KERAJAAN MARITIM INDONESIA PADA
MASA HINDU BUDHA
SEJARAH XI
PENYUSUN
RO`ISATUL HABIBAH
200731638012
ii
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
DAFTAR ISI
PENYUSUN..................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................................... iii
PENDAHULUAN ........................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1
B. Deskripsi Singkat .................................................................................................. 1
C. Standar Kompetensi .............................................................................................. 1
D. Peta Konsep .......................................................................................................... 2
E. Manfaat Pembelajaran .......................................................................................... 2
F. Tujuan Pembelajaran ............................................................................................ 2
G. Petunjuk Penggunaan Modul ................................................................................ 2
H. Glosarium.............................................................................................................. 2
I. Kompetensi Dasar................................................................................................. 3
J. Materi.................................................................................................................... 3
KEGIATAN PEMBELAJARAN ............................................................................... 14
KERAJAAN-KERAJAAN MARITIM DI INDONESIA MASA HINDU BUDHA . 4
A. Uraian materi ........................................................................................................ 4
B. Penugasan mandiri .............................................................................................. 11
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 ............................................................................. 12
PENGARUH BUDAYA HINDU BUNDHA DI INDONESIA.................................. 12
A. Uraian materi ...................................................................................................... 12
B. Penugasan mandiri .............................................................................................. 15
RANGKUMAN ............................................................................................................. 15
TINDAK LANJUT........................................................................................................ 15
TABEL REFLEKSI...................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 17
iii
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor pendukung bagi guru untuk
menciptakan pembelajaran yang lebih mendorong kemandirian dan keaktifan siswa dalam
belajar di era modernisasi sekarang. Adanya pandemi turut memberikan dampak dalam bidang
pendidikan. Di mana kegiatan sehari-hari termasuk pembelajaran dilakukan secara daring. Hal
tersebut menuntut seorang pendidik untuk menciptakan suatu pembelajaran yang dapat diakses
meskipun dilakukan di rumah masing-masing. Sehingga peran pendidik harus lebih ditunjukan
dalam pengaplikasian fungsi teknologi informasi dan komunikasi secara lebih tepat. Salah satu
pengaplikasin teknologi dalam pembelajaran secara mandiri yaitu penggunaan e-modul ini.
Penggunaan e-modul merupakan salah satu pengaplikasian bahan ajar yang tepat dalam
pembelajaran sejarah. Adapun kelebihan dalam penggunaan e-modul dalam pembelajaran
sejarah antara lain, dapat menambah pengetahuan, dapat membangkitkan cara berpikir peserta
didik, serta sikap atau perilaku yang dapat berkembang lebih lanjut. Selain itu, penggunaan e-
modul lebih efisien dapat diakses dan dibawa kemanapun. Kemudian dalam e-modul ini juga
dilengkapi dengan beberapa soal evaluasi yang dapat mengetahui sejauh mana pemahaman
peserta didik. Sehingga demikian, dapat dikatakan bahwa hal ini dapat memotivasi
kemandirian belajar peserta didik serta dapat menjadi dorongan kreativitas bagi peserta didik
itu sendiri.
DESKRIPSI SINGKAT
Dalam e-modul ini akan memberikan pengetahuan tentang:
1. Sejarah kerajaan-kerajaan maritim pada masa Hindu Budha
2. Pengaruh Hindu Budha dalam bidang politik dan pemerintahan, ekonomi, dan budaya
3. Selain itu di dalam e-modul ini juga memberikan soal evaluasi terkait sejarah kerajaan-
kerajaan maritim dan pengaruh Hindu Budha
STANDAR KOMPETENSI
Standar kompetensi yang hendak dicapai ialah agar peserta didik (siswa) mampu menjelaskan
kerajaan-kerajaan maritim masa Hindu Budha di Indonesia. Beserta pengaruh kerajaan-
kerajaan maritin tersebut pada bidang politik dan pemerintahan, ekonomi, dan budaya.
1
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
PETA KONSEP
KERAJAAN-KERAJAAN
MARITIM INDONESIA
KERAJAAN KERAJAAN
MARITIM HINDU MARITIM BUDHA
PENGARUH BUDAYA
HINDU BUNDHA DI
INDONESIA
MANFAAT PEMBELAJARAN
Modul ini diharapkan mampu membatu siapapun yang membaca terlebih kepada siswa
yang ingin memperdalam pengetahuannya tentang kerajaan-kerajaan maritim masa Hindu
Budha di Indonesia. Selain itu, modul ini juga diharapkan mampu digunakan siswa dalam
menguraikan lebih jelas pengaruh dari kerajaan-kerajaan maritim yang tercantum di peta
konsep.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Diharapkan mampu menganalisis kerajaan-kerajaan maritim Indonesia pada masa
Hindu Budha dalam sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan serta pengaruhnya
dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini.
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Bacalah modul secara cermat dan tuntas
2. Berlatihlah dengan mengerjakan pertanyaan di setiap kegiatan belajar secara mandiri
untuk memperluas pengalaman belajar kalian.
3. Jangan lupa untuk untuk mencentang pada table refleksi.
GLOSARIUM
NO. ISTILAH KETERANGAN
1. Komoditas Barang dagangan;barang niaga
2. Maritim Berkenaan dengan laut; berhubungan dengan pelayaran dan
perairan
3. Transit Tempat persinggahan atau tempat perlintasan barang-barang
komoditas perdagangan
2
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
4. Upeti Uang atau emas yang wajib diserahkan kepada raja atau
penguasa yang menaklukkan wilayah tersebut sebagai simbol
pengabdian
KOMPETENSI DASAR (PENGETAHUAN)
3. 1 Menganalisis kerajaan-kerajaan maritim Indonesia pada masa Hindu dan Budha dalam
sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan serta pengaruhnya dalam kehidupan
masyarakat Indonesia pada masa kini
4.1 Menyajikan hasil analisis tentang kerajaan-kerajaan maritim Indonesia pada masa Hindu
dan Buddha dalam sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan serta pengaruhnya
dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini dalam bentuk tulisan dan/atau media
lain
MATERI
1. Kerajaan – kerajaan Maritim Indonesia Masa Hindu Budha
2. Pengaruh Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia
3
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
URAIAN MATERI
KERAJAAN-KERAJAAN MARITIM DI INDONESIA MASA HINDU BUDHA
Adanya kerajaan-kerajaan maritim merupakan salah satu dampak pesatnya perkembangan
agama Hindu dan Budha di Indonesia. Agama Hindhu dan Budha dalam proses masuknya
dijelaskan oleh beberapa ahli melalui beberapa teori. Teori–teori tersebut antara lain: Teori
Brahmana, Teori Ksatria, Teori Waysa, Teori Sudra dan Teori Arus balik. Untuk lebih
mengenal kerajaan maritime yang bercorak Hindu Budha yuk kita baca modul ini dengan baik!
1. Kerajaan Kutai
Sumber: pelajaransekolahdi.blogspot.com
Berdasarkan sumber-sumber sejarah yang ditemukan, kerajaan Kutai merupakan
kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan ini berkembang sejak abad 4 Masehi.
Keberadaan Kerajaan Kutai dapat diketahui dari 7 prasasti Yupa yang ditemukan pada tahun
1879 hingga 1940 di sekitar Muarakaman, tepi sungai Mahakam. Sungai Mahakam
memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat Kutai. Nama kerajaan Kutai diambil
dari nama daerah penemuan ketujuh prasasti tersebut, yaitu Kutai, Kalimantan Timur.
Pemberian nama ini dilakukan karena tidak ada prasasti yang menyebutkan nama asli
kerajaan yang berpusat di Kalimantan Timur tersebut. Pada masa kejayaannya, Kerajaan
Kutai memiliki wilayah kekuasaan cukup luas, mencakup hampir seluruh wilayah
Kalimantan Timur (Utomo, Ilham Nur & Sholihah, 2010).
Pada masa pemerintahan Raja Mulawarman Kerajaan Kutai mengalami masa
keemasan. Diperkirakan Kerajaan Kutai menjadi tempat singgah jalur perdagangan
internasional melewati Selat Makassar, melewati Filipina dan China. Hal tersebut
berdampak pada perekonomian Kerajaan Kutai yang lebih berpusat kepada kegiatan
perdagangan. Selain itu, Kerajaan Kutai memiliki tradisi melakukan upacara-upacara di
tempat suci. Terbukti dengan adanya prasasti yang disebut Yupa atau batu tertulis. Tulisan
yang terdapat dalam Yupa menggunakan huruf Pallawa, bahasa Sansekerta. Yupa
merupakan tugu peringatan upacara kurban. Dalam suatu prasasti terdapat kata
4
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
vaprakecvara yang berarti lapangan luas untuk pemujaan. Vaprakecvara berkaitan erat
dengan agama Siwa, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kutai menganut agama Siwa.
Sungai Mahakam memiliki peranan penting bagi kehidupan ekonomi masyarakat
Kutai. Kerajaan Kutai dikenal dengan hasil hutannya seperti getah kayu meranti, damar,
gaharu, rotan, kayu cendana, dan bulu-bulu burung yang indah. Komoditas tersebut
diperdagangkan melalui pelayaran di sepanjang Sungai Mahakam.
2. Kerajaan Sriwijaya
Sumber: studioliterasi.com
Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 dengan raja pertama yaitu Sri
Jayanegara. Pusat Kerajaan Sriwijaya berada di Palembang, Sumatera Selatan (muara
Sungai Musi). Pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa (856-861), Kerajaan Sriwijaya
mencapai puncak kejayaan. Kerajaan Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan maritim
terkuat di Asia Tenggara. Sriwijaya berhasil menguasai jalur perdagangan laut yang
menghubungkan wilayah timur tengah- India- Cina. Selain itu, Kerajaan Sriwijaya
berkembang menjadi pusat perdagangan dan pengajaran agama Budha di Asia Tenggara.
Selain menguasai lalu lintas pelayaran dan perdagangan internasional di Asia
Tenggara, Sriwijaya juga menguasai Selat Malaka, Tanah genting Kra, dan Selat Sunda
yang menjadi urat nadi perdagangan di wilayah Asia Tenggara. Sriwijaya berkembang
menjadi pelabuhan transit yang ramai disinggahi kapal asing untuk mengambil air minum
dan perbekalan makanan serta melakukan aktivitas perdagangan. Kerajaan Sriwijaya
memperoleh banyak keuntungan dari komoditas ekspor dan pajak kapal asing yang singgah
di pelabuhan-pelabuhan Sriwijaya. Beberapa barang yang menjadi komoditas ekspor
Sriwijaya seperti kayu gaharu, kapur barus, gading, rempah-rempah.
Sebagai kerajaan maritim, Kerajaan Sriwijaya menggunakan perahu sebagai sarana
transportasi utama. Pada tahun 860 Raja Balaputradewa pernah mengadakan hubungan
persahabatan dengan Raja Dewapaladewa dari India. Dalam prasasti Nalanda disebutkan
bahwa Raja Dewapaladewa menghadiahkan sebidang tanah untuk pembangunan biara bagi
para pendeta Sriwijaya yang belajar agama Buddha di India (Indonesia, 2018).
5
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
Kekuasaan raja Sriwijaya bersifat mutlak. berdasarkan prasasti Telaga Batu (683),
pemerintahan di Kerajaan Sriwijaya dibagi menurut jabatan yang bermacam-macam.
Jabatan tersebut antara lain menteri, bupati, panglima, pembesar, pegawai istana, hakim,
dan kepala pasukan. Seluruh pejabat di Sriwijaya dipilih dan diberhentikan sesuai kehendak
raja. Sepeninggal Raja Balaputradewa, Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran.
3. Kerajaan Tarumanegara
Sumber: id.wikipedia.org
Menurut Prasasti Ciaruteun, Kerajaan Tarumanegara diperkirakan terletak di Bogor,
Jawa Barat. Kerajaan ini diperkirakan berdiri sejak abad 4 Masehi dan sejaman dengan
Kerajaan Kutai. Keberadaan Kerajaan Tarumanegara dapat diketahui dari tujuh prasasti
yang ditemukan, yaitu 5 prasasti di Bogor, 1 prasasti di Jakarta dan 1 prasasti di Lebak,
Banten. Ke-7 prasasti tersebut yaitu Prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Tugu, Pasir
Awi, Muara Cianten, dan Lebak (Pradhani, 2017).
Dalam Prasasti Tugu, Raja Purnawarman membuat pembangunan irigasi dengan cara
menggali saluran sungai kurang lebih sepanjang 6.122 tumbak (11km), yang kemudian
disebut sebagai Sungai Gomati. Pembuatan saluran irigasi ini sangat dirasakan manfaatnya
oleh masyarakat, karena pada akhirnya dapat mengairi ladang pertanian masyarakat.
Pembangunan saluran irigasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 21 hari.
Pembangunan saluran Gomati mempunyai arti ekonomis bagi rakyat Tarumanegara karena
berguna sebagai sarana pengairan, pencegahan banjir, dan sarana lalu lintas pelayaran antar
daerah. Hingga saat ini sektor pertanian masih menjadi andalan sebagian besar masyarakat
di Jawa Barat. Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana
alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman dan
kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.
4. Kerajaan Mataram Kuno
6
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
Sumber: kompas.com
Kerajaan Mataram kuno yang berdiri pada abad ke-8 Masehi merupakan kelanjutan
dari kerajaan Kalingga. Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah yang wilayahnya
sering disebut bumi Mataram. Bumi Mataram dikelilingi pegunungan seperti gunung
Tangkuban Perahu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Sumbing, Gunung
Merapi-Merbabu, Gunung Lawu, dan Pegunungan Sewu. Daerah ini juga dialiri oleh
banyak sungai, seperti Sungai Bogowonto, Sungai Progo, Sungai Elo dan Sungai Bengawan
Solo. Itulah sebabnya daerah ini sangat subur. Kerajaan Mataram merupakan kerajaan
bercorak Hindu Budha karena diperintah oleh dua dinasti berbeda, yaitu Dinasti Sanjaya
beragama Hindu dan Dinasti Syailendra beragama Budha.
Bukti keberadaan berdirinya Kerajaan Mataram Kuno tercantum dalam prasasti
Canggal. Kerajaan Mataram Kuno didirikan oleh sanaha, cucu Ratu Sima, penguasa
kerajaan Kalingga. Isi pokok Prasasti Canggal adalah pendirian sebuah lingga di bukit
Stirangga. Sang Raja Sanjaya mendirikan lingga yang ditandai dengan tanda-tanda di bukit
yang bernama Stirangga untuk keselamatan rakyatnya. Disamping itu juga ada Prasasti
Canggal juga Prasasti Mantyasih atau Prasasti Kedu yang dibuat oleh Raja Balitung yang
menyebutkan bahwa nama Sanjaya adalah raja pertama (wangsakarta) dengan ibukota di
Medang ri Poh Pitu (Setiawan, 2016).
Wilayah Mataram yang tertutup dari dunia luar menyebabkan kerajaan ini sulit
mengembangkan aktivitas perdagangan maritim. Akan tetapi dengan kondisi tanah yang
subur Mataram mampu menjadi kerajaan bercorak agraris. Pada masa pemerintahan raja
Balitung aktivitas perhubungan dan perdagangan Mataram dikembangkan melalui Sungai
Bengawan Solo. Dyah Balitung membangun pusat-pusat perdagangan di sekitar Sungai
Bengawan Solo. Penduduk di sekitar sungai diperintahkan untuk menjaga dan menjamin
kelancaran arus lalu lintas perdagangan. Sebagai imbalan penduduk di sekitar sungai
Bengawan Solo dibebaskan dari pungutan pajak. Lancarnya lalu lintas
perdagangan melalui sungai Bengawan Solo inilah yang menyebabkan perekonomian dan
kesejahteraan rakyat Mataram Kuno meningkat.
5. Kerajaan Kediri
7
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
Sumber: kompas.com
Kisah berdirinya Kerajaan Kediri dimuat dalam prasasti Banjaran 1052 Masehi yang
menjelaskan kemenangan Panjalu atas Jenggala. Sumber sejarah lainnya yang menjelaskan
keberadaan Kerajaan Kediri antara lain kitab Batarayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu
Panuluh, Berita Cina berjudul Ling-Mai-Tai-Ta karya Cho-Ku-Fei Tahun 1178 Masehi, dan
kitab Chu fan Chi Karya Chau-Ju-Kua. Kerajaan Kediri beribukota di Daha yang terletak di
tepi Sungai Brantas. Selain itu, Daha Dikelilingi tiga gunung api, yaitu gunung Kelud,
gunung Arjuna dan gunung Semeru.
Raja pertama Kediri ialah Samarawijaya. Selama masa pemerintahannya menjadi
raja Kediri selalu berselisih dengan saudaranya yaitu Mapanji Garasakan yang berkuasa di
Jenggala. Kemudian Kerajaan Kediri dipimpin oleh Jayabaya 1137- 1157 dan mengalami
masa kejayaan. Jayabaya berhasil menguasai kembali Jenggala yang sempat memberontak
ingin memisahkan diri. Keberhasilannya ini diberitakan dalam Prasasti Hantang yang
berangka tahun 1135. Jayabaya mengutus dua pujangga Kerajaan yaitu Mpu Sedah dan Mpu
Panuluh untuk menggubah kitab Batarayudha. Dalam kitab ini diceritakan sejarah
pertikaian antara Jenggala dan Panjalu. Oleh karena itu, kitab Batarayudha dianggap sebagai
legitimasi Jayabaya untuk memperkuat kekuasaannya atas seluruh wilayah bekas Kerajaan
Medang Kamulan. Selain itu untuk menunjukkan kebesaran dan kewibawaannya, Jayabaya
menyatakan diri sebagai keturunan Airlangga dan titisan Dewa Wisnu. Selanjutnya
Jayabaya mengenakan Lencana Narasinga sebagai lambang Kerajaan Kediri.
Perekonomian Kerajaan Kediri bersumber pada kegiatan pertanian dan
perdagangan. Sebagai kerajaan agraris, Kerajaan Kediri memiliki lahan pertanian yang
subur. Sektor pertanian menghasilkan banyak beras dan menjadikannya sebagai komoditas
perdagangan utama. Kerajaan Kediri juga mengembangkan perekonomian maritim dengan
cara melakukan perdagangan melalui jalur pelayaran Sungai Brantas. Pedagang Kediri
memiliki peran penting dalam perdagangan di wilayah Asia. Para pedagang ini
memperkenalkan rempah-rempah dalam perdagangan dunia. Para pedagang Kediri
membawa rempah-rempah ke sejumlah bandar di Indonesia bagian barat, yaitu Sriwijaya
dan Ligor. selanjutnya rempah-rempah dibawa ke India, Teluk Persia, dan Laut Merah.
Komoditas ini selanjutnya diangkut oleh kapal-kapal Venesia menuju Eropa. Dengan
8
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
demikian Kerajaan Kediri berperan memperkenalkan wilayah Maluku dalam aktivitas
perdagangan dunia (Bagas, Melkisedek, Islamiyah, Vicky Nurul, Muchlis, 2017).
Kerajaan Kediri mulai dilanda ketidakstabilan pada masa pemerintahan Kertajaya.
ketidakstabilan ini disebabkan karena kebijakan Kertajaya yang mengurangi hak-hak kaum
Brahmana. Selain itu Kertajaya meminta para brahmana agar dirinya disembah sebagai
dewa. Kondisi ini menyebabkan banyak kaum brahmana mengungsi ke wilayah Tumapel
yang dikuasai Ken Arok. Melihat kejadian ini Kertajaya memutuskan menyerang Tumapel
untuk memerangi kaum brahmana dan Ken Arok. Namun dalam pertempuran di Desa
Ganter pasukan Kediri mengalami kekalahan dan Kertajaya terbunuh.
6. Kerajaan Singosari
Sumber: id.wikipedia.org
Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok yang terletak di daerah Malang, Jawa
Timur dan beribukota di Tumapel. Keberadaan Kerajaan Singasari dibuktikan melalui
candi-candi yang ditemukan di daerah Singosari hingga Malang, Jawa Timur. Selain itu
keberadaan Kerajaan Singosari dijelaskan dalam Kitab Negarakertagama dan Pararaton.
Kehidupan politik Kerajaan Singasari selalu diwarnai konflik dan perselisihan.
Setelah berkuasa selama lima tahun Ken Arok dibunuh oleh Anusapati. Karena kerajaan
Singasari kurang berkembang pada masa pemerintahan Anusapati, kedudukannya
digantikan oleh Tohjaya. Pemerintahan Tohjaya tidak berlangsung lama karena diambil
oleh Ranggawuni. Pada masa pemerintahannya, Ranggawuni berhasil memperbaiki
kesejahteraan rakyat Singosari. Setelah wafat, Ranggawuni digantikan putranya yaitu
Kertanegara. Untuk menghormati jasa-jasa ayahnya Kertanegara mendirikan Candi Jago.
Kertanegara berhasil membawa Singasari mencapai puncak kejayaan. Untuk
mengatasi masalah dalam negeri Kertanegara mengganti atau memindahkan pejabat-pejabat
yang menentang kebijakan Raja dan dianggap tidak loyal kepadanya. Pada masa
pemerintahannya, Kertanegara pernah mengirim pasukan ke Sumatera yang dikenal dengan
Ekspedisi Pamalayu.
Penduduk kerajaan Singasari pada umumnya hidup dari bertani, berdagang, dan
membuat kerajinan tangan. Pada saat berdagang mereka melakukan perjalanan sambil
9
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
memikul barang dagangannya atau mengendarai pedati kuda. Ada pula pedagang yang
melakukan perjalanan melalui sungai dengan menggunakan perahu. Dengan adanya alat
angkut pedati dan perahu dapat disimpulkan bahwa perdagangan antar desa cukup ramai.
Ramainya aktivitas perdagangan ini juga menunjukkan bahwa kerajaan Singosari mulai
mengembangkan perekonomian maritim. Untuk memajukan perekonomian maritim
kerajaan, Kertanegara membangun pusat-pusat perdagangan di tepi Sungai Brantas dan
pelabuhan perdagangan di Pasuruan. Melalui pelabuhan ini pedagang Singasari leluasa
mengadakan kontak perdagangan dengan pedagang asing. Sektor perdagangan dan
pelayaran Singasari berkembang pesat. pada saat itu Singasari berhasil menguasai jalur
perdagangan dari Selat Malaka di bagian barat hingga kepulauan Maluku di bagian timur.
Komoditas yang diperdagangkan antara lain beras, emas, kayu cendana dan rempah-
rempah.
Pada masa pemerintahan Kertanegara juga menandai kehancuran Kerajaan Singosari.
Pelecehan Kertanegara terhadap utusan Mongol menyebabkan Kubilai Khan marah dan
mengirim pasukan untuk menaklukkan Singosari. Akan tetapi sebelum pasukan Mongol
sampai di Jawa Kerajaan Singosari sudah mengalami kehancuran karena serangan Kerajaan
Kediri yang dipimpin Jayakatwang. Dalam serangan ini pasukan Kediri berhasil memasuki
istana Singasari dan membunuh Kertanegara beserta pembesar-pembesar istananya.
7. Kerajaan Majapahit
Sumber: liputan6.com
Kerajaan Majapahit diperkirakan berada di wilayah Jawa Timur dengan pusat
kerajaannya yaitu Trowulan, Mojokerto. Perkiraan tersebut didasarkan pada penemuan
artefak berupa bekas tembok, pondasi bangunan, pintu gapura, candi, saluran air, dan tiang
rumah. Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya yang merupakan menantu
Kertanegara raja terakhir Singasari. Pada tahun 1293 Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja
Majapahit dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. Setelah wafat, Raden Wijaya
digantikan putranya yang bernama Jayanegara. Pemerintahan Jayanegara dirongrong
sejumlah pemberontakan pejabat istana. Pemberontakan yang dipimpin Ra Kuti dan Ra
Semi ingin membahayakan kedudukan raja. Pasukan tersebut berhasil menduduki istana
Majapahit dan memaksa Jayanegara beserta keluarganya mengungsi ke Desa Bedander.
10
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
Di tengah pemberontakan tersebut muncul tokoh bernama Gajah Mada, ia
merupakan pasukan Bhayangkari yaitu pasukan pengawal raja yang bertugas melindungi
Jayanegara saat dalam pengungsian. Atas keberaniannya dalam menumpas pemberontakan
Ra Kuti dan Ra Semi Gajah Mada diangkat menjadi Patih di Kahuripan. Kemudian pada
masa pemerintahan Tribuana Tunggadewi, Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih
Majapahit. Dalam pengangkatan nya Gajah Mada mengucapkan sumpah yang sangat
dikenal hingga saat ini yaitu Sumpah Amukti Palapa.
Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah
Mada hampir terwujud. Karena hampir seluruh wilayah Indonesia berhasil disatukan oleh
Gajah Mada di bawah kekuasaan Majapahit. Oleh karena itu, pada masa pemerintahan raja
Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaan. Hal
tersebut dijelaskan dalam Kitab Negarakertagama.
Perekonomian masyarakat Majapahit terbagi menjadi dua sektor yaitu agraris dan
maritim. Kegiatan perekonomian Kerajaan Majapahit tidak dapat dilepaskan dari
keberadaan Sungai Brantas. Selain digunakan sebagai irigasi pertanian Sungai Brantas
digunakan sebagai sarana transportasi dan perdagangan. Pemerintah Majapahit membangun
pusat pusat perdagangan di tepi sungai tersebut. Bahkan salah satu pelabuhan utama
Majapahit, yaitu Ujung Galuh dibangun di hilir Sungai Brantas. Pelabuhan ini menjadi
tempat strategis untuk menjual hasil pertanian Majapahit seperti beras, kayu cendana, dan
rempah-rempah. Bersama dua pelabuhan lainnya yaitu Surabaya dan Tuban, Majapahit
mengembangkan sektor perdagangan maritim. Sebagai kerajaan maritim terbesar di
Indonesia, Majapahit menguasai pusat-pusat perdagangan yang strategis seperti Selat
Malaka, Selat Sunda, Tanah genting Kra, Laut Jawa, dan kepulauan Maluku.
Dalam kegiatan perdagangan, Majapahit juga mencetak mata uang sebagai alat
pembayaran yang sah. Mata uang tersebut dikenal dengan sebutan kepang dan
gobog. Menurut Berita Cina mata uang Majapahit dibuat dari campuran perak, timah putih,
timah hitam, dan tembaga. Faktor penyebab Kerajaan Majapahit membuat uang tersebut
yaitu kegiatan ekonomi yang semakin kompleks. Oleh karena itu diperlukan uang pecahan
kecil berupa uang receh agar dapat digunakan dalam kegiatan ekonomi sehari-hari. Selain
sektor pertanian dan perdagangan, pemerintah Majapahit memperoleh pendapatan dari
sektor pajak dan upeti.
Setelah pemerintahan Hayam Wuruk yang digantikan oleh putrinya Dyah Kusuma
Wardani, memicu perang saudara karena anak Hayam Wuruk dari selir istrinya yaitu Bhre
Wirabhumi menuntut tahta kerajaan Majapahit. perselisihan ini menyebabkan terjadinya
perang saudara yang disebut Perang Paregreg. Setelah terjadinya perang tersebut Kerajaan
Majapahit secara perlahan mengalami kemunduran.
PENUGASAN MANDIRI
1. Bagaimana tindakan Raja Purnawarman untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat
Kerajaan Tarumanegara?
2. Jelaskan faktor sriwijaya menjadi kerajaan maritim terkuat pada masanya!
11
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
3. Bagaimana sungai Brantas bisa menjadi pusat perdagangan maritim kerajaan Kediri?
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
URAIAN MATERI
PENGARUH BUDAYA HINDU BUNDHA DI INDONESIA
1. Politik dan Pemerintahan
Pada saat pengaruh Hindu-Buddha masuk ke Indonesia, masyarakat mulai mengenal
sistem kerajaan dalam kelompok masyarakat. Sistem kerajaan menempatkan sosok raja
sebagai pemimpin dalam kelompok masyarakat. Bahkan, raja yang berkuasa dianggap
titisan dewa. Jika seorang raja berasal dari kalangan rakyat biasa, untuk memperoleh
legitimasi kekuasaan keberadaannya di dunia dianggap sebagai titisan dewa atau diciptakan
mitos-mitos tertentu tentang dirinya. Menurut tradisi Hindu, sosok Raja yang ideal
digambarkan dengan sosok Dewa Wisnu yang menjaga dunia dari kerusakan. Oleh karena
itu kekuasaan seorang raja bersifat mutlak. Selain itu seorang pemimpin harus berasal dari
keturunan pemimpin juga. Dengan demikian pergantian kekuasaan di kerajaan Hindu-
Buddha berlangsung secara turun temurun.
Sistem kerajaan pada masa Hindu-Budha membawa pengaruh dalam struktur
pemerintahan. Pada masa Hindu Buddha dikenal beberapa tingkatan dalam struktur
pemerintahan. Beberapa tingkatan tersebut dikenal dengan istilah wanua, watak, dan
kedatuan atau bhumi. Sistem pemerintahan wanua diselenggarakan oleh semacam dewan
yang terdiri atas para rama. Rama merupakan istilah bagi kepala desa pada masa kini.
Adapun watak merupakan tingkatan yang lebih tinggi dan biasanya terdiri atas sejumlah
wanua. Adapun tingkatan di atas watak dikenal dengan sistem pemerintahan yang lebih
terstruktur sebagai puncak kekuasaan yaitu istilah kedatuan yang dikenal di Jawa Tengah
dan bhumi di Jawa timur.
2. Ekonomi
Berkembangnya agama Hindu Budha di Indonesia diawali dari hubungan perdagangan.
Pada masa kerajaan Hindu Budha, kegiatan perdagangan di Indonesia terbagi menjadi dua,
yaitu perdagangan maritim dan agraris. Meskipun demikian, ada pula kerajaan yang
menjalankan dua kegiatan perdagangan tersebut secara bersamaan. Kerajaan Sriwijaya
banyak menggunakan kegiatan perdagangan maritim daripada agraris. Adapun kerajaan
seperti kerajaan Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno, dan Singosari mengutamakan
kegiatan perdagangan agraris. Kegiatan perdagangan agraris sangat bergantung pada
sungai-sungai besar sebagai sarana transportasi. Sungai Brantas, Sungai Mahakam, dan
sungai Bengawan Solo berperan penting dalam kegiatan perdagangan agraris pada masa
Hindu Budha.
Pada masa kerajaan Hindu Budha, masyarakat Indonesia telah menjalin perdagangan
dengan pedagang-pedagang mancanegara seperti India dan Cina. Adapun bentuk hubungan
dagang masyarakat Indonesia dengan kedua negara tersebut sebagai berikut.
12
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
a. Hubungan dagang dengan India
Hubungan dagang antara Indonesia dan India tumbuh secara bertahap. Pada saat itu
India merupakan salah satu negara berkembang di Asia. menurut J.C Van Leur barang-
barang yang diperdagangkan pada masa Hindu-Budha bernilai ekonomi tinggi. Barang-
barang tersebut antara lain logam mulia, kain tenun, barang kerajinan, ramuan wangi-
wangian, kapur barus, dan obat. Adapun menurut Coedes, pedagang India sangat tertarik
untuk membeli kayu gaharu dan kayu cendana yang berasal dari Indonesia.
Adapun jenis rempah-rempah yang menjadi incaran para pedagang India yaitu cengkeh
dan lada. Cengkeh merupakan komoditas dagang yang terkenal dari kepulauan Indonesia
Timur. Berbeda dengan cengkeh, lada dalam perdagangan tidak terlalu banyak peminat,
karena masyarakat India juga merupakan penghasil lada berkualitas. Pada abad dua masehi
hubungan dagang antara Indonesia dan India semakin erat. Hal itu dilatarbelakangi oleh
keadaan India yang mengalami kekurangan emas. Keadaan ini mendorong pedagang India
mencari sumber emas di daerah lain seperti kepulauan Indonesia di Asia Tenggara.
b. Hubungan dagang dengan Cina
Jaringan perdagangan antara Cina dan Indonesia dimulai sejak abad ke-2 Masehi. Cina
merupakan salah satu negara dengan perekonomian paling maju di dunia. Meskipun
demikian pada masa Hindu Budha banyak pedagang Cina mencari komoditas perdagangan
dari Indonesia. Pada masa Dinasti Han membangun jalinan perdagangan dengan wilayah di
luar Cina untuk mendukung perekonomian negara. Hal tersebut ditunjukkan dengan
keberhasilan Cina menguasai perdagangan di Teluk Tonkin pada abad 4 Masehi. Sejak saat
itu mulai mengembangkan jaringan perdagangannya Ke kawasan Selatan yaitu wilayah
Asia Tenggara dan semenanjung Malaya. Komoditas perdagangan antara Indonesia dan
China Pada masa itu juga bernilai ekonomi tinggi. Pedagang Cina sangat meminati
komoditas dagang Indonesia seperti kemenyan, kayu gaharu, dan kayu cendana. Pedagang
Cina juga membeli rempah-rempah, hasil kerajinan, dan kulit binatang yang ada di
Indonesia.
3. Budaya
Masuknya pedagang Hindu dan Buddha dibarengi dengan kegiatan
berdagang, kemudian terjadilah proses interaksi antara para pedagang dengan masyarakat
di Nusantara. Terjadinya interaksi tersebut juga dibarengi dengan pertukaran budaya di
antara keduanya. Akulturasi kebudayaan merupakan suatu proses percampuran antara
unsur-unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan lain sehingga membentuk
kebudayaan baru. Kebudayaan baru yang merupakan hasil percampuran itu masing-masing
tidak kehilangan kepribadian atau ciri khasnya. dalam proses akulturasi masing-masing
kebudayaan harus seimbang agar masing-masing tidak kehilangan ciri khasnya sendiri.
a) Seni bangunan
Candi merupakan salah satu bangunan keagamaan yang dibangun pada masa
Hindu Budha. Istilah Candi berasal dari kata candika, yaitu salah satu nama Dewi
Durga atau Dewi maut. Oleh karena itu candi berfungsi sebagai bangunan untuk
memuliakan orang yang telah wafat, khususnya raja-raja dan orang-orang penting
13
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
dalam kerajaan. Sedangkan dalam bahasa Kawi, candi berasal dari kata cinandi,
yang berarti dikuburkan. Keberadaan candi di Indonesia merupakan salah satu
bentuk pengaruh yang berasal dari India. Namun keduanya masih memiliki
beberapa perbedaan fungsi. Di India candi digunakan sebagai tempat pemujaan
kepada dewa, sedangkan candi di Indonesia berkaitan dengan sistem
penguburan. Candi yang bercorak Budha digunakan sebagai tempat pemujaan
dhyani bodhisatwa yang dianggap perwujudan Dewa. Candi Budha di India
biasanya berbentuk stupa. Stupa digunakan sebagai tempat meletakkan abu jenazah
raja atau biksu. Adapun di Indonesia stupa merupakan ciri khas atap candi-candi
yang bercorak Budha. Bangunan stupa dalam kepercayaan agama Buddha
melambangkan Nirwana.
Berdasarkan arsitektur dan tempat pembangunannya candi-candi di Indonesia
dapat dibagi menjadi candi yang terletak di Jawa Tengah, Jawa Timur, serta wilayah
lainnya seperti di Sumatera, Bali dan Jawa Barat. Adapun langgam atau gaya candi
di Indonesia dibedakan menjadi dua yaitu langgam Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Selain candi peninggalan masa hindu-buddha yang masih ada hingga saat ini
yaitu Keraton. Keraton atau istana merupakan kompleks bangunan tempat tinggal
raja. Salah satu keraton peninggalan masa hindu-budha adalah Keraton Ratu Boko
yang terletak 2 Km sebelah selatan Candi Prambanan. Para ahli arkeologi
mengaitkan Keraton ini dengan raja-raja Mataram yang membangun Candi
Prambanan. Bangunan Keraton Ratu Boko tidak dapat dikategorikan sebagai Candi
karena di sekitarnya terdapat bekas candi dan kanal atau selokan.
b) seni rupa
Selain dalam seni bangunan pengaruh India juga membawa perkembangan
dalam bidang seni rupa. Hal ini dapat terlihat pada ada patung atau Arca dan corak
relief yang terdapat pada bangunan candi atau Keraton. salah satu keunikan yang
ditemukan dalam relief relief candi di Indonesia menunjukkan keragaman alam dan
budaya Indonesia, bukan India. Peninggalan patung atau Arca pada masa Hindu
Budha seperti patung Airlangga, patung Ken Dedes, patung Kertanegara dan patung
kertarajasa. Selain patung, seni rupa lainnya yaitu relief. Relief merupakan seni
pahat timbul pada dinding candi. pada candi bercorak Hindu, relief biasanya
melukiskan cerita yang diambil dari kitab kitab suci atau sastra seperti
Mahabharata dan Ramayana. Contoh relief yang mengisahkan tentang cerita
Ramayana dapat dilihat pada candi Prambanan.
c) Seni pertunjukan
Perkembangan seni pertunjukan pada masa Hindu-Buddha dapat diketahui
melalui tulisan pada prasasti, relief candi, dan kitab-kitab sastra. Perkembangan seni
pertunjukan pada masa Hindu-Buddha ini meliputi seni tari, seni musik, dan seni
wayang. Pada masa Hindu Budha seni tari masih sering dipentaskan dalam upacara
keagamaan, perkawinan, dan pengangkatan raja. Adapun seni musik yang
mendapat pengaruh Hindu Budha adalah kesenian gamelan. Pengaruh Hindu-Budha
14
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
tersebut membuat kesenian gamelan digunakan untuk mengiringi pertunjukan tari
di kerajaan-kerajaan. Kemudian pada masa Hindu-Buddha pertunjukan wayang
tetap ditampilkan dengan cerita-cerita yang lebih kaya seperti cerita Ramayana dan
Mahabharata. Kemudian selain membawakan cerita asli Ramayana dan
Mahabharata, juga diikutsertakan sejumlah tokoh lokal seperti Punakawan.
d) Seni sastra
Pengaruh Hindu Budha dalam seni sastra berkaitan dengan perkembangan
bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. bahasa sansekerta sering digunakan dalam
penulisan prasasti, kitab suci, kitab undang-undang, dan karya sastra. Keberadaan
bahasa Sansekerta juga berpengaruh terhadap keberadaan dan perkembangan bahasa
lokal. Selain bahasa Sansekerta aksara Pallawa juga memberikan pengaruh terhadap
masyarakat Indonesia. Pada awalnya aksara Pallawa digunakan di Indonesia pada
penulisan prasasti dan karya sastra, selanjutnya berkembang menjadi aksara
Honocoroko yang digunakan dalam aksara Jawa, Sunda dan Bali. Bahasa
Sansekerta dan aksara pallawa sangat dipengaruhi oleh dua karya epos besar India
yaitu Ramayana dan Mahabharata. Salah satu contoh gubahan yang didasarkan
budaya lokal yaitu kitab Baratayuda yang dikarang oleh Mpu Sedah dan Mpu
Panuluh dari Kerajaan Kediri.
PENUGASAN MANDIRI
1. Jelaskan jalinan hubungan perdagangan antara Indonesia dan India pada Hindu
Budha!
2. Bagaimanakah pengaruh Hindu Budha terhadap sistem pemerintahan pada saat itu?
3. Jelaskan bagaimana perkembangan seni rupa Indonesia setelah masuknya agama
Hindu dan Budha!
RANGKUMAN
Wilayah maritim Indonesia mulai dari laut hingga danau dan sungai secara khusus
memiliki peranan penting dalam dinamika politik dan kehidupan masyarakat Indonesia. Selain
itu wilayah maritim merupakan urat nadi penting dalam komunikasi antar tempat di nusantara.
Bukti sejarah menunjukkan kejayaan nenek moyang kita pada masa kerajaan-kerajaan
ditambah dengan peninggalan-peninggalan sejarah semakin menguatkan fakta tersebut.
Kerajaan-kerajaan maritim di Indonesia menggunakan jalur pelayaran untuk kegiatan
berdagang. Hal tersebut memunculkan pemukiman baru di wilayah pesisir. Kegiatan
perdagangan tersebut memunculkan interaksi antara masyarakat Indonesia dengan orang luar,
hal ini memunculkan pertukaran budaya antara satu dengan yang lain. Sehingga pada masa
Hindu-Buddha banyak mempengaruhi aspek dalam kehidupan, seperti bidang politik,
ekonomi, dan budaya.
TINDAK LANJUT
Bagi kalian yang sudah menjawab dan memahami materi pada KD ini, dapat mengembangkan
pemahaman kalian tentang sejarah kerajaan-kerajaan maritim pada masa Hindu Budha dan
15
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
pengaruhnya dalam berbagai bidang. Adapun bagi kalian yang masih mengalami kesulitan
menjawab dan memahami materi pada KD ini secara penuh, dapat mengulangi belajar dengan
memilih materi yang dianggap sulit secara lebih teliti atau dengan berdiskusi bersama teman
maupun Bapak/Ibu guru kalian.
TABEL REFLEKSI
Keterangan:
- Sangat Menguasai : SM
- Menguasi :M
- Kurang Menguasai : KM
- Tidak Menguasai : TM
No. Keterangan SM M KM TM
1. Sejarah Kerajaan Kutai
2. Sejarah Kerajaan Sriwijaya
3. Sejarah Kerajaan Tarumanegara
4. Sejarah Kerajaan Mataram Kuno
5. Sejarah Kerajaan Kediri
6. Sejarah Kerajaan Singosari
7. Sejarah Kerajaan Majapahit
8. Pengaruh agama Hindu Budha dalam bidang
politik dan pemerintahan
9. Pengaruh agama Hindu Budha dalam bidang
ekonomi
10. Pengaruh agama Hindu Budha dalam bidang
budaya
16
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI
DAFTAR PUSTAKA
Bagas, Melkisedek, Islamiyah, Vicky Nurul, Muchlis, M. (2017). Sejarah SMA/MA Kelas XI
Semester 1 (R. Rahata (ed.)). PT Intan Pariwara.
Indonesia, P. A. A. (2018). Warisan Budaya Maritim Nusantara (W. D. Raharjo, Supratikno,
Anggraeni, Nies, Nastiti, Titi Surti, Ramelan (ed.)). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya
dan Permuseuman.
Pradhani, S. I. (2017). Sejarah Hukum Maritim Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dalam
Hukum Indonesia Kini. 13(2), 196–203.
https://www.researchgate.net/publication/331040314_Sejarah_Hukum_Maritim_Kerajaa
n_Sriwijaya_dan_Majapahit_dalam_Hukum_Indonesia_Kini
Setiawan, I. (2016). Hubungan Konseptual antara Candi-candi di Jawa Timur dengan Pura di
Bali. Jurnal Kajian Bali, 6(1), 253–274–253–274.
Utomo, Ilham Nur & Sholihah, F. (2010). DARI HILIR KE HULU: PERKEMBANGAN
SEJARAH MARITIM INDONESIA DAN SELINGKAR PERMASALAHANNYA.
7598(2008), 1375–1380.
17
E-Modul Sejarah Indonesia Kelas XI