1 DAFTAR ISI Daftar Isi.........................................................................................................................1 A. Informasi Umum .................................................................................................2 1. Identitas.........................................................................................................2 2. Profil Pelajar Pancasila ..................................................................................2 3. Sarana dan Prasarana .....................................................................................2 4. Target Peserta Didik ......................................................................................2 5. Metode/Model Pembelajaran yang digunakan ................................................2 B. Komponen Inti.....................................................................................................2 1. Tujuan Pembelajaran..................................................................................... 2 2. Pengetahuan Prasyarat .................................................................................. 3 3. Pemahaman bermakna .................................................................................. 3 4. Pertanyaan pemantik ..................................................................................... 3 5. Kegiatan pembelajaran.................................................................................. 3 a. Pertemuan ke-1 ............................................................................................. 3 b. Pertemuan ke-2 ............................................................................................. 5 c. Pertemuan ke-3 ............................................................................................. 6 d. Pertemuan ke-4 ............................................................................................. 7 6. Perangkat Asesmen....................................................................................... 8 a. Asesmen Formatif......................................................................................... 8 b. Asesmen Keterampilan Proses ...................................................................... 8 c. Asesmen Sikap.............................................................................................. 9 d. Penilaian Karya..............................................................................................11 7. Pengayaan dan remedial.................................................................................12 8. Refleksi guru dan Peserta Didik ....................................................................11 C. Lampiran .............................................................................................................13 a. Lembar Kerja Peserta Didik ...........................................................................13 b. Materi Ajar ....................................................................................................14 c. Sumber referensi belajar guru dan Peserta Didik ............................................14 d. Daftar Pustaka................................................................................................14 e. Glosarium......................................................................................................14
2 MODUL AJAR A. INFORMASI UMUM 1. Identitas a. Nama Penulis : Veronika Sinaga b. Asal Instansi : SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan c. Tahun Penyusunan : 2023 d. Fase : E e. Jenjang : SMA f. Mata Pelajaran : Fisika g. Kelas : X h. Perkiraan Jumlah Peserta Didik : 30 – 36 i. Moda Pembelajaran : Tatap Muka j. Kode Perangkat : FIS.F.10.5 k. Jumlah Pertemuan : 22 JP l. Kata Kunci : Efek rumah kaca, emisi karbon, CFC, gas rumah kaca, IPCC, karbon dioksida, perubahan iklim, dan protokol kyoto. 2. Profil Pelajar Pancasila Berintegritas dan menjaga keselamatan diri dalam keselamatan kerja dan dan menjaga lingkungan (akhlak mulia wujud Beriman dan Bertakwa); Menetapkan tujuan dan rencana, serta mengembangkan kendali dan disiplin diri (wujud Kemandirian); Menunjukkan kolaborasi dan komunikasi untuk tujuan bersama (wujud Bergotong royong); Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan (wujud Kreativitas). 3. Sarana dan Prasarana Laptop Proyektor / Infokus Bahan ajar dan LKPD Alternatif: Spidol Papan tulis 4. Target Peserta Didik Peserta didik dengan kemampuan berbeda, berdasarkan minat dan bakat Peserta didik dengan kesulitan belajar Peserta didik berpencapaian tinggi 5. Model/metode Pembelajaran yang Digunakan Model Pembelajaran: PBL dan Berdiferensiasi Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Virtual Lab, Pembelajaran Berbasis Digital, Diskusi Kelompok. B. KOMPONEN INTI a. Tujuan Pembelajaran 10.5 Peserta didik mampu mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan keterampilan proses dalam pengukuran, perubahan iklim dan pemanasan global, pencemaran lingkungan, energi alternatif, dan pemanfaatannya.
3 Elemen CP yang dituju : Pemahaman Sains dan Keterampilan Proses Pemahaman Sains Mendeskripsikan pengertian pemanasan global. Menganalisis penyebab pemanasan global. Menganalisis dampak pemanasan global. Menciptakan solusi mengatasi pemanasan global. Mengevaluasi hasil kesepakatan dunia internasional. Keterampilan Proses Mengamati fenomena pemanasan global melalui media belajar digital. Menyelidiki penyebab meningkatnya pemanasan global. Menciptakan produk hasil pemahaman mengenai pemanasan global. Merefleksikan pembelajaran pemanasan global terhadap kehidupan sehari-hari. b. Pengetahuan Prasyarat Peserta didik sudah memahami konsep energi terbarukan dan tidak terbarukan. c. Pemahaman bermakna CFC atau klorofluorokarbon merupakan senyawa kimia yang terdiri atas atom karbon, klorin, dan fluorin, yang digunakan pada alat pendingin seperti AC dan kulkas, juga dalam hair spray, parfum, pembasmi nyamuk serta pengharum ruangan. Efek rumah kaca adalah terperangkapnya panas yang seharusnya dipantulkan oleh bumi karena adanya kadar gas rumah kaca yang meningkat. Gas rumah kaca adalah karbon dioksida (CO2), uap air (H2O), Metana (CH4), klorofluorokarbon (CFC), dinitrogen oksida (N2O), dan ozon (O3). IPCC merupakan salah satu badan internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibentuk sebagai reaksi untuk mengurangi penggunaan gas rumah kaca. Protokol Kyoto adalah perjanjian internasional yang mengikat negaranegara industri untuk menekan emisi gas rumah kaca. d. Pertanyaan pemantik Apa dampak buruk penggunaan pendingin ruangan, kulkas hingga peternakan terhadap bumi? e. Kegiatan pembelajaran a. Pertemuan Pertama Persiapan pembelajaran: Sarana dan prasarana: Laptop, dan proyektor. Media ajar digital: https://anyflip.com/rdhwi/gzxf/basic Kuis digital mengenai pemanasan global: https://kahoot.it/challenge/05250483?challenge-id=e91558ad-f2b5- 4e41-b0b5-8f06c94f1d17_1678863525902
4 Aktivitas Guru Aktivitas dan Pengaturan Peserta Didik Pembukaan (durasi 15 menit) Pengaturan Peserta Didik: Klasikal 1. Mengucapkan salam dan menyapa peserta didik 2. Memeriksa kehadiran, kesiapan peserta didik dan pembiasaan 3. Menceritakan dan menanyakan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan aplikasi energi dalam kehidupan sehari-hari Apersepsi: Jika pintu dan jendela ruangan kelas ini kita tutup rapat, apa yang kalian rasakan? Apa solusinya? 4. Menyampaikan judul materi dan tujuan pembelajaran. 1. Menjawab salam dan berdoa secara klasikal. 2. Melakukan absensi. 3. Menjawab pertanyaan guru. 4. Mendengarkan tujuan pembelajaran dengan tertib. Kegiatan Inti (60 menit) Fase 1: Orientasi pada Masalah 5. Memancing rasa ingin tahu peserta didik melalui pertanyaan pemantik: “Machiko mengendarai sebuah mobil untuk belanja kebutuhan bulanan. Sesampainya di supermarket, Machiko memarkirkan mobilnya. Setelah 30 menit berbelanja, Machiko kembali ke mobilnya, dan ketika pintu mobil dibuka kondisi dalam mobil terasa sangat panas. Mengapa demikian?” Fase 2: Mengorganisasi peserta didik 6. Membagikan media pembelajaran digital anyflip. 7. Menjelaskan instruksi kegiatan dengan rinci. Fase 3: Membimbing Penyelidikan 8. Mendorong peserta didik melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi. Penerapan CASEL 9. Menginstruksikan peserta didik untuk melakukan teknik CASEL STOP (Stop, Take a deep breath, Observe, dan Proceed). 10. Mengamati perkembangan kinerja peserta didik. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 11. Menginstruksikan peserta didik untuk mengerjakan kuis digital melalui platform kahoot! (assessment for learning) 12. Memberikan umpan balik atau reward kepada peserta didik yang mendapat peringkat 1. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi masalah 13. Menginstruksikan peserta didik untuk menganalisis solusi dari masalah di awal pembelajaran. 5. Menjawab pertanyaan guru atau mengajukan pertanyaan lanjutan. 6. Menganalisis media pembelajaran. 7. Memerhatikan penjelasan guru. 8. Melakukan penyelidikan/pengumpulan informasi. 9. Mengikuti instruksi guru untuk melakukan teknik CASEL STOP. 10. Kembali melanjutkan penyelidikan/mengumpulkan informasi. 11. Mengerjakan kuis digital (assessment for learning). 12. Menerima umpan balik/reward dan mengapresiasi peserta didik lainnya. 13. Menjawab pertanyaan guru atas masalah pembelajaran.
5 14. Membimbing peserta didik dalam menarik kesimpulan dan menjelaskan konsep yang benar. 14. Memerhatikan dan mencatat kesimpulan serta konsep yang benar. Penutup (15 menit) 15. Membimbing peserta didik melakukan assessment as learning. 16. Mengucapkan salam penutup kepada peserta didik. 15. Melakukan assessment as learning. 16. Menjawab salam guru. b. Pertemuan kedua Persiapan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Aktivitas Guru Aktivitas dan Pengaturan Peserta Didik Pembukaan (durasi 15 menit) Pengaturan Peserta Didik: Klasikal 1. Mengucapkan salam dan menyapa peserta didik 2. Memeriksa kehadiran, kesiapan peserta didik dan pembiasaan 3. Menceritakan dan menanyakan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan aplikasi energi dalam kehidupan sehari-hari Apersepsi: Siapa disini yang punya gmail? Siapa yang rutin menghapus email yang tidak lagi digunakan? 4. Menyampaikan judul materi dan tujuan pembelajaran. 1. Menjawab salam dan berdoa secara klasikal. 2. Melakukan absensi. 3. Menjawab pertanyaan guru. 4. Mendengarkan tujuan pembelajaran dengan tertib. Kegiatan Inti (60 menit) Fase 1: Orientasi pada Masalah 5. Memancing rasa ingin tahu peserta didik melalui pertanyaan pemantik: “Bandingkan suhu pada malam hari tahun 2023 ini dengan 10 tahun sebelumnya. Menurut kalian manakah yang terasa lebih dingin?” Fase 2: Mengorganisasi peserta didik 6. Membagi peserta didik ke dalam kelompok. 7. Membagikan LKPD. 8. Menjelaskan instruksi dalam LKPD dengan rinci. Fase 3: Membimbing Penyelidikan 9. Mendorong peserta didik melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi. 10. Mengamati perkembangan kinerja peserta didik. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 5. Menjawab pertanyaan guru atau mengajukan pertanyaan lanjutan. 6. Mengikuti instruksi guru untuk bergabung dengan rekan kelompoknya. 7. Menganalisis tugas dan prosedur dalam LKPD. 8. Memerhatikan penjelasan guru. 9. Melakukan penyelidikan/eskperimen. 10. Mengumpulkan informasi secara berkelompok. 11. Mempresentasikan hasil kerja Menyiapkan alat dan bahan. Menyiapkan video tayangan mengenai penyebab pemanasan global.
6 11. Menginstruksikan kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja/karyanya di depan kelas. 12. Memberikan umpan balik atau reward kepada peserta didik. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi masalah 13. Menginstruksikan peserta didik untuk mengumpulkan LKPD. 14. Membimbing peserta didik dalam menarik kesimpulan dan menjelaskan konsep yang benar. kelompok di depan kelas. 12. Menerima umpan balik/reward dan mengapresiasi kelompok lain. 13. Mengumpulkan LKPD kepada guru. 14. Memerhatikan dan mencatat kesimpulan serta konsep yang benar. Penutup (15 menit) 15. Membimbing peserta didik melakukan assessment as learning. 16. Mengucapkan salam penutup kepada peserta didik. 15. Melakukan assessment as learning. 16. Menjawab salam guru. c. Pertemuan Ketiga Persiapan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Aktivitas Guru Aktivitas dan Pengaturan Peserta Didik Pembukaan (durasi 15 menit) Pengaturan Peserta Didik: Klasikal 1. Mengucapkan salam dan menyapa peserta didik 2. Memeriksa kehadiran, kesiapan peserta didik dan pembiasaan 3. Menceritakan dan menanyakan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan aplikasi energi dalam kehidupan sehari-hari Apersepsi: Siapa disini yang pernah ke pantai labu? Siapa yang pernah merasakan harga ikan, dan kepiting melambung drastis? 4. Menyampaikan judul materi dan tujuan pembelajaran. 1. Menjawab salam dan berdoa secara klasikal. 2. Melakukan absensi. 3. Menjawab pertanyaan guru. 4. Mendengarkan tujuan pembelajaran dengan tertib. Kegiatan Inti (60 menit) Fase 1: Orientasi pada Masalah 5. Memancing rasa ingin tahu peserta didik melalui pertanyaan pemantik: “Akhir-akhir ini harga ikan menjadi semakin tidak stabil. Contohnya ikan tongkol yang biasanya Rp35ribu perkilo bisa meningkat menjadi Rp60ribu perkilonya. Namun terkadang dapat pula turun hingga Rp25ribu perkilo. Menurut Anda, mengapa hal ini terjadi? Bagaimana hubungannya dengan 5. Menjawab pertanyaan guru atau mengajukan pertanyaan lanjutan. Menyiapkan alat dan bahan. Menyiapkan video tayangan mengenai dampak pemanasan global.
7 pemanasan global?” Fase 2: Mengorganisasi peserta didik 6. Mengoordinasikan peserta didik ke dalam kelompok. 7. Memberikan instruksi setiap kelompok untuk mencari fakta data/informasi mengenai dampak pemanasan global disertai sumber referensi terpercaya. Fase 3: Membimbing Penyelidikan 8. Membimbing setiap kelompok menyelidiki data/informasi . 9. Melakukan pengamatan Profil Pelajar Pancasila setiap peserta didik. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 10. Mendorong peserta didik untuk menyajikan hasil kerja kelompok. 11. Memberikan reward/umpan balik kepada setiap kelompok. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi masalah 12. Menginstruksikan peserta didik untuk mengumpulkan lembar kerja. 13. Membimbing peserta didik dalam menarik kesimpulan dan menjelaskan konsep yang benar. 6. Mengikuti instruksi guru untuk bergabung dengan rekan kelompoknya. 7. Mendengarkan instruksi guru dengan tertib. 8. Melakukan penyelidikan dengan berkolaborasi bersama anggota kelompok. 9. Mengumpulkan informasi secara berkelompok. 10. Mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas. 11. Menerima umpan balik/reward dan mengapresiasi kelompok lain. 12. Mengumpulkan lembar hasil kerja kepada guru. 13. Memerhatikan dan mencatat kesimpulan serta konsep yang benar. Penutup (15 menit) 14. Membimbing peserta didik melakukan assessment as learning. 15. Memberikan penugasan berdiferensiasi produk mengenai solusi mengatasi pemanasan global. 16. Mengucapkan salam penutup kepada peserta didik. 14. Melakukan assessment as learning. 15. Memerhatikan petunjuk penugasan dari guru. 16. Menjawab salam guru. d. Pertemuan Keempat Kegiatan Pembelajaran Aktivitas Guru Aktivitas dan Pengaturan Peserta Didik Pembukaan (durasi 15 menit) Pengaturan Peserta Didik: Klasikal 1. Mengucapkan salam dan menyapa peserta didik 2. Memeriksa kehadiran, kesiapan peserta didik dan pembiasaan 3. Menyampaikan judul materi dan tujuan pembelajaran. 1. Menjawab salam dan berdoa secara klasikal. 2. Melakukan absensi. 3. Mendengarkan tujuan pembelajaran dengan tertib. Kegiatan Inti (60 menit)
8 Fase 1: Orientasi pada Masalah 4. Memancing rasa ingin tahu peserta didik melalui pertanyaan pemantik: “Manusia pada umumnya mengonsumsi bahan bakar fosil untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari, seperti energi listrik dan BBM. Penggunaan bahan bakar fosil yang kurang efisien dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berlebih membuat kondisi bumi semakin mengkhawatirkan. Kesepakatan atau perjanjian internasional apa saja yang dibuat untuk mengatasi masalah ini?” Fase 2: Mengorganisasi peserta didik 5. Mengoordinasikan peserta didik ke dalam kelompok. 6. Memberikan instruksi setiap kelompok untuk mencari fakta data/informasi mengenai solusi mengatasi pemanasan global disertai sumber referensi terpercaya. Fase 3: Membimbing Penyelidikan 7. Membimbing setiap kelompok menyelidiki data/informasi . 8. Melakukan pengamatan Profil Pelajar Pancasila setiap peserta didik. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 9. Mendorong peserta didik untuk menyajikan hasil kerja kelompok. 10. Memberikan reward/umpan balik kepada setiap kelompok. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi masalah 11. Menginstruksikan peserta didik untuk mengumpulkan lembar kerja. 12. Membimbing peserta didik dalam menarik kesimpulan dan menjelaskan konsep yang benar. 4. Menjawab pertanyaan guru atau mengajukan pertanyaan lanjutan. 5. Mengikuti instruksi guru untuk bergabung dengan rekan kelompoknya. 6. Mendengarkan instruksi guru dengan tertib. 7. Melakukan penyelidikan dengan berkolaborasi bersama anggota kelompok. 8. Mengumpulkan informasi secara berkelompok. 9. Mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas. 10. Menerima umpan balik/reward dan mengapresiasi kelompok lain. 11. Mengumpulkan lembar hasil kerja kepada guru. 12. Memerhatikan dan mencatat kesimpulan serta konsep yang benar. Penutup (15 menit) 13. Membimbing peserta didik melakukan assessment as learning. 14. Mengucapkan salam penutup kepada peserta didik. 13. Melakukan assessment as learning. 14. Menjawab salam guru. f. Perangkat Asesmen a. Asesmen Formatif i. Pretest 1) Planet Mars memiliki atmosfer yang tipis. Suhu di permukan planet ini dapat mencapai...
9 a. -25⁰C b. -30⁰C c. -50⁰C d. -15⁰C 2) Efek gas rumah kaca tidak memiliki dampak positif bagi Bumi. [BENAR/SALAH] 3) Gas-gas berikut merupakan penyebab pemanasan global, kecuali... a. CO2 b. CH4 c. H2O d. CFC 4) Hal yang mengakibatkan suhu di permukaan Bumi tetap hangat adalah efek rumah kaca. [BENAR/SALAH] 5) Penggunaan alat listrik di bawah ini mengakibatkan peningkatan gas rumah kaca berupa gas.... a. CFC b. CH4 c. NO2 d. SO2 6) Berhenti atau mengurangi konsumsi daging merupakan salah satu upaya pencegahan pemanasan global. [BENAR/SALAH] 7) Di bawah ini merupakan upaya mengurangi emisi gas karbon dioksida (CO2), kecuali.... 8) Emisi gas pembakaran kendaraan bermotor merupakan penyumbang gas rumah kaca terbesar. [BENAR/SALAH] 9) Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca yang 23 kali lebih buruk dari CO2. [BENAR/SALAH] 10) Yang bukan merupakan bukti dari bahaya pemanasan global adalah... a. Bencana alam seperti banjir dan longsor b. Es di kutub mencair c. Krisis air bersih d. Meningkatnya penggunaan biomassa ii. Postest 1) Gas rumah kaca yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2 adalah... a. NO b. H2O c. CH4 d. CFC 2) Industri pupuk merupakan salah satu industri yang mengakibatkan pemanasan global. [BENAR/SALAH] 3) Gas-gas berikut merupakan penyebab pemanasan global, kecuali... a. NO b. H2S c. CFC d. CH4 4) Volume es kutub di utara pada tahun 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada pada empat tahun sebelumnya. [BENAR/SALAH] 5) Penggunaan kulkas mengakibatkan peningkatan gas rumah kaca berupa gas.... a. CH4 b. NO c. CO2 d. CFC 6) Menghapus atau mengosongkan kotak pesan pada akun email merupakan salah satu tindakan penanggulangan pemanasan global [BENAR/SALAH] 7) Berikut ini yang merupakan dampak pemanasan global dalam kehidupan
10 sehari-hari, kecuali.... a. Kebakaran hutan di NTT pada tahun 2019. b. Banjir bandang di Sembahe, Sumut. c. Kebakaran hutan di Kalteng pada tahun 2021. d. Kenaikan harga ikan/seafood di Pantai Labu 8) Gerakan 3R merupakan salah satu contoh penanggulangan pemanasan global. [BENAR/SALAH] 9) Pemakaian seluruh alat transportasi bermotor di dunia jika digabungkan hanya menghasilkan 13 % gas rumah kaca. [BENAR/SALAH] 10) Berikut ini yang termasuk perjanjian internasional terkait pemanasan global adalah... a. Perjanjian Linggarjati b. Konvensi ILO c. Protokol Kyoto d. International Convention on the Suppression of Acts of Nuclear Terrorism b. Asesmen Keterampilan Proses 1. Tabel Asesmen Keterampilan No. Nama Keterampilan Jumlah Keterangan 1 2 3 4 5 2. Indikator Keterampilan No. Ketr. Profil Indikator 1 Mengamati Menggunakan satu atau lebih indera untuk mengumpulkan informasi tentang objek/peristiwa Menunjukkan pengamatan perbedaan dan persamaan antara objek Mencocokan objek pengamatan dengan deskripsi/penjelasan yang telah diberikan Mengidentifikasi karakteristik objek (bentuk, warna, ukuran, dan tekstur) 2 Bertanya Mengajukan pertanyaan Meminta penjelasan Mengajukan pertanyaan mengaitkan dengan latar belakang 3 Memprediksi Menggunakan fakta-fakta untuk merumuskan urutan proses berikutnya Menggunakan pola/ hubungan untuk memperhitungkan kasus dimana tidak ada informasi terkumpul Meramal peristiswa/ kejadian berdasarkan observasi/ pengalaman sebelumnya/ pola tertentu dari data yang terpercaya
11 3. Kriteria Penskoran Kategori Skor Lima indikator terpenuhi 5 Empat indikator terpenuhi 4 Tiga indikator terpenuhi 3 Dua indikator terpenuhi 2 Satu indikator terpenuhi 1 c. Asesmen Sikap 1) Tabel Asesmen Sikap No. Nama Sikap Jumlah Keterangan 1 2 3 4 5 2) Indikator Sikap 4 Eksperimen Mengidentifikasi apa yang diukur/ dibandingkan dalam investigasi yang diberikan Memilih disain yang sesuai investigasi untuk menguji hipotesis Mengenali batasan metode dan alat yang digunakan dalam eksperimen, misalnya error eksperimen Menggunakan prosedur yang aman selama melakukan investigasi Menggunakan peralatan yang sesuai 5. Mengkomunikasikan Memutuskan langkah terbaik dari informasi yang menampilkan jenis tertentu Mengubah informasi dalam bentuk lain, seperti grafik, tabel, dan diagram Membaca informasi yang diberikan dalam bentuk grafik, tabel, dll Menyampaikan dengan sistematika yang jelas No.Sikap Profil Indikator 1 Bernalar Kritis Mengajukan pertanyaan Mengidentifikasi dengan panca indera Mengolah informasi dan gagasan Merefleksi pemikirannya sendiri 2 Mandiri Memiliki inisiatif Kepercayaan diri Disiplin Bertanggung jawab
12 3) Kriteria Penskoran Kategori Skor Lima indikator terpenuhi 5 Empat indikator terpenuhi 4 Tiga indikator terpenuhi 3 Dua indikator terpenuhi 2 Satu indikator terpenuhi 1 B. Penilaian Karya Kriteria Penilaian Karya 1) Ketepatan waktu pengumpulan o Tepat waktu (skor 30) o Dikumpulkan melebihi batas waktu (skor 20) 2) Kesesuaian isi konten dengan materi o Konten berisi materi yang berkaitan (skor 40) o Konten berisi materi yang agak berkaitan (skor 30) o Konten berisi materi yang tidak berkaitan (skor 20) 3) Kebenaran materi yang dimasukkan/dijelaskan dalam karya o Materi benar (skor 30) o Terdapat kesalahan minor dalam materi (skor 25) o Terdapat kesalahan mayor dalam materi (skor 20) 7. Pengayaan dan remedial a. Aktivitas Pengayaan 1. Setelah melakukan refleksi dan evaluasi selama proses dan pasca pembelajaran, maka kepada peserta didik yang telah paham dan mampu mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilannya diberikan pengayaan dengan memberikan tugas tambahan dalam bentuk projek 2. Setelah melakukan refleksi dan evaluasi selama proses dan pasca pembelajaran, 3 Bergotong royong Bekerja sama Berkomunikasi positif Tanggap terhadap keadaan Mau berbagi hal-hal positif 4 Kreatif Memperkaya gagasan yang ada Luwes dalam berpikir Memunculkan kebaruan 5 Akhlak Mulia Menjaga lingkungan Menjaga integritas Merawat diri Menghargai orang lain
13 maka kepada peserta didik yang belum mampu mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilannya diberikan pendampingan dalam bentuk remedial oleh guru dan teman sebaya. b. Aktivitas Remedial Untuk Peserta Didik yang agak kesulitan dengan pembelajaran, dilakukan penguatan pada konsep utama dengan cara diskusi terbatas. Bagi yang memiliki kesulitan dalam perhitungan atau hubungan matematis, pencapaian kegiatan belajar dapat diganti dengan membuat karya semacam komik, poster, esai, puisi, ataupun lagu dengan mengambil konteks pembelajaran yang dikaitkan dengan keseharian. Misalnya, membuat komik bercerita tentang sulitnya menghentikan kebiasaan buruk, dianalogikan dengan faktor massa dan kecepatan benda yang membuatnya sulit dihentikan. 8. Refleksi Guru dan Peserta Didik i. Refleksi Guru 1. Apakah pelaksanaan kegiatan sudah sesuai perencanaan? 2. Apa yang dirasakan baik dari pembelajaran hari ini? 3. Kesulitan apa saja yang dihadapi? 4. Apa tahapan kegiatan pembelajaran yang perlu mendapat perhatian khusus? 5. Apakah saya mampu mengidentifikasi Peserta Didik yang perlu mendapat perhatian khusus? 6. Apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran berikutnya? ii. Refleksi Peserta Didik 1. Apakah saya memahami materi pembelajaran hari ini? 2. Hal apa yang telah saya pelajari dari pembelajaran hari ini? 3. Apakah petunjuk pembelajaran jelas untuk diikuti? 4. Bagian mana dari pembelajaran ini yang paling saya sukai? 5. Apakah saya merasa telah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik? 6. Apakah saya mengalami kesulitan untuk mengikuti pembelajaran? 7. Apa yang dapat saya lakukan untuk memperbaiki cara belajar saya?
14 C.LAMPIRAN a. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 1. Lembar Kerja Peserta Didik-1 (e-LKPD Pertemuan Kedua) Dapat diakses melalui tautan berikut ini: https://www.liveworksheets.com/worksheets/id/Ilmu_Pengetahuan_Alam_(IPA)/Pem anasan_global/LKPD_pemanasan_global_efek_rumah_kaca_sd2574992rb 2. Lembar Kerja Peserta Didik-2 (Pertemuan Ketiga) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD-2) DAMPAK PEMANASAN GLOBAL Nama Anggota Kelompok : Kelas : 1. 4. 2. 5. 3. 6. Pada aktivitas LKPD, kita akan belajar tentang: 1. Dampak pemanasan global. 2. Bukti dampak pemanasan global. 3. Fakta/informasi dampak pemanasan global dari sumber terpercaya. A. Orientasi pada Masalah “Akhir-akhir ini harga ikan menjadi semakin tidak stabil. Contohnya ikan tongkol yang biasanya Rp35ribu perkilo bisa meningkat menjadi Rp60ribu perkilonya. Namun terkadang dapat pula turun hingga Rp25ribu perkilo. Menurut Anda, mengapa hal ini terjadi? Bagaimana hubungannya dengan pemanasan global?” Tuangkan jawaban kelompok Anda pada bagian D. Kesimpulan. B. Dampak Pemanasan Global Emisi gas rumah kaca yang berlebihan mengakibatkan peningkatan suhu dari waktu ke waktu. Peningkatan suhu permukaan bumi yang terus-menerus ini mengubah pola cuaca dan mengganggu keseimbangan alam. Hal ini menimbulkan banyak risiko bagi manusia dan seluruh makhluk hidup lainnya di Bumi. C. Analisis Dampak Pemanasan Global Carilah bersama anggota kelompok Anda informasi atau fenomena akurat mengenai dampak pemanasan global! Sertakan sumber atau referensinya di kolom berikut.
15 D. KESIMPULAN Tuliskan jawaban dan kesimpulan Anda dari pertanyaan bagian A. Orientasi pada Masalah. b. Materi Ajar Perubahan akhir akibat terjadinya pemanasan global sudah menjadi kosakata umum dalam percakapan masyarakat sehari-hari terutama di kalangan ilmuwan. Namun, fenomena ini masih belum dipahami secara tepat oleh masyarakat sehingga tidak jarang terjadi kesalahpahaman atau kesulitan dalam membedakan antara perubahan iklim dengan variasi iklim yang kadang-kadang terjadi dengan gejala yang agak ekstrem. Seperti yang sudah sering kita alami adanya musim kemarau atau musim penghujan yang sangat panjang. Menghangatnya isu pemanasan global ini, mengingat timbulnya dampak yang sangat besar terhadap kehidupan di dunia yang diduga menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim dunia dengan berbagai akibat yang ditimbulkannya. Pemanasan global suatu fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan. Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer, terutama gas karbon dioksida (CO2). Gas CO2 ini yang menjadi biang keladi dari terjadinya pemanasan global melalui proses yang disebut efek rumah kaca. 1. Efek Rumah Kaca Tahukan Anda apakah sumber energi yang terdapat di Bumi? Sumber energi di bumi berasal dari matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer Bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
16 Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu ratarata sebesar 15°C (59°F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33°C (59°F) dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gasgas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global. Efek rumah kaca merupakan gambaran awal mengenai bagaimana dampak pemanasan global akan menimpa bumi dan segenap isinya. 2. Penyebab Pemanasan Global Pemanasan global (global warming) atau sekarang lebih dikenal sebagai perubahan iklim global (climate change) adalah memanasnya iklim bumi secara umum. Memanasnya bumi telah diobservasi peneliti sejak tahun 1950-an dan terus bertambah panas sejak itu. Selain bertambah panas dari tahun ke tahun, di beberapa wilayah di bumi mengalami perubahan cuaca yang ekstrim. Oleh karena itulah fenomena ini disebut juga sebagai perubahan iklim global (climate change). Penyebab pemanasan global secara langsung berkaitan dengan efek rumah kaca. Jika gas-gas rumah kaca makin meningkat jumlahnya di atmosfer, maka efek pemanasan global akan semakin signifikan. Sejak revolusi industri, gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida, methana, dan gas berbahaya lainnya menjadi semakin bertambah di atmosfer sehingga konsentrasinya makin meningkat akibat ulah manusia. Berikut ini dijabarkan secara lebih detail mengenai penyebab-penyebab langsung maupun tidak langsung yang mengakibatkan pemanasan global: a. Bertambahnya gas-gas rumah kaca di atmosfer yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca secara global; setiap penyebab bertambahnya efek rumah kaca juga berkontribusi langsung terhadap pemanasan global seperti: 1) Energi; karena hampir sebagian besar pembangkit listrik di dunia menggunakan minyak bumi dan batu bara, maka tentu saja aspek ini berpengaruh sangat besar terhadap pemanasan global karena permintaan listrik sangatlah tinggi dan makin meninggi setiap tahun yang pada saat ini, konstribusi terhadap pemanasan global sekitar seperempatnya. 2) Transportasi; karena hampir seluruh sistem transportasi menggunakan bahan bakar fosil, maka semakin banyak orang yang memakai kendaraan pribadi akan berdampak pada peningkatan gas karbon dioksida di atmosfer yang saat ini berkonstribusi sebesar 20% terhadap pemanasan global. 3) Industri peternakan sapi; industri peternakan sapi menghasilkan gas methana yang sangat besar ke atmosfer. Gas-gas ini dihasilkan dari kentut sapi dan kotoran sapi yang diproduksi oleh bakteri pengurai selulosa di perut sapi. Hampir setengah dari penyebab pemanasan global disebabkan oleh hal ini karena masifnya industri ini di seluruh dunia karena konsumsi susu dan daging sapi oleh manusia yang begitu besar. 4) Industri pertanian; pupuk yang digunakan dalam pertanian melepaskan gas nitrous oxide ke atmosfer yang merupakan gas rumah kaca. 5) Limbah industri dan tambang industri seperti pabrik semen, pabrik pupuk, dan penambangan batu baru serta minyak bumi memproduksi gas rumah kaca seperti karbon dioksida. 6) Limbah rumah tangga; limbah rumah tangga menghasilkan gas methana dan karbon dioksida yang dihasilkan dari bakteri-bakteri pengurai sampah. b. Pencemaran laut; lautan dapat menyerap karbon dioksida dalam jumlah yang besar, akan tetapi akibat pencemaran laut oleh limbah industri dan sampah, laut menjadi tercemar sehingga banyak ekosistem di dalamnya yang musnah, yang
17 menyebabkan laut tidak dapat menyerap karbon dioksida lagi. c. Penebangan dan pembakaran hutan; penebangan dan pembakaran hutan sangat berdampak buruk karena hutan dapat menyerap karbon dioksida di atmosfer. d. Mencairnya es di kutub; permukaan es berwarna putih dapat memantulkan lebih dari 60% sinar matahari, akan tetapi jika semakin banyak es yang mencair, maka sinar matahari tidak dipantulkan seperti sebelumnya karena lautan hanya dapat memantulkan sinar matahari sepersepuluhnya saja. 3. Dampak Pemanasan Global Dampak pemanasan global secara umum adalah terjadinya peningkatan suhu ratarata di bumi. Namun, ada banyak sekali dampak yang terjadi akibat pemanasan global tersebut, baik itu iklim dan cuaca, peningkatan air laut, ekosistem, dan lainlain. Berikut ini adalah beberapa dampak pemanasan global: 1) Perubahan Iklim dan Cuaca Pemanasan Global mengakibatkan terjadinya perubahan iklim dan cuaca di berbagai penjuru dunia. Hal ini dikarenakan kondisi atmosfir yang berubah di berbagai lokasi akibat pemanasan global tersebut. Perubahan iklim membuat terjadinya perubahan musim juga siklus musim di berbagai wilayah bumi akan mengalami perubahan atau menjadi tak tentu. Hal ini menyebabkan banyak masalah bagi manusia, misalnya perubahan musim hujan dan musim kemarau. Dampak pergantian musim ini juga terjadi pada industri pertanian dan peternakan. Musim tanam dan musim panen yang tidak jelas akan mengakibatkan hasil pertanian dan peternakan menjadi menurun. 2) Hujan Asam Asap hasil pembakaran batubara dan minyak akan menghasilkan emisi sulfur oksida dan nitrogen oksida. Ketika kedua gas tersebut bereaksi di udara maka akan menghasilkan asam nitrat, asam sulfat. Inilah yang kemudian mengakibatkan terjadinya hujan asam. Hujan asam ini dapat mengakibatkan kerusakan pada benda-benda logam, merusak tanaman, mengakibatkan kesulitan bernafas, dan lain sebagainya. 3) Es Kutub Utara dan Selatan Mencair Sebagian besar area kutub utara dan selatan tertutup oleh es yang dapat memantulkan cahaya matahari. Pemanasan global akan membuat es di kutub utara dan selatan mencair. Jika es di kutub utara dan selatan terus mencair maka panas matahari akan semakin banyak terserap dan menimbulkan panas. Selain itu, percepatan mencairnya es akan membuat berbagai binatang di kutub utara dan selatan kehilangan habitatnya. 4) Permukaan Laut Naik Es yang mencari dari kutub utara dan selatan akan mengalir menuju laut. Pada akhirnya permukaan air laut akan semakin tinggi secara perlahan-lahan. Menurut beberapa ilmuwan, sepanjang abad 20 permukaan air laut telah naik hingga 25 cm. Dan diperkirakan permukaan air laut akan terus naik hingga mencapai 88 cm. Hal ini tentu saja akan membuat area daratan di permukaan bumi semakin berkurang. 5) Ekologis Terganggu Pemanasan global berdampak besar bagi semua mahluk hidup, termasuk hewan dan tumbuhan. Aktivitas manusia yang mengakibatkan pemanasan global akan membuat banyak hewan melakukan migrasi ke tempat lain. Tumbuhantumbuhan di suatu daerah bisa hilang atau mati karena iklimnya sudah tidak sesuai dengan habitat aslinya.
18 6) Lapisan Ozon Menipis Lapisan ozon merupakan lapisan yang menyelimuti bumi sehingga tidak terkena radiasi langsung dari sinar matahari. Pemanasan global mengakibatkan lapisan ozon ini semakin menipis bahkan rusak. Dampak dari kerusakan lapisan ozon ini adalah sinar matahari yang langsung mengenai kulit manusia. Sinar ultraviolet yang langsung mengenai kulit dapat mengakibatkan penyakit kulit hingga kanker kulit. 4. Cara Mengatasi Pemanasan Global Pemanasan global dapat diatasi dengan tindakan nyata oleh semua umat manusia di berbagai penjuru dunia. Eksploitasi alam yang selama ini dilakukan harus dikendalikan dengan baik. Mengacu pada pengertian pemanasan global di atas, berikut ini adalah beberapa upaya sederhana untuk mengatasinya: a. Mengurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor Kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan manusia saat ini sebagai alat transportasi. Namun, kita sering lupa bahwa asap kendaraan bermotor menyumbang CO2 yang mengakibatkan pemanasan global. Untuk mencegah pemanasan global, kita bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menggunakan angkutan massal. Dengan begitu, polusi udara akan berkurang dan dapat membantu mengatasi pemanasan global. b. Menjaga Kelestarian Alam Eksploitasi hasil alam yang berlebihan lebih banyak merugikan ketimbang menguntungkan untuk jangka panjang. Penebangan dan pembakaran hutan untuk membuka lahan sudah seharusnya dikendalikan atau dihentikan. Menanam kembali pohon di lahan yang dibakar/ditebang merupakan langkah konkrit yang bisa dilakukan untuk mengatasi pemanasan global. c. Mengontrol Pemakaian Listrik Penggunaan listrik yang berlebihan juga dapat menimbulkan pemanasan global. Hal ini terkesan sangat sepele namun dampaknya sangat besar. Lampu- lampu dan peralatan listrik dapat mengeluarkan panas. Bayangkan berapa besar panas yang dikeluarkan bila seluruh manusia di bumi menggunakan listrik secara berlebihan. Selain membantu mengatasi pemanasan global, dengan mengontrol pemakaian listrik maka kita akan lebih hemat energi dan hemat biaya. d. Mengendalikan Limbah Limbah dapat mengeluarkan gas berbahaya ke udara. Gas berbahaya ini selain menimbulkan bau busuk, juga dapat menyebabkan efek rumah kaca yang menyebabkan panas matahari terperangkap di permukaan bumi. Dengan mengendalikan limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri, maka hal ini dapat membantu mengatasi pemanasan global. 5. Perjanjian Internasional Kerja sama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Ada dua perjanjian internasional terkait untuk menghadapi masalah gas rumah kaca yaitu Protokol Montreal dan Protokol Kyoto. Perjanjian internasional yang pertama yaitu Protokol Montreal adalah sebuah traktat internasional yang dirancang untuk melindungi lapisan ozon dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini bertanggung jawab atas berkurangnya lapisan ozon. Traktat ini terbuka untuk ditandatangani pada 16 September 1987 dan berlaku sejak 1 Januari 1989. Sejak itu, traktat ini telah mengalami lima kali revisi yaitu pada 1990 di London, 1992 di Kopenhagen, 1995 di Vienna, 1997 di Montreal dan 1999 di Beijing. Protokol Montreal merupakan perjanjian antarbangsa yang dibentuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan bertanggung jawab untuk menghentikan penggunaan zat berbahaya yang mengikis ozon, seperti klorofluorokarbon (CFC) dan hidrofluorokarbon (HCFC). Negara-
19 negara yang meratifikasi Amandemen Kigali pada protokol montreal berkomitmen memangkas proyeksi produksi dan konsumsi gas yang dikenal dengan hydrofluorocarbons (HFCs) lebih dari 80 persen. Sejauh ini 99 negara telah memulainya dari total 197 negara. Perjanjian internasional yang kedua yaitu Protokol Kyoto adalah sebuah amendemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), sebuah persetujuan internasional tentang pemanasan global yang disepakati pada tahun 1997 di Jepang yang disepakatii 160 negara. Negara-negara yang meratifikasi protokol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca lainnya, atau bekerja sama dalam perdagangan emisi jika mereka menjaga jumlah atau menambah emisi gas-gas tersebut, yang telah dikaitkan dengan pemanasan global. Temuan ini menjadi krusial saat seluruh dunia baru-baru ini dibuat cemas oleh pesan dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim atau Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Oktober 2018, IPCC menyatakan temuan bahwa dunia hanya punya waktu 12 tahun untuk membatasi pemanasan global pada level 1,5 derajat celcius. Jika di atas angka itu akan membawa dampak ekstrim yang luas pada kehidupan manusia dan ekosistem. c. Sumber referensi belajar guru dan peserta didik Sumber bacaan untuk memperkaya pengetahuan guru dan peserta Didik tentang materi pembelajaran. Peserta Didik Guru Ni Ketut Lasmi. 2021. IPA FISIKA untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga. Ramlan, Mohamad. 2002. PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING). Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol.3, No. 1 Januari 2002 : 30-32. Ayuk Ratna Puspaningsih, Elizabeth Tjahjadarmawan, Niken Resminingpuri Krisdianti. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam SMA Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. d. Daftar Pustaka Kanginan, Marthen. 2016. Fisika Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga. Subagia, Hari, Taranggono Agus. 2007. Sains FISIKA 2. Jakarta: Bumi Aksara. Lasmi, Ni Ketut. 2015. Seri Pendalaman Materi (SPM) Fisika. Bandung: Penerbit Esis Riyanto. 2007. STRATEGI MENGATASI PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING). Semarang: Jurnal Unimus VALUE ADDED, Vol.3, No.2, Maret 2007 – Agustus 2007. Surya, Yohanes. 1996. Olimpiade Fisika SMU Caturwulan Kedua Kelas 1. Jakarta: Penerbit PTPrimatika Cipta Ilmu. e. Glosarium Efek rumah kaca : peristiwa terperangkapnya panas di bumi akibat kondisi atmosfer. Biomassa : bahan organik yang bisa berasal dari hewan atau tumbuhan. Gas rumah kaca : gas yang mengakibatkan efek rumah kaca Iklim : kondisi cuaca di wilayah tertentu dalam periode waktu yang lama.