The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Prinsip-Prinsip Ergonomi utk HFE 2023

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by JULIAN AMRIWIJAYA, 2023-09-11 21:40:10

Prinsip Ergonomi Utk HFE

Prinsip-Prinsip Ergonomi utk HFE 2023

Prinsip-Prinsip E R G O N O M I Drs. Sunggoro Tri Rahardjo, M.Si, Psikolog Julian Amriwijaya Fakultas Psikologi Unpad Agustus 2023


DEFINISI Ergonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ergon (kerja) dan Nomos (norma/ aturan) Arti kata Ergonomi adalah norma atau aturan kerja Ergonomi merupakan usaha menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap pekerja untuk mencapai produktivitas dan efisiensi semaksimal mungkin


DEFINISI Ergonomi merupakan penerapan ilmu biologi ttg manusia bersama dgn ilmu teknik dan teknologi perencanaan kerja untuk mencapai kesesuaian secara optimal antara manusia dgn pekerjaanya untuk mencapai produktivitas, efisiensi kerja dan kesejahteraan kerja yg setinggi-tingginya.


RUANG LINGKUP Pengaturan kerja fisik Perbaikan efisiensi kerja Penyesuaian mesin terhadap operator Konsumsi kalori sesuai dgn jenis pekerjaan Pencegahan kelelahan Pengorganisasian kerja yang tepat Menciptakan lingk. kerja yg mendukung efisiensi kerja


MANFAAT Penerapan prinsip-prinsip Ergonomi pada berbagai jenis pekerjaan telah terbukti secara nyata menaikkan : Produktivitas Peningkatan K3 Perbaikan kualitas produk


NORMA PENERAPAN ERGONOMI Diperlukan norma Ergonomi yang sesuai dgn kenyataan di lapangan, meliputi : Pembebanan kerja fisik Sikap tubuh dalam bekerja Mengangkat dan mengangkut Olah raga dan kesegaran jasmani Musik dan dekorasi Lingkungan kerja Dan lain-lain


PEMBEBANAN KERJA FISIK Perlu diperhatikan kondisi fisik manusia Indonesia, Iklim tropis, keadaan sosialekonomi dan tingkat kesehatan yg belum memuaskan; Pembebanan fisik tidak melebihi 30-40 % kemampuan kerja maksimum dalam waktu 8 jam kerja per hari; Pembebanan yg lebih berat diperkenankan dalam waktu yg lebih singkat dan istirahat yg sesuai


Rekomendasi Dalam hal beban fisik mengangkat dan mengangkut, batas berat beban yang diperkenankan adalah 40 Kg; Apabila mengangkat dan mengangkut dikerjakan lebih dari sekali, maka beban maksimum tsb harus disesuaikan


Pendekatan Praktis Dipergunakan pengukuran denyut nadi yg diusahakan tidak melebihi 30-40 kali permenit diatas denyut nadi sebelum bekerja; Dengan kriteria ini pekerja mampu bekerja 8 jam/hari atau 40 jam/minggu; Bila denyut nadi melebihi kriteria tsb, maka lama jam kerja harus dikurangi.


SIKAP TUBUH DALAM BEKERJA Harus merupakan sikap Ergonomik (sikap duduk atau berdiri), shg dicapai efisiensi kerja dan produktivitas yg optimal dgn memberikan rasa nyaman dalam bekerja; Sikap tubuh yg tidak alamiah harus dihindari, kalau tidak bisa maka beban statis diusahakan sekecil-kecilnya


Tempat Duduk Mendapatkan kedudukan yg mantap; Memberikan relaksasi otot yg dipakai untuk bekerja; Tidak mengalami penekanan pd bag tubuh yg mengganggu sirkulasi darah dan sensibilitas;


Ukuran Antropometri (Ukuran tubuh manusia dan bagian-nya) Panjang tungkai bawah Panjang tungkai atas Panjang lengan Lebar pinggul Lebar bahu Tinggi siku duduk


Tempat Duduk Tinggi tempat duduk < Pankaiwah (40-48 Cm) Panjang alas duduk < Pankaitas (40 Cm) Lebar tempat duduk > Bargul (40-44 Cm) Sandaran pinggang : atas tidak melebihi tulang belikat dan bawah setinggi garis pinggul Sandaran tangan > Bargul dan < Barhu Sudut alas duduk horizontal


Meja Kerja Tinggi = Gikuduk (68-74 Cm dari lantai) Tebal : beri kebebasan gerak pada kaki Permukaan : rata dan tidak menyilaukan Lebar meja < Panleng (80 Cm)


Luas Pandangan Daerah pandangan adalah 0-30 derajat vertikal ke bawah dan 0-50 derajat horizontal ke kanan dan ke kiri; Obyek diletakkan pada jarak lihat yang optimal untuk ketajaman mata; Tinggi huruf adalah 1/200 dari jarak baca dalam milimeter.


MENGANGKAT DAN MENGANGKUT Faktor yang mempengaruhi : Beban, jarak angkut dan intensitas pembebanan; Kondisi lingkungan kerja : licin atau kasar, naik atau turun; Ketrampilan bekerja; Peralatan kerja serta keamanannya


Cara Mengangkat dan Mengangkut Harus memenuhi 2 prinsip kinetik utama : 1. Beban diusahakan menekan pada otot tungkai yang kuat dan sebanyak mungkin otot tulang belakang yang lebih lemah dibebaskan dari pembebanan; 2. Momentum gerak badan dimanfaatkan untuk mengawali gerakan.


SPINE


Penerapan Prinsip Kinetik Pegangan harus tepat; Lengan harus berada sedekat-dekatnya dengan badan dan dalam posisi lurus; Punggung harus diluruskan; Dagu ditarik segera setelah kepala bisa ditegakkan lagi pada permulaan gerakan; Posisi kaki mengimbangi momentum yang terjadi dalam posisi mengangkat; Berat badan dimanfaatkan untuk (1) menarik dan mendorong; (2) gaya gerak dan keseimbangan; Beban sedekat mungkin grs vertikal gravitasi tb.


RUPTURED DISC


never lift heavy loads alone Examine the load (object) and assure for a firm grip Adopt a posture which ensures a good body balance Wear the right clothing and footwear


LIFTING - LOWERING - CARRYING Reduce the horizontal distance between the load and the body Keep the back straight and lock the spine


Lift with the legs Never rotate the trunk during lifting


Untuk efisiensi dan kenyamanan kerja, hendaknya dihindari sejauh mungkin bahwa manusia dipakai sebagai alat utama untuk kegiatan mengangkat dan mengangkut


PRINSIP MENGANGKAT DAN MENGANGKUT Persiapan mengangkat dan mengangkut secara manual : Try to eliminate or to reduce Any kind of manual handling and make use of proper equipment


OLAH RAGA & KESEGARAN JASMANI Perlu pembinaan kesegaran jasmani karena penting untuk kesehatan dan produktivitas; Pelaksanaan olah raga dan kesegaran jasmani disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kebutuhan perusahaan; Dikaitkan dengan pembinaan kesehatan dan kesejahteraan sejak pegawai baru Seleksi penerimaan pegawai baru disertai test kesegaran jasmani


MUSIK DAN DEKORASI Musik dan dekorasi yg tepat termasuk tata warna dapat meningkatkan kegairahan dan produktivitas kerja Musik disesuaikan dgn jenis pekerjaan Dekorasi termasuk tata warna berhub dgn jenis pekerjaan dan sifat warna memberi kesan jarak, psikis dan suhu.


LINGKUNGAN KERJA Harus memberi ruang gerak secukupnya bagi tubuh dan anggota badan; Tempat duduk, tangkai dan tombol pelayanan, alat penunjuk, dll diatur sedemikian rupa shg memungkinkan pelayanan efisien dan sikap tubuh yg wajar; Iklim ditempat kerja diatur supaya nyaman; Diutamakan ventilasi alamiah; Penerangan disesuaikan dgn jenis pekerjaan.


LAIN LAIN Waktu kerja dan istirahat hrs sesuai dgn peraturan yg berlaku; Tambahan waktu kerja diimbangi dgn tambahan waktu istirahat; Pembangunan gedung dan fasilitasnya hrs bertalian dgn Ergonomi sejak fase perencanaan; Penerapan Ergonomi dlm bentuk sikap tubuh, tata cara dan perencanaan kerja yg tepat adalah syarat penting efisiensi dan produktivitas kerja; Mesin industri disesuaikan dgn bentuk dan ukuran karyawan/operatornya.


Click to View FlipBook Version