The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

untuk memenuhi tugas mata kuliah metode penelitian yang disusun oleh kelompok 9

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ikohmudiyah851, 2022-05-26 20:10:28

Metode dan teknik pengumpulan data

untuk memenuhi tugas mata kuliah metode penelitian yang disusun oleh kelompok 9

Metode dan teknik
pengumpulan data

Metode dan teknik pengumpulan data

Secara umum, Samarin (1966) dan Crowley (2007)
menyatakan bahwa teknik yang lazim digunakan dalam
pengumpulan data linguistik di lapangan adalah teknik
elisitasi (elicitation). Elisitasi adalah teknik dimana peneliti
meminta informan bahasa menuturkan kalimat yang diminta
oleh peneliti, misalnya “Bagaimana saudara manyatakan X
dalam bahasa saudara?”. Namun, ini hanya dapat dilakukan
apabila informan memahami bahasa yang digunakan oleh
peneliti, atau peneliti dapat menggunakan bahasa yang akan
ditelitinya. Cara lainnya adalah dengan meminta informan
bercerita dalam bahasa yang gunakannya. Jadi, metode
elisitasi adalah upaya dimana seorang peneliti dapat meminta
informan menggunakan bahasanya untuk keperluan
penelitian bahasaHere’s

Berbeda dengan Samarin (1966) dan Crowley
(2007)
yang menyatakan metode pengumpulan dengan
elisitasi,Wray, Trott, dan Bloomer (1998)
menyatakan ada beberapa
teknik yang dapat digunakan dalam mengumpulkan
data
linguistik, yaitu teknik rekam, eksperimen,
kuesioner,
interview dan observasi.

Teknik rekam dapat dilakukan dengan menggunakan perekam audio atau perekam video
untuk merekam komunikasi antar penutur di lingkungan tertentu, seperti lingkungan
keluarga, kafetaria, rapat, konsultasi, dan sebagainya.

Teknik eksperimen adalah bentuk perlakuan tertentu yang diberikan kepada kelompok
tertentu dan dibandingkan dengan kelompok lain. Teknik ini biasanya digunakan pada
penelitian pemerolehan bahasa, sosiolinguistik, dan semantic.

Teknik kuesioner adalah teknik pengumpulan data melalui daftar pertanyaan tentang suatu
topik untuk dijawab oleh responden atau informan.

Teknik interview adalah teknik menanyakan secara langsung kepada informan data bahasa
yang diperlukan oleh peneliti.

Teknik observasi adalah bentuk teknik pengumpulan data tantang memanipulasi objek
yang diteliti.

Sudaryanto (1988) menyatakan bahwa pengumpulan data kebahasaan
dapat dilakukan dengan berbagai metode dan teknik pengumpulan
data. Istilah metode dan teknik dalam bahasa ini dibedakan. Metode
merupakan cara umum pengumpulan data, sementara istilah teknik
merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan sehubungan dengan
metode itu. Dengan kata lain konsep teknik diturunkan dari konsep
metode. Hubungan keduanya merupakan hubungan hiponimi.

Selanjutnya, Sudaryanto (1988) menyatakan bahwa ada dua jenis metode
pengumpulan data kebahasaan, yaitu: metode simak dan metode cakap.
Ahli lain menyebut dua metode pengumpulan data ini sebagai metode
pengamatan atau observasi dan metode interview atau wawancara.
Berikut
ini akan dijelaskan kedua metode tersebut, bersama dengan
teknik-tekniknya, sesuai dengan konsep yang dinyatakan
dalam Sudaryanto (1988).

A. Metode Simak
Metode simak adalah metode pengumpulan data yang
dilakukan melalui proses penyimakan atau pengamatan
terhadap penggunaan bahasa yang diteliti. Metode ini hampir
sama dengan metode pengamatan atau metode observasi
dalam ilmu-ilmu sosial. Istilah simak di sini bukan hanya
berkaitan dengan penggunaan bahasa lisan seperti pidato dan
percakapan antar penutur suatu bahasa, tetapi juga termasuk
untuk bahasa tulis, yaitu mengamati, membaca, dan
memahami bahasa tulis yang ada dalam suatu teks tertulis
seperti naskah cerita, berita surat kabar, dan naskah tertulis
lainnya.

B. Metode Cakap
Metode ini disebut metode cakap karena memang data diperoleh
dengan melakukan percakapan antara peneliti dengan penutur bahasa
selaku sumber data (informan). Dalam
penelitian ilmu sosial, metode ini dapat dinyatakan sebagai metode
interview atau metode wawancara. Adanya percakapan antara peneliti
dengan informan mengandung arti adanya kontak langsung antar
mereka, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Kontak
langsung dapat dilakukan secara tatap muka dengan penutur bahasa,
sementara kontak tidak langsung dapat dilakukan tanpa tatap
muka, seperti melalui angket dan cara pengumpulan data sejenis.

Adapun Teknik-teknik

Teknik Dasar: Teknik Sadap
Teknik ini dilanjutkan
dengan teknik lanjutan seperti dapat dilihat pada bahasan
berikut ini.
1. Teknik Simak Libat Cakap (SLC)
2. Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC)
3. Teknik Rekam
4. Teknik Catat

1. Teknik Simak Libat Cakap (SLC)
Teknik Simak Libat Cakap (SLC)
dapat dilakukan bila
kegiatan penyadapan data bahasa
yang diteliti dilakukan oleh
pengumpul data dengan cara
berpartisipasi dalam
pembicaraan dan menyimak
pembicaraan.

2. Teknik Simak 3. Teknik Rekam

Bebas Libat Cakap Teknik ini dapat dilakukan
Teknik(sSimBakLbCe)bas libat cakap bersamaan dengan teknik
SLC dan SBLC, di mana sambil
ini dilakukan dengan
menyadap tanpa perlu melakukan percakapan
berpartisipasi berbicara. Si dilakukan pula perekaman
dengan tape recorder atau
peneliti
tidak ikut dalam proses handycam.

pembicaraan.

4. Tekhnik catat

Teknik catat ini dapat
dilakukan bersama teknik

sadap
dan teknik rekam dan
dapat juga dilakukan

sesudah teknik
rekam dilakukan

B. Metode Cakap
Metode ini disebut metode cakap

karena memang data
diperoleh dengan melakukan

percakapan antara peneliti
dengan penutur bahasa selaku

sumber data (informan).

1. Teknik Dasar: 2. Tekhnik 3. Teknik Cakap
Teknik Pancing Lanjutan Semuka (CS)

Pada dasarnya percakapan dapat Proses kegiatan menyadap Percakapan yang dilakukan
dilakukan dengan itu dilakukan pertama-tama antara peneliti dan sumber
data dengan tatap muka atau
melakukan pemancingan atau dengan berpartisipasi bersemuka. Artinya, peneliti
stimulasi terhadap lawan sambil menyimak memancing sumber data
berbicara melalui percakapan
bicara. Seorang peneliti, dengan berpartisipasi dalam
segala kemampuannya, pembicaraan dan langsung.

memancing seseorang agar menyimak pembicaraan
berbicara dengan bahasa yang

akan diteliti

4. Teknik Cakap

Tansemuka
(CTS)

Pemancingan bicara dapat juga
dilakukan dengan

percakapan tidak langsung, tidak
tatap muka, atau tidak

bersemuka. Percakapan dapat
dilakukan jugasecara tertulisc

5. Teknik Rekam dan
Teknik Catat

Teknik rekam dapat dilakukan bersama dengan
teknik

cakap semuka (Teknik CS). Disamping itu juga
dapat

dilakukan teknik Catat, yaitu pencatatan pada
kartudata.t

Thanks

CREDITS: This presentation template was
created by Slidesgo, including icons by
Flaticon, and infographics & images by
Freepik


Click to View FlipBook Version
Previous Book
TEKNIK GARISAN
Next Book
umi - RENTAS DESA 2022