The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by XI MIPA 5_DESVITA AMALIA KINANDINI, 2023-10-02 16:38:53

Laporan Praktikum Percobaan Ingenhousz

Laporan Praktikum Percobaan Ingenhousz

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN NAHCO3 TERHADAP BANYAKNYA OKSIGEN PADA PROSES FOTOSINTESIS TANAMAN HYDRILLA Disusun Oleh : Kelompok 1 Desvita Amalia Kinandini (07) Fathir Rashya Firmansyah (10) Meizaki Ayu Maharani (15) Muhammad Amhari Septianto (17) Mukrifah Retno Febriani (21) Selfiana Putri (31) SMA NEGERI 1 PALIMANAN Jalan K.H. Agus Salim 128, Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat 45161 2023


BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Setiap makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan memiliki ciri memerlukan makanan dan mengeluarkan zat sisa. Jika kita cermati, ciri dasar tersebut mengarahkan kita terhadap suatu reaksi yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup dimana terjadi reaksi kimia. Hal ini disebut dengan metabolisme. Metabolisme yang terjadi berbeda antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya, bergantung pada komponen penyusun organisme tersebut. Metabolisme terbagi atas dua yaitu anabolisme dan katabolisme, penyusunan dan penguraian senyawa organik. Di dalam anabolisme, terjadi suatu reaksi yang sangat penting bagi tumbuhan, yaitu fotosintesis. Fotosintesis merupakan proses penyusunan karbohidrat yang diperoleh dari sumber cahaya dan klorofil dan disimpan sebagai zat kimia. Pada proses fotosintesis ini, energi cahaya matahari ditangkap dan diubah menjadi energi kimia, akan dihasilkam dua senyawa glukosa dan oksigen. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur, daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi, yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida. Pada percobaan fotosintesis kali ini, praktikum melakukan uji Ingenhousz menggunakan daun tumbuhan hydrilla (Hydrilla verticillata). Dari percobaan uji Ingenhousz tersebut, praktikan akan dapat mengetahui hubungan intensitas cahaya dengan laju fotosintesis. Oleh karena itu, untuk mengetahui dan membuktikan hasil dari proses fotosintesis pada tumbuhan menghasilkan 02 maka dilakukanlah percobaan ini. 1.2 RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimanakah pengaruh cahaya dan NaHCO3 terhadap banyaknya gelembung oksigen pada percobaan ingenhousz? 1.3 TUJUAN PENELITIAN 1. Untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari dan NaHCO3 terhadap banyak gelembung oksigen pada percobaan ingenhousz 1.4 HIPOTESIS Oksigen yang dihasilkan di kondisi cahya terang akan lebih banyak ketimbang oksigen yang dihasilkan pada cahaya ruang dan cahaya gelap


BAB II LANDASAN TEORI 2.1 FOTOSINTESIS Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H:O dan CO menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi Fotosintesis dikenal sebagai suatu proses sintesis makanan yang dimiliki oleh tumbuhan hijau dan beberapa mikroorganisme fotosintetik. Organisme yang mampu mensintesis makanannya sendiri disebut sebagai organisme autrotof. Autotrof dalam rantai makanan menduduki sebagai produsen. Pada prinsinya komponen yang dibutuhkan dalam reaksi fotosintesis adalah CO: yang berasal dari udara dan H2O yang diserap dari dalam tanah. Selain itu sesuai dengan namanya, foto "cahaya" reaksi ini membutuhkan cahaya matahari sebagai energi dalam pembuatan atau sintesis produk (senyawa gula dan oksigen). Pada proses fotosintesis ini akan dihasilkan dua senyawa yaitu glukosa dan oksigen. Untuk mengetahui fotosintesis menghasilkan O2, maka dilakukan percobaan Ingenhouzs dengan memberikan perlakuan yang berbeda-beda pada terkait suhu, intesintas, cahaya, dan NaHCO3. Proses fotosintesis yang terjadi di kloroplas melalui dua tahap reaksi. Kedua reaksi tersebut diantaranya adalah reaksi terang dan reaksi gelap. Kedua reaksi tersebut akan dijelaskan sebagai berikut: Reaksi terang, Reaksi terang berlangsung di dalam membran tilakoid di grana. Grana adalah struktur bentukan membran tilakoid yang terbentuk dalam stroma, yaitu salah satu ruangan dalam kloroplas. Di dalam grana terdapat klorofil, yaitu pigmen yang berperan dalam proses fotosintesis. Dalam reaksi terang ini, klorofil menyerap cahaya nila. Energi yang ditangkap oleh klorofil digunakan untuk memecah molekul air. Reaksi tersebut disebut reaksi fotolisis karena proses penyerapan energi cahaya dan penguraian atau pemecahan molekul air menjadi oksigen dan hidrogen. Reaksi gelap, Reaksi gelap berlangsung di dalam stroma. Reaksi yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 yang diperoleh dari udara dan energi yang diperoleh dari reaksi terang. Reaksi gelap tidak membutuhkan cahaya matahari, tetapi tidak dapat berlangsung jika belum terjadi siklus terang karena energi yang dipakai berasal dari reaksi terang. Ada dua macam siklus, yaitu siklus Calin-Benson dan siklus hatch-Slack. Pada siklus Calin- Benson, tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon tiga, yaitu senyawa 3-fosfogliserat. Siklus ini dibantu oleh enzim rubisco. Pada siklus hatch-Slack, tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon empat. Enzim yang berperan adalah pada siklus hatch-Slack adalah enzim phosphoenolpyruvate carboxylase. Produk akhir siklus gelap diperoleh glukosa yang dipakai tumbuhan untuk aktivitasnya atau disimpan sebagai cadangan energi.


2.2. PERCOBAAN INGENHOUSZ Percobaan ingenhousz adalah salah satu percobaan yang dilakukan untuk membuktikan bahwa proses fotosintesis pada tumbuhan menghasilkan oksigen. Percobaan ini ditemukan oleh Jan Ingenhousz yang bertujuan untuk menyelidiki proses fotosintesis menghasilkan gas oksigen. Dengan tujuan membuktikan adanya gas oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis Dalam percobaan Ingenhousz, tumbuhan yang digunakan adalah tumbuhan air Hydrilla verticillata. Sebuah tanaman air yang sering kita jumai di akuarium. Mekanismenya cukup mudah, tumbuhan Hydrilla Verticillata dimasukan ke dalam bejana berisi air yang telah ditutup dengan sebuah corong. Untuk melihat perbandingan faktor-faktornya, hanya cukup menyiapkan bebeberapa media percobaan dengan berbagai perlakuan. Hasil yang diamati adalah gelembung yang dihasilkan pada ujung tabung. Adanya gelembung udara pada ujung tabung menunjukkan adanya oksigen. Kesimpulannya, oksigen hasil dari proses fotosintesis melalui percobaan Ingenhousz dapat dilihat dengan adanya gelembung udara yang berada pada tabung kaca. Banyaknya oksigen yang dihasilkan dalam sebuah proses fotosintesis ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah tinggi rendahnya intensitas cahaya, tinggi rendahnya suhu, dan banyak sedikitnya karbon dioksida.


BAB III METODE PENELITIAN 3.1 JENIS PENELITIAN Penyusunan laporan ini menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen adalah metode yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol (Nazir,2003). 3.2 VARIABEL PENELITIAN 1) Variabel Bebas Variabel Bebas adalah faktor/unsur yang dibuat berbeda untuk diketahui pengaruhnya. Variabel bebas dalam praktikum ini adalah; 1. Intensitas cahaya 2. NaHCO3 2) Variabel Terikat Variabel terikat adalah faktor/unsur yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikat dalam praktikum ini adalah banyaknya jumlah gelembung O2 • Banyaknya O2 ditandai oleh jumlah gelembung yang muncul diujung tabung 3) Variabel Kontrol Variabel kontrol adalah variabel yang bisa dikendalikan agar pengaruh variabel bebas dan variabel terikat tidak diganggu oleh faktor-faktor yang tidak diteliti oleh peneliti. Variabel control dalam praktikum ini adalah • Tanaman Hydrilla Verticilata • Waktu • Volume air 3.3 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN 1. Waktu Rabu, 20 September 2023 2. Tempat Penelitian Laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Palimanan 3.4 ALAT DAN BAHAN • Corong kaca (1 buah) • Tabung reaksi (1 buah) • Gelas kimia (1 buah) • Kawat penahan • Tumbuhan Hydrilla Verticilata


• Benang kasur • Stopwatch • Kertas dan alat tulis 3.5 CARA KERJA 1) Potonglah beberapa cabang Hydrilla dan masukkan ke dalam kaca dengan bagian batang menghadap ke atas. 2) Isilah gelas kimia dengan air sampai hampir penuh. 3) Masukkan corong kaca dan tumbuhan air ke dalam gelas kimia berisi air sampai corong kaca terendam air. 4) Isilah tabung reaksi dengan air sampai penuh dan tutup mulut tabung reaksi dengan jempol. 5) Masukkan tabung reaksi itu ke dalam air pada gelas kimia dengan posisi terbalik sementarajempol masih menutup tabung. 6) Letakkan tabung reaksi yang berisi air itu di atas corong kaca dan tahan dengan penjepit tabung reaksi. 7) Letakkan perangkat percobaan di lemari, dalam ruangan dan langsung terkena sinar matahari. 8) Tunggu sampai keluar gelembung-gelembung pada tabung reaksi. 9) Setelah perangkat alat diletakkan selama 10 menit di lemari, pindahkan perangkat alat itu ke dalam ruangan dan tunggu selama 10 menit. 10) Kemudian pindahkan perangkat alat sehingga terkena cahaya matahari langsung, dan tunggu selama 10 menit


BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Hasil Pengamatan Perlakuan Waktu Banyak Gelembung Ruang Gelap 10 Menjt + Cahaya Ruangan 10 Menit + Cahaya Matahari Langsung 10 Menit +++ Cahaya Matahari Langsung+NaHCO3 10 Menit ++ 4.2 GRAFIK HASIL PENGAMATAN 4.3 PEMBAHASAN Dari penelitian yang kami lakukan, diketahui bahwa: Pada perlakuan yang ditempatkan di dalam lemari dan di ruangan menghasilkan gelembung udara yang sedikit, hal ini karena tidak mendapatkan Cahaya matahari langsung dan tidak mendapatkan tambahan apapun. Pada perlakuan di bawah Cahaya matahari langsung menghasilkan gelembung udara yang cukup banyak, hal ini dikarenakan adanya Cahaya matahari. Pada perlakuan yang ditempatkan di bawah Cahaya matahari langsung, dan diberi tambahan NaHCO3 menghasilkan gelembung udara yang sangat banyak, hal ini dikarenakan pemberian baking soda / NaHCO3 meningkatkan kadar CO2 dalam air. Peningkatan Kadar CO2 berpengaruh terhadap proses fotosintesis, sehingga tanaman akan menghasilkan lebih banyak O2.


BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil praktikum ini didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Fotosintesis menghasilkan oksigen. Hal tersebut ditandai dengan adanya gelembung yang dihasilkan tanaman hydrilla. 2. Intensitas Cahaya dan kadar CO2 dapat mempengaruhi fotosintesis. Semakin terang cahaya, maka semakin cepat laju fotosintesisnya. 3. Penambahan NaHCO3 mengakibatkan jumlah kandungan CO2 dalam air meningkat sehingga proses fotosintesisnya akan semakin cepat dan gelembung yang dihasilkan akan lebih banyak. B. Saran Dari praktikum yang telah kami lakukan saran yang dapat kami berikan sebaiknya saat praktik perlu mengetahui dan memahami dengan baik prosedur penelitian ini terlebih dahulu, serta memperhatikan dengan baik saat guru sedang menerangkan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan kesalahan dalam membuat data. Dan sebaiknya penelitian dilakukan dengan teliti agar mendapatkan data yang sesuai


DAFTAR PUSTAKA https://online.anyflip.com/iovbq/avpu/mobile/ diakses pada tanggal 23 September 2023 https://m.kumparan.com/amp/berita-hari-ini/percobaan-ingenhousz-pengertian-tujuan-cara-kerjadan-hasilnya-1xTfelxtC89 diakses pada tanggal 25 September 2023 https://idschool.net/sma/percobaan-ingenhousz/ diakses pada tanggal 24 September 2023


LAMPIRAN


Click to View FlipBook Version