The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by swasabasri, 2022-11-05 13:29:17

[DRAFT] masjid-05112022

[DRAFT] masjid-05112022

45

46

47

Masjid Agung H. Achmad Bakrie berdiri dengan
megah di depan Kantor Bupati Asahan, seperti mimpi
Buya Taufan Simatupang

48

49

50 Aktivitas Keagamaan dan Sosial

Aktivitas
Keagamaan

dan
Sosial

51

Masjid tidak hanya dipandang sebagai sebuah
bangunan semata-mata, namun eksistensinya
memiliki peran penting untuk membangun karakter
serta identitas peradaban umat muslim. Fungsi masjid
yang paling utama adalah sebagai tempat bersujud atau
beribadah kepada Allah. Masjid adalah tempat yang paling
dicintai Allah swt. Dalam Alquran Surah An-Nur ayat 36-37
Allah swt berfirman yang artinya sebagai berikut.

“Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang
telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut
nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan
petang, orang-orang yang tidak dilalaikan oleh
perniagaan, dan tidak (pula) oleh jual-beli, atau
aktivitas apa pun dan mengingat Allah, dan (dari)
mendirikan shalat, membayarkan zakat, mereka
takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan
penglihatan menjadi guncang.”

Selain sebagai tempat beribadah salat, Masjid Agung H.
Achmad Bakrie Kisaran juga digunakan sebagai lokasi
pelaksanaan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial
kemasyarakatan. Di samping itu, kegiatan ibadah rutin
dan pembinaan Tahfizhul Quran, masih ada beberapa
kegiatan rutin lain yang jadwalnya sebagai berikut.

52 Aktivitas Keagamaan dan Sosial

1. Pengajian Bakda Subuh setiap hari Jumat dan
Ahad.

2. Pengajian Bakda Magrib setiap hari Ahad.
3. Pengajian Bakda Zuhur setiap hari Sabtu, Ahad,

dan Senin.
4. Pengajian Bakda Zuhur setiap hari di bulan

Ramadan.
5. Penyediaan Takjil Buka Puasa dan Makan

Malam setiap hari di bulan Ramadan.
6. Qiyamul Lail pada 10 malam terakhir bulan

Ramadan.
7. Salat Idulfitri dan Iduladha.
8. Tablig Akbar.
9. Peringatan Hari Besar Islam (Tahun Baru

Hijriyah, Maulid Nabi, Isra Miraj, dll).***

53

Foto-foto aktivitas keagamaan
yang diselenggarakan di Masjid
Agung H. Achmad Bakrie

54 Aktivitas Keagamaan dan Sosial

55

56 Aktivitas Keagamaan dan Sosial

57

58 Kini dan Nanti

Kini dan

Nanti

59

Salah satu indikator kewibawaan dan kekuatan umat
Islam dapat ditinjau dari kondisi masjidnya. Bagaimana
umat Islam memakmurkan masjid dan menjadikannya
sebagai basis kekuatan. Allah swt bahkan berfirman bahwa
memakmurkan masjid merupakan indikator kuat dari
keimanan seseorang. (Q.S. At-Taubah: 18)
Eksistensi masjid di Indonesia tidak terbatas hanya pada
konteks sejarah saja. Di beberapa kota dibangun masjid-
masjid dengan desain dan arsitektur yang indah dan
megah, sebagaimana Masjid Agung H. Achmad Bakrie
Kisaran.

60 Kini dan Nanti

Replika Kabah yang terdapat di dalam plaza masjid
menambah daya tarik masjid tersebut. Dalam
perkembangannya, masjid ini menjadi ikon kebanggaan
dan landmark Kabupaten Asahan. Menariknya, masjid
ini juga dilengkapi dengan ruangan yang cocok untuk
menggelar pertemuan atau acara-acara khusus.
Lokasinya yang strategis menjadikan masjid ini juga
dirancang sebagai tempat persinggahan bagi musafir,
orang-orang yang kebetulan melintas di jalan raya
depan masjid dan pada saat waktu sholat tiba. Bisa
juga rombongan wisatawan yang tengah berwisata ke
Kabupaten Asahan. 

61

Pada saat ini, Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran
menawarkan destinasi wisata religi dengan arsitektur
indah dan megah, sehingga menjadi objek wisata yang
sangat menarik. Difungsikannya masjid sebagai salah
satu destinasi wisata ini telah direncanakan sejak masa
embrionalnya. Selain itu, fungsi lain yang cukup strategis
adalah sebagai Pusat Kajian Islam dan Spiritual.

Salah satu
program
prioritas
Pemkab
Asahan adalah
“Asahan Go
Wisata”.
Melalui
program
tersebut,
Masjid Agung
H. Achmad Bakrie Kisaran ditetapkan sebagai lokasi
wisata religi yang akan dikembangkan dalam lima tahun
ke depan. Potensi wisata masjid ini dapat dilihat dari
jumlah kunjungan wisata pada tahun 2020, di mana
masjid ini menempati peringkat ke tiga dari objek
wisata yang paling banyak dikunjungi setelah Alun-alun
Rambate Rata Raya, dan Taman Hutan Kota Taufan Gama

62 Kini dan Nanti

Simatupang. Jumlah kunjungan mencapai 36.739 orang
(2020). 
Di masa depan, dengan dibangunnya menara utama
setinggi 99 meter diharapkan akan menaikkan jumlah
kunjungan wisata ke masjid ini dan ke Kabupaten
Asahan secara umum. Wisata religi dimaknai tidak
sekadar berwisata, dari aktivitas itu wisatawan akan
mendapatkan pengalaman liburan yang takbiasa (anti
mainstream), khususnya dari sisi spiritual atau apresiasi
terhadap keindahan arsitektur.***

63

64 Komitmen Pemkab Asahan

Komitmen

Pemkab
Asahan

65

Sehubungan letak Masjid Agung H. Achmad Bakrie
Kisaran berada di posisi yang strategis, di tepi Jalan
Raya Lintas Sumatera, oleh karena itu pengunjung atau
jamaah masjid tidak hanya berasal dari masyarakat
Kabupaten Asahan saja, melainkan juga dari kecamatan
dan bahkan kabupaten tetangga. 

Masjid agung yang semula digagas oleh Buya Taufan
ini tujuan awalnya hanya difungsikan sebagai tempat
beribadah saja. Dengan selesainya pembangunan masjid
ini, selain sebagai sarana beribadah, keberadaan masjid
ini juga diharapkan dapat memperkuat visi masyarakat
Asahan yang religius. 
Ditinjau dari detail engineering design (DED) yang telah
dirancang Bappeda Asahan, di dalamnya tampak jelas

rencana pembangunan
menara
utama
masjid

66 Komitmen Pemkab Asahan

setinggi 99 meter. Menurut rencana, di awal tahun 2023
pembangunan menara tersebut sudah akan dimulai.

Menara tersebut pasti akan menambah daya tarik,
sehingga akan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Mereka, para wisatawan itu tentunya tidak sekadar
berwisata saja, melainkan juga untuk beribadah salat,
karena Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran ini
dibuka nonstop 24 jam. 

Untuk menjaga kesinambungan pengembangan dan
pemeliharaan (maintenance), Pemerintah Kabupaten
Asahan terus berupaya melakukan berbagai inovasi.
Salah satunya dengan membuat program bagi ASN
muslim dan pejabat Pemkab Asahan. Seluruh ASN
memiliki program zakat yang dilaksanakan pada tanggal
27 Ramadan, juga program infak dan sedekah. 

Program lain yang berhubungan dengan visi “Masyarakat
Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter” antara
lain pejabat dan ASN di Pemkab Asahan diminta untuk
melaksanakan Safari Ramadan ke masjid-masjid, yang
saat ini (2022) berjumlah sekitar 204 masjid yang
tersebar di beberapa wilayah desa se kabupaten Asahan. 

Pada kegiatan Safari Ramadan tersebut, salah satu
kegiatan ASN antara lain mengimbau masyarakat

67

untuk memprioritaskan ibadah salat lima waktu dan
menggiatkan salat subuh berjamaah pada hari Jumat.
Dalam setiap salat fardu disertakan pula ceramah, yang
dilakukan dua kali dalam satu pekan setiap hari Jumat
dan Minggu. 
Sementara, saat Hari Raya Iduladha, di halaman
masjid agung selalu dilakukan penyembelihan hewan
kurban. Hewan kurban berasal dari para ASN yang
dikoordinasikan oleh pengurus masjid agung. Selain

dihadiri para ASN, juga dapat

68 Komitmen Pemkab Asahan

dihadiri oleh masyarakat luas serta pengurus masjid.
Untuk sementara, kegiatan pemotongan hewan kurban
terkoordinasi ini terhenti karena wabah Covid-19
melanda. Sebagai gantinya, pelaksanaan penyembelihan
hewan kurban dilakukan di masing-masing OPD di
Kabupaten Asahan. 

Di masjid agung ini juga didirikan Lembaga Tahfiz
Alquran yang dijadikan sarana untuk mendidik anak-
anak agar mampu menghafal Alquran. Saat ini sudah ada
sekitar 50-an anak yang dididik di lembaga ini. Biayanya
pendidikan ditanggung oleh Pemkab melalui dana APBD.
Di masa depan nanti setiap kecamatan diharapkan dapat
mengirimkan anak-anak sebagai perwakilan untuk
diseleksi. Bagi anak-anak yang lolos seleksi akan dididik
menjadi seorang hafiz Quran.

Selain Lembaga Tahfiz, fasilitas lain yang terdapat
di masjid agung ini adalah miniatur (replika) Kabah.
Miniatur Kabah dapat dimanfaatkan masyarakat umum
sebagai media pembelajaran atau manasik haji. Untuk
masyarakat yang ingin memanfaatkan, yang diperlukan
hanyalah koordinasi dengan pengurus masjid. Yang
sudah berjalan selama ini, banyak anak-anak sekolah
yang melakukan simulasi manasik haji di masjid ini.*** 

69

70

Berdirinya

Badan Kemakmuran
Masjid (BKM)

71

Pada tahun 2019, di saat Asahan di bawah
kepemimpinan Buya Taufan-Surya, didirikan sebuah
organisasi yang bertugas melakukan pengelolaan dan
perawatan Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran.
Organisasi tersebut bernama “Badan Kemakmuran Masjid
(BKM) Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran.” 

Dalam struktur organisasinya, kepengurusan BKM ini
tidak selalu diisi oleh para pejabat teras ASN, atau pun
pejabat-pejabat di lingkungan OPD Pemkab Asahan.
Semua pengurus dipilih secara langsung oleh Bupati
Surya, tentunya setelah mempertimbangkan kapasitas

dan keilmuan yang bersangkutan. Saat
ini, Kepala BKM Masjid Agung H.
Achmad Bakrie Kisaran dijabat
oleh H. Zainal Aripin Sinaga,
yang menjabat sebagai Kepala
Bappeda Kabupaten Asahan. 

“BKM ini milik
pemerintah, secara ex-
officio ketua
pengelolanya
adalah Sekda
yang dibantu
Sekretaris

72

yaitu BPKAD dan Bappeda serta dinas terkait. Dalam
strukturnya terdapat 31 pengurus, ada yang berasal
dari bidang idarah (sekretariat), imarah (kemakmuran),
riayah (pemeliharaan), dan tarbiyah (yang mengelola
Lembaga Tahfiz),” kata Zainal, Ketua BKM. Namun
demikian, kebanyakan para pengurus BKM itu ditunjuk
oleh Bupati sebagai pribadi, bukan karena jabatannya.
Misalnya, Zainal yang saat ini menjabat sebagai Ketua
Bappeda juga ditunjuk oleh Bupati sebagai pengurus
BKM dalam kapasitasnya sebagai pribadi.

Menurut Zainal, sumber dana pengelolaan masjid
berasal dari dua tipe kas, yaitu APBD Pemkab Asahan

73

dan sumbangan dari masyarakat. Jika sumber dana
berasal dari APBD, maka dalam pelaksanaannya
dilaksanakan dan dikelola oleh OPD masing-
masing. Salah satu bidang yang didanai oleh APBD adalah
kebersihan, yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup
(DLH). Contoh lain adalah pengelolaan keamanan masjid,
karena menggunakan dana APBD, maka pengelolaannya
dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Hal yang
sama juga untuk bidang-bidang lain seperti kesehatan,
maka OPD yang bertanggung jawab adalah Dinas
Kesehatan.
Jika sumber dana berasal dari swadaya atau sumbangan
masyarakat (infak), dana tersebut akan digunakan
untuk operasional sehari-hari masjid seperti pemberian
bisyarah (tali kasih) kepada imam, muazin, ustaz/

74

ustazah yang memberikan tausiah, serta mendukung
kegiatan yang dilakukan di masjid. Sumber dana yang
dikelola BKM dapat pula digunakan saat ada keperluan-
keperluan mendesak. Misalnya, biaya penerangan/listrik
yang seharusnya di-handle oleh Dinas PU, di saat terjadi
keterlambatan pendanaan karena proses administrasi
keuangan pemerintah, maka dana BKM bisa digunakan
untuk menalangi terlebih dahulu.
Secara keseluruhan biaya pengelolaan Masjid Agung H.
Achmad Bakrie Kisaran jika ditaksir jumlahnya mencapai
Rp 4 miliar per tahun. “Kalau pemeliharaan rutin dan
untuk masjidnya saja, biayanya sekitar Rp 36 jutaan
per bulan, rata-rata setiap Jumat didapatkan dana infak
sekitar Rp 8-10 juta. Pendapatan infak itu semuanya
habis untuk pengelolaan masjid.*** 

75

76

77

78 Progam-program BKM

Program-program

BKM

79

Kecintaan yang besar kepada masjid ini akan membuat
rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap usaha
untuk memakmurkan masjid semakin besar pula. 

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah
ialah orang-orang yang beriman kepada Allah
dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat,
menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa
pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-
orang yang diharapkan termasuk golongan orang-
orang yang mendapat petunjuk. (At-Taubah 9 : 18)

Sejak awal, masjid merupakan pusat peradaban Islam,
sebuah tempat untuk berdoa,
pengajaran agama, berdiskusi
politik, dan juga sekolah.

80 Progam-program BKM

Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi
destinasi wisata religi bagi yang ingin mempelajari
ajaran dan budaya agama Islam maupun fungsi-fungsi
sosial kemasyarakatan lainnya

Berdirinya BKM selanjutnya melahirkan berbagai
program dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan
masyarakat. Selain Lembaga Tahfiz, di Masjid Agung
H. Achmad Bakrie Kisaran juga terdapat fasilitas yang
bisa dimanfaatkan masyarakat umum sebagai tempat
berbagai acara, misalnya untuk acara hajatan pernikahan.

Di masjid ini juga terdapat fasilitas kantor yang
disediakan untuk beberapa organisasi kemasyarakatan

81

(ormas) Islam seperti Lembaga Pengembangan Tilawatil
Quran (LPTQ) dan sebagainya. Pada prinsipnya, masjid
akan digunakan sebagai pusat pembinaan umat Islam
khususnya di Asahan.
Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran diharapkan
tidak hanya menjadi tempat ibadah dan kajian agama
semata-mata, melainkan juga sebagai destinasi objek
wisata religi dan peningkatan ekonomi umat. Masyarakat
yang datang untuk berwisata religi, akhirnya akan
tergerak hatinya untuk turut menunaikan salat. 
Ada tiga hal yang diharapkan dengan hadirnya wisata
religi. Pertama yakni peningkatan keimanan, ketakwaan
kepada Allah swt, dan peningkatan ilmu di tengah

82 Progam-program BKM

masyarakat. Termasuk bagaimana masyarakat merasa
nyaman dengan suasana keagamaan di lingkungan ini.
Ketua BKM Zainal juga menginginkan agar masjid ini
menjadi tempat singgah bagi musafir. Karena masjid
ini terletak di Jalan Lintas Sumatera. diharapkan
nantinya akan tersedia semacam penginapan, agar para
musafir yang lelah bisa beristirahat. Pada saat ini, untuk
sementara sudah terdapat fasilitas penginapan di lantai
II lengkap dengan sarana yang memadai untuk musafir. 
Jika pembangunan menara utama masjid setinggi 99
meter dapat diselesaikan, pasti menara tersebut dapat
menambah daya tarik masjid dan akan meningkatkan
intensitas orang untuk berkunjung. 

83

“Kita berharap, dengan adanya fasilitas tambahan seperti
menara, masjid agung ini benar-benar menjadi pusat
pembinaan umat di Asahan. Keberadaan menara juga
diharapkan mampu mendatangkan PAD Kabupaten
Asahan. Dalam perhitungan kasar, jika dalam sehari
ada pemasukan Rp 10 juta, maka dalam setahun akan
dihasilkan PAD Rp3,5 miliar.” tutur Zainal. 

Meski tergolong masjid baru, aktivitas yang terlaksana
di masjid ini telah berhasil menorehkan prestasi. Salah
satunya adalah sebagai tempat pelaksanaan lomba MTQ
tingkat Provinsi Sumatera Utara, lomba nasyid tingkat
kabupaten. Harapan ke depan dapat digunakan sebagai
venue dalam ajang MTQ tingkat Nasional.

Di sisi lain, adanya Lembaga Tahfiz di lingkungan masjid
ini juga diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran
Alquran bagi masyarakat luas. Tidak hanya di lingkup
Kabupaten Asahan saja, melainkan juga dapat melakukan
pembinaan tahfiz se-Sumatera Utara, dan Asahan akan
menjadi contohnya. *** 

84 Progam-program BKM

85

Foto-foto kegiatan BKM Masjid Agung
H. Achmad Bakrie Kisaran

86 Progam-program BKM

87

88

89

90 Cara Bergabung ke Lembaga Tahfiz

Cara Bergabung ke

Lembaga
Tahfiz

91

Pada dasarnya, pendidikan di Lembaga Tahfiz ini dapat
diikuti oleh siapa pun dengan syarat dapat memenuhi
kriteria yang telah di tentukan, di antaranya adalah lolos
dalam tahap seleksi yang diberlakukan. Saat ini, lembaga
yang berada di kompleks Masjid Agung H. Achmad Bakrie
Kisaran ini murni dibiayai dengan dana APBD. Tidak ada
pungutan apa pun dari masyarakat. 
Di sisi lain, keuntungan belajar di Lembaga Tahfiz
Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran ini adalah
kualitas tenaga pengajar yang baik, serta adanya asrama
yang dapat digunakan untuk menginap para murid.
Terlebih lagi, status dan lokasi lembaga menyatu dengan

kompleks masjid agung,

92 Cara Bergabung ke Lembaga Tahfiz

menjadi keuntungan tersendiri karena para murid tahfiz
dapat langsung mempraktikkan ilmu dan bacaan salat
yang telah dipelajari. 

Para santri akan direkrut dari level kecamatan, sesuai
standar yang telah ditetapkan mereka harus lolos seleksi
yang diadakan oleh Lembaga Tahfiz terlebih dahulu.
Harapan Bupati Surya, anak-anak yang bergabung dalam
Lembaga Tahfiz ini akan hafal 30 juz saat mereka selesai
menempuh pendidikan selama 3 tahun. 

Beberapa seleksi kompetensi dasar yang dilakukan bagi
calon murid adalah bacaan Alquran dan dasar-dasar
pengetahuan mengenai bacaan. Murid yang belajar di
lembaga ini rata-rata juga masih mengenyam pendidikan
di sekolah umum. Sembari berproses, lembaga tahfizh
ini telah menamatkan angkatan pertama dan mewisuda
19 orang hafizh/hafizhah. Untuk angkatan kedua, saat
ini sedang dibina 50 orang calon hafizh/hafizhah yang
ditargetkan menyelesaikan hafalan Al Qur’an 30 Juz
dalam 3 tahun ke depan.

Untuk mencapai target tersebut, inovasi pengembangan
lembaga, termasuk kualitas input dan seleksi akan
senantiasa diperketat dan diperkuat. Sambil melakukan
hal itu, disiplin dari para murid dan pengelolanya juga
harus dijaga dan ditingkatkan. ***

93

Foto-foto kegiatan Lembaga Tahfiz
Masjid Agung H. Achmad Bakrie
Kisaran

94 Cara Bergabung ke Lembaga Tahfiz


Click to View FlipBook Version