CERITA INSPIRASI
SMP SANTO CAROLUS
i
Cerita Inspirasi SMP Santo Carolus
Tim perancang sampul :
1. Aletta Laudy 8C/01
2. Andrea Alexandra 8C/02
3. Felicitas Verene Tan 8C/12
4. Jennifer Angelina Tjitradi 8C/17
5. Jessica Celine Wuli 8C/18
6. Margarita Hartanti 8C/25
7. Rafael Jonathan Kurniawan 8C/29
Tim Redaksi :
1. Jennifer Angelina Tjitradi 8C/17
2. Jessica Celine Wuli 8C/18
3. Damianus Kusviantono,M.Pd
Editor:
Damianus Kusviantono, M.Pd
Diterbitkan oleh :
ii
DAFTAR ISI
1.Hal Judul (i)
2. Daftar Isi (iii)
3.Pengantar (vi)
Damianus Kusviantono
4. Komentar setelah membaca buku Cerita
Isnpirasi SMP Santo Carolus (xv)
5. Ad Maiorem Dei Gloriam (1)
Rafaelia Callista Hindra 9B/31
6. SMP Santo Carolus menyiapkan diriku
menjadi pemimpin (7)
Maydwinar Grachessian
7. Serunya kompetisi E-Sport MLBB (13)
Reagen 9C/13
8. Misa jumat pertama yang selalu
kurindukan (18)
Nickolas Christian Budi 9B/28
9. Hidup doa dalam keluargaku
berbuah manis dalam pelayanan (23)
Zertio Constantine
iii
10. Meneruskan semangat perjuangan
RA Kartini (26)
Elleonora Veronica Wirontono 9B/10
11. Beristirahatlah dalam damai Papaku (33)
Erlangga 9C/26
12. Yesus menyelamatkanku dari gempa (37)
Jessica 9C/17
13. SMP Santo Carolus tetap memfasilitasi
siswa-siswi saat Pandemi Covid-19 (43)
Keshia 9C/19
14. Bunda Elisbaeth Gruyters (50)
Damianus Kusviantono
15. Ibu bangga karena kemampuanku
menggambar (51)
Celine 9C/03
16. Merayakan ulang tahun adik di Panti
asuhan (58)
Aring 8C/24
17. Saya mau menjadi garam dan terang bagi
sesama dengan babtisanku (62)
Chika 8C/18
iv
18. Berawal dari coba-coba akhirnya suka
(66)
Caca 8B/33
19. Meraih Impian (70)
Berli 8B/28
20. Perjuangan menjadi atlet bulutangkis (76)
Patrcia 9C/27
21. Indahnya berbagi di panti asuhan (83)
Calvin 8B/04
22. Usaha tidak akan mengkhianati hasil (88)
Nita 8A/03
23. Bunda Elisabeth Gruyters (96)
Damianus Kusviantono
24. Pengalaman kalah dalam
lomba Twibbon (97)
Genevieve
25. Ibu inspirasi hidup yang penuh kasih (101)
Leo 7B/25
26. Trust the process (107)
Jenni 8C/17
v
PENGANTAR
SMP Santo Carolus Surabaya adalah
Sekolah di bawah naungan Yayasan Tarakanita
dan merupakan mitra kerasulan dari Suster-suster
Cinta Kasih Carolus Borromeus yang memiliki
komitmen : 1) Pendidikan membantu terbentuknya
manusia yang memiliki pribadi yang utuh dan
berbelarasa, 2) Mengupayakan perkembangan dan
kemajuan generasi muda melalui karya
Pendidikan.
Adapun upaya untuk mewujudkan
komitmen tercrmin dalam Visi dan Misi Yayasan
Tarakanita . Visi dan Misi Yayasan Tarakanita
sebagai berikut :
Visi Yayasan Tarakanita adalah Yayasan
Tarakanita, sebagai Yayasan Pendidikan Katolik
yang dijiwai oleh semangat Konggregasi Suster-
Suster Cinta kasih St. Carolus Borromeus, bercita-
cita menjadi penyelenggara karya pelayanan
vi
pendidikan menekankan terbentuknya pribadi
manusia yang cerdas, utuh, dan berbelarasa.
Misi Yayasan Tarakanita :
1. Ambil bagian dalam misi pendidikan
Gereja Katolik.
2. Mengupayakan agar di sekolah-sekolah,
keunggulan akademik sungguh dikejar,
dan kualitas pembelajaran serta pelatihan
peserta didik senantiasa ditingkatkan,
sehingga peserta didik terbentuk menjadi
pribadi yang cerdas, mandiri, kreatif dan
terampil.
3. Berperan serta mengembangkan
penegakan hak asasi manusia dan
memperjuangkan keadilan termasuk
keadilan gender.
4. Melakukan koordinasi dan menciptakan
iklim yang kondusif di sekolah-sekolah
yang dikelolanya guna terselenggaranya
vii
proses pembelajaran sehingga terbentuk
manusia dengan kepribadian yang utuh
(memiliki integritas diri).
5. Mengupayakan agar di sekolah-sekolah
diselenggarakan pendidikan tentang
religiositas dan pendidikan nilai (sikap
jujur, adil dan berwawasan kebangsaan).
6. Mengupayakan agar sekolah-sekolah
mengembangkan semangat persaudaraan
sejati dalam masyarakat yang majemuk.
7. Ikut serta dalam perjuangan menegakkan
keadilan, menciptakan perdamaian dunia,
dan menjaga keutuhan ciptaan.
8. Menciptakan iklim religius dan
mengembangkan semangat kasih yang
berbela rasa dalam seluruh proses
pembelajaran.
9. Memperhatikan, mengembangkan dan
memberdayakan para pendidik dan tenaga
kependidikan agar karya pendidikan dapat
terus berlangsung dan berkembang.
viii
Dalam proses pembelajaran
pembentukkan karakter peserta didik dilakukan
melalui strategi yaitu 1)
pembelajaran karakter yang terintegrasi
2) kegiatan pembiasaan dan 3) kegiatan
ekstrakurikuler sehingga peserta didik tarakanita
memiliki karekater, cerdas dan berintegritas.
Buku ini dipersembahkan dan
didedikasikan bagi para Suster-Suster Cinta Kasih
Carolus Borromeus, para pembaca: Pendidik,
orang tua, guru yang setia dan selalu memberikan
kesempatan pada anak-anak (peserta didik) untuk
mengalami kasih Allah dan menyalurkan
kasihNya sebagai citra Allah yang unik. siswa –
siswi serta pemerhati Pendidikan.
Buku yang berjudul : Cerita Inspirasi SMP
Santo Carolus“ membantu pembaca dengan
mudah mengenal gerak hidup dan nilai-nilai yang
dihidupi Siswa-siswi SMP Santo Carolus di
Surabaya. Buku ini lahir dari dan melalui proses
kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan
ix
Agama Katolik dan Budi Pekerti. Saya selaku
Guru Agama Katolik dan Budi Pekerti
memberikan ruang kreativitas dan menyalurkan
talenta peserta didik untuk mengaktualisasikan diri
dan menampilkan karyanya sehingga dapat
menginspirasi peserta didik lainnya (remaja pada
umumnya). Buku cerita inspirasi SMP Santo
Carolus ini mengisahkan tentang pengalaman
rohani, suka dan duka cita, cinta dan harapan ,
iman, cita-cita serta perjuangan siswa-siswi SMP
Santo Carolus yang kesemuanya itu mereka
maknai dalam hidupnya. Dari cerita siswa-siswi
SMP Santo Carolus itu pembaca dapat
menemukan nilai-nilai yang dihidupi dari nilai-
nilai Cc5 Plus (Compassion, Celebration,
Competence, Conviction, Creativity, Community,
Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan
(KPKC), Kejujuran, dan Kedisiplinan yang terus
menerus dilakukan sehingga menjadi habitus
dalam dirinya.
x
Melalui buku Cerita Inspirasi SMP Santo
Carolus ini pula pembaca khususnya remaja
diajak untuk berani menjadi pelopor kebaikan di
tengah-tengah masyarakat . Disini ditampilkan
remaja (peserta didik) sebagai tokoh inspirasi
teman sebanyanya atau pun siapa saja untuk
menjadi tokoh dan agen perubahan dikalangan
remaja kendati dirinya sedang berjuang untuk
menemukan jatidirinya dalam tugas
perkembangan dirinya.
Menyadari anak-anak berjuang
menghadapi tantangan maka saya sebagai Guru
Agama Katolik dan Budi Pekerti bersama
Komunitas Guru di SMP Santo Carolus selalu
berdoa bersama Bunda Elisabeth Gruyters dalam
doa harian sebelum melaksanakan karya layanan
Pendidikan. Demikianlah doa yang kami daraskan
dalam komunitas SMP Santo Carous setiap hari
selama proses pembelajaran.
xi
“O Pecinta hatiku” (EG 31)
“ O Pecinta hatiku yang manis
Berilah aku bagian dalam dukamu
Semoga hatiku bernyala-nyala karena cinta
Buatlah aku cakap dalam pengabdianmu
Tetapi tidaklah bermanfaat bagiku saja
pun juga bagi keselamatan sesama, amin
Sebagai Guru Agama Katolik dan Budi
Pekerti aku selalu mengajak anak-anak untuk
memiliki kemampuan berefleksi terhadap apa
yang dilakukannya. Sekaligus menemukan
kebermaknaannya dari setiap peristiwa hidupnya
dalam berinteraksi dengan Tuhan dan sesamanya.
Kemampuan anak-anak untuk menemukan
kebermaknaan itu sesungguhnya membantu
mereka untuk mengenal, menyadari rencana dan
kehendak Allah dalam dirinya .
xii
Menutup pendahuluan ini saya
menuliskan Kembali apa yang pernah disampaikan
oleh Yohanes Paulus II Ketika meresmikan Tahun
Jubelium Penebusan, tanggal 25 Maret 1983,
sebagai berikut :
Yesus Kristus, Putra Allah yang hidup, buatlah
…supaya kami semua semakin mencintai
Engkau, sebagaimana kami menghidupi dalam
diri kami misteri kehidupanMu.
Sejak di kandang, lahir hingga sengsara, wafat
dan kebangkitan. Sertailah kami melalui misteri
-misteri ini, sertailah kami dalam Roh Kudus.
Bantulah kami mengubah arah ancaman dan
kejahatan yang semakin meningkat, yang
menimpa dunia sekarang ini. Angkatlah
manusia kembali!
Lindungilah bangsa-bangsa dan rakyatnya! Ya
Yesus Kristus, tunjukkanlah betapa lebih
besarnya di dalam manusia dan dunia karya
penebusanMu!
xiii
Besar harapan saya para pembaca , Suster,
Romo, siswa dan siswi dan orang tua siswa dan
siswi SMP Santo Carolus , pemerhati Pendidikan,
berkenan memberikan komentar yang memotivasi
bagi peserta didik atas penerbitan buku : Cerita
Inspirasi SMP Santo Carolus”.
Tiada gading yang tak retak, kami
menyadari masih banyak keterbatasan dalam karya
kami, namun kami tetap mau memberikan yang
terbaik dan terus mengupayakan yang terbaik
dalam karya layanan kami di bidang Pendidikan,
khususnya saya sebagai Guru Mata Pelajaran
Agama Katolik dan Budi Pekerti . Semoga nama
Tuhan dimuliakan dan sesama di abdi dengan tulus
ikhlas.
xiv
KOMENTAR PEMBACA BUKU CERITA
ISNPIRASI SMP SANTO CAROLUS
1. Ungkapan hati, pikiran, perasaan dan
emosi yang disampaikan dalam tulisan
oleh siswa siswi SMP Katolik St. Carolus
ini menurut saya sangat indah. Keindahan
itu ada karena pengalaman2 konkret yang
dialami oleh siswa siswi itu sendiri
tertuang dalam tulisan ini. Bacaan ini
mudah dicerna sesuai dengan kemampuan
akademik mereka dan memberi refleksi
yang baik untuk mereka bahkan orang
dewasa sekalipun. Kisah2 pendek tetapi
sangat mengena. Proficiat untuk para
penulis khususnya siswa siswi SMPK St.
Carolus. Tuhan memberkati. (Romo
Stefanus Setyo Kumoro Aji, SVD, Romo
Kepala Paroki Gereja Gembala Yang Baik,
Surabaya)
2. Bersama guru agamanya, anak anak SMP
St. Carolus menulis pengalaman hidup
mereka, termasuk suka-duka, kecemasan
dan harapan mereka sebagai seorang
pelajar dan anak didik. Menuliskan
pengalaman adalah dokumen yang terbaik
dalam sejarah hidup kita. Dan bagi
seorang guru, anak didik yang berani
xv
menuliskan pengalaman hidupnya
merupakan pendidikan karakter. Dengan
kata lain, Guru hendak mengajarkan
kepada mereka sebuah pendididikan yang
berbasis kebebasan. Kebebasan
berekspresi dan mengeluarkan isi pikiran
mereka. Paulo Freire penulis buku "
Pendidikan yang Membebaskan" pernah
mengatakan bahwa pendidikan itu
sejatinya membebaskan. Membebaskan
dalam arti, anak anak didik tidak takut
menuliskan karyanya, mereka memiliki
kepercayaaan diri untuk
mendokumentasikan pemikirannya
dengan terhindar dari rasa takut dan rasa
tertekan. Penulis kitab Amsal mengatakan
" arahkanlah perhatianmu kepada
didikan, dan telingamu kepada kata-kata
pengetahuan" (Ams 23: 12). Karena
pendidikan itu perlu. Senada dengan hal
tersebut, penulis Kebijaksanaan Salomo
berkata "Sebab permulaan kebijaksanaan
ialah keinginan sejati akan didikan, dan
mencari didikan adalah kasih kepadanya"
(Keb. Salomo 6: 17 ). Dan dalam suratnya
kepada orang Ibrani, penulis mengajak
“hai anakku, janganlah anggap enteng
didikan Tuhan, dan janganlah putus asa
apabila engkau diperingatkan-Nya" (Ibr
11: 5 ). Karya pendidikan itu adalah karya
Allah. Semoga lenyaplah kebodohan dan
xvi
kebutaan manusia yang tak beriman dari
muka bumi ini". (St. Arnoldus Janssen).
Proficiat bagi guru pembimbing dan bagi
anak-anak didik SMP St. Carolus
Surabaya. (P. Lucius Tumanggor SVD,
Romo Rekan di Paroki Gembala Yang
Baik, Surabaya)
3. Kisah yang disajikan para siswa
menunjukkan pada kita bahwa diam-diam
Tuhan bekerja dalam bathin mereka
melalui berbagai pengalaman refleksi
hidup; perjuangan, penderitaan,
kegagalan, keberhasilan, maupun suka
cita yang dialami para siswa. Proficiat atas
cerita inspirasi ini, semoga upaya
penanaman dasar hidup baik terus
dihidupi SMP Santo Carolus. ( Arya
Saputra, MM , Kabiro Personalia Kantor
Pusat Yayasan Tarakanita)
4. "Pengalaman-pengalaman kecil yang
dituturkan dengan apik menghasilkan
refleksi yang keren. Bergaullah dengan
sebanyak mungkin orang karena dengan
begitu duniamu akan luas."" (R. V. Banu
Hastha Kunjana, M.Pd., Kadivpen Wilayah
Yogyakarta, Tarakanita)
xvii
5. Karya yang luar biasa dan sarat makna,
melalui kisah yang disajikan anak-anak
menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan
selalu hadir dan menyapa melalui
pengalaman sehari-hari, Tuhan sedang
merenda hidup mereka. Semoga
kebiasaan untuk berefleksi diri akan
membentuk sebuah pribadi yang
senantiasa sadar bahwa dirinya hidup
karena cinta Allah semata. (Novi
Tribawanti,S,Pd, Kepala Sekolah SMP
Santo Carolus, Surabaya)
6. Buku ini bisa mengajak anak untuk lebih
peka terhadap setiap kejadian yang
mereka alami. Mereka diajak untuk
merenung dan bersyukur atas segala
Berkat yang telah Tuhan Bri. Bagus.
Semoga bisa menjadi pembelajaran pada
anak-anak untuk bisa jujur dengan diri
sendiri melalui media literasi, yaitu
menulis dan membaca. (Adriana Nunuk
Restanti, S.E., Sekretaris FKKSKM)
7. Saya sangat menikmati membaca buku
ini, karena melalui buku ini saya menjadi
tahu pengalaman berproses siswa-siswi
SMP Santo Carolus Surabaya di masa
remaja mereka dalam mencari jati diri.
Kumpulan cerita dalam buku ini sangat
xviii
menginspirasi dan kiranya dapat saling
menguatkan, dan mengingatkan bahwa
dalam lika liku hidup selalu ada jatuh
bangun, tetaplah yakin dan berpegang
teguh padaNya, niscaya semua dapat
teratasi dan dilalui dengan baik. Buku ini
seakan mengajak para remaja untuk
mengisi masa muda mereka dengan
kegiatan yang positif, berprestasi ,dan
kepedulian terhadap sesama. (Katarina
Santi Dewi, S.T. Orang tua siswa)
8. Pembuatan kisah inspiratif ini menjadi
sarana bagi kami (murid-murid SMP
Santo Carolus) untuk merenungkan,
merefleksikan, dan mensyukuri segala hal
yang terjadi pada kehidupan kami. Tidak
hanya suka saja, tetapi juga duka dan
perjuangan yang telah kami lalui selama
ini. Saya berharap dengan adanya kisah
inspiratif ini dapat menjadi inspirasi bagi
semua pembaca agar tetap berjuang dan
dengan penuh semangat dalam melewati
rintangan kehidupan. (Rafaelia Callista
Hindra, Siswi Kelas IX, SMP Santo
Carolus)
xix
9. Buku ini bisa menunjukkan nilai daya
juang, ungkapan syukur dan kerinduan
untuk mengikuti misa Jumat Pertama
setelah sekian lama tidak mengikuti misa
Jumat Pertama karena adanya Pandemi
Covid 19 kita akhirnya dapat mengikuti
misa Jumat Pertama dan jika kita dalam
keadaan sakit kita dapat berjuang
mengikuti misa Jumat Pertama dari awal
hingga akhir. Nah, Teman-teman saya
berharap dengan adanya kisah inspiratif ini
dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman
agar tetap bersyukur, berjuang dan
mempunyai rasa rindu dalam mengikuti
misa Jumat Pertama atau kegiatan Gereja
yang dapat kita lakukan. (Nickolas Christian
Budi, Siswa Kelas IX, SMP Santo Carolus)
10. Kami selaku siswa-siswi kelas IX sangat
bersyukur dan mengucapkan terima kasih
kepada sekolah karena telah memfasilitasi
kami untuk bisa menceritakan dan berbagi
segala pengalaman kami. Kami menjadi
sadar bahwa kami bukan satunya yg punya
masalah di sini, tiap orang memiliki
masalah. Namun, dengan bantuan dari
sekolah, lingkungan, dan sesama, masalah
ini dapat diatasi. Buku ini bagus sekali
dibaca sebagai energi motivasi bagi kami
terutama sebagai pelajar untuk selalu
memiliki daya juang, pantang menyerah,
xx
dan semangat yang tinggi dalam menjalani
kehidupan. Buku ini juga menyadarkan
kami bahwa segala kesuksesan, dan
keberhasilan yang kami capai merupakan
suatu berkat dan tidak lepas dari tangan
Tuhan ( Keshia Wahjudi, Siswi Kelas
IX SMP Santo Carolus)
11. Setiap kisah yang tertuang di dalam buku
ini sangat inspiratif dan meningkatkan
motivasi saya untuk selalu berusaha dan
tidak lupa untuk mengandalkan Tuhan di
dalam setiap kegiatan. Setiap kisah yang
dialami oleh siswa-siswi mampu untuk
membuka hati saya sebagai pembaca
untuk mempererat hubungan saya dengan
Tuhan. Mantappp...( Elleonora Veronica
Wirontono , Siswi Kelas IX, SMP Santo
Carolus)
12. Setelah membaca buku ini, saya jadi
mengetahui pengalaman pribadi teman-
teman dan kakak- kakak kelas yang
sangat menginspirasi saya untuk menjadi
pribadi yang lebih baik lagi.
(Jessica Celine Wuli 8C/18)
xxi
13. Setelah membaca buku inspirasi ini,
saya tertarik dengan suatu cerita yaitu
dari Erlangga. Ia bercerita tentang
kehilangan seorang papa. Hal ini
mengingatkan saya akan kakek saya
yang juga telah meninggalkan saya
tahun 2018 lalu. Waktu itu saya juga
merasa sangat sedih. Namun seperti
yang kita tahu, tidak ada orang di dunia
ini yang tak merasakan kehilangan. Hal
ini membuat saya semakin sadar bahwa
kehilangan bukanlah akhir segalanya,
kita tidak perlu menangisi kehilangan,
justru kita harusnya bahagia karena
dia yang telah pulang itu sudah bahagia
bersama Bapa di Surga. Kita juga
harus tetap menjalani hidup kita dan
tidak menyerah dalam kesedihan
karena perjalanan kita masih panjang.
Saya berharap semoga setiap orang
yang membaca kisah kisah inspirasi ini
juga mendapatkan sesuatu yang
berharga dan dapat berkembang
melaluinya. Sekian terima kasih
(Christofer Sebastian 9A/09 )
xxii
14. Dengan adanya buku ini, saya rasa kita
bisa belajar untuk terbuka pada
sesama, dan semua masalah akan bisa
terselesaikan, asalkan ada perjuangan
dan percaya pada Tuhan. .. (Jennifer
Angelina T , Siswa 8C)
xxiii
Ad Maiorem Dei Gloriam
Oleh: Rafaelia Callista Hindra (Feli) 9B/31
Paskah 2022 telah tiba, maksudku telah terlewat. Jika
ditanya apa yang istimewa ya serangkaian misa mulai dari
Minggu Palma, Kamis Putih. Jumat Agung, Sabtu Suci,
hingga Minggu Paskah. Namun ada yang lebih istimewa,
yaitu kegiatan-kegiatan ‘di balik layar’ dari misa itu sendiri
karena cukup banyak yang harus disiapkan terutama
misdinar. Meskipun hanya menjadi sebagian kecil dari misa,
tapi ternyata peran misdinar cukup banyak. Hal ini baru
kusadari setelah mengikuti kepengurusan misdinar dan
kepanitiaan misdinar Paskah 2022. Daripada openingnya
terlalu lama langsung aku ceritakan saja ya!
Kamis, 17 Februari 2022 adalah hari di mana ketua
panitia menghubungi untuk meminta kesediaanku menjadi
anggota panitia. Tanpa berpikir panjang, tawaran itu langsung
kusetujui, karena aku sangat bersemangat. Rasanya wow
keren sekali bisa jadi panitia di misdinar, hal ini tidak pernah
1
terbayangkan olehku sebelumnya. Bagaimana tidak, aku
hanyalah salah seorang anak dari misdinar baru tahun 2018
(angkatan terakhir sebelum pandemi) yang tiba-tiba saja
diajak bergabung menjadi pengurus misdinar, sekarang
malah panitia. Saat diajak menjadi panitia adalah Oktober
2021 tepatnya ketika aku masih kelas 8, bagian yang cukup
lucu adalah kakak-kakak misdinar yang kebanyakan mengira
aku sudah SMA meskipun bertubuh mungil.
Selama menjadi panitia, banyak hal yang harus
disiapkan. Seperti pelatihan, alat liturgi, konsumsi, alat
kesehatan, dan lain sebagainya. Rapat demi rapat kujalani.
Untungnya saat itu sekolah offline belum full day sehingga
tidak terlalu melelahkan untuk mengimbangi antara misdinar
dengan sekolah.
Sampai pada minggu-minggu tersibuk, yaitu mulai
Sabtu Palma. 9 April 2022 tepatnya pukul 09.00, aku datang
ke gereja untuk membersihkan alat-alat liturgi dilanjutkan
dengan latihan ke-3 untuk misa Sabtu Suci. Setelah selesai,
tentunya aku langsung pulang. Kemudian sorenya aku
kembali ke gereja lagi untuk bertugas sebagai sie konsumsi
dan kesehatan. Saya diminta mengambil konsumsi di gerbang
samping gereja. Saya tunggu hingga hampir setengah jam,
tidak kunjung datang juga konsumsinya.
2
Saya kebingungan, mengapa konsumsinya belum
datang padahal sudah mendekati jam misa. Akhirnya aku
kembali untuk menemui rekan-rekan aku lainnya. Rupanya,
konsumsi sudah ada yang menerima. Terjadi miskomunikasi
karena aku tidak mengenali siapa yang mengantar, begitu
juga sebaliknya. Rasanya lelah sekali sudah menunggu lama,
tetapi ya sudah, mau bagaimana lagi.
Setelah itu, hampir setiap hari aku datang ke gereja.
Entah untuk rapat ataupun menyiapkan hal-hal yang
diperlukan. Kira-kira begini kegiatanku selama 12-17 April:
• Selasa, 12 April 2022 19.00 : Gladi bersih misa Sabtu
Suci.
• Rabu, 13 April 2022 17.00 : Latihan final misa Sabtu
Suci.
• Kamis, 14 April 2022 09.00 : Membersihkan alat
liturgi.
• Jumat, 15 April 2022 18.00 : Misa Jumat Agung.
• Sabtu, 16 April 2022 09.00: Latihan final Misa
Minggu Paskah.
• Sabtu, 16 April 2022 17.30 : Tugas Misdinar.
• Minggu, 17 April 2022 10.00 : Tugas Misdinar.
3
Wih, Selasa-Minggu ke gereja. Meskipun tampaknya
kegiatan hanya itu-itu saja, tetapi butuh perjuangan dan niat
juga untuk bolak-balik ke gereja.
Apalagi saat gladi bersih misa Sabtu Suci. Lelahnya
bukan main. Gladi bersih tidak kunjung selesai juga karena
banyak perubahan, para asisten imam yang membantu
mengatur pun tampak agak bingung, apalagi aku dan rekan-
rekanku. Setelah selesai gladi bersih, aku dan rekan-rekanku
berkumpul di Sakristi untuk membicarakan latihan final serta
perubahan-perubahan pada tata gerak. Keesokan harinya,
latihan final diadakan. Latihan berjalan dengan sangat lancar,
ya bagaimana tidak lancar, sudah latihan final.
Di hari Kamisnya, aku bangun pagi lagi untuk ke
gereja ikut membersihkan alat liturgi. Dilanjutkan dengan
Jumat Agung, aku mengikuti misa. Hal yang membanggakan
adalah mamiku bertugas sebagai lektor. Mantap, keren sekali
bisa membaca passio sebagai narator yang tekasnya panjang
sekali itu.
Setelah Jumat Agung mami yang bertugas, Sabtu
Suci giliran aku dong. Saya bertugas membawa navikula.
Rasanya seperti lagu Jatuh Cinta dari Titiek Puspa, berjuta
rasanya. Rasa senang dan gugup bercampur menjadi satu.
Tetapi misa berjalan dengan sangat cepat, seperti baru mulai
tiba-tiba sudah selesai saja. Meskipun terasa sangat cepat,
4
tetapi ternyata sudah 2 jam lebih. Lega rasanya setelah selesai
bertugas. Tapi aku masih tugas Minggu Paskah, tata geraknya
tidak serumit Sabtu Suci, tetapi aku takut lupa dengan tata
geraknya. Untungnya, saat bertugas untuk Minggu Paskah
jam 10.00 aku dan rekanku bisa bertugas dengan
baik. Sebagai kegiatan penutup tentunya diadakan rapat
evaluasi pada 24 April 2022. Berbagai evaluasi aku dan
rekanku sampaikan untuk perbaikan kedepannya. Momen
menyenangkannya adalah makan bersama setelah pembagian
konsumsi. Aku ingat betul saat itu dapat konsumsi mie.
Rasanya enak walaupun saat itu aku kepedasan.
Begitulah pengalaman singkat aku selama Paskah 2022.
Sebenarnya tidak singkat juga sih. Di penghujung cerita ini,
izinkan aku menyampaikan perasaanku. Jujur saja aku sangat
lelah karena harus bolak-balik ke gereja. Tetapi rasa lelah itu
hilang karena aku merasa enjoy akan kegiatan-kegiatanku.
Rekan-rekanku juga sangat menyenangkan. Semoga kalian
semua yang membaca cerita ini menjadi semakin semangat
dalam melayani Tuhan dan juga sesama. Terima kasih sudah
membaca sampai akhir, semoga Tuhan selalu memberkati
dan melindungi kalian dan keluarga kalian.
5
Refleksi
Setelah saya membuat cerita pengalaman ini, saya semakin
menyadari bahwa Allah menghendaki saya selalu taat dan
semangat dalam melayani Tuhan maka saya menanggapi
dengan cara menguatkan komitmen terhadap tugas yang telah
dijadwalkan dan setia melayani dengan hati yang tulus.
6
SMP ST CAROLUS
MENYIAPKAN DIRIKU MENJADI PEMIMPIN
Oleh Maydwinar Grachessian
Halo semuanya! Perkenalkan nama saya Maydwinar
Grachessian yang biasa dipanggil Grace. Saya merupakan
salah satu siswa di SMP Santo Carolus Surabaya, yang juga
merupakan Ketua OSIS di SMP Santo Carolus Surabaya.
Selama hampir kurang lebih 3 tahun bersekolah di sekolah
tercinta ini, banyak sekali cerita mengesankan yang saya
alami. Namun, sebagai bagian dari angkatan yang kerap
disebut sebagai “Angkatan Pandemi”, banyak juga tantangan
serta rintangan tak terlupakan yang harus saya hadapi.
Sejak saya masuk di bangku kelas 7 pada tahun 2020,
saat itu merupakan saat dimana angka kasus virus Covid-19
sedang meningkat dimana-mana. Hal tersebut menyebabkan
seluruh kegiatan masyarakat Indonesia terpaksa dilakukan
dari rumah begitupun dengan kegiatan sekolah.
7
Sama halnya dengan banyak pelajar lain di Indonesia,
saya juga melakukan kegiatan pembelajaran secara daring.
Tentunya hal ini bukan merupakan suatu hal yang mudah
untuk dihadapi, banyak adaptasi yang harus saya lakukan
untuk bisa menyesuaikan diri dengan situasi pada saat itu.
Namun, saya bisa merasakan bahwa walaupun kami terhalang
adanya pandemi Covid-19, sekolah saya terus mengupayakan
agar para peserta didiknya bisa terus berekspresi untuk
mengembangkan bakat dan minatnya masing masing.
Perjalananku dimulai saat saya berada di bangku
kelas 7, dari awal saya sudah memiliki dan menentukan target
yang harus saya capai selama bersekolah disini. Dan untuk
mencapai semua target tersebut, saya banyak belajar, berlatih,
dan berusaha agar bisa memenuhi target yang aku buat. Saya
mulai belajar untuk menjadi siswa yang aktif saat kegiatan
pembelajaran, belajar berpikir kritis, belajar berbicara
didepan umum, dan masih banyak pembelajaran lain yang
saya lakukan. Namun, semua tak berjalan semulus apa yang
dibayangkan. Saya juga banyak mengalami jatuh dan bangun
dalam berusaha mencapai impian saya. Tapi kegagalan-
kegagalan yang saya alami tidak saya jadikan alasan untuk
menghentikan semangat saya dalam mewujudkan tujuan
saya.
8
Semenjak di bangku sekolah dasar, saya memang
sudah tertarik untuk menjadi bagian dari kepengurusan OSIS.
Sehingga di kelas 7, saya langsung berusaha untuk bisa
mendaftar menjadi anggota OSIS. Setelah mengikuti
beberapa tahap seleksi, sungguh diluar dugaan, Puji Tuhan,
akhirnya saya berhasil menjadi Wakil Ketua OSIS I di masa
kepengurusan OSIS SMP Santo Carolus Surabaya periode
2020/2021. Dari OSIS inilah, saya mendapat banyak sekali
kesempatan untuk bisa mencari dan menggali kemampuan
saya sedalam dalamnya. Sungguh tak terhitung betapa
banyaknya kisah kisah menarik yang saya alami selama
menjadi pengurus OSIS. Karena disini lah, saya banyak
dibina dan dibantu untuk bisa terus mengembangkan bakat
saya.
Tidak hanya itu saja teman teman, selama masa
pandemi ini, sekolahku sangat mendukung dan memfasilitasi
saya untuk mengembangkan segala bakat dan minat yang
saya miliki. Mulai dari mengikuti kegiatan kegiatan kegiatan
webinar/pelatihan hingga mengikuti berbagai macam lomba
di banyak bidang. Sungguh merupakan suatu hal yang patut
saya syukuri, karena dari sekolah inilah saya bisa
mendapatkan jutaan pengalaman berharga yang mungkin
tidak semua orang akan dapatkan.
9
Nah, semenjak banyak mengikuti webinar, pelatihan,
serta banyak lomba lomba, saya mulai tertarik untuk
berkelana di bidang Public Speaking. Terlebih, saya juga
merupakan bagian dari kepengurusan OSIS, maka skill Public
Speaking adalah salah satu skill yang harus saya kuasai.
Banyak sekali pengalaman positif yang saya alami
selama masa pandemi ini. Jika banyak orang berkata bahwa
Covid akan menghambat kita untuk mengembangkan bakat
dan minat kita, saya rasa hal itu tidak berlaku bagi saya.
Walaupun sedang berada di era Pandemi Covid 19 yang
merajalela, saya bisa tetap mengembangkan bakat dan minat
saya dengan baik. Justru saya merasa, pada masa pandemi
inilah saya bisa mengoptimalkan kemampuan yang saya
miliki untuk terus belajar dan mencari pengalaman sebanyak-
banyaknya. Berbagai kesempatan terus saya dapatkan untuk
bisa mengembangkan bakat dan minat saya dalam bidang
Public Speaking. Entah bagaimana, saya banyak mendapat
kesempatan untuk bisa mengembangkan bakat Public
Speaking saya ini melalui berbagai ajang perlombaan serta
pelatihan. Banyak proses sudah saya lalui, banyak rintangan
juga sudah saya jalani.
10
Tapi hal tersebut tidak mencukupkan saya untuk bisa
terus berusaha mengeksplor talenta yang saya miliki.
Di masa pandemi ini, saya juga sudah berhasil meraih
cukup banyak prestasi. Seperti Juara 2 Lomba VLOG KPKC
Tarakanita Nasional, Juara Non Rangking Lomba MC,
Juara 1 Lomba baca puisi, Semifinalis olimpiade IPU S2LC,
Nominasi most favorite Video EF Speech Competition, dan
lain lainnya. Tiada kata selain bersyukur yang bisa saya
ucapkan ketika bisa berhasil meraih prestasi dan bisa
membanggakan nama baik sekolah saya sendiri. Rasa bangga
pun membelenggu pada diri saya sendiri. Tapi prestasi yang
saya miliki ini tidak akan bisa memuaskan saya, karena
dasarnya saya harus terus merasa lapar dan haus akan
prestasi prestasi lainnya. Banyaknya prestasi yang saya
dapatkan akan terus saya jadikan motivasi untuk bisa terus
berkembang menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Pandemi bukanlah penghalang untuk bisa terus
mengembangkan dan mengeksplor diri. Selama kita mau
untuk terus berjuang dan berusaha, maka kita pasti bisa
mewujudkan apa yang kita inginkan. Mungkin saat ini
memang banyak rintangan yang kita hadapi sehingga segala
sesuatunya terasa berat untuk dijalani, tapi percayalah bahwa
11
kita mampu untuk melewati ini semua bersama sama. Ingat,
bahwa tidak ada hasil yang menghianati usaha.
Berdoa, belajar, dan berusaha harus kita jadikan
pedoman hidup kita agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih
baik. Kalimat yang dapat saya berikan untuk menutup
rangkaian cerita saya disini adalah, “There are no one who
doesn’t have a hard time.” Maka, semangat selalu teman
teman semuanya ! Saya yakin bahwa kita semua pasti bisa
menciptakan pengalaman dan cerita berkesan masing-
masing. Semoga cerita yang saya berikan ini, bisa menjadi
inspirasi juga bahan refleksi untuk kita semuanya. Terima
kasih !
REFLEKSI:
Setelah saya mensharingkan cerita inspiratif tentang cerita
saya semakin menyadari bahwa Allah menghendaki saya
selalu menanggapi panggilanNya untuk ikut serta dalam
karya keselamatanNya melalui kegiatan atau talenta yang
saya lakukan maka saya menanggapi dengan cara selalu
bersyukur pada Tuhan atas segala berkat dan rahmatNya,
rajin : berdoa, membaca firman, selalu beribadah dan
mengeksplor bakat dan kemampuan yang saya miliki.
12
Serunya kompetisi E-sport MLBB di Clasmeet
oleh Reagan 9C / 31
Nama saya Reagan Garcia Santoso kelas 9C/31. Pada
kesempatan ini, saya menceritakan, bagaimana serunya
kegiatan classmeeting di sekolahku. Di sekolahku SMP
Santo Carolus Surabaya ketika Guru dan OSIS mengadakan
Classmeeting semua murid berperan aktif mengikuti lomba
yang diadakan. Mulai dari kelas 7A, 7B, 7C, 8A, 8B, 8C, 9A,
9B, dan 9C. Semua mengikuti kegiatan classmeeting dengan
penuh semangat dan dalam suasana yang menyenangkan.
Pada saat tahun ajaran 2021/2022, saya berada di
kelas 8, yaitu kelas 8C. Classmeeting yang diadakan oleh
OSIS terdapat 3 lomba. 3 lomba tersebut adalah Rally Games,
E-sport MLBB, dan menulis kreatif. Saat saya berada di kelas
8C, saya mengikuti classmeeting pada lomba E-sport MLBB.
Pada saat itu, saya mengikuti kegiatan lomba dengan 4 teman
saya yaitu Vino, Ruben, Ken-ken, dan Calvin. Kami berempat
mewakili dari kelas 8C dan kami berlatih agar kami dapat
meraih juara dan membanggakan kelas 8C .
13
Classmeeting yang diadakan saat itu pada tanggal 13
- 14 Juni 2022. Saya dan teman – teman saya juga berdoa pada
saat pertandingan belum dimulai, agar kegiatan dan
pertandingan lomba classmeeting E-sport MLBB berjalan
dengan lancar tanpa kendala apapun. Dalam lomba E-sport
MLBB kelas kami diharuskan melawan kelas 7B dan kami
menang . Namun kami sadar kami tidak boleh sombong atas
kemenagan awal ini. Dan selanjutnya pertandingan hari ke 2,
14 Juni 2022. Bertemu dengan kelas 9A dan hasilnya kami
kalah. Kami cukup frustasi, karena kami dikalahkan pada
saat itu. Namun, ada perebutan juara 3 yang dilaksanakan
oleh kelas kami melawan kelas 8B. Semangat kami kembali
lagi, dan kami akan berjuang keras untuk setidaknya
mendapatkan juara 3. Namun, awalnya kami berpikir kami
akan kalah, karena mengetahui kemampuan dari kelas lawan
kami yaitu kelas 8B. Di lain sisi, saya berjuang untuk
memperebutkan kemenangan melawan teman saya. Tetapi,
saya tetap fokus dan berjuang keras untuk mendapatkan juara
3 tersebut, karena itu adalah hasil terakhir yang bisa kami
dapatkan. Hasil akhir kelas kami melawan kelas 8B dalam
memperebutkan juara 3 adalah, kelas kami memenangkan
pertandingan tersebut.
14
Meskipun hasilnya tidak cukup memuaskan, kami
tetap bersyukur atas hasil yang kami terima.
Beralih ke Tahun ajaran 2022/2023, saya kelas 9,
yaitu kelas 9C. Kegiatan classmeeting diselenggarakan oleh
guru dan OSIS pada tanggal 15 Agustus 2022. Kegiatan
classmeeting ini diselenggarakan untuk memeriahkan dan
merayakan Hari Ulang Tahun Indonesia ke 77. Kegiatan
classmeeting diisi 4 lomba. 4 lomba tersebut adalah Fun
games, Badminton hantu, E-sport MLBB, dan Fashion Week.
Kegiatan classmeeting kali ini, saya ingin mencoba kembali
untuk mengikuti lomba E-sport MLBB. Namun, saya
mengikuti kegiatan lomba kali ini dengan teman yang
berbeda. Yang mengikuti kegiatan lomba classmeeting di
bidang lomba E-sport MLBB adalah Saya, Surya, Jeremy,
Samuel, dan Vino. Saya mengikuti kegiatan lomba E-sport
adalah karena saya ingin mendapatkan hasil yang lebih
memuaskan dari kelas 8. Saya ingin meraih juara 1 bersama
teman saya di kelas 9C. Saya ingin membanggakan kelas 9C,
dengan memenangkan lomba E-sport MLBB dengan teman –
teman saya. Saya akan tetap berjuang sebaik dan semampu
saya.
15
Tiba saatnya lomba E-sport MLBB dilaksanakan di
kelas moving class IPA, dan di kelas 7C, seperti biasa saya
dan teman saya berdoa sebelum memulai pertandingan
pertama kami. Kelas saya melawan 7B, dan kami menjadi
pemenangnya. Kami tidak boleh sombong dan tetap rendah
hati. Pada akhirnya jam pukul 09.45, kegiatan lomba MLBB
dilanjutkan oleh OSIS. Lanjutan pelaksanaan lomba
dilakukan di hall lt.1, dan lomba classmeeting yang lain sudah
selesai. Pada saat itu, teman – teman kelas kami mendukung
kami untuk meraih juara 1. Kali ini, kelas kami melawan
kelas 9B yang kemampuan nya tdiak perlu diragukan. Saya
sedikit gelisah, karena apakah akan berakhir sama dengan
kelas 8 atau tidak. Diluar hal itu, saya tetap fokus untuk
bermain yang terbaik untuk saya dan teman – teman saya.
Pertandingan ke 2 kami berakhir dengan kelas kami menang.
Pertandingan selanjutnya adalah kelas kami berada di final
memperebutkan juara 1 melawan kelas 8B. Pertandingan
final berakhir dengan kelas kami menang, meraih juara 1.
Sungguh kami sangat bangga dan senang, berkesan atas
prestasi yang tim kami raih.
16
Refleksi :
Setelah tim kami memenangkan lomba E-Sport MLBB kami
semakin menyadari bahwa Allah menghendaki kami untuk
memanfaatkan waktu yang ada agar kami berprestasi, maka
kami menanggapi dengan cara kami harus memiliki nilai
hidup : penuh rasa syukur, memiliki kebanggaan atas prestasi
yang telah dicapai , tidak mudah menyerah, berjuang keras,
bersyukur, mendukung teman yang lain, tidak sombong,
serta rendah hati ketika kami berhasil.
17
MISA JUMAT PERTAMA
YANG SELALU KURINDUKAN
Oleh Nickolas Christian Budi 9B/28
Pada hari Jumat tanggal 5-8-2022 saya Nickolas
Christian Budi 9B/28 bersama teman-teman sekolah SMP
Santo Carolus Surabaya dan bapak/ ibu guru mengikuti Misa
Jumat Pertama di Gereja Gembala Yang Baik Surabaya.
Kegiatan Misa Jumat Pertama yang merupakan hari
kerinduan Tuhan Yesus yang dinyatakan kepada St.
Margaret, bahwa setiap hari Jumat pertama setiap bulan
dikhususkan untuk devosi dan adorasi kepada Hati Kudus
Yesus juga menjadi kerinduan bagi diriku.
Kami sebagai siswa SMP Santo Carolus Surabaya
mengikuti kegiatan Perayaan Ekaristi Jumat Pertama setiap
bulan. Bersama seluruh umat Katolik sedunia menghormati
atau berdevosi terhadap Hati Kudus Yesus Yang Penuh Cinta.
18
Ketika itu Romo Stefanus Setyo Kumoro Aji, SVD dalam
kotbahnya menyampaikan “ bahwa kita harus memperhatikan
orang lain atau sesama , teman-teman yang membutuhkan
pertolongan kita, janganlah bersikap cuek dan egois yang
hanya memikirkan diri sendiri.Marilah kita menguatkan iman
dan berbelas kasih kepada sesama, seperti yang Tuhan Yesus
ajarkan selalu mengasihi meskipun kita selalu berdosa.
Kurangnya devosi/ ekspresi kasih kepada Hati Kudus Yesus
menjadi sebab bagi jatuhnya seseorang kepada dosa yang
serius, sebab ia tidak memberikan perhatian yang cukup dan
tidak cukup terdorong untuk mempunyai kasih kepada
Kristus, padahal kasih inilah yang mempersatukan jiwa
manusia dengan Tuhan. Kita tidak akan sungguh dibentuk
menjadi gambaran Tuhan, atau bahkan menginginkan untuk
dibentuk menjadi serupa dengan-Nya, jika kita tidak
merenungkan kasih yang telah ditunjukkan oleh
Kristus.untuk maksud inilah maka Tuhan Yesus menyatakan
kehendak-Nya agar devosi dan perayaan Hati Kudus Yesus
diadakan dan disebarluaskan di Gereja.
Buah dari iman dan devosi yang mencakup Misa,
Komuni, pengakuan dosa, Yesus juga menjanjikan berkat-
berkatNya termasuk doa yang dikabulkan dan dosa yang
diampuni.
19
Lebih dari belas kasihan HatiKu, Aku berjanji kepadamu
bahwa kasihKu yang kuat akan mengabulkan kepada semua
orang yang akan menerima Komuni pada Jumat Pertama,
selama sembilan bulan berturut-turut, rahmat pertobatan
terakhir: mereka tidak akan mati dalam ketidaksenangan, atau
tanpa menerima sakramen; dan HatiKu akan menjadi
perlindungan aman mereka di jam-jam terakhir itu. "
Tentu saja pesan dari kotbah , Romo Stefanus Setyo
Kumoro Aji, SVD , yang akrab dipanggil dengan sapaan
Romo Aji meneguhkan diriku untuk selalu meneladani Yesus
yang HatiNya penuh kasih terhadap sesama.
Pada Misa Jumat Pertama, kami datang kepada
Yesus , kepada hatiNya yang Mahakudus dan berlutut di
hadapan-Nya yang hadir di Tabernakel, agar untuk
mempersembahkan duka cita atas begitu banyaknya
penghinaan yang di tujukan kepada Hati Kudus-Nya di dalam
Sakramen Maha Kudus. Komuni pada hari itu
dipersembahkan untuk membuat silih terhadap segala bentuk
penghinaan yang diterima Kristus dalam Sakramen Maha
Kudus, dan semangat kasih yang sama harus menghidupkan
segala tindakan kita sepanjang hari.
20
Meskipun ekspresi kasih ini diadakan sekali sebulan
(pada hari Jumat Pertama) namun di SMP Santo Carolus
Surabaya, latihan- latihan rohani ini tidak terbatas hanya
sebulan sekali pada hari itu. Yesus layak dihormati setiap
saat. Dengan demikian mereka yang terhalang untuk
merayakan Misa Hati Kudus Yesus pada hari Jumat
pertama, dapat melakukannya pada hari- hari lainnya pada
bulan itu.
Setelah misa Jumat Pertama selesai, kami kembali ke
sekolah untuk mengikuti proses belajar lagi. Sungguh suatu
kenikmatan tersendiri dapat kegereja bersama teman-teman
dan sukacita yang saya rasakan sungguh luar biasa., terima
kasih Tuhan Yesus. Misa Jumat Pertama selalu aku rindukan
karena begitu indah dan kasih Allah dalam hidupku. Ayo
teman-teman mengikuti dan menghayati kasih dan cinta
Yesus yang telah ditujukkan dalam Hati Yesus yang
mahakudus dalam Misa Jumat Pertama.
21
REFLEKSI:
Setelah saya mengikuti Perayaan Ekaristi Jumat Pertama di
Gereja Katolik Gembala Yang Baik Surabaya, saya semakin
menyadari bahwa Karya Penyelamatan Allah kepada manusia
sungguh nyata.Maka saya menanggapi Allah dengan cara
selalu bersyukur, berdoa, rajin ke Gereja dan ikut mewartakan
Karya Penyelamatan Allah dan aktif dalam kegiatan
pelayanan di Gereja serta membantu sesama yang
membutuhkan.
22
HIDUP DOA DALAM KELUARGAKU
BERBUAH MANIS DALAM PELAYANAN
Oleh Zertio Constantine, 9B/34.
Perkenalkan namaku Zertio Constantine ,
kelas 9B/34. Pada kesempatan ini ijinkan saya
mensharingkan tentang hidup doa dalam keluarga kami.
Awal mula keluargaku membiasakan doa rosario terus
menerus pada saat awal-awal pandemi melanda. Mengapa
kami memutuskan untuk berdoa rosario? Karena pada saat
itu agar keluarga kami dijauhkan atau dilindungi dari virus
covid-19. Nah dari situ Orang tuaku mengajak untuk doa
rosario, biasanya dimulai dari jam 19:00 , kadang-kadang
jam 20:00 bahkan kadang pula pk 21:00 pokoknya tidak lupa
untuk doa rosario. Sampai sekarang pun keluargaku masih
melakukan doa rosario agar tetap selalu diberkati Tuhan
Yesus, diberi kesehatan .
23
Selain doa Rosario setiap malam , kami sekeluarga
juga mengikuti misa jumat pertama atau misa harian, Kami
selalu mengikuti Misa Harian Bersama Mama, kakak, dan
adik saya. Papa saya tidak ikut karena masih belum pulang
dari kerja. Alasan saya ikut misa harian ini untuk menerima
tubuh dan darah Kristus yang paling utama, yang kedua kami
mempersiapkan diri untuk persiapan menerima Sakramen
krisma. Dalam keluarga dan Bersama keluargaku kami juga
rajin berdoa malaikat Tuhan jam 6 pagi, jam 12 siang, dan
jam 6 sore .
Dari ketekunan doa dalam keluarga itulah kami
terdorong untuk berperan dalam Gereja. . Keluargaku juga
aktif mengikuti kegiatan di lingkungan, seperti doa
lingkungan, latihan koor , demikian juga sekarang aku lagi
berperan di rekat, adikku berperan di BIAK dan sebagai
pemazmur , dulu kakak juga sempat berperan di OMK ,
sedangkan Papaku aktif bertugasTatib di dalam Gereja.
Oh ya teman-teman …selama persiapan menerima
sakramen krisma . Tempat krisma saya di aula sekolah SD
saya dulu. Krisma dimulai dari jam 10 pagi sampai jam
setengah 12 siang. Kegiatan krisma ini sama seperti komuni,
memberi materi lalu test dan diulangi terus. 3 Minggu lalu ada
test krisma disuruh untuk menghafalkan dengan materi
24
Malaikat Tuhan, 10 Perintah Allah, 5 Perintah Gereja,
Jawaban Misa, Hukum Kasih, 7 Dosa Pokok, 7 Sakramen,
Aku Percaya, Cara Sederhana Mengaku Dosa, Doa Tobat dan
masih banyak lagi. Itu semua saya hafalkan langsung semua
karena kalau sudah cepat selesai atau sudah lolos smua itu
sudah bagus karena tidak menunda-nunda lagi. Dan 3 Minggu
lalu itu aku sudah selesai semua untuk testnya jadi langsung
lolos. Lalu Minggu kemarin karena sudah selesai semua
untuk testnya, sehingga melanjutkan lagi untuk materinya.
Materinya yaitu sakramen. Untuk test tertulis nya ini masih
belum tahu kapan dimulainya karena masih belum ada info
yang diberi oleh pembinanya.
Aku sungguh bersyukur karena orang tuaku sangat
peduli terhadap perkembangan imanku dan kami anak-
anaknya juga mau merawat dan memupuk iman kami seturut
kehendak Allah.
Refleksi:
Setelah mensharingkan pengalaman imanku , aku semakin
menyadari bahwa Allah menghendaki doa kami berbuah
dalam karya pelayanan di gereja maka kami menanggapi
dengan cara berperan dalam Gereja sesuai dengan talenta
yang kami miliki.
25
MENERUSKAN SEMANGAT PERJUANGAN
RA KARTINI
Elleonora Veronica Wirontono, 9B/10.
Perkenalkan saya Elleon, kelas 9B/10. Pada
kesempatan ini saya ingin menceritakan salah satu
pengalaman saya pada saat mengikuti lomba Pidato. Lomba
classmeeting yang saya ikuti pada saat itu adalah lomba
pidato dalam rangka Hari Kartini. Saya yang tidak pernah
menekuni hal semacam itu tentu menganggap bahwa hal ini
adalah sebuah tantangan bagi saya. Karena, saya tidak pernah
ditunjuk untuk lomba semacam ini. Hanya sebagai informasi
saja, saya mengikuti lomba pidato ini berdasarkan arahan dari
wali kelas saya (dalam artian dipaksa karena tidak ada yang
mau mengikuti lomba pidato). Saya sebagai murid yang
berbakti maka menyetujui gagasan tersebut,
Tema pidato yang diberikan adalah tentang
emansipasi wanita. Emansipasi wanita adalah situasi
menuntut adanya kesetaraan hak dan kewajiban antara laki-
laki dan perempuan.
26
Dengan pertimbangan bahwa di masa lampau,
perempuan sering kali diremehkan dan dicaci maki atas
segala keputusan terkait pendidikan atau masa depan yang
lebih cerah. Tentunya, dengan perjuangan Raden Ajeng
Kartini, para perempuan di Indonesia dapat menikmati
adanya kesetaraan gender atau Gender Equality (Equity) yang
menuntut persamaan hak antara laki-laki dan
perempuan. Mengangkat tema yang berat seperti itu juga
menjadi beban bagi saya. Memang sih ..tema yang diberikan
sangat berbobot sehingga harus dibawakan dengan penuh
wibawa. Saya tidak membuat banyak persiapan, baik dalam
script maupun dalam pengeditan video. Karena seperti yang
sudah saya katakan di awal, saya juga memiliki banyak
kegiatan yang harus diselesaikan dalam waktu bersamaan .
Untuk script atau naskah, saya mencicil sedikit demi sedikit.
Misalnya, hari pertama saya membuat paragraf pertama dan
menghafalkan paragraf tersebut beserta dengan emosinya.
Tentu tidak mudah, apalagi ini adalah kali
Puji Tuhan, saya dapat menyelesaikan semuanya
dengan baik pada akhirnya. pertama.
27