Menggali Potensi Daerah
Lewat Wirausaha Muda
Panduan Projek Penguatan
Profil Pelajar Pancasila
Bagi Guru SMA (Fase E)
Penyusun:
Evy Verawaty - Sekolah Cikal Jakarta
2
Tujuan, Alur, dan Target Pencapaian Projek
―Pemuda menurut Undang-Undang No.40 tahun 2009 adalah warga negara Indonesia yang
berusia 16 sampai 30 tahun yang merupakan periode penting usia pertumbuhan dan
perkembangan. Menurut hasil Susenas tahun 2020, perkiraan jumlah pemuda sebesar
64,50 juta jiwa atau hampir seperempat dari total penduduk Indonesia (23,86 persen).‖
(Statistik Pemuda Indonesia 2020, Badan Pusat Statistik)
Tahun 2009, pemerintah membuat program pembangunan kepemudaan, yang salah
satunya adalah Program Kewirausahaan Pemuda. Program yang bertujuan membangun
komitmen peranan pemuda dalam pembangunan ekonomi nasional ini terdiri dari 3 pilar:
penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan. (http://lpkp.kemenpora.go.id/statis-61-
fasilitas.html)
Tema Kewirausahaan SMA yang mengacu kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila, dengan
Projek ―Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda‖ ini bertujuan untuk membangun
kesadaran, menggali potensi diri dan daerah, serta memberdayakan pengetahuan dan
keterampilan yang dimiliki dalam mengembangkan wirausaha.
Projek ini terdiri dari 5 tahap: pengenalan, kontekstualisasi, perencanaan, aksi, dan refleksi.
Tahap pengenalan dan kontekstualisasi adalah bagian dari penyadaran kewirausahaan.
Mengacu pada Program Kewirausahaan Pemuda, kedua tahap ini:
―dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pemacu untuk tumbuh dan berkembangnya
sikap mental, cara pandang (mindset) serta motivasi untuk berwirausaha. Program
penyadaran ini ditujukan untuk menumbuhkan beberapa sikap mental yang dibutuhkan
untuk menjadi seorang wirausahawan. Hal ini sangat penting dilaksanakan mengingat
motivasi sebagian besar pemuda Indonesia untuk berwirausaha masih cukup rendah.‖
(http://lpkp.kemenpora.go.id/statis-61-fasilitas.html)
Tahap berikutnya adakah perencanaan, aksi, dan refleksi. Mengacu pada Program
Kewirausahaan Pemuda, ketiga tahap ini adalah bagian dari pemberdayaan:
―dilaksanakan untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan kepada pemuda
dalam mengembangkan wirausaha. Pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan setalah
pemuda tersebut sadar akan pentingnya berwirausaha, sehingga mereka memiliki motivasi
dan sikap mental untuk berwirausaha dengan mengembangkan ide-ide usaha yang ada.
Pemberdayaan ini dilaksanakan melalui penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan
penyuluhan tentang kewirausahaan. Pelatihan, pendidikan dan penyuluhan yang diberikan
harus melalui tahap anisis kebutuhan sehingga pelatihan dan pendidikan yang diberikan
tepat sasaran.‖ (http://lpkp.kemenpora.go.id/statis-61-fasilitas.html)
Diharapkan, melalui pengalaman belajar pada Program Kewirausahaan SMA dengan Projek
―Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda‖, dapat tumbuh generasi muda yang
memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi, visioner, berjiwa pemimpin, mandiri,
berkomitmen, pantang menyerah, dan mampu mengambil bagian masa depan bangsa yang
berdaya dalam memperkuat ekonomi nasional.
3
Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai
Projek
● Pemahaman bahwa program kewirausahaan adalah program yang membangun
kesadaran, menggali potensi diri dan daerah, serta memberdayakan pengetahuan
dan keterampilan yang dimiliki dalam mengembangkan wirausaha.
● Pengetahuan dan keterampilan yang dilatih adalah hal penting yang dibutuhkan di
dunia nyata apapun peran yang nantinya dipilih siswa saat dewasa.
● Komitmen seluruh warga sekolah untuk menerapkan nilai-nilai penting
kewirausahaan: kreativitas, inovasi, kepemimpinan, komitmen, pantang menyerah,
berintegritas, berjiwa pemimpin, mandiri, berkomitmen, pantang menyerah. Hal ini
tidak terbatas diterapkan pada jam mata pelajaran Kewirausahaan saja, tapi
dilaksanakan pada bidang lainnya.
● Pemahaman bahwa meskipun ada tahap di mana siswa akan diminta untuk
membuat sebuah rancangan usaha dan menjalankannya, keberhasilan dari projek
kewirausahaan ini ditentukan pada perubahan perilaku dan cara pandang siswa
tentang kewirausahaan dan bagaimana mereka menerapkan nilai-nilai tersebut
dalam kehidupan (tidak ditentukan dari seberapa banyak laba penjualan yang dapat
dihasilkan siswa).
● Memberikan bimbingan bagi siswa sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk
menuangkan kreativitas mereka. Hal ini termasuk bersikap terbuka dalam menerima
masukan program dari siswa yang berhubungan dengan kewirausahaan.
● Membina hubungan dengan pemerintah dan wirausahawan daerah agar dapat
menjadi partner dalam pelaksanaan program kewirausahaan. Hal ini penting karena
para siswa perlu mendapat ragam pengalaman dan informasi dari dunia nyata.
Bentuk kerjasama yang dapat dilakukan adalah: temu ahli, wawancara, diskusi,
kunjungan, workshop atau magang, pendampingan, dan kegiatan lainnya yang
mendukung.
● Menyiapkan waktu khusus yang dikoordinasikan dengan seluruh guru mata
pelajaran, jika akan ada hari yang dipakai untuk kunjungan, observasi, unjuk karya
atau lainnya agar seluruh kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.
4
Tahapan Dalam Projek
― Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha
Muda‖
Peran pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kewirausahaan dalam
membangun generasi muda Indonesia yang mandiri, kreatif, mampu bekerja sama dan
berakhlak mulia bagi terwujudnya partisipasi generasi muda pada mengembangkan potensi
daerah di masa depan.
Mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kewirausahaan dalam membangun
generasi muda Indonesia yang mandiri, kreatif, mampu bekerja sama dan berakhlak mulia
untuk berperan aktif dalam mengembangkan potensi daerah di masa depan.
I. Tahap Pengenalan. Mengenali makna, karakteristik, dan peran wirausaha dalam
kehidupan manusia.
1. Mengenal Wirausaha 2. Menggali Potensi Diri 3. Menumbuhkan Sikap
4 JP 4 JP Wirausaha
4 JP
II. Tahap Kontekstualisasi. Mengkontekstualisasi wujud wirausaha dalam pengenalan
potensi daerah.
4. Mengenal Potensi Daerah 5. Analisis Sumberdaya Daerah 6. Kearifan Lokal dan Etika
8 JP 4 JP Berwirausaha
4 JP
III. Tahap Perencanaan. Mencari dan mengembangkan ide, menginventarisasi sumber
daya, dan merencanakan usaha yang berkelanjutan
7. Menggali dan Mengembangkan 8. Merencanakan Usaha 9. Berkolaborasi dan Bekerja sama
Ide 4JP 4JP
4 JP
IV. Tahap Aksi. Mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapat melalui
aksi nyata yang bermakna
10. Strategi dan Inovasi dalam 11. Penyempurnaan Karya dan 12. Wirausaha Mandiri dan
Berwirausaha Strategi Berkelanjutan
4 JP 12 JP 12 JP
V. Tahap Refleksi. Menggenapi proses dengan unjuk karya, evaluasi dan refleksi
13.Refleksi
4JP
Total: 72 JP
1 JP = 45 menit.
5
Dimensi, elemen, dan sub elemen Profil Pelajar
Pancasila
Dimensi Sub-elemen Target Pencapaian di akhir Fase E (SMA, 15-18 Aktivitas
Mandiri
tahun) Terkait
Kreatif
Pemahaman diri Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan 1,2,3,4,5,13
Gotong dan situasi yang yang dihadapi
royong dihadapi
Beriman,
bertakwa menghasilkan Menghasilkan gagasan yang beragam untuk 7,8,9
kepada gagasan yang mengekspresikan pikiran dan atau perasaannya,
Tuhan Yang orisinal menilai gagasannya, serta memikirkan segala
Maha Esa, resikonya dengan mempertimbangkan banyak
dan perspektif seperti etika dan nilai kemanusiaan
Berakhlak ketika gagasannya direalisasikan
Mulia
menghasilkan Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran 7,8,9
karya dan tindakan dan/atau perasaannya dalam bentuk karya
yang orisinal dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan
mempertimbangkan dampak dan resikonya
memiliki keluwesan Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara 10,11,12
berpikir dalam kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai
mencari alternatif dengan perubahan situasi
solusi
permasalahan
kolaborasi - kerja Membangun tim dan mengelola kerjasama untuk 9,12
sama mencapai tujuan bersama sesuai dengan target
yang sudah ditentukan
akhlak pribadi - Menyadari bahwa aturan agama dan sosial 6,13
integritas merupakan aturan yang baik dan menjadi bagian
dari diri sehingga bisa menerapkannya secara
bijak dan kontekstual.
6
(Referensi) Perkembangan Sub-elemen Antarfase - Kreatif
Sub-elemen Belum Mulai berkembang Berkembang Sangat
berkembang sesuai harapan Berkembang
menghasilkan Mengembangkan Menghubungkan Menghasilkan Menghasilkan
gagasan yang gagasan yang ia gagasan yang ia gagasan yang gagasan yang
orisinal miliki untuk miliki dengan beragam untuk beragam untuk
membuat kombinasi informasi atau mengekspresikan mengekspresikan
hal yang baru dan gagasan baru untuk pikiran dan/atau pikiran dan/atau
imajinatif untuk menghasilkan perasaannya, perasaannya,
mengekspresikan kombinasi gagasan menilai menilai
pikiran dan/atau baru dan imajinatif gagasannya, serta gagasannya, serta
perasaannya. untuk memikirkan segala memikirkan segala
mengekspresikan risikonya dengan risikonya dengan
pikiran dan/atau mempertimbangkan mempertimbangkan
perasaannya. banyak perspektif banyak perspektif
seperti etika dan seperti etika dan
nilai kemanusiaan nilai kemanusiaan
ketika gagasannya ketika gagasannya
direalisasikan. direalisasikan
dalam bentuk aksi
nyata program
kewirausahaan.
menghasilkan Mengeksplorasi dan Mengeksplorasi dan Mengeksplorasi dan Mengeksplorasi dan
karya dan mengekspresikan mengekspresikan mengekspresikan mengekspresikan
tindakan yang pikiran dan/atau pikiran dan/atau pikiran dan/atau pikiran dan/atau
orisinal perasaannya sesuai perasaannya dalam perasaannya dalam perasaannya dalam
dengan minat dan bentuk karya bentuk karya bentuk karya
kesukaannya dalam dan/atau tindakan, dan/atau tindakan, dan/atau tindakan,
bentuk karya serta serta serta
dan/atau tindakan mengevaluasinya mengevaluasinya mengevaluasinya
serta mengapresiasi dan dan dan
dan mengkritik mempertimbang mempertimbangkan mempertimbangkan
karya dan tindakan kan dampaknya dampak dan dampak dan
yang dihasilkan bagi orang lain risikonya bagi diri risikonya bagi diri
dan lingkungannya dan lingkungannya
dengan dengan
menggunakan menggunakan
berbagai perspektif. berbagai perspektif
dalam bentuk
proposal rancang
karya
kewirausahaan.
memiliki berupaya mencari Menghasilkan solusi Bereksperimen Bereksperimen
keluwesan solusi alternatif saat alternatif dengan dengan berbagai dengan berbagai
berpikir dalam pendekatan yang mengadaptasi pilihan secara pilihan secara
mencari diambil tidak berbagai gagasan kreatif untuk kreatif untuk
alternatif berhasil dan umpan balik memodifikasi memodifikasi
solusi berdasarkan untuk menghadapi gagasan sesuai gagasan sesuai
permasalahan identifikasi terhadap situasi dan dengan perubahan dengan perubahan
situasi permasalahan situasi. situasi dalam aksi
nyata pelaksanaan
program
kewirausahaan.
7
(Referensi) Perkembangan Sub-elemen Antarfase - Mandiri
Sub-elemen Belum Mulai Berkembang Sangat
berkembang berkembang sesuai harapan Berkembang
Mengenali Menggambarkan Membuat penilaian Mengidentifikasi
kualitas dan pengaruh kualitas yang realistis kekuatan dan
minat diri serta dirinya terhadap terhadap tantangan-
tantangan yang pelaksanaan dan kemampuan dan tantangan yang
dihadapi hasil belajar; serta minat , serta akan dihadapi
mengidentifikasi prioritas pada konteks
kemampuan yang pengembangan diri pembelajaran,
ingin berdasarkan sosial dan
dikembangkan pengalaman pekerjaan yang
dengan belajar dan akan dipilihnya di
mempertimbangka aktivitas lain yang masa depan.
n tantangan yang dilakukannya.
dihadapinya dan
umpan balik dari
orang dewasa
(Referensi) Perkembangan Sub-elemen Antarfase - Gotong Royong
Sub-elemen Belum Mulai Berkembang Sangat
berkembang berkembang sesuai harapan Berkembang
kolaborasi -
kerja sama Menunjukkan Menyelaraskan Membangun tim Membangun tim
ekspektasi tindakan sendiri dan mengelola dan mengelola
(harapan) positif dengan tindakan kerjasama untuk kerjasama untuk
kepada orang lain orang lain untuk mencapai tujuan mencapai tujuan
dalam rangka melaksanakan bersama sesuai bersama secara
mencapai tujuan kegiatan dan dengan target yang mandiri sesuai
kelompok di mencapai tujuan sudah ditentukan. dengan target yang
lingkungan sekitar kelompok di sudah ditentukan.
(sekolah dan lingkungan sekitar,
rumah). serta memberi
semangat kepada
orang lain untuk
bekerja efektif dan
mencapai tujuan
bersama.
8
(Referensi) Perkembangan Sub-elemen Antarfase - Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME,
dan Berakhlak Mulia
Sub-elemen Belum Mulai Berkembang Sangat
berkembang berkembang sesuai harapan Berkembang
akhlak pribadi - Membiasakan Berani dan Menyadari bahwa Menyadari bahwa
integritas melakukan refleksi konsisten aturan agama dan aturan agama dan
tentang pentingnya menyampaikan sosial merupakan sosial merupakan
bersikap jujur dan kebenaran atau aturan yang baik aturan yang baik
berani fakta serta dan menjadi dan menjadi
menyampaikan memahami bagian dari diri bagian dari diri
kebenaran atau konsekuensinya sehingga bisa sehingga bisa
fakta untuk diri sendiri menerapkannya menerapkannya
dan orang lain secara bijak dan secara bijak dan
kontekstual kontekstual dalam
aksi nyata program
kewirausahaan
9
Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran
Salah satu agenda strategis pembangunan kepemudaan adalah menciptakan generasi
penerus masa depan bangsa yang tangguh, mandiri dan berdaya saing, terlebih untuk
memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan peluang bonus demografi. Menyadari pentingnya
peran dan fungsi yang melekat pada pemuda, maka pemerintah Indonesia berusaha untuk
mengembangkan segenap potensi yang ada melalui penyadaran, pemberdayaan,
pengembangan kepemudaan di segala bidang, sebagai bagian dari pembangunan nasional.
(Statistik Pemuda Indonesia 2020).
Penyadaran dan pengembangan sikap wirausaha kepada para siswa SMA usia pemuda 16-
18 tahun merupakan bagian dari kewajiban sekolah dalam menyiapkan pengetahuan, sikap
dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekal kehidupan di dunia nyata. Sekolah
memberikan pengenalan, bimbingan, dan pendampingan bagi siswa dalam mengenal,
memahami, dan menumbuhkan nilai-nilai luhur dalam tema kewirausahaan. Sekolah dapat
menjadi ekosistem bagi siswa untuk belajar dan menggali pengalaman. Siswa yang memiliki
daya kreasi dan inovasi yang tinggi, visioner, berjiwa pemimpin, mandiri, berkomitmen,
pantang menyerah adalah siswa yang akan memberikan kontribusi positif dalam perannya di
kelas, sekolah, dan masyarakat baik secara akademik maupun non-akademik.
Rangkaian kegiatan pada Tema Kewirausahaan dengan Projek ―Menggali Potensi Daerah
Lewat Wirausaha Muda‖ melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam pelaksanaannya.
Pengenalan etika dan integritas lewat pelajaran agama dan budi pekerti serta budaya lokal;
pembuatan berbagai macam teks seperti proposal, iklan, surat yang melibatkan pelajaran
bahasa; penghitungan dasar hasil survey, harga, dan biaya dari pelajaran Matematika;
pengenalan potensi daerah lewat pelajaran IPS dan IPA, menumbuhkan sikap kerjasama
lewat kerja kelompok berbagai bidang ilmu dan juga pelajaran Olahraga, dan lainnya.
Pelaksanaan projek ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang
terlibat: siswa, orangtua, guru, sekolah, masyarakat sekitar, pemerintah daerah, dan pihak
lainnya.
10
Cara Penggunaan Perangkat Ajar Projek ini
Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang untuk membantu guru SMA (Fase E) yang berada di
sekolah penggerak untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler yang mengusung tema
Kewirausahaan. Di dalam perangkat ajar untuk projek ―Menggali Potensi Daerah Lewat
Wirausaha Remaja‖ ini, ada 13 (tiga belas) aktivitas yang saling berkaitan.
Tim Penyusun menyarankan agar projek ini dilakukan pada semester kedua kelas X atau
semester pertama kelas XI dan XII dikarenakan aktivitas yang ditawarkan disusun dengan
sedemikian rupa agar siswa dapat memiliki kesempatan untuk melakukan rangkaian
pembelajaran secara penuh, dari mengenal, membangun sikap, hingga membuat aksi nyata
dan refleksi.
Waktu yang direkomendasikan untuk pelaksanaan projek ini adalah 1 (satu) semester,
dengan total kurang lebih 144 Jam Pelajaran. Projek ini membuat gambaran sederhana dari
pelaksanaan yang terdiri dari 72 Jam Pelajaran. Setiap tahap memiliki JP yang berbeda
terkait dengan karakteristik dari kegiatan pada tahap tersebut. Sisa JP yang ada dapat
dimanfaatkan guru untuk meramu kembali kegiatan dan JP yang dibutuhkan pada setiap
tahap dengan mempertimbangkan persiapan materi untuk memantik diskusi dan refleksi
siswa. Siswa juga mempunyai waktu untuk berpikir, berefleksi, dan menjalankan masing-
masing aktivitas dengan baik.
Guru dan kepala sekolah mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menyesuaikan
jumlah aktivitas, alokasi waktu per aktivitas, dan apakah semua aktivitas diselesaikan dalam
waktu singkat atau disebar selama satu semester/satu tahun ajar. Materi ataupun rancangan
aktivitas juga bisa disesuaikan agar projek bisa berjalan efektif dan efisien sesuai dengan
kebutuhan siswa dan kondisi sekolah juga kondisi daerah tempat sekolah berdiri.
11
Kegiatan 1: Mengenal Karakter Wirausaha
Tujuan Pembelajaran:
Siswa dapat mendalami makna wirausaha
Siswa dapat mengenal karakteristik seorang pengusaha
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet,
narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan:
- Sebagai kegiatan awal dari tema, guru akan memperkenalkan tema kewirausahaan dengan projek
Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda
- Diskusi tentang harapan siswa akan pelaksanaan program ini
- Pembuatan perjanjian kelas tentang sikap belajar
Pelaksanaan:
- Diskusi tentang apa yang siswa ketahui tentang kewirausahaan
- Diskusi tentang petunjuk visual (gambar: pengusaha dan pegawai). Mana yang menggambarkan
pengusaha? Mana yang bukan? Apa perbedaannya?
- Guru memutar video tentang kewirausahaan.
- Guru membuka diskusi dan menjelaskan kembali tentang definisi wirausaha/entrepreneur: orang
yang pandai atau berbakat dan inovatif dalam melakukan aktivitas kewirausahaan baik mengenali
produk baru, menentukan cara produksi produk baru, menyusun manajemen operasional
pengadaan produk, memasarkan produk, dan mengatur sistem permodalan usahanya.
- Membaca artikel/menonton dokumentasi tentang tokoh wirausahawan sukses
- Mengidentifikasi sikap-sikap yang dimiliki tokoh wirausahawan dalam bacaan/tontonan:
Bagaimana sikap atau karakteristik tokoh? Apakah kamu memiliki sikap dan karakteristik yang
sama dengan tokoh?
Tugas:
- Mengerjakan jurnal
- Mencari tahu anggota keluarga/masyarakat yang adalah seorang wirausahawan. Mengidentifikasi
sikap-sikap yang dimiliki tokoh wirausahawan: Apakah kamu mengenal seorang pengusaha atau
wiraswasta? Bagaimana sikap atau karakteristik mereka? Apakah kamu memiliki sikap dan
karakteristik yang sama dengan mereka?
12
Kegiatan 2 Menggali Potensi Diri
Tujuan Pembelajaran:
Siswa dapat mengenal karakter dan kualitas diri yang berhubungan dengan karakteristik
kewirausahaan
Siswa dapat mengenal dan menggali minat dan bakat
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru meminta siswa untuk duduk dalam kelompok kecil.
Pelaksanaan:
- Presentasi individu. Apakah hal yang menarik minatmu?. Siswa secara bergantian masing-
masing 1 menit tentang satu hal yang menarik minatnya.
- Diskusi kelompok. Bagaimana kalian dapat melihat bidang minat kalian sebagai sebuah bisnis,
produk, atau layanan sosial (kewirausahaan sosial?)
- Usaha impian. Siswa menuliskan dan mengilustrasikan tentang usaha impiannya pada lembar
kerja.
- Presentasi individu usaha impian.
- Guru mengajukan pertanyaan: Apa yang harus dilakukan agar impianmu berhasil? Siswa
mendeskripsikan jawaban mereka pada tabel.
- Diskusi kelompok. Siswa berbagi dengan teman-temannya tentang isi tabel mereka.
- Diskusi kelas. Menjadi Wirausahawan:
Tugas:
- Mengisi jurnal
- Membaca artikel/menonton topik terkait kegiatan di atas
- Membuat daftar potensi pribadi dan impian/cita cita masa depan (dream book)
13
Kegiatan 3 Menumbuhkan Sikap Wirausaha
Tujuan Pembelajaran:
- Membangun sikap wirausaha (berani mencoba, membuat keputusan
- Siswa dapat memahami dasar-dasar kewirausahaan dan pengambilan keputusan
- Memahami persepsi dan definisi kewirausahaan dan bisnis kecil
- Memahami peran kewirausahaan bagi komunitas
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan lembar kuis atau file kuis secara online. Guru dapat membuat kotak
tabulasi di papan untuk pengisian hasil survey.
Pelaksanaan:
- Mengisi kuis: Cocok jadi wirausahawan.
- Diskusi kelompok. Siswa dalam kelompok nilai yang sama berkumpul. Mereka saling berbagi
tentang persamaan dari sifat yang mereka miliki. Perwakilan dari tiap kelompok akan berbagi
hasil diskusi pada presentasi kelas.
- Survey pendapat siswa. Menjadi wirausahawan sukses itu: bakat, pilihan, atau keduanya?
- Membahas hasil survey. Siswa memberikan alasan atas jawaban yang mereka pilih.
- Permainan. Arkade Bola Kertas. Siswa mendapat 3x kesempatan melempar bola kertas ke
dalam keranjang yang ditaruh di depan kelas. Terdapat 3 titik untuk melempar. Setiap titik
mempunyai poin. Titik terjauh memiliki poin terbesar, titik terdekat memiliki poin terkecil. Jika
berhasil masuk, siswa mendapat poin, jika tidak 0. Siswa yang memiliki poin tertinggi menjadi
pemenangnya.
- Diskusi. Wirausahawan adalah individu yang menggunakan sumber daya ekonomi
dan menciptakan produk baru atau bisnis baru. Mereka menanggung risiko dan menerima
imbalan/keuntungan dari usaha mereka. Pertanyaan: Apa saja kerugian yang bisa dialami oleh
seorang wirausahawan? Mengapa mereka berani untuk mengambil resiko dalam berusaha?
Tugas:
- Mengisi jurnal
- Membuat satu komitmen untuk mencoba atau melakukan hal baru minggu ini.
14
Kegiatan 4 Mengenal Potensi Daerah
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mengenal potensi daerah
Waktu: 8JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan gambar/tulisan negara baik yang dibuat sendiri ataupun mencontoh dari
panduan dan memuat pada format digital.
Pelaksanaan:
- Guru meminta siswa menjelaskan apa yang mereka ketahui tentang negara maju dan
negara berkembang dan menyebutkan daftar negara maju dan negara berkembang
yang mereka ketahui
- Guru memberikan 3 contoh gambar berpasangan berbagai negara dan meminta
mereka menebak mana yang merupakan negara maju dan berkembang dan
menyebutkan alasannya.
- Guru menjelaskan definisi tentang negara maju dan berkembang. 4 faktor yang
mendukung kemajuan ekonomi suatu negara: Sumber daya alam, sumber daya modal,
sumber daya manusia, kewirausahaan
- Guru meminta siswa mengamati contoh negara pada kegiatan sebelumnya. Guru
meminta siswa menyimpulkan tentang kesamaan yangyagn dimiliki oleh negara-
negara maju (lewat hasil diskusi juga dari kegiatan membaca artikel).
- Guru
Tugas:
- Mengerjakan jurnal
- Guru meminta siswa melakukan riset dan observasi (lewat kunjungan, wawancara,
atau pengamatan langsung) terhadap sumber daya yang ada di daerah tempat tinggal.
Panduan riset dan observasi ada pada jurnal.
15
Kegiatan 5 Analisis dan Sumberdaya Daerah
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mengenal potensi daerah
Waktu: 4 JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan artikel tentang daerah Wisata Borobudur (bisa dengan gambarnya),
lembar diagram SWOT baik dalam bentuk cetak atau digital. Guru meminta siswa menyiapkan hasil
wawancara/diskusi/survey/kunjungan luar sekolah guna mencari tahu tentang potensi daerah dari
kegiatan sebelumnya.
Pelaksanaan:
- Guru membuka pertemuan dengan menunjukkan gambar Candi Borobudur dan bertanya:
Siapa yang pernah mengunjungi Candi Borobudur? Apa tempat wisata lainnya yang ada di
sekitar Candi?
- Guru meminta siswa membaca artikel 1 ―Borobudur Ramai Wisatawan Tetapi 3 Desanya
Dilanda Kemiskinan‖ dan bertanya tentang isi artikel (Apa kelebihan tempat wisata Candi
Borobudur? Apa kekurangan pada daerah wisata tersebut? Apa tantangan untuk daerah
sekitar tempat wisata? Apa peluang atau potensi yang ada di kawasan wisata Candi
Borobudur? Apa strategi atau langkah yang dapat dilakukan agar desa di kawasan wisata
Candi Borobudur dapat sejahtera?
- Setelah selesai mendengar jawaban dari siswa, guru meminta siswa membaca artikel 2. Siswa
menyebutkan langkah-langkah yang dilakukan oleh para penduduk desa di kawasan wisata
Candi Borobudur untuk meningkatkan perekonomian mereka.
- Guru menjelaskan tentang analisis SWOT, sebagai alat untuk mengidentifikasi faktor internal
dan faktor eksternal diri/daerah/suatu usaha dan hasil digunakan sebagai salah satu dasar
untuk pengambilan keputusan
- Guru meminta siswa duduk berkelompok dan membaca kembali artikel 1 dan 2 dan
menuliskan komponen SWOT desa di kawasan wisata Borobudur
Tugas: Secara berkelompok, siswa membaca kembali hasil pengamatan dan survei dari kegiatan
sebelumnya. Lalu secara bersama berdiskusi dan menuliskan hasil diskusi dan identifikasi potensi
daerah dalam diagram analisis SWOT.
16
Kegiatan 6 Kearifan Lokal dan Etika Berwirausaha
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mengenal kearifan lokal dari berbagai daerah yang berhubungan dengan
kewirausahaan
- Siswa memahami kearifan lokal sebagai bagian yang mendukung kelangsungan
kewirausahaan
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan gambar/tulisan negara baik yang dibuat sendiri ataupun mencontoh dari
panduan dan memuat pada format digital.
Pelaksanaan:
- Guru menyebutkan sebuah pepatah/petuah dalam bahasa daerah yang betema
kebijakan hidup, integritas, dan kerja kertas. Guru meminta kepada siswa untuk
menebak arti dari pepatah/petuah tersebut, dan menyebut apakah pernah mendengar
hal tersebut? Guru meminta siswa menyebutkan pepatah/petuah lainnya yang mereka
ketahui
- Guru meminta siswa membaca artikel ―Kearifan Lokal Dalam Praktik Bisnis di
Indonesia‖ lalu secara mandiri atau berpasangan mengerjakan kegiatan lanjutan:
mendata kearifan lokal dari berbagai daerah pada tabel dan menjawab pertanyaan
diskusi terkait tema kegiatan.
- Guru menjelaskan tentang formatif 1 yang dilakukan oleh guru dengan menilai
partisipasi siswa dan refleksi yang dituliskan pada jurnal. Formatif 2 yang dilakukan di
akhir kegiatan 6 yaitu Esai singkat (150 - 400 kata) tentang topik pilihan:
● Membangun Sikap Kewirausahaan yang berwawasan Pancasila
● Analisis sumberdaya daerahku
● Kearifan lokal untuk kemajuan ekonomi daerah
Tugas:
- Melengkapi jurnal
- Membuat kerangka penulisan topik pilihan
17
Kegiatan 7 Menggali dan Mengembangkan Ide
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mampu menemukan dan mengembangkan ide yang layak, berdampak, dan kreatif
- Siswa mampu memberikan solusi atas masalah
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan materi kegiatan kreativitas seperti pada jurnal. Guru dapat menjadikan
kegiatan pada jurnal sebagai panduan, tetapi dapat mencari alternatif yang lain atau melakukan dalam
urutan yang berbeda. Siapkan situasi dan suasana kelas dalam keadaan relaks. Tunjukkan sikap
terbuka dalam menerima dan menyimak ide yang diekspresikan siswa pada kegiatan-kegiatan yang
dilakukan.
Pelaksanaan:
- Guru meminta siswa untuk melakukan kegiatan imajinasi gambar. Siswa melengkapi gambar
garis atau simbol yang ada pada kotak sesuai imajinasinya. Siswa dapat melengkapi gambar
dengan warna. Siswa berbagi dan membandingkan hasil imajinasinya dengan teman
sebangku/sekelompok menggunakan pertanyaan panduan.
- Guru meminta siswa untuk melakukan kegiatan imajinasi komunikasi antar dua karakter pada
komik. Siswa melengkapi komik dengan kalimat percakapan sesuai imajinasinya. Siswa dapat
melengkapi komik dengan tambahan latar dan warna. Siswa berbagi dan membandingkan
hasil imajinasinya dengan teman sebangku/sekelompok menggunakan pertanyaan panduan.
- Guru meminta perwakilan siswa berbagi hasil diskusi dengan temannya.
- Guru meminta siswa untuk melakukan kegiatan ketiga yaitu Sepatu Ajaib. Guru memberikan
sebuah konteks dengan situasi berikut: Siswa adalah salah satu peserta kompetisi inovasi
muda, di mana mereka diminta untuk membuat inovasi atas salah satu produk kelengkapan
sekolah. Siswa melengkapi gambar dasar pada jurnal (atau bisa menggambar kembali pada
kertas kosong atau pada media digital) menggunakan daya imajinasinya sekreatif mungkin.
- Guru dapat mengadakan kegiatan gallery walk agar siswa dapat saling melihat hasil kerja
teman-temannya
- Guru menunjukkan diagram tentang Karakteristik dari Kreativitas (Unik, Baru, Inovatif, Asli) dan
bagaimana Pengembangan kreativitas dapat dilaksanakan pada: kreativitas lingkungan,
kreativitas produk, kreativitas proses, kreativitas SDM. Guru membuka diskusi dengan siswa
tentang apa yang mereka pahami dari diagram tersebut. Guru meminta siswa menjelaskan
18
kreativitas yang mereka sajikan dari tugas Sepatu Impian.
Tugas:
- Menulis jurnal
- Melengkapi tugas sepatu impian pada kegiatan mandiri atau di rumah.
19
Kegiatan 8 Merencanakan Usaha
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mampu memahami komponen penyusunan perencanaan usaha
- Siswa memahami langkah-langkah pembuatan perencanaan usaha
- Siswa mampu menulis sebuah perencanaan usaha yang sederhana dan logis
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan lembar perencanaan usaha secara cetak ataupun dalam bentuk digital.
Guru menekankan kegiatan ini adalah kegiatan contoh untuk memahami bagaimana membuat sebuah
perencanaan usaha. Contoh yang siswa buat pada kegiatan ini dapat digunakan/tidak digunakan pada
kegiatan selanjutnya.
Pelaksanaan:
- Guru membuka kegiatan dengan menyambungkan kegiatan sebelumnya dengan kegiatan kini.
Ketika seorang wirausahawan mendapat ide dan mengidentifikasi sebuah peluang bisnis yang
potensial, langkah selanjutnya adalah membuat sebuah perencanaan usaha. Bagaimana
membuat perencanaan usaha yang baik?
- Guru meminta siswa mengamati lembar perencanaan usaha dan elemen penting yang ada di
sana.
- Guru meminta siswa untuk mengembangkan ide usahanya (bisa dari inspirasi kegiatan 2, 6, 7)
dan menuliskan perencanaan usaha pada lembar yang diberikan.
- Guru membantu memberi penjelasan jika siswa memiliki kesulitan dalam menentukan ide
usaha. Ide yang dikembangkan haruslah ide yang: layak (karena berfokus untuk membantu
orang lain), berdampak (karena fokus pada pemecahan masalah, bukan pada produk), kreatif
(karena menggunakan masalah sebagai inspirasi usaha)
Tugas:
- Mengerjakan jurnal
- Melakukan riset mandiri untuk pengisian lembar perencanaan usaha agar perencanaan
sederhana yang dihasilkan memiliki kelengkapan yang baik dan logis.
20
Kegiatan 9 Berkolaborasi dan Bekerja Sama
Tujuan Pembelajaran:
- mengembangkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan kerjasama tim
- melibatkan diri dalam aktivitas kerjasama tim yang berfokus pada projek
- merefleksikan kinerja diri dalam perannya sebagai anggota tim
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan alat-alat dan ruang kelas untuk permainan berkelompok yang bertujuan
untuk membangun semangat kolaborasi dan kerja sama. Beberapa kegiatan alternatif diberikan pada
lampiran kegiatan, guru dapat memilih permainan yang sesuai dengan situasi dan kondisi..
Pelaksanaan:
- Guru mengajak siswa berpartisipasi dalam permainan agar memperoleh pengalaman
berinteraksiberinterkasi dalam kerja tim. (inspirasi permainan ada pada jurnal)
- Guru meminta siswa membagikan kesan-kesan dalam mengikuti permainan.
- Guru berdiskusi dengan siswa tentang nilai-nilai yang didapat dari permainan.
Apakah kamu 'berpikir bersama' sebelum mulai melakukan permainan? -> membuat
perencanaan penting tetapi menjadi fleksibel saat situasi yang berbeda muncul juga sama
pentingnya.
➔ Apakah setiap anggota di kelompokmu memiliki peran yang jelas? Apakah peranmu?
Apakah kamu menikmati permainan? jika tidak, apa sebabnya?
(Tekankan bahwa dalam kerja tim, pembagian peran (pemimpin dan anggota) itu penting agar
tim berfungsi dengan baik. Dalam kolaborasi, meskipun tidak ada pembagian peran yang
signifikan, setiap anggota yang berkontribusi maksimal dan berkomunikasi dengan baik akan
menghasilkan kerjasama yang baik.
➔ Apakah kamu dapat menyelesaikan tantangan tepat waktu?
Jika tidak, menurutmu mengapa hal itu terjadi? Pentingnya
manajemen waktu untuk tim.)
➔ Apakah kamu senang dengan kolaborasi Anda sendiri dalam
aktivitasnya? Dengan anggota tim Anda? -> pastikan siswa berbicara jujur satu sama lain
dengan saling menaruh sikap hormat.
➔ Apa yang kamu pelajari? Apa yang akan kamu lakukan secara berbeda lain kali?
21
- Guru menjelaskan tentang pentingnya mengembangkan keterampilan berkolaborasi dan kerja
tim sebagai kompetensi unggul. (catatan: penting menjelaskan perbedaan keduanya.
Kolaborasi adalah kerjasama dalam hubungan sejajar. Kerja tim adalah kerjasama yang
membutuhkan pemimpin dan anggota. Setiap anggota mempunyai perannya masing-masing.
Pemimpin mempunyai tugas untuk mengkoordinasikan anggotanya agar tujuan tim tercapai).
- Guru menjelaskan kegiatan lanjutan yaitu mengelompokkan siswa untuk berkolaborasi dan
bekerja tim dalam menyiapkan sebuah proposal usaha. Kelompok ini akan bersama sampai
akhir projek.
- Siswa dalam satu kelompok akan memulai kegiatan dengan membuat kesepakatan bersama,
berbagi peran, dan bertukar ide. Mereka dapat mengenalkan ide-ide pribadi yang sudah
mereka buat pada kegiatan-kegiatan sebelumnya sebagai alternatif ide untuk didiskusikan
dalam tim saat memutuskan ide usaha kelompok.
Tugas:
- Menulis jurnal
- Berdiskusi kelompok
22
Kegiatan 10 Strategi dan Inovasi dalam
Berwirausaha
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa memahami bauran pemasaran sebagai bagian dari strategi dalam berwirausaha
- Siswa mendemonstrasikan kemampuan berpikir kritis tentang konsep pemasaran melalui
aktivitas yang dilakukan
- Siswa memahami inovasi sebagai bagian dari keberlanjutan sebuah usaha
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan materi untuk penjelasan tentang bauran pemasaran 4P. Guru dapat
mengundang guru mapel ekonomi/bisnis dan manajemen untuk menjadi pemateri tamu di kelas. Guru
juga dapat memutarkan video untuk penjelasan ini. Untuk kegiatan pembuka, guru dapat memantik
siswa dengan membawa beberapa barang konsumsi (atau menunjukkan gambarnya).
Pelaksanaan:
- Guru menunjukkan gambar produk lalu mendiskusikan dengan siswa pertanyaan-pertanyaan
tentang produk. Contoh ada pada jurnal.
Guru memberikan penjelasan: Produk dapat berupa barang, jasa, atau acara. Barang adalah
sesuatu yang digunakan atau dikonsumsi (contoh: makanan, minuman, alat tulis). Jasa adalah
sesuatu yang orang lakukan untuk membantu kita (jasa angkutan, potong rambut). Acara
adalah kegiatan bertema untuk suatu tujuan (contoh: konser musik, kompetensi olahraga)
- Guru mendiskusikan dengan siswa pertanyaan-pertanyaan tentang produk, harga, promosi,
dan tempat . (pertanyaan panduan ada pada jurnal)
- Guru membuka diskusi dengan siswa tentang teknologi. Siswa berbagi pengalaman mereka
menggunakan teknologi sehari-hari dan bagaimana teknologi mempengaruhi kehidupan.
- Guru bersama siswa menyaksikan contoh inovasi pada teknologi. Pertanyaan: bagaimana
inovasi dengan menggunakan teknologi membantu memecahkan masalah dan meningkatkan
efisiensi serta produktivitas. (pertanyaan panduan pada jurnal)
Tugas: Mengamati perkembangan teknologi di daerah. Apa aspek kehidupan yang berubah dalam
sepuluh tahun terakhir? Apa manfaat dari inovasi di bidang teknologi bagi aspek kehidupan tersebut?
23
Kegiatan 11 Penyempurnaan Karya dan Strategi
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mengembangkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan kerjasama tim
- Siswa melibatkan diri dalam aktivitas kerjasama tim yang berfokus pada penyelesaian projek
- Siswa mampu mengkomunikasikan ide di depan khalayak
Waktu: 12JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru meluangkan waktu secara berkala untuk mengecek perkembangan siswa. Kegiatan
ini lebih banyak dilakukan secara mandiri oleh siswa. Guru dapat mendampingi jika siswa memerlukan
bantuan dalam hal berhubungan dengan pihak ketiga atau pihak lain di luar sekolah.
Pelaksanaan:
- Guru mendiskusikan progres perkembangan pembuatan rencana usaha siswa. Diskusi
dilakukan per kelompok.
- Guru menginformasikan sumber-sumber belajar tambahan yang membantu siswa
menyelesaikan perencanaan usahanya.
- Guru memfasilitasi kegiatan siswa yang berhubungan dengan penyelesaian
perencanaan usaha (melakukan survey, wawancara, pembuatan prototype,
peminjaman alat/ruang sekolah, komunikasi dengan orang tua, komunikasi dengan
guru mapel yang terkait seperti guru ekonomi/manajemen, guru matematika, dan
lainnya, atau pihak lain yang dapat membantu siswa)
- Guru membagikan jadwal presentasi kelompok dan check list kelengkapan presentasi
proposal usaha kepada siswa
- (pada hari yang ditentukan) Siswa bersama kelompoknya mempresentasikan proposal
usaha. Guru (bersama tim penilai) akan memberikan masukan bagi perbaikan
proposal usaha siswa.
- Siswa melanjutkan penyempurnaan proposal usaha dan prototype produk.
Tugas:
- Melakukan kegiatan mandiri (bersama kelompok) penyelesaian proposal usaha dan persiapan
presentasi proposal
- Membuat perbaikan dan penyempurnaan proposal usaha da prototype produk.
24
Kegiatan 12 Wirausaha Mandiri dan Berkelanjutan
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa memahami tantangan yang dihadapi oleh wirausahawan
- Siswa memahami faktor-faktor penting dalam menciptakan usaha yang berkelanjutan
Waktu: 12JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Ada dua hal yang akan dilakukan pada kegiatan ini, yaitu Projek Unjuk Kerja dan juga studi
kasus tentang ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Untuk Projek Unjuk Kerja, Guru dapat
berkoordinasi bersama guru pendamping Projek Kewirausahaan dan P5 lainnya, Kepala Sekolah,
orangtua dan/atau pengurus OSIS agar kegiatan Projek Unjuk Kerja berjalan dengan baik. Sambil
siswa bersama kelompoknya berproses menyiapkan projek unjuk kerja selama jadwal Kegiatan 12
berlangsung, guru dapat mengecek kesiapan siswa dan tantangan yang mereka hadapi sambil
membawakan materi tentang ketangguhan dalam menghadapi tantangan (Hukum Karnel dan Kuis
Ketangguhan). Panduan pelaksanaan di bawah ini dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.
Pelaksanaan:
- Siswa bekerja secara mandiri dengan kelompoknya menyiapkan Projek Unjuk Kerja
- Guru mendiskusikan perkembangan persiapan Projek Unjuk Kerja Siswa berdasarkan
proposal dan timeline yang sudah dibuat
- Guru mendiskusikan dengan siswa tantangan yang dihadapi selama pengerjaan
proposal dan persiapan Projek Unjuk Kerja
- Guru meminta siswa mengisi Kuis Ketangguhan pada jurnal
- Guru meminta siswa mendiskusikan hasilnya
- Guru meminta siswa membaca teks Hukum Karnel dan menghubungkannya dengan
pengalaman kewirausahaan siswa. Pertanyaan diskusi: Apa tantangan terbesar yang
kamu miliki? Bagaimana usahamu mengatasinya? Apakah tantangan ini menyurutkan
motivasimu untuk menyelesaikan/melangsungkan projek yang sedang kamu lakukan?
Jika menghadapi tantangan apa yang sebaiknya dilakukan? Berhenti dan mencari
tantangan baru atau mencari cara mengatasinya?
- Guru mendiskusikan dengan siswa faktor -faktor penting (inovasi, kreasi, relasi, dan
motivasi) dalam usaha yang berkelanjutan. Pertanyaan diskusi: Apa hubungan faktor
inovasi, kreasi, relasi, dan motivasi pada usaha yang berkelanjutan? Jika dihubungkan
25
dengan Projek yang sedang kalian buat, bagaimana kalian membuat faktor inovasi,
kreasi, relasi , dan motivasi mendukung keberlanjutan usaha kalian? Jika memiliki
banyak tantangan, kenapa seorang wirausahawan tetap tangguh menjalankan
usahanya?
Tugas:
- Siswa menyiapkan kelengkapan persiapan Projek Unjuk Kerja sesuai panduan
- Siswa berlatih presentasi untuk persiapan Projek Unjuk Kerja
- Siswa membersihkan dan merapikan ruangan dan dokumen setelah Projek Unjuk Kerja selesai
26
Kegiatan 13 Refleksi
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa merefleksikan pengalaman belajar mereka lewat jurnal refleksi
- Siswa mampu merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kewirausahaan yang
dibangun untuk masa depan
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan lembar refleksi (secara cetak atau digital) atau menuliskan pertanyaan
refleksi pada papan tulis
Pelaksanaan:
- Guru meminta siswa mengerjakan refleksi pribadi dengan menggunakan pertanyaan panduan
pada jurnal
- Guru meminta siswa duduk berkelompok dan berbagi hasil refleksinya
- Guru mengajak seluruh siswa untuk sebuah diskusi kelas, meminta perwakilan untuk berbagi
tentang refleksi pribadi dan refleksi kelompok
- Guru meminta siswa melihat pohon harapan dan kekhawatiran yang dibuat di awal kegiatan
dan meminta pendapat siswa tentang hal ini.
- Guru memberi penutup dengan mengucapkan selamat atas komitmen dan keberhasilan siswa
menjalani Projek Kewirausahaan dan memberikan pesan bahwa pengetahuan, keterampilan,
dan sikap kewirausahaan yang dibangun pada projek ini dapat diaplikasikan dan membawa
manfaat bagi kehidupan kini dan masa depan
Tugas:
- siswa memastikan kelengkapan jurnal atau berkas belajar Projek Kewirausahaan lalu
mengumpulkannya dalam bentuk portfolio
27
JURNAL
28
Lampiran: Kegiatan 1
Apa yang kalian harapkan dari Projek Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda pada
P5 Tema Wirausaha ini?
Apa kekhawatiran yang kalian miliki dari Projek Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha
Muda pada P5 Tema Wirausaha ini?
Apa tantangan yang kalian perkirakan akan kalian hadapi dari Projek Menggali Potensi
Daerah Lewat Wirausaha Muda pada P5 Tema Wirausaha ini?
Harapan Kekhawatiran Tantangan
Perjanjian Kelas -> Contoh
Agar projek Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda dapat terlaksana dengan baik, maka
kita wajib:
- Mengikuti kegiatan dengan teratur
- Bersikap terbuka
- Menaruh hormat pada diri sendiri dan orang lain
- Bekerja sama
29
Lampiran: Tentang Wirausaha jualan
produk
Contoh hasil diskusi anak tentang barang
wirausaha jasa
kaya
uang
usaha
kerja keras
los
lelah
kerja sama
solusi
resiko
inisiatif
kesempatan
ide
manajemen
perencanaan
pengetahuan
visioner
kewirausahaan
Lampiran tentang gambar
Gambar B
Gambar A
30
Gambar C Gambar D
Gambar E
Gambar F
Kegiatan menonton video tentang wirausaha:
https://www.youtube.com/watch?v=gjGwlM5s-lw
Lampiran artikel tokoh Wirausahawan Indonesia
Biografi Bob Sadino
Indonesia bukan hanya kaya akan hasil alam saja namun juga sumber daya manusia yang kompeten.
Ada banyak tokoh terkenal dengan perjalanan hidup inspiratif dari berbagai bidang termasuk usaha.
Berikut biografi salah satu pengusaha pangan dan peternakan sukses Bob Sadino.
Latar Belakang Bob Sadino
Pengusaha nyentrik dengan gaya berbusana khas baju safari dan celana pendek ini memiliki nama asli
Bambang Mustari Sadino. Ia lahir dari pasangan suami istri Sadino dan Itinah Soeraputra pada 9 maret
31
1933 di Tanjungkarang, Lampung kemudian wafat di Jakarta tanggal 19 januari 2015.
Bob sadino merupakan bungsu dari lima bersaudara. Ia menikah dengan Soelami Soejoed dan
mempunyai dua anak perempuan bernama Shanti Dwi Ratih serta Mira Andiani.
Beliau berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ayahnya, Sadino merupakan seorang guru dan
menjadi kepala sekolah. Pergaulannya tentu lebih baik mengingat sang ayah termasuk amteenar atau
pegawai negeri zaman Hindia Belanda. Ibunya sendiri bernama Itinah Soeraputra.
Pendidikan Bob Sadino
Latar belakang keluarga yang mumpuni membuat Bob Sadino tidak sulit mendapatkan pendidikan
layak mulai dari SD hingga SMA. Oleh karena itu, dapat dibilang bahwa kehidupannya cukup memadai
dibandingkan anak seusianya di masa itu.
Pendidikan Bob Sadino berawal dari SR atau Sekolah Rakyat setingkat SD di Yogyakarta pada 1947.
Setelah itu ia melanjutkan SMP (1950) dan SMA (1953) di Jakarta.
Setelah lulus SMA Bob Sadino sempat bekerja di PT. Unilever namun hanya beberapa bulan.
Kemudian ia mengikuti temannya mendaftar kuliah Fakultas Hukum di Universitas Indonesia sebelum
akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pendidikannya dan memilih pekerjaan.
Jenjang Karir Bob Sadino
Selepas meninggalkan bangku kuliahnya sebelum lulus Bob Sadino kembali menjadi karyawan
Unilever hingga beberapa tahun. Setelah itu, ia bekerja di perusahaan pelayaran Jakarta Lyod dan
melancong ke luar negeri. Berikut ulasan lengkap mengenai perjalanan karirnya sebelum sukses:
1. Menjadi sopir
Saat bekerja di pelayaran Djakarta Lloyd Bob Sadino sering melanglang buana ke luar negeri terutama
Belanda dan Jerman sehingga kemampuan bahasa asingnya meningkat. Di sana pergaulannya
semakin luas namun selalu merasa tertekan menjadi atasan.
Akhirnya pada 1967 Bob Sadino dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia menggunakan gajinya saat
bekerja di Eropa dan warisan orang tuanya untuk membeli 2 buah Mercedes lalu membuka usaha
sewa mobil merangkap sebagai sopirnya. Sayangnya terjadi kecelakaan sehingga kendaraan mewah
tersebut rusak.
2. Menjadi Kuli Bangunan
Kerusakan akibat kecelakaan pada mobil Mercedes miliknya terlalu parah sehingga Bob Sadino tidak
mempunyai dana yang cukup melakukan perbaikan. Untuk menyambung hidup keluarga akhirnya ia
memutuskan menjadi seorang kuli bangunan.
Saat itu upah harian Bob Sadino sebagai kuli bangunan hanya Rp. 100. Tekanan hidup yang ia alami
sempat membuatnya depresi hingga suatu hari sahabatnya memberi saran untuk mengobatinya
dengan memelihara ayam dan dari sanalah inspirasi berwirausaha ternak muncul.
3. Merintis Telur Ayam Negeri
Bob Sadino mampu melihat peluang bisnis dari ukuran telur ayam lokal lebih kecil daripada yang ada
di luar negeri. Minimnya modal membuat ia menghubungi sahabatnya, Sri Mulyono Herlambang untuk
mengirimkan 50 bibit broiler langsung dari Belanda.
Mengingat bahwa ia bukan lulusan sarjana peternakan, Bob Sadino mempelajari cara
mengembangbiakkan ayam broiler dari majalah peternakan berbahasa Belanda. Berbekal hal tersebut
pengusaha nyentrik ini pun berhasil dan menjual telur ayamnya kepada tetangga tempat tinggalnya.
Pengalaman hidup di Eropa dan kefasihannya dalam berbahasa Inggris memudahkan Bob Sadino
untuk memasarkan telur kepada tetangga yang kebanyakan ekspatriat atau orang asing. Berkat
mempertahankan keuletan, penjualan meningkat dari beberapa saja dalam sehari menjadi puluhan
kilo.
4. Merambah Bisnis Sayur Mayur
Setelah cukup sukses menjual telur ayam broiler, Bob Sadino kembali sadar terdapat peluang dalam
banyaknya sayur mayur serta buah-buahan luar negeri yang belum ada di Indonesia. Akhirnya ia
memperkenalkan jagung manis, brokoli dan melon.
Bob Sadino juga menjadi orang yang memperkenalkan cara berkebun secara hidroponik di Indonesia
sehingga dapat menghasilkan sayuran segar. Padahal saat itu belum ada satupun perladangan yang
menerapkan sistem tersebut. Ia pun bekerjasama dengan para petani lokal untuk mengembangkan
bisnis Kem Farm.
5. Mendirikan Perusahaan
Akhirnya Bob Sadino mendirikan perusahaannya sendiri di tahun 1970 bernama Kem Chicks. Ini
merupakan supermarket yang menyediakan berbagai produk pangan impor untuk masyarakat Jakarta.
32
Lokasinya berada di jalan Kemang Raya nomor 3-5 di Ibu Kota.
Melihat permintaan daging sosis semakin meningkat Bob Sadino memanfaatkan peluang tersebut
untuk mendirikan perusahaan Kemfood pada tahun 1975. Ini merupakan pelopor industri daging
olahan di Indonesia. Produk andalannya yaitu burger, bakso dan lain sebagainya.
Perusahaan Bob Sadino terbilang sukses jika melihat catatan awal 1985 yang menunjukkan rata-rata
penjualannya sudah konsisten 40 – 50 ton daging segar, 60 – 70 ton daging olahan, dan 100 ton
sayuran.
6. Melebarkan Bisnis ke Bidang Properti
Bob Sadino tidak berhenti mengembangkan bisnisnya. Kali ini ia merambah bidang properti dengan
melakukan kerjasama bersama Agung Sedayu Group untuk mendirikan The Mansion at Kemang yaitu
perpaduan pusat perbelanjaan, apartemen dan perkantoran.
Mansion at Kemang masih satu lokasi bersama Kem Chicks yaitu berada di jalan Kemang Raya nomor
3-5 Jakarta. Bob Sadino melengkapi gedung 32 lantai dengan ruang apartemen sejumlah 180 unit dan
pertokoan 10 unit.
Bob Sadino Menjadi Motivator para Pengusaha
Meskipun telah sukses dan menjadi konglongmerat, Bob Sadino tetap menjadi sosok ramah dan
bersahaja. Pria yang gemar mengenakan busana santai baju safari dan celana pendek ini juga dikenal
sangat menyukai musik country.
Setelah sukses, Bob Sadino juga sering tampil di layar televisi nasional untuk memberikan motivasi. Ia
berbagi pengalaman suka dukanya dalam meniti usaha kepada khalayak umum. Berikut beberapa
quotes yang pernah terlontar dari pengusaha berpenampilan nyentrik ini.
● ―Setinggi apapun pangkatnya Anda tetaplah karyawan, sekecil apapun usahanya Anda
adalah bosnya‖
● ―Saya bisnis mencari rugi sehingga semangat dan jika untung bertambahlah rasa syukur‖
● ―Di balik harapan selalu diikuti kekecewaan jadi berhentilah berharap‖
● Selain itu masih banyak quotes dari Bob Sadino yang mampu memotivasi para calon
pengusaha sukses supaya tidak mudah menyerah.
Wafatnya Bob Sadino
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Bob Sadino sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit
Pondok Indah selama dua bulan.
Kemudian pada hari senin tanggal 19 januari 2015 ia wafat setelah berjuang dengan penyakit infeksi
saluran pernafasan kronis.
Bob Sadino sendiri sudah tidak sadarkan diri dalam kurun waktu 2 – 3 minggu sebelumnya. Selain
karena usia lanjut, kondisinya memang semakin menurun semenjak wafatnya sang istri pada bulan juli
2014.
Demikian biografi lengkap salah satu tokoh pengusaha sukses Indonesia Bob Sadino. Semoga
perjalanannya dalam memulai bisnis dari nol dapat menginspirasi Anda.
Sumber:
https://www.akudigital.com/bisnis-tips/biografi-bob-sadino/
Video Wirausahawan Indonesia: Bob Sadino
https://www.youtube.com/watch?v=C53YPi9jBGk&t=370s
https://www.youtube.com/watch?v=AMDtLJGT7m4
https://www.youtube.com/watch?v=jOWhn9El5fg
Lembar Kerja setelah Membaca Artikel/Menonton Video
1. Apa yang menjadi alasan sang tokoh mulai menjadi wirausahawan?
33
2. Apa produk/jasa yang dihasilkan?
3. Apa saja tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha?
4. Apa yang memotivasi tokoh untuk tetap bertahan dan berkembang?
5. Apa saja strategi yang ditunjukkan tokoh dalam menjalankan usaha?
6. Bagaimana sikap atau karakteristik tokoh?
7. Apakah kamu memiliki sikap dan karakteristik yang sama dengan tokoh?
8. Apa pesan moral yang dapat diambil dari kisah tentang tokoh tersebut?
34
Lampiran lembar tugas mencari tokoh wirausahawan di sekitar
Nama tokoh wirausahawan:
Produk/Jasa yang dihasilkan:
Lama waktu berusaha:
Lokasi usaha:
Kegiatan sehari-hari: (proses produksi)
Sumberdaya yang digunakan:
Kisah perjalanan usaha:
Karakter tokoh:
Yang dapat dipelajari dari kisah tokoh:
35
Lampiran Kegiatan 2
Usaha Impian
Andai ini adalah tokomu. Tulislah dan hiaslah toko ini dengan usaha impianmu.
Tulis nama toko, harga barang/jasa, gambar produk, keterangan lain.
Tambahan informasi untuk dituliskan.
Bagaimana bentuk produk usahamu? Gambarkan ide bisnismu.
Alat dan bahan apa yang kamu butuhkan?
Siapa saja orang yang akan bekerja bersamamu?
Bagaimana kamu akan menjalankan usahamu?
36
Saya saat ini Impian saya di masa depan Yang saya usahakan agar
impian saya menjadi
kenyataan
37
Impian Saya di Masa Depan :
Nama Ilustrasi
Kalimat motivasi:
Saat saya dewasa, cita-cita saya adalah ...………………
Karena…….
Saya berbakat dalam bidang: Saya memiliki sikap berikut….. (lingkari 3
1. …………………… sikap yang sangat menggambarkan dirimu
2. …………………… saat ini.)
3. …………………...
Hal penting dalam hidup saya adalah
……………………………………………………
…………………………………………………...
Jika saya sukses, maka saya akan
……………………………………………………
…………………………………………………...
38
Lampiran Kegiatan 3.
Kuesioner Cocok jadi wirausahawan.
Berilah bobot pada 10 pertanyaan kuesioner di bawah ini sesuai dengan apa yang kamu
rasakan.
1-------------------2----------------------3--------------------4----------------------5
Sangat tidak cukup setuju sangat
tidak setuju setuju setuju
setuju
1. ….. Saya menyukai tantangan untuk mencoba melakukan sesuatu yang baru
2. ….. Saya rela bekerja keras asal dapat mewujudkan mimpi saya
3. ….. Saya adalah orang yang jujur, dapat dipercaya dan diandalkan oleh teman, guru, dan
keluarga.
4. ….. Saya merasa sangat puas saat dapat menyelesaikan tugas dengan baik
5. ….. Saya selalu menyelesaikan tugas yang saya miliki meskipun banyak tantangan yang
dihadapi
6. ….. Saya dapat membuat keputusan secara mandiri
7. ….. Saya berani mengambil resiko dan belajar dari kesalahan
8. ….. Saya dapat bekerja dengan baik pada situasi yang beragam
9. ….. Saya memiliki kepribadian/keahlian/keterampilan yang unik yang tidak dimiliki semua
orang.
10. ….. Ayah/Ibu saya adalah seorang pengusaha
Nilai Petunjuk Nilai
41-50 Kamu sangat cocok menjadi seorang pengusaha
31-40 Kamu punya potensi menjadi seorang pengusaha
21-30 Kamu dapat belajar menjadi seorang pengusaha dengan fokus pada
10- 20 pengembangan diri
Kamu lebih tertarik pada profesi selain menjadi seorang pengusaha
Diskusi. Menjadi pengusaha sukses: bakat atau pilihan?
39
Menjadi Seorang
Pengusaha Sukses
⇦ ⇨
bakat ? pilihan ?
Menurut saya …..
Karena …...
40
Mencoba hal baru Minggu ini.
Apa saja manfaat mencoba hal-hal baru?
Mencoba hal-hal baru meningkatkan kesadaran diri, merangsang kreativitas, membantu
mengatasi rasa takut, meningkatkan kepercayaan diri, membangun kebijaksanaan, dan
memungkinkan Anda untuk melihat dunia dari perspektif yang berbeda.
Mengapa sulit sekali untuk melakukannya?
Sebagian dari kita kadang sulit untuk mencoba hal-hal baru. Biasanya karena kita sudah
merasa nyaman dengan hal yang kita sukai atau sudah sering lakukan. Pemikiran yang
muncul atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi akan membuat kita enggan mencoba hal
baru meskipun kita tertarik akan hal itu.
Bagaimana saya dapat meyakinkan diri saya untuk melakukannya?
Menuliskan daftar hal-hal baru yang ingin dilakukan, menuliskan alasannya dan kapan kalian
akan melakukannya akan sangat membantu hal itu dapat terlaksana.
Minggu ini, cobalah melakukan sesuatu hal baru yang selalu kamu inginkan, dan tuliskan
perasaanmu atas pengalaman tersebut. Berikut beberapa ide baik yang dapat kamu lakukan
minggu ini.
- Menelepon kerabat jauh atau sahabat lama menanyakan kabar mereka
- Memasak menu baru dari inspirasi
- Melukis dengan
- Mendaftar seminar atau pelatihan keterampilan
- Dan sebagainya
Hal baru yang aku lakukan minggu ini adalah …..
Aku melakukannya karena….
Perasaanku setelah melakukannya adalah…..
41
Lampiran Kegiatan 4
Mengamati peta penyebaran negara-negara menurut
Sumber:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Developed_and_developing_countries.PNG
42
Kegiatan
Kegiatan mengamati dan membandingkan sumber daya dua negara dan kemampuan
ekonomi yang dimiliki.
Pertanyaan:
- Di mana letak geografis negara tersebut?
- Apa sumber daya yang dimiliki tiap negara?
- Apakah negara tersebut termasuk dalam berkembang atau maju menurut kemampuan
perekonomiannya? Apa yang menyebabkan?
1
Negara A: Qatar Negara B: Sudan
2
Negara A: Belanda Negara B: Kolombia
3 Negara B: Singapura
Negara A: Indonesia
4 faktor sumberdaya yang mendukung kemajuan ekonomi suatu negara
Sumber Daya Alam Sumber Daya Manusia
Kekayaan alam yang mendukung proses Kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang
43
produksi (luas wilayah, kesuburan tanah, dibutuhkan dalam proses produksi
hutan, bahan tambang, minyak, gas, laut)
Sumber Daya Modal Kewirausahaan
Kekayaan teknologi, uang, mesin, serta alat Para wirausahawan yang menggabungkan
dan infrastruktur lainnya yang mendukung input sumber daya alam, tenaga kerja, dan
proses produksi modal untuk menghasilkan barang atau jasa
dengan tujuan menghasilkan keuntungan
atau mencapai tujuan nirlaba.
Orang-orang ini membuat keputusan yang
menentukan arah bisnis mereka; mereka
menciptakan produk dan proses produksi
atau mengembangkan layanan. Mereka
menjadi pengambil resiko karena tidak
mendapat jaminan keuntungan sebagai
imbalan atas waktu dan usaha mereka. Akan
tetapi, jika perusahaan usaha mereka
berhasil, mereka akan mendapat keuntungan.
Sumber: https://pressbooks.senecacollege.ca/introbusinessbam101/chapter/chapter-
1-economic-systems-and-business/ diterjemahkan.
44
Lembar Kerja: Potensi Daerah Sumber Daya Manusia
Hasil Riset/Observasi/Wawancara/Kunjung Kerja
Potensi Daerah ……
Oleh:............
Sumber Daya Alam
Sumber Daya Modal Kewirausahaan
Catatan Penting lainnya
Sumber:
45
Lampiran Kegiatan 5
Lampiran: Artikel
Borobudur Ramai Wisatawan Tetapi 3 Desanya Dilanda Kemiskinan
Daya pikat Candi Borobudur sebagai destinasi wisata memang tak perlu diragukan. Dibangun pada
abad ke-IX, di atas bukit yang dikelilingi pegunungan kembar (Merapi-Merbabu & Sindoro Sumbing),
monumen Buddha terbesar di dunia itu adalah magnet bagi para pelancong lokal dan mancanegara.
Dengan kunjungan rata-rata 3,5-3,8 juta turis per tahun, wisata Candi Borobudur jadi penopang
pendapatan pariwisata di Kabupaten Magelang—pada 2015 menyetor Rp96,49 miliar atau 95,93
persen dari total pendapatan obyek wisata.
Namun, besarnya pendapatan itu tak serta-merta berdampak pada perekonomian masyarakat desa di
sekitarnya.
Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPD) Jawa Tengah mencatat, tiga desa di Kecamatan
Borobudur masih masuk dalam zona merah kemiskinan, yakni Giri Tengah, Ngadiharjo dan
Wringinputih.
Saya menyaksikan langsung bagaimana kondisi Giri Tengah, berjarak sekitar 7 kilometer dari Candi
Borobudur, pada Rabu, 13 November lalu. Dibandingkan desa yang lebih dekat lokasinya dengan
Candi Borobudur, pembangunan infrastruktur Giri Tengah memang terlihat masih minim.
Beberapa titik jalan belum teraspal, berlubang dan terlihat gelap saat saya melewatinya jelang Maghrib
karena tak ada penerangan. Kondisi ini membuat akses ke Giri Tengah yang menanjak dan berkelok di
kaki perbukitan Menoreh rawan kecelakaan.
Turis dari Candi Borobudur juga jarang ada yang berkunjung meski desa itu punya potensi pariwisata
yang tak kalah menarik: kerajinan pahat topeng kayu, anyaman bambu, batik tulis, hingga gamelan.
Mati Suri Balkondes
Sebenarnya, desa-desa di Kecamatan Borobudur punya Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang dapat
kucuran dana corporate social responsibility BUMN, PT Taman Wisata Candi Borobudur.
Balai yang diresmikan serentak di 20 desa pada tahun 2017 itu diharapkan jadi ruang bagi masyarakat
untuk mengembangkan potensi ekonomi desanya masing-masing.
Namun hingga sekarang, manfaatnya belum benar-benar dirasakan. Pengelola Balkondes Giri Tengah,
Cahyo Sipiani mengatakan, waktu kunjungan turis yang relatif sebentar di Candi Borobudur jadi salah
satu penyebab sepinya kunjungan ke desanya.
Para pelancong biasanya hanya mampir ke Borobudur, lalu kembali ke penginapan mereka di
Yogyakarta. Padahal, jika mereka singgah lebih lama, banyak potensi pariwisata lain yang bakal
berkembang di desa-desa Kecamatan Borobudur.
"Sejarah Giri Tengah ini jadi saksi peperangan Pangeran Diponegoro dulu, jadi banyak petilasan-
petilasan, dari ujung sana sampai ujung sana, itu ada ceritanya semuanya," ungkapnya.
46
Selain itu, menurut Cahyo, pengelola Candi Borobudur juga masih kurang promotif terhadap potensi
wisata desa-desa setempat.
Hal serupa juga disampaikan oleh Aan Hermawan, 42 tahun, salah satu pengelola Balkondes di Desa
Majaksingi. Menurutnya masih ada ketimpangan antara Balkondes Majaksingi dengan Balkondes lain
yang lokasinya lebih dekat dengan candi.
Desa Majaksingi sendiri memiliki beberapa produk unggulan seperti sangkar burung, kesenian pitutur,
kerajinan bambu, dan kerajinan besek. Mereka juga menawarkan wisata caving Gua Maria Watu
Tumpeng.
Aan bahkan menyebut tak hanya Balkondes Majaksingi dan Giri Tengah saja yang lesu dan sepi.
"Balkondes Kebonsari, Balkondes Tanjungsari, dan Balkondes Wringinputih seperti 'mati suri'. Bahkan
Wringinputih bangunannya lapuk sebab pakai bambu," tuturnya.
Supoyo, 38 tahun, seorang pengrajin gerabah di Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, Borobodur,
mengamini hal tersebut. Dusun Klipoh sendiri jadi desa wisata kerajinan gerabah tradisional; ada 85
keluarga yang memproduksi gerabah berbentuk kendi, asbak, hingga patung dari tanah.
Supoyo mengatakan, efek domino pariwisata Candi Borobudur terhadap dusunnya masih minim
karena sedikitnya para turis untuk berkunjung.
Padahal harga gerabah produksi Supoyo dan komunitas masyarakat lain di sekitar Borobudur relatif
terjangkau. Sebuah piring kecil dari gerabah yang biasa digunakan untuk tempat sambal, misalnya,
hanya dibandrol dua ribu rupiah.
Tapi, sepinya aktivitas pariwisata di Klipoh bukan sepenuhnya salah para turis. Supoyo mengatakan,
minimnya informasi mengenai desa-desa wisata di desa-desa sekitar Borobudur juga jadi salah satu
penyebab.
"Yang pasti kan untuk kegiatan wisata kan harus kontinyu, kalau misalnya cuma beberapa langkah
terus wisatawan sudah lelah setelah dari Candi Borobudur, enggak menutup kemungkinan tamu yang
hadir akhirnya enggak mampir ke desa-desa wisata," ujarnya saat ditemui Tirto, Rabu (13/11/2019)
lalu.
Upaya Kembangkan Wisata Sejarah
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membenarkan bahwa selama ini turis
yang datang ke Candi Borobudur hanya enggan mencari wisata alternatif di desa-desa sekitar milik
rakyat lokal.
Karena itu, pemerintah tengah merancang konsep wisata Borobudur dengan gaya interpretative tour
dan storytelling.
Pasalnya, selama ini tour guide yang membawa wisatawan ke Candi Borobudur hanya menceritakan
sejarah candi yang normatif saja tanpa ada kisah-kisah lainnya.
Anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Seni, Tradisi, dan Budaya
Kemenparekraf RI, Revalino Tobing, mengatakan akademisi penting untuk dilibatkan karena mereka
dapat menggali konsep wisata dari narasi-narasi sejarah yang telah ada.
Beberapa yang telah ditawarkan untuk ikut bekerja sama adalah dosen sejarah, antropologi, arkeologi,
47
dan kajian budaya dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Bisa juga diangkat mengenai orang-orang sekitar Borobudur di masa lampau dan masa kini sehingga
bagaimana faktor yang membuat Borobudur menunjang kehidupan warga sekitar sampai sekarang.
Semisal pengrajin gerabah sekarang, itu kan ada di relief-relief sejak zaman dahulu," katanya, Rabu
(13/11/2019) lalu.
Dalam hal ini, lanjut Revalino, Supoyo dan komunitas masyarakat pengrajin gerabah di Dusun Klipoh
juga akan dilibatkan. Sementara di Giri Tengah, yang sempat menjadi lokasi perang Pangeran
Diponegoro, sangat memungkinkan masuk ke dalam wisata interpretatif tour.
Salah satu anggota Tim Penyusun Narasi Legenda Borobudur UGM, Louie Buana, membenarkan
ucapan Revalino.
Menurutnya, perlu para akademisi dan dosen yang paham mengenai narasi-narasi alternatif dari
sejarah Borobudur perlu dilibatkan agar para wisatawan agar lebih tertarik.
"Karena memang selama ini tour wisata Candi Borobudur hanya sebatas sejarah kapan dan oleh siapa
candi dibangun, tanpa pernah dipaparkan cerita-cerita menarik di balik semua relief-reliefnya. Kami
ingin mencoba memaparkan itu, tentu dengan kajian historis yang ketat dan saintifik," kata Louie.
Sumber: https://tirto.id/borobudur-ramai-wisatawan-tapi-3-desanya-dilanda-kemiskinan-elHV
EKONOMI KREATIF : Warga Sekitar Candi Diberdayakan dengan Cara Ini
Harianjogja.com, JOGJA -- Warga di sekitar candi perlu diberdayakan untuk meningkatkan
perekonomian. Jangan sampai hanya menyaksikan wisatawan hilir mudik mengunjungi candi, tetapi
mereka juga harus mengambil peluang bisnis dari rutinitas tersebut.
"Jangan sampai mereka hanya menjadi objek tapi sudah harus menjadi subjek. Caranya dengan
membuat batik motif relief candi," kata salah satu perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB)
Jawa Tengah Wahyu Astuti saat membuka Pameran Batik Lokal Binaan Unesco, Kamis (2/6/2016).
Pembuatan batik motif relief candi sudah dimulai oleh Unesco, organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa
yang memiliki perhatian pada pelestarian budaya. Sejak satu tahun lalu, Unesco telah mendampingi
warga di sekitar candi Borobudur, Prambanan, dan Candi Ijo untuk memproduksi kain batik dengan
motif yang mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Masyarakat di sekitar Candi Sojiwan Prambanan menciptakan kain dengan motif binatang seperti yang
tertera dalam relief.
"Ada motif monyet, burung gagak, ular, kepiting, angsa, dan kambing," kata warga binaan Unesco ,
Hendra Pram, dari Dusun Kebon Dalam Kidul Prambanan.
Dalam sebulan, ia dan 13 temannya mampu membuat 13 potong kain batik. Kain tersebut dijual mulai
Rp250.000-Rp660.000 kepada para wisawatan yang berwisata ke Candi Sojiwan maupun di desa
wisata di dekat candi tersebut. Pembeli tidak hanya dari kalangan wisatawan tetapi juga kolektor kain
batik.
"Otomatis kegiatan ini akan meningkatkan perekonomian karena pendapatan kami jadi bertambah.
Semoga masyarakat lain juga akan bergabung," kata Hendra.
48
Batik produksi para warga binaan Unesco dipamerkan di Tirana House Kotabaru hingga 31 Juli 2016.
Project Coordinator Unesco Jakarta Diana mengatakan, acara pameran ini serangkaian proses yang
dilakukan Unesco sejak 2013. Selain memberi pendampingan dan pelatihan tentang cara membatik,
warga binaan juga dilatih dalam bidang pemasaran.
"Terakhir mereka [warga binaan Unesco] kami ikutkan pameran di Inna Garuda. Kami mencoba
antarkan komunitas ini from zero to hero," tandasnya.
Sumber: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2016/06/06/512/725991/ekonomi-kreatif-warga-
sekitar-candi-diberdayakan-dengan-cara-ini
49
Lampiran: Kegiatan 5
Analisis SWOT
Apa itu Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah sebuah bentuk evaluasi akan 4 hal penting (Kekuatan, Kelemahan,
Peluang, dan Tantangan) dalam pengambilan keputusan.
Strength (Kekuatan atau Kelebihan)
Weaknesses (Kelemahan atau Kekurangan)
Opportunities (Kesempatan atau Peluang)
Threats (Ancaman atau Tantangan)
SW adalah faktor dari dalam
OT adalah faktor dari luar
Apa fungsi dari Analisis SWOT?
Melakukan analisis SWOT membantu kita mengidentifikasi kekuatan agar dapat
menyeimbangan kelemahan kita dan juga mengatasi tantangan dengan menggunakan
peluang-peluang yang ada. Hasil analisis SWOT dapat dijadikan rujukan untuk menyusun
strategi dan membuat keputusan, baik untuk kehidupan pribadi, karir, ataupun dalam usaha.
ANALISIS SWOT
Faktor Strengths Weaknesses
Internal (Kekuatan/Kelebihan) (Kelemahan/Kekurangan)
Faktor - Apa sumber daya yang - Apa sumber daya yang
Eksternal dimiliki? kurang/tidak kita miliki?
- Apa keunikan/kekhasan - Apa hal baik yang perlu
yang dimiliki? ditingkatkan?
- Apa hal baik yang - Apa kekurangan yang orang
sudah/dapat dilakukan? lain lihat/pikirkan tentang
kita?
- Apa hal baik yang orang
lain lihat/pikirkan tentang Threats
kita? (Ancaman/Tantangan)
Opportunities - Apa saja tantangan/kesulitan
(Kesempatan/Peluang) yang ada sekarang?
- Apa kesempatan/peluang - Bagaimana dengan situasi
yang ada sekarang? persaingan?
- Bagaimana mengubah - Bagaimana kelemahan yang
kekuatan menjadi peluang? dimiliki dapat menjadi
tantangan?
Sumber: dari berbagai sumber
Lembar Kerja
50
ANALISIS SWOT
Faktor Internal Strengths Weaknesses
(Kekuatan/Kelebihan) (Kelemahan/Kekurangan)
Faktor Eksternal Opportunities Threats
(Kesempatan/Peluang) (Ancaman/Tantangan)
Lembar Kerja
ANALISIS SWOT
Studi Kasus Potensi Daerah ………………………..
Nama Siswa: Strengths Weaknesses
Faktor Internal (Kekuatan/Kelebihan) (Kelemahan/Kekurangan)
Faktor Eksternal Opportunities Threats
(Kesempatan/Peluang) (Ancaman/Tantangan)