The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by iriene1405, 2022-11-03 23:54:50

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Katalog : 1101002.3309

STATISTIK DAERAH
KABUPATEN BOYOLALI

2021

https://boyolalikab.bps.go.id

STATISTIK DAERAH
KABUPATEN BOYOLALI

2021

https://boyolalikab.bps.go.id

ISBN : 978-623-7460-75-6 https://boyolalikab.bps.go.id
No. Publikasi : 33090.2142
Katalog BPS : 1101002.3309
Ukuran Buku : 18,2 cm x 25,7 cm
Jumlah Halaman : vi + 29 halaman

Naskah :
Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Desain Kulit :
Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Foto Kulit :
Patung Arjuna Wijaya Simpang Lima Kabupaten Boyolali

Diterbitkan Oleh :
@ Badan Pusat Statistik Kabupaten Boyolali

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan,

dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk

tujuan komersil tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas terbitnya Publikasihttps://boyolalikab.bps.go.id
Statistik Daerah Kabupaten Boyolali Tahun 2021 sebagai kelanjutan dari
terbitan sebelumnya. Diantara publikasi lainnya yang telah rutin
diterbitkan setiap tahun, Statistik Daerah Kabupaten Boyolali Tahun 2021
merupakan terbitan kedelapan.

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali Tahun 2021 menyajikan berbagai
informasi statistik yang menggambarkan kondisi serta perkembangan sosial
ekonomi Daerah Kabupaten Boyolali yang dikemas dalam bentuk

tabel-tabel dan analisa sederhana, dilengkapi dengan ilustrasi perkembangan maupun perbandingan
berupa grafik-grafik pada setiap pokok pembahasannya. Diharapkan dengan penyajian semacam ini dapat
lebih mempermudah bagi pengguna data dalam memahami dan menggunakannya. Diharapkan pula
dengan terbitnya publikasi ini dapat menambah bahan rujukan/kajian bagi kepentingan perencanaan dan
evaluasi kegiatan pembangunan.

Saran konstruktif dari berbagai pihak senantiasa kami harapkan guna peningkatan kualitas publikasi ini
di masa mendatang.

Semoga Statistik Daerah Kabupaten Boyolali ini dapat membantu memenuhi kebutuhan data statistik
yang semakin meningkat dan bermanfaat dalam menunjang dinamika pembangunan menuju masyarakat
yang lebih baik.

Boyolali, November 2021
Badan Pusat Statistik Kabupaten Boyolali

Kepala,

Drs. Sugita., M.M.

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021 iii

1. Geografi dan Iklim https://boyolalikab.bps.go.id110. Pertambangan dan Energi 19
2. Pemerintahan 3 11. Industri 21
3. Penduduk 5 12. Konstruksi 22
4. Ketenagakerjaan 7 13. Hotel dan Pariwisata 23
5. Pendidikan 9
6. Kesehatan 11 14. Transportasi dan Komunikasi 24
7. Perumahan 13 15. Perbankan dan Investasi 25
8. Pembangunan Manusia 15 16. Perdagangan 26
9. Pertanian 17 17. Pendapatan Regional 27
18. Perbandingan Regional 29

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021 v

Kecamatan Selo merupakan Kecamatan yang letaknya paling tinggi
dibandingkan kecamatan lainnya

Ketinggian Kecamatan Selo tercatat 1300-1500 meter di atas permukaan
laut

Kabupaten Boyolali terletak di wilayah Peta Kabupaten Boyolali
bagian tengah-timur Propinsi Jawa Tengah.
Luas wilayah Kabupaten Boyolali adalah https://boyolalikab.bps.go.id
1.015,10 km2. Secara administrasi wilayah ini Statistik Geografi Kabupate Boyolali
terbagi ke dalam 22 kecamatan dan 267 desa, Tahun 2020
dimana 6 dari 267 desa tersebut adalah
kelurahan. Luas Wilayah Ha 101.510

Secara geografis Kabupaten Boyolali Lahan Sawah Ha 22.390
terletak pada posisi 110o 22 ‘ – 110 o 50’ Bujur Lahan Bukan Ha 79.120
Timur dan 7 o 36’ – 7 o 71’ Lintang Selatan. Sawah
dengan ketinggian antara 75 s/d 1.500 meter
dari permukaan laut dan memiliki jarak Jumlah Hari Hujan Hari 129
bentang: - Barat – Timur : 48 KM - Utara –
Selatan : 54 Km. Dipandang dari ketinggian Curah Hujan tertinggi mm 435
permukaan air laut, wilayah Boyolali
terhampar dengan ketinggian antara 66 – 1564
meter. Tertinggi di kecamatan Selo yaitu 1564
meter dpl. Terendah di Kecamatan Juwangi
berkisar 66 meter dpl.

Dengan luas wilayah sebesar
1.015,10 km2, Kabupaten Boyolali menempati
3,09 % dari wilayah Propinsi Jawa Tengah.
Kecamatan terluas adalah Kecamatan
Kemusu (81,43 km2) dan paling kecil adalah
Kecamatan Sawit (17,23 km2).

Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021 1

Tahun 2020 , rata-rata hujan hampir turun sepanjang tahun.

Hujan turun merata di sepanjang tahun 2020 dibandingkan tahun 2019. Namun
rata-rata jumlah hari hujan tahun 2020 lebih tinggi dibandingkan tahun 2019.

Rata-rata Hari Hujan Kabupaten BoyolaliJan Jumlah hari hujan tahun 2020 yaitu
Tahun 2020 Feb sebanyak 129 hari. Jumlah hari hujan tersebut
Mar meningkat dibandingkan tahun 2019 yang
Hari Hujan Apr sebesar 119 hari hujan. Sepanjang tahun 2020
Mei hujan turun merata setiap bulan. Hujan
30 Jun terbanyak terjadi pada bulan Januari hingga
20 Jul Februari yaitu disekitar 20-21 hari hujan di
10 Ags setiap bulannya. Rata-rata hari hujan di tahun
2020 sebanyak 11 hari hujan setiap bulannya.
0 https://boyolalikab.bSNDOepoeksvpts.go.idSedangkan musim kemarau terjadi di bulan
Mei hingga Oktober dimana pada bulan
Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021 tersebut sudah jarang turun hujan dan hanya
bulan Mei dan Oktober saja yang masih ada
Curah Hujan Kabupaten Boyolali hujan walaupun intensitasnya tidak seperti
Tahun 2020 (mm) musim penghujan. sehingga musim kemarau
ditahun ini jumlah bulannya hampir sama
Curah Hujan dengan bulan musim penghujan.

600 Curah hujan tertinggi pada tahun 2020
400 adalah 435 mm yang terjadi pada bulan
200 Januari. Dibandingkan dengan tahun
sebelumnya rata-rata curah hujan di tahun
0 2020 relatif sama. Rata-rata curah hujan
setiap bulan di tahun 2020 tercatat 193 mm
Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021 sedangkan rata-rata curah hujan di tahun
Jan 2019 per bulannya tercatat 185 mm.
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Ags
Sep
Okt
Nov
Des

2 Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Jumlah PNS tahun 2020 tercatat 7.726 pegawai.

Kabupaten Boyolali tahun 2020 terbagi Jumlah PNS Kab Boyolali Tahun 2020

menjadi 22 kecamatan, 267 kelurahan/desa,

969 dusun/lingkungan, 1.469 Rukun Warga Tingkat Jenis kelamin Jumlah
Pendidikan Laki-laki Perempuan (4)
(RW), 6.625 Rukun Tetangga (RT). Jumlah
(1) (2) (3)
Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten SD

Boyolali pada tahun 2020 tercatat 7.726 SLTP 68 24 92

pegawai dengan komposisi 44,14 persen

pegawai laki-laki dan 55,86 persen pegawai 127 13 140

perempuan. Jumlah pegawai tahun ini turun
https://boyolalikab.bps.go.idSLTA 722 369 1.091

dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengurangan jumlah PNS Kabupaten Boyolali DIPLOMA 1/2 372 741 1.113

dianggap baik bagi pemerintahan daerah

dikarenakan dapat mengurangi porsi DIPLOMA 3 240 832 1.072

anggaran belanja pegawai yang mencapai 40 D4/S1/S2) 1.881 2.337 4.218
jumlah 3.410 4.316 7.726
persen.

Mayoritas PNS berpendidikan D4/ Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021
Sarjana/S1 ke atas yaitu 54,59 persen dari
jumlah pegawai. Dilihat dari tingkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Boyolali
pendidikannya, aparat pemerintah daerah Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2019-2020
kabupaten Boyolali sudah relatif baik.
Sumber Daya Manusianya (SDM), hal ini bisa
dilihat dari jenjang pendidikan yang
ditamatkan oleh PNS yang ada. Dari sebanyak
7.726 PNS ada 6.403 PNS (82,88 %)
berpendidikan di atas Diploma 1, sisanya 1.323
PNS (17,12 %) tamatan SLTA ke bawah.

Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021 3

APBD Boyolali pada tahun 2019 sebesar 2,38 triliun

Belanja Daerah Kabupaten Boyolali Belanja daerah Kabupaten Boyolali
Tahun 2019 tahun 2019 sebesar 2.381,60 milyar rupiah
naik 188,50 milyar rupiah atau 8,10 persen
Rincian Anggaran Rincian Anggaran dari tahun sebelumnya. Gaji pegawai
(000 Rp) (000 Rp) menyerap anggaran dalam porsi terbesar
yaitu mencapai 897,93 milyar atau sebesar
A. 395431.863 B. 1.336.037.460 37,70 persen dari total belanja daerah.
Pendapatan Belanja Sedangkan belanja barang jasa dan belanja
modal nilainya 438,11 milyar rupiah dimana
PAD Tdk nilainya lebih rendah dibandingkan belanja
Langsung pegawai.

Pendapatan 1.436.635.314 Langsunghttps://boyolalikab.bps.go.id1.045.564.404Total penerimaan Kabupaten Boyolali
Transfer pada tahun 2019 adalah sebesar 2.357,49
milyar rupiah, naik sekitar 5,82 persen dari
Pendapatan 525.420.032 tahun sebelumnya yang tercatat sebesar
sah lainya 2.227,78 milyar rupiah. Pendapatan Asli
Daerah (PAD) naik 15,30 persen yaitu dari
Jumlah 2.357.487.210 jumlah 2.381.601.864 342,96 milyar rupiah menjadi 395,43 milyar
rupiah. Kontribusi PAD naik dibandingkan
Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021 tahun sebelumnya menjadi 16,77 persen dari
total pendapatan Kabupaten Boyolali.
Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten
Boyolali Tahun 2019 Dana perimbangan yang meliputi Dana
Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus
2019 (DAK) dan bagi hasil pajak merupakan
penyokong terbesar penerimaan yaitu
22% 17% mencapai 1.436,64 milyar rupiah atau sekitar
60,94 persen dari total penerimaan pada
61% tahun 2019.
PAD Pendapatan Transfer Lain-lain
Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021

4 Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Sex Rasio Boyolali 101,3 persen

Berdasar Proyeksi penduduk, pada Penduduk Kabupaten Boyolali
tahun 2020 jumlah penduduk di Kabupaten Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2020

Boyolali tercatat sebesar 1.062.713 jiwa.

Dengan luas wilayah 1.015,10 km2, 70–74
kepadatan penduduknya mencapai 1.047 60–64
jiwa/ km2. Hal ini menunjukkan bahwa setiap

https://boyolalikab.bps.go.id1 km2 dihuni oleh 1.047 jiwa. Kecamatan yang50–54

berpenduduk padat lebih dari 1500 jiwa / 40–44
Km² yaitu kecamatan Boyolali, Teras, Sawit, 30–34
Banyudono dan Ngemplak Untuk kepadatan 20–24
sedang antara 1000 - 1500 jiwa / Km².Yaitu 10–14
kecamatan Ampel, Cepogo, Musuk,

Mojosongo, Sambi, Nogosari, Simo, 0–4

Karanggede dan Andong. Sedangkan -60000 -40000 -20000 0 20000 40000 60000

kecamatan Selo, Gladagsari, Tamansari, Laki-laki Perempuan
Klego, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamodro

dan Juwangi mempunyai kepadatan enduduk

di bawah 1000 jiwa / Km². URAIAN 2020

Kepadatan penduduk menunjukkan Jumlah Penduduk 1.062.713 jiwa
rasio antara jumlah penduduk dengan luas Pertumbuhan Pddk 1,29%
wilayah. Tingkat kepadatan penduduk Luas Wilayah
Kabupaten Boyolali tahun 2020 adalah Kepadatan Pddk 1.015,10 Km2
1.047 jiwa/km2. Tingkat kepadatan per Jumlah Penduduk Laki-laki 1047 jiwa/Km2
kecamatan tertinggi di Kecamatan Boyolali Jumlah Penduduk Perempuan
(2.779) jiwa/km2) dan tingkat kepadatan Sex Ratio 534.658
terendah adalah Kecamatan Kemusu (423 Pddk menurut umur (%) 528055
jiwa/km2). · 0 – 14 thn
· 15 – 64 thn 101,3
· 65 + thn
22,47
68,52

9,01

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021 5

Penduduk Kabupaten Boyolali memiliki kesadaran tinggi dalam pengendalian
jumlah anak dalam sebuah keluarga.

Kesehatan

Jumlah Kasus Penyakit Terbanyak Untuk memenuhi kebutuhan akan sarana
di Kabupaten Boyolali Tahun 2020 dan prasana kesehatan, pemerintah
Kabupaten Boyolali telah menyediakan
Jumlah Kasus berbagai fasilitas kesehatan, berupa rumah
sakit, puskesmas, hingga poskesdes.
E11 https://boyolalikab.bps.go.id
K30 Di Kabupaten Boyolali terdapat 11 Rumah
Z02 10.000 20.000 30.000 Sakit yang tersebar di 7 kecamatan dan 25
Z34 Puskesmas yang ada di setiap kecamatan.
J06.9 Adapun jumlah dokter di Kabupaten Boyolali
M79.1 pada tahun 2020 tercatat sebanyak 368 orang
Z00.0 yang terdiri dari dokter umum, dokter
J00 spesialis, dan dokter gigi.
I10
Z00 Grafik di samping ini adalah 10 jenis kasus
penyakit terbanyak di Kabupaten Boyolali
0 pada tahun 2020 yang dirilis oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten Boyolali.
Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021
Pada tahun 2020 di Kabupaten Boyoali
URAIAN 2020 tercatat pada Dinas Kesehatan terdapat
13.006 bayi lahir, 449 diantaranya termasuk
Jumlah Rumah Sakit 11 Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Jumlah Puskesmas 25 Sedangkan untuk usia Balita tercatat ada 34
Jumlah Dokter 318 penderita gizi buruk yang tersebar di 13
- Dokter Spesialis 172 kecamatan di Kabupaten Boyolali.
- Dokter Umum 159
- Dokter Gigi 37
Jumlah Bayi Lahir 13.006
BBLBR 449
Gizi Buruk 34

6 Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Boyolali tahun
2020 tercatat 5,58

Penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) Indikator Ketenagakerjaan Kabupaten Boyolali
dibagi menjadi 2 yaitu angkatan kerja dan Tahun 2020
bukan angkatan kerja. Angkatan kerja terbagi
atas bekerja dan pengangguran. Jenis Kelamin
Pengangguran timbul akibat dari
pertumbuhan penduduk yang tidak Kegiatan Utama Laki-laki Perempuan Jumlah
terkendali dan diiringi dengan tidak
tersedianya lapangan pekerjaan yang (1) (2) (3) (4)
mencukupi. Perbandingan antara angkatan
kerja dengan penduduk usia kerja (15 tahun Angkatan Kerja 321.455 258.777 580.232
ke atas) atau yang disebut TPAK pada tahun Bekerja 301.006 248.576 549.582
2020 naik menjadi 94,72 dibanding tahun Pengangguran Terbuka 10.201 30.650
sebelumnya. Nilai TPAK yang naik https://boyolalikab.bps.go.id 20.449
menggambarkan terdapat pergeseran jumlah
penduduk bukan angkatan kerja menjadi Bukan Angkatan Kerja 55.411 136.823 192.234
angkatan kerja. Sekolah 20.896 20.090 40.986
Mengurus Rumah Tangga 18.901 108.840 127.741
Kondisi ketenagakerjaan 2020 lebih Lainnya 15.614 23.507
baik dibandingkan tahun sebelumnya, 7.893
naiknya TPAK disertai turunnya TPT. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin turun porsi Jumlah 376.866 395.600 772.466
pengangguran dalam angkatan kerja. Nilai TPAK 93,64 96,06 94,72
TPT Kabupaten Boyolali tahun 2020 5,58
meningkat menjadi 5,58. Jika dilihat Tingkat Pengangguran 6,79 4,10
berdasarkan gender, nilai TPT laki-laki lebih
tinggi dibandingkan perempuan. Artinya Sumber/Source : Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus
angkatan kerja laki-laki lebih banyak yang
tidak terserap di dunia kerja dibandingkan Pendidikan Bukan Persentase AK
perempuan. Nilai TPT perempuan naik di Tertinggi yang Angkatan Jumlah thd Penduduk
tahun ini menjadi 4,10, hal ini berarti Ditamatkan
angkatan kerja laki-laki lebih sedikit yang Kerja Usia Kerja
bekerja dibandingkan tahun sebelumnya. (1) (2) (3) (4)

SD ke bawah 82.932 318.353 73,95

SMP sederajat 55.474 180.898 69,33
79,44
SMA sederajat 45.681 222.150 84,05
75,11
Perguruan Tinggi 8.147 51.065
Jumlah 192.234 772.466

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021 7

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional, nominal rata-rata upah/gaji bersih
buruh/karyawan Kabupaten Boyolali meningkat beberapa tahun terakhir

Upah/gaji minimum kabupaten Boyolali meningkat 8,52 persen dibandingkan tahun
sebelumnya 1,79 menjadi 1,94 juta rupiah

Rata-rata Upah Minimum Kabupatenhttps://boyolalikab.bps.go.id Ketenagakerjaan berkaitan erat
Boyolali dengan jumlah upah/gaji buruh/karyawan
yang diterima. Berdasarkan Survei Kebutuhan
Tahun 2014-2020 Hidup Layak (KHL), upah/gaji minimum buruh
karyawan meningkat dalam beberapa tahun
Sumber: Jawa Tengah Dalam Angka 2021 terakhir. Upah/gaji minimum buruh/
karyawan tahun 2020 meningkat 8,52 persen
dibandingkan tahun sebelumnya menjadi
1,94 juta rupiah. Meningkatnya nominal gaji
buruh dapat mendongkrak daya beli
masyarakat Boyolali.

Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang
Usaha Kabupaten Boyolali Tahun 2020 dilakukan oleh seseorang dengan maksud
memperoleh atau membantu memperoleh
Status Pekerjaan Utama Laki-Laki Perempuan Jumlah pendapatan atau keuntungan dan lamanya
bekerja paling sedikit 1 jam secara terus
(1) (2) (3) (4) menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk
44.202 40.336 84.538 pekerja keluarga tanpa upah yang membantu
Berusaha sendiri dalam suatu usaha/ kegiatan ekonomi).
79.366 46.798 126.164 Sedangkan untuk Status Pekerjaan Utama
Berusaha dibantu buruh penduduk Boyolali adalah sebagai
tidak tetap/buruh tdk 12.475 2.757 15.232 Buruh/karyawan/pegawai (169.430).
dibayar 93.682 75.748 169.430
Berusaha dibantu buruh 46.976
tetap/buruh dibayar 24.305 8.217 55.193
Buruh/Karyawan/Pega 301.006 74.720 99.025
wai 248.576 549.582
Pekerja bebas

Pekerja keluarga/tak
dibayar
Jumlah

Sumber: Sakernas Agustus

8 Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Jumlah guru tahun 2020 ditingkat SD, SLTP dan SLTA
sebesar 12.143 guru

JUMLAH

Indikator yang sering dipakai untuk Jenjang Sekolah Murid Guru Rasio
mengukur keberhasilan bidang pendidikan Pendidikan (M) (G) M/G
antara lain Angka Partisipasi Murni (APM) dan
APK (Angka Partisipasi Kasar). Semakin tinggi Dibawah 583 65.821 4.785 13,76
APK dan APM menunjukkan semakin tinggi Diknas 97 33.133 1.904 17,40
tingkat kesempatan bersekolah di suatu 1. SD 72 35.242 2.209 15,95
daerah. APK merupakan indikator pengukur 2. SLTP
proporsi anak sekolah pada suatu jenjang 3. SLTA
pendidikan tertentu pada kelompok umur https://boyolalikab.bps.go.id
yang sesuai dengan jenjang pendidikan Dibawah 208 30.199 1.992 15,16
tersebut. Sedangkan APM sebagai pengukur Kemenag 47 14.297 929 15,39
proporsi anak sekolah pada suatu jenjang 1. Ibtidaiyah 18 4.166 324 12,86
pendidikan tertentu sesuai dengan kelompok
umurnya. 2. Tsanawiyah

Jika dilihat dari Angka Partisipasi Murni 3. Aliyah
(APM), tingkat partisipasi tertinggi berada
pada tingkat sekolah dasar yang mencapai Angka Partisipasi Murni (APM)
98,58 persen, artinya di Kabupaten boyolali Kabupaten Boyolali
pada tahun 2020 terdapat 1,42 persen anak Tahun 2019-2020
usia sekolah dasar yang tidak bersekolah.
Untuk APM tingkat SMA hanya sebesar 56,36
persen, dengan kata lain masih terdapat
43,64 persen penduduk usia SMA yang tidak
bersekolah.

Sumber : Boyolali Dalam Angka Tahun 2021

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021 9

Angka melek huruf Kabupaten Boyolali tahun 2020 sebesar
92,09 persen

Rasio Murid Per Sekolah pada tingkat SD, Rasio murid per sekolah Kabupaten
SLTP dan SLTA Kabupaten Boyolali
Tahun 2019/2020 Boyolali tahun ajaran 2019/2020 di tingkat SD

Sumber : Boyolali Dalam Angka tahun 2021 menunjukkan penurunan dengan

Penduduk Kabupaten Boyolali Usia 15 meningkatnyanya jumlah rasio murid per
Tahun Ke Atas Dirinci Menurut
sekolah. Rasio murid per sekolah tingkat SD
Kemampuan Membaca Dan Menulis Tahun
2020 tahun 2019 sebesar 122,57 sedangkan tahun

2019 sebesar 121,39. Artinya sekolah di

tingkat SD menampung lebih banyak murid
https://boyolalikab.bps.go.id
dibandingkan tahun 2019. Rasio murid per

sekolah tingkat SMP dan SMA tahun 2020

meningkat dibandingkan dengan tahun 2019.

Artinya jumlah murid per sekolah di tingkat

SMP dan SMA juga menunjukkan penurunan.

Rasio guru per murid di tingkat SD dan

SMP menurun tahun 2020 Artinya jumlah

murid yang ditangani seorang guru ditingkat

SMA menurun dibanding tahun 2019. Rasio

murid per guru tahun 2020 ditingkat SLTA

meningkat dibandingkan tahun 2019. Artinya

jumlah murid yang ditangani seorang guru

ditingkat SMA meningkat dibanding tahun

2019.

Angka melek huruf menjadi indikator

keberhasilan pendidikan bagi suatu daerah.

Semakin kecil jumlah buta huruf maka

semakin baik kinerja pembangunan bidang

pendidikan dalam mengentaskan jumlah buta

huruf di daerah. Berdasarkan survei sosial

ekonomi nasional 2020, terdapat sekitar 7,91

persen penduduk usia 15 tahun ke atas tidak

dapat baca tulis.

Sumber : Statistik Pendidikan Provinsi Jateng 2020

10 Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Tenaga kesehatan tahun 2020 paling banyak yaitu Tenaga
Keperawatan

Kesehatan menjadi salah satu indikator Keluhan Kesehatan Berdasarkan Gender
pembangunan manusia seutuhnya. Keluhan Kabupaten Boyolali Tahun 2020
kesehatan masyarakat Boyolali berdasarkan
Survei Sosial Ekonomi Nasional 2020 32,29% 30,50%
menunjukkan perempuan lebih banyak sakit
dibandingkan laki-laki. Persentase https://boyolalikab.bps.go.idSumber: Profil Kesehatan Provinsi Jawa
perempuan yang mengeluh sakit yaitu Tengah 2021
sebesar 32,29 persen sedangkan laki-laki yang
mengeluh sakit sebesar 30,50 persen. Cara Jumlah Tenaga Kesehatan Kabupaten Boyolali
berobat jalan yang dilakukan masyarakat Tahun 2020
Boyolali paling banyak dengan berobat di
praktek tenaga kesehatan/ Dokter/Bidan Jabatan Tahun 2020
yaitu sebesar 52,10 persen. Dokter umum 159
Dokter Spesialis 172
Jumlah dokter tahun 2020 yaitu 368 Dokter Gigi 37
dokter maka nilai rasio dokter per satuan Tenaga Medis 465
penduduk sebesar 0,3462 untuk setiap 1.000 Tenaga Keperawatan
penduduk di tahun 2020. Rasio dokter per Tenaga Kebidanan 1.154
satuan penduduk digunakan untuk mengukur Tenaga Kefarmasian 650
ketersediaan akses penduduk terhadap Tenaga Kesehatan 195
tenaga dokter umum. Lainnya
572
Jumlah tenaga kesehatan tahun 2020
sebesar 3.036 orang. Rasio tenaga kesehatan
per penduduk tahun 2020 sebesar 2,86 naik
dibandingkan tahun 2019 sebesar 2,68 per
1000 penduduk. Hal ini disebabkan naiknya
jumlah tenaga kesehatan dibanding tahun
sebelumnya.

Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021 11

Dpkter Kandungan menempati urutan teratas dalam menolong
proses kelahiran

Persentase Balita berdasarkan penolong Jika merasa ada keluhan
kelahiran di Kabupaten Boyolali
kesehatan, sebagian besar penduduk

Boyolali (52,17 %) memilih berobat

jalan ke praktek dokter sebagai sarana

Penolong mendapatkan kesembuhan dari penyakit
Kelahiran
L + P yang dikeluhkannya. Sedangkan sekitar 16,35
% berobat jalan ke Klinik/Praktek Dokter

https://boyolalikab.bps.go.id Bersama; 6,90 % berobat ke RS Pemerintah;

9,45% berobat ke RS Swasta; 17,38 % ke

Dokter puskesmas/Pustu; 3,16% berobat ke
Kandungan 50,00 pengobatan tradisional dan sisanya berobat

ke Lainnya. Praktek dokter, RS Pemerintah, RS

Dokter Umum 1,65 Swasta dan Puskesmas adalah tempat

Bidan rujukan utama penduduk Boyolali.
45,87

Perawat Untuk kelahiran, masyarakat
1,31 Boyolali sudah mengandalkan tenaga Dokter

Dukun Kandungan, terlihat dari data yang
Beranak/paraji 1,17 menunjukkan bahwa 50,00 % kelahiran

ditolong oleh Dokter Kandungan. Hal ini

Lainnya 0,00 menunjukkan bahwa tingkat

pengetahuan penduduk Boyolali di bidang

Sumber: Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2021 kesehatan cukup tinggi dengan memahami
pentingnya keselamatan ibu dan bayi yang

dilahirkan. Sedangkan proses kelahiran yang

ditolong oleh bidan sebesar 45,87 %.

12 Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Presentase rumah hunian yang masih berlantaikan tanah
masih cukup besar

Perumahan merupakan kebutuhan Indikator Perumahan Kabupaten Boyolali
utama bagi setiap manusia di samping
sandang dan pangan. Rumah juga dijadikan Tahun 2020
indikator kemampuan ekonomi suatu rumah
tangga. Rumah yang memiliki kualitas Uraian 2020
bangunan yang baik, dengan fasilitas yang
lengkap, serta berada dalam lingkungan yang Jenis Atap Terluas 0,51
bersih dan sehat menandakan tingkat Beton
perekonomian rumah tangga pemilik rumah
sudah baik. Genteng 97,80

Jumlah rumah dengan lantai tanah Seng/Asbes 1,43
masih cukup banyak di Kabupaten Boyolali, Bambu/kayu/sirap 0,26
pada tahun 2020 mencapai 9,39 persen.
Rumah dengan lantai tanah tersebut banyak Jenis Dinding Terluas
terdapat di wilayah pedesaan. Rumah dengan
dinding bukan tembok masih cukup banyak, https://boyolalikab.bps.go.idTembok 80,41
pada tahun 2020 jumlahnya mencapai 19,59 Kayu 16,15
persen dari seluruh rumah tinggal.
Bambu/anyaman 2,15
Mayoritas masyarakat Boyolali Lainnya 1,29
memiliki tempat buang air besar sendiri.
Sedangkan masyarakat yang masih Jenis Lantai Terluas
menggunakan tempat buang air besar
bersama terdapat 12,10 persen. Namun Bukan Tanah 90,61
masih ada 3,54 persen rumah yang belum Tanah 9,39
dilengkapi fasilitas buang air besar sendiri.
Rumah tangga tersebut ada yang tempat Lainnya 0,00
buang airnya di sungai.
Sumber: Statistik Kesra Provinsi Jawa Tengah 2020

Persentase Fasilitas Tempat Buang Air Besar
Kabupaten Boyolali Tahun 2020

Sumber: Statistik Kesra Provinsi Jawa Tengah 2020

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021 13

Empat belas persen rumah tangga yang ada menggunakan
air kemasan sebagai sumber air minum sehari-hari

Persentase Rumah Tangga Indikator perumahan lainnya yaitu
keberadaan fasilitas buang air besar. Suatu
Menurut rumah dikatakan sehat jika memiliki tempat
Luas Lantai Rumah (m2) fasilitas pembuangan air besar di rumahnya.
Berdasarkan Susenas 2020; 84,31 persen
Luas (m2) % rumah di Kabupaten Boyolali memiliki
fasilitas tempat buang air besar sendiri dan
< 20 https://boyolalikab.bps.go.id0,67sisanya masih secara bersama (12,10 persen),
20 - 49 4,87 umum (0,05 persen) dan tidak memiliki
50 - 99 50,39 fasilitas tempat pembuangan air besar (3,54
100 - 149 23,14 persen) dan yang tidak menggunakan sebesar
150 + 20,93 0,00%. Dari tempat pembuangan air besar,
jenis kloset leher angsa paling banyak
Persentase Rumah Tangga menurut digunakan penduduk Boyolali. Cemplung atau
Sumber Air Minum yang Digunakan cubluk, jenis kloset kedua yang banyak
dipakai oleh kebanyakan masyarakat Boyolali.
Sumber Air Minum %
Mayoritas sumber air minum rumah
Air dalam kemasan 10,95 tangga Boyolali berasal dari sumur terlindung.
Ledeng 11,10 Terdapat 35,57 persen rumah tangga
Pompa 25,47 menggunakan sumber air minum dari sumur
Sumur 37,57 terlindung. Sedangkan yang menggunakan air
Mata Air 14,90 minum kemasan sebanyak 10,95 persen,
Air Hujan masyarakat pemakai air minum kemasan
0,00 umumnya di wilayah perkotaan. Dilihat dari
sumber air minum, rumah tangga di
Kabupaten Boyolali rentan pencemaran air
sangat sedikit (mereka yang memakai sumur
tak terlindung) yaitu 2,00 persen.

Lainnya 0,00

Sumber: Statistik Kesra Provinsi Jawa Tengah 2020

14 Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

IPM dihitung menggunakan metode baru

Indeks Pembangunan Manusia https://boyolalikab.bps.go.id Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
menggambarkan tentang pencapaian kinerja Kabupaten Boyolali Tahun 2015-2020
pembangunan manusia secara keseluruhan
melalui tiga dimensi dasar, yaitu umur Sumber: Kabupaten Boyolali Dalam Angka 2021
panjang dan sehat, pengetahuan, dan
kehidupan yang layak. Semua indikator yang
merepresentasikan ketiga dimensi
pembangunan manusia tersebut dirangkum
dalam satu nilai tunggal, yaitu angka Indeks
Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam enam tahun terakhir IPM
Kabupaten Boyolali terus meningkat mulai
tahun 2015 sampai tahun 2020 Berdasarkan
UNDP (United Nations Development
Programme) IPM Boyolali masuk dalam
kategori menengah atas.

IPM dibentuk 3 indeks yaitu indeks
kesehatan, indeks pengetahuan dan indeks
Pengeluaran. Perkembangan ketiga indeks
tersebut meningkat dalam 5 tahun terakhir.
Indeks kesehatan Kabupaten Boyolali paling
tinggi dibandingkan indeks lainnya.

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021 15

Nilai IPM Se Eks Karisidenan Surakarta Nilai IPM Kabupaten Boyolali selama
Tahun 2019 - 2020 lima tahun terakhir berada satu tingkat di atas
Wonogiri dan Sragen bila dibandingkan
IPM dengan kabupaten/kota lainnya di Eks
karesidenan Surakarta. Selama lima tahun
KABUPATEN / KOTA terakhir IPM urutan dari yang tertinggi yaitu
Kota Surakarta.
2019 2020

1. BOYOLALI 73.80https://boyolalikab.bps.go.id74.25Pengeluaran perkapita masyarakat
2. KLATEN 75.29 75.56
3. SUKOHARJO 76.84 76.98 dapat menjadi tolok ukur berhasilnya
4. WONOGIRI 69.98 70.25
5. KARANGANYAR 75.89 75.86 pembangunan manusia dalam
6. SRAGEN 73.43 73.95
7. SURAKARTA 81.86 82.21 kemampuannya memenuhi kebutuhan

Sumber : BPS Provinsi Jateng sehari-hari. Semakin tinggi daya beli

masyarakat menunjukkan peningkatan

Persentase Pengeluaran Perkapita Sebulan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan
Menurut Jenisnya Pengeluaran Makanan dan
hidupnya. Pengeluaran perkapita
Non Makanan Kabupaten Boyolali Tahun
2020 dikelompokkan dalam pengeluaran makanan

dan non makanan. Semakin berkurangnya

proporsi pengeluaran makanan bergeser ke

pengeluaran untuk non makanan

menandakan kesejahteraan penduduk yang

semakin meningkat. Persentase pengeluaran

makanan dan non makanan masyarakat

Kabupaten Boyolali tahun 2020 masing-

masing pengeluaran makanan (53,39 persen)

dan pengeluaran non makanan

(46,61persen). Pengeluaran perkapita

sebulan masyarakat Boyolali sudah di atas

rata-rata pengeluaran Jawa Tengah.

Sumber: Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk
Tahun 2020 Provinsi Jawa Tengah

16 Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Produksi Padi Kabupaten Boyolali tahun 2020, turun 16,5
persen dibandingkan tahun sebelumnya

.
NAIK

Pertanian merupakan sektor unggulan Statistik Tanaman Padi Kabupaten Boyolali
di Kabupaten Boyolali. Dalam lima tahun Tahun 2019 - 2020
terakhir, 50 persen penduduk Boyolali
bekerja di sektor pertanian. Produksi padi Ke te r angan Padi
sawah Kabupaten Boyolali tahun 2020 turun 2019 2020
dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan Luas Panen
produksi padi tahun 2019 sebesar 44.529,4 (Ha) 46.751 47.760
ton atau 16,5 persen. Hal tersebut seiring
dengan turunnyanya produktifitas padi tahun Pr oduk tifitas
2020 dibanding tahun sebelumnya. (Kw /Ha)
Produktifitas tahun 2020 sebesar 5,77 ton/Hahttps://boyolalikab.bps.go.id 57,74 47,2
sedangkan tahun ini turun menjadi 4,72
ton/Ha. Produksi (Ton) 269.955 225.426

Selain itu, Kabupaten Boyolali juga Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021
memiliki potensi tanaman hortikultura.
Tanaman hortikultura banyak terdapat di Produksi Sayuran Kabupaten Boyolali
daerah tinggi di wilayah Kabupaten Boyolali. Tahun 2020 (Ton)
Kecamatan Selo, Cepogo, Ampel, Musuk
menjadi pusat pertanian hortikultura di
Kabupaten Boyolali. Tahun 2020, tanaman
hortikultura yang banyak diusahakan di
Kabupaten Boyolali yaitu cabe rawit, bawang
merah dan kembang kol. Luas panen masing-
masing komoditi tersebut mencapai 1.220 Ha,
3.151 Ha dan 1.489 Ha. Kembang kol menjadi
komoditi tanaman hortikultura yang
mengalami peningkatan paling besar
dibandingkan tanaman horti lainnya.
Produksi Kembang kol meningkat 10,17
persen di tahun ini.

Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021 17

Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

Populasi hewan ternak besar dan Unggas tahun 2020 naik
dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah Ternak Besar Kabupaten Boyolali Subsektor peternakan Kabupaten
(ribu ekor) Tahun 2019-2020 Boyolali juga memiliki potensi yang baik.
Masyarakat desa memiliki hewan ternak
Komoditas 2019 2020 sebagai mata pencaharian sampingan. Jenis
hewan ternak besar yang banyak dipelihara
Sapi Potong 94,09 https://boyolalikab.bps.go.id94,14oleh masyarakat antara lain sapi, kambing
Sapi Perah 106,60 106,76 dan domba. Populasi sapi perah dan potong
Kerbau naik dalam 2 tahun terakhir, jumlah sapi
Kuda 0,75 0,77 tahun 2020 sebanyak 200.908 ekor naik
Kambing 0,33 0,34 signifikan sebesar 0,11 persen dibandingkan
Domba 101,42 101,53 tahun 2019. Hewan ternak lainnya yaitu
Babi 55,41 55,44 kambing pada tahun ini jumlahnya naik.
6,77 6,79 Kenaikan populasi ternak kambing dan
domba tahun ini mencapai 0,11 persen
Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021 dibandingkan tahun 2019.

Statistik Unggas Kabupaten Boyolali Perkembangan populasi unggas
Tahun 2019-2020 terutama ayam pedaging pada tahun 2020
naik sangat signifikan dibandingkan tahun
Komoditas 2019 2020 sebelumnya. Jika tahun sebelumnya
12.170.490 pada tahun ini naik mencapai
Ayam Petelur 2.339.360 2.500.441 13.078.738 atau naik sekitar 7,46 persen.
Ayam Pedaging 12.170.490 13.078.738 Demikian juga untuk Ayam Petelur, jika tahun
Ayam Buras sebelumnya 2.339.360 pada tahun ini
778.800 788.580 mencapai 2.500.441 atau naik sekitar 6,89
persen. Sedangkan komoditas ayam Buras
juga mengalami kenaikan dari 778.800
menjadi 788.580 atau naik sekitar 1,26
persen.

Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021

18 Statistik Daerah Kabupaten Boyolali 2021

PERTAMBANGANANDADNANENENEREGRIGI

Listrik Terjual Menurut Kelompok Pelanggan Pertambangan dan penggalian
Kabupaten Boyolali Tahun 2020 berkaitan erat dengan sumber daya alam
yang dimiliki suatu daerah. Komoditi bahan
Kelompok Pelanggan https://boyolalikab.bps.go.id2020galian yang ditambang di Kabupaten Boyolali
(1) (2) hingga saat ini yaitu pasir kali, batu dan sirtu.
Itupun dilakukan dalam skala kecil. Dalam
Rumah Tangga/ 174 208 521 PDRB, kategori pertambangan dan
Industri 355 351 038 penggalian memberikan andil sebesar 4,26
Usaha/ persen.
Sosial 57 198 366
Kantor Pemerintah 12 690 852 Listrik merupakan sumber energi yang
Penerangan Jalan/ vital dalam aktivitas ekonomi, sosial maupun
Kabupaten Boyolali 3 121 740 rumahtangga. Berdasarkan survey social
10 334 497 ekonomi nasional, 100 persen warga Boyolali
612 905 014 sudah menggunakan listrik untuk penerangan
rumahnya.
Sumber : Boyolali Dalam Angka 2021
Pada tahun 2020, PT. PLN Cabang
Boyolali berhasil menjual listrik sebanyak
612,9 juta Kwh. Penjualan terbanyak pada
kelompok pelanggan industri sebanyak 355,3
juta Kwh atau sekitar 57,98 persen.

Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021 19

PERTAMBANGAN DAN ENERGI

Jumlah pelanggan PDAM bisa terus bertambah dengan perluasan pelayanan air
leding di Kecamatan yang belum tersentuh PDAM.

Pemenuhan kebutuhan air bersih Perkembangan Pelanggan PDAM dan
menjadi masalah urgen pada saat ini. Pemakaian Air Tahun 2018-2020
Peningkatan permintaan pelayanan air bersih
yang makin tinggi menjadi tantangan 10.000.000
tersendiri bagi PDAM Kabupaten Boyolali
karena masih cukup banyak rumah tangga 8.000.000
yang belum mendapatkan pelayanan air
bersih. Jumlah pelanggan PDAM tahun 2020 https://boyolalikab.bps.go.id6.000.0008.266.459 8.877.061 9.044.991
sebanyak 51.200 pelanggan. Cakupan 4.000.000
pelayanan air bersih dari PDAM belum
merata di semua wilayah Kabupaten Boyolali. 2.000.000 47.979 49.696 51.200
Sekitar 26% dari jumlah pelanggan PDAM 0 2018 2019 2020
berada di Kecamatan Boyolali. Hingga tahun
2020 masih ada 1 kecamatan yang belum Jumlah Pelanggan Disalurkan (M3)
terdapat pelanggan PDAM yaitu Kecamatan
Selo. Produksi Air PDAM Boyolali 2018-2020

Pada tahun 2020 air minum yang URAIAN 2018 2019 2020
disalurkan oleh PDAM Kabupaten Boyolali
sebanyak 9.044.991 m3. Dari keseluruhan air Jumlah 47.979 49.696 51.200
minum yang disalurkan per Desember 2020 Pelanggan
9.044.991 m3 air minum didistribusikan oleh 8.266.459 8.877.061 9.044.991
PDAM kepelanggan. Angka tersebut Disalurkan
mengalami kenaikan di banding tahun 2019, (M3) 39.922.358,7 43.358.121,8 43.241.278,4
tercatat terdistribusi ke pelanggan air minum
sebesar 8.877.061 m3 Tahun 2019, dan Nilai (000
kenaikan tersebut sebesar 1,89 persen Rupiah)
dibandingkan dengan tahun lalu.
Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021
.

20 Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021

INDUSTRI

Industri Besar/Sedang Di Boyolali Selain memiliki jumlah penduduk yang
2019 - 2020 besar dan wilayah yang luas, Kabupaten
Boyolali juga mempunyai potensi sektor
https://boyolalikab.bps.go.idindustri. Upah Minimum Kabupaten (UMK)
Kabupaten Boyolali dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan. Jumlah industri
besar dan sedang di Boyolali sebanyak 119
industri. Untuk jumlah Industri Besar
sebanyak 29 Industri yang tersebar di 10
kecamatan sedangkan untuk Industri Sedang
berjumlah 90 Industri yang tersebar di 15
kecamatan . Tumbuhnya industri di
Kabupaten Boyolali antara lain berkaitan
dengan kebijakan dalam penguatan ekonomi
melalui program Boyolali Pro Investasi.

Sektor/Komoditas Nilai Nilai ekspor pada tahun 2020 mencapai
(US $) 272,6 juta dolas AS dimana paling banyak
(1) adalah ekspor tekstil sebanyak 239,4 juta
Benang Tenun (2) dolar AS.
Pakaian Jadi 944.476,80
Kerajinan 26.144.632,55 Jumlah industri besar dengan investasi
Tembaga/Kuningan di atas 10 milyar rupiah ada 29 usaha.
Barang Cetakan - Sedangkan jumlah industri sedang dengan
Tekstil investasi antara 200 juta hingga 10 milyar
Porselen 1.577.507,26 rupiah sebanyak 90 usaha.
239.360.677,19

14.598,01

Sumber : Boyolali Dalam Angka 2021

.

Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021 21

KONSTRUKSI 12

Banyaknya Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi Kabupaten BoyolaliTahun 2020

Sebanyak 262

Sektor konstruksi biasanya dijadikan Banyaknya Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi
sebagai tolak ukur perkembangan dan Kualifikasi Kabupaten Boyolali
pembangunan infrastruktur suatu daerah. Tahun 2020
Peningkatan sektor konstruksi antara lain
dapat dilihat dari jumlah pengusaha Kualifikasi 2020
konstruksi dan jumlah pekerjaan konstruksi.
Semakin berkembangnya sektor konstruksi Kecil 167
membuka lapangan kerja yang signifikan bagi
penduduk di daerah tersebut dan perbaikan
infrastruktur bagi masyarakat.
https://boyolalikab.bps.go.idMenengah 20

Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Besar -

merupakan indeks harga yang

menggambarkan tingkat kemahalan

konstruksi suatu kabupaten/kota Non Kualifikasi 74

dibandingkan dengan kota acuan Kota

Surabaya. IKK digunakan sebagai proxy untuk

mengukur tingkat kesulitan geografis suatu Sumber : Direktori Perusahaan Konstruksi 2020

daerah, semakin sulit letak geografis suatu Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK)
Kabupaten Boyolali Tahun 2020
daerah maka semakin tinggi pula tingkat

harga di daerah tersebut.

Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Tahun Boyolali
kabupaten Boyolali tahun 2020 sebesar 90.82 2016 97.14
bisa dikatakan bahwa untuk tingkat kesulitan 2017 93.43
geografis di wilayah Kabupaten Boyolali tidak 2018 95.04
begitu sulit. Dan untuk tingkat harga masih 2019 93.69
tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan kota 2020 90.82
acuan Surabaya.

22 Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021

HOTEL DAN PARIWISATA

Boyolali potensia lakan pariwisata ziarah, alam, dan wisata air

Pengunjung Obyek Wisata (orang) Boyolali adalah salah satu DTW (Daerah
Tujuan Wisata) di Jawa Tengah terletak di
Tahun lereng gunung Merapi dan Merbabu serta
jalur SSB (Solo Selo Borobudur) sehingga
Obyek Wisata memiliki pemandangan alam yang indah,
mempesona dan eksotis, yang terletak di
2019 2020 kecamatan Selo dengan ketinggian antara
1600-1800 meter di atas pemukaan laut (DPL)
1.Umbul Pengging 100 395 81 965 dengan suhu udara berkisar 17-20 º C, puncak
Gunung Merapi dan Merbabu bisa didaki dari
2.Umbul Tlatar 174 045 77 863 https://boyolalikab.bps.go.idSelo dengan waktu tempuh ± 4 jam kepuncak
Merapi dan ± 6 jam kepuncak Merbabu.
3.Wisata Telawa 87 716 45 247 Wisata alam / wisata gunung ini, masih bisa
dikembangkan dan ada wisata air Waduk
4.Makam Yosodiporo 39 478 27 719 Kedung Ombo (WKO). Dan memiliki motto
"BOYOLALI TERSENYUM" (Tertib, Elok, Rapi,
5.Waduk Cengklik 13 596 5 551 Sehat, Nyaman untuk Masyarakat).

6.Arga Merapi/Merbabu 47 574 - Jumlah hotel di Kabupaten Boyolali
tahun 2020 ada 23 hotel dengan hotel yang
Sumber : Boyolali Dalam Angka 2020 terbanyak berada di kecamatan Boyolali dan
*) Data belumtersedia Ngemplak masing-masing ada 9 dan 5 hotel.
Kemudian untuk losmen kosong dan
Jumlah Hotel MenurutKelas 2020 homestay yang terbanyak berada di
Kecamatan Selo yaitu sebanyak 78 homestay
Akomodasi Hotel JUMLAH yang disediakan untuk menampung
pengunjung-pengunjung dari luar wilayah.
Hotel 23 Seperti kita tahu bahwa di Kecamatan Selo
yang berbatasan dengan wilayah Magelang
Losmen 0 mempunyai tempat wisata yang cukup
menarik wisatawan seperti New Selo, Gardu
Homestay 104 pandang Gancik serta tempat untuk awal
pendakian.
JUMLAH 127

Sumber : Boyolali Dalam Angka 2020
*) Data belumtersedia

Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021 23

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tiga tahun terakhir, pemerintah Boyolali terus melakukan perbaikan jalan
.

Upaya penyediaan fasilitas jalan yang Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan
baik bagi warga terus dilakukan pemerintah. Jalan Kabupaten Boyolali Tahun 2020
Pada tahun 2020, tercatat 70,54 persen jalan
yang dikelola pemerintah sudah memiliki Jenis Permukaan 2020
permukaan aspal dan hanya 0,34 persen yang Jalan
memiliki permukaan tanah.
Aspal 538,08

Kerikil 37,21

Jalan menjadi pendorong https://boyolalikab.bps.go.idTanah 2,58
perekonomian suatu wilayah. Sepanjang
578,33 km atau 75,81 persen jalan di Lainnya 184,95
Kabupaten Boyolali dalam kondisi baik. Jalan
dengan kondisi sedang 67,59 km. Sedangkan Jumlah 762,82
jalan rusak dan rusak berat di Kabupaten
Boyolali sebesar 15,32 persen atau 116,90 Panjang Jalan Kelas Kabupaten di Boyolali
km. Tahun 2020 Menurut Kondisi Jalan

Seiring dengan pertumbuhan jumlah PaSnejdananggJalan 71.390 532.032505

penduduk, penambahan jumlah KondRiussi aJaklan 48.840 47.37

kendaraanpun juga terjadi. Jika pada 2016

tercatat jumlah kendaraan di Kabupaten BRauiksakBerat 87.260 58748.1,3435

Boyolali sebanyak 350.333 unit, pada tahun

2020 jumlahnya naik25,17 persen menjadi Sedang 67,59

438.517 unit. Rusak 551,83 57571,,1813

Rusak Berat 39,79

Jumlah 762,86

SumKobenrd: iBsoi yolali Dalam Angka 2021

Baik 344.340 366.96

Sedang 71.390 53.355
24 Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021
Rusak 48.840 47.37

INFLASI

Secara umum, rata-rata harga beberapa komoditi penting mengalami kenaikan

Kelompok / Tahun kalender / Angka Inflasi merupakan salah satu
komoditi YoY (%) pengembangan dari penghitungan Indeks
Harga Konsumen (IHK) yang merupakan
2017 2018 2019 salah satu tolok ukur bagi perkembangan
perekonomian. Inflasi yang tinggi menjadi
UMUM / 3,08 2,19 2,75 sesuatu yang dihindari pemerintah,
masyarakat dan dunia usaha karena akan
INFLASI menggerus pendapatan dan daya beli
masyarakat. Oleh karena itu untuk perlu
1,09 2,32 5,69 menjaga tingkat inflasi pada suatu tingkat
tertentu yang diharapkan dapat mendorong
Bahan Makanan https://boyolalikab.bps.go.idperkembangan / pertumbuhan ekonomi
secara optimal.
Makanan jadi, 2,48 3,06 4,82
minuman, Secara umum inflasi tahun
rokok & kalender 2020 di Kabupaten Boyolali sebesar
tembakau 2,75 %, jika dibandingkan dengan tahun 2018
yang sebesar 2,19 % berarti ada kenaikan
3,67 1,24 1,59 sebesar 0,56 %. Inflasi tertinggi terjadi pada
Perumahan, Air, kelompok Bahan Makanan sebesar 5,69 %
Listrik, Gas dan inflasi ternedah terjadi pada kelompok
Pendidikan, rekreasi dan Olahraga
3,70 2,31 2,83 sedangkan deflasi terjadi pada Transportasi
dan Komunikasi sebesar -0,12 %
Sandang
Inflasi yang terjadi di kota Surakarta
3,29 2,05 0,96 lebih rendah dari inflasi yang terjadi di
Boyolali yaitu sebesar 1,38 %.
Kesehatan

Pendidikan, 2,58 0,42 0,59
Rekreasi dan 5,76 3,53 -0,12
Olah Raga

Transportasi &
Ko munikasi

Sumber: IHK Boyolali 2020

25 Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021

PERDAGANGAN

Nilai Ekspor Boyolali naik 8,27 Persen

Perekonomian suatu wilayah Jumlah Sarana Perdagangan Menurut
tergerakkan dengan adanya kegiatan Jenisnya Kabupaten Boyolali
perdagangan. Sektor perdagangan menjadi Tahun 2020
sektor kedua yang menopang perekonomian
Kabupaten Boyolali. Peningkatan volume Jenis Sarana 2020
perdagangan bisa menjadi indikasi Perdagangan
peningkatan daya beli masyarakat.
Perkembangan perdagangan di Kabupaten https://boyolalikab.bps.go.id Kelompok Pertokoan 163
Boyolali tahun 2020 relatif meningkat 44
dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah Pasar Permanen *)
Kelompok Pertokoan dan Warung/Kedai /Semi/Tanpa
Makanan tahun 2020 naik jika dibandingkan Bangunan
tahun sebelumnya. Warung/Kedai
Makanan
Perdagangan Kabupaten Boyolali tidak
hanya berskala domestik. Beberapa produk Sumber: Boyolali Dalam Angka 2021
Boyolali sudah menembus pasar *) Data tidak tersedia
mancanegara. Volume ekspor Kabupaten
Boyolali terus meningkat, hal ini Jumlah Nilai Ekspor
menunjukkan semakin banyak dan luas Kabupaten Boyolali Tahun 2020
permintaan produ kkerajinan, utamanya
berbahan kayujati. Nilai ekspor Kabupaten (Ribu Dollar AS)
Boyolali pada tahun 2020 mencapai 272,56
juta dollar AS naik 8,27 persen dari tahun KOMODITRAS Volume Value (000)
sebelumnya. Kenaikan nilai ekspor juga EKSPOR
dibarengi kenaikan volume ekspor di tahun
2020 khususnya di Sektor Industri. Sektor Industri 7.317.055,79 268.041,89
4.518,36
Sektor 39.773,69
Kehutanan

Jumlah 7.356.830,48 272.560,25

Sumber : Boyolali Dalam Angka 2021

Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021 26

PENDAPATAN REGIONAL

PDRB ADHK tahun 2020 tercatat 22.399,52 milyar rupiah turun 1,24 persen
dibandingkan tahun 2019

PDRB ADHB dan ADHK Kabupaten Boyolali Kondisi perekonomian suatu wilayah
Tahu6n 2016-2020 (Juta Rupiah)Tahun Dasar 2010 dapat tergambar melalui beberapa indikator
makro, diantaranya nilai tambah yang
dihasilkan oleh setiap sektor produksi yang
dikenal dengan Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB). Data PDRB dapat
menggambarkan kemampuan suatu daerah
mengelola sumber daya alam yang
dimilikinya. Oleh karena itu besaran PDRB
yang dihasilkan oleh masing-masing daerah
sangat bergantung pada potensi sumber
daya alam dan faktor produksinya.
https://boyolalikab.bps.go.id
Sumber : Produk Domestik Regional Bruto Kab. Boyolali PDRB tahun 2020, mengalami
2016-2020 penyesuian tahun dasar yang semula tahun
2000 menjadi tahun dasar 2010. Hal ini
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Boyolali dilakukan agar lebih valid dan terupdate
Tahun 2016-2020 (%) terhadap perkembangan perekonomian
global dewasa ini. Data harga 2010
Sumber : Produk Domestik Regional Bruto Kab. Boyolali digunakan untuk mengkonversi nilai PDRB
2016-2020 tahun dasar tahun 2000. Bersamaan dengan
perubahan tahun dasar, perhitungan PDRB
juga mengadopsi rekomendasi PBB yang
tertuang dalam System of National Accounts
(SNA) tahun 2008. Implikasinya cakupan dan
pengklasifikasian lapangan usaha juga
berubah dengan 2008. Lapangan usaha tidak
terbagi dalam 9 sektor melainkan 17 kategori
lapangan usaha.

27 Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021

PENDAPATAN REGIONAL

Dengan SNA 2008 industri pengolahan menempati urutan pertama menggeser
sektor pertanian

Dengan SNA 2008 industri pengolahan https://boyolalikab.bps.go.idSumber : Produk Domestik Regional Bruto Kab.Boyolali
menempati urutan pertama menggeser 2016-2020
sektor pertanian. Perubahan pengkategorian
sektor jasa yang terpecah menjadi 4 kategori Distribusi Persentase PDRB Menurut
yaitu administrasi pemerintah, jasa Lapangan Usaha Kabupaten Boyolali
pendidikan, jasa kesehatan dan jasa lainnya
menjadikan sektor jasa bukan sebagai sektor Tahun 2020
dominan.
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
Distribusi persentase PDRB ADHB tahun
2020, menunjukkan peran 17 kategori yang ada Pertambangan dan Penggalian
di perekonomian Boyolali. Kategori industri
pengolahan menjadi kategori unggulan yang Industri Pengolahan
menopang perekonomian Kabupaten Boyolali.
Kategori ini menjadi kontributor terbesar, Pengadaan Listrik dan Gas
dimana 30,14 persen PDRB diproduksi oleh
kategori ini. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

Kategori pertanian menjadi Konstruksi
kontributor terbesar kedua di Kabupaten
Boyolali. Kategori ini meliputi pertanian, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
kehutanan dan perikanan. Sumbangan Motor
kategori ini mencapai 22,49 persen. Diikuti Transportasi dan Pergudangan
kategori perdagangan (besar/eceran dan
reparasi mobil/motor) sebagai penyumbang Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
terbesar ketiga dengan nilai sumbangan
sebesar 12,42 persen. Informasi dan Komunikasi

Jasa Keuangan dan Asuransi

Real Estate

Jasa Perusahaan

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib
Jasa Pendidikan

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

Jasa lainnya

Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021 28

PERBANDINGAN REGIONAL

PDRB ADHB Karesidenan Surakarta Perbandingan beberapa indikator
Tahun 2020**(dalam miliar rupiah)
sosial ekonomi dengan daerah sekitar

KABUPATEN ADHB ADHK bermanfaat sebagai pengukuran

keberhasilan pembangunan yang sudah

BOYOLALI 32.671,75 22.399,52 diraih oleh Kabupaten Boyolali dibandingkan

dengan daerah sekitar. Indikator yang

KLATEN 39.950,48 27.482,91 digunakan adalah indikator dengan

SUKOHARJO 36.911,52 26.616,94 metodologi yang sama sehingga bisa

menunjukkan keterbandingan antar daerah.
https://boyolalikab.bps.go.id
WONOGIRI 29.153,75 20.561,60

KARANGANYAR 37.074,42 26.142,87 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB)
Kabupaten Boyolali pada tahun 2020
SRAGEN 37.850,99 26.367,26 menempati peringkat ke 6 di Karesidenan
Surakarta. Nilai PDRB ADHB Kabupaten
SURAKARTA 47.644,56 34.827,19 Boyolali sebesar 32.671,75 miliar rupiah
sedangkan PDRB ADHK tahun dasar 2010
IPM Karesidenan SurakartaTahun 2020 sebesar 22.399,52 miliar rupiah.

KABUPATEN 2019 2020 Dengan menggunakan metode baru,
IPM tertinggi wilayah Solo Raya ada di Kota
Boyolali 73,80 74,25 Surakarta mencapai 82,21 sedangkan
Klaten 75,29 75,56 terendah Kabupaten Wonogiri yaitu sebesar
Sukoharjo 76,84 76,98 70,25. Kabupaten Klatenn berada sedikit di
Wonogiri 69,98 70,25 atas Boyolali yaitu 75,56. Kabupaten Boyolali
Karanganyar 75,89 75,86 menempati urutan 11 dari 35 kabupaten /
Sragen 73,43 73,93 kota se-Provinsi Jawa Tengah.
Surakarta 81,86 82,21

Sumber: Boyolali Dalam Angka Tahun 2020

29 Statistik Daerah KabupatenBoyolali 2021

https://boyolalikab.bps.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK
KABUPATEN BOYOLALI

Jl. Raya Boyolali – Solo Km. 2,5
Telp / Fax (0276) 321061 – 323772
Email : [email protected]


Click to View FlipBook Version