The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nasyasahel, 2022-01-16 06:41:09

Mekanisme Evolusi

Kelompok 4
XII MIPA 2

Keywords: mekanisme evolusi

MEKANISME EVOLUSI

Kelompok 4 :
20. M. Hanif Furqon
21. M A’idil Iman
22. Nasya Aprinisaa Sahl
23. Noerazizah Cindra Ningsih
24. Novia Tri Herdianti

XII MPA-2

SMAN 1 PALIMANAN

Jl. KH Agus Salim 128 Palimanan Telp. (0231) 341023 Cirebon 4516

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yantg Maha Esa karena penulisan
makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini membahas tentang
Mekanisme Evolusi, penulis berharap dapat memberi pengetahuan dan menambah
wawasan bagi siapapun yang membaca makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari peran serta berbagai pihak
yang telah memberikan saran, maupun masukan-masukan guna menyempurnakan
makalah ini. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya.
Akhir kata, kami meminta maaf apabila dalam makalah ini banyak kekurangan. Oleh
sebab itu kami akan berupaya selalu terbuka dan subjektif mungkin terhadap kritik
dan saran yang membangun guna mempertimbangkan dimasa yang akan datang.

2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................................2
DAFTAR ISI ...........................................................................................................................................3
BAB 1 ......................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN ...................................................................................................................................4

1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN...........................................................................................4
1.2 RUMUSAN MASALAH...............................................................................................................4
1.3 TUJUAN........................................................................................................................................5
1.4 MANFAAT....................................................................................................................................5
BAB 2 ......................................................................................................................................................6
PEMBAHASAN......................................................................................................................................6
A. Pengertian Mekanisme Evolusi ...................................................................................................6

1. Seleksi Alam................................................................................................................................6
3. Penyimpangan Genetik................................................................................................................7
4. Aliran Gen ...................................................................................................................................8
B. Frekuensi Gen..............................................................................................................................9
C. Hukum Handy-Weinberg...........................................................................................................10
BAB 3 ....................................................................................................................................................11
PENUTUP .............................................................................................................................................11
KESIMPULAN..................................................................................................................................11
KRIRIK DAN SARAN .....................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................................12

3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN

Evolusi dalam kajian biologi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan
suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-
perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama yaitu variasi,
reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh
gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi
bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya
akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan
gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada
spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga
dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara
organisme.

Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih
umum atau langka dalam suatu populasi. Evolusi didorong oleh dua mekanisme
utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah
proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan
hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi dan
sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena
individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar
bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang
mewarisi sifat sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi
terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus
dan acak ini dengan seleksi alam.

Sementara itu, hanyutan genetik merupakan sebuah proses bebas yang
menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan
genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika
suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi. Walaupun perubahan yang
dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi
dan menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini
mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru. Dan sebenarnya,
kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain
mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang
yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian mekanisme evolusi?
2. Apa saja mekanisme utama evolusi?
3. Adakah cara lain dalam mutasi?

4

1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian mekanisme evolusi
2. Untuk mengetahui apa saja mekanisme utama evolusi
3. Dapat memahami penerapan hukum Handy-Weinberg
1.4 MANFAAT
1. Menambah pengetahuan mengenai evolusi
2. Memberikan dan menambah pemahaman terkait mekanisme utama evolusi

5

BAB 2

PEMBAHASAN

A. Pengertian Mekanisme Evolusi

Perspektif NoeDarwinisme, Evolusi terjadi bila ada perubahan frekuensi
alel dalam populasi organisme yang saling kawin. Misalnya alel warna hitam
populasi ngengat menjadi semakin banyak. Mekanisme yang dapat
menyebabkan frekuensi alel adalah seleksi alam, penyimpangan genetik
(genetic drift) dan aliran genetik.
Mekanisme Evolusi adalah perubahan sedikit demi sedikit dari makhluk hidup
yang sederhana ke makhluk hidup yang lebih kompleks. Mekanisme utama
untuk menghasilkan perubahan evolusioner adalah seleksi alam dan hanyutan
genetika.
Ada empat mekanisme utama evolusi, yaitu:

1. Seleksi Alam
Evolusi melalui seleksi alam adalah suatu proses dimana mutasi genetik

yang meningkatkan reproduksi menjadi ada, menjadi tetap atau makin banyak
dijumpai generasi selanjutnya. Ini sering disebut mekanisme self evident' sebab
ada tiga syarat yang wajib terpenuhi untuk dapat terjadi, yaitu:
a) Ada variasi terwariskan pada organisme dalam populasi tersebut
b) Organisme menghasilkan lebih banyak anak, namun sedikit sekali yang bisa

bertahan hidup
c) Anak-anak atau keturunan ini bervariasi kemampuan bertahan hidup dan

bereproduksinya
Kondisi ini menghasilkan kompetisi antar organisme untuk tetap survive dan
bereproduksi. Akibatnya organisme dengan sifat-sifat yang memberikannya
keuntungan akan lebih banyak jumlahnya dibanding pesaingnya dan pembawa
sifat-sifat yang tak menguntungkan akan berkurang atau hilang pada generasi-
generasi berikutnya. Konsep sentral seleksi alam adalah fitness evolusi dari
suatu organisme. Fitness adalah ukuran kemampuan organisme untuk dapat
bertahan hidup dan bereproduksi, yang selanjutnya menentukan ukuran
konstribusi genetiknya kepada generasi selanjutnya. Fitness tidak sama dengan
jumlah total anak pada satu individu saja namun diindikasikan sebagai jumlah
generasi selanjutnya yang membawa gen organisme bersangkutan. Misalnya
bila suatu organisme bisa bertahan hidup dengan baik dan bereproduksi dengan
cepat namun semua anaknya terlalu kecil dan lemah bertahan hidup, maka
organisme ini hanya memiliki konstribusi genetik yang kecil pada generasi
selanjutnya dan disebut fitnessnya rendah. Bila suatu alel meningkatkan fitness
lebih dari alel lain pada suatu gen maka setiap generasi alel ini akan lebih
banyak dijumpai didalam populasi. Sifat-sifat ini disebut 'selected for". Contoh
sifat-sifat yang dapat meningkatkan fitness adalah peningkatan ketahanan
hidup dan peningkatan fekunditas. Sebaliknya, fitness yang lebih rendah yang

6

disebabkan adanya alel yang tak menguntungkan dan mengganggu akan
menyebabkan alel ini menjadi semakin jarang muncul pada generasi
selanjutnya, dan ini disebut selected against'. Yang penting bahwa fitness suatu
alel bukan merupakan ciri-ciri yang menetap. Bila lingkungan berubah maka
sifat-sifat yang dulunya netral atau bahkan berbahaya serta mengganggu akan
bisa menjadi menguntungkan dan begitu juga sebaliknya. Namun bahkan bila
arah seleksi tidak berubah dengan cara ini maka sifat-sifat yang hilang dulu
mungkin tak dapat tersusun kembali dalam susunan yang identik.
Suatu bagan yang menunjukkan adanya tiga jenis seleksi yaitu:
1. Seleksi terarah
Jika kondisi lingkungan berubah, terjadi tekanan seleksi terhadap suatu jenis
yang menyebabkan spesies tersebut beradaptasi pada kondisi baru. Didalam
populasi, akan ada range atau rentang individu yang berdasarkan dengan salah
satu karakter.
2. Seleksi Stabilisasi
Seleksi ini terjadi pada semua populasi dan cenderung memperkecil
keckstriman atau penonjolan didalam kelompok. Dalam hal ini, hal tersebut
mengurangi kemampuan menghasilkan variasi dalam suatu populasi, dengan
demikian mengurangi pula kesempatan mengalami perubahan evolusi.
3. Seleksi disruktif
Meskipun jenis seleksi ini kurang umum, namun bentuk seleksi ini penting
dalam mencapai perubahan evolusi. Seleksi distruktif dapat terjadi jika faktor
lingkungan mengambil sejumlah bentuk yang terpisah faktor.

2. Mutasi Bias
Di samping menjadi sumber utama variasi, mutasi dapat juga berfungsi

sebagai mekanisme evolusi nbila ada berbagai probabilitas pada tingkat
molekul agar mutasi dapat terjadi. Ini merupakan proses mutasi yang yang
disebut mutasi bias. Bila dua genotip. misalkan satu dengan nukleotida G dan
satunya lagi dengan nukleotida A pada posisi yang sama dan punya fitness yang
sama namun mutasi dari G ke A lebih sering dibanding mutase dari A ke G,
maka lebih cenderung terbentuk genotup dengan nekleotida A. Perkembangan
mutasi bias juga sudah dijumpai pada evolusi morfologi. Mutasi yang
menyebabkan hilangnya fungsi gen lebih sering terjadi dibanding mutasi yang
membentuk gen yang baru yang berfungsi penuh. Kebanyakan hilangnya
mulasi fungsi adalah "Selected against". Namun bila seleksi lemah mutasi bias
menuju hilangnya fungsi dapat mempengaruhi evolusi. Misalnya Pigmen tak
lagi bermanfaat bila hewan hidup di gua yang gelap dan cenderung akan hilang.
Hilangnya fungsi ini dapat terjadi karena adanya mutasi bias.

3. Penyimpangan Genetik
Penyimpangan genetik adalah perubahan frekuensi alel dari satu

generasi ke generasi selanjutnya yang terjadi karena peran yang bermain dalam
menentukan apakah suatu individu akan bertahan hidup dan bereproduksi.
Dalam istilah matematis alel menjadi subjek sampling. Akibatnya bila tidak
ada gaya selektif atau gaya selektif relative rendah frekuensi alel cenderung

7

menyimpang ke atas atau ke bawah secara acak. Bahkan saat absennya gaya
selektif, penyimpangan genetik dapat menyebabkan dua populasi terpisah yang
mulai dengan struktur genetik yang sama untuk menyimpang atau bergeser
menjadi dua populasi divergen dengan set alel yang berbeda.
Aliran gen atau gene flow merupakan pertukaran gen antar populasi, yang
biasanya merupakan spesies yang sama. Ada atau tidaknya aliran gen secara
fundamental mengubah perjalanan evolusi. Karena kompleksitas organisme,
dua populasi manapun yang terpisah sempurna akhirnya akan terbentuk
ninkompatibilitas genetic melalui proses netral, seperti model Bateson-
Dobzhansky-Muller, bahkan walaupun dua populasi tersebut tetap identik
dalam hal adaptasi terhadap lingkungannya. Contoh aliran gen dalam sebuah
spesies meliputi migrasi dan perkembangbiakan organisme atau pertukaran
serbuk sari. Transfer gen antar spesies meliputi pembentukan organisme
hibrid dan transfer gen horizontal, Migrasi ke dalam atau ke luar populasi
dapat mengubah frekuensi alel, serta menambah variasi genetika ke dalam
suatu populasi, Imigrasi dapat menambah bahan genetika baru ke lungkang
gen yang telah ada pada suatu populasi. Sebaliknya, emigrasi dapat
menghilangkan bahan genetika. Karena pemisahan reproduksi antara dua
populasi yang berdivergen diperlukan agar terjadi spesiasi, aliran gen dapat
memperlambat proses ini dengan menyebarkan genetika yang berbeda antar
populasi. Aliran gen dihalangi oleh barisan gunung, samudera, dan padang
pasir. Bahkan bangunan manusia seperti Tembok Raksasa Cina dapat
menghalangi aliran gen tanaman.

4. Aliran Gen
Gene flow (alur gen), akibat adanya imigran yang dapat menambah

alel bani kedalam unggun gen suatu "deme", sehingga dapat merubah frekunsi
alel. Alur gen berarti kisaran imigran mulai dari yang sangat rendah kesangat
tinggi tergantung dari jumlah individu yang datang dan seberapa banyak
perbedaan genetik yang ada pada individu individu dalam" deme" yang dapat
bergabung. Bila tidak ada perbedaan yang banyak antara "deme-deme" dalam
populasi yang besar, maka pergerakan individu dalam jumlah yang sangat
kecil diantara" deme- deme" di pandang cukup kuat dapat menjaga frekuensi
alela tetap sama. Bagaimanapun juga bila informasi genetik sangat berbeda,
imigrasi kecil dapat menghasilkan perubahan frekuensi alela yang sangat
besar. Misalnya hibridisasi, perkawinan dalam (interbreeding) diantara
individu- individu yang termasuk dalam spesies yang dianggap berbeda
mungkin saja terjadi. Hibridisasi semacam itu mugkin membawa banyak alel
baru kedalam populasi dan memungkinkan dimulainya kecenderungan baru
dalam evolusi penerima. Penyebab banyak spesies yang terdiri dari penduduk
lokal yang anggotanya cenderung untuk berkembang biak di dalam
kelompok. Setiap penduduk lokal dapat mengembangkan gen yang berbeda
dari yang lain penduduk lokal. Namun, anggota dari satu populasi dapat
berkembang biak dengan sesekali imigran dari populasi yang berdekatan dari
spesies yang sama. Hal ini dapat memperkenalkan gen baru atau mengubah
frekuensi gen yang ada di warga. Dalam banyak tanaman dan beberapa

8

binatang, aliran gen dapat terjadi tidak hanya antara sub-populasi dari spesies
yang sama tetapi juga antara yang berbeda (tapi masih berhubungan) spesies.
Jika hibrida kemudian berkembang biak dengan salah satu jenis orangtua, gen
baru masuk ke kolam gen dari populasi induk. Ini hanyalah aliran gen antara
spesies daripada dalam diri mereka.

B. Frekuensi Gen

Frekuensi gen adalah frekuensi kehadiran suatu gen pada suatu populasi
dalam hubungannya dengan frekuensi semua alelnya. Dalam genetika, populasi
berarti kelompok organisme yang dapat saling kawin dan menghasilkan
keturunan yang fertil. Misalnya dalam suatu populasi terdapat gen dominan (A)
dengan alel gen resesif a. Perkawinan antara induk galur murni AA dengan aa,
menghasilkan keturunan F1 dengan genotip Aa. Pada keturunan F 2
menghasilkan perbandingan genotip atau keseimbangan frekuensi gen dalam
populasi (F 2 ) = AA (homozigot dominan) : Aa (heterozigot) : aa (homozigot
resesif) = 25% : 50% : 25% atau 1 : 2 : 1. Pada keturunan berikutnya (F3)
ternyata menghasilkan perbandingan genotip seperti keturunan F2, yaitu AA :
Aa : aa = 1 : 2 : 1.

Jadi, apabila setiap individu dari berbagai kesempatan melakukan
perkawinan yang sama, yang berlangsung secara acak serta setiap genotip
mempunyai viabilitas yang sama, perbandingan antara genotip yang satu
dengan yang lainnya dari generasi ke generasi tetap sama. Perbandingan
frekuensi gen dapat mengalami perubahan sehingga perbandingan frekuensi
gen tidak dalam keadaan seimbang. Perubahan perbandingan frekuensi gen di
dalam suatu populasi dapat disebabkan oleh mutasi, seleksi alam, emigrasi dan
imigrasi, rekombinasi dan seleksi, isolasi reproduksi, dan domestikasi.

Variasi genetik dalam populasi alamiah sempat membingungkan
Darwin. Hal ini terjadi karena reproduksi sel belum dikenal. Akan tetapi, pada
tahun 1908 kebingungan itu terjawab oleh G.H. Hardy seorang matematikawan
Inggris dan G. Weinberg seorang fisikawan Jerman. Hardy dan Wienberg
menyatakan bahwa dalam populasi besar di mana perkawinan terjadi secara
random dan tidak adanya kekuatan yang mengubah perbandingan alela dalam
lokus, perbandingan genotip alami selalu konstan dari generasi ke generasi.
Pernyataan tersebut dikenal dengan hukum Perbandingan Hardy-Weinberg.

Adanya perubahan keseimbangan frekuensi gen dalam suatu populasi
memberi petunjuk adanya evolusi. Hukum Hardy-Weinberg berlaku jika
memenuhi beberapa persyaratan berikut :

a. Tidak terjadi mutasi.
b. Terjadi perkawinan secara acak.
c. Tidak terjadi aliran gen baik imigrasi maupun emigrasi.
d. Populasi cukup besar.
e. Tidak ada seleksi alam

9

C. Hukum Handy-Weinberg
Hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa perubahan frekuensi gen

pada suatu populasi tidak akan mengalami perubahan jika kondisi berikut
terpenuhi yaitu : ukuran populasi besar, tidak terjadinya mutasi, tidak
terjadinya migrasi/ aliran gen, perkawinan terjadi secara acak, dan tidak terjadi
seleksi alam. Secara matematis hukum Hardy-Weinberg dinyatakan dengan
persamaan berikut ini :

P2 + 2pq + q2 = 1
P+q=1
Keterangan :
p : frekuensi alel dominan
q : frekuensi alel resesif
Salah satu kondisi yang mensyaratkan berlakunya hukum ini adalah
jumlah populasi yang besar. Populasi yang besar tersebut memungkinkan
terjadinya perkawinan acak dan tingkat fertilitasi dan viabilitas yang sama
tingginya. Selain itu, kondisi lain yang memungkinkan untuk terjadinya
Hukum Hardy-Weinberg adalah tidak adanya mutasi, seleksi alam, dan
migrasi. Jika Hukum Hardy-Weinberg terjadi, maka evolusi tidak akan terjadi.
Sebaliknya, evolusi terjadi jika Hukum Hardy-Weinberg tidak berlaku.

10

BAB 3
PENUTUP

KESIMPULAN
Dari Pembahasan di atas dapat disimpulkan
1. Mekanisme Evolusi adalah perubahan sedikit demi sedikit dari makhluk
hidup yang sederhana ke makhluk yang lebih kompleks. Mekanisme utama
untuk menghasilkan perubahan evolusioner adalah seleksi alam dan hanyutan
genetika.
2. Ada empat mekanisme utama evolusi, yaitu :
a. Seleksi alam
b. Mutasi bias
c. Penyimpangan
d. Aliran Gen
KRIRIK DAN SARAN
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini,
untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.

11

DAFTAR PUSTAKA

Hassan, M dan Ferial W, Eddyman. 2014. Pengantar biologi evolusi. Jurusan
Biologi. FMIPA.
http://www.faktailmiah.com/2011/06/22/korelasi-antara-sejarah-hidup-
spesies-dan-lajumutasi-ditemukan.html
https://www.quipper.com

12


Click to View FlipBook Version