DATA KEBAHASAAN Kelompok 8 / 6B Dede Rismawati Dewi Kamelia Maudidayani
F. KORPUS DAN MENTES Korpus adalah kumpulan rekaman data yang didapatkan dari sumber data. Korpus data penelitian ini biasanya dicatat pada kartu data. Catatan itu hanyalah berupa aspek lahir data atau badan data (the body of data). Aspek batinnya yaitu kebermaknaan data itu ada pada jiwa peneliti. Aspek batin ini disebut "mentes" , yaitu aspek yang tercatat dalam jiwa penelitinya.
Adanya korpus dan mentes inilah yang menjadi alasan kuat mengapa pengumpulan data itu hendaklah dilakukan oleh peneliti sendiri. Dengan mencatat sendiri data penelitian itu, maka si peneliti akan mengetahui aspek batin dari data penelitiannya. Dia akan mengetahui konteks bagaimana bunyi bahasa itu dihasilkan oleh penuturnya waktu proses pengumpulan data dilakukan. Tidak semua ujaran yang diperoleh dilapangan dapat dijadikan korpus penelitian. Jadi, kita perlu mengetahui sifat-sifat korpus yang baik itu dapat dinyatakan sebagai berikut. 1. Seragam secara dialektis, maksudnya seluruh data dalam korpus itu harus dari satu dialek saja.ssionon to start the day. Make the sun jealous or stay in bed.
Seragam secara dialektis, maksudnya seluruh data dalam korpus itu harus dari satu dialek saja. Adanya variasi ujaran hendaklah diwaspadai sebagai cerminan dialek yang berbeda pada bahasa yang kita teliti. Lazim dan biasa, yaitu ujaran yang dikumpulkan digunakan dalam situasi wajar. Namun, kita harus menyadari bahwa kelazimanApa yang dikatakan biasa pada suatu keadaan, mungkin tidak biasa pada keadaan yang lain. Beraneka ragam, maksudnya korpus yang diperoleh hendaknya beranekaragam karena didapatkan dari masyarakat suatu dialek yang beraneka ragam pula. Keanekaragaman ini bisa dilihat dari usia penutur, jenis kelamin, tingkat sosial atau jenis pekerjaan penutur, emosi penutur, tepatnya ucapan, topik, jenis, dan gaya pembicaraan. Sifat-sifat korpus yang baik itu dapat dinyatakan sebagai berikut
Sempurna, maksudnya suatu korpus dikatakan sempurna. semua jenis kata sudah terdapat didalamnya. Kesempurnaan, pada sisi lain, dapat dilihat dengan mengetahui fenomena-fenomena yang keluar dari data. Untuk itu, seorang peneliti harus tahu di mana dia berada dalam analisisnya dan berapa banyak lagi data yang harus dia kumpulkan dari informannya. Berulang-ulang, maksudnya kemunculan ujaran itu berulang-ulang dalam konteks yang berbeda. Perulangan munculnya data ini sangat penting sekali untuk mengetahui sifat data itu dan pada lingkungan mana saja dia dapat digunakan.
Menarik, maksudnya suatu korpus yang menarik adalah yang isinya bermanfaat untuk dipelajari setelah bentuknya dapat dinalisis dari sisi struktur linguistik. Misalnya daripada mendengarkan tentang bagaimana informan itu terluka, kita mungkin lebih tertarik ingin mengetahui tentang perawatannya. Wacana yang menarik adalah yang berhubungan dengan kegiatan utama dalam masyarakat kita teliti.
Dari penjelasan tentang sifat-sifat korpus yang baik di atas dapat kita pahami bahwa korpus linguistik tidak akan muncul secara otomatis atau secara kebetulan saja. Korpus adalah hasil penerapan teknik-teknik tertentu secara terampil oleh seorang peneliti yang handal. Ukuran kecukupan korpus untuk suatu penelitian tidak dapat ditetapkan. Suatu korpus dinyatakan cukup apabila peneliti merasa bahwa semua bahan tambahan tidak menghasilkan sesuatu yang belum terdapat dalam analisis yang dibuatnya.
G. SUMBER DATA: SUBSTANTIF DAN LOKASIONAL Sumber data atau asal data dapat dibedakan atas sumber data substantif dan sumber data lokasional. Asal substantif menunjukkan bahan yang digunakan, yaitu data diperoleh dari sampel, dan sample diperoleh dari populasi. Sumber data lokasional menunjukkan orang yang menghasilkan atau menciptakan data tersebut, yaitu penutur bahasa yang diteliti. Oleh karena itu penutur bahasa yang diteliti adalah sumber data. Penutur bahasa suatu bahasa tersebar dalam beberapa daerah yang berbeda. Peneliti harus bisa menentukan dari daerah mana penutur yang dijadikan sumber data itu diambil sehingga konsisten dengan masalah dan tujuan penelitian yang dilakukannya. Jadi, masalah perbedaan dialek dalam suatu bahasa harus dipertimbangkan oleh peneliti waktu menentukan sumber data lokasional ini.
Sudaryanto (1988) menyatakan bahwa asal substantif berhubungan dengan pertanyaan "dari apa" , dan asal lokasional bersangkutan dengan pertanyaan "dari siapa" . Data yang valid dan reliable dalam penelitian bahasa adalah data yang berasal dari penutur asli bahasa yang bersangkutan. Tentang siapa yang pantas dijadikan sebagai sumber data. dalam penelitian bahasa ini dapat dilihat pada bab informan bahasa.