CERITA RAKYAT
NUSANTARA
Oleh:
Ni Putu Ayu Tamara
Sari_27_X BDP1
Dongeng Cerita Bawang
Putih Bawang Merah dari
Sumatera Barat
Di sebuah desa, hiduplah seorang janda
dengan dua putrinya yang cantik, Bawang Merah
dan Bawang Putih. Ayah kandung Bawang Putih yang
juga suami dari ibu Bawang Merah telah meninggal
lama, jadi Bawang Putih adalah saudara tiri dari
Bawang Merah.
Bawang Merah dan Bawang Putih memiliki
karakter dan kepribadian yang berbeda. Bawang
Putih rajin, baik hati, jujur d an rendah hati.
Sementara itu, Bawang Merah malas, glamor,
bangga dan iri. Kepribadian Bawang Merah yang
buruk diperburuk karena ibunya memanjakannya.
Ibunya selalu memberinya semua yang dia inginkan.
Sedangkan Bawang Putih yang melakukan semua
pekerjaan di rumah. Mencuci, memasak,
membersihkan rumah, dan semua pekerjaan
dilakukan sendiri. Sementara itu, Bawang Merah dan
ibunya hanya menghabiskan waktu untuk diri
mereka sendiri, karena ketika mereka membutuhkan
sesuatu, mereka bisa meminta Bawang Putih.
Bawang Putih tidak pernah mengeluh nasib buruk
yang harus dia hadapi. Dia selalu melayani ibu tiri dan saudara
perempuannya dengan gembira. Suatu hari, Bawang Putih
sedang mencuci baju ibu dan saudara perempuannya di sungai.
Bawang Putih tidak menyadarinya ketika sepotong kain milik
ibunya hanyut oleh sungai. Betapa sedihnya dia, berpikir bahwa
jika kain itu tidak dapat ditemukan, dia akan disalahkan, dan
bukan tidak mungkin dia akan dihukum dan diusir dari rumah.
Karena takut kain ibunya tidak bisa ditemukan,
Bawang Putih terus mencari dan berjalan di sepanjang sungai.
Setiap kali dia melihat seseorang di tepi sungai, dia selalu
bertanya tentang pakaian ibunya yang hanyut oleh sungai,
tetapi semua orang tidak tahu di mana kain itu. Akhirnya
Bawang Putih datang ke suatu tempat di mana sungai mengalir
ke sebuah gua. Anehnya, ada seorang wanita yang sangat tua di
dalam gua. Bawang Putih bertanya pada wanita tua itu jika dia
tahu keberadaan kain milik ibunya.
Wanita itu tahu di mana kain itu, tetapi dia memberi
syarat sebelum menyerahkannya ke Bawang Putih. Syaratnya
adalah dia harus bekerja membantu wanita tua itu. Bawang
Putih terbiasa bekerja keras sehingga pekerjaannya
menyenangkan wanita tua itu. Saat itu sore hari dan Bawang
Putih sedang mengucapkan selamat tinggal kepada wanita tua
itu. Wanita itu menyerahkan kain itu padanya. Karena
kebaikannya, wanita tua itu menawarkannya hadiah labu . Ada
dua di antaranya, yang satu lebih besar dari yang lain. Bawang
Putih diminta untuk memilih hadiah yang diinginkannya. Karena
Bawang Putih tidak serakah, maka dia memilih yang lebih kecil.
Ada dua di antaranya, yang satu lebih besar dari yang
lain. Bawang Putih diminta untuk memilih hadiah
yang diinginkannya. Karena Bawang Putih tidak
serakah, maka dia memilih yang lebih kecil.
Karena kebaikannya, wanita tua itu menawarkannya
hadiah labu . Ada dua di antaranya, yang satu lebih
besar dari yang lain. Bawang Putih diminta untuk
memilih hadiah yang diinginkannya. Karena Bawang
Putih tidak serakah, maka dia memilih yang lebih
kecil.
Setelah itu Bawang Merah kembali ke
rumah. Ibu tirinya dan Bawang Merah sangat marah
karena Bawang Putih terlambat. Dia pun
menceritkan apa yang terjadi. Ibu tirinya masih
marah karena Bawang Putih terlambat dan hanya
membawa satu labu kecil, jadi ibunya membanting
labu itu ke tanah.
Prakk” dan labunya pecah, tapi aneh ternyata
di labu ada perhiasan emas yang indah dan
berkilauan. Ibu tirinya dan Bawang Merah sangat
terkejut. Mereka akan menjadi sangat kya dengan
perhiasan yang begitu banyak. Tapi mereka serakah,
mereka malah berteriak pada Bawang Putih dan
membentak kenapa Bawang Putih tidak mengambil
labu yang besar. Dalam pikiran Bawang Merah dan
Ibunya, jika labu yang lebih besar diambil, mereka
pasti mendapatkan lebih banyak perhiasan.
Untuk memenuhi keserakahan mereka,
Bawang Merah mengikuti langkah-
langkah yang diceritakan oleh Bawang
Putih. Dia rela menghanyutkan kain
ibunya, berjalan di sepanjang sungai,
bertanya pada orang-orang dan
akhirnya datang ke gua tempat wanita
tua itu tinggal. Namun, tidak seperti
Bawang Putih, Bawang Merah
menolak perintah wanita tua itu untuk
bekerja dan ia bahkan dengan arogan
memerintahkan wanita tua itu untuk
memberinya labu yang lebih besar.
Wanita tua itu memenuhi permintaan
Bawang Merah memberikan labu yang
Besar untuk Bawang Merah.
Bawang Merah dengan senang
hati membawa labu yang diberikan
wanita tua itu, sambil
membayangkan berapa banyak
perhiasan yang akan ia dapatkan.
Sekembalinya ke rumah, sang Ibu
menyambut putri kesayangannya.
Tidak lama setelah itu, labunya
dihancurkan ke tanah, tetapi alih-
alih perhiasan, berbagai ular berbisa
yang menakutkan keluar dari dalam
labu. Bawang Merah dan Ibunya
akhirnya menyadari apa yang telah
mereka lakukan selama ini adalah
salah dan meminta Bawang Putih
untuk memaafkan mereka.
SEKIAN
TERIMAKASIH