Kemungkinan-kemungkinan
1. D > 0, persamaan (1) mempunyai 2 akar real yang berlainan.
Ini berarti garis dan ellips berpotongan pada 2 titik.
2. D < 0, persamaan (1) tidak mempunyai akar real.
Ini berarti garis dan ellips tidak berpotongan.
3. D = 0, persamaan (1) mempunyai 2 akar real yang sama.
Ini berarti garis dan ellips bersinggungan.
Sekarang akan dicari persamaan garis singgungnya, jika m diketahui.
Syarat : D = 0
Dari D = 0 atau :
4a2b2 n2 b2 a2m2 0, maka :
n2 b2 a2m2 0
n2 b2 a2m2
n b2 a2m2
Isikan (substitusi) dalam persamaan garis, diperoleh:
y = mx + n
Persamaan garis singgung pada ellips
y mx b2 a2m2 x2 y2
a2 b2
1 dengan gradient m
Note:
Bila persamaan ellips x 2 y 2 1 dan gradient garis singgung m, maka
a2 b2
persamaan garis singgung menjadi:
y mx b2 a2m2
250
Garis sin ggung di titik x1, y1 pada ellips x2 y2 1
a2 b2
Sehubungan dengan pembuktian garis singgung di titik (x1, y1) pada ellips membutuhkan
pengetahuan diferensial, sementara chapter diferensial baru dibahas pada chapter 8, maka
penurunan rumusnya tidak dilakukan.
Titik singgung Persamaan garis singgung:
Px1, y1 x1x y1 y 1
a2 b2
x2 y2 1
a2 b2
Note:
Bila persamaan ellips x 2 y 2 1 dan titik singgungnya (x1, y1), maka
a2 b2
persamaan garis singgungnya menjadi:
x1 x y1 y 1
a2 b2
Selengkapnya rumus-rumus ellips, akan disajikan pada ringkasan berikut:
251
Gambar Persamaan Ringka
Kete
Rebah / Horizontal
x2 y2 1 Pusat : M (0 ,
a2 b2 Fokus : F ( c
Puncak : P1,2 (
Ujung sb minor:
Persamaan direk
Persamaan sb. m
Persamaan sb. m
Persamaan latus
Panjang sb. may
Panjang sb. min
Panjang latus re
Eksentrisitas : e
0<e <1
252
asan Ellips Persamaan Garis Persamaan Garis
Singgung dengan Singgung dengan
erangan
Gradien m Titik Singgung
(x1,y1) / Persamaan
Garis Polar dengan
Titik Polar (x1,y1)
, 0) y mx a2m2 b2 x1x y1y =1
a2 b2
c , 0) ; c2 = a2 – b2
a , 0)
: P3,4 (0 , b)
ktriks : x = a2
c
mayor : y = 0
minor : x = 0
s rectum : x = c
yor : 2a
nor : 2b
ectum : L 2b2
a
e = c
a
= a2 b2
a
Gambar Persamaan Ketera
Pusat : M (
x 2 y 2 1 Fokus : F (
a2 b2 c2
Puncak : P1,2
Ujung sb mino
P3,4 (
Persamaan di
x = a2
c
Persamaan sb
y=
Persamaan sb
x=
Persamaan la
x=c+
Panjang sb. m
Panjang sb.m
Panjang latu
L 2b 2
a
Eksentrisitas :
e= c
a
= a2 b2
a
0<e <1
253
angan Persamaan Garis Singgung Persamaan Garis Singgung
dengan Gradien m dengan Titik Singgung (x1,y1) /
( , ) Persamaan Garis Polar dengan
c+ , ) ; y mx a2m2 b2
Titik Polar (x1,y1)
= a2 – b2
x1 y
2 ( a+ , ) x y1 1
b2
nor: a2
, b+)
irektriks :
b. mayor :
b. minor :
atus rectum :
mayor : 2a
minor : 2b
us rectum :
:
2
Gambar Persamaan
Tegak / Vertikal y a2 x2 y2 1 Pusat : M
c b2 a2
y Fokus : F
a c
P2 0, a Puncak : P
Ujung sb m
F2 0, c
x Persamaan
M 0,0
y a2 Persamaan
P3 b,0 P4 b,0 c Persamaan
Persamaan
F1 0,c Panjang sb.
Panjang sb.
P1 0,a
Panjang lat
Eksentrisitas
0<e <1
254
Keterangan Persamaan Garis Persamaan Garis
Singgung dengan Singgung dengan Titik
Gradien m Singgung (x1,y1) /
Persamaan Garis Polar
dengan Titik Polar
(x1,y1)
M (0 , 0) y mx b2m2 a2 x1x y1y =1
b2 a2
F (0 , c) ;
c2 = a2 – b2
P1,2 (0 , a)
minor:
P3,4 ( b , 0)
direktriks :y= a2
c
sb. mayor : x = 0
sb. minor : y = 0
latus rectum : y = c
b. mayor : 2a
b. minor : 2b
tus rectum : L 2b2
a
s :e = c
a
= a2 b2
a
Gambar Persamaan Keterang
x 2 y 2 1 Pusat : M (
b2 a2 Fokus :
F ( , c +)
c2 = a2 – b2
Puncak :
P1,2 ( , a +
Ujung sb minor
P3,4 ( b + ,
Persamaan dir
y= a2
c
Persamaan sb.
x=
Persamaan sb.
y=
Persamaan
rectum : y =
Panjang sb. ma
Panjang sb.min
Panjang latus
L 2b 2
a
Eksentrisitas : e
= a2 b2
a
0<e <1
255
gan Persamaan Garis Singgung Persamaan Garis Singgung
dengan Gradien m
, ) dengan Titik Singgung (x1,y1) /
Persamaan Garis Polar dengan
;
Titik Polar (x1,y1)
)
r: x1
) y mx b2m2 a2 x y1 y 1
b2 a2
rektriks :
. mayor :
. minor :
latus
c +
ayor : 2a
nor : 2b
rectum :
e = c
a
Exercise 3
1. Tentukan koordinat puncak, fokus, panjang sumbu mayor, panjang sumbu minor,
eksentrisitas , persamaan direktriks, persamaan latus rectum, panjang latus rectum dari
persamaan ellips berikut: d. 9 x 2 2 4 y 1 2 36
a. x2 y 2 1
25 16
b.. x2 y 2 1 e. 9x2 4y2 54x 16y 61 0
9 16
c. x 22 y 12 1 f . 25x2 16y2 50x 64y 311 0
16 9
2. Tentukan persamaan ellips jika diketahui data-data berikut:
a. Pusat (0,0) , salah satu fokus (3,0) dan salah satu puncak (5,0)
b. Pusat (0,0) , salah satu fokus (4, 0) dan salah satu puncak ( – 5 ,0)
c. Pusat (0,0) , salah satu fokus ( 0, – 11 ) dan salah satu ujung sumbu minor (5,0)
d. Pusat (0,0) , salah satu ujung sumbu minor (0.2) dan jarak kedua fokus 2 5
e. Pusat (2, 3) , sumbu mayor sejajar sumbu x, panjang sumbu mayor 10 dan panjang
sumbu minor 8
f. Pusat (1, – 2) serta melalui titik-titik (1, 4) dan (10, – 1)
g. Pusat (3, – 5) , salah satu puncak (–2, – 5) serta melalui titik (–1, 1)
h. Fokus ( – 3, 2) dan ( – 3, 8) serta panjang sumbu minor 8
i. Pusat (1, – 2) , salah satu persamaan latus rectum x = 4 dan salah satu persamaan
direktriks x 22
3
j. Pusat (– 1, 2) , eksentrisitas 3 dan panjang latus rectum 64 , sumbu mayor
55
sejajar sumbu y
k. Pusat (2, 3), salah satu persamaan direktriks y 16 dan panjang latus rectum
3
32
5
3. Selidikilah apakah pasangan garis dan ellips berikut, berpotongan pada dua titik,
bersinggungan atau tidak berpotongan. Jika berpotongan pada dua titik atau
bersinggungan, tentukan titik potongnya atau titik singggungnya.
a. Garis 3x + 5y – 15 = 0 dan elips x2 y2 1
25 9
b. Garis x + 6y – 20 = 0 dan ellips x2 4y2 40 0
c. Garis x + y = 5 dan ellips 4x2 y2 16
d. Garis 4x + 5y – 19 = 0 dan ellips 16x2 25y2 64x 50y 311 0
e. Garis x + 6 y – 25 = 0 dan ellips x2 4y2 2x 8y 35 0
f. Garis x + y – 7 = 0 dan ellips 4x2 y2 8x 2y 11 0
256
4. Tentukan nilai p agar tiap pasangan garis dan ellips berikut bersinggungan. Tentukan
juga koordinat titik singgungnya.
a. Garis x + y = p dan ellips x2 4y2 20
b. Garis px + 3y = 50 dan ellips 4x2 y2 100
c. Garis x + p y + 3 = 0 dan ellips x 12 y 12 1
15 10
d. Garis 9x + 2y = p dan ellips 9x2 4y2 18x 8y 27 0
e. Garis px + y = 32 dan ellips 4x2 y2 8x 6y 24 0
5. Tentukan persamaan-persamaan garis singgung pada ellips
a. x2 y2 1 , gradien garis singgung 1
64 20 2
b. 9x2 16 y2 144 , garis singgung sejajar garis x + y – 5 = 0
c. 6x2 25 y2 150 0 , garis singgung membentuk sudut 600 terhadap sumbu x
positif.
d. 21x2 9 y2 189 0 , garis singgung tegak lurus garis 3x + 4y + 4 = 0
e. x 32 y 22 1, garis singgung sejajar garis 2x – y = 5
4 20
f. x2 6 y2 4x 36y 52 0 , garis singgung tegak lurus garis x – 2y + 3 = 0
g. 12x2 9 y2 24x 36y 60 0 , garis singgung sejajar garis 4x – 3y – 7 = 0
6. Tentukan persamaan garis singgung pada ellips, jika diketahui titik singgungnya
a. Ellips x2 y2 1; di titik (6, – 4)
100 25
b. Ellips x2 y2 1 ; di titik (– 2, 6)
10 60
c. Ellips x2 2 y2 12 ; di titik (2, 2)
d. Ellips 4x2 y2 20 0 ; di titik (– 1, – 4)
e. Ellips x 32 y 22 1; di titik (– 1, 4)
6 12
f. Ellips x 12 y 22 1; di titik (5, – 1)
20 5
g. x2 4 y2 8x 8y 80 0 ; di titik (2, – 3)
h. 16x2 25 y2 32x 150y 159 0 ; di titik 2, 1
5
257
IV. HIPERBOLA
Hiperbola adalah tempat kedudukan titik-titik yang selisih jarak-jaraknya dari 2 titik yang
diketahui konstan.
2 titik diketahui disebut Fokus.
Untuk mencari persamaan hiperbola yang paling sederhana, kita pilih sumbu-x melalui
kedua fokusnya dan sumbu-y melalui titik tengah F1F2 (F1 dan F2 adalah kedua titik focus).
Misal : F1F2= 2c dan selisih jarak-jarak yang konstan = 2a, dengan 0 < a < c.
F1 c, 0 ; F2 c, 0
Jika T(x,y) sembarang titik pada hiperbola, tentulah berlaku:
TF1 TF2 2a
x c2 y2 x c2 y2 2a
Jika persamaan ini dijabarkan dan kita tetapkan: c2 a2 b2 c2 a2 b2 , kita
peroleh persamaan: b2x2 a2 y2 a2b2
x2 y2 1 merupakan persamaan hiperbola dengan :
a2 b2
Pusat : 0,0
Puncak : P1 a, 0 ; P2 a,0
dengan c2 a2 b2
Sekarang kita tinjau perpotongan hiperbola dengan garis g yang melalui titik asal (0,0),
yaitu: y = mx.
Eleminasi y,
x2 y2 1
a2 b2
b2x2 a2 y2 a2b2 b2x2 a2m2x2 a2b2 0
g y mx x2 a2b2 0 .......1
b2 a2m2
D 4 b2 a2m2 a2b2
4a2b2 b2 a2m2
Kemungkinan-kemungkinan
1. D 0, garis g memotong hiperbola pada 2 titik
2. D 0, garis g tidak memotong hiperbola pada 2 titik
3. D 0 atau 4 b2 a2m2 a2b2 0
b2 a2m2 0 a2m2 b2
m b
a
D = 0, dalam hal ini persamaan (1) menjadi: 0x2 a2b2 yang tidak terdefinisikan.
258
Persamaan garisnya menjadi: y mx
y b x ..........2 ,
a
yang merupakan 2 garis dengan gradien b dan b
aa
Garis-garis persamaan (2) merupakan asimtot-asimtotnya.
Gambar hiperbola x2 y2 1
a2 b2
y b x y
a
F1 c,0 F2 c, 0 ybx
0,0 a
x
P1 a,0 P2a,0
Note:
1. Bila pusat hiperbola , , maka persamaan hiperbola menjadi :
x 2 y 2 1
a2 b2
Dan persamaan kedua asimtotnya menjadi : y b x
a
2. Jika a = b, maka : x2 y2 1 menjadi
a2 b2
x2 y2 1 atau
a2 a2
x2 y2 a2 Merupakan hiperbola orthogonal
(hiperbola yang kedua asimtotnya
saling tegak lurus)
y=-x y=x
3. Garis singgung pada hiperbola x2 y2 1 dengan gradien m, adalah:
a2 b2
259
y mx a2m2 b2
4. Garis singgung pada hiperbola x 2 y 2 1 dengan gradien m, adalah:
a2 b2
y mx a2m2 b2
5. Garis singgung di titik x1, y1 pada hiperbola x2 y2 1 adalah:
a2 b2
x1x y1 y 1
a2 b2
6. Garis singgung di titik x1, y1 pada hiperbola x 2 y 2 1 adalah:
a2 b2
x1 x y1 y 1
a2 b2
Selanjutnya untuk hiperbola horizontal maupun hipebola vertical, disajikan pada ringkasan tabel
berikut:
260
Gambar HIPER
Persamaan
Rebah / Horizontal
y x2 y2 Pusat
a2 b2 Fokus
a a2 a2 1 Puncak
c c Ujung-u
y b x x x y b x
a a Persama
(0 , b) Persama
P1(-a ,0) P2(a, 0) 2b Persama
F(-c , 0) F(-c , 0) x
Persama
(0, -b) Persama
Panjang
2a Panjang
Panjang
Eksentris
261
RBOLA
Keterangan Persamaan Garis Persamaan Garis Singgung
Singgung dengan Gradien dengan Titik Singgung (x1,y1) /
Persamaan Garis Polar dengan
m
Titik Polar (x1,y1)
: M (0 , 0) y mx a2m2 b2 x1x y1y =1
a2 b2
: F ( c , 0) ;
c2 = a2 + b2
: P1 (-a , 0) ;
P2 (a , 0)
ujung sb. minor :
(0, b)
aan asimtot :
y = b x
a
aan direktriks :
x = a2
c
aan latus rectum :
x=c
aan sb. mayor :
y=0
aan sb. minor : x = 0
g sb. mayor : 2a
g sb. minor : 2b
g latus rectum : L 2b2
a
sitas :e = c ;
a
e>1
Gambar Persamaan
b
x a2 x a2 x 2 y 2 1 Pusat
c c Fokus
y x= a2 b2 Puncak
Ujung-
y b x Persam
a
Persam
M(,)
P1(-a+,) P2(a+,) 2b
F1(-c+,) F2(c+,) y=
Persam
y b x Persam
2a a
Persam
Panjan
Panjan
Panjan
Eksent
262
Keterangan Persamaan Garis Persamaan Garis Singgung
Singgung dengan Gradien dengan Titik Singgung (x1,y1) /
Persamaan Garis Polar dengan
m
Titik Polar (x1,y1)
: M ( , ) x1
y mx a2m2 b2 x y1 y 1
: F (c+ , ) a2 b2
c2 = a2 + b2
k : P1 (-a+ , ) ;
P2 (a+ , )
-ujung sb. minor :
( , b+)
maan asimtot :
y-= b x
a
maan direktriks :
x= a2
c
maan latus rectum
x=c+
maan sb. mayor :
y=
maan sb. minor :
x=
ng sb. mayor : 2a
ng sb.minor : 2b
ng latus rectum :
L 2b 2
a
trisitas : e = c ;
a
e >1
Gambar Persamaan Keter
Tegak / Vertikal x2 y2 Pusat : M
b2 a2 Fokus : F (
a 1
c2
y a x y y a x Puncak : P1
b b
P2
F2(0,c) Ujung-ujung
P2(0,a)
(
y a2 Persamaan a
c
y=
2a M(0,0) x a2
c Persamaan d
P1(0,-a) y
F1(0,-c) y=
2b Persamaan l
y=
Persamaan s
x=
Persamaan s
y
Panjang sb.
Panjang sb.
Panjang latu
L
Eksentrisitas
263
rangan Persamaan Garis Persamaan Garis Singgung dengan
Singgung dengan Titik Singgung (x1,y1) / Persamaan
Gradien m Garis Polar dengan Titik Polar
(x1,y1)
(0 , 0) y mx b2m2 a2 x1x y1y =1
b2 a2
(0 , c) ;
= a2 + b2
1 (0 , -a) ;
2 (0 , a)
sb. minor :
b, 0 )
asimtot :
= a x
b
direktriks :
= a2
c
latus rectum :
=c
sb. mayor :
=0
sb. minor :
y =0
mayor : 2a
minor : 2b
us rectum :
2b2
a
:e = c ;
a
e>1
Gambar Persamaan
y a
b
b y a x x= y x Pusat
b Fokus
x 2 y 2 1
Puncak
b2 a2
F2(,c+)
P2(,a+) y a2 Ujung-
M(,) c Persam
2a P1(,-a+)
y= Persam
y a2
c
F1(,-c+) Persam
2b x
Persam
Persam
Panjan
Panjan
Panjan
Eksent
Catatan : 1. Suatu hiperbola yang kedua asimtotnya saling tegak lurus diseb
2. Dua buah hiperbola yang mempunyai asimtot
264
Keterangan Persamaan Garis Singgung Persamaan Garis Singgung
dengan Gradien m dengan Titik Singgung (x1,y1) /
Persamaan Garis Polar dengan
Titik Polar (x1,y1)
: M ( , )
y mx b2m2 a2 x1 x y1 y 1
: F1 ( , c+) ; b2 a2
c2 = a2 + b2
k : P1 ( , -a+) ;
P2 ( , a+)
-ujung sb. minor :
(b+ , )
maan asimtot :
y - = a x
b
maan direktriks :
y = a2
c
maan latus rectum :
y=c+
maan sb. mayor :
x=
maan sb. minor :
y=
ng sb. mayor : 2a
ng sb.minor : 2b
ng latus rectum :
L 2b 2
a
trisitas : e = c ;
a
e>1
but hiperbola yang orthogonal hiperbola yang saling sekawan
t yang sama disebut
Exercise 4
1. Tentukan pusat, puncak, fokus, panjang sumbu mayor, panjang sumbu minor, koordinat
ujung-ujung sumbu minor, persamaan asimtot, persamaan direktriks, persamaan latus
rectum, persamaan sumbu mayor, persamaan sumbu minor, panjang sumbu mayor,
panjang sumbu minor, panjang latus rectum dan eksentrisitas dari hiperbola berikut:
a. 4x2 9y 2 36
b. 9x2 16y2 144 0
c. 9x2 4y2 18x 8y 31 0
d. 9x2 4y2 18x 16y 29 0
2. Tentukan persamaan hiperbola yang memenuhi ketentuan:
a. Titik Fokus 8,0 dan titik puncak 6, 0
b. Titik Fokus 0, 4 dan titik puncak 0, 3
c. Titik Fokus 10, 0 dan panjang sumbu mayor(sumbu utama) 16
d. Titik Fokus 0, 5 dan panjang sumbu minor (sumbu sekawan) 6
e. Titik puncak 4,0 dan melalui titik 8,3 3
f. Titik puncak 0, 3 dan melalui titik 9, 6
g. Pusat (0, 0) , persamaan sumbu mayor y = 0, serta melalui titik-titik (6, 4) dan (- 3 , 1)
h. Pusat (- 3, 2) , salah satu puncak (3, 2) dan panjang sumbu minor 8
i. Persamaan asimtot y = 2x dan y = 4 – 2x, serta melalui (3, 0)
3. Tentukan persamaan garis singgung yang bergradien 2 pada hiperbola 4x2 9y2 36
4. Tentukan persamaan garis singgung yang tegak lurus dengan garis 2x – y + 3 = 0 pada
hiperbola 9x2 16y2 144 0
5. Tentukan persamaan garis singgung yang membentuk sudut 600 terhadap sumbu-x positif,
pada hiperbola x2 9y2 2x 36y 44 0
6. Tentukan persamaan garis singgung yang sejajar dengan garis 3x – y + 2 = 0 pada
hiperbola 4x2 9y2 16x 18y 43 0
7. Diketahui garis g dengan persamaan y = mx + 3 dan hiperbola 2x2 y2 2y 5 0 .
Tentukan batas-batas m, agar garis g dengan hiperbola:
a. Berpotongan pada 2 titik
b. Bersinggungan
c. Tidak berpotongan
8. Tentukan persamaan garis singgung pada hiperbola x2 4y2 48 0 yang dapat ditarik
dari titik (4, 4)
9. Tentukan persamaan garis singgung pada hiperbola 3x2 4y2 6x 8y 13 0 yang
dapat ditarik dari titik (3, - 2)
265