Oleh : Joko Susanto Modul 2.2. Coaching untuk Supervisi Akademik JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN CGP Angkatan 7 Kab. Banyuwangi | SMPN 1 Sempu
Tambahkan judul
Riyaningsih,S.Pd. Pengajar Praktik PERKENALKAN DR. Nurul Iskandar,M.Pd. Fasilitator Joko Susanto,S.Pd. CGP Ak.7 Kab. Banyuwangi
Tergerak,Bergerak,Menggerakkan Kegiatan CGP Angkatan 7 Kelas 6.a Mulai dari Diri & Eksplorasi Konsep – Mandiri : 09 Maret 2023 Eksplorasi Konsep – Mandiri : 10 Maret 2023 Pendampingan Individu : 10 Maret 2023 Lokakarya 3 : 12 Maret 2023 Eksplorasi Konsep – Mandiri : 13 Maret 2023 Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi : 14 Maret 2023 Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi : 15 Maret 2023 Ruang Kolaborasi : 16-17 Maret 2023 Demonstrasi Kontekstual : 20 Maret 2023 Demonstrasi Kontekstual : 21 Maret 2023 Jurnal Refleksi Dwimingguan : 17 Maret 2023 Elaborasi Pemahaman/Koneksi Antar Materi*) : 23 Maret 2023 Elaborasi Pemahaman/Koneksi Antar Materi*) : 24 Maret 2023 Aksi Nyata : 27-30 Maret 2023
MODEL REFLEKSI 5 R Model refleksi 5M diadaptasi dari model 5R (Bain, dkk, 2002, dalam Ryan & Ryan, 2013). 5M terdiri dari langkah-langkah berikut: SUMMER Menceritakan ulang peristiwa yang terjadi VALENTINE'S DAY Menjabarkan tanggapan yang diberikan dalam menghadapi peristiwa yang diceritakan CAR Menghubungkan kaitan antara peristiwa dengan pengetahuan, keterampilan, keyakinan atau informasi lain yang dimiliki BOOK Menganalisis dengan detail mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi, lalu mengambil beberapa perspektif lain, MENU Menuliskan rencana alternatif jika menghadapi kejadian serupa di masa mendatang. MENDESKRIPSIKAN (REPORTING) MENGAITKAN (RELATING) MERANCANG ULANG (RECONSTRUCTING) MENGANALISIS (REASONING) MERESPON (RESPONDING) 1 2 3 4 5
Dimulai dengan alur Mulai dari Diri tanggal 9 Maret 2023 Pada kegiatan ini CGP ditugaskan untuk membuat blog di LMS dengan menuliskan refleksi diri mengenai kegiatan supervisi akademik yang pernah dilaksanakan ( ketika CGP di supervisi oleh kepala sekolah /pengawas) Kegiatan dilanjutkan dengan alur Eksplorasi Konsep 10-15 Maret 2023 materi-materi yang disajikan dalam alur ini adalah mengenai konsep paradigma prinsip alur coaching dan supervisi akademik dengan paradigma coaching Saya juga melaksanakan kegiatan PI 3 pada tanggal 10 Maret 2023 Beberapa aktivitas yang saya lakukan pada minggu ini tidak terlepas dari alur Merdeka yang ada di LMS yaitu : MENDESKRIPSIKAN (REPORTING)
Kami selanjutnya melaksanakan kegiatan Lokakarya 3 pada tanggal 12 Maret 2023 di SMP Negeri 1 Cluring. Kemudian kami melaksanakan kegiatan Ruang Kolaborasi tanggal 16-17 Maret 2023 bersama fasilitator yang hebat dan teman-teman CGP lain yang luar biasa. Di alur ini kami secara berpasangan melakukan praktek coaching. Selanjutnya kami memasuki alur Demonstrasi Kontekstual 20-21 Maret 2023 pada alur ini kami kembali melakukan praktik coaching berpasangan 3 CGP yang dalam praktiknya akan berperan sebagai coach, coachee dan pengamat secara bergantian. Kemudian tugas berupa link rekaman diupload ke LMS Alur berikutnya adalah Elaborasi Pemahaman 23 Maret 2023, konsep mengenai coaching dikuatkan oleh instruktur yang inspiratif dan hebat MENDESKRIPSIKAN (REPORTING)
Alur berikutnya yang kami lalui adalah Koneksi Antar Materi tanggal 24 Maret 2023 pada alur ini kami ditugaskan untuk membuat kaitan antar materi coaching dengan materi sebelumnya, yaitu pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial emosional Berikutnya kami melaksanakan Aksi Nyata tanggal 27-30 Maret 2023, implementasi coaching untuk supervisi akademik di Sekolah kami, dengan melibatkan rekan sejawat sebagai coachee kami Sebagai penutup modul 2 kami melaksanakan post test MENDESKRIPSIKAN (REPORTING)
Kami memulai alur pembelajaran modul 2.3 ini, dengan melakukan refleksi mengenai kegiatan supervisi akademik yang pernah dilakukan. Kemudian kami mempelajari materimateri yang disajikan antara lain : mengenai konsep paradigma , prinsip alur coaching dan supervisi akademik, dengan paradigma coaching. Pemahaman kami diperkuat dengan adanya penugasan di beberapa slide, untuk berpendapat mengenai apa itu "coaching" Melalui kegiatan tersebut saya mulai paham, jika sebenarnya proses coaching berawal dari analisa dan eksplorasi teknik yang akan digunakan, kemudian memberikan waktu dan situasi yang leluasa kepada coachee untuk mengenal dan mengetahui tujuan coaching MERESPON (RESPONDING)
Sebagai calon guru penggerak saya dipersiapkan untuk menguasai keterampilan coaching, yang akan membantu saya dalam proses kolaborasi, baik dengan rekan sejawat atau dengan murid. Di sisi lain dengan menguasai keterampilan coaching, saya dapat menambah wawasan dalam memahami dan membantu menyelesaikan masalah seseorang coachee, sebagai implementasi di masa depan. Diharapkan saya dapat menerapkan konsep dasar coaching ini untuk proses supervisi akademik, maupun penyelesaian masalah yang dihadapi oleh siswa MERESPON (RESPONDING)
Selama mempelajari modul 2.3, alur penugasan MERDEKA, sangat membantu saya dalam memahami materi coaching ini, saya menjadi paham, sebagai seorang coach saya harus memiliki keterampilan dalam memahami coachee, saya mulai dengan menjalin kemitraan mengajukan, pertanyaan-pertanyaan dengan alur TIRTA, yang eksploratif dan berbobot untuk menggali permasalahan yang terjadi, serta bagaimana seorang mendengarkan penuh coacheenya, agar mampu menciptakan komunikasi asertif dengan coachee. MENGAITKAN (RELATING)
Pada saat proses coaching, coach menyimak coachee yang sedang berbicara, untuk memahami setiap ucapan yang diucapkan coachee, serta ikut memberi pemahaman kepada coachee, tentang pentingnya menyelesaikan masalahnya, dengan potensi yang dimiliki coachee sendiri. Dalam Modul 2.3 ini, sangat berhubungan dengan materi di modul sebelumnya, mengenai pembelajaran diferensiasi dan pembelajaran sosial emosional, ketiganya saling berhubungan dan penting, untuk mengasah keterampilan seorang pendidik dalam berkolaborasi MENGAITKAN (RELATING)
Sebagai seorang coach, kita tidak hanya menjadi komunikator yang baik, tetapi harus mampu menuntun coachee, membuat tindakan serta alternatif jalan yang mungkin dipraktekkan coachee dan memberikan dorongan kepada coachee untuk memilih ide dan keputusan . Dorongan coach untuk coachee dalam menyusun rencana penyelesaian dengan waktu yang tepat , jelas dan spesifik disesuaikan dengan kebutuhan Coach juga harus mampu mendorong coachee untuk memilih orang yang akan dipercayakannya , dalam menyelesaikan masalahnya coach juga harus memberikan dorongan kepada coachee, untuk mempertanggungjawabkan terhadap aksi nyata, yang akan diambil dan dijalankan, sesuai rencana capaian secara spesifik sesuai dengan jadwal yang telah dibuatnya MENGANALISIS (REASONING)
Hal yang tidak kalah penting yang harus diperhatikan seorang coach adalah meyakinkan koci bahwa setiap masalah pasti terselesaikan dengan menciptakan keakraban dan kenyamanan sehingga koci dapat berbagi kisah yang sedang dihadapi pendengar aktif haruslah dibangun oleh coach dengan merasakan apa yang dirasa koci dan memposisikan situasi saling menghargai dan menghormati Berperan sebagai partner bagi seorang agar memiliki kerangka berpikir yang tepat dalam menemukan solusi melalui pertanyaan strategis pertanyaan-pertanyaan yang dilengkapi dengan perangkat coaching tepat mampu mengarahkan seseorang menemukan solusi paling tepat dan komitmen untuk melakukan eksekusi seorang quotes yang baik percaya Setiap orang selalu memiliki jawaban atas setiap masalah yang dimiliki tetapi mereka butuh bantuan untuk menemukan jawabannya MENGANALISIS (REASONING)
Rencana alternatif pertama yang akan saya lakukan agar perencanaan berjalan dengan lancar adalah menggunakan model TIRTA, pada proses coaching. Peran kita sebagai coach dapat mendampingi murid maupun rekan dalam mengeksplorasi dirinya dalam menemukan kebutuhan belajar dan strategi dalam memecahkan masalah pada dirinya sendiri Melalui proses coaching menggunakan alur TIRTA coachee akan lebih percaya diri dan dapat menemukan kekuatan yang ada pada dirinya MERANCANG ULANG (RECONSTRUCTING)
CALENDAR 2023
Thank You Tergerak Bergerak Menggerakkan