menyiapkan jagung yang akan

55

dibakar dan setelah kelompok pertama selesai
mengumpulkan rantingnya barulah mereka
membakar jagung. Kelompok tiga bertugas
mendirikan tenda dan menyapkan tikar sebagai
alas dan tempat istirahat ketika akan menikmati
jagung yang telah dibakar.
d) Menyiapkan pengamat, dan pengamat dari
kegiatan ini adalah semua anak yang tidak
melakukan permainan tersebut

Anak yang belum dan telah melakukan
tugasnya diminta mengamati kegiatan temannya
yang sedang melakukan kegiatan pembelajaran.
e) Diskusi dan evaluasi. Setelah selesai melaksanakan
kegiatan, peran guru menanyakan kembali
peristiwa atau kejadian yang dialami anak selama
terlibat dalam kegiatan proyek.

56

Kegiatan ini berguna untuk melatih daya ingat dan
daya tangkap yang sebelumnya telah dilakukan
kegiatan bermain. Agar anak dapat mengetahui apa
saja yang telah mereka pelajari ketika melakukan
kegiatan tersebut.
5. Proyek Bercocok Tanam
a) Guru menyusun dan menyiapkan skenario, alat
serta media yang digunakan dalam kegiatan
proyek.

Kegiatan awal yang perlu dilakukan oleh guru
adalah mempersiapkan segala hal yang diperlukan
sebelum dilaksanakannya kegiatan proyek yang
memungkinkan digunakan oleh guru disekolah.
Seperti yang telah dijelaskan di bab sebelumnya,
anak akan diajak untuk melakukan kegiatan proyek
untuk menanamkan nilai-nilai budaya lokal.

57

b) Menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan dan
Tujuan Kegiatan
Proyek pada pertemuan ini adalah
melaksanakan kegiatan kerja bakti. Guru
memberikan petunjuk awal seperti seperti apa
kegiatan bercocok tanam dan mengapa orang
bercocok tanam, selanjutnya dijelaskan pula
kompetensi yang akan dicapai dalam kegiatan
kerja bakti dalam hal ini penanaman budaya lokal
pada anak. Setelah guru memberikan petunjuk
awal dan penjelasan tentang kegiatan, selanjutnya
anak dibagi kedalam beberapa kelompok sesuai
ketertarikan dan minat anak. Pembagian kelompok
diantaranya ialah kelompok menyiapkan bibit,
kelompok yang memberikan tanah dan pupuk dan
terakhir kelompok yang menyiram bibit yang telah

58

di tanam. Sehingga setiap anak memiliki tugas dan
tanggungjawabnya masing-masing secara
berkelompok.
c) Pelaksanaan Proyek

Setiap anak berkumpul bersama teman
kelompoknya, setelah itu melaksanakan tugas yang
telah mereka pilih. Kelompok satu bertugas
menyiapkan tanah dan pupuk yang akan
digunakan. Kelompok 2 bertugas menyiapkan bibit
yang akan ditanam dengan menyimpan bibit
tersebut di suatu tempat dan merendamnya dengan
air sehingga setelah kelompok satu memasukkan
tanahnya kedalam media selanjutnya kelompok
dua memasukkan bibitnya. Kelompok 3 bertugas
menyiram bibit yang telah di tanam.

59

d) Menyiapkan pengamat, dan pengamat dari
kegiatan ini adalah semua anak yang tidak
melakukan permainan tersebut
Anak yang belum dan telah melakukan
tugasnya diminta mengamati kegiatan temannya
yang sedang melakukan kegiatan pembelajaran.

e) Diskusi dan evaluasi. Setelah selesai melaksanakan
kegiatan, peran guru menanyakan kembali
peristiwa atau kejadian yang dialami anak selama
terlibat dalam kegiatan proyek.
Kegiatan ini berguna untuk melatih daya ingat dan
daya tangkap yang sebelumnya telah dilakukan
kegiatan bermain. Agar anak dapat mengetahui apa
saja yang telah mereka pelajari ketika melakukan
kegiatan tersebut.

60

Evaluasi Perkembangan Budaya Lokal Anak Usia Dini

Tabel Pengamatan Budaya Lokal

Aspek Budaya Lokal

No Anak Didik Reso A’bulo Sibatang Sipakatau

1 123 4 1 2 3 4 1 23 4
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jumlah
Persentase (%)
Kategorisasi

Keterangan:

1. Kurang
2. Cukup
3. Baik
4. Baik Sekali

61

BAB IV
PENUTUP
Demikianlah buku panduan Modul Proyek
dengan Reggio Emilia Approach berbasis budaya lokal
untuk anak usia dini ini dibuat untuk menjadi acuan
pelaksanaan oleh guru dalam melakukan pembelajaran
menggunakan Modul Proyek dengan Reggio Emilia
Approach berbasis Budaya Lokal dengan landasan
kurikulum Merdeka Belajar. Semoga buku ini
memberikan manfaat bagi semua pihak terutama guru
taman kanak-kanak

62

DAFTAR PUSTAKA

Edwards, C. (1993). The Hundred Languages of
Children: The Reggio Emilia Approach to Early
Childhood Education. Norwood: Ablex Publishing
Corporation.

Hewett, V. M. (2001). Examining the Reggio Emilia
approach to early childhood education. Early
childhood education journal, 29(2), 95–100.

Kelemen, G. (2013). The Reggio Emilia method, a
modern approach of preschool education. Educația
Plus, 9(1), 87–92.

Rahim, A. (2019). Internalisasi nilai sipakatau,
sipakalebbi, sipakainge’dalam upaya pencegahan
tindak pidana korupsi. Jurnal Al Himayah, 3(1),
29–52.

Sartini, S. (2008). Menggali Kearifan Lokal Nusantara:
Sebuah Kajian Filsafati. Jurnal Filsafat, 14(2),
111–120. https://doi.org/10.22146/jf.33910

Wagiran. (2010). Pengembangan Model Pendidikan
kearifan Lokal Dalam mendukung Visi
Pembangunan Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta 2025. Yogyakarta: Biro Administrasi
Pembangunan.

63

Wahab, A. (2012). Pengelolaan pendidikan berbasis
kearifan lokal (Management of local wisdom-
based education). Prosiding Seminar Nasional
Ilmu Pendidikan (Proceedings of the National
Seminar on Educational Sciences). Makassar:
Study Program of Education Science, Post
Graduate Program, Makassar State University.

64


Click to View FlipBook Version