Zaman
Kependudukan
Jepang di Indonesia
KELOMPOK 3
Nama Anggota :
- Abdul Aziz Syafiqurrahman (K4419001)
- Afifah Reski Wulandari (K4419006)
- Alif Danarto
- Anissa Ratna Kumala (K4419009)
- Arini Arum Madzani (K4419018)
(K4419020)
Point yang akan dibahas :
01 Sejarah o2 Kebijakan Jepang
03 Kependudukan di bidang ekonomi
Jepang di masa penjajahan di
Indonesia Indonesia
Kebijakan Jepang 04 Kebijakan Jepang
bidang sosial masa di bidang budaya
penjajahan di masa penjajahan di
Indonesia Indonesia
Sejarah Kependudukan Jepang di Indonesia
Pertama kali Jepang menginjakkan kaki di
Indonesia pada 1 Maret 1942 di Teluk Banten.
Jepang kala itu berhasil mengalahkan Sekutu
dalam Perang Dunia Kedua. Indonesia
sebelumnya adalah wilayah jajahan Belanda yang
merupakan bagian dari Sekutu.
Tanggal 8 Maret 1942, Belanda menyerahkan
kekuasaannya atas wilayah Indonesia kepada
pemerintah militer Jepang. Di sisi lain, Indonesia
yang sudah lama dijajah oleh Belanda semula
menyambut gembira kedatangan Jepang yang
dianggap saudara tua karena sama-sama
merupakan bangsa Asia.
Jepang alias Dai Nippon memang awalnya memposisikan
sebagai saudara tua bagi Indonesia dengan mengusung
semangat 3A, yaitu Nippon Cahaya Asia, Nippon
Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia.
Akan tetapi, Jepang ternyata tidak berbeda dengan Belanda,
sama-sama bangsa penjajah yang memberikan banyak
kerugian terhadap rakyat Indonesia. Jepang bahkan
memanfaatkan sumber daya Indonesia untuk membiayai
perang mereka melawan Sekutu. Selama kurang lebih 3,5
tahun menguasai wilayah Indonesia, pendudukan
pemerintahan militer Jepang menyebabkan munculnya
banyak dampak di berbagai bidang yang dirasakan oleh
rakyat Indonesia, diantaranya kebijakan ekonomi, sosial
dan budaya.
01
Kebijakan Jepang di bidang
ekonomi dan Dampaknya
masa penjajahan di Indonesia
● Menyediakan akomodasi bagi tentara ● Menyediakan kamp – kamp
militer Jepang.
Jepang juga memerintahkan kepada para laki-
Jepang setelah menguasai Indonesia pada awal laki negara yang menjadi musuh mereka untuk
bulan Maret 1942,memberikan perintah menempatkan ke dalam kamp-kamp yang telah
terhadap rumah-rumah warga Belanda untuk disediakan. Sementara itu, para wanita dan
disediakan akomodasi bagi tentara militer anak-anak dari pihak Belanda juga ditempatkan
Jepang yang disebut oleh militer Jepang sebagai ke kamp-kamp yang berbeda dari para laki-laki
ekonom. Belanda. Pihak Jepang memperbolehkan untuk
mengambil setengah dari perabotan dan pakaian
yang diperlukan untuk dipindahkan ke kamp
yang ditempati.
● Orang-orang Eurasia diiizinkan oleh pihak ● Penggalakkan swasembada ekonomi di
Jepang untuk tidak menempati kamp-kamp berbagai daerah
perasingan yang diperuntukkan bagi orang-
orang Eropa. Alasan dari pembebasan ini Perkembangan ekonomi di Indonesia terjadi
adalah mengganggap orang Eurasia pelemahan dikarenakan tujuan Jepang menduduki
memiliki garis keturunan 50% penduduk Indonesia adalah untuk mengamankan pasokan Jepang
asli Indonesia. Akan tetapi, permasalahan ,seperti minyak bumi,karet, timah, logam, dan bahan
muncul yakni tidak memiliki penghasilan lainnya yang dapat dimanfaatkan dalam peperangan.
yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Pada akhir tahun 1943 terjadi insiden penghancuran
dasar sehari-hari. Dampak yang terjadi kapal yang digunakan dalam pelayaran Jepang
adalah menjual sebagian besar harta yang dilakukan oleh sekutu. Dampak yang terjadi dari
berharga dan di akhir pendudukan Jepang kerusakan kapal selam memaksa pemerintahan Jepang
harta orang-orang Eurasia berkurang untuk menggalakkan swasembada ekonomi di
banyak. berbagai daerah yang menyebabkan pengurangan
tuntutan impor dan pengiriman barang.
Dampak dari Berbagai Kebijakan Ekonomi
Produksi pangan di bawah pendudukan Jepang mengalami penurunan secara drastis. Dapat dilihat
dari fakta, bahwasanya setelah pendudukan Jepang produksi beras mengalami penurunan, yang
awalnya di tahun 1937-1941 memiliki rata-rata 68 persen, jagung 34 persen,singkong 44
persen,kentang 73 persen, kedelai 40 persen, dan untuk kacang tanah 36 persen terjadi penurunan
sekitar 60 persen dari tahun tsebelum peperangan.
Penerapan program swasembada menjadi gagal ,disebabkan adnaya kondisi lokal yang tidak
dipertimbangkan dalam fasilitas dan sabotase yang terus dilakukan oleh orang-orang Jawa.
Kerusakan pelayaran Jepang oleh kapal selam sekutulah yang memaksa pemerintah Jepang
menekankan kemandirian ekonomi. Dampak kerusakan tersebut juga memutus pasar ekspor seperti
barang karet,kopi,the, dan kina.
Kebijakan Jepang di
Bidang Sosial Masa
Penjajahan di Indonesia
Salah satu periode yang menentukan dalam sejarah
Indonesia adalah pada masa pendudukan Jepang selama
tiga setengah tahun. Meskipun terbilang singkat, Jepang
dengan segala kebijakannya berhasil merusak tatanan
kehidupan masyarakat Indonesia. Jepang bermaksud
menguasai Indonesia untuk kepentingan kemenangan
perang mereka. Jepang memiliki dua prioritas
kebijaksanaan Jepang terhadap rakyat Indonesia yakni
menghilangkan pengaruh Barat dan memobilisasikan
mereka demi kemenangan Jepang.
Penerapan sistem autarki Jepang juga membentuk Tonari hanya diperbolehkan untuk
yaitu sistem dimana daerah Gumi guna menciptakan menyebarkan bendera Jepang
masing-masing memenuhi Hinomaru serta menyanyikan
kebutuhan daerahnya secara mobilisasi dan pengendalian yang lagu Kimigayo setiap hari-hari
lebih ke dalam pedesaan Indonesia.
mandiri. besar.
Terdapat pula kebijakan Kinrohosi, Jepang juga membentuk Jepan juga membentuk Jugun Lanfu
yaitu kerja paksa tanpa adanya Romusha yaitu sistem kerja yang yaitu tenaga kerja wanita yang
berasal dari negara-negara Asia,
bayaran atau upah bagi para pamong diberlakukan bagi rakyat mulai dari Indonesia, Cina, hingga
Desa dan pegawai rendahan untuk Indonesia. Romusha merupakan Korea.
bekerja dan mengabdi kepada sistem kerja paksa yang
Jepang. dilakukan oleh Jepang untuk
memeras tenaga rakyat Indonesia
untuk memenuhi kebutuhan
maupun kepentingannya.
Kebijakan Jepang di
bidang sosial masa
penjajahan di
Indonesia
KEBIJAKAN - Mmberikan penghormatan kepada Tenno Heika
JEPANG DI (Kaisar)
BIDANG Masyarakat Indonesia dipaksa untuk melakukan
BUDAYA penghormatan kepada Tenno Heika (kaisar) yang dianggap
sebagai keturunan dewa matahari. Ritual tersebut dilakukan
dengan membungkukan badan tepat ke arah kaisar yang
berada di arah matahari terbit (dikenal sebagai budaya
Seikeirei).
- Menyanyikan lagu kebangsaan Jepang
Masyarakat juga diharuskan untuk menyanyikan lagu
kebangsaan negara Jepang, yakni Kimigayo. Kebiasaan yang
sudah terkesan asing dalam budaya Indonesia ini pada
akhirnya ditentang oleh beberapa ulama, bahkan hingga
memunculkan pertempuran.
Gambar 1.2
Penggalan lagu kimigayo ( lagu kebangsaan
Jepang)
Gambar 1.1
Ketika masyarakat Indonesia memberikan
penghormatan Tenno Heika (Kaisar)
Jepang.
Sumber :
- Titin Apriani Putri, S. M. (2018). Propaganda Jepang dalam
Melancarkan Kebijakan Pendudukan di Indonesia Tahun 1942-1945. 1-7.
- Buku Sjarah Indonesia Modern Ricklef
- Wie, T. K. (2017). The Indonesian economy during the Japanese
occupation. Masyarakat Indonesia, 39(2), 327-340.
TERIMA
KASIH