3.2.a.9 Koneksi Antar Materi
Pemimpin dalam Mengelola Sumber Daya
Oleh:
Ahmad Makmur Santoso
CGP Angkatan 2
Kab. Kebumen
a. Sintesis berbagai materi
Kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam
Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di
dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.
Bagaimana hubungannya pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu
proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.
Bagaimana materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang Anda dapatkan
sebelumnya selama mengikuti proses Pelatihan Guru Penggerak.
Bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti
pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda
setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.
b. Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata
1. Judul
2. Latar belakang
3. Tujuan
4. Tolok ukur
5. Linimasa tindakan yang akan dilakukan
6. Dukungan yang dibutuhkan.
a. Sintesis berbagai materi
Kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam
Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di
dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.
Seorang pendidik dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran harus dapat
mendesain program pembelajaran yang efektif. Untuk itu suatu hal yang dapat dilakukan
olehpemimpin pembelajaran adalah mengelola sumber daya yang ada di sekolah dansekitarnya.
Artinya pemimpin pembelajaran harus dapat mengenali. memahami, dan
memanfaatkan sumber daya biotik dan abiotik yang ada di sekolah dan sekitarnya secara terpadu
demi terbentuknya kegiatan yang dapat meningkatkan dan memaksimalkan potensi komunitas
sekolah.
Pemimpin pembelajaran dalam mengelola sumber daya, lebih penting menggunakan
pendekatan berbasis aset/kekuataan karena pendekatan ini memberikan nilai lebih pada
kapasitas, kemampuan, pengetahuan, jaringan, dan potensi yang dimiliki oleh komunitas.
Dengan demikian pendekatan ini melihat komunitas sebagai pencipta dari kesehatan dan
kesejahteraan, bukan sebagai sekedar penerima bantuan. Pendekatan ini juga menekankan
danmendorong komunitas untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta membangun
keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi lebih berdaya guna. Selain itu, peran yang penting
menurut Kretzman (2010) adalah jalan untuk menciptakan warga yang produktif.
Pemetaan aset/kekuatan termasuk hal utama dalam mengelola sumber daya di sekolah.MenurutGreen
dan Haines (2002) dalam Asset building and community development, ada 7 aset utama atau didalam
buku ini disebut sebagai modal utama, yaitu:
1. Modal Manusia
Sumber daya manusia yang berkualitas atau manusia yang memiliki kecakapan.Misalnyakecakapan
memimpin sekelompok orang, dan kecakapan seseorang berkomunikasi dengan berbagai kelompok.
Kecakapan yang berhubungan dengan kewirausahaan.
2. Modal Sosial
Norma dan aturan yang mengikat warga masyarakat yang ada di dalamnya dan mengatur pola
perilaku warga, juga unsur kepercayaan (trust) dan jaringan (networking) antara unsur yang adadi
dalam komunitas/masyarakat.
Asosiasi adalah suatu kelompok yang ada di dalam komunitas masyarakat yang terdiri atas duaorang
atau lebih yang bekerja bersama dengan suatu tujuan yang sama dan saling berbagi untuk suatu
tujuan yang sama. Asosiasi terdiri atas kegiatan yang bersifat formal maupun nonformal.
Beberapa contoh tipe asosiasi adalah berdasarkan keyakinan, kesamaan profesi, kesamaan hobi,dan
sebagainya. Institusi adalah suatu lembaga yang mempunyai struktur organisasi yang jelas dan
biasanya sebagai salah satu faktor utama dalam proses pengembangan komunitas masyarakat.
3. Modal Fisik
Terdiri atas dua kelompok utama, yaitu:
Bangunan yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses pembelajaran,
laboratorium, pertemuan, ataupun pelatihan.
Infrastruktur atau sarana prasarana, mulai dari saluran pembuangan, sistem air, mesin, jalan,jalur komunikasi,
sarana pendukung pembelajaran, alat transportasi, dan lain-lain.
4. Modal Lingkungan/alam
Bisa berupa potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam upaya
pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. Modal lingkungan terdiri dari bumi, udara yang
bersih, laut, taman, danau, sungai, tumbuhan, hewan, dan sebagainya.
Tanah untuk berkebun, danau atau empang untuk berternak, semua hasil dari pohon seperti kayu, buah,
bambu, atau material bangunan yang bisa digunakan kembali untuk menenun, dan sebagainya.
5. Modal Finansial
Dukungan keuangan yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang dapat digunakan untuk
membiayai proses pembangunan dan kegiatan sebuah komunitas.
Modal finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, pengurangan dan pendapatan pajak, hibah,gaji, serta
sumber pendapatan internal dan eksternal.
Modal finansial juga termasuk pengetahuan tentang bagaimana menanam dan menjual sayur dipasar,
bagaimana menghasilkan uang dan membuat produk-produk yang bisa dijual, bagaimanamenjalankan usaha
kecil, bagaimana memperbaiki cara penjualan menjadi lebih baik, dan juga bagaimana melakukan
pembukuan.
6. Modal Politik
Modal politik adalah ukuran keterlibatan sosial. Semua lapisan atau kelompok memiliki peluang
atau kesempatan yang sama dalam kepemimpinan, serta memiliki suara dalam masalah umum
yang terjadi dalam komunitas
Lembaga pemerintah atau perwakilannya yang memiliki hubungan dengan komunitas, seperti
komunitas sekolah, komite pelayan kesehatan, pelayanan listrik atau air.
7. Modal Agama dan budaya
➢ Upaya pemberian bantuan empati dan perhatian, kasih sayang, dan unsur dari kebijakan praktis
(dorongan utama pada kegiatan pelayanan). Termasuk juga kepercayaan, nilai, sejarah, makanan,
warisan budaya, seni, dan lain-lain.
➢ Kebudayaan yang unik di setiap daerah masing-masing merupakan serangkaian ide, gagasan,
norma, perlakuan, serta benda yang merupakan hasil karya manusia yang hidup berkembang dalam
sebuah ruang geografis.
➢ Agama merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar, dan berfungsi untuk mengintegrasikan
perilaku individu di dalam sebuah komunitas, baik perilaku lahiriah maupun simbolik. Agama
menuntut terbentuknya moral sosial yang bukan hanya kepercayaan, tetapi juga perilaku atau
amalan.
➢ Ritual keagamaan dan kebudayaan yang ada di masyarakat serta pola relasi yang tercipta diantaranya.
Pengelolaan sumber daya akan dapat diimplementasikan dengan baik apabila seorang pemimpin mampu
berpikir positif, bersikap aktif, terbuka, kritis,dan kreatif agar timbul kerjasama, hubungan yang saling
mendukung dan membangun sehingga pemanfaatan sumber daya yang ada dapat berjalan dengan baik
dan menghasilkan produk positif pula.
Bagaimana hubungannya pengelolaan sumber daya yang tepat akan
membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas?
Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran
murid menjadi lebih berkualitas.Hal ini sangat tergantung bagaimana cara
pandang pemimpin, dan bagaimana pemimpin melibatkan atau memanfaatkankekuatan
positif yang dimiliki oleh unsur biotik dan abiotik yang butuhkandalam setiap
pembelajaran. Jika seorang pemimpin betul-betul mampu mengenali, memahami dan
mengorganisasi serta menggunakan kekuatan positif yang dibutuhkan, maka pembelajaran
murid yang berkualitas dapat diraih dengan mudah.
Bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti pelatihan
terkaitmodul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda
mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini?
Sebelum mempelajari modul ini,saya selalu dihadapkan pada masalah yang memerlukan
pengambilan keputusan yang tepat untuk menyelesaikannya baik mengenai siswa atauhal
lain terkait dengan program sekolah.Situasi tersebut cendrung saya sikapi
denganmemandang kekurangan yang ada.Kemudian mencari alternatif
pemecahanmasalah.Dengan langkah tersebut sering kali ditemui kendala-kandala yang
tidak dapatdiatasi sehingga pemecahan masalah cendrung kurang berhasil.Namun setelah
mempelajari modul ini,saya berpikir bahwa lebih baik menggunakan pendekatan berbasis
aset (Asset-Based Thinking). Pendekatan ini membawa kita untuk selalu berpikir positif
dan memanfaatkan seluruh aset/kekuatan yang ada sehingga program yang akan
dikembangkan sangat memungkinkan menuai keberhasilan yang optimal.
Bagaimana materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang Anda dapatkan
sebelumnya selama mengikuti proses Pelatihan Guru Penggerak?
Pengelolaan sumber daya erat kaitanya dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasidan
sosial emosional. Pembelajaran tersebut memerlukan pemetaan aset/kekuatanpositif berdasarkan
karakteristik murid untuk mengakomodir kebutuhan belajar muridyang beragam.Selain itu
coaching juga memiliki hubungan dengan pengelolaan sumber
daya. Proses coaching merupakan kegiatan yang melibatkan aset/kekuatan manusia yaitu coach
dan coachee yang saling berinteraksi untuk menemukan cara menyelesaikanmasalah atau
memaksimalkan potensi coachee. Demikian pula dengan budaya positif seperti kesepakatan
kelas, zikir bersama, gemar menabung dan sebagainya. Kegiatan pembiasaan ini dapat berjalan
dengan adanya pemanfaatan kekuatan positif yang ada.
b. Rancangan Tindakan
Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata
Judul : Murid gemar menabung
Peserta : Ahmad Makmur Santoso
Latar Belakang
Ki Hadjar menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-
anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai
manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat
menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapatmemperbaiki
lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Menuntun kodrat murid bukan
hanya mengenai pengetahuan,keterampilan melainkan harus secara holistik
yaitu termasuk pula budi pekerti. Salah satu tuntunan secara holistik yang akan dilakoni oleh
muridadalah kegiatan pembiasaan menabung.
Tujuan
1. Menumbuhkan dan mengembangkan perilaku hidup hemat
2. Menumbuhkan dan mengembangkan kreatifitas dan kemandirian murid
3. Menumbuhkan dan mengembangkan sikap tanggung jawab murid
4. Menumbuhkan dan mengembangkan daya nalar murid tentang masa depan.
Tolok Ukur
1. Murid dapat berprilaku hidup hemat atau memiliki tabung sendiri
2. Murid dapat mengelola keuangan secara kreatif dan mandiri
3. Murid dapat bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukannya
4. Murid dapat menggunakan hasil tabungan untuk kebutuhan hidup/kebutuhan
pembelajaran di masa yang akan datang.
Dukungan yang dibutuhkan
1. Motivasi dari kepala sekolah, Pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua
siswa serta sesama murid.
2. Bahan – bahan bekas ( Bambu, botol plastik atau kaleng )
3. Dana
4. Sekolah/rumah
Terimakasih
Salam Guru Penggerak
Guru Bergerak Indonesia Maju