The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Ajar Zat dan Karakteristiknya untuk jenjang SMP/MTS kelas VII Semester 2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by iipholipah0301, 2022-11-30 18:47:24

Modul Ajar Zat dan Karakteristiknya

Modul Ajar Zat dan Karakteristiknya untuk jenjang SMP/MTS kelas VII Semester 2

Keywords: Modul Ajar Zat dan Karakteristiknya

MODUL AJAR




UNTUK JENJANG SMP/MTS

ZAT DAN
KARAKTERISTIKNYA

KELAS VII
SEMESTER 2

MODUL AJAR




UNTUK JENJANG SMP/MTS

ZAT DAN
KARAKTERISTIKNYA

KELAS VII
SEMESTER 2

Notes

Tim Penyusun :
Iip Holipah (2281200013)
Ainiah Zahrah (2281200064)

Dosen Pengampu :
Siti Romlah Noer Hodijah, M.Pd

Lulu Tunjung Biru, M.Pd

Modul ini di kembangkan untuk membantu
siswa dalam belajar mata pelajaran IPA,
terutama pada materi Zat dan

Karakteristiknya, serta melatih kemandirian
belajar siswa SMP/MTS
2022

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan buku ajar. Tak lupa juga mengucapkan
salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Besar
Muhammad SAW, karena berkat beliau, kita mampu keluar dari kegelapan
menuju jalan yang lebih terang.

Kami ucapkan juga rasa terima kasih kami kepada pihak-pihak yang
mendukung lancarnya buku ajar ini pada prses penulisan

Adapun, buku ajar kami yang berjudul ‘Bahan Ajar: Unsur, Senyawa, dan
Campuran’ ini telah selesai kami buat secara semaksimal dan sebaik mungkin
agar menjadi manfaat bagi pembaca yang membutuhkan informasi dan
pengetahuan umum mengenai Unsur, Senyawa dan Campuran.

Kami sadar, masih banyak luput dan kekeliruan yang tentu saja jauh dari
sempurna tentang buku ini. Oleh sebab itu, kami mohon agar pembaca memberi
kritik dan juga saran terhadap karya buku ajar ini agar kami dapat terus
meningkatkan kualitas buku.

Demikian buku ajar ini kami buat, dengan harapan agar pembaca dapat
memahami informasi dan juga mendapatkan wawasan mengenai Unsur, Senywa
dan Campuran secara umum serta dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam arti
luas. Terima kasih.

Penulis

i

Daftar Isi i
ii
Kata Pengantar iii
Daftar Isi iv
Daftar Gambar
v
Petunjuk Penggunaan Buku vi
Kompetensi Dasar vii
dan Indikator Pencapaian Kompetensi 1
Peta Konsep 4
Pendahulaun 9
Karakteristik Zat 16
Unsur, Senyawa dan Campuran 22
Sifat Fisika dan Kimia 25
Perubahan Fisika dan Kimia 26
Tes Formatif 27
Glosarium
Daftar Pustaka
Profil Penulis

ii

Daftar Gambar

Gambar 1 6
Gambar 2 6
Gambar 3 6
Gambar 4 7
Gambar 5 8
Gambar 6
Gambar 7 10
Gambar 8 10
Gambar 9 10
Gambar 10
Gambar 11 11
Gambar 12
Gambar 13 11
Gambar 14
Gambar 15 13
14
14
15
17

iii

Petunjuk Penggunaan
Modul

Sebelum kamu menggunakan modul ini, kamu perlu mambaca bagian
petunjuk ini. mengapa diperlukan ? ibarat kamu bermain di tempat
wisata, kamu tentunya ingin memanfaatkan fasiitas yang ada ditempat
wisata tersebut bukan ? Tentunya, agar tujuan tersebut tercapai kamu
akan membaca peta dimana fasilitas itu berada. Begitu juga modul ini.
jika kamu ingin memperoleh manfaat yang maksimal dari modul ini
tentunya merupakan tindakan yang bijak, jika kamu benar-benar
memperhatikan dan memahami bagian petunjuk penggunaan buku ini.
Selamat Mempelajari !

Fitur ini berisikan video

pembelajaran atau penilaian terkait

materi yang dipelajari.

Fitur ini berisikan informasi penting
sebagai informasi pendukung dalam
materi

Fitur ini berisikan ringkasan materi dari

setiap materi yang sudah dipelajari.

iv

Petunjuk Penggunaan
Modul

Fitur ini berisikan latihan soal,
terkait materi zat dan karakteristiknya

Glosarium, berisi definisi istilah-istilah

penting dari bab ini dan terdapat pada

akhir LKPD

Daftar Pustaka, daftar yang
mencantumkan judul buku, nama
pengarang, penerbit, dan tahun terbit
yang disusun menurut abjad

iv

Kompetensi Dasar
&

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator

3.3.1 Mengidentifikasi karakteristik
zat (padat, cair dan gas)

3.3 Menjelaskan konsep 3.3.2 Menjelaskan perbedaan
campuran dan zat tunggal (unsur campuran, unsur dan senyawa
dan senyawa), sifat fisika dan
kimia, perubahan fisika dan 3.3.3 Mengkategorikan sifat fisika
kimia dalam kehidupan sehari- dan kimia
hari
3.3.4 Mencontohkan perubahan
fisika dan kimia dalam kehidupan
sehari-hari




v

Peta Konsep

vi

Karakteristik
Zat

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada sebuah benda
dalam berbagai bentuk. Namun tahukah kalian yang disebut benda merupakan
zat yang tersusun atas partikel-partikel. Dimana, partikel-partikel tersebut
tersusun dan saling berikatan satu dengan yang lainnya, sehingga terbentuklah
sebuah benda (zat) yang dapat diraba, dilihat atau dirasakan.

Nah, bagi kalian yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai benda atau zat,
ikuti terus pembahasannya sampai akhir, agar kalian bisa tahu dan memahami
macam-macam zat atau benda dan juga karakteristiknya.

Seperti disampaikan di atas, benda atau zat tersusun atas partikel-partikel,
dimana partikel yang satu dengan yang lainnya akan saling berikatan. Ikatan
inilah yang menguraikan macam-macam zat. Dalam hal ini menjadi beberapa
jenis, yakni zat padat, zat cair, dan zat gas.

1

Karakteristik Zat

Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan. Ada tiga
macam wujud zat, yaitu zat padat, cair, dan gas. Sifat zat padat memiliki bentuk
dan volumenya tetap, tidak tergantung pada tempatnya. Sifat zat cair adalah
volumenya tetap, tetapi bentuk berubah sesuai dengan tempatnya. Sifat gas adalah
bentuk dan volumenya berubah sesuai dengan tempatnya. Sifat-sifat pertikel zat
tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sifat partikel pada zat padat
Zat padat adalah materi yang memiliki bentuk

volume tertentu. Jarak antarpartikel di dalamnya sangat
rapt dan partikel tersebut tidak dapat bergerak bebas.
Contoh zat pada yaitu batu, meja, dan kursi. Sifat dari
zat pada yaitu.
1.Berbentuk dan volumenya tetap, tidak bergantung pada

tempatnya.
2. Susunana partikelnya teratur
3.Jarak anatarpartikelnya teratur
4.Gaya tarik antarapartikel sangat kuat
5.Gerak partiekl tidak bebas.
2. Sifat partikel pada zat cair

Zat cair juga sama seperti zat padat yang mempunyai volume
tertentu. Tidak seperti zat padat, zat cair akan berbentuk seperti
wadah yang ditempatinya. Pada zat cair, molekul-molekulnya
tersusun dengan rapat. Meskipun demikian, partikel-partikel zat
cair dapat bergerak bebas. Contoh zat cair adalah air minum,
spirtus, dan alkohol. Sifat za cair sendiri yaitu.

2

1. Bentuknya berubah sesuai dengan tempatnya, tetapi volumenya tetap
2. Susunan partikelnya tidak teratur
3. Jarak partikel agak berjauhan
4. Gaya tarik antarpartikel lemah
5. Gerak partikel bebas, tetapi tetap masih dalam ikatan pokoknya.
3. Sifat partikel zat

Zat gas yang mempunyai volume dan bentuk yang selalu berubah-ubah
sesuai dengan tempat (wadahnya). Karakteristik zat gas, yakni memiliki jarak
antarpartikel yang sangat renggang. Partikel tersebut juga dapat bergerak
sangat cepat. Contoh zat gas adalah balon, ban sepeda dan ban motor, gelas
kosong, botol kosong, dan lain sebagainya. Sifat zat gas yaitu.
1. Bentuk dan voluenya berubah sesuai tempatnya
2. Susunan partikelnya sangat tidka teratur
3. Jarak antar partikelnya sangat jauh
4. Gaya tarik anatar partikelnya lemah
5. Gerak partikel sangat bebas.

3

Unsur, Senyawa, dan
Campuran

Taukah kalian bahwa setiap objek di bumi yang memiliki massa dan menempati
suatu ruang disebut sebagai materi. Berdasarkan struktur dan sifatnya, materi
digolongkan menjadi dua, yaitu zat tunggal dan campuran.

4

Zat tunggal ini contohnya adalah unsur dan senyawa. Nah, meskipun unsur dan
senyawa ini termasuk zat tunggal, tapi, dua istilah tersebut memiliki pengertian
yang berbeda.

1. Unsur
Unsur adalah zat tunggal atau zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi

menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Beberapa ilmuwan
kimia telah menemukan lebih dari 100 macam unsur yang ada di bumi.
Berdasarkan sistem periodiknya, unsur dikelompokkan menjadi tiga jenis,
yaitu unsur logam, semilogam, dan nonlogam.
a. Unsur Logam

Unsur logam memiliki beberapa sifat khusus,
yaitu berwujud padat, berwarna putih
mengkilap/keperakan/abu-abu/kuning,
penghantar listrik yang baik, mempunyai titik
didih atau titik leleh yang tinggi, serta dapat
dibentuk menjadi lempengan atau lembaran.
Contoh unsur logam antara lain aluminium (Al),
barium (Ba), besi (Fe), emas (Au), kalium (K),
kalsium (Ca), perak (Ag), kromium (Cr),
magnesium (Mg), mangan (Mn), natrium (Na),
dan nikel (Ni).
b. Unsur Semilogam

Unsur semilogam disebut juga dengan istilah metaloid karena dapat
bersifat layaknya unsur logam maupun nonlogam. Umumnya, unsur ini
bersifat semikonduktor. Jadi, saat suhu rendah, unsur ini tidak dapat
menghantarkan listrik dengan baik (isolator), sedangkan saat suhu tinggi,
unsur ini dapat menghantarkan listrik dengan baik (konduktor). Unsur
semilogam berwujud padat, namun teksturnya lebih rapuh dibandingkan
unsur logam serta berwarna abu-abu mengkilap atau keperakan Contohnya

5

boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), arsen

(As), antimon (Sb), tellurium (Te), dan polonium

(Po). Gambar 1. Unsur Semi
c. Unsur Nonlogam Logam
Sumber: canva.com
Unsur nonlogam memiliki beberapa sifat khusus,

yaitu berwujud padat, cair, dan gas pada suhu

ruangan. Umumnya, berwarna tidak mengkilap,

bukan penghantar listrik dan panas yang baik,

mempunyai titik didih atau titik leleh yang rendah,

serta tidak dapat dibentuk, direntangkan, atau

ditarik. Contoh unsur nonlogam berbentuk padat di Gambar 2. Unsur Nonlogam
antaranya belerang (S), fosforus (P), karbon (C), Sumber: canva.com

silikon (Si), dan iodin (I). Sementara itu, unsur nonlogam berbentuk gas antara

lain fluorin (F), helium (He), hidrogen (H), klorin (Cl), nitrogen (N), oksigen

(O), dan neon (Ne). Bromin (Br) merupakan unsur nonlogam berbentuk cair.

2. Senyawa
Gabungan dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia disebut dengan

senyawa. Oleh karena itu, senyawa juga dapat diartikan sebagai suatu zat

tunggal yang dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana

melalui reaksi kimia. Contoh senyawa yang sering kita jumpai dalam

kehidupan sehari-hari adalah air.

Air merupakan gabungan dari unsur Gambar 3. Senyawa
hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus Sumber: id.sharp
kimianya, yaitu H2O. Melalui reaksi kimia,
air dapat diuraikan kembali menjadi hidrogen
dan oksigen. Meskipun pada tekanan
atmosfer, hidrogen dan oksigen sama-sama
berwujud gas, tapi, saat mereka bersatu dan
saling mengikat, wujudnya dapat berubah
menjadi cair.

6

Tokoh Kimia Berdasarkan asal

Marcellin Berthelot - ahli pembentukkannya, senyawa
kimia organik
digolongkan menjadi dua jenis, yaitu
Marcellin Berthelot (1827-
1907) membuat banyak senyawa organik dan senyawa
senyawa organik dari
senyawa-senyawa atau anorganik. Senyawa organik berasal
unsur-unsur anorganik. Dia
menunjukan bahwa tumbuh- dari makhluk hidup atau dari proses
tumbuhan dan hewan
bukanlah satu-satunya fotosintesis. Senyawa ini terdiri dari
sumber senyawa-senyawa
organik unsur karbon (C) sebagai rangkaian

utamanya. Sifat senyawa organik

tidak mudah larut dalam air, namun

akan larut jika dicampur dengan

pelarut yang sifatnya organik juga.

Selain itu, akibat unsur

pembentuknya yang berupa karbon

(C), senyawa organik cenderung akan

mudah terbakar. Contoh senyawa

organik antara lain gula

(C12H22O11), alkohol (C2H5OH),

dan urea (CO(NH2)2).

Sementara itu, senyawa anorganik berasal dari sumber daya mineral yang
terdapat di bumi. Senyawa ini memiliki titik didih atau titik leleh yang
relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa organik. Senyawa anorganik
memiliki sifat mudah larut dalam air dan cenderung tidak mudah terbakar.
Contoh senyawa anorganik, yaitu air (H2O), garam (NaCl), karbon dioksida
(CO2), dan masih banyak lagi.

7

3. Campuran

Campuran adalah suatu zat yang terbuat dari gabungan dua atau lebih zat
yang berbeda tanpa melalui reaksi kimia. Gabungan zat-zat ini bisa berupa
senyawa dengan senyawa, unsur dengan unsur, atau senyawa dengan unsur.
Namun, zat tersebut tidak dapat bersatu secara kimiawi karena masih
mempertahankan sifat aslinya.

Campuran digolongkan menjadi dua jenis, yaitu campuran homogen dan
heterogen. Campuran homogen terjadi apabila seluruh materi penyusun
campuran itu tidak dapat dibedakan lagi antara satu dengan yang lainnya.
Tapi, sifat dari masing-masing materi penyusunnya masih dapat terlihat.

Contohnya, campuran air dengan susu Gambar 4. Campuran
bubuk cokelat. Saat kamu mencampurkan Homogen
kedua zat tersebut, air dan susu bubuk Sumber: alibaba.com
cokelat telah bercampur menjadi cairan
berwarna cokelat.

Akibatnya, kamu tidak bisa membedakan mana zat yang merupakan air
dan susu. Tapi, sifat dari masing-masing zat itu masih tetap terlihat, yaitu
sifat cair dari air dan sifat manis dan warna cokelat dari susu bubuk
cokelat.

Sementara itu, campuran heterogen Gambar 5. Campuran Heterogen
terjadi apabila seluruh materi penyusun Sumber: voyage-spiritualite.com
campuran itu beserta sifat-sifatnya masih
dapat dibedakan satu dengan yang lainnya.
Contohnya adalah campuran air dengan
minyak goreng.

7

Ayo Kita Lakukan

Mengetahui perbedaan campuran homogen dan heterogen
Lakukanlah langkah-langkah berikut ini

1.Masukan satu sendok gula kesalam segelas air. aduk hingga merata
dan larut. beri label gelas X

2.Masukan satu sendok pasir kedalam segelas air. aduk hingga optimal.
beri label gelas Y

3.lakukan pengamatan pada gelas X. apakah kamu dapat membedakan
air dan gula dalam larutan gula tersebut ? jelaskan !

4.amati gelas Y. apakah kamu dapat membedakan air dan pasir pada
campuran air dan pasir tersebut ? jelaskan !

5.catatlah hasil pengamatanmu, bandingkan antara gelas X dan Y

Tahukah Kamu ?

Kimiawan menggunakan lambang-lambang abjad untuk
mewakili nama-nama unsur. Huruf pertama lambang unsur
selalu huruf besar, tetapi huruf kedua tidak pernah ditulis dengan
huruf besar. Sebagai contoh. Co adalah lambang untuk unsur
kobalt, sedangkan CO adalah rummus untuk karbon monoksida,
yang tersusun atas unsur karbon dan oksigen. Menunjukkan
beberapa unsur yang lebih umum. Lambang untuk beberapa
unsur diturunkan dari nama Latinnya misalnya Au dari rum
temas).

8

Aktivitas 1

Karakteristik Zat Padat, Cair, dan Gas

Alat dan Bahan
1. Neraca
2.Dua buah gelas ukur dengan skala berbeda
3. Batu
4. Balon
5. Plastik
6. Sirup

Langkah-langkah kegiatan
Mengamati

1.Timbanglah batu dengan menggunakan neraca, kemudia
letakkan batu diatas meja. Lalu pindahkan batu ke atas neraca
dan timbang kembali massanya.

2.Isilah gelas ukur dengan sirup, ukur volumenya, kemudian
pindahkan sirup ke gelasukur lainnya yang skalanya berbeda.
ukur kembali volumenya.

3.Tutuplah sebuah balon, kemudia pindahkan udara dalam balon
ke plastik. Bandingkan besarnya balon dengan plastik saat
berisi udara,

Mengasosiasikan
Setelah mengamati, jawablah pertanyaan berikut ini!

1.Bagaimana bentuk batu setelah dipindahkan dari meja ke atas
neraca? Bagaimana dengan massanya? Apakah berubah?

8

2. Bagaimana bentuk air setelah dipindahkan dari gelas ukur pertama
ke gelas ukur ke dua? Bagaimanakah hasil pengukuran Volumenya?
3. Samakan besarnya balon dengan plastik setelah udara dipindahkan
dari balon ke plastik? Mengapa?
4. Buatlah kesimpulan berdasarkan percobaan yang telah di lakukan
dengan mengisi tabel di bawah ini!





No Wujud Sifat

Zat





1 Padat  





2 Cair  





3 Gas  

Mengkomunikasikan
Buatlah laporan berdasarkan kegiatan yang kamu telah lakukan!

8

SIFAT FISIKA
DAN

SIFAT KIMIA

Sifat-sifat benda sangat penting diketahui, untuk membedakan
perubahan-perubahan yang terjadi pada benda tersebut. Sifat-sifat
benda secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu sifat fisika
dan sifat kimia.

9

A. Sifat Fisika

Sifat fisika adalah sifat yang berkaitan dengan keadaan fisik suatu zat. Sifat

fisika suatu zat meliputi wujud zat , kekeruhan, kekentalan, titik didih, titik

leleh , titik beku , kelarutan , kemagnetan , massa jenis , kekerasan , dan

kelenturan

a. Wujud Zat
Coba pikirkan benda - benda di sekelilingmu seperti pensil , batu , air ,

bensin , dan udara . Benda - benda itu ada yang berwujud padat , ada

yang berwujud cair , dan ada pula yang berwujud gas . Tiga wujud benda

tadi mewakili tiga wujud zat yang ada di alam ini yaitu padat , cair , dan

gas .
zat padat bersifat memiliki bentuk

dem akuran yang tetap walaupun

dipindah – pindah. Contohnya pensil, Gambar 6. Zat Padat
kursi, meja, papan tulis dan lain Sumber : Images.aap.goo.gl
sebagainya

zat cair bersifat memiliki volume tetap,

tetapi bentuknya berubah - ubah sesuai Gambar 7. Zat Cair
wadahnya. Contohnya air Sumber : Images.aap.goo.gl
zat gas bersifat memiliki bentuk dan

volume yang berubah - ubah sesuai

wadahnya. Contohnya udara

Gambar 8. Zat Gas
Sumber : www.detik.com

10

b. Kekeruhan ( Turbiditas )
Kekeruhan terjadi pada zat cair . Kekeruhan merupakan keadaan suatu

cairan yang tidak bening ( buram ) karena tercampur partikel ( kotoran ) halus.
Kekeruhan cairan disebabkan adanya partikel halus yang tercampur. Jika
cahaya dilewatkan pada cairan yang keruh, maka kekuatan ( intensitas )
cahaya akan berkurang. Alat untuk mengetahui intensitas cahaya pada zat cair
atau tingkat kekeruhan disebut turbidimeter

Gambar 9. Air Keruh
Sumber : Images.aap.goo.gl
c. Kekentalan ( Viskositas )

Kekentalan merupakan ukuran ketahanan zat cair untuk mengalir . Untuk

mengetahui kekuatan aliran ( flow rate ) zat cair digunakan viskometer . Aliran

suatu cairan dibandingkan dengan aliran air menghasilkan viskositas relatif

untuk cairan tersebut.

Gambar 10. Viskositas
Sumber : Images.aap.goo.gl

11

d. Titik Didih
Titik didih merupakan suhu saat zat cair berubah menjadi uap . Mendidih

berbeda dengan menguap Mendidih terjadi pada suhu tertentu ( titik didih ) ,
sedangkan menguap terjadi pada suhu berapa saja di bawah titik didih .
Misalnya , ketika menjemur pakaian , airnya menguap bukan mendidih . Titik
didih berbagai zat berbeda bergantung pada struktur dan sifat zat .

e. Titik Leleh
Titik leleh merupakan suhu saat zat padat berubah menjadi zat cair .

Contohnya , es krim yang dibiarkan di udara terbuka akan meleleh menjadi
cairan . Perubahan itu dipengaruhi oleh struktur zat padat tersebut
f. Titik Beku

Titik beku merupakan suhu saat zat cair berubah menjadi zat padat .
Contohnya , air yang membeku menjadi es . Air yang semula berwujud cair ,
setelah dimasukkan ke dalam freezer akan berubah wujud menjadi padat berupa
es batu
g. Kelarutan

Dalam larutan terdapat dua komponen , yaitu zat terlarut dan pelarut .
Contohnya , larutan garam . Zat terlarutnya adalah garam dan pelarutnya adalah
air . Meskipun suatu zat dapat larut dalam pelarut cair , tetapi jumlah yang
dapat larut selalu terbatas . Batas itu disebut kelarutan . Kelarutan merupakan
jumlah maksimum zat terlarut yang dapat melarut dalam sejumlah zat pelarut
pada suhu tertentu

12

h. Kemagnetan
Kemagnetan merupakan kemampuan suatu benda untuk menarik benda -

benda lain yang berada di sekitarnya . Benda yang dapat ditarik kuat oleh
magnet merupakan benda yang terbuat dari logam seperti besi , baja , dan
nikel . Dengan adanya sifat itu , magnet digunakan pada beberapa peralatan
untuk mempermudah pekerjaan .
i. Massa Jenis
Massa jenis adalah perbandingan antara massa benda dan volume benda.

Gambar 11. rumus massa
jenis
Sumber : idschool

j. Kekerasan
Kekerasan suatu zat adalah kemampuan zat tersebut untuk menahan goresan

dari zat lainnya . Zat yang lebih keras dapat menggores zat lainnya yang lebih
lunak
k. Kelenturan

Kelenturan suatu zat adalah kemampuan suatu zat untuk kembali ke bentuk
atau ukuran semula setelah direnggangkan atau ditekan . Karet dan spons
merupakan contoh dari bahan sehari - hari yang memiliki sifat elastis

Gambar 12. Karet
Sumber : m.indotrading.com

13

B. Sifat Kimia

Sifat kimia merupakan sifat zat yang berhubungan dengan mudah atau

sukarnya zat tersebut untuk bereaksi secara kimia. Sifat kimia zat meliputi

mudah terbakar , korosif , mudah membusuk, keasaman , dan kebasaan

a. Mudah Terbakar

Pernahkah kamu menyalakan kembang api

? Saat kamu membakar kembang api, akan

segera terjadi nyala warna wami yang indah.

Sifat mudah terbakar merupakan sifat kimia .

Contoh lain yang mudah terbakar adalah Gambar 13. Korek Api
fosfor. Fosfor dimanfaatkan untuk membuat Sumber : Images.aap.goo.gl

korek api .

b. Korosif
Suatu benda dikatakan bersifat korosif jika

pada benda tersebut mudah terjadi korosi.

Sementara itu, korosi adalah peristiwa

bereaksinya logam dengan oksigen di udara

sehingga terbentuk karat . Gambar 14. Besi Berkarat
Sumber : Images.aap.goo.gl

Besi merupakan salah satu contoh logam yang mudah berkarat . Pada

proses korosi terbentuk zat baru berupa karat. Terbentuknya karat ditandai

dengan adanya perubahan pada logam tersebut. Pada umumnya, logam

bersifat korosif, kecuali emas, platina , dan merkuri .

14

c. Mudah Membusuk

Jika buah dan sayur dibiarkan di udara terbuka,

maka lama - kelamaan buah dan sayur tersebut akan

membusuk. Buah dan sayur yang busuk akan

Gambar 15. Buah menimbulkan bau tidak sedap. Proses pembusukan

membusuk tersebut terjadi karena adanya mikroorganisme .

Sumber : Images.aap.goo.gl

d. Keasaman dan Kebasaan
Sifat asam banyak kita temukan dalam kehidupan sehari - hari . Jeruk nipis,

belimbing wuluh, dan stroberi merupakan buah - buahan yang memiliki rasa
masam . Rasa masam tersebut dikarenakan ketiga buah tersebut mengandung zat
yang bersifat asam . Sifat asam inilah yang merupakan sifat kimia .

15

PERUBAHAN FISIKA
DAN

PERUBAHAN KIMIA

16

Kalian tahu tidak? kalau perubahan fisika dan kimia adalah kajian
penting dalam ilmu kimia, terutama ketika menelusuri perubahan materi
dan mekanisme perubahannya. Adanya perubahan fisika dan kimia dapat
dikenali dari keadaan awal materi yang berbeda dengan keadaan akhir
materi setelah mengalami perubahan. Perbedaan ini ditunjukan oleh sifat
maupun komposisinya. Hal ini menandakan bahwa sifat-sifat setiap materi
perlu dipelajari sebelum dan sesudah terjadi perubahan.

Keadaan materi dapat dikenali berdasarkan sifat fisis maupun sifat
kimianya. Sifat fisis suatu materi dapat diketahui dari kemampuan
melakukan perubahan atau reaksi kimia, misalnya bensin lebih mudah
terbakar daripada minyak tanah.

Benda-benda yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari seringkali
mengalami perubahan. Perubahan tersebut ada yang bersifat langsung dapat
diamati, namun ada juga yang memerlukan waktu lama untuk
pengamatannya. Perubahan benda-benda tersebut dikenal dengan perubahan
materi. Contoh perubahan bahan materi yang berlangsung cepat adalah
pembakaran kertas. Contoh perubahan materi yang memerlukan waktu yang
relatif lama ialah proses berkaratnya besi.


17

A. Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah perubahan zat yang hanya melibatkan bentuk
fisik zat dan tidak menghasilkan zat baru . Perubahan fisika hanya bersifat
sementara karena setelah berubah dapat kembali ke bentuk asalnya.
Ciri-ciri perubahan fisik adalah:
1) tidak terbentuk zat jenis baru;
2) zat yang mengalami perubahan dapat kembali ke bentuk semula;
3) perubahan yang terjadi hanya diikuti perubahan sifat fisik.

Beberapa contoh perubahan fisik adalah:
a. Perubahan bentuk

Misalnya selembar kertas digunting-gunting menjadi
potonganpotongan kertas kecil, maka potongan kecil ini masih tetap
memiliki sifat yang sama dengan kertas semula, masih tetap kertas. Yang
berubah adalah bentuk dan ukuran kertas. Beras ditumbuk menjadi tepung,
batu dipecah menjadi kerikil, kayu dipotong-potong menjadi bahan kursi.

Gambar 16. Perubahan Fisika
Sumber : tribunnewsupdate




17

b. Perubahan Wujud
Jika suatu zat dipanaskan maka akan mengalami kenaikan suhu,

perubahan wujud, atau pemuaian. Demikian pula jika suatu zat cair
didinginkan, maka akan mengalami penurunan suhu dan mengalami
pembekuan. Contoh es batu mencair, air menjadi es, iodium yang
menyublim, dan kamfer menyublim. Contoh semangkok air dapat
membeku ketika didinginkan dan dapat kembali mencair ketika
dipanaskan. Jika gula dilarutkan dalam air menghasilkan air gula, ini
adalah perubahan fisika

Gambar 17. Perubahan Kimia
Sumber : Canva.com

B. Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan zat yang menghasilkan zat baru . Zat
baru yang dihasilkan sifatnya berbeda dengan sifat zat semula.
Ciri-ciri perubahan kimia adalah:
1) terbentuk zat jenis baru;
2) zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula;
3) selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum dan sesudah reaksi
sama;
4) perubahan yang terjadi diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi
kimia.

18

Ciri-ciri yang menyertai terjadinya reaksi kimia, yaitu:
Terjadi perubahan warna, contoh: perubahan warna pepaya yang belum
masak berwarna hijau menjadi kuning saat sudah masak. Perubahan
warna ini menunjukkan adanya perubahan komposisi zat dalam buah
pepaya muda dan yang sudah masak. Kristal gula pasir yang berwarna
putih jika dibakar menjadi caramel/arang yang berwarna coklat hitam
dan rasanya berubah dari manis menjadi pahit.
Terjadi perubahan suhu, contoh jika larutan asam klorida dalam tabung
reaksi ditambahkan larutan natrium hidroksida, maka akan terjadi
perubahan suhu larutan dalam gelas kimia yang menjadi hangat.
Timbulnya gas, contoh jika sekeping batu marmer dimasukkan dalam
gelas kimia yang berisi asam klorida maka akan muncul gelembung-
gelembung gas. Kertas dibakar akan terjadi perubahan warna dari putih
menjadi abu-abu. Selain itu, juga terjadi gas hasil pembakaran.
Terbentuknya endapan, contoh larutan perak nitrat (AgNO3) direaksikan
dengan asam klorida (HCl) akan menghasilkan perak klorida (AgCl)
berupa endapan putih

19

Aktivitas 2

Sifat Fisika dan Sifat Kimia

Alat dan Bahan
1.Minyak goreng
2. Termometer
3.Gelas beaker
4.Pembakar spirtus
5.Pipet tetes
6.Kaki tiga
7.Kasa kawat

Langkah Kegiatan
1. Tuangkan minyak goreng secukupnya ke dalam gelas beaker.
Amati warna, bau, dan rasanya
2.Panaskan minyak goreng di atas pembakar spiritus, kemudian ukur
suhunya dengan termometer. Lakukanlah dengan hati-hati agar
tidak terkena minyak panas.
3.Amati dan catatlah suhu pertama kali minyak goreng mendidih
dengan teliti.
4.Tutuplah dengan kertas saring dan diamkan hingga suhunya
mencapai suhu kamar. Amati dan catat perubahan yang terjadi pada
minyak goreng
5.Minyak goreng yang telah dipanaskan tersebut didiamkan selama 2
hari.
6.Amatilah warna dan bau minyak goreng dengan teliti.

Mengumpulkan data

19

Kriteria Hasil
Pengamatan


Warna Minyak


Awal Akhir
Goreng




  
Bau Minyak Goreng



  

Rasa Minyak Goreng



Mengasosiasikan
Diskusikanlah hasil pengamatanmu dengan temanmu dan cobalah jawab
pertanyaan berikut!

Minyak goreng manakah yang lebih encer, minyak goreng di awal
atau akhir percobaan? Mengapa?

19

Apakah minyak goreng yang telah dipanaskan dan dibiarkan selama
2 hari akan mengalami ketengikan? Apa yang menyebabkan minyak
goreng tersebut menjadi tengik?
Mengomunikasikan
Temukakan hasil kegiatan yang telah kamu lakukan dan kesimpulannya
di depan kelas!

19

Rangkuman

Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan.
Ada tiga macam wujud zat, yaitu zat padat, cair, dan gas. Sifat zat
padat memiliki bentuk dan volumenya tetap, tidak tergantung pada
tempatnya. Sifat zat cair adalah volumenya tetap, tetapi bentuk
berubah sesuai dengan tempatnya. Sifat gas adalah bentuk dan
volumenya berubah sesuai dengan tempatnya.
Unsur adalah zat tunggal atau zat murni yang tidak dapat diuraikan
lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. adapun
jenis-jeis Unsur yaitu, Unsur Logam, Unsur Semi Logam, Unsur
Nonlogam
Gabungan dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia disebut dengan
senyawa Berdasarkan asal pembentukkannya, senyawa digolongkan
menjadi dua jenis, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.
Senyawa organik berasal dari makhluk hidup atau dari proses
fotosintesis. Sedangkan senyawa anorganik berasal dari sumber
daya mineral yang terdapat di bumi.
Campuran Campuran adalah suatu zat yang terbuat dari gabungan
dua atau lebih zat yang berbeda tanpa melalui reaksi kimia.
Campuran digolongkan menjadi dua jenis, yaitu campuran homogen
dan heterogen. Campuran homogen terjadi apabila seluruh materi
penyusun campuran, sedangkan tidak dapat dibedakan lagi.
Sedangkan campuran heterogen terjadi apabila seluruh materi
penyusun campuran sifatnya masih dapat dibedakan.
Sifat fisika adalah sifat yang berkaitan dengan keadaan fisik suatu
zat. Sifat fisika suatu zat meliputi wujud zat , kekeruhan, kekentalan,
titik didih, titik leleh , titik beku , kelarutan , kemagnetan , massa
jenis , kekerasan , dan kelenturan
Sifat kimia merupakan sifat zat yang berhubungan dengan mudah
atau sukarnya zat tersebut untuk bereaksi secara kimia. Sifat kimia
zat meliputi mudah terbakar , korosif , mudah membusuk, keasaman
, dan kebasaan

20

Rangkuman

Perubahan fisika adalah perubahan zat yang hanya melibatkan
bentuk fisik zat dan tidak menghasilkan zat baru . Perubahan fisika
hanya bersifat sementara karena setelah berubah dapat kembali ke
bentuk asalnya.
Perubahan kimia adalah perubahan zat yang menghasilkan zat baru .
Zat baru yang dihasilkan sifatnya berbeda dengan sifat zat semula.

21

Mari Berlatih

Uji Kompetensi 1

Untuk mengetahui apakah Anda telah menguasai materi pelajaran ini.
Kerjakanlah tugas yang telah disediakan. Pilihlah jawabann yang paling
benar!

1.Sebuah benda memiliki sifat sebagai berikut:
·Jarak antar partikel-partikelnya sangat jauh
·Geraknya bebas
·Gaya tarik menariknya sangat lemah

Benda tersebut berwujud...
a. Padat
b. Gas
c. Cair
d. Antara padat dan cair

2. Zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih melalui
reaksi kimia disebut…

a. Unsur
b. Senyawa
c. Atom
d. Molekul

3. Agus memiliki beberapa besi, besi tersebut berwujud padat dan
berwarna keabuabuan. Andi akan menggunakan besi tersebut untuk
keperluan kontruksi. Karena besi tersebut sudah lama tidak digunakan,
jadi besi dalam kondisi sudah berkarat. Dari pernyataan tersebut
manakah yang termasuk kedalam sifat kimia besi …..

a. Kontruksi
b. Berwujud Padat
c. Berwujud Keabuan
d. Berkarat

22

Mari Berlatih

4. Juki menyalakan lilin ketika dirumahnya terjadi pemadaman listrik.

Saat lilin itu menyala juki mengamati bahwa lilinnya terlihat sedikit demi

sedikit meleleh, dan bentuknya pun menjadi tidak beraturan. Lama

kelamaan lilin tersebut padam karena sumbu yang ada pada lilin habis

terbakar. Berdasarkan peristiwa diatas, yang termasuk perubahan kimia

adalah…

a. Sumbu lilin yang terbakar

b. Lilin yang meleleh

c. Lilin yang berubah bentuk menjadi tidak beraturan

d. Pemandaman listrik

5. Salah satu sifat yang dimiliki unsur logam yaitu . . . .
a. Tidak mengilap
b. Rapuh
c. Umumnya berwujud gas
d. Penghantar listrik yang baik

Kerjakanlah tugas yang telah disediakan. Jawablah soal berikut

dengan benar!

1. Andi sedang memasak di dapur, pada saat ingin memasak ia memakasi
minyak untuk menggoreng dan telenan untuk membantunya memotong
sayur. Termasuk zat apakah minyak dan telenan dan apakah sifat dari zat
pada minyak dan telenan?

2. Pada pagi hari Pak Anto membuat pagar rumah dengan kayu. Ia
menggunakan banyak sekali paku untuk membuat pagar rumahnya. Paku
merupakan unsur berupa besi (Fe), apakah pengertian dari unsur?

3. Golongkan karakteristik berikut sebagai sifat fisika atau kimia !

a. Wujud zat e. Kemagnetan

b. Korosif f. Mudah terbakar

c. Mudah membusuk

d. Titik beku

23

Mari Berlatih

4. Benda-benda yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari seringkali
mengalami perubahan, baik secara fisika maupun kimia. Sebutkan 5
contoh perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari !




Perubahan fisika Perubahan kimia




  




  




  




  




  

5. Pada suatu pesta, disajikan aneka macam makanan dan minuman seperti
es sirop, pizza, teh manis, kue bolu, dan salad sayur. Manakah dari jenis
makanan dan minuman tersebut yang termasuk senyawa dan campuran?
Jelaskan alasannya!

24

Glosarium

Partikel : Objek sangat kecil dan berdimensi, yang dapat memiliki
beberapa sifat fisik atau kimia seperti volume atau massa
Volume :
Menurut kamus sains volume adalah ruangan yang
Unsur : ditempati oleh suatu benda.

Senyawa : Zat tunggal atau zat murni yang tidak dapat diuraikan
lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi
kimia

Gabungan dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia

Campuran : Suatu zat yang terbuat dari gabungan dua atau lebih zat
yang berbeda tanpa melalui reaksi kimia

Sifat Fisika : Sifat yang berkaitan dengan keadaan fisik suatu zat

Sifat Kimia : Sifat zat yang berhubungan dengan mudah atau sukarnya
zat tersebut untuk bereaksi secara kimia.

Perubahan : Sifat zat yang berhubungan dengan mudah atau sukarnya
Fisika zat tersebut untuk bereaksi secara kimia.

Perubahan : Perubahan zat yang menghasilkan zat baru . Zat baru
Kimia yang dihasilkan sifatnya berbeda dengan sifat zat semula.

25

Daftar Pustaka

Chang. R. (2005). Kimia Dasar :Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 1.
Erlangga. Jakarta
V.K. Sally, d. (2017). Buku IPA Terpadu Kelas 7 / VII SMP/MTS. Jakarta:
Yudistira.
Wahono Widodo, F. R. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

26

Profil Penulis

Iip Holipah

Serang, 03 Juli 2002
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa




Ainiah Zahrah

Cilegon, 16 April 2002
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa




27


Click to View FlipBook Version