BAHAN AJAR
PROSES INTEGRASI
SOSIAL
Pertemuan 2
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
VIII
NOVELLA,S.PD
PROSES-PROSES INTEGRASI SOSIAL
Sekolah : SMP N 2 Simpangkatis
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Tema : konflik dan Integrasi dalam kehidupan
Subtema : Proses-proses Integrasi Sosial
Kelas/Semester : VIII/Ganjil
Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran melalui model pembelajaran
Problem based learning dengan metode diskusi dan media
powerpoint interaktif (C) :
1.Peserta didik(D) mampu menentukan proses-prosesintegrasi
sosial (B) dengan benar(D)
2.Peserta didik(D) mampu menguraikan proses-proses
integrasi social (B) dengan tepat(D)
3.Peserta didik(D) mampu mengkategorikan proses-proses
integrase sosial dengan contoh yang ada di masyarakat
(B)dengan baik(D)
4.Peserta didik(D) mampu menyajikan laporan hasil diskusi
mengenai proses-proses integrasi sosial dengan contoh yang
ada di masyarakat (B) dengan baik(D)
PETA KONSEP
URAIAN MATERI
sumber gambar : https://v-images2.antarafoto.com/wisata-
masjid-menara-kudus-mulai-dikunjungi-wisatawan-qcobkd-
hl.jpg
Apa yang kalian pikirkan setelah melihat
gambar di atas ? ya, itu adalah gambar masjid
menara yang berada di kudus. unik bukan ?
mengapa arsitektur dari masjid tersebut
berbeda dengan masjid-masjid lainnya? untuk
mempelajari mengapa desian masjid tersebut
begitu unik karena adanya proses-proses
Integrasi sosial . mari kita baca uraian materi
dibawah ini untuk lebih jelasnya !
URAIAN MATERI
Proses Integrasi sosial dapat dilakukan dengan beberapa hal, diantaranya :
asimilasi
Asimilasi adalah proses sosial kemunculannya ditandai dengan adanya usaha untuk
mengurangi sebuah perbedaan yang ada di dalam masyarakat. Di dalam prosesnya,
setiap anggota masyarakat akan berusaha untuk meningkatkan kesatuan sikap,
tindakan dan juga proses mental namun tetap memperhatikan kepentingan bersama.
Dengan begitu, mereka tidak akan lagi membedakan satu sama lain dan batas-batas
yang ada di antara mereka akan hilang. Kemudian melebur menjadi satu kesatuan.
Maka oleh karena itu, ada beberapa syarat yang harus dilakukan agar bisa
mewujudkan hal tersebut, yang diantarantya adalah:
Terdapat beberapa kelompok yang memiliki suatu kebudayaan yang saling
berbeda.
Denan adanya suatu interaksi yang dilakukan dengan secara intensif yang
dilakukan antarindividu atau dari suatu kelompok.
Kemudian apa yang menjadi sifat khas dari pada golongan kebudayaan yang
saling melakukan interaksi diantaranya mengalami perubahan. Demikian juga
terhadap bentuk dari pada kebudayaan tersebut sehingga menjadi suatu
kebudayaan yang campuran.
contoh asimilasi
sumber gambar : https://bit.ly/3fCdCBT
Pakaian adat pernikahan Betawi bisa menjadi salah satu contoh dari asimilasi
budaya yang dimiliki oleh Indonesia dengan budaya luar.Sebuah contoh misalnya,
asimilasi budaya yang terjadi antara budaya Indonesia dan Tionghoa terlihat dalam
baju kurung yang biasa digunakan oleh wanita Betawi. Baju kurung tersebut
merupakan perpaduan antara budaya Tionghoa dan Betawi. Pakaian pernikahan
adat wanita Betawi juga menggambarkan pengaruh budaya Tionghoa. Pada
pemilihan warna misalnya. Kita sama-sama tahu bahwa warna merah identik
dengan kebudayaan Cina atau Tionghoa. Nama busananya pun unik, yaitu care none
penganten cine. Untuk busana adat pengantin pria pun demikian. Pengaruh Arab
sangat kental. Hal ini dapat dilihat dari celana pengantin pria yang cenderung
ngatung. Tidak penuh menutupi kaki. Ditambah lagi dengan penutup kepala yang juga
menyiratkan pengaruh Arab. Belum lagi jubah yang menjuntai menutupi tubuh
mempelai pria. Gaya pengantin seperti ini, oleh masyarakat Betawi dikenali dengan
gaya care haji. Dalam pakaian sehari-hari pun, terutama untuk kaum prianya,
masyarakat Betawi juga sedikit mengadopsi kebudayaan Arab lainnya yakni
penggunaan baju koko sadariah.
Indonesia adalah negara multietnis dan multikultural. Secara geografis, sejak zaman dahulu, membuat Indonesia
rentan menerima segala pengaruh yang datang dari luar. Budaya-budaya dari luar yang datang dibawa oleh para
pendatang tersebut mulanya hanya bersifat sementara.Rata-rata para pendatang tersebut adalah masyarakat
India, Tionghoa, dan Arab. Maka dari itu, jangan heran jika kebudayaan Indonesia, sebagiannya mendapatkan pengaruh
dari tiga kebudayaan tersebut. Dalam hal ini, Jakarta merupakan “tempat” terjadinya proses asimilasi budaya yang
terjadi sudah sejak zaman penjajahan. Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan tempat yang pada masanya menjadi
pusat kegiatan masyarakat Jakarta dan masyarakat luar, dalam hal ini Arab, Cina/Tionghoa, dan India. Maka dari
itu, jangan heran jika kebudayaan masyarakat Jakarta, khususnya Betawi, sebagian besar mengandung unsur-
unsur dari budaya tersebut.
faktor pendorong dan
penghambat asimilasi
Faktor Pendorong Asimilasi
Terjadinya asimilasi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor
pendorong di antaranya:
1. Terbiasa Membuka Diri Terhadap Budaya Baru
Keterbukaan pada budaya baru, baik dari informasi atau ketika
mempraktikkannya. Keterbukaan pada budaya baru, maka kita akan
menerima dengan mudah masuknya budaya baru ke dalam diri kita.
Maka dari itu, sikap dan perilaku keterbukaan diri terhadap budaya
baru menjadi salah satu faktor pendorong asimilasi.
2. Perkawinan Antar Kelompok Budaya yang Berbeda
Ketika melakukan perkawinan dengan kelompok budaya yang
berbeda, maka akan ada setiap individu akan merasakan pembauran
budaya yang satu dengan budaya lainnya. Pembauran budaya ini bisa
dikatakan sebagai salah satu bentuk asimilasi. Maka dari itu,
perkawinan antar kelompok budaya termasuk ke dalam salah satu
faktor pendorong asimilasi.
3. Menghormati dan Menghargai Orang Asing Beserta Budaya yang
Dibawanya
Sudah seharusnya sebagai individu yang baik kita harus saling
menghargai dan menghormati orang asing yang membawa budayanya.
Dengan melakukan sikap dan perilaku seperti itu, maka kita sudah
memberikan dorongan akan terjadinya asimilasi budaya.
4. Memiliki Kesempatan yang Sama Di Dalam Aspek Ekonomi
Setiap individu memiliki kesempatan yang sama dalam kegiatan
ekonomi, sehingga ekonomi bisa terjaga. Selain ekonomi terjaga,
kesempatan yang sama di dalam ekonomi bisa mendorong terjadinya
asimilasi.
Faktor Penghambat Asimilasi
Asimilasi bisa menjadi terhambat karena beberapa faktor. Di
bawa ini akan dijelaskan faktor-faktor penghambat asimilasi.
1. Takut Menghadapi Budaya Baru
Bagi sebagian individu atau kelompok masih ada yang takut
menghadapi budaya baru. Rasa takut kepada budaya baru
sebaiknya segera dihilangkan karena bisa menghambat terjadinya
proses asimilasi pada suatu daerah.
2. Adanya Golongan Minoritas
Tak bisa dipungkiri bahwa di setiap wilayah pasti ada yang
namanya golongan minoritas. Golongan minoritas ini sulit menerima
budaya baru karena takut dicemooh oleh golongan mayoritas.
3. Kurangnya Ilmu Pengetahuan Tentang Budaya Asing
Jika ilmu pengetahuan budaya asing yang kita miliki tidak banyak,
maka kita akan sulit untuk mempelajari budaya asing tersebut.
Hal seperti itu bisa menyebabkan individu atau kelompok sulit
menerima budaya asing, sehingga proses asimilasi akan terhambat.
4. Perbedaan Ciri-Ciri Fisik
Perbedaan ciri-ciri fisik manusia bisa menyebabkan orang lain
takut untuk mempelajari budaya asing. Budaya asing yang sulit
diterima oleh setiap individu atau kelompok, sehingga asimilasi
sulit untuk diwujudkan.
i.
akulturasi
sumber gambar : https://bit.ly/3SxlvHp
gambar diatas merupakan Masjid al-mahdi magelang,
Bentuk Akulturasi Budaya Contoh akulturasi budaya
Indonesia dengan Bangsa Tiongkok Proses akulturasi
budaya Indonesia dengan Bangsa Tiongkok terjadi
dalam berbagai bidang. Tahukah kamu apa sajakah
contohnya? Arsitektur bangunan Akulturasi budaya
Indonesia dengan Tiongkok melahirkan gaya arsitektur
bangunan yang bercorak Cina-Indonesia.
Akulturasi merupakan sebuah proses sosial yang terjadi jika masyarakat yang memiliki kebudayaan
tertentu dihadapkan dengan kebudayaan yang berbeda atau asing. Proses integrasi tersebut akan terus
berlangsung sampai unsur budaya asing diterima oleh masyarakat dan diolah kembali ke dalam budaya
sendiri. Akan tetapi, biasanya akulturasi akan berlangsung tanpa menghilangkan karakteristik kebudayaan
sendiri.
Sementara itu, dalam buku Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan akulturasi adalah proses
sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-
unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu
lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian
kebudayaan itu sendiri.
Dengan begitu, bisa kita simpulkan bahwa akulturasi adalah sebuah proses perubahan yang ditandai
dengan adanya penyatuan dua kebudayaan yang berbeda. Penyatuan dua kebudayaan tersebut akan
menyebabkan kedua kebudayaan tersebut hampir serupa. Akan tetapi, masing-masing dari kebudayaan
tersebut tetap mempertahankan karakteristik atau ciri khasnya. Sebenarnya, proses akulturasi sudah
ada sejak zaman dahulu. Hal tersebut dikarenakan manusia selalu melakukan migrasi dan berpindah dari
satu tempat ke tempat lain. Dengan adanya migrasi tersebut akan terjadi pertemuan antar kelompok
masyarakat yang berbeda. Oleh karena itu, setiap anggota masyarakat akan dihadapkan dengan unsur
kebudayaan asing. Kemudian, seiring berjalannya waktu, mereka tentu akan melakukan akulturasi.
faktor pendorong dan
penghambat akulturasi
Faktor Pendorong Akulturasi
Dalam proses akulturasi tidak bisa dilepaskan dari faktor-faktor
pendorong. Di bawah ini akan dijelaskan faktor-faktor pendorong
akulturasi.
1. Pendidikan yang Maju
Pendidikan yang maju menjadi faktor pendorong terjadinya akulturasi pada
suatu daerah. Dengan pendidikan yang maju akan membuka pikiran
masyarakat tentang budaya-budaya asing. Dengan mengenal budaya-budaya
asing, maka bisa memajukan peradaban bangsa supaya bisa lebih kuat lagi
dalam menghadapi perkembangan zaman.
2. Sikap dan Perilaku Saling Menghargai Budaya
Sikap dan perilaku menghargai harus dimiliki oleh setiap individu karena
dengan hal ini kita bisa berhubungan baik dengan budaya lain. Maka dari itu,
sikap dan perilaku menghargai budaya dapat dikatakan sebagai faktor
pendorong terjadinya akulturasi budaya. Tanpa adanya sikap dan perilaku
ini bisa menyebabkan terjadinya saling mencemooh budaya satu dengan
budaya lainnya, sehingga bisa menggagalkan terjadinya akulturasi budaya.
3. Toleransi Terhadap Budaya Lain
Di dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak bisa dilepaskan dari berbagai
macam latar belakang budaya. Oleh karena itu, untuk menjaga hubungan
baik dengan budaya lainnya dibutuhkan toleransi terhadap budaya lain.
Dari toleransi akan memunculkan akulturasi budaya,
4. Adanya Masyarakat Heterogen
Masyarakat heterogen dapat dikatakan sebagai faktor pendorong
terjadinya akulturasi budaya karena di dalam lingkungan masyarakat
terdapat latar belakang budaya yang berbeda-beda. Banyak budaya pada
masyarakat heterogen akan memudahkan individu satu dan individu lainnya
untuk belajar berbagai macam budaya.
Faktor Penghambat Akulturasi
Adanya faktor pendorong terjadinya akulturasi berarti ada juga
faktor penghambat terjadinya akulturasi. Berikut faktor-faktor
penghambat terjadinya akulturasi.
1. Ilmu Pengetahuan yang Bergerak Melambat
Pendidikan yang tidak bergerak atau bahkan bergerak mundur akan
membuat ilmu pengetahuan bergerak melambat. Ilmu pengetahuan yang
bergerak melambat bisa menjadi penyebab terhambatnya proses
akulturasi pada suatu wilayah.
2. Sikap Masyarakat yang Tradisional
Masyarakat yang memegang teguh kebudayaan tradisional akan selalu
beranggapan bahwa masuknya budaya asing bisa menghilangkan
keistimewaan dari budaya asli itu sendiri, sehingga budaya asing akan
sulit diterima. Oleh sebab itu, masyarakat yang masih memegang teguh
kebudayaan tradisional bisa menjadi faktor penghambat terjadinya
akulturasi.
3. Hal-Hal Baru Dianggap Buruk
Sulit untuk menerima atau bahkan beranggapan buruk terhadap hal-hal
baru bisa menjadi faktor penghambat terjadinya akulturasi budaya.
Individu atau kelompok yang seperti itu akan sangat sulit untuk menerima
masuknya budaya baru, sehingga proses akulturasi menjadi terhambat.
4. Adat atau Kebiasaan
Bagi sebagian kelompok masyarakat adat atau kebiasaan sudah
ditanamkan sejak kecil, sehingga ketika menerima budaya baru akan
dianggap seperti hal yang asing. Jika sudah beranggapan seperti itu,
maka akan sulit mengenalkan budaya baru. Oleh karena itu, adat atau
kebiasaan menjadi salah satu faktor penghambat terjadinya akulturasi.
RANGKUMAN
1.Asimilasi merupakan proses sosial kemunculannya
ditandai dengan adanya usaha untuk mengurangi
sebuah perbedaan yang ada di masyarakat
2.Akulturasi merupakan sebuah proses sosial
kemunculannya ditandai dengan adanya usaha
untuk mengurangi sebuah perbedaan yang ada di
dalam masyarakat
3.Perbedaan akulturasi dan asimilasi ini bisa kita lihat
melalui definisinya. Akulturasi adalah terjadinya
pencampuran budaya tanpa harus menghilangkan
budaya aslinya. Sementara itu, asimilasi adalah
adanya dua kebudayaan atau lebih yang ada di
lingkungan masyarakat, sehingga dapat
memunculkan budaya yang baru. Dengan demikian,
perbedaan akulturasi dan asimilasi bisa kita lihat
dengan cara apakah budaya di kelompok masyarakat
hilang atau tidak.
LATIHAN SOAL
1. Identifikasilah proses integrasi sosial?
2. Uraikanlah masing-masing contoh dari proses
integrasi social !
3. Perhatikan gambar berikut!
Apa hubungan Antara gambar tersebut dengan proses
integrasi social
4. Bagaimana cara kamu dalam menghargai budaya
di sekitarmu?
5. Apa yang perlu kamu lakukan agar integrasi social
dapat selalu terjalin di lingkungan tempat tinggalmu?
KUNCI JAWABAN
NO KUNCI JAWABAN SKOR
10
·Akulturasi 20
20
1 ·Asimilasi 25
·akomodasi
25
Contoh akulturasi : masjid demak, masjid menara kudus 100
2 Contoh asimilasi : pakaian pengantin betawi, baju koko,
Contoh akomodasi : kompromi, ajudikasi, mediasi
3 Gambar diatas temasuk ke dalam proses integrasi asimilasi
·Tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah
·Menghargai kepercayaan yang dianut sesama
4 ·Menolong sesama dengan tulus tanpa membeda-bedakan
·Tidak menonjolkan suku, budaya atau kepercayaan sendiri
·Toleransi terhadap perbedaan
5 ·Sikap saling menghargai orang lain
·Adanya pembauran di dalam masyarakat
·Adanya kesepakatan untuk hidup bersama dalam masyarakat
TOTAL SKOR
DAFTAR PUSTAKA
Buku Guru dan Buku Siswa SMP/MTs Edisi Revisi Kelas VII, Ilmu Pengetahuan
Sosial,Kementerian Pendidikandan Kebudayaan, Jakarta:2017.
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-akulturasi-dan-asimilasi/
https://www.zonareferensi.com/contoh-asimilasi/
Berbagai gambar yang diakses pada 30 September 2022
https://v-images2.antarafoto.com/wisata-masjid-menara-kudus-mulai-
dikunjungi-wisatawan-qcobkd-hl.jpg
https://bit.ly/3fCdCBT
https://bit.ly/3SxlvHp