JENDRAL SOEDIRMAN ; TAKTIK GRILIYA
1
PERNYATAAN ORISINALITAS
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama penulis. : Syafa Bintang Nurai'Ni
Instansi. : SMA NEGERI 1 WIROSARI
Alamat. : Rt02/Rw05,Dusun Kudon, Desa Kalirejo
Kec. Wirosari ,Kab. Grobogan
Email. : [email protected]
Dengan ini menyatakan bahwa karya tulis dengan judul
Soedirman; Taktik Gerilya adalah benar merupakan karya saya
dan karya tulis tersebut belum pernah menjadi finalis, atau
memenangkan perlombaan kepenulisan, atau sedang diikutkan
dalam lomba kepenulisan lainnya.
Wirosari, 30 Mei 2021
Yang membuat pernyataan,
Penulis
Syafa Bintang Nurai'ni
2
SARI
Perjuangan Jendral Soedirman sangatlah besar
pengaruhnya terhadap bangsa kita pada masa penjajahan dulu.
Semangatnya yang tak pernah padam bisa kita kadikan teladan
untuk anak bangsa sekarang yang ditelan teknologi. Dalam
keadaan sakit ia masih saja berjuang mempertaruhkan nyawa
demi bebas dari penjajahan. Taktik yang ia mainkan sangatlah
hebat yaitu Gerilya menyerang musuh saat malam hari dan
bersembunyi disiang hari. Hal ini membuat musuh sulit untuk
membalas serangan. Hingga masa sebelum kemerdekaan taktik
ini banyak digunakan para pejuang bangsa karena sangat
menguntungkan. Dari sinilah bisa kita jadikan refleksi untuk
kehidupan bangsa yang sekarang ini. Jendral Soedirman adalah
tokoh panutan bagi kita semua dibalik sulitnya melawan
penjajah ia tetap semangat. Hal ini lah yang harus tetap bisa
kita lestarikan, semangatnya, pantang menyerah, kegigihan
yang tiada tara serta dedikasinya untuk bangsa Indonesia harus
kita lestarikan dan teladan dalam kehidupan sekarang ini.
3
SOEDIRMAN; TAKTIK GERILYA
Oleh : Syafa Bintang Nurai'ni
A. PENDAHULUAN
Lahirnya Jendral Besar
Soedirman lahir dari pasangan Karsid Kartawiraji dan
Siyem saat pasangan ini tinggal di rumah saudari Siyem yang
bernama Tarsem di Rembang, Bodas Karangjati, Purbalingga,
Hindia Belanda. Tarsem sendiri bersuamikan seorang camat
bernama Raden Cokrosunaryo.Menurut catatan keluarga,
Soedirman –dinamai oleh pamannya lahir pada Minggu pon di
bulan Maulud dalam penanggalan Jawa; pemerintah Indonesia
kemudian menetapkan 24 Januari 1916 sebagai hari ulang
tahun Soedirman. Karena kondisi keuangan Cokrosunaryo yang
lebih baik, ia mengadopsi Soedirman dan memberinya gelar
Raden, gelar kebangsawanan pada suku Jawa. Soedirman tidak
diberitahu bahwa Cokrosunaryo bukanlah ayah kandungnya
sampai ia berusia 18 tahun.Setelah Cokrosunaryo pensiun
sebagai camat pada akhir 1916, Soedirman ikut dengan
keluarganya ke Manggisan, Cilacap. Di tempat inilah ia tumbuh
besar.Di Cilacap, Karsid dan Siyem memiliki seorang putra lain
bernama Muhammad Samingan. Karsid meninggal dunia saat
Soedirman berusia enam tahun, dan Siyem menitipkan kedua
4
putranya pada saudara iparnya dan kembali ke kampung
halamannya di Parakan Onje, Ajibarang.
Soedirman dibesarkan dengan cerita-cerita kepahlawanan,
juga diajarkan etika dan tata krama priyayi,serta etos kerja dan
kesederhanaan wong cilik, atau rakyat jelata.Untuk pendidikan
agama, ia dan adiknya mempelajari Islam di bawah bimbingan
Kyai Haji Qahar; Soedirman adalah anak yang taat agama dan
selalu shalat tepat waktu. Ia dipercaya untuk
mengumandangkan adzan dan iqamat.Saat berusia tujuh tahun,
Soedirman terdaftar di sekolah pribumi (hollandsch inlandsche
school).Meskipun hidup berkecukupan, keluarga Soedirman
bukanlah keluarga kaya. Selama menjabat sebagai camat,
Cokrosunaryo tidak mengumpulkan banyak kekayaan, dan di
Cilacap ia bekerja sebagai penyalur mesin jahit Singer.
Setelah lulus dari Wirotomo, Soedirman belajar selama
satu tahun di Kweekschool (sekolah guru) yang dikelola oleh
Muhammadiyah di Surakarta, tetapi berhenti karena
kekurangan biaya.Pada 1936, ia kembali ke Cilacap untuk
mengajar di sebuah sekolah dasar Muhammadiyah, setelah
dilatih oleh guru-gurunya di Wirotomo. Pada tahun yang sama,
Soedirman menikahi Alfiah, mantan teman sekolahnya dan
putri seorang pengusaha batik kaya bernama Raden
Sastroatmojo.Setelah menikah, Soedirman tinggal di rumah
mertuanya di Cilacap agar ia bisa menabung untuk membangun
5
rumah sendiri. Pasangan ini kemudian dikaruniai tiga orang
putra; Ahmad Tidarwono, Muhammad Teguh Bambang Tjahjadi,
dan Taufik Effendi, serta empat orang putri; Didi Praptiastuti,
Didi Sutjiati, Didi Pudjiati, dan Titi Wahjuti Satyaningrum.
Sebagai guru, Soedirman mengajarkan murid-muridnya
pelajaran moral dengan menggunakan contoh dari kehidupan
para rasul dan kisah wayang tradisional.Salah seorang muridnya
menyatakan bahwa Soedirman adalah guru yang adil dan sabar
yang akan mencampurkan humor dan nasionalisme dalam
pelajarannya; hal ini membuatnya populer di kalangan
muridnya.Meskipun bergaji kecil, Soedirman tetap mengajar
dengan giat. Akibatnya, dalam beberapa tahun Soedirman
diangkat menjadi kepala sekolah meskipun tidak memiliki ijazah
guru.Sebagai hasilnya, gaji bulanannya meningkat empat kali
lipat dari tiga gulden menjadi dua belas setengah gulden.
Sebagai kepala sekolah, Soedirman mengerjakan berbagai
tugas-tugas administrasi, termasuk mencari jalan tengah di
antara
guru yang berseteru. Seorang rekan kerjanya mengisahkan
bahwa Soedirman adalah seorang pemimpin yang moderat dan
demokratis. Ia juga aktif dalam kegiatan penggalangan dana,
baik untuk kepentingan pembangunan sekolah ataupun untuk
pembangunan lainnya.
6
Lalu ia dijadikan sebagai Jendral untuk melawan para
penjajah dari Belanda. Lewat taktik yang ia gunakan yaitu
perang Gerilya ia hampir berhasil mengusir Belanda dari tanah
Jawa. Dalam kondisi ditandu semangatnya tak pernah padam
untuk memperjuangkan harga diri bangsa Indonesia namun
sayang ia harus menyerah kalah setelah Belanda menipu dalam
perjanjian yang dilakukan dengan Jendral Soedirman.
B. PEMBAHASAN
1).Semangat Yang Tak Pernah Padam
Dari kecil Jendral Soedirman sudah memiliki semangat
yang sangat membara, cita-citanya tinggi setinggi langit namun
karena keterbatasan ekonomi ia harus mengubur mimpinya
tersebut namun justru lewat kondisi ini Soedirman berhasil
meraih impiannya dan berhasil mendapatkan gelar Jendral.
Hal ini juga terjadi saat ia tengah terbaring sakit karena
penyakit Tuberkulosis yang ia derita. Namun mendadak ada
serangan dari pihak Belanda hal ini membuatnya bangkit dan
berjuang kembali mengusir Belanda dari tanah Jawa.
Keberaniannya sudah tidak diragukan lagi, jiwanya tak gentar
akan senjata tubuhnya kuat seperti besi. Lewat pemikirannya ia
berhasil membuat Belanda takluk dengan cara perang Gerilya.
7
2). Perang Kemerdekaan Jilid II Dan Awal Mula Taktik Gerilya
Pada akhir tahun 1948 terjadilah agresi militer yang
dilakukan oleh pihak Belanda hal ini terjadi karena Belanda
menolak kemerdekaan yang telah diproklamirkan oleh
Soekarno dan Moh. Harta ,dan untuk merebut kembali
Indonesia agar menjadi jajahan Belanda lagi.
Dalam situasi ini sebetulnya Jendral Soedirman sudah
mengidap penyakit Tuberkulosis yang cukup parah namun
semangatnya mendorong ia berdiri dari tempat tidurnya
dibantu istri dan dokter yang merawatnya. Ia berangkat
menuju tempat perang.
Dari sinilah taktik gerilya sudah dilancarkan, Jendral
Soedirman yang tak bisa berjalan jauh akhirnya ia ditandu oleh
para pasukannya untuk memimpin perang melawan pasukan
agresi dari Belanda.
Satu persatu gua ditempati untuk bersembunyi dari kejaran
Belanda. Dalam kondisi sakit Soedirman tetap tak gentar
menyerah melawan ketidakadilan yang dilakukan oleh Belanda.
Saat malam hari pasukan Soedirman keluar dari tempat
persembunyian untuk menyerang markas pasukan Belanda.
Karena malam hari pada zaman dahulu belum ada lampu atau
penerangan yang memadai maka akan terasa gampang bagi
8
pasukan Soedirman menyerang Belanda yang dalam keadaan
tertidur pulas. Setelah serangan selesai dilancarkan pasukan
Soedirman bergegas kembali bersembunyi ditempat yang
berbeda
dari sebelumnya. Hal ini terus menerus dilakukan hingga pihak
Belanda menyerah kalah. Dan perjalanan Jendral Soedirman
dan pasukannya bergerilya hingga 1000km diseluruh tanah
Jawa yang ia lewati.
3). Akhir Perjuangan Soedirman
Pada pertengahan Juli 1949 saat itu Belanda sudah
menyerah kalah kepada pasukan Soedirman dan akhirnya
pasukan Jendral Soedriman kembali Ke Yogyakarta .Taktik
gerilya sangat sukses memukul mundur Belanda. Meski begitu,
kesehatan Sudirman kian merosot. Pada 29 Januari 1950,
Sudirman akhirnya meninggalkan dunia di usia 34 tahun.
Jenderal Sudirman mungkin telah tiada, tapi bara api
perlawanannya masih berkobar hingga kini. Inilah akhir
perjuangan Soedirman dengan taktik gerilyanya.
C. PENUTUP
Jendral Soedirman adalah sosok yang membuat kita semua
sadar kepentingan bangsa jauh lebih penting dari pada diri
9
sendiri. Betapa besar pengorbanan yang telah ia lakukan demi
menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia ia rela
mempertaruhkan hidup dan matinya.
Disini juga kita belajar bahwa perang bukanlah hanya
tentang fisik yang kuat, senjata yang hebat, alat yang canggih,
namun perang juga melibatkan pemikiran-pemikiran tentang
bagaimana merancang strategi perang yang baik agar kita bisa
meraih kemenangan.
Gerilya juga mengajarkan bahwa kelemahan kita adalah
saat kita lengah dan terlena oleh suasana. Oleh karena itu kita
harus bisa mengendalikan diri kita agar tidak terbawa suasana
apalagi pada zaman sekarang ini mudah terbawa dan terbuai
oleh suasana.
10
DAFTAR PUSTAKA
Https://id. m. wikipedia.org(diakses pada 30 Mei 2021
pukul 13:25)
Djenderal Sudirman Wafat". Kedaulatan Rakjat. 30
Januari 1950. hlm. 1.(diakses pada 30 Mei 2021 pukul 16:45)
Sardiman (2008). Guru Bangsa: Sebuah Biografi Jenderal
Sudirman. Yogyakarta: Ombak.(diakses pada 30 Mei 2021
pukul 17:00)
Imran, Amrin (1971). Sedjarah Perkembangan Angkatan
Darat. Seri Text-Book Sedjarah ABRI, Departemen Pertahanan
Keamanan, Pusat Sedjarah ABRI.( diakses pada 30 Mei 2021
pukul 18:30)
Perdjalanan Terachir Dj. Sudirman". Kedaulatan Rakjat.
31 Januari 1950. hlm. 1.(diakses pada 30 Mei 2021 pukul 19:05)
Https://www.kompas.com (diakses pada 30 Mei 2021
pukul 20:15)
11
LAMPIRAN
PROFIL PENULIS
I. Identitas
Nama lengkap : Syafa Bintang Nurai'ni
Tempat, tanggal lahir: Grobogan, 6 September 2004
Alamat :Rt02/Rw05.Kudon ,Kalirejo
No hp / Wa : 083840102554
Email : [email protected]
Pekerjaan : Siswa
II. Prestasi
- Juara III lomba cerdas cermat tingkat kecamatan
- Juara II lomba futsal MECFLO POLINES tingkat Provinsi
Jawa Tengah
- Medali Perunggu OPSI 2021 bidang Astronomi
- Medali Perunggu MOC 2021 bidang Astronomi
- Honorabel Mention OMEGA 2021 bidang Astronomi
- Juara II futsal VOCSOBA CUP
12
13