KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan berkahnya kami Komunitas Denok Kenang Kota Semarang dapat menyelesaikan Diktat Denok Kenang Tahun 2024 hingga akhirnya dapat diterima oleh teman-teman Calon Finalis Denok Kenang. Diktat ini merupakan sedikit bahan guna mendukung Nok/Nang Calon Finalis untuk sebagai media pembelajaran dan menunjang Nok/Nang dalam mengikuti Audisi pemilihan serta menjadi bahan bacaan agar menambah wawasan serta pengetahuan bagi Nok/Nang semuanya. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Diktat ini masih terdapat banyak sekali kekurangan dan mungkin terdapat beberapa hal yang masih kurang. Oleh karenanya, masukan dari berbagai pihak sangatlah menjadi bahan kami untuk mengevaluasi Diktat ini agar dapat lebih maksimal pada pemilihan yang akan datang. Sebagai Komunitas yang memiliki rasa kepedulian dan kebangaan dalam menyambut para calon Finalis Denok Kenang Tahun 2024, kami mempersembahkan Diktat ini dengan penuh harapan agar Nok/Nang dapat selalu giat dan selalu semangat dalam menjaga serta mengenal sejarah dan kebudayaan kota Semarang. Akhir kata, kami ucapkan banyak terima kasih dan selamat berjuang. Kami menunggu Nok/Nang untuk menjadi bagian dari kami di Komunitas Denok Kenang Kota Semarang serta sampai jumpa di Audisi! Semarang, 03 Mei 2024 a.n. Komunitas Denok Kenang Kota Semarang Ketua Komunitas Denok Kenang Kota Semarang Moch. Rizqy Eko Saputra, S.Par
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] A. Sejarah Kota Semarang 1. Pragota / Bergota (Abad Ke – 8) Pada masa Mataram Kuno (sekitar Abad Ke-8), Semarang merupakan salah satu pelabuhan yang penting pada daerah pesisir pulau jawa. Lokasi pelabuhan ini awalnya diperkirakan berada di sekitar Pasar Bulu dan pada kaki Bukit Bergota, antara lain pada Bukit Brintik dibelakang Katedral dan Bukit Mugas (Sekitar Kampus Unisbank didekat Taman Pandanaran). Sementara itu pada sebelah Selatan dan Barat dari Bukit Bergota terdapat perbukitan Candi dan Simongan yang dihuni oleh para imigran Tionghoa. 2. Lahirnya Kota Semarang Pada Tahun 1476M Ki Pandan Arang datang dan dipercaya untuk menyebarkan islam di kalangan penduduk Pulau Tirang. Beliau kemudian mengumpulkan banyak pengikut. Dari waktu ke waktu, daerah yang dihuni dan ditinggali itu kian subur dan tumbuh Pohon Asem yang ditemukan dengan jarak yang jarang-jarang. Dari hal tersebutlah akhirnya masyarakat banyak yang menyebutnya sebagai asem jarang (Asem Arang) dan menjadi cikal bakal nama kota Semarang. Pohon Asam yang banyak tumbuh itu dulunya sangat bermanfaat bagi masyarakat, baik buah, daun, dan batangnya dapat dimanfaatkan sebagai makanan, obat-obatan, dan keperluan rumah tangga lainnya. Namun sayang, seiring pergantian jaman, pohon yang dulunya rindang dan teduh kian berkurang dari waktu ke waktu. Dulunya pohon – pohon tersebut dapat ditemukan di sepanjang Jl. Pemuda, Jl. MT. Haryono, Jl. Gajahmada, dan Jl. Ahmad Yani. 3. Semarang Era VOC Orang Eropa pertama yang datan ke kota Semarang adalah orang-orang Portugis yang kemudian menetap di daerah Kota Lama sekitar Gereja Blenduk. Kemudian baru pada awal Abad Ke-17 orang – orang Belanda masuk dan menetap di kota Semarang. Saat itu, kota Semarang masihlah dibawah kekuasaan Kerajaan Dema yang kemudian jatuh kedalam kekuasaan Kerajaan Mataram dibawah kepemimpinan Raja Amangkurat I. Pemberontakan
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] kala itu terjadi antara Pangeran Trunojoyo melawan Kerajaan Mataram yang ternyata tentara Mataram terus terdesak dan Raja Amangkurat meminta bantuan VOC untuk menumpas pemberontakan itu. Tentara VOC berhasil menumpas pemberontakan dan sebagai imbalannya Raja Amangkurat II memberikan kota Semarang pada Belanda. Sejak tanggal 15 Januari 1678, Semarang telah resmi diserahkan sepenuhnya kepada VOC. Pada tahun 1799, VOC mengalami kebangkrutan, sehingga akhirnya kekuasaan atas kota Semarang diambil oleh Pemerintah Belanda. 4. Hari Jadi Kota Semarang Pada tanggal 2 Mei 1547 M atau 12 Rabiul Awal 954 H bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ki Ageng Pandan Arang II dinobatkan menjadi Bupati Pertama Semarang dan hingga saat ini, tanggal tersebut diperingati sebagai hari jadi kota Semarang. B. Profil Kota Semarang Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah. Salah satu kota tersebsar di Indonesia dan berada di pesisir laut utara Jawa. Kota Semarang memiliki luas 373,70km2 . Kota yang terdiri dari 16 kecamatan dan 177 kelurahan ini ditinggali oleh lebih dari 1,7 Juta jiwa. Pada tahun 2024, kota Semarang ditetapkan sebagai 5 besar kota dengan tingkat toleransi yang tinggi. Masyarakat Semarang sendiri terdiri atas berbagai campuran etnis seperti Jawa, Tionghoa, Arab, dan keturunan – keturunan lain yang dulu datang ke kota Semarang.
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] C. Lambang Kota Semarang Gambar Makna Lambang Tugu Muda Mencerminkan sikap patriotisme Warga Kota Semarang saat melawan bala tentara Jepang dalam "Pertempuran Lima Hari di Semarang". Bukit/ Candi Melambangkan bahwa selain dataran rendah, Semarang juga memiliki dataran tinggi (kota atas).
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] Air dan Dinding Benteng Melambangkan pelabuhan yang ada di Kota Semarang. Perisai Melambangkan Pertahanan dan Kekuatan serta kepribadian rakyat kota Semarang. Padi dan Kapas Melambangkan Semarang murah sandang dan pangan terutama di masa depan. Ikan Melambangkan Semarang sejak dahulu terkenal dengan komoditas perikanan. Bintang Gambar bintang bersudut 5 melambangkan perjuangan Kota Semarang melawan Jepang yang berlangsung selama 5 hari dan hasil perjuangan tersebut di tuangkan kedalam nilai-nilai Pancasila yang menjadi sumber dan acuan Negara.
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] D. Kecamatan dan Kelurahan Kota Semarang terdiri dari 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan yang tersebar diseluruh penjuru kota. Berikut adalah pembagian dari kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Semarang. Nama Kecamatan Nama Kelurahan 1. Banyumanik - Banyumanik - Gedawang - Jabungan - Ngesrep - Padangsari - Pedalangan - Pudakpayung - Srondol Kulon - Srondol Wetan - Sumurboto - Tinjomoyo 2. Candisari -Candi -Jatingaleh -Jomblang - Kaliwiru - Karanganyar - Gunung - Tegalsari -Wonotinggal 3. Gajahmungkur - Bendan Duwur - Bendan Ngisor - Bendungan - Gajahmungkur - Karangrejo - Lempongsaro
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] - Petompon - Sampangan 4. Gayamsari - Gayamsari - Kaligawe - Pandean Lamper - Sambirejo - Sawah Besar - Siwalan - Tambakrejo 5. Genuk - Bangetayu Kulon - Bangetayu Wetan - Banjardowo - Gebangsari - Genuksari - Karangroto - Kudu - Muktiharjo Lor - Penggaron Lor - Sembungharjo - Terboyo Kulon - Terboyo Wetan - Trimulyo 6. Gunungpati - Cepoko - Gunungpati - Jatirejo - Kalisegoro - Kandri - Mangunsari - Ngijo
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] - Nongkosawit - Pakintelan - Patemon - Plalangan - Pongangan - Sadeng - Sekarang - Sukorejo - Sumurejo 7. Mijen - Bubakan - Cangkiran - Jatibarang - Jatisari - Karangmalang - Kedungpane - Mijen - Ngadirjo - Pesantren - Polaman - Purwosari - Tambangan - Wonolopo - Wonoplumbon 8. Ngaliyan - Bambankerep - Bringin - Gondoriyo - Kalipancur - Ngaliyan - Podorejo
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] - Purwoyoso - Tambak Aji - Wonosari - Wates 9. Pedurungan - Gemah - Kalicari - Muktiharjo Kidul - Palebon - Pedurungan Kidul - Pedurungan Lor - Pedurungan Tengah - Penggaron Kidul - Plamongan Sari - Tlogomulyo - Tlogosari Kulon - Tlogosari Wetan 10. Semarang Barat - Bojongsalaman - Bongsari - Caben - Gisikdrono - Kalibanteng Kidul - Kalibanteng Kulon - Karangayu - Kembangarum - Krapyak - Krobokan - Manyaran - Ngemplak Simongan - Salaman Mloyo
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] - Tambakharjo - Tawang Mas - Tawangsari 11. Semarang Selatan - Barusari - Bulustalan - Lamper Kidul - Lamper Lor - Lamper Tengah - Mugassari - Peterongan - Pleburan - Randusari - Wonodri 12. Semarang Tengah - Bangunharjo - Brumbungan - Gabahan - Jagalan - Karangkidul - Kauman - Kembangsari - Kranggan - Miroto - Pandansari - Pekunden - Pendrikan Kidul - Pendrikan Lor - Purwodinatan - Sekayu 13. Semarang Timur -Bugangan
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] - Karangtempel - Karangturi - Kebonagung - Kemijen - Mlatibaru - Mlatiharjo -Rejomulto -Rejosari - Sarirejo 14. Semarang Utara - Bandarharjo - Bulu Lor - Dadapsari - Kuningan - Panggang Kidul - Panggung Lor - Plombokan - Purwosari - Tanjung Mas 15. Tembalang - Bulusan - Jangli - Kedungmundu - Kramas - Mangunharjo - Meteseh - Rowosari - Sambiroto - Sendangguwo - Sendangmulyo - Tandang
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] - Tembalang 16. Tugu - Jerakah - Karanganyar - Mangkang Kulon - Mangkang Wetan - Mangunharjo - Randu Garut - Tugurejo E. Batas Wilayah Semarang berbatasan dengan beberapa daerah seperti : Batas sebelah barat : Kabupaten Kendal Batas sebelah timur : Kabupaten Demak Batas sebelah selatan : Kabupaten Semarang Batas sebelah utara : Laut Jawa dengan panjang garis pantai 13,6km F. Walikota Semarang Kota Semarang dipimpin oleh seorang Perempuan yang sering disapa dengan panggilan akrab Mbak Ita. Lahir di Semarang pada tanggal 4 Mei 1966 dengan nama lengkap Hevearita Gunaryanti Rahayu. Menjabat sebagai Walikota Semarang sejak tanggal 30 Januari 2023 yang sebelumnya menjabat Plt (Pelaksana Tugas) dari Walikota Semarang sebelumnya yaitu Bapak Hendrar Prihadi. Beliau merupakan lulusan dari S1 Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta dan melanjutkan pendidikan S2 pada Ilmu Politik (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) dan melanjutkan pendidikan S3 Administrasi Publik (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Diponegoro. Gelar akademik saat ini dari Walikota Semarang adalah Dr. Ir. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos.
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] G. Kebudayaan dan Kesenian Khas Semarang a. Gambang Semarang Kota Semarang terkenal sebagai Kota Multikultural dan terkenal memiliki berbagai pertunjukan/kesenian khas yang lahir dari inisiatif masyarakat asli dari Kota Semarang yang merupakan salah satu proses akulturasi budaya yang ada di Semarang . Salah satunya adalah Kesenian Gambang Semarang merupakan salah satu sajian khas, juga sebagai identitas Kota Semarang dan tercipta dari akulturasi budaya Cina-Jawa. Kesenian ini lahir dan berkembang pada tahun 1940-an dimana terdapat sajian seni musik, seni vokal, seni lawak dan seni tari. Alat musik pengiring Gambang Semarang menggunakan perpaduan alat musik Cina-Jawa diantaranya: Kendang, Bonang, Kempul, Suling, Gambang, Krecek, Sukong Koghayan dan Balungan. Gambang Semarang ering ditampilkan pada acara pesta rakyat atau perayaan seperti perayaan tahun baru cina, acara pernikahan, karnaval, dugderan dan sebagainya. b. Wayang Orang Ngesti Pandawa Kota Semarang juga memiliki kelompok pertunjukan wayang orang, kelompok pertunjukan tersebut bernama Ngesti Pandawa yakni paguyuban seni wayang wong/ wayang orang profesional yang sudah berdiri sejak tahun 1937. Wayang Orang Ngesti Pandawa merupakan salah satu kelompok atau paguyuban wayang orang yang masih aktif di Indonesia sampai sekarang selain Wayang Orang Sriwedari di Solo dan Wayang Orang Bharata di Jakarta. Ngesti Pandawa bertempat di Komplek Budaya Taman Raden Saleh Semarang, hingga saat ini Kelompok Pertunjukan Wayang Orang Ngesti Pandawa masih eksis dan aktif memberikan hiburan kepada masyarakat dengan cerita khas Pewayangan Jawa. c. Tari – Tarian Dalam bidang kesnian Kota Semarang memiliki banayak ciri khas baik dalam penggarapn musik maupun gerak dalam tari. Dalam penggarapannya, kebanyakan tari Semarangan memiliki tema pergaulan dan kegembiraan ini juga diangkat dari nilai sosial masyarakat Kota Semarang yang senang bercanda, berkumpul dan grapyak. Atmosfer atau susasana kegembiraan tarian dapat tangkap dan dirasakan oleh penonton. Tari Semarangan memiliki ciri khas ragam gerak berupa ngondhek, ngeyek dan genjot serta tidak lupa pula ragam gerak linggar. Ngondhek adalah gerak putaran ke kanan dan ke kiri yang memiliki lintasan menyerupai angka delapan. Ngeyek adalah gerakan pinggul ke kanan dan ke kiri secara patah-
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] patah. Genjot yaitu gerakan tubuh yang memegas ke atas dan ssecara bersamaan menggerakkan pinggul ke kanan dan ke kiri. Kemudian ragam gerak tangan Linggar yaitu ujung ibu jari dan jari telunjuk disatukan membentuk lingkaran kemudian ketiga jari yaitu jari tengah, jari manis dan jari kelingking dibuka keluar dengan posisi renggang. Berikut merpakan beberapa tarian Khas Semarangan yakni: Tari Denok Semarang Tari Denok Semarang merupakan tarian kreasi baru khas Semarang yang diciptakan oleh salah satu Seniman Semarang bernama Bintang Hanggoro Putra. Tari Denok Semarang merupakan salah satu tarian khas Kota Semarang. Denok yang berarti remaja putri, tarian ini ditarikan oleh para remaja putri sehingga dalam penyajiannya gerak tari denok terlihat manis lincah gemulai tergambar jelas pada setiap ragam geraknya. Tari Denok diciptakan pada tahun 1995 dan hingga saat ini tari denok menjadi salah satu materi wajib bagi siswa sekolah di Semarang (SD-SMA). Tari Warak Dugder Tari Warak Dugder adalah tarian yang tercipta dari hasil Inspirasi arak-arakan pada tradisi Dugderan dan dimodifikasi dari gerak tari gambang semarang. Diciptakan oleh Seniman Semarang yakni Yoyok Bambang Priambodo berkolaborasi dengan Seniman tari Didik Nini Towok. Tari Warak Dugder merupakan tarian yang menggambarkan kegembiraan generasi muda menyambut datangnya bulan suci Ramadhan lewat tradisi dugderan. Tari Warak Dugder ini ditarikan secara berpasangan oleh sekelompok pemuda dan pemudi dengan menggunakan properti patung warak dan bunga manggar. Tari Warak Dugder mulai dibawakan pada tahun 2006 pada tradisi Dugderan hingga saat ini Tari Warak Dugder merupakan tarian yang wajib dibawakan pada saat tradisi Dugderan berlangsung.
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] Tari Semarang Rumah Kita Tari yang diciptakan oleh Sestri Indah Pebrianti merupakan seorang Dosen Universitas Negeri Semarang. Tarian yang diciptakan menjelang Hari Jadi Kota Semarang ke 476, sebagai bentuk kegembiraan masyarakat Kota Semarang menyambut Hari Jadi Kota Semarang. Tari Semarang Rumah Kita di tarikan secara massal bersama-bersama dari Walikota sampai masyarakat ikut menarikan tarian ini. Tari Semarang Rumah Kita telah meraih rekor muri sebanyak 11.476 orang berpatisipasi dalam membangun kekompakan, kuat dan solid dalam kemajuan Kota Semarang. d. Bahasa Bahasa Semarangan adalah produk dari akulturasi budaya para penuturnya, dengan bahasa induk Bahasa Jawa. Proses akulturasi ini timbul bersamaan dengan berkembangnya Semarang sebagai kota perniagaan. Ada lima etnis yang memberikan kontribusi besar dalam proses akulturasi tersebut, yakni Jawa, Cina, Arab, Koja dan Eropa (Belanda). Interaksi sosial di antara kelima etnis itu terpusat di Pasar Johar dan Alun-alun. Pasar Johar menjadi titik pertemuan antaretnis setelah kelima etnis tadi hidup berkelompok di lingkungan masingmasing, Selain Pasar Johar dan Alun-alun, interaksi sosial warga Semarang di masa lalu juga terjadi di tempat hiburan, khususnya gedung bioskop, yang hingga akhir 1980-an. Kamus bahasa prokem asem ik sejenis umpatan atis dingin (minuman), sejuk (cuaca) asu anjing, umpatan anggak gaya, sombong atos keras (omongan) bakwan badak bakbuk impas bangjo lampu pengatur lalu lintas balangan rombengan, barang bekas
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] banger bau tak blaik ungkapan kaget, takut, khawatir brompit sepeda motor calam bapak ceng ceng po teman akrab CS (ce es) teman akrab cengli baik ciamik bagus coa omong besar, membual coso bojo dayatsu angkutan kota (dari merek mobil Daihatsu) denyom pacar, cewek, gadis entek ting habis tanpa sisa, kalah besar gali preman pasar atau terminal gamjet tak punya uang, bokek galap balap gentho jagoan gethokmen pura-puranya gomdhe banyak uang
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] e. Upacara Adat Sebagai kota yang multikultural, kota Semarang memiliki beragam perayaan upacara adat yang masuk kedalam Calendar of Event (COE) Kota Semarang, yang antara lain adalah : Dugderan Dugderan merupakan salah satu upacara adat dan kegiatan yang diselenggarakan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Perayaan Dugderan dilaksanakan awalanya sebagai sebuah upaya pemerintah untuk menyamakan awal puasa dan hari raya. Kata dugderan sendiri diambil dari 2 kata yaitu “dug” dan “der”, “dug” berasal dari bunyi bedug yang dipukul dan “der” berasal dari bunyi atau suara petasan atau meriam yang dinyalakan. Tradisi ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1881 M dan berdasarkan cerita pada jaman tersebut banyak masyarakat yang memiliki perbedaan terkait penentuan awal puasa. Sesaji Rewanda Sesaji Rewanda merupakan upacara adat yang hanya ada di kota Semarang. Kata Sesaji berarti adalah persembahan atau penghormatan sedangkan kata Rewanda berarti kera atau monyet. Sesaji Rewanda erat hubungannya dengan Sunan Kalijaga yang mencari kayu jati untuk digunakan sebagai pembangunan Masjid Agung Demak. Pada saat Sunan Kalijaga beristirahat disebuah Goa ia didatangi oleh 4 Rewanda (kera) yang saat itu kemudian membantu Sunan untuk mengambil kayu jati yang melintang di tebing bawa goa. Saat ini Sesaji Rewanda terus diselenggarakan untuk memberikan penghormatan kepada para kera yang ada di Goa Kreo dan saat ini sebelum pelaksanaan Sesaji Rewanda pada malam hari terdapat Mahakarya Festival Goa Kreo. Gebyuran Bustaman Gebyuran Bustaman adalah sebuah perayaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Bustaman yang ada di kota Semarang dalam menyambut bulan Ramadhan. Kegiata ini dulunya diinisiasi oleh Kyai Bustaman yang menyirami cucunya sebelum puasa pada tahun 1742. Tradisi ini diawali dengan mencorat-
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] coret wajah dengan warna hijau, merah, putih, biru, dan kuning yang dilambangkan sebagai dosa-dosa hidup. Kemudian air yang digebyurkan ketubuh dinilai sebagai lambang pembersihan diri. Saat ini kegiatan Gebyuran Bustaman dinantikan oleh banyak masyarakat dalam dan luar kota Semarang. Festival Cheng Ho Festival Cheng Ho merupakan arak-arakan budaya dari Klenteng Tay Kak Sie di Gg. Lombok menuju ke Klenteng Sam Poo Kong yang biasanya diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kota. Kegiatan ini dirayakan sebagai bentuk peringatan datangnya Sam Poo Tay Djien (Laksamana Cheng Ho) di kota Semarang. Biasanya pada kegiatan ini diadakan juga banyak penampilan yang menunjukan akulturasi budaya antara jawa dan tionghoa. Nyadran Kali Tradisi Nyadran Kali merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh warga masyarakat Desa kandri Kecamatan Gunungpati. Sebagai bentuk rasa syukur atas ketersediaan air yang melimpah. Tradisi Nyadran Kali ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan setiap Kamis Kliwon dengan membawa wakul berisi makanan, gunungan hasil bumi, dan kepala kerbau yang kemudian diarak bersama-sama menuju Sendang Gede.
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] f. Pakaian Adat Pengantin Gaya Semarangan g. Ikon Budaya Kota Semarang Kota semarang sebagai kota dengan beragam etnis tentunya memiliki sebuah ikon budaya yang menjadi kebanggaan dan kecintaan oleh masyarakat kota Semarang. Semarang memilik sebuah maskot yang kehadirannya selalu dinantikan selama prosesi Dugderan yaitu Warak Ngendog. Warak Ngendog merupakan binatang rekaan bertubuh kambing, berkepala naga, dan bersisik. Ada beberapa versi yang menyebutkan bahwa kepala dari Warak merupakan kepala naga Pakaian adat pengantin Semarangan merupakan perpaduan atas beberapa etnis, seperti : arab, melayu, jawa, dan tionghoa. Perpaduan ini terlihat dari busana Laki-Laki ataupun Perempuan yang dijabarkan sebagai berikut; - Pengantin Putri : menggunakan alas kaki selop tertutup berbahan bludru warna hitam. Menggunakan baju model krah shanghai dan memakai kancing yang terbuat dari emas serta menggunakan kald bahu. Pada bagian dahi dihiasi beberapa perhiasan. Pada bagian kanan dan kiri telingan memakai sumping dan emas permata. Sanggul dengan cunduk mentul sebanyak 24 buah. Bunga yang dikenakan adalah bunga melati dan cempaka kuning ditusuk dengan bunga melati disebut endok remek. - Pengantin Putra : menggunakan alas kaki bludru berwarna hitam, kaos kaki, dan celana hitam bludru. Baju gamis berlengan panjang dengan krah shanghai. Jas hitam bludru bersulam emas dengan krah yang sama dan menggunakan selempang. keemasan ditambahn pedang panjang yang berwarna keperakan. Pada bagian kepala menggunakan surban yang diberi nama “Kopyah Alfiah” dengan cunduk mentul satu buah dan pada bagian kiri menggunakan roncean dari bunga melati, mawar, cempaka kuning, dan bunga kantil.
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] sebagai perwujudan etnis Tionghoa dan badannya merupakan badan unta / burok sebagai perwujudan etnis Arab serta kaki kambing sebagai perwujudan etnis Jawa. H. Pariwisata a. Pariwisata Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. (Undang – Undang No. 10 Tahun 2009) pariwisata merupakan keseluruhan kegiatan wisata yang dilakukan oleh seseorang sebagai tujuan untuk rekreasi atau liburan. b. Sapta Pesona Sapta Pesona merupakan 7 poin yang menjadi konsep dan dasar atas Sadar Wisata dengan dukungan peran serta masyarakat sebagai tuan rumah atau tujuan wisata yang diharapkan dapat menjadi dan menciptakan lingkungan serta suasana yang sesuai dengan poinpoinnya. Ketujuh poin tersebut adalah : - Aman - Tertib - Bersih - Sejuk - Indah - Ramah - Kenangan c. Daya Tarik Wisata dan Destinasi Wisata Daya Tarik Wisata dan Destinasi Pariwisata merupakan dua hal yang berbeda. Dalam Undang – Undang No. 10 Tahun 2009 menjelaskan bahwa : o Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.
KOMUNITAS DENOK KENANG KOTA SEMARANG Sekretariat : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Gedung Pandanaran Lt.8, Jl. Pemuda No.175 Semarang Telp : 088225268313/08979551603 Instagram @denokkenangsmg Surel : [email protected] o Destinasi Pariwisata selanjutnya disebut sebagai Daerah tujuan pariwisata adalah sebuah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang didalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkap terwujudnya kepariwisataan. I. Denok Kenang Kota Semarang Denok Kenang kota Semarang pertama kali diselenggarakan untuk memperingati “Visit Indonesia Year (1991)” yang dicanangkan oleh Menteri Pariwisata pada saat itu dan sekaligus pencanangan Konsep Sadar Wisata oleh Job Avee (Menteri Pariwisata) saat itu. Dimana saat itu membutuhkan seorang Duta Pariwisata untuk mempromosikan dan setiap daerah diharapkan dapat memiliki perwakilan dari setiap kota. Kota Semarang kemudian mengadakan pemilihan Denok Kenang Kota Semarang pertama kalinya pada tahun 1990an dan terus berjalan hingga saat ini. Pemilihan Denok Kenang Kota Semarang mulai menarik dan menjadi perhatian masyarakat pada penyelenggaraan di tahun 2015 hingga saat ini Denok Kenang menjadi salah satu ajang pemilhan Duta Pariwisata daerah yang terus ditunggu dan dinantikan oleh muda-mudi kota Semarang.