The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Louis Ezra, 2023-05-03 04:45:53

LAPORAN MINI RISET KELOMPOK 11

LAPORAN MINI RISET KELOMPOK 11

1/22 1 LAPORAN MINI RISET KELOMPOK 11 UPAYA DAN PERANAN GURU BK DALAM MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DI SD N 023907 BINJAI DISUSUN OLEH : KELOMPOK 11 1. DANIEL F SIMANJUNTAK ( 1223311019 ) 2. LOUIS EZRA FERNANDO ( 1223111180 ) 3. WINATA SYAHPUTRA SARAGIH ( 1223311007 ) PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN APRIL 2023


2/22 2 KATA PENGANTAR Hidayah -Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah Mini Riset profesi kependidikan dan tidak lupa pula kami berterima kasih kepada Ibu Dra. Risma Sitohang M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah profesi kependidikan. Penulis sangat berharap makalah tentang Upaya dan Peranan Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Permasalahan Siswa di SD N 023907 BINJAI dapat berguna. dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Penulis juga menyadari sepenuhnya Untuk itu, kiranya diperlukan kritik ataupun saran yang membangun guna perbaikan tulisan ini di masa yang akan datang. Harapannya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun bagi orang yang membacanya. Mohon maaf apabila ketika membaca masih terdapat kekurangankekurangan dalam penulisan laporan ini. Terima kasih. Medan, April 2023 Kelompok 11


3/22 3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR....................................................................................................... i DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii BAB I. PENDAHULUAN................................................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah............................................................................................. 1 B. Identifikasi Masalah ................................................................................................... 1 C. Batasan Masalah......................................................................................................... 2 D. Rumusan Masalah...................................................................................................... 2 E. Tujuan Survey ............................................................................................................ 2 F. Manfaat Survey........................................................................................................... 2 BAB II. LANDASAN TEORI.......................................................................................... 3 A. Definisi Kegiatan ...................................................................................................... 3 B. Karakteristik Kegiatan............................................................................................... 3 C. Rincian Tugas Personil Kegiatan .............................................................................. 4 D. Sistem koordinasi/alur komunikasi Kegiatan ........................................................... 4 BAB III.METODE SURVEY .......................................................................................... 6 A. Tempat dan Waktu Survey........................................................................................ 6 B. Subject Survey........................................................................................................... 6 C. Teknik Pengambilan Data ......................................................................................... 6 D. Instrumen Survey ...................................................................................................... 6 E. Teknik analisis data ................................................................................................... 10 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................................... 11 A. Gambaran Hasil Survey ............................................................................................ 11 B. Pembahasan............................................................................................................... 12 C. Temuan Lapangan..................................................................................................... 13 BAB V. PENUTUP............................................................................................................ 15 A. Kesimpulan ............................................................................................................... 15 B. Saran.......................................................................................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ 17


4/22 4 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Bimbingan konseling di dunia pendidikan sangatlah penting bagi siswa/siswi disekolah dalam menyelesaikan suatu hal mengenai masalah yang terjadi pada siswa tersebut. Pelayanan bimbingan konseling disekolah sangatlah penting bagi siswa karena setiap siswa yang berada di sekolah memiliki masalah, baik masalah pribadi atau masalah dalam proses belajarnya dan setiap masalah yang dihadapi oleh siswa pastinya berbeda beda. Keberadaan bimbingan konseling dalam suatu proses pendidikan disamping bidang pendidikan kurikulum dan pengajaran serta bidang administrasi bimbingan konseling merupakan wujud dasar pemerintah untuk membantu mencapai tujuan pendidikan. SD N 023907 BINJAI merupakan sekolah yang menerapkan bimbingan bagi siswanya. Namun, demikian masih ada siswa yang kurang mendapatkan arahan bimbingan dan konseling. Untuk itu peran bimbingan konseling perlu ditinjau ulang dari masalah siswa yang pernah terjadi. Hasil survey yang peneliti lakukan dengan mewawancarai guru BK dan membagikan angket untuk siswa di Sekolah Dasar N 023907 BINJAI.Menyatakan bahwa hasil survey dapat dilihat sebagai berikut : Dari keseluruhan jumlah siswa berjumlah 589 siswa, Pada aspek pemilaian dalam “Mengatasi Kesulitan Belajar” pada point pertama sebanyak 8%, pada point kedua 33%, pada point ketiga sebanyak 31%, point yang ke empat 28%. Pada aspek kedua dalam “Mengatasi Kenakalan Siswa” pada point pertama sebanyak 9%, point kedua sebanyakpoint ketiga sebanyak 25%, point keempat sebanyak 22%. Hal ini sesuai dengan hasil seperti malas belajar, suka berkelahi dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penulis tertarik melakukan studi lapangan dengan judul : “UPAYA DAN PERANAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DI SD N 023907 BINJAI” B. Identifikasi Masalah 1. Kesiapan guru bimbingan konseling dalam memberikan layanan interaksi secara langsung


5/22 5 kepada siswa secara optimal 2. Sarana dan prasarana bimbingan belum sepenuhnya memadai 3. Permasalahan yang terjadi pada siswa belum sepenuhnya dapat terselesaikan dengan baik C. Fokus Penelitian Fokus Penelitian atau batasan masalah dalam penelitian ini adalah permasalahan yang serig terjadi pada siswa dan upaya yang dilakukan oleh guru dalam menyelesaikan masalah tersebut di Sekolah Dasar N 023907 BINJAI. D. Rumusan Masalah Adapun Rumusan Masalah dalam Penelitian ini adalah : 1. Apa upaya guru bimbingan konseling (BK) dalam mengatasi segala permasalahan siswa di SD N 023907 BINJAI? 2. Bagaimana tindakan yang akan dilakukan seorang guru jika dalam proses pembelajaran maupun diluar pembelajaran siswa mengalami permasalahan dan cara guru tersebut mengatasinya? 3. Apa saja permasalahan yang paling umum terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? 4. Bagaimana peranan guru bimbingan konselling dalam mengatasi permasalahan siswa disekolah? E. Tujuan Survey Dalam melakukan studi lapangan penelitian ini bertujuan, sebagai berikut : 1. Dapat mengetahui upaya guru bimbingan konselin (BK) Dalam mengatasi permasalahan siswa di SD N 023907 BINJAI 2. Untuk mengetahui tidakan yan dilakukan seorang guru apabila siswa memiliki masalah dalam proses jam pembelajaran berlangsung atau ketika diluar pembelajaran disekolah 3. Dapat mengetahui permasalahan yang sering terjadi dan dapat mengetahui cara mengatasinya Dapat mengetahui peranan guru bimbingan guru bimbingan konseling dalam mengatasi permasalahan siswa di SD N 023907 BINJAI F. Manfaat Survey Manfaat yang diharapkan penliti dalam survey ini sebagai berikut : 1. Manfaat Praktis Hasil survey ini diharapkan dapat memberikan sedikit upaya dalam menyelesaikan permasalahan siswa di SD N 023907 BINJAI 2. Manfaat teoritis a. Bagi guru bimbingan konseling, hasil penelitian ini menjadi evaluasi diri yang berhubungan dengan karir atau pekerjaannya sebagai seorang konselor atau bimbingan konseling untuk meningkatkan kinerja agar lebih baik.


6/22 6 b. Bagi siswa, sarana untuk mendapatkan bimbingan lebih baik nantinya dan dapat menyelesaikan permasalahan dengan mudah. c. Bagi peneliti, sebagai bahan referensi, dan mendapatkan informasi mengenai upaya dan permasalahan siswa di SD N 023907 BINJAI.


7/22 7 BAB II LANDASAN TEORI A.Defenisi Kegiatan Mini Riset adalah karya tulis ilmiah hasil karya mahasiswa sebagai tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah. Tujuan dari mini riset ini adlah untuk mengetahui pemikiran ataupun ide dari mahasiswa terhadap suatu pokok. • Pengertian Bimibingan Konseling Istilah bimbingan dan konseling pada dasarnya merupakan satu kesatuan kata secara Bahasa bimbingan yang berarti pendampingan dan konseling yang berarti pemecahan bimbingan dalam kamu Bahasa inggris berasal dari kata guide yang dapat berarti menunjukkan jalan memimpin menuntun memberikan petunjuk mengatur mengarahkan dan memberikan nasihat Donald G.Mortensendan Alan M Schemuller Memahami bimbingan sebagai bagian dari komponen Pendidikan yang menyediakan dan memberikan layanan khusus bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan kompetensinya pengertian tersebut menegaskan bahwa bimbingan merupakan bagian dari Pendidikan yang khusus membantu peserta didik mengembangkan setiap potensi dan kreatifitas secara terintegrasi dengan Pendidikan secara umum Bimibingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk memilih, mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan serta mendapatkan kemajuan dalam jabatan yang dipilih B. Karakteristik kegiatan Menurut Stephen robins (1996) teori karakteristik pekerjaan adalah mengindentifikasikan karkateristik tugas dan pekerjaaan , bagaimana karakteristik itu di gabung untuk membentuk pekerjaan yang berbeda dan hubungannya dengan motif kepuasaan kerja dan kinerja karyawaan Karakteristik dari kegiatan mini riset ini kami melakukan pengerjaannya secara berkelompok kemudian ada beberapa karakteristik kegiatan yang kami lakukan yaitu : - Mengobservasi lingkungan sekolah di SD N 023907 BINJAI. - Menemukan permasalahan siswa yang ada di SD N 023907 BINJAI - Menentukan permasalahan siswa yaitu tentang peranan guru bimbingankonseling di SD N 023907 BINJAI - Memberikan angket kepada siswa terkait permasalahan yang ditemukan disekolah itu


8/22 8 mengenai peranan guru bimbingan konseling. - Melakukan wawancara kepada guru bimbingan konseling terkait permasalahanyang dialami siswa di dalam sekolah maupun di luar sekolah. - Memberikan solusi atau upaya terkait kinerja dan peranan dari guru bimbingan konseling. - Membagikan poster tentang betapa pentingnya peranan guru bimbingankonseling terkait perkembangan siswa. C. Rincian Tugas Personil Kegiatan Kegiatan kami di sekolah SD N 023907 BINJAI yaitu : - Observasi - Membagikan Angket kepada siswa untuk menemukan seberapa besar permasalahan guru bimbingan konseling di sekolah ini. - Wawancara dengan guru Bimbingan Konseling terkait permasalahan dankenakalan remaja yang ada di sekolah tersebut. - Membagikan poster terkait upaya perana guru bimbingan konseling untukmembantu mengatasi permasalahan siswa di sekolah D. Sistem koordinasi/alur komunikasi Kegiatan Sistem koordinasi/ alur komunikasi di sekolah SD N 023907 BINJAI melalui beberapa tahapan yaitu : • Hari Pertama : - Mensurveisekolah yang akan di observasi yaitu SD N 023907 BINJAI. - Melalui Kepala Sekolah meminta izin untuk menyelesaikan tugas mini riset ini. • Hari Kedua : - Melakukan Observasi di sekolah tersebut , - Menemukan permasalahan yang ada di sekolah tersebut yaitu mengenai perananguru bimbingan konseling - Membagikan angket kepada siswa agar mengetahui peranan guru bimbingan konseling menurut sudut pandang siswa - Mewawancarai dengan guru Bimbingan Konseling tentang permasalahan dan kenakalan siswa di sekolah. - Membagikan poster kepada siswa dan guru bimbingan konseling terkait judulmini riset yang dilakukan. • Hari Kedua :


9/22 9 - Melakukan Observasi di sekolah tersebut , - Menemukan permasalahan yang ada di sekolah tersebut yaitu mengenai perananguru bimbingan konseling - Membagikan angket kepada siswa agar mengetahui peranan guru bimbingan konseling menurut sudut pandang siswa - Mewawancarai dengan guru Bimbingan Konseling tentang permasalahan dan kenakalan siswa di sekolah. - Membagikan poster kepada siswa dan guru bimbingan konseling terkait judulmini riset yang dilakukan. BAB III METODE SURVEI A. Tempat dan Waktu Survei • Tempat : SDN 02390/ BINJAI, jl.H.AHalim No 207, Limau Sundai, Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara 20748, Indonesia. • Waktu : 09.00 WIB s/d Selesai B. Subjek Survei Adapun subjek survei dari pengamatan kelompok kami yaitu Guru bimbingan konseling dan siswa/i SDN 023907 BINJAI. C. Teknik Pengambilan Data Teknik pengambilan data melalui wawancara . wawancara dilakukan dengan tatap muka dengan guru bimbingan konseling dan memberikan beberapa pertanyaan tersebut di SDN 023907 Binjai. D. Instrument Wawancara Secara umum wawancara adalah cara menghimpun keterangan yang dilaksanakan dengan


10 /22 10 cara tanya jawab lisan secara sepihak, bertatap muka dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. Wawancara bersifat langsung dan tidak langsung. wawancara langsung artinya wawancara dilakukan dengan siswa untuk memperoleh keterangan atau data tentang siswa yang bersangkutan. sedangkan wawancara bersifat tidak langsung adalah wawancara dilakukan dengan orang lain atau pihak terkait, misalnya wawancara dengan responden melalui perantara, seperti angket. Artinya peneliti tidak menemui langsung respondennya. Adapun pertanyaan wawancaranya sebagai berikut. 1. Apa upaya guru bimbingan konseling dalam mengatasi segala permasalahan siswa? 2. bagaimana tindakan yang dilakukan seorang guru jika dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran siswa mengalami permasalahan dan cara guru tersebut mengatasinya? 3. apa saja permasalahan yang paling umum terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? 4. bagaimana peranan guru bimbingan konseling dalam mengatasi permasalahan siswa di sekolah? D. Teknik Analisis Data Teknik analisis data berupa kualitatif yaitu dengan cara wawancara. proses menganalisis data dilakukan setelah selesai survei dan seluruh data terkumpul. Analisis data dilakukan dengan cara membaca memahami dan menelaah ulang hasil survei BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Wawancara Dari wawancara yang telah dilakukan, dan berdasarkan pertanyaan yang telah direspon narasumber adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana upaya guru bimbingan konseling dalam mengatasi segala permasalahan siswa? Jawab : dari awal masuk mereka sudah memiliki data tentang latar belakang siswa, identitas siswa, dan semua tentang permasalahan siswa baik itu orang tua, karakter siswa, sifat siswa, hobi siswa dan lain-lain. Dari data itulah saya guru BK bila terjadi permasalahan maka saya melihat latar belakang siswa, semua tidak bisa langsung saya hukum atau juga siswa tersebut nakal atau tidak nakal. saya harus melihat dulu permasalahannya dari segi karakter siswa, latar belakang, pola asutan atau pun lingkungannya. Jadi saya bisa berupaya dengan baik dan dari wali kelas juga saya akan memberikan saran dan solusi menangani permasalahan siswa. 2. jika terjadi permasalahan siswa dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran tindakan apa yang akan Anda ambil sebagai guru bimbingan konseling? Jawab: kalau di luar sekolah memang ada batasan-batasannya sedangkan di luar sekolah kita langsung mengambil tindakan-tindakan dengan memanggil orang tua, akan tetapi bila di luar sekolah sebagaimana saya sebagai guru BK menanganinya seperti menerima laporan-laporan


11 /22 11 dari teman-temannya. Contohnya ada siswa di luar sekolah merokok lalu siswa tersebut difoto untuk sebagai bukti untuk melaporkan hal itu ke saya dan hari selanjutnya Saya memanggil langsung siswa yang kedapatan merokok tersebut. 3. selama menjadi guru bimbingan konseling sebutkan permasalahan apa saja yang terjadi pada siswa di sekolah dan bagaimana cara menyelesaikannya? Jawab: permasalahan yang paling umum terjadi yaitu berkelahi dan cara mengatasinya saya sebagai guru BK mendamaikan siswa yang berkelahi bahkan sebelum diproses terkadang siswa tersebut sudah damai dan apabila waktu diproses masih belum mau berdamai maka saya akan memanggil orang tuanya 4. bagaimana peranan guru bimbingan konseling dalam mengatasi permasalahan siswa di SD N 023907 Binjai? Jawab: Saya bekerja sama dengan wali kelas dan tidak selalu saya yang mengatasinya bisa saja dari wali kelas ketua kelas guru dan siswa yang peduli, kepala sekolah dan orang tua. jika masih dalam tahap perkembangan dan nakalnya siswa tersebut saya bisa menangani dengan kerjasama tim, PKS, badan kesiswaan, wali kelas dan guru, selanjutnya saya akan melaporkan ke kepala sekolah. B.Pembahasan hal-hal yang bisa membuat siswa semakin disiplin dan mengikuti budaya yang ada di sekolah yaitu: 1. Peraturan Peraturan-peraturan dan bacakan tiada hari tanpa belajar, peraturan tersebut dengan cara menyampaikannya kepada orang tua siswa saat rapat, ketika upacara dan dibuat dalam web sekolah. Di samping peraturan sekolah guru kelas juga membuat mading sekolah dan dipasang di depan kelas. 2. Kebiasaan ada kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan siswa di sekolah sebelum masuk sekolah mereka membaca doa belajar. Sekolah juga membiasakan siswa 5S yaitu salam sapa senyum sopan dan santun, ketika berpapasan dengan guru atau orang lain. 3. Hukuman Menerapkan hukuman kepada siswa yang melanggar peraturan misalnya tidak memakai atribut dengan lengkap dan tidak mengerjakan tugas jika ada yang melanggarnya maka akan mendapatkan teguran atau hukuman. guru kelas akan menegur atau memberi nasihat ketika ada siswa yang melanggar peraturan seperti bernyanyi di depan kelas dan lompat kodok. 4. Penghargaan penghargaan atau pujian yang diberikan oleh kepala sekolah bagi siswa yang mendapat


12 /22 12 peringkat prestasi di kelas yaitu berupa sertifikat. di samping itu kepala sekolah menyerahkan langsung kepada guru kelas dalam memberikan penghargaan atau pujian kepada siswa. Penghargaan atau pujian yang diberikan kepada siswa seperti kata bagus dan sip ketika siswa semuanya mengerjakan tugas yang diberikan guru dan ketika ada yang bisa menjawab soalsoal yang diberikan oleh guru. 5. Konsisten Kebanyakan siswa sering ramai dan mengobrol dengan temannya ketika meninggalkan kelas. saat istirahat yang sering dilakukan oleh siswa adalah jalan-jalan, jajan bermain misalnya bermain bola basket sepak bola dan lain-lain, memakan bekal, dan mengobrol dengan temannya namun setelah siswa selesai memakan jajanan yang dibeli ada beberapa siswa yang suka menaruh bungkusnya tegas dalam mengambil sikap terhadap perilaku siswa. ada waktuwaktu tertentu yang digunakan kepala sekolah dalam memberikan motivasi kepada siswa tetapi guru sering memberi motivasi dan teguran dan hukuman kepada siswa namun guru kurang terpantau jarang dalam memberikan pujian atau penghargaan kepada siswa. C. Temuan Lapangan • Peran Peran baik seperti halnya bimbingan konseling tata usaha koperasi laboran dari perpustakaan. Dikarenakan kami melihat di ruang tata usaha ada laporan harian mingguan bulanan dan tahunan dan ada data pendidik sekolah dan tenaga pendidiknya. Dari hal ini berarti gurunya berperan dalam pendidik dan tenaga pendidiknya. Di sekolah ini guru juga menggunakan sarana dan prasarana yang disediakan oleh sekolah. baik absensi guru, absensi siswa alat peraga, media pembelajaran bangku, meja kursi, papan tulis, lapangan olahraga, laboratorium, mushola dan fasilitas sarana maupun prasarana yang lain. Jadi proses pembelajaran selalu dalam pengawasan guru, dan pembelajaran juga dibantu oleh alat peraga atau fasilitas dalam pencapaian pembelajaran yang baik dan efisien. Kami lihat masih banyak siswa dan siswi yang melanggar tata tertib misalnya: 1. Ketika masih jam belajar ada siswa yang berkeluaran dari kelas. 2. Sebelum berbunyi bel jam istirahat siswa atau siswi sudah banyak yang berkeluaran. 3. siswa dan siswi masih banyak menggunakan sepatu berwarna-warni dan masih banyak siswa tidak memakai atribut sekolah.


13 /22 13 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan angket yang dibagikan kepada siswa/I di SD N 023907 BINJAI maka dapat disimpulkan bahwa upaya dan peranan guru bimbingan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar di SD N 023907 BINJAI terkadang memberikan bimbingan dan konseling kepada siswa/i. Dalam mengatasi kenakalansiswa/i guru bimbingan konseling juga terkadang melakukan bimbingan. Adapun berdasarkan hasil wawancara dengan guru bimbingan dan koseling disimpulkan bahwaguru tersebut metode, cara, serta proses dalam memberikan bimbingan dan arahan sudah sangat baik. Hal-hal yang bisa membuat siswa SD N 023907 BINJAI semakin disiplin dan mengikuti budaya yang ada di sekolah yaitu, dengan mematuhi peraturan yang dibuat sekolah, membiasakan siswa-siswanya untuk melaksanakan 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan,Santun), menerapkan hukuman kepada siswa yang melanggar peraturan, memberikan penghargaan kepadasiswa/i yang berprestasi, serta konsistensi dalam mematuhi tata tertib. B. SARAN


14 /22 14 Berdasarkan kesimpulan diatas maka saran yang dapat diberikan yaitu sekolah hendaknya semakin tegas dalam menjalankan aturan dan hukuman kepada siswa/i di sekolah tersebut serta melakukan bimbingan konseling lebih sering dan tidak hanya melakukan bimbingan kepada siswa/i yang bermasalah saja tetapi juga kepada seluruh siswa/i misalnya seperti memberikan bimbingan motivasi. Dalam penulisan laporan ini penulis menyadari bahwa laporan ini masih terdapat kekurangan serta jauh dari kata sempurna oleh karena itu dengan tangan terbuka penulis menrima saran dan kritik yang membangun dari pembaca. DAFTAR PUSTAKA Achamd Juntika Nurihsan. (2006). Bimbingan dan Konseling dalam berbagai BelakangKehidupan. Bandung: PT Refika Aditama Bunayya, A. (2013). "Jenis-jenis instrument". Tersedia: http://ahmadbunayyakonselor I12Wau, Yasaratodo., dkk, (2017), PROFESI KEPENDIDIKAN, UNIMED PRESS,Medan


15 /22 15


16 /22 16


Click to View FlipBook Version