Ringkasan Peta Kendali Atribut - Konsep & Latihan
B. PETA KENDALI ATRIBUT
Atribut : mengacu pada karakteristik kualitas yang memenuhi spesifikasi atau tidak.
Atribut produk bagus / baik atau produk defective
2 alasan pengamatan Atribut dilakukan :
1. Jika pengukuran tidak mungkin dilakukan
2. Jika pengukuran dapat dilakukan tetapi butuh waktu lama, mahal, sulit, dll.
Keterbatasan Peta Variabel :
1. Tidak dapat digunakan untuk karakteristik kualitas atribut (cacat pada produk)
2. Dalam manufaktur sangat banyak variabel yang terlibat mahal dan tidak praktis
Tipe Peta Kendali Atribut :
1. Peta Kendali Atribut untuk Defective
Defective mengacu pada seluruh unit
Dasar : Distribusi Binomial
Jenis Peta Kendali Atribut untuk Defective : Peta p dan Peta np
2. Peta Kendali Atribut untuk Defect
Defect karakteristik kualitas (cacat produk)
Dasar : Distribusi Poisson
Jenis Peta Kendali Atribut untuk Defect : Peta c dan Peta u
Peta Kendali Atribut untuk Defective
I. Peta p :
Peta p merupakan peta kontrol fraksi / bagian yang tidak memenuhi syarat.
Peta p menunjukkan proporsi cacat (cacat keseluruhan).
Rumus : np
p
p np
n n
dimana : p = proporsi defective
n = jumlah sampel per subgrup
np = jumlah defektif dalam subgrup
Tujuan Peta p :
a. Menentukan rata-rata kualitas.
b. Menarik perhatian manajemen tentang perubahan rata-rata
c. Memperbaiki kualitas
d. Evaluasi prestasi dari manajemen operasi dan personel
e. Memperkirakan pemakaian peta X dan R
f. Menentukan kriteria penerimaan
Peta p dapat digunakan untuk n tetap atau bervariasi
Langkah-langkah pembuatan Peta p :
1. Menentukan tujuan :
Peta p dibuat untuk mengendalikan fraksi defective :
a. Karakteristik kualitas tunggal
b. Kelompok karakteristik tunggal
c. Suatu bagian
d. Keseluruhan produk
e. Sejumlah produk
Peta p juga dapat digunakan untuk mengendalikan performance : operator,
stasiun kerja, departemen, shift, pabrik, perusahaan.
2. Tentukan subgrup :
Penentuan ukuran subgrup (n) perlu diadakan penelitian pendahuluan
terlebih dahulu supaya peta lebih baik
Pengelompokan data :
Untuk proses kontinu : sesuai urutan produksi
Untuk job order : sesuai jadwal produksi
3. Mengumpulkan dan mencatat data.
Ukuran subgrup / jumlah sampel (n) dapat tetap atau bervariasi.
4. Tentukan harga p dan batas-batas kendali :
p np np
p
n
n
Standar deviasi untuk p : p = p (1- p )
n
Untuk 3 :
GT p
BKA / BKB p 3 p (1- p )
n
Jika nilai BKB < 0 nilai BKB = 0
Untuk n tetap BKA dan BKB sama untuk tiap subgrup data.
Untuk n variasi BKA dan BKB berbeda-beda, disesuaikan dengan
nilai n tiap subgrup data pengamatan.
5. Plot titik-titik p dan batas kendali dalam grafik Scatter Plot
6. Jika ada data yang keluar dari Batas Kendali, perbaiki dan revisi.
pnew po np - npd
n - nd
BKA / BKB p o 3 po (1- po )
n
dimana : npd = jumlah defective yang keluar batas
nd = jumlah subgrup yang keluar batas
Contoh Soal :
1. Pada bulan Mei di pabrik garment HATEX dilakukan pemeriksaan dengan
n = 200 dan frekuensi pengambilan subgrup 15 kali.
Data yang diperoleh adalah sbb :
Subgrup Jumlah diperiksa (n) Jumlah Defective (np) Bagian ditolak (p)
1 200 7 0,035
2 200 3 0,015
3 200 20 0,100
4 200 11 0,055
5 200 21 0,105
6 200 5 0,025
7 200 4 0,020
8 200 6 0,030
9 200 8 0,040
10 200 10 0,050
11 200 4 0,020
12 200 3 0,015
13 200 8 0,040
14 200 8 0,040
15 200 2 0,010
TOTAL 3000 120
a. Tentukan batas-batas kontrol peta p !
b. Apakah proses terkendali ? Bila tidak, buat revisinya !
Jawab :
p np 120 0,04
n 3000
GT p 0,04
BKA p 3 p (1- p ) 0,04 3 0,04 (1- 0,04 ) 0,0816
n 200
BKB p 3 p (1- p ) 0,04 3 0,04 (1- 0,04 ) - 0,0016 0
n 200
Peta p
0,120
0,100 BKA
0,080
pp 0,060 GT
0,040
0,020
0,000 BKB
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Subgrup
Proses tidak terkendali, karena masih ada data yg keluar dari Batas
Kendali, yaitu data ke : 3 dan 5 revisi
Peta p - Revisi :
pnew po np - npd 120 - ( 20 21) 0,0304
n - nd 3000 - ( 200 200 )
BKA p0 3 p0 (1- p0 ) 0,0304 3 0,0304 (1- 0,0304 ) 0,0668
n 200
BKB p0 3 p0 (1- p0 ) 0,0304 3 0,0304 (1- 0,0304 ) - 0,006 0
n 200
Peta p - Revisi
0,070 BKA
0,060
0,050
0,040
0,030 GT
0,020
0,010
0,000 BKB
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
S ubgrup
Peta kendali sudah di revisi.
2. Suatu pemeriksaan karakteristik mutu terhadap produk X dengan jumlah
inspeksi sebanyak 10 subgrup :
Subgrup Jumlah diperiksa (n) Jumlah Defective (np) Bagian ditolak (p)
1 200 7 0,035
2 300 3 0,010
3 200 20 0,100
4 250 11 0,044
5 220 21 0,095
6 200 5 0,025
7 250 4 0,016
8 300 6 0,020
9 200 8 0,040
10 220 10 0,045
TOTAL 2340 95
a. Tentukan batas-batas kontrol Peta p 3 !
b. Apakah proses terkendali ? Jika tidak, buat revisinya !
Jawab :
p np 95 0,0406 GT p 0,0406
n 2340
Karena soal diatas n bervariasi, maka nilai Batas Kendali Atas (BKA) dan
Batas Kendali Bawah (BKB) tiap subgrup berbeda.
Misalkan untuk n = 200, maka diperoleh nilai Batas Kendali sbb :
BKA p 3 p (1- p ) 0,0406 3 0,0406 (1- 0,0406 ) 0,0825
n 200
BKB p 3 p (1- p ) 0,0406 3 0,0406 (1- 0,0406 ) - 0,0013 0
n 200
Subgrup Jumlah Jumlah Bagian BKA GT BKB
diperiksa (n) Defective (np) ditolak (p)
0,0825 0,0406 -0,0013 0
1 200 7 0,035 0,0748 0,0406 0,0064
3 0,010 0,0825 0,0406
2 300 20 0,100 0,0780 0,0406 -0,0013 0
11 0,044 0,0805 0,0406 0,0032
3 200 21 0,095 0,0825 0,0406 0,0007
5 0,025 0,0780 0,0406
4 250 4 0,016 0,0748 0,0406 -0,0013 0
6 0,020 0,0825 0,0406 0,0032
5 220 8 0,040 0,0805 0,0406 0,0064
10 0,045
6 200 95 -0,0013 0
0,0007
7 250
8 300
9 200
10 220
TOTAL 2340
Peta p
0,120
0,100 BKA
0,080
p 0,060
0,040
GT
0,020
0,000 BKB
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Subgrup
Proses tidak terkendali, karena masih ada data yg keluar dari Batas
Kendali, yaitu data ke : 3 dan 5 revisi
Peta p - Revisi :
pnew po np - npd 95 - ( 20 21) 0,0281
n - nd 2340 - ( 200 220 )
Karena soal diatas n bervariasi, maka nilai Batas Kendali Atas (BKA) dan
Batas Kendali Bawah (BKB) tiap subgrup berbeda.
Misalkan untuk n = 200, maka diperoleh nilai Batas Kendali sbb :
BKA p0 3 p0 (1- p0 ) 0,0281 3 0,0281 (1- 0,0281) 0,0632
n 200
BKB p0 3 p0 (1- p0 ) 0,0281 3 0,0281 (1- 0,0281) - 0,0069 0
n 200
Jadi tabel data BKA dan BKB tiap subgrup hasil Revisi sbb :
Subgrup Jumlah Jumlah Bagian BKA GT BKB
diperiksa (n) Defective (np) ditolak (p)
1 0,0632 0,0281 -0,0069 0
2 200 7 0,035 0,0568 0,0281 -0,0005 0
3 300 3 0,010 0,0595 0,0281 -0,0032 0
4 250 11 0,044 0,0632 0,0281 -0,0069 0
5 200 5 0,025 0,0595 0,0281 -0,0032 0
6 250 4 0,016 0,0568 0,0281 -0,0005 0
7 300 6 0,020 0,0632 0,0281 -0,0069 0
8 200 8 0,040 0,0616 0,0281 -0,0053 0
TOTAL 220 10 0,045
1920 54
Peta p - Revisi
0,070 BKA
0,060
0,050
0,040
p
0,030 GT
0,020
0,010
0,000 BKB
0123 45678
Subgrup
Peta kendali sudah di revisi.
Adaptasi Peta p :
Krn masalah praktis, maka ada 2 peta yang merupakan pengembangan Peta p :
a. Peta Persentase Defective ( 100p chart ) :
Nilai-nilai pada peta ini sama seperti perhitungan pada peta p, hanya ada
perubahan skala, yaitu dengan mengalikan 100.
Rumus Batas Kendali :
GT 100 * p
BKA / BKB 100 * p 3 p (1- p )
n
Contoh Soal :
Dari contoh sebelumnya (n tetap), diketahui bahwa :
np = 120
n = 3000
n = 200
GT 100 * p 4
BKA 100 * p 3 p (1- p ) 100 * 0,04 3 0,04 (1- 0,04 ) 8,16
n 200
BKB 100 * p 3 p (1- p ) 100 * 0,04 3 0,04 (1- 0,04 ) - 0,16 0
n 200
NB : Prosedur untuk mendapatkan dan menggunakan Peta 100 p sama
seperti Peta p.
b. Peta np
II. Peta np :
Hampir sama dengan peta p, tetapi peta np lebih mudah dalam perhitungan
karena hasil-hasil inspeksi dapat langsung dipetakan tanpa dilakukan proses
perhitungan sebelumnya.
Peta np menunjukkan jumlah defektif dalam suatu populasi.
Peta np digunakan untuk n tetap.
Rumus Peta np :
GT np np ; atau : GT np n p
k
BKA / BKB np 3 np (1- p )
Jika nilai BKB < 0 nilai BKB = 0
Rumus Peta np – Revisi :
npnew npo np - npd
k - kd
atau : npnew npo n pnew n po
BKA / BKB npo 3 npo (1- po )
Contoh Soal :
Pada bulan Mei di pabrik garment HATEX dilakukan pemeriksaan dengan n =
200 dan frekuensi pengambilan subgrup 15 kali. Data yg diperoleh adalah sbb
:
Subgrup Jumlah diperiksa (n) Jumlah Defective (np)
1 200 7
2 200 3
3 200 20
4 200 11
5 200 21
6 200 5
7 200 4
8 200 6
9 200 8
10 200 10
11 200 4
12 200 3
13 200 8
14 200 8
15 200 2
TOTAL 3000 120
Apakah proses terkendali ? Bila tidak, buat revisinya !
Jawab :
p np 120 0,04
n 3000
GT = n p = 200 * 0,04 = 8
BKA np 3 np (1- p ) 8 3 8 (1- 0,04 ) 16,3138
BKB np 3 np (1- p ) 8 3 8 (1- 0,04 ) - 0,3138
np Peta np
24
20
16 BKA
12
8 GT
4
0 BKB
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Subgrup
Proses tidak terkendali, karena masih ada data yang keluar dari Batas Kendali,
yaitu data ke : 3 dan 5 revisi
Peta np - Revisi :
pnew po np - npd 120 - ( 20 21) 0,0304
n - nd 3000 - ( 200 200 )
GT = npnew npo n pnew n po 200 * 0,0304 6,08
BKA npo 3 npo (1- po ) 6,08 3 6,08 (1- 0,0304 ) 13,364
BKB npo 3 npo (1- po ) 6,08 3 6,08 (1- 0,0304 ) -1,204
Peta np - Revisi
np 15
BKA
12
9
6 GT
3
0 BKB
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Subgrup
Peta kendali telah di revisi.
Peta Kendali Atribut untuk Defect :
I. Peta c :
Peta c merupakan peta yang menunjukkan jumlah cacat (defect) yang diamati
dalam satu satuan inspeksi (spt : satu pesawat, satu radio, satu gulungan kain,
satu gulungan kabel, satu buku, dst).
Ukuran subgrup dari Peta c n = 1
Rumus Peta Kendali c :
c
GT c
k
BKA / BKB c 3 c
dimana : c = jumlah cacat
k = jumlah subgrup
Rumus Peta Kendali c – Revisi :
c new co c - cd
k - kd
BKA / BKB co 3 co
Dalam hal tertentu, lebih tepat bekerja dengan menggunakan jumlah defect
daripada fraction defective.
Contoh : dalam pemeriksaan :
Kain jumlah benang yang timbu, dirty spot ( tiap m2 )
Gelas jumlah gelembung / bubble ( tiap 10 m2 )
Radio jumlah cacat ( per unit radio )
Bentuk pengambilan keputusan dalam pemeriksaan dgn menggunakan peta :
Defective : Conform terima
Nonconform tolak
Defect : jumlah cacat tidak menyatakan terima atau tolak produk.
Non Conforming Non Conformities
Product (Defective) (Defect)
c
Ukuran Konstan np
Sampel u
Konstan atau Bervariasi p
Contoh Soal :
1. Diketahui : jumlah cacat total = 141 ; k = 25.
Tentukan batas kendali peta c !
Jawab :
GT c c 141 5,64
k 25
BKA c 3 c 5,64 3 5,64 12,76
BKB c 3 c 5,64 3 5,64 -1,48 0
2. Dari hasil penelitian terhadap beberapa roll kain tekstil selama 15 hari,
diperoleh data jumlah cacat sbb :
Roll Jumlah Defect Roll Jumlah Defect
17 99
26 10 9
36 11 8
47 12 5
54 13 5
67 14 9
78 15 8
8 10
TOTAL 108
Apakah proses terkendali ?
Jawab :
GT c c 108 7,2
k 15
BKA c 3 c 7,2 3 7,2 15,2
BKB c 3 c 7,2 3 7,2 - 0,849 0
Peta c
16,00 BKA
12,00
c 8,00 GT
4,00
0,00 BKB
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Subgrup
II. Peta u :
Peta u merupakan peta yang menunjukkan banyaknya cacat (jumlah defect)
per unit dalam subgrup.
Peta u merupakan modifikasi dari Peta c ; dimana : u c
n
Rumus Peta Kendali u :
GT u c
n
BKA / BKB u 3 u
n
dimana : u = jumlah cacat per unit dalam subgrup ( defect per unit )
u = rata2 banyaknya cacat per unit untuk beberapa subgrup
( rata-rata defect per unit )
Rumus Peta Kendali u – Revisi :
u new u o c - cd
n - nd
BKA / BKB u o 3 uo
n
Contoh Soal :
Berikut ini adalah hasil penelitian terhadap cacat pada produk kain tekstil :
n c u BKA BKB
Jan 30 110 120 1,091 1,425 0,819
Jan 31 82 94 1,146 1,472 0,771
Feb 01 96 134 1,396 1,446 0,797
Feb 02 115 143 1,243 1,418 0,825
Feb 03 108 97 0,898 1,427 0,816
Feb 04 120 145 1,208 1,412 0,832
Feb 05 98 128 1,306 1,443 0,801
Feb 06 103 105 1,019 1,435 0,809
Feb 07 113 116 1,027 1,421 0,823
Feb 08 115 119 1,035 1,418 0,825
Feb 09 99 93 0,939 1,441 0,802
Feb 10 101 132 1,307 1,438 0,805
Feb 11 122 100 0,820 1,409 0,834
Feb 12 98 134 1,367 1,443 0,801
Apakah jumlah cacat tiap unit produk untuk data diatas terkendali ?
Dari data diatas, diketahui bahwa :
n = 1480
c = 1660
Karena n bervariasi, maka nilai BKA dan BKB untuk tiap subgrup
berbeda, disesuaikan dengan nilai n dari tiap subgrup.
Sehingga, dapat disusun Batas Kendali sbb : (contoh, untuk bulan Jan 30 )
GT u c 1660 1,122
n 1480
BKA u 3 u 1,122 3 1,122 1,425
n 110
BKB u 3 u 1,122 3 1,122 0,819
n 110
Peta u
u BKA
1,30
GT
1,00
BKB
0,70
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Subgrup
PETA KENDALI DEMERIT
Peta Kendali Demerit : peta yang menggambarkan keseriusan cacat.
Bila ada data yang berada diluar batas kendali, maka Peta Demerit tidak perlu
untuk direvisi karena peta ini hanya bertujuan untuk mengetahui keseriusan cacat.
Klasifikasi Defect (Non Conformities) :
1. Critical Non Conformities : cacat yang akan mempengaruhi penggunaan dari
produk.
bila terjadi defect, dapat menyebabkan bahaya dan ketidakamanan dalam
penggunaan, perawatan produk.
2. Major Non Conformities : cacat yang mungkin mempengaruhi penggunaan
dari produk.
bila terjadi defect, dapat menyebabkan kegagalan penggunaan atau
mengurangi kegunaan dari produk.
3. Minor Non Conformities : cacat yg tidak akan mempengaruhi penggunaan dari
produk.
bila terjadi defect, dapat mempengaruhi penampilan dari produk.
Bobot = Critical : Major : Minor = 9 : 3 : 1 Peta Demerit
Rumus Peta Kendali Demerit :
D O = WC . U C + WMA . U MA + W MI . U MI
Dimana : W = bobot cacat ( kritis, mayor, minor )
U = jumlah defect per unit
D O = demerit per unit
OU = W C2 .UC W MA 2 . U MA W 2 . U MI
MI
n
GT = D O
BKA = D O + 3 OU
BKB = D O – 3 OU
SOAL – SOAL :
1. Diketahui data-data hasil pengukuran 100 buah sampel sebagai berikut :
Subgrup 123456789 10
100
Ukr. sampel (n) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 7
defektif (np) 14 10 4 6 13 4 8 5 10
Tentukan apakah produk-produk tsb sudah terkendali ? (gunakan peta p dan np)
2. Suatu perusahaan memproduksi lampu senter. Karakteristik cacat yang akan
diperiksa dari produk yg dihasilkan terdiri dari : cacat warna, lampu pecah, lampu
putus & cacat goresan. Dari hasil pemeriksaan thd 10 subgrup, diperoleh data sbb
:
Subgrup 1234 5 6 7 8 9 10
Ukr. sampel (n) 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50
produk cacat 5 4 7 3 4 5 2 10 53
cacat warna 2242 1 1 1 3 31
4121 2 5 1 3 12
cacat pecah 0121 3 1 2 6 32
cacat putus
cacat goresan 1 0 1 2 1 0 1 2 1 2
a. Buatlah peta kendali defektifnya, apakah produk msh dlm batas pengendalian
?
b. Apabila konsumen mau menerima max. 15% defektif, apakah produk ini
masih dapat diterima oleh konsumen ?
c. Apakah proses terkendali, dilihat dari segi jumlah cacat pd lampu senter tsb ?
d. Apakah jumlah cacat untuk tiap unit produk masih dalam batas pengendalian ?
3. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 15 subgrup produk, diperoleh data sbb :
Subgrup 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
n 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
defektif 0 0 1 1 0 1 5 1 2 0 6 0 1 1 2
a. Apakah proses ini terkendali ?
b. Jika pelanggan hanya mau menerima lot dengan max 2,5% defektif, apakah
proses ini masih dapat diterima ?
c. Jika tidak, susunlah batas kendali yang baru, dan cek lagi syarat spt. no b !
4. Diketahui data hasil pemeriksaan terhadap 7 subgrup produk sepatu sbb :
Subgrup 1 2 3 4 5 6 7
n 32 37 35 33 36 40 40
defektif 8 6 7 5 18 8 9
a. Apakah proses ini terkendali ?
b. Jika tidak, susunlah batas kendali revisinya !
GRAFIK BERJALAN ( RUN CHART )
Grafik Berjalan : tempat data yang diatur dalam urutan waktu.
Analisis grafik berjalan dilakukan untuk menentukan jika pola dapat dihubungkan
pada sebab biasa dari Variasi, atau apakah terjadi sebab Variasi khusus.
Grafik Berjalan harus digunakan sebagai bahan analisis pendahuluan dari data
yang diukur pada skala berkelanjutan yang dapat diorganisasi dalam urutan waktu
(Pyzdek, Thomas, “The Six Sigma Handbook”, Edisi Pertama, 2002, h. 270).
Grafik Berjalan dibuat dengan cara :
1. Buat garis grafik dari data dalam urutan waktu.
2. Tentukan nilai median dari data tersebut (GT)
3. Tentukan panjang perjalanan terbesar dari banyaknya panjang perjalanan yang
ada pada grafik.
Panjang perjalanan ditentukan dengan cara menghitung jumlah titik berurutan
pada sisi yang sama dari median.
u Peta u
Panjang Perjalanan
1.30
GT
1.00
0.70
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Subgrup
4. Cek apakah ada penyebab Variasi khusus :
Jika jumlah titik panjang perjalanan diluar batas maksimum normal sesuai data
yang diplot, maka ada penyebab Variasi khusus ( = 0,05 )
Tabel Data : Batas Maksimum Panjang Perjalanan
Jumlah nilai yang digambar Maksimum Panjang Perjalanan
10 5
15 6
20 7
30 8
40 9
50 10
Sumber : Pyzdek, Thomas, “The Six Sigma Handbook”, Edisi Pertama, 2002, hlm. 272
5. Hitung jumlah perjalanan yang terjadi pada grafik
Jumlah perjalanan yang diharapkan dari suatu proses yang dikontrol dapat
juga ditetapkan secara matematis.
Suatu proses yang tidak sedang dipengaruhi oleh penyebab khusus tidak akan
memiliki baik terlalu banyak perjalanan atau terlalu sedikit perjalanan.
6. Cek apakah ada penyebab Variasi khusus :
Jika ada lebih sedikit atau lebih banyak perjalanan daripada yang diizinkan
terkecil atau terbesar, maka ada probabilitas yang tinggi ( = 0,05 ) bahwa
penyebab khusus ada.
Tabel Data : Batas Maksimum Panjang Perjalanan
Jumlah nilai yg digambar Jumlah Perjalanan Terkecil Jumlah Perjalanan Terbesar
10 3 8
12 3 10
14 4 11
16 5 12
18 6 13
20 6 15
22 7 16
24 8 17
26 9 18
28 10 19
30 11 20
32 11 22
34 12 23
36 13 24
38 14 25
40 15 26
42 16 27
44 17 28
46 17 30
48 18 31
50 19 32
Sumber : Pyzdek, Thomas, “The Six Sigma Handbook”, Edisi Pertama, 2002, hlm. 274
7. Cek penyebab khusus berdasarkan Trend yang mungkin terjadi :
Trend dalam grafik berjalan ditunjukkan melalui perhitungan nilai
peningkatan atau penurunan berurutan yang terjadi.
Jika perhitungan terpanjang dr peningkatan atau penurunan berurutan melebihi
nilai batas yang diizinkan maka dapat diindikasikan bahwa mungkin penyebab
khusus variasi yang menyebabkan proses menyimpang.
Tabel Data : Batas Maksimum Panjang Perjalanan
Jumlah nilai yg digambar Maksimum Peningkatan / Penurunan Berurutan
5 sampai 8 4
9 sampai 20 5
21 sampai 100 6
101 atau lebih 7
Sumber : Pyzdek, Thomas, “The Six Sigma Handbook”, Edisi Pertama, 2002, hlm. 275
Contoh gambaran mengenai analisis Trend yang terjadi :
10 Trend dari 7 penurunan
8
6 GT
4
Trend dari 5 penurunan
2
5 10 15 20
Ketekunan merupakan kunci dari kekuatan pengulangan yang berakhir sukses
(Yogi Yogaswara, 2017)