MESIN PEMBAYARAN DAN ALAT VERIFIKASI TRANSAKSI ERY MARTIANA E. OLEH : 2023 SMK PLUS ALMUJAHIDI
DAFTAR ISI Halaman Judul................................................................................................................. Daftar isi............................................................................................................................ A. MESIN PEMBAYARAN TUNAI/NON TUNAI 1. Pengertian pembayaran tunai/non tunai ......................................................... 1 2. Tombol-tombol alat verifikasi........................................................................... 2 B. ALAT VERIFIKASI TRANSAKSI 1. Pengertian alat verifikasi ................................................................................. 4 2. Mesin money detector..................................................................................... 5 3. Pemeriksaan uang kertas atau Validasi secara Manual ……………………….6 4. Mesin validasi kartu kredit............................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA
1 BAB 2. MESIN PEMBAYARAN DAN ALAT VERIVIKASI TRANSAKSI A. MESIN PEMBAYARAN TUNAI/NON TUNAI • Pembayaran tunai (layanan pick up service) Pick up service adalah jasa yang diberikan oleh pihak bank kepada nasabah yang berupa layanan pengambilan atau penjemputan uang tunai dan/atau non tunai dari lokasi nasabah untuk disetorkan pada rekening nasabah di bank tersebut. Nasabah bisa mendapatkan sejumlah keuntungan jika memilih sistem pembayaran ini, misalnya transaksi jadi lebih aman, mengefisiensi waktu dan biaya, waktu pengambilan dan pengiriman sesuai kesepakatan antara bank dan nasabah, serta mengurangi resiko penyimpanan dan pengangkutan uang secara tunai. Bank CIMB Niaga menghadirkan layanan Cash & Cheque Pick Up dengan 2 metode serah terima uang, di antaranya metode Said to Contain (STC), yaitu serah terima uang tanpa dihitung di lokasi nasabah dan metode Count on Site (COS), yaitu serah terima uang di lokasi nasabah dengan penghitungan disaksikan langsung oleh nasabah tersebut. • Pembayaran non tunai Perkembangan teknologi yang semakin pesat memungkinkan Anda untuk melakukan transaksi non tunai dengan sistem yang lebih mudah dan cepat. Sistem pembayaran non tunai merupakan cara transaksi yang tidak memerlukan uang. Berikut ini beberapa jenis alat pembayaran non tunai yang perlu Anda ketahui: • Kartu kredit Kartu yang dikeluarkan oleh bank sebagai alat pembayaran non tunai dengan menggunakan mekanisme hutang. • Kartu debit Alat pembayaran yang berbasis saldo milik nasabah. Kartu ini diterbitkan oleh bank tempat nasabah memiliki rekening. Kartu debit terbagi ke dalam beberapa jenis, biasanya ada batas atau limit tertentu dalam setiap transaksinya. • Internet banking Layanan perbankan yang bisa digunakan oleh nasabah melalui jaringan internet. • M-Banking Fitur yang disediakan oleh pihak bank dalam bentuk aplikasi. Fitur ini memudahkan nasabah untuk melakukan berbagai transaksi hanya dalam genggaman tangan. • E-money Jenis alat pembayaran non tunai ini semakin populer karena sangat mudah dan praktis. Emoney atau uang elektronik bisa berupa kartu yang dapat digunakan untuk pembayaran atas dasar nilai uang atau dana yang sudah disetorkan terlebih dahulu. • Contactless Card Layanan contactless card merupakan teknologi yang memungkinkan nasabah atau pemegang kartu untuk melakukan transaksi secara mudah, cepat, dan aman hanya dengan mendekatkan atau tap kartu kredit pada mesin EDC contactless, tanpa harus menggunakan PIN.
2 Sistem pembayaran contactless card bisa Anda gunakan dengan mudah di CIMB Niaga dengan layanan OCTO Card. OCTO Card merupakan kartu kredit digital yang membuat transaksi jadi lebih praktis tanpa kartu fisik, serta memberikan berbagai keuntungan yang dapat Anda nikmati untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dengan satu jari. Beberapa fitur dan manfaat OCTO Card di antaranya cashback 10% belanja online dan transaksi melalui OCTO Mobile, cicilan 0% 3 bulan, bebas iuran tahunan, dan bayar cukup dengan scan QRIS. • QR Code QR Code atau kode QR merupakan sistem pembayaran hanya melalui smartphone dan koneksi internet. Transaksi QR Code menggunakan sumber dana berupa simpanan dan/atau instrumen pembayaran berupa kartu debit, kartu kredit, atau uang elektronik yang menggunakan media penyimpanan server based. Pembayaran digital memang banyak jenisnya, salah satu yang mudah digunakan untuk melakukan berbagai transaksi hanya dalam genggaman tangan adalah layanan OCTO Mobile dari CIMB Niaga. OCTO Mobile merupakan perbankan digital yang hadir dengan banyak fitur untuk kenyamanan serta kemudahan bertransaksi, mulai dari pembukaan rekening pertama tanpa harus ke kantor cabang, pembukaan investasi, tarik dan setor tunai tanpa kartu, top up pulsa, PLN, dan ewallet, bayar tagihan, serta berbagai promo transaksi QR di merchant atau e-commerce pilihan. https://www.gramedia.com/literasi/alat-pembayaran/ 1. Mesin pembayaran tunai: cash register Fungsi tombol : a) Kunci OP (Operator): kunci ini dapat dipakai dari OFF s/d REG. kunci ini dipegang oleh operator, yaitu kasir. b) Kunci SM (Semimaster) : dapat dipakai dari PGMI s/d XI/ZI. Dipegang oleh supervisor toko atau manager toko c) Kunci MA (Master) dapat dipakai dari PGM2 s/d X2/Z2. Tombol – tombol cash register a) On/of RCPT berguna sebagai : RCPT ON : kertas receipt keluar secara otomatis. OFF: kertas receipt tidak keluar, hanya menampilkan jumlah hasil penjualan. b) PLU : memasukkan jumlah dalam register. c) RF untuk mengurangi jumlah uang akibat adanya pengembalian uang untuk pembeli. d) Tanda - untuk menghapus transaksi terahir apabila terjadi kesalahan yang baru dicetak. e) VP adalah tombol validasi untuk mencetak jumlah transaksi diatas lembaran nota. f) CL adalah (clear = penghapus) untuk membatalkan penulisan angka sebelum menekan tombol lain. g) Journal adalah untuk menggulung kertas jurnal untuk kepentingan audit. h) Receipt adalah tombol kertas serah terima untuk menggulung kertas tanda terima. i) % 2 adalah tombol potong harga, untuk memberikan potongan/ diskon harga dari total penjualan. j) % 1 adalah prosentase potongan harga untuk memberikan potongan dalam persen. k) ST adalah sub total, untuk menghitung jumlah sementara penjualan. l) CR (kredit) adalah untuk melayani pembelian dengan kartu kredit. m) CH (Cek) adalah untuk melayani dengan menggunakan cheque.
3 n) RA (Received On Account) untuk memasukkan uang dalam persediaan kas dan bukan uang dari hasil penjualan. o) PO untuk mengurangi jumlah uang kas yang ada selain hasiln transaksi penjualan. p) TL untuk menghitung jumlah akhir dan pembayaran tunai. q) TM (Time) untuk memprogram dan melihat jam pada cash register. r) Tombol departemen adalah mengelompokkan barang – barang sesuai dengan departemen. A F fnmbbbcnbcjbjj b. Mesin Point of sale (POS) komponen- komponen mesin POS a) Hardware/perangkat keras terdiri atas bagian – bagian : 1) CPU 2) Monitor CRT atau LCD 3) Mini printer
4 4) Cash drawer 5) Barcode scanner, untuk membaca isi barcode 6) Barcode printer untuk mencetak barcode 7) Programmable keyboard 8) Modul touchscreen 9) MCR 10) Finger scan 11) Modem b) Software/perangkat lunak 1) Software paket 2) Software taylor made B. ALAT VERIFIKASI TRANSAKSI Pengertian Alat Bantu Verifikasi Yang dimaksud dengan alat Bantu verifikasi adalah alat yang dapat digunakan oleh penjual atau kasir untuk memeriksa alat pembayaran baik berupa uang chartal (kertas) ataupun kartu kredit yang digunakan pembeli asli atau tidak..
5 Selain menggunakan alat Bantu verifikasi seorang penjual atau kasir harus dapat juga membedakan alat pembayaran yang asli dengan yang palsu secara manual. Jenis alat Bantu verifikasi yang digunakan untuk alat pembayaran dikelompokkan menjadi dua, yaitu : 1. Alat Bantu verifikasi untuk untuk uang kertas Adalah alat yang dapat digunakan oleh penjual atau kasir untuk memeriksa apakah uang kertas yang digunakan pembeli asli atau tidak. 2. Alat Bantu verifikasi untuk kartu kredit Adalah alat yang dapat digunakan oleh penjual atau kasir untuk memeriksa apakah kartu kredit yang digunakan pembeli asli atau tidak.. A. Jenis Alat Bantu verifikasi dan Validasi Uang Tunai Pada saat sekarang ini alat bantu verifikasi untuk uang khususnya uang kertas, sangat dibutuhkan karena banyak uang kertas yang dipalsukan. Alat bantu verifikasi uang kertas sering disebut juga money detector. Mesin ini memiliki bentuk beraneka ragam dimana pada tiap jenis alat money detector terdapat lampu dengan sinar ultra violet https://www.tokopedia.com/entreco/alat-pendeteksi-uang-palsu-money-detectordynamic-x50?utm_source=google&utm_medium=organic&utm_campaign=pdp-seo a). Nyalakan lampu b). Letakan uang dibelakang sinar lampu, siehingga terlihat tanda-tanda seperti yang lazim terdapat pada uang asli. (terlihat tanda air, terdapat tulisan dan benang pengaman, tertlihat gambar pahlawan sesuai dengan besarnya pecahan uang tersebut). c) Jika tidak terdapat tanda tersebut maka uang y a n g digunakan sebagai a l a t pembayaran adalah palsu. Sebagai penjual atau kasir jika menerima uang yang ternyata palsu langkah yang harus dilakukan adalah : 1) Memberitahukan kepada pembeli bahawa uang yang dibayarkan palsu
6 2) Mengembalikan uang tersebut dan meminta pembayaran dengan uang asli 3) Menahan uang palsu tersebut 4) Menanyakan asal uang palsu tersebut dan mencatatnya 5) Melaporkan kepada pihak yang berwenang menanganinya B. Pemeriksaan uang kertas atau Validasi secara Manual Selain menggunakan money detector, untuk mengetahui apakah uang yang digunakan sebagai alat pembayaran asli atau tidak dapat dilakukan secara manual yang sering disebut dengan 3D, yaitu : 1. Dilihat 2. Diraba 3. Diterawang Verifikasi uang kertas pecahan Rp. 50.000 tahun 1999 1). Dilihat, akan tampak: a. gambar tersembunyi berupa tulisan BI yang hanya dapat dilihat dari sudut pandang tertentu, dan b. tinta tampak gambarornamen daerah Bali yang akan memudar hijau kekuningan dibawah sinar ultra violet 2). Diraba, akan terasa: a. kasar cetak dalam intaglio angka nominal tulisan “BANK INDONESIA” dan LIMA PULU RIBU RUPIAH” gambar pahlawan serta gambar burung garuda, dan b. kode tuna netra :BLIND CODE” kode tertentu berbentuk dua segitiga untuk mengenali jenis pecahan bagi tunanetra dengan cara diraba. 3). Diterawang, akan terlihat: a. gambar saling isi logo BI yang akan terlihat secara utuh apabila diterawang kearah cahaya, dan b. tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional HOS Cokroaminoto dan electrotype berupa logo BI dan ornament daerah Bali Verifikasi Uang kertas pecahan Rp. 100.000 tahun 2004 1). Dilihat, akan tampak: a. tinta OVI logo BI yang akan berubahdari warna kuning kekemasan menjadi hijau apabila dilihat dari sudut pandang tertentu b. Jenis pigmen tertentu berbentuk dua garis yang akan berubah warna dari merah menjadi hijau dan warna biru berubah menjadi kuning keemasan apabila dilihat dari sudut pandang tertentu c. Garis melintang dari atas ke bawah memuat tulisan BI 100000 berulang-ulang terlihat seperti dianyam serta berubah warna emas menjadi hijau apabila dilihat dari sudut pandang tertentu. d. Urutan huruf dan angka dengan ukuran makin membesar akan memendar di bawah sinar ultra violet e. Gambar kepulauan Indonesia akan memendar di bawah sinar ultra violet dan
7 f. Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca hanya menggunakan kaca pembesar. 2). Diraba, akan terasa: a. Kode tertentu untuk mengenali jenis pecahan bagi tunanetra b. Kasarnya angka dan tulisan nominal c. Kasarnya intaglio cetak timbul angka nominal dan BANK INDONESIA dan d. Kasarnya gambar burung garuda yang dicetak timbul 3). Diterawang, akan terlihat: a. Gambar logo BI yang beradu tepat saling mengisi pada bagian depan dan belakang akan terlihat utuh apabila diterawang kea rah cahaya b. Garis melintang dari atas ke bawah akan terbaca tulisan BI 100000 yang berulangulang apabila diterawang kea rah cahayadi bagian depan, dan c. Tanda air gambar pahlawan nasional WR Supratman akan terlihat dari kedua belas bagian uang apabila diterawang kea rah cahaya. d. tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional HOS Cokroaminoto dan electrotype berupa logo BI dan ornament daerah Bali https://www.viva.co.id/trending/1490680-viral-penampakan-uang-100-ribu-saat-disinariultraviolet Berikut ini disajikan beberapa perbedaan antara uang asli cetakan Peruri dan uang palsu, yang bisa dipakai sebagai pedoman untuk mencermati dan meneliti setiap saat menerima uang terutama dalam pecahan besar. KERTAS Uang asli https://www.viva.co.id/trending/1490680-viral-penampakan-uang-100-ribu-saat-disinariultraviolet
8 Uang palsu https://gorontalo.wahananews.co/utama/bi-imbau-warga-gorontalo-segera-melapor-jika-terimauang-palsu-cPqvcJr93n/ Bahan baku kertas uang menjadi pembeda paling mencolok untuk mengetahui uang asli atau uang palsu Warna kertas uang palsu nampak keputihan-putihan, sedangkan uang asli lebih krem. uang kertas asli lebih kuat dan kaku-berbeda dengan uang palsu yang cepat lembek dan lusuh. Selain itu uang asli terasa lebih liat kalau direnggangkan, bahkan ketika ditarik-tarik tidak sobek. Sementara, uang palsu jika direnggangkan akan cepat sobek, apalagi ditarik-tarik akan sobek. Demikian juga jika dikibas-kibaskan atau disentil, uang palsu bisa langsung rusak. Tetapi jika uang asli tidak akan berpengaruh. Nomor Seri Untuk mengetahui nomor seri hanya bisa dilakukan oleh mereka yang mempunyai alat deteksi sinar ultraviolet. Pada nomor seri pecahan Rp 20.000 dan Rp 10.000 misalnya, setelah angka nomor seri disorot berubah dari warna hitam menjadi kekuning-kuningan. Sementara, uang kertas Rp 50.000 berubah dari warna hitam menjadi kehijau-hijaun. Pada kertas uang palsu tidak akan menandakan perubahan apapun. Penggunaan sinar ultraviolet ini juga bisa untuk mendeteksi adanya tinta siluman yang terdapat dalam uang asli. Pada pecahan Rp 50.000 misalnya, tinta siluman akan muncul di sudut kanan atas (bawah nomor seri), akan muncul angka Rp 50.000. dan ini tidak ada pada uang palsu.
9 Tanda Air Tanda ini paling mudah untuk mengetahui uang tersebut asli atau uang palsu Hanya dengan menerawangkan selembar uang pada cahaya, akan terlihat gambar. Gambar tanda air biasanya tertanam di dalam kertas uang bergambar figur pahlawan nasional, dengan gambar sesuai mirip potret asli. Hanya ketebalan dan ketipisan berbeda. Penampakan tanda air pada uang yang asli, gambar akan berada di dalam kertas dan akan sedikit terasa menonjol kalau diraba. Ini berbeda dengan uang palsu yang dibikin dengan cara cetak, tidak menyatu tidak sebagaimana yang terdapat dalam uang asli. Benang Pengaman Biasanya juga disebut dengan safety line, yaitu benang plastik yang melintang vertikal. Kebanyakan uang palsu tidak dilengkapi dengan benang pengaman. Toh jika ada tetap tidak akan sesempurna uang asli. Sebab pembuatan dengan cara mencetak , menggaris dengan pena, melipatlipatkan kertas atau menyelipkan tali, tidak akan bisa bertahan lama atau bisa dihapus. uang asli benang dapat dicukil, sehingga bisa terlepas dan tidak bisa dihapus dengan penghapus karet. Cetak Timbul Pada cetakan uang asli keluaran Peruri, huruf maupun gambar tercetak tidak rata atau menggunakan cetak timbul. Bentuknya menonjol atau membentuk gelembung. Ini jelas berbeda dengan uang palsu yang dicetak ofset, kebanyakan rata-tidak ada gelembungatauhurufyangmenonjol. C. Mesin Validasi Kartu kredit / Mesin kredit https://www.cermati.com/artikel/mesin-edc-ini-cara-kerja-dan-tips-penggunaannya • Nyalakan lampu • Letakan kartu debit dibawah sinar lampu, sehingga terlihat tanda atau logo yang dikeluarkan oleh bank yang menerbitkannya • Jika tidak terdapat tanda atau logo tersebut maka kartu kredit y a n g digunakan sebagai a l a t pembayaran adalah palsu. https://hennysmk15.blogspot.com/2015/04/alat-bantu-verifikasi.html
10 DAFTAR PUSTAKA https://www.gramedia.com/literasi/alat-pembayaran/ https://www.tokopedia.com/entreco/alat-pendeteksi-uang-palsu-money-detector-dynamicx50?utm_source=google&utm_medium=organic&utm_campaign=pdp-seo https://www.viva.co.id/trending/1490680-viral-penampakan-uang-100-ribu-saat-disinariultraviolet https://gorontalo.wahananews.co/utama/bi-imbau-warga-gorontalo-segera-melapor-jika-terimauang-palsu-cPqvcJr93n/ https://www.cermati.com/artikel/mesin-edc-ini-cara-kerja-dan-tips-penggunaannya https://hennysmk15.blogspot.com/2015/04/alat-bantu-verifikasi.html