The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kasbuddin, 2022-12-21 09:13:10

Jurnal Refleksi Dwimingguan 6

Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2

JURNAL REFLEKSI
DWIMINGGUAN KEENAM

(KASBUDDIN, CGP ANGK. 5)

Facts (Peristiwa)
Pengalaman :

Ada beberapa pengalaman yang saya dapatkan dalam mengikuti program pendidikan ini. Dari
beberapa rangkaian kegiatan yang dialkukan selama ini adalah :
1. Eksplorasi Konsep (13 sampai 14 September 2022)

Dalam jurnal dwingguan ke enam dengan mempelajari materi modul 2.2 tentang
pengembangan kompetensi social emosional sangat menarik karena selama ini dalam
melakukan pembelajaran bagi murid didalam kelas mengesampingkan pengembangan
kompetensi social emosional padahal KSE sangat penting karena merupakan sebuahmodal
bagi murid dalam mengelola diri menjadi yang lebih baik.
Dalam modul 2.2 termuat 5 materi KSE yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran
social, keterampilan relasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Lima
kompetensi social emosional sangat penting menjadi bekal bagi murid karena dengan
kompetensi ini menunjang murid dalam pengembangan diri serta dapat menjadi modal bagi
murid dalam menjalin hubungan dengan sesama manusia. Lima KSE senantiasa dijadikan
budaya positif dalam pengelolaan pembelajaran bagi guru karena 5 KSE ini sangat
menginspirasi bagi murid sehingga dapat menjadi budaya posistif. Dalam eksplorasi konsep
CGP saling berdiskusi serta memahami materi dari LMS. CGP saling tukar pendapat dan
saling menguatakan untuk lebih memahami materi.

2. Diskusi kelompok melalui ruang koloborasi

Setelah CGP menguatkan diri melalui eksplorasi konsep, tiba saatnya CGP saling berbagi
ide dan pengalaman dalam sebuag ruang daring yang dipandu bapak fasilitator Heny Titik
Lestari. Kegiatan ruang koloborasi berlangsung pada tanggal 15 dan 16 September 2022.
Demi kelancaran sesi rukol ibu fasilitator membagi CGP menjadi 3 kelompok. Dalam
kegiatan ini CGP antar kelompok menampilkan presentasi sehingga diskusi berjalan lancar.
Diakhir diskusi ibu fasilitator memberi penguatan dan masukan terhadap hasil diskusi
kelompok masing – masing. Berkat diskusi diruang rukol CGP semakin memahami
beberapa contoh penerapan KSEdalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

3. Elaborasi Pemahaman Bersama Instruktur
Elaborasi pemahaman merupakan kegiatan pembelajaran dengan menghadirkan instruktur
dengan harapan CGP dapat lebih memahami hakikat dari materi kompetensi social
emosional. Kegiatan elaborasi pemahaman dihadiri oleh CGP angkatan V dari kota
Parepare dan kota Makassar, fasilitator, serta pengajar praktik. Elaborasi pemahaman
menghadirkan bapak Aditya Darma seorang pengembang modul 1.2 sehingga kegiatan
berjalan seru dengan kegiatan tanya jawab melalui kolom chat. CGP saling berlomba
menghadirkam jawaban yang terbaik supaya dipanggil untuk megemukakan pendapat
secara langsung. Kegiatan elaborasi dengan system pengajaran yang dilakukan instruktur
sangat membuka wawasan berfikir CGP tentang materi kompetesi social emosional.


Hal Baik :

Sebelumnya saya berfikir bahwa dalam melaksanakan pembelajaran bagi murid tidak perlu
menjelaskan materi KSE tetapi setelah mempelajari modul 2.2 saya yakin bahwa
kompetensi social emosional sangat penting bagi murid sehingga langkah penguatan KSE
perlu tertuang dalam RPP sehingga menjadi hal hal baik yang dilakukan dalam
pengembangan siswa sehingga dapat menjadi budaya positif. Kompetensi sosial emosional
perlu dikembangkan dengan pembelajaran secara implisit dan eksplisit didalam sekolah
supaya menjadi budaya positif bagi murid. Setelah mempelajari modul ini CGP dapat
memahami bagaimana mengimplemenatsikan KSE dalam pembelajaran.

Hambatan / Kesulitan

Dalam pekan keenam dengan materi KSE para CGP mempelajari modul dengan semangat
yang luar biasa. Tetapi bukan berarti tanpa hambatan. Awal mempelajari modul masih
bingung dengan materi KSE terutama penerapan KSE dalam pembelajaran. Bahkan dalam
ruang koloborasi yang membagi CGP menjadi kelompok kecil kewalahan dalam
merumuskan langkah penerapan KSE sehingga waktu yang tersedia dalam rukol tidak
mencukupi sehingga CGP menambah waktu belajar kelompok selain jam rukol. Tetapi
setelah selesai ruang rukol dengan pemaparan dari para CGP hebat para CGP sudah
memahi penerapan KSE dalam pembelajaran.

Hal yang dilakukan dalam mengatasi masalah

Dibalik sebuah kesuksesan pasti ada sebuah hambatan, tetapi hambatan bukan tempat
untuk berhenti tetapi hanya sebuah persinggahan untuk mendapatkan lompatan yang lebih
besar. Ketika mendapat sebuah permasalahan maka langkah yang dapat di tempuh adalah
menggunakan manajemen STOP. Stop (berhenti sejenak), Take a breath (ambil nafas
dalam), Observe (amati sensasi pada tubuh, perasaan, pikiran dan lingkungan), Proceed
(selesai dan lanjutkan). Setelah mempelajari manjemen STOP maka salah satu cara
mengatasi masalah adalah manajemen STOP. Ketika menghadapi masalah dan masalah
itu tidak dapat duselesaikan sendiri maka langkah berkoloborasi dengan orang lain juga
merupakan sebuah solusi. Dengan bertanya atau meminta bantuan orang lain maka beban
masalah nemjadi lebih ringan bahkan bias jadi mendapatkan sebuah solusi


Feelings (Perasaan)
Sebelumnya saya berfikir bahwa tugas seorang hanya menyampaikan pembelajaran tetapi
setelah mempelajari modul 2.2 tugas seorang lebih dari tugas itu. Tugas seorang adalah
menuntun segala potensi yang ada pada anak termasuk pengembangan kompetensi social
emosional. KSE sangat membantu anak menjadi pribadi yang bijak oleh karena KSE harus
menjadi pembiasaan positif yang dilakukan guru dalam pembelajaran baik secara implist
maupu eksplisit. Dalam pelaksanaan pembelajaran, selama ini dalam menyusun RPP guru
tidak mencantumkan pengwmbangan KSE tetapi setelah mempelajari modul 2.2 KSE perlu
dicantunkam dalam RPP sehingga KSE dapat menjadi pembiasaan positif sehingga KSE dapat
menjadi karakter yang diharapkan pada murid.

Findings (Pembelajaran)
Awal mempelajari pembelajaran kompetensi social emosional sanagt sulit dipahami bahkan
menyusun penguatan KSE dalam pembelajaran sangat susah dipahami sehingga waktu yang
tersedia tidak mencukupi. Sehingga untuk menyelesaikan tugas CGP menjadwalkan ulang
diskusi kelompok dengan anggota kelompoknya. Tetapi setelah melalui diskusi dalam ruang
koloborasi ternyata kompetensi social emosional telah dijalankan dalam pembelajaran hanya
perlu dipertebal sehingga KSE dapat terstruktur. Arahan fasiliator dalam rukol serta arahan
instruktur dalam sesi elaboarasi telah membawa perubahan minset berfikir ditamah dengan
koloborasi CGP hebat membuat 5 materi KSE dapat dipahami CGP dan siap di
implementasikan kepada murid beserta guru lain.

Future (Penerapan)
Lima Kompetensi social emosional (kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran social,
keterampilan berelasi, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab) adalah karakter yang
dapat diperoleh oleh murid melalui pembiasaan positif di sekolah. Untuk membiasakan
sehingga menjadi karakter maka langkah penerapan secara implisit yang disertai dengan
perencanaan dalam RPP merupakan langkah konkret dalam pengembangan KSE. Selain
pembiasaan melalui kegiatan eksplisit perlu lebih digalakkan bagi murid demi mencapai
kompetensi yang maksimal dalam bidang social dan emosional bagi murid. Agar dapat menjadi
budaya positif bagi sekolah maka CGP membiasakan program tersebut dalam dirinya sehingga
menari minat bagi guru lain dan memberi langkah penerapan bagi guru lain (berbagi praktik
baik).


Click to View FlipBook Version