Makalah Evaluasi Prestasi Belajar
Disusun guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan
Oleh Kelompok 2:
1. Elsa Nur Prasanti (34301800026)
2. Juli Pramita Sari (34301800039)
3. Ninik Nur Afifah (34301800051)
4. Rini Kumalasari (34301800062)
5. Rizky M. Anas (34301800063)
Semester : V B
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
2020
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah, kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami semua dapat menyelesaikan tugas pengetikan makalah
yang dibuat sebagai tugas psikologi pendidikan dengan judul “Evaluasi Prestasi Belajar”.
Shalawat beserta salam penulis Sanjungkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW
yang telah memberikan syafaatnya kepada umatnya sampai zaumul akhir yang dinanti-nantikan
umatnya.
Sehingga penulis merancang makalah psikologi pendidikan dengan judul “Evaluasi
Prestasi Belajar”.Untuk Memfasilitasi Pemahaman Konsep psikologis Siswa Sekolah Dasar.
Dalam menyelesaikan tugas ini kami menyadari begitu banyak bantuan dari berbagai pihak yang
telah memberikan uluran tangan dan kemurahan hati kepada kami. Terutama keluarga besar dari
yang kami semua yang sangat kami cintai dan sayangi sepanjang hayat, telah banyak
memberikan dukungan baik moril maupun material, dan teman-teman kelompok presentasi
makalah yang senantiasa membantu menyelesaikan penulisan makalah secara bersama-sama,
serta tidak lupa juga kepada dosen pengampu pembelajaran Psikologi Pendidikan yaitu kepada
Ibu Yunita Sari.,M.Pd. tercinta yang senantiasa memberi kritikan masukan dan saran guna untuk
memudahkan penguatan pembelajaran.
“Tidak ada gading yang tidak retak” yaitu bahwa manusia tidak ada yang sempurna, dan
seringkali banyak salahnya. Untuk itu apabila ada kata yang kurang berkenan dan kurang
sempurna, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan penulis harap ada kritik serta
masukan yang membangun dari pihak manapun. Penulis ucapkan terima kasih.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul Makalah Evaluasi Prestasi Belajar ........................................................................... i
KATA PENGANTAR........................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .........................................................................................................................................iii
BAB I..................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................................. 1
B. Rumusan masalah ........................................................................................................................ 1
C.Tujuan Penulisan .......................................................................................................................... 2
BAB II ................................................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN.................................................................................................................................... 3
A. Definisi Evaluasi ......................................................................................................................... 3
B. Tujuan Dan Fungsi Evaluasi ....................................................................................................... 3
C. Ragam Evaluasi........................................................................................................................... 5
D. Syarat Dan Ragam Alat Evaluasi ............................................................................................... 6
E. Indikator Prestasi Belajar ........................................................................................................... 7
F. Batas Minimal Prestasi Siswa......................................................................................................10
G. Evaluasi Prestasi Kognitif, Afektif, dan Psikomotor.................................................................10
BAB III.................................................................................................................................................12
PENUTUP ............................................................................................................................................12
A. Kesimpulan...............................................................................................................................12
B. Saran.........................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................................13
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai setelah melalui kegiatan belajar
mengajar. Prestasi belajar dapat ditunjukkan melalui nilai yang diberikan oleh seorang guru
dari jumlah bidang studi yang telah dipelajari oleh peserta didik. Setiap kegiatan
pembelajaran tentunya selalu mengharapkan akan menghasilkan pembelajaran yang
maksimal. Dalam proses pencapaiannya , prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai
faktor. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran
adalah keberadaan guru. Mengingat keberadaan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar
sangat berpengaruh, maka sudah semestinya kualitas guru harus diperhatikan.
Ilmu pengetahuan itu tidak lepas dari yang namanya pendidikan, baik itu formal atau non
formal. Proses pendidikan bukan hanya berhubungan dengan proses pencapaian ilmu
pengetahuan, tetapi juga kematangan masyarakatnya secara psikis. Dan itu semua tidak
terlepas dari faktor-faktor yang mendudukung dari pendidikan tersebut. Baik itu dari faktor
pendidik, yang dididik ataupun administrasi dari pendidikan tersebut, dan masih banyak lagi
faktor-faktor yang mendukung bagi terselengaranya sebuah pendidikan.
Ada satu kesalahan dalam pendidikan kita, selama ini masih banyak pendidikan yang
hanya mengutamakan pendidikan brain based education. Artinya masih banyak pendidikan di
negara ini yang hanya melihat berhasil-tidaknya suatu pendidikan dari nilai hasil belajar saja,
tanpa melihat bagaimana emosional si anak, psikis si anak, dan akhlak si anak.
Maka dari itu sangat di perlukan sistem evaluasi yang sangat matang mulai dari evaluasi
kematangan intelektualnya dan juga kepribadiannya.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana definisi evaluasi?
2. Bagaimana tujuan dan fungsi evaluasi?
3. Berapakah banyak ragam evaluasi?
4. Bagaimana syarat dan ragam alat evaluasi?
5. Bagaimana indikator prestasi belajar?
6. Berapakah batas minimal prestasi belajar?
7. Bagaimana bentuk evaluasi prestasi kognitif, afektif, dan psikomotor?
1
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah guna mengkaji lebih mendetail tentang evaluasi
prestasi belajar yang mana sangat di butuhkan oleh seorang tenaga pendidik baik guru, dosen
dan lain sebagainya.
1. Untuk mengetahui definisi evaluasi?
2. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi evaluasi?
3. Untuk mengetahui banyak ragam evaluasi?
4. Untuk mengetahui syarat dan ragam alat evaluasi?
5. Untuk mengetahui indikator prestasi belajar?
6. Untuk mengetahui batas minimal prestasi belajar?
7. Untuk mengetahui bentuk evaluasi prestasi kognitif, afektif, dan psikomotor?
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Evaluasi
Evaluasi artinya penelitian terhadap tingakat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang
telah ditetapkan dalam sebuah program. Padanan kata evaluasi adalah assesement yang
menurut Tradif (1989) berarti proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang di capai
seorang siswa sesuai dengan kriteria yang telah di tetapkan (Syah, 2013: 139).
Alat - alat ukur yang banyak di gunakan dalam melakukan evaluasi untuk menentukan
taraf keberhasilan sebuah proses belajar mengajar atau untuk menentukan sebuah program
pengajaran adalah ulangan dan ulangan umum yang dulu di sebut THB (Tes Hasil Belajar)
dan TPB (Tes Prestasi Belajar) (Syah, 2013: 140).
Menurut Benyamin S. Bloom istilah Evaluasi atau penilaian Evaluasi adalah
pengumpulan bukti-bukti yang cukup untuk kemudian dijadikan dasar penetapan ada-
tidaknya perubahan dan derajat perubahan yang terjadi pada diri siswa atau anak didik.
Evaluasi artinya penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang
telah ditetapkan dalam sebuah program. Kata lain yang sepadan dengan kata evaluasi dan
sering digunakan untuk menggantikan kata evaluasi adalah tes, ujian dan ulangan. Istilah
evaluasi biasanya digunakan untuk menilai hasil belajar para siswa pada akhir jenjang
pendidikan tertentu, seperti Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) yang kini
disebut Ujian Akhir Nasional (UAN).
Adapun aspek-aspek kepribadian yang harus diperhatikan merupakan objek di dalam
pelaksanaan evaluasi tersebut, menurut Nasrun Harahap, adalah sebagai berikut:
1. Aspek-aspek tentang berpikir, meliputi :inteligensi, ingatan, cara menginterpretasi data,
pokok-pokok pengajaran, dan pemikiran yang logis.
2. Dari segi perasaan sosialnya, meliputi: kerjasama dengan kawan sekelasnya, cara
bergaulcara pemecahan masalah, serta nilai-nilaisosial.
3. Dari kekayaan social dan kewarganegaraan, meliputi: pandangan hidup atau
pendapatnyaterhadap masalah-masalah social, politik, dan ekonomi.
B. Tujuan Dan Fungsi Evaluasi
a. Tujuan Evaluasi
Evaluasi sebagai proses yang sangat penting dalam tahap pembelajaran tentunya
memiliki tujuan dan fungsi. Adapun tujuan- tujuan evaluasi sebagai berikut :
Pertama, untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah di capai oleh siswa
dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu. Dengan hal ini berarti guru dapat
3
mengetahuai kemajuan perubahan tingkah laku siswa sebagai hasil proses belajar dan
mengajar (Syah, 2013: 140).
Kedua, untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok
kelasnya. Sehingga hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan guru sebagai alat penetap
apakah siswa tersebut termasuk kategori cepat, sedang, atau lambat dalam kemampuan
belajarnya (Syah, 2013: 140).
Ketiga, untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar.
Dengan hal ini berarti guru dapat mengetahui gambaran tingkat usaha siswa (Syah, 2013:
140).
Keempat, untuk mengetahui segala upaya siswa dalam mendaya gunakan
kapasitas kognitifnya (kemampuan kecerdasan yang milikinya) untuk keperluan belajar
(Syah, 2013: 140).
Kelima, unutk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar
yang telah digunakan guru dalam proses mengajar-belajar (PMB) (Syah, 2013: 140).
Menurut L. Pasaribu dan Simanjuntak bahwa tujuan evaluasi ada 2 segi yaitu segi umum
dan segi khusus.Adapun tujuan umum adalah sebagai berikut :
Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam mencapai
tujuan yang diharapkan.
Memungkinkan pendidik/guru menilai aktivitas/pengalaman yang didapat.
Menilai metode belajar yang dipergunakan (Makmun, 2003).
Adapun Tujuan khusus adalah sebagai berikut :
Merangsang kegiatan siswa
Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan.
Memperbaiki mutu pelajaran/cara belajar atau metode belajar.
Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan, perkembangan dan bakat
siswa yang bersangkutan.
Memperoleh bahwa laporan tentang perkembangan siswa yang diperlukan orang tua
dan lembaga pendidikan (Makmun, 2003).
b. Fungsi Evaluasi
Disamping memiliki tujuan, evaluasi belajar juga memiliki fungsi-fungsi sebagai
berikut:
a. Fungsi yaitu meliputi administratif untuk penyusunan daftar mengisi datar nilai dan
pengisian rapor.
4
b. Fungsi promosi yaitu bertujuan untuk menetapkan kenaikan atau kelulusan.
c. Fungsi diagnostic bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan
merencanakan program remedial teaching (pengajaran perbaikan).
d. Sumber data BK bertujuan untuk memasok data siswa tertentu yang memerlukan bimbingan
dan konseling (BK) secara bertahap.
e. Bahan pertimbangan pengembangan pada masa yang akan datang yang meliputi
perkembangan kurikulum, metode dan alat-alat PMB (Syah, 2013: 141).
C. Ragam Evaluasi
Menurut prinsip dasarnya, evaluasi hasil belajar merupakan kegiatan berencana dan
berkesinambungan. Oleh karena itu, ragamnya pun banyak, mulai yang paling sederhana
sampai yang paling kompleks (Syah, 2013: 142).
Adapun ragam evaluasi akan di paparkan sebagai berikut :
a. Pre-test dan post-test
Kegiatan pretest dilakukan guru secara rutin pada setiap akan memulai penyajian materi
baru. Tujuanya untuk mengidentifikasi syaraf pengetahuan siswa mengenai bahan yang
akan di sajikan. Evalusi seperti ini berlangsung secara singkat dan sering tidak
memerlukan instrumen tertulis.
Post - test merupakan kebalikan dari pre - test, yakni kegiataan evaluasi yang dilakukan
oleh seorang guru pada setiap penyajian materi (Syah, 2013: 142).
b. Evaluasi prasyarat
Evaluasi jenis ini sangat, mirip dengan pretest. Tujuanya adalah untuk mengedentifikasi
penguasaan siswa terhadap materi lama yang mendasari materi baru yang akan di ajarkan
(Syah, 2013: 142).
c. Evaluasi diagnostik
Biasanya Evaluasi ini dilakukan setelah selesai penyajian sebuah satuan pelajaran dengan
tujuan mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai oleh seorang siswa.
Instrumen jenis ini di titik beratkan pada bahasan tertentu yang di perkirakan / di pandang
membuat siswa mengalami kesulitan (Syah, 2013: 142).
Adapun Aspek-aspek yang dinilai yaitu hasil belajar, latar belakang kehidupan
anak, keadaan keluarga dan lingkungan (sukmadinata, 2005).
d. Evaluasi formatif
Evaluasi jenis ini kurang lebih sama dengan ulangan yang dilakukan pada setiap akhir
penyajian satu pelajaran atau modul. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk memperoleh
5
umpan balik yang mirip dengan evaluasi diagnostik, yakni untuk mendiagnosis
(mengetahuai penyakit/kesulitan) kesulitan belajar siswa (Syah, 2013: 143).
Adapun Aspek-aspek yang dinilai yang berkenaan dengan hasil pelajaran murid,
meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap dan penguasaan terhadap bahan pelajaran
yang telah disajikan (sukmadinata, 2005).
e. Evalusi sumatif
Evaluasi jenis ini kurang lebih sama dengan ulangan umum yang dilakukan untuk
mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan
program pengajaran yang telah di tempuh oleh seorang siswa (Syah, 2013: 143).
Evaluasi jenis ini hanya menilai pada kemajuan belajar seorang peserta didik yang telah
menempuh berbagai program pengajaran (sukmadinata, 2005).
f. UAN/UN
Ujian Akhir Nasional dan Ujian Nasional (UN) pada prinsipnya sama dengan evaluasi
sumatif dalam artian sebagai penentuan kenaikan status seorang siswa yang telah
mengikuti berbagai proses pengajaran. Namun, UAN mulai dilakukan pada tahun 2002
untuk dirancang untuk siswa yang telah menduduki kelas tertinggi pada suatu jenjang
pendidikan yaitu jenjang SD/MI (madrasah ibtidaiyah), dan seterusnya. (Syah, 2013:
143).
D. Syarat Dan Ragam Alat Evaluasi
a. Syarat Alat Evaluasi
Langkah atau hal utama yang perlu di tempuh oleh seorang guru adalah menilai
prestasi belajar siswa dalam menyusun alat evaluasi (test instrument) yang sesuai dengan
kebutuhan, dalam arti tidak menyimpang dari indikator dan jenis prestasi yang di
harapkan (Syah, 2013: 143).
Persyaratan pokok penyusunan alat evaluasi yang baik dalam perspektif psikologi
meliputi 2 macam yaitu 1) reliabelitas 2) validitas (CROSS, 1974; Barlow 1985; Butler,
1990).
Definisi reliabilitas secara sederhana adalah hal yang tahan uji atau dapat di
percaya. Sebuah alat evaluasi di pandang reliable atau tahan uji, apabila memiliki
konsistensi atau keajegan hasil (Syah, 2013: 143).
Pada prinsipnya validitas adalah keabsahan atau kebenaran. Sebuah alat evaluasi
dipandang valid apabila dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur (Syah, 2013: 144).
b. Ragam Alat Evaluasi
6
Secara garis besar, ragam alat evaluasi terdiri atas 2 macam bentuk, yaitu : 1)
bentuk objektif dan 2) bentuk subjektif.
1. Bentuk Objektif
Bentuk ini lebih lazim di sebut tes objektif, yakni tes yang jawabannya dapat di beri
skor nilai secara lugas (seadanya) menurut pedoman yang di tentukan sebelumnya
(Syah, 2013: 144).
2. Bentuk Subjektif
Alat evaluasi yang berbentuk tes subjektif adalah alat pengukur prestasi belajar yang
jawabannya tidak ternilai dengan skor atau angka pasti, seperti yang di lakukan pada
evaluasi objektif. Penyebab hal ini terjadi karna keberagaman gaya jawaban para
siswa (Syah, 2013: 147).
Para pakar dan ahli psikologis banyak yang menganggap evaluasi subjektif itu sukar
sekali di percaya reliabelitasnya dan validitasnya., karena subjektivitas guru
penilaiannya lebih menonjol (Suryabrata, 1984).
E. Indikator Prestasi Belajar
Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar meliputi segenap ranah psikologis yang
berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Namun demikian, penggunaan
tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah murid, sangat sulit.Hal ini disebabkan
perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat intangible (tak dapat diraba).
Oleh karena itu, yang dapat di lakukan guru dalam hal ini hanya mengambil cuplikan
perubahan tingkah laku yang di anggap penting dan dapat mengharapkan dapat
mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai buah dari belajar siswa (Syah, 2013: 148).
Untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat keberhasilan belajar tersebut dapat dilakukan
melalui dua cara, yaitu tes prestasi dan non-tes:
1. Teknik tes, dapat berbentuk:
a. Tes tertulis
b. Tes lisan
c. Tes perbuatan
2. Teknik non-tes, dapat berbentuk:
a. Angket
b. Wawancara/interview
c. Observasi
d. Kuesioner
Berikut merupakan table tentang jenis, indikator, dan cara evaluasi siswa.
7
Ranah/ Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi
A. Ranah Cipta (Kognitif)
a. Pengamatan 1. Dapat menunjukkan Tes lisan
2. Dapat membandingkan Tes tertulis
3. Dapat menghubungkan Observasi
b. Ingatan 1. Dapat menyebutkan Tes lisan
2. Dapat menunjukkan Tes tertulis
kembali Observasi
c. Pemahaman 1. Dapat menjelaskan Tes lisan
2. Dapat mendefinisikan Tes tertulis
dengan lisan sendiri
d. Penerapan 1. Dapat memberikan Tes lisan
contoh Pemberian tugas
2. Dapat menggunakan Observasi
secara tepat
e. Analisis (pemeriksaan 1. Dapat menguraikan Tes tertulis
Pemberian tugas
danpemilahan secara 2. Dapat
teliti) Mengklasifikasikan
memilah-milah
f. Sintesis (membuat 1. Dapat menghubungkan Tes tertulis
panduan baru dan utuh) 2. Dapat menyimpulkan Pemberian tugas
3. Dapat
Menggeneralisasikan
(membuat prinsip
umum)
Ranah Rasa (Afektif) 1. Menunjukkan sikap Tes tertulis
a. Penerimaan menerima Tes skala sikap
8
2. Menunjukkan sikap Observasi
menolak
b.Sambutan 1. Kesediaan Tes skala sikap
Berpartisipasi Pemberian Tugas
2. Kesediaan Observasi
memanfaatkan
c. Apresiasi (sikap 1. Menganggap penting Tes skala penilaian/sikap
menghargai) dan bermanfaat Pemberian Tugas
2. Menganggap indah Observasi
Dan Harmonis
3. Mengagumi
d. Internalisasi 1. Mengakui dan Tes skala sikap
(pendalaman) meyakini Pemberian Tugas Ekpresif
2. Mengingkar dan proyektif
Observasi
e. Karaksterisasi 1. Melembagakan atau Pemberian Tugas Ekpresif
(Penghayatan) meniadakan dan proyektif
2. Menjelmakan dalam Observasi
pribadi dan perilaku
sehari-hari
Ranah Karsa (Psikomotor) 1. Mengkoordinasikan Observasi
a. Keterampilan gerak mata, tangan, Tes Tindakan
bergerak kaki, dan anggota
dan bertindak tubuh lainnya
b. Kecakapan ekspresi 1. Mengucapkan atau Tes Lisan
Observasi
verbal dan melafalkan Tes Tindakan
nonverbal 2. Membuat mimik dan
gerakan jasmani
9
F. Batas Minimal Prestasi Siswa
Setelah mengetahui indikator prestasi belajar diatas, guru perlu pula mengetahui
bagaimana menetapakan batas minimal keberhasilan belajar para siswanya. Hal ini penting
karena mempertimbangkan batas terendah prestasi siswa yang dianggap berhasil dalam arti
luas bukanlah perkara mudah. Keberhasilan dalam arti luas berarti yang meliputi ranah
cipta, rasa, dan karsa siswa (Syah, 2013: 150).
Ranah - ranah psikologis, walaupun berkaitan satu sama lain, kenyataanya sangat
sukar di ungkapkan sekaligus bila hanya melihat pada perubahan di satu ranah tertentu.
Angka terendah yang menyatakan kelulusan/keberhasilan belajar (passing grade)
skala 0-10 adalah 5,5 atau 6, sedangakan untuk sekala 0-100 adalah 55 atau 60. Alhasil pada
prinsipnya jika seorang siswa telah dapat menyelesaikan lebih dari separuh tugas atau dapat
menjawab lebih dari setengah instrument evaluasi dengan benar, ia di anggap telah
memenuhi target minimal keberhasilan belajar (Syah, 2013: 151).
G. Evaluasi Prestasi Kognitif, Afektif, dan Psikomotor
a. Evaluasi Prestasi Kognitif
Mengukur kebehasilan siswa yang berdimensi kognitif (ranah cipta) dapat
dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan tes tertulis maupun tes lisan. Karena
semakin membengkaknya jumlah siswa di sekolah-sekolah, tes lisan dan perbuatan
hampir tak pernah digunakan lagi. Alasan lain mengapa tes lisan khususnya kurang
mendapat perhatikan ialah karena pelaksanaanya yang face to face (berhadapan
langsung).
Secara tidak langsung dampak negative yang di timbulkan oleh tes face to face
itu, yaitu sikap dan perlakuan yang subjektif dan kurang adil, sehingga soal yang di
ajukan pun tingkat kesukarannya berbeda antara satu dengan yang lainnya (Syah, 2013:
152).
b. Evalusi prestasi efektif
Dalam merencanakan penyusunan instrumen tes prestasi siswa yang berdimensi
efektif (ranah rasa) jenis-jenis prestasi internalisasi dan karakterisasi seharusnya
mendapat perhatian khusus.
Salah satu bentuk tes ranah rasa yang popular adalah “skala Likert” yang
tujuannya untuk mengidentifikasi kecenderungan sikap orang. (Syah, 2013: 153).
c. Evaluasi prestasi Psikomotor
10
Cara yang di pandang tepat untuk mengevaluasi keberhasilan belajar yang
dinamis ranah psikomotor (ranah karsa) adalah observasi.
Guru yang hendak melakukan observasi perilaku psikomotor siswa-siwanya
seharusnya mempersiapkan langkah - langkah yang cermat dan sistematis menurut
pedoman yang terdapat dalam lembar format observasi yang seluruhnya telah di
sediakan, baik oleh sekolah maupun oleh guru itu sendiri (Syah, 2013: 154).
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Evaluasi artinya penelitian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang
telah ditetapkan dalam sebuah program. Padanan kata evaluasi adalah assesement yang
menurut Tradif (1989) berarti proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang di capai
seorang siswa sesuai dengan kriteria yang telah di tetapkan (Syah, 2013: 139).
Evaluasi sebagai proses yang sangat penting dalam tahap pembelajaran tentunya
memiliki tujuan dan fungsi. Adapun salah satu tujuan evaluasi sebagai berikut :
Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah di capai oleh siswa dalam suatu kurun
waktu proses belajar tertentu. Dengan hal ini berarti guru dapat mengetahui kemajuan
perubahan tingkah laku siswa sebagai hasil proses belajar dan mengajar (Syah, 2013: 140).
Disamping memiliki tujuan, evaluasi belajar juga memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
a. Fungsi yaitu meliputi administratif untuk penyusunan daftar mengisi datar nilai dan
pengisian rapor.
b. Fungsi promosi yaitu bertujuan untuk menetapkan kenaikan atau kelulusan.
c. Fungsi diagnostic bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan
merencanakan program remedial teaching (pengajaran perbaikan).
d. Sumber data BK bertujuan untuk memasok data siswa tertentuk yang memerlukan
bimbingan dan konseling (BK) secara bertahap.
e. Bahan pertimbangan pengembangan pada masa yang akan datang yang meliputi
perkembangan kurikulum, metode dan alat-alat PMB (Syah, 2013: 141).
B. Saran
Penulis sangat menyarankan kepada para pembaca makalah ini agar juga membaca di
buku, artikel, jurnal dan lain - lain karena mengingat sangat banyak kekurangan dalam
makalah ini.
12
DAFTAR PUSTAKA
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. PT Rosda Karya Remaja.
Ahmad Syafi’i, Tri Marfiyanto, S. K. R. (n.d.). 2018. STUDI TENTANG PRESTASI
BELAJAR SISWA DALAM BERBAGAI ASPEK DAN FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI. Komunikasi Pendidikan., Vol: 2. No 2.
http://journal.univetbantara.ac.id/index.php/komdik/article/view/114. Diakses pada 14
November 2020.
BAYU. 2013. Psikologi Pendidikan - EVALUASI PRESTASI BELAJAR.
http://bayucalongurubahasaarab.blogspot.com/2013/04/psikologi-pendidikan-evaluasi-
prestasi.html. Diakses pada 14 November 2020.
Hidayatullahahmad. 2014. Evaluasi dan Prestasi Belajar.
https://hidayatullahahmad.wordpress.com/2014/07/12/evaluasi-dan-prestasi-belajar/.
Diakses pad 15 November 2020.
Irda. (n.d.). 2016. Evaluasi dan Prestasi Belajar.
http://blognasehatilmuirda.blogspot.com/2016/03/evaluasi-dan-prestasi-belajar.html.
Diakses pada 15 November 2020.
Muhibbin Syah. (n.d.). Psikologi pendidikan Dengan pendekatan Baru. PT Raja Grafindo.
Nana Syaodih Sukmadinata. (n.d.). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. P.T. Remaja
Rosdakarya.
13