2022/2023
PEMERIKSAAN KADAR
HEMOGLOBIN
OLEH :
YUSMI AMANDA
PO714203211035
DOSEN PEMBIMBING:
ZULFIKAR ALI HASAN S.SI. M.Kes
POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
METODE TALLQUIST
PRINSIP “Metode Tallquist adalah metode pemeriksaan
PEMERIKSAAN hemoglobin dengan membandingkan darah asli
dengan suatu skala yang bertingkat-tingkat (warna
standar yang tersedia pada buku tallquist), yang
dimulai dari warna merah muda hingga merah tua
(mulai 10%-100%).
Hasil yang dibaca menunjukkan satuan % nilai Hb dengan metode Tallquist.
Sebagai konversi g/dL, nilai 100 setara dengan 15,6 g/dL. Tingkat kesalahan dari
pemeriksaan ini adalah 25-50%.
CONTOH “Diketahui : Kadar Hb 80%
PERHITUNGAN
→Perhitungan : 100% 15,6%
PERSIAPAN →80% 80/100 x 15,6 = 12,5 g/dL
ALAT DAN
BAHAN “Skala Tallquist dan kertas uji atau test paper, Swab Alkohol ,
Hemolet Steril ,Handscoon, Tisue Kertas , Tempat Sampah
Medis
CARA KERJA 1. Ambil selembar tisu kertas dari booklet Tallquist
2. Usap ujung jari tengah atau jari manis yang akan diperiksa
dengan swab alkohol
3. Pegang ujung hemolet dengan tangan yang telah
memakai handscoon, lalu tusuk jari tersebut
4. Buang tetesan darah pertama, lalu ambil tetesan darah
kedua dan teteskan ditengah kertas uji
5. Tunggu selama 15 detik, lalu bandingkan sampel pada
kertas uji dengan skala Tallquist, catat skalanya
METODE CUSO4 (FALLING DROP)
PRINSIP Pemeriksaan Hemoglobin dengan cupri sulfat adalah
P E M E R I K S A A N mengukur kadar hemoglobin berdasarkan perbedaan
berat jenis darah dengan berat jenis suatu cupri sulfat
Metode ini digunakan pada skrining donor darah untuk menentukan kadar
hemoglobin pendonor. Dasar pemeriksaan ini adalah tetesan darah dimasukkan
ke dalam larutan cupri sulfat yang memiliki berat jenis (BJ) 1,053.
Kadar hemoglobin dalam darah dapat mempengaruhi darah jika diteteskan pada
larutan cupri sulfat (BJ 1,053) dengan ketinggian 2-3 cm dari permukaan larutan selama
15 detik. Selanjutnya kita dapat mengamati secara fisika apakah tetesan darah
tenggelam, melayang atau terapung.
Tetesan darah yang tenggelam menunjukkan kadar Hb lebih dari 12,5 g/dL sehingga
dapat dijadikan pendonor. Mengingat ketelitian yang masih kurang, metode ini hanya
dapat digunakan untuk pemeriksaan yang bersifat massal, misalnya donor darah. Setiap
20-30 pemeriksaan, larutan cupri sulfat harus diganti dengan yang baru.
NILAI 1.Darah tenggelam menunjukkan kadar Hb diatas 80% (>12,5 g/dL)
RUJUKAN 2. Darah melayang menunjukkan kadar Hb berkisar 80% (=12,5g/dL)
3. Darah terapung menunjukkan kadar Hb dibawah 80% (<12,5 g/dL)
PERSIAPAN ALAT Beaker Glass ,Pipet Pasteur ,Kapas, lanset ,CuSO4 Alkohol 70%
DAN BAHAN
C A R A K E R J A 1.Persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Persiapkan larutan cupri sulfat dengan berat jenis 1,053
3. Lakukan sterilisasi pada area kulit yang akan dilakukan pengambilan
4. Lakukan tusukan perifer, hapus tetesan darah yang pertama keluar
5. Ambil darah dengan menggunakan pipet pasteur
6. Teteskan darah diatas larutan cupri sulfat dengan ketinggian kurang lebih 2-3 cm
7. Perhatikan darah tersebut hingga 15 detik, baca dan catat hasil yang didapatkan
METODE SAHLI
PRINSIP Hemoglobin diubah menjadi asam hematin kemudian
PEMERIKSAAN warna yang terjadi dibandingkan secara visual
dengan standar dalam alat (Hemoglobinometer)
ALAT & BAHAN
Lancet,Hemoglobinometer / Hemometer,Tabung Pengencer, Pipet Hb ,Pipet Tetes , Selang
Pengisap, Batang Pengaduk ,HCl 0,1N, Aquadest
CARA KERJA
1.Masukkan HCl 0,1N ke dalam tabung pengencer sampai tanda 2
2. 2 Isap darah kapiler dengan pipet Hb sampai tanda 20 µl
3. Hapus darah yang melekat disisi luar ujung pipet
4 Segera alirkan darah dari pipet ke dasar tabung pengencer. Catat waktu saat darah
dicampurkan ke dalam HCl
5. isap kembali isi tabung ke dalam pipet kemudian alirkan kembali isi pipet ke dalam
tabung. Lakukan hal ini 2-3 kali agar sisa-sisa darah terbilas ke dalam tabung
6. Tambahkan aquadest setetes demi setetes, sambil terus mengaduk isi tabung hingga
diperoleh warna yang sama dengan warna standar yang ada di komparator 22
7. Tiga menit setelah darah tercampur dengan HCl, baca hasilnya dengan
membandingkan dengan warna standar dan dibaca pada miniskus bawah.
KESALAHAN 1. Alat – Alat kurang bersih.
YANG SERING 2. Ukuran pipet kurang tepat, perlu dikalibrasi
TERJADI 3. Warna standar pucat atau kotor
LANJUTAN
4. Pemipetan yang kurang akurat
5. Kemampuan untuk membedakan warna tidak sama
6. Sumber cahaya yang kurang baik
7. Kelelahan mata
8. Penyesuaian warna larutan yang diperiksa dalam komparator kurang
akurat
9. Mengisi larutan HCl 0,1N terlalu sedikit atau melebihi dari prosedur yang
diberikan
BEBERAPA ALASAN METODE SAHLI TIDAK
TELITI
1.Asam hematin bukan larutan sejati. Tidak semua jenis
hemoglobin dapat diubah menjadi asam hematin seperti
karboksihemoglobin, methemoglobin, dan sulfhemoglobin
2. Alat tersebut tidak dapat distandarkan. Hemoglobinometer yang
berdasarkan penetapan asam hematin menurut sahli dibuat oleh
banyak pabrik, tabung pengencer berbeda diameternya, warna
standar berlainan intensitasnya dll.
3.Kolorimetri secara visual tidak teliti. Kesalahan biasanya
mencapai ± 10% kadar hemoglobin yang sesungguhnya.
METODE CYANMETHEMOGLOBIN
PRINSIP Prinsip dasar metode cyanmethemoglobin adalah
P E M E R I K S A A N mengubah hemoglobin darah menjadi
sianmethemoglobin dalam larutan drabkin, yang
berisi kalium sianida dan kalium ferisianida. Larutan drabkin yang digunakan untuk
mengubah hemoglobin, oksihemogolobin, methemoglobin dan karboksihemoglobin
menjadi sianmethemoglobin sedangkan sulfhemoglobin tidak berubah karena tidak
diukur. Spektrofotometer atau fotometer dengan filter 540
nm,Tabung reaksi, Klinipet dan tip, Larutan Drabkin,
PERSIAPAN ALAT Tissue
DAN BAHAN
1.Ke dalam tabung reaksi dimasukkan 5 ml larutan drabkin
CARA KERJA
2. Diisap darah kapiler 20 µl dengan pipet mikro atau pipet sahli. Kelebihan darah yang
melekat pada bagian luar pipet dihapus dengan kain kasa kering / tisue
3. Darah dalam pipet dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi larutan drabkin
4. Pipet dibilas beberapa kali dengan larutan drabkin tersebut
5. Campur larutan ini dengan cara menggoyang-goyangkan tabung secara perlahan-
6. Lahan hingga larutan menjadi homogen, dan biarkan selama 3 menit
Baca dengan spektrofotometer pada Panjang gelombang 540 nm, sebagai blanko
digunakan larutan drabkin.
7. Kadar Hb ditentukan dengan perbandingan antara absorban sampel dengan
absorban standar
KESALAHAN YANG SERING TERJADI
Statis vena pada waktu pengambilan darah menyebabkan kadar hemoglobin lebih
tinggi dari seharusnya,Terbentuk bekuan darah,Tidak mengocok darah sewaktu
mengambil bahan untuk pemeriksaan,Menggunakan reagen atau larutan standar yang
tidak baik atau kadaluwarsa, Menggunakan pipet 20 µl atau 5 ml yang tidak akurat,
untuk itu perlu dilakukan kalibrasi pipet
METODE POCT
POCT (Point Of Care Testing) adalah pemeriksaan Kesehatan yang dilakukan didekat
atau disamping tempat tidur pasien dengan menggunakan sampel darah atau urine
dalam jumlah yang sedikit. Pemeriksaan ini dilakukan dengan atau tanpa tahap pra-
analitik, dan dapat memberikan hasil yang cepat sehingga pengambilan keputusan
dapat segera dilakukan untuk penanganan pasien yang lebih baik.
PRINSIP Prinsip pemeriksaan yang digunakan yaitu dengan prinsip
P E M E R I K S A A N reflectance (pemantulan) yaitu membaca warna yang
terbentuk dari sebuah reaksi antara sampel yang
mengandung bahan tertentu dengan reagen yang ada pada sebuah strip, selanjutnya
warna yang terbentuk dibaca oleh alat.
CARA KERJA
1.Ambil 1 strip uji, masukkan ke dalam alat pengukur dan
secara otomatis alat akan hidup.
2. Layar akan menampilkan nomor kode strip, yaitu nomor
kode yang sama dengan kode pembungkus strip.
Kemudian akan terlihat gambar tetesan darah
3. Teteskan sampel darah pada zona reaksi strip uji
4. Setelah 30 detik, layer akan menampilkan hasil
pemeriksaan kadar hemoglobin
METODE POCT
KELEBIHAN
POCT
1.Penggunaan instrument sangat praktis, mudah dan efisien
2. Penggunaan jumlah sampel yang sedikit
3. Mengurangi atau meniadakan tahap pra analitik sehingga
mengurangi kemungkinan kesalahan pada tahap ini
4. Hasil dapat diketahui dengan cepat
5. Mengurangi waktu kunjungan klinik rawat jalan, dan penggunaan
waktu tenaga kesehatan yang optimal.
6.Pemeriksaan dapat dilakukan secara mandiri tanpa perlu
mengunjungi laboratorium atau sarana pelayanan kesehatan
KEKURANGAN
POCT
1.Jenis pemeriksaan masih terbatas
2. Akurasi dan presisi hasil pemeriksaan POCT belum sebaik hasil dari
laboratorium klinik
3.Proses QC (Quality Control) belum baik
4. Proses dokumentasi hasil belum baik, karena biasanya alat ini belum
dilengkapi dengan sistem identifikasi pasien, printer, dan belum
terkoneksi dengan sistem informasi laboratorium
5. Biaya pemeriksaan lebih mahal apabila dibandingkan dengan biaya
pemeriksaan di laboratorium klinik
6.Pemeriksaan masih menggunakan prosedur yang invasif
METODE ELEKTROFORESA HEMOGLOBIN
Elektroforesis hemoglobin adalah tes darah yang digunakan untuk
mengukur dan mengidentifikasi jenis-jenis hemoglobin yang berbeda di
dalam aliran darah.
PRINSIP Proses elektroforesis memanfaatkan muatan listrik
PEMERIKSAAN yang berbeda pada tiap jenis hemoglobin. Selama
prosedur berlangsung, sebuah aliran listrik dialirkan
melalui hemoglobin dari sampel darah yang diambil. Hal ini menyebabkan
jenis-jenis hemoglobin yang berbeda akan terpisah dan membentuk
kelompok masing-masing
PERSIAPAN Tidak ada persiapan khusus untuk melakukan tes ini,
PASIEN namun jika pernah mendapatkan transfusi darah dalam 3
bulan terakhir, maka kadar hemoglobinnya bisa berubah.
Atau jika pasien mengkonsumsi obat zat besi maka wajib
diberitahukan ke dokter.
PERSIAPAN ALAT Minicap Capillary Electroforesis ,Buffer pH 9,4 , Homolysing
DAN BAHAN Solution,Wash Solution,Sampel darah dengan Antikoagulan
(EDTA, Sitrat atau Heparin.
CARA KERJA
1.Buka pintu reagen bay, periksa apakah buffer, wash solution, cup dan aqua destilata
sudah tersedia dan terpasang pada tempatnya.
2. Pilih program elektroforesis hemoglobin pada menu
3.Masukkan sampel dan control ke dalam rotating sampler. Letakkan sampel pada
posisi 1-26, posisi 27 diletakkan 5 ml hemolysing solution dan pada posisi 28
diletakkan control normal HbA2
4. Tutup pintu MINICAP dan Analisis akan berjalan secara otomatis.
5. Setelah semua rangkaian proses elektroforesis selesai, keluarkan semua sampel dan
kontrol
THANK
YOU
POLTEKKES KEMENKES
MAKASSAR