The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tika Dani_Bait Awal Lalu Karya_Kumpulan Puisi (Terbit Tahun 2020)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tikadani01, 2023-02-11 08:24:48

Bait Awal Lalu

Tika Dani_Bait Awal Lalu Karya_Kumpulan Puisi (Terbit Tahun 2020)

Keywords: Kumpulan Puisi

Judul Buku | 51 #35 JANGAN TAKUT Pertanda malam berkumandang Hilir hulu sungai bertubrukan pulang Kesepian dalam isak tangis Mengais harap kata hati . Tak lagi sepadan Perundagian melarung barung . Seperti macan tutul Amuknya mengeregelkan jiwa Kejam dan bengis Tatapnya menusuk hingga tulang-beluang . HAHA Keras tawanya ngeri Bikin merinding saja . Tajam giginya menyeringai Aku meringis terbirit-birit . Oh malam Tidakkah kau tahu Makhlukmu sungguh menakutkan Hambamu ketakutan . Pulangkan aku Mohon tersedu Sudahlah, ini mimpi buruk .


52 | Penulis Tidak! Ini ujian, Kenapa kau kirimkan malam yang begitu panjang Dan kau kirimkan macan! . Dasar gila Membuatku mati muda saja Aku gemetar! Sukoharjo waktu itu 21 Januari 2020


Judul Buku | 53 #36 SEHELAI BUDI Ada cinta dan luka dalam jerih payahmu membesarkanku Sebelum itu melahirkanku dengan segenap air mata Menawan sekarat saking sakitnya Kau menghelai nafas panjang Seolah kau menanam harap permata di tubuhku Di jari-jemariku kau ciumi tangan ini Katamu “jadilah kekuatan mama sayang” Kau tersenyum beriring tangis Kau menimangku dengan sangat lembut Kau tak henti-hentinya berucap syukur Kepada Allah yang sudah menciptakan aku di dalam rahimmu Aku malu bahwasanya cintaku hanya sekedar Supaya kau senang, selebihnya Hanya karena aku ingin dibelikan Tapi kecintaanmu menapaki pada jejak-jejak kaki dirundung pilu Kau kebingungan agar menyamakanku Dengan bocah-bocah di luar sana seusiaku Kau sibuk meronta pada takdir Yang sudah Allah tetapkan Supaya aku tetap menjadi putrimu yang paling bahagia Ma, kasih sayangmu terlalu apa-adanya Hingga membuatku semakin sesak atas segala perlakuan buruk kepadamu Ma, aku sungguh malu Maaf karena kelahiranku


54 | Penulis Kau harus rela dengan ikhlas melawan belenggu yang menganiayamu dengan bengis Kau tak peduli luka yang menyapa Duri yang menancap dalam di telapak kaki surgaku Hujan berupa krikil kau tak tandus Terik berupa percikan apik kau tak gersang Ma, aku malu Atas seabrek luka liku hidup dan matimu hanya untukku Aku adalah corak hitam yang mewarnai lembar kerja kerasmu Aku bukanlah seorang yang pantas kau banggakan Kau gadang-gadang Aku lelah Ma, Pada dunia yang mencelaku begitu tabu Kau datang menarik paksa Dan kau gendong tubuhku sampai ke daratan Kau membasuh laraku Mengobrak-abrik cakrawala yang terlukis di langit merah Kau bilang dengan penuh keyakinan Menyuarakanku agar tak mengalir layaknya air Tapi aku memang lemah, Ma Aku hanya akan melemahkan rintihan sakit itu (lagi) Karena apa? Karena aku memang bukan permata Bahkan bukan segenggam emas Maa, Maaf Biarkan setitik peluh itu aku yang pikul Aku ingin bersamamu Sukoharjo hari ini, 22 Januari 2020


Judul Buku | 55 #37 KALIMAT KLASIK Kepingan kalimat haram Kau untai pada seutas kencana beranak kuda “holaa, sayang aku menyayangimu! Sangat!” Melipat ganda lagi Aku kira itu sekedar kalimat pembuka kala pagi Makan siang kala terik Dan hidangan penutup begitu malam tiba Ternyata sepersekian detik tetap ita-itu Terkaanku salah, Sebenarnya aku anggap kalimat barusan Hanya sekedar (masih) cacat Tapi pada ujung rupanya Kalimat yang kau kutip dari cerita bucin semata WKWK Kataku lantang Semakin kesini Menjadi-jadi Oh, tidak! Sukoharjo, 23 Januari 2020


56 | Penulis #38 NYANYIAN RINDU Menjalar Mungkin hanya itu Spektrum rindu yang menderu Resah dibenahmu Enak sekali! Rindu rindu rindu Dan rindu lagi Rindu mulu sih Jangan rindu Aku akan balikin rindu padamu (lagi) Jujur aku rindu kamu Sekarang, serius Di sini, Sukoharjo 24 Januari 2020


Judul Buku | 57 #39 BUNGLON Apa maumu? Rumus lupa yang kemarin masih terlalu abal-abal Untuk mengembalikan ingatan Jangan pura-pura lupa Sok amnesia akhirnya malah ngaku lansia Apa sih?! Bentar siang, bentar pagi lagi Kek bunglon aja ih Dasar! Penyakit pelupamu kambuh kali Hmmm Kalau besok on teh way Kabarin dulu Biar jelas, maumu maju apa munduran dikit Aku pasti paham Apa maumu Pasti! Sukoharjo, 25 Januari 2020


58 | Penulis #40 MASA LALU Rasanya ingin sekali Kembali bercengkrama Berpendar pada asa dan cita cerita cinta Tapi, Hanya sekedar ingin Sekedar menanyakan kabar saja, sesulit itu Apalagi tertawa bersama Dalam heningnya malam berbintang Ada perbincangan asyik antara hati dan ingatan Terkikik sendirian, menangis sendirian, marah sendirian Tengah malam Celingukan kanan kiri Sesekali aku kebelakang memastikan yang lainnya Tak datang menyuruh tidur Semakin dingin Aku tergelitik pada kisah kasih kita Iya, aku dan kamu yang sempat menjadi kita Walau kini berupa cerita Aku meletakkan kepalaku pada kaki yang kuikatkan dengan kedua tanganku Hangat seperti mimpi menapaki pelukan Kala hujan


Judul Buku | 59 Kini tersisa kehangatan yang sengaja kuciptakan sendiri Tapi aku patut yakin Kita akan menjadi kita Sukoharjo penghujung sore di balkon rumahku 26 Januari 2020


60 | Penulis #41 KUSUKA SENJA Senja yang sama muncul lagi Memoar bak aurora nan menawan Beranjak dari fenomena yang mungkin menakjubkan Masha allah, Sungguh sempurna perpaduan jingga malamMu Wajar pengagumnya terpikat oleh indahnya Ini keren Terabadikan dengan lensa kameramu Namun, mata tak berdalih Apalagi hilang dalam pandang Memang karyaMu tak pantas Sekedar dihargai oleh setiap jepretan tangkapanmu Melainkan Harus dikirabkan dengan rasa syukur Yang paling terdalam Karena telah menciptakan kedua bola mata Untuk menyaksikan selang-seling hari bersama senja Penutup temu hari ini Dan esok masih akan terulang Dengan sewajarnya memoar seperti seharusnya Sukoharjo, 27 Januari 2020


Judul Buku | 61 #42 JANGAN HANYA DIAM Renjana menjadi pipa kapiler dalam genangan air Seperti urbanisasi yang terjadi di suatu kota Pertama ia porak-poranda Mengalir di anak sungai menepi Menerjang angin dan lalu-lalang Seusai acara helat dirampungkan Keterpisahan sudah lama Menghidupkan waktu-waktu damai Dalam hilir mudiknya perjalanan Keterlibatan itu menyangkut-pautkan Antara ingin dan tiada Ingin diam diri saja Atau tiada lagi disini Jangan pergi begitu hari mensiasati keributan dalam benak Pulanglah kalau ini pinta mama Pergi saja, Suruh kakak Agar aku paham di luar sana ada petualangan hebat Untuk memanusiakan aku Tapi aku tak ingin di kekang Aku ingin pulang dan berpergian Lalu hati turut serta mendamaikan Dan aku tetap tinggal Sukoharjo, 28 Januari 2020


62 | Penulis #43 IBU Dirimu Mengalir cinta Ketika masaku kanak-kanak Penabur hangat dan kasih Lewat sentuhan tanganmu Pemberi nyaman dalam hati yang gundah Tak ada yang menyamai cinta hingga sekarang Tak ada yang sekuat tanganmu merangkulku Tak ada yang selembut genggamanmu Kau adalah sosok wanita hebat Yang sedang menyemogakan anak dalam timanganmu Sungguh aku beruntung sekali Karena sang pencipta menciptakanku Melalui rahim wanita keren Sukoharjo, 29 Januari 2020


Judul Buku | 63 #44 HANYA RINDU Aku kembali terusik oleh hadirmu Layang-layang kangen kau ikrarkan Keras-keras agar penghuni semesta iba Kau ini kerasukan apa? Janji cinta terukir mesra Kemana kau buat janji-janji di jiwaku? Aku bertekuk lutut pada senja Yang mentertawakanku karena dirundung rindu Di kejauhan muncul halu wajahmu Percakapan rindang antar bucin sahut-sahutan Picisan apa ini? Tanyaku mencekik pergelangan leher tanpa kutik Usainya kau biarkan aku menerima rindu Yang datang berangsur- angsur Sampai pada akhirnya Rinduku tertegun pada hati yang terlampau lama Tak kujajaki Itu kau, Kau tarik paksa tanganku dan pelukan erat kian tergenang Cucuran entah luka atau tawa sejelas-jelasnya Hatiku tanpa kau, bak petak tanpa umpet Sukoharjo ketika pelukan datang, 30 Januari 2020


64 | Penulis #45 TETAP DI TEMPATMU Gelisah memanas galeri Kedai tempat kau menyeruput kopi racikanku Kini tertutup rapat Dan yang telah punah Biarkan memuai begitu saja Sisanya yang tertinggal tak akan pernah di dahului Sukoharjo pada luka yang mengering, 31 Januari 2020


Judul Buku | 65 Tentang Penulis (Tika Ayu Widyaningrum Wardani atau akrab disapa Tika Dani. Lahir di Sukoharjo pada 1 Juni 1999 lalu. Dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. saat ini Tika Dani sedang menjalani pendidikannya di Program Studi Statistika, Fakultas MIPA, Universitas Terbuka Surakarta penulis dapat dihubungi melalui: Intagram : tikadani_ Surel : [email protected] Whatsapps : 081337770478 YouTube : Tika Dani Twitter : tikadani_ )


66 | Penulis Page Setup secara keseluruhan Pages: Mirror margins Margin: Top 1,75cm, Inside 2 cm, Bottom 1,75cm, Outside 2 cm Dimensi paper: width 14 cm, height 20 cm Line spacing 1,3 Jenis font cambria, ukuran 11 (bila telah memiliki cover sendiri silahkan sertakan cover depan, cover belakang dan punggung cover dengan format .png)


Judul Buku | 67


Click to View FlipBook Version