PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL)
VIA WHATSAPP PADA MATERI STRUKTUR SEL KELAS XI SMAN 7
SAROLANGUN
Besty Millia Septi
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan PMIPA, FKIP Universitas Jambi
E-mail: [email protected]
ABSTRAK: Sistem Pendidikan Nasional menuntut semua pendidik untuk meningkatkan kualitas
mengajarnya yang dimana telah ditulisakan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 pasal 40 ayat 2. Untuk itu guru wajib menerapkan berbagai model pembelajaran yang
tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa dengan menerapkan model pembelajaran yang menarik. Salah satu model pembelajaran yang
diprediksi mampu mengatasi hal tersebut adalah model pembelajaran berbasis proyek (Project Based
Learning Model) . Model pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang berpusat pada proses,
relatif berjangka waktu, berfokus pada masalah, unit pembelajaran bermakna dengan memadukan
konsep-konsep dari sejumlah komponen baik itu pengetahuan, disiplin ilmu atau lapangan. Kegiatan
pembelajaran berlangsung secara kolaboratif dalam kelompok yang heterogen. Pembelajaran
berbasis proyek memiliki potensi untuk melatih meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa.
Penelitian dilaksanakan di kelas XI MIA 1 SMA Negeri 7 Sarolangun yang berlokasi di Sri
Pelayang, Sarolangun. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2021.
Berdasarkan hasil yang didapat dari data pengisian angket oleh peserta didik dapat dinayatakan
bahwa aplikasi berupa WhatsApp merupakan aplikasi yang paling banyak digunakan oleh peserta
didik untuk pembelajaran online.
Kata Kunci: Model Pembelajaran, Model Pembelajaran Berbasis Proyek
ABSTRACT: The National Education System requires all educators to improve the quality of their
teaching which has been written in the Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2003 Article
40 paragraph 2. For this reason, teachers are required to apply various appropriate learning
models so that learning objectives can be achieved. One way to increase student motivation to learn
is by applying an attractive learning model. One learning model that is predicted to be able to
overcome this is the project-based learning model (Project Based Learning Model). This learning
model is a process-centered, relatively time-focused, problem-focused, meaningful learning unit by
combining concepts from a number of components, be it knowledge, disciplines or the field. Learning
activities take place collaboratively in heterogeneous groups. Project-based learning has the
potential to improve student learning activity and motivation. The research was conducted in class
XI MIA 1 SMA Negeri 7 Sarolangun, located in Sri Pelayang, Sarolangun. When this research was
conducted from April to May 2021. Based on the results obtained from the questionnaire filling data
by students, it can be said that the application in the form of WhatsApp is the application most widely
used by students for online learning.
Keywords: Learning Model, Project Based Learning Model
PENDAHULUAN
Sistem Pendidikan Nasional menuntut semua pendidik untuk
meningkatkan kualitas mengajarnya yang dimana telah ditulisakan dalam Undang-
undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal 40 ayat 2. Untuk itu guru
wajib menerapkan berbagai model pembelajaran yang tepat agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai. Menurut Trianto (2007:5) model pembelajaran
merupakan suatu perencanaan yang digunakan sebagai pedoman dalam
merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial.
Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan
menerapkan model pembelajaran yang menarik. Hal ini sesuai dengan pendapat
Kurnia (2007:1-2) bahwa untuk semua guru seharusnya menerapkan model
pembelajaran yang tidak hanya membuat proses pembelajaran menarik tetapi juga
memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat secara aktif sepanjang proses
pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, proses pembelajaran siswa diperlukan
model pembelajaran yang tepat, bervariasi dan menyenangkan agar materi dapat
dipahami oleh siswa.
Salah satu model pembelajaran yang diprediksi mampu mengatasi hal
tersebut adalah model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning
Model) . Model pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang berpusat pada
proses, relatif berjangka waktu, berfokus pada masalah, unit pembelajaran
bermakna dengan memadukan konsep-konsep dari sejumlah komponen baik itu
pengetahuan, disiplin ilmu atau lapangan. Kegiatan pembelajaran berlangsung
secara kolaboratif dalam kelompok yang heterogen. Pembelajaran berbasis proyek
memiliki potensi untuk melatih meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa
(Kristanti, 2016:123).
Pembelajaran pada tahun 2021 ini terpaksa harus dilakukan secara online,
dikarenakan adanya wabah virus coronoa. Banyak sekali aplikasi yang
dimanfaatkan oleh pendidik salah satunya WhatsApp. Berdasarkan hasil
pengamatan yang dilakukan pada pembelajaran yang terjadi secara online.
Aplikasi yang banyak digunakan adalah WhatsApp. Menurut Indaryani
(2018:25) suvei menunjukkan pengguna aplikasi Whatsapp sebesar 90% yang
terdiri dari pelajar, mahasiswa maupun dosen untuk penggunaandalam kehidupan
sehari-hari maupun dalam kegiatan pembelajaran.
Sejalan dengan penelitian yang terdahulu yang telah dilakukan oleh
Djumali (2013:6-7) strategi pembelajaran Index Card Match terdapat dampak yang
positif salah satunya ialah Motivasi belajarnya menunjukkan adanya peningkatan.
Berdasarkan observasi didapatkan data sebelum dilakukan penelitian yaitu siswa
yang aktif hanya mencapai 65,86% , sedang : 19,51 % serta yang kurang aktif
mencapai 14,63 %. Setelah diterapkan model pembelajaran ICM didapatkan data
siswa yang aktif mencapai 88,4%, yang sedang mencapai 7,32% dan yang kurang
aktif mencapai 4,28%.
Berdasarkan permasalahan yang ada yaitu mengenai rendahnya motivasi
siswa, maka perlu dilakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Motivasi Belajar
Siswa Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Via WhatsApp
pada Materi Struktur Sel Kelas XI SMAN 7 Sarolangun”
METODE
Penelitian dilaksanakan di kelas XI MIA 1 SMA Negeri 7 Sarolangun yang
berlokasi di Sri Pelayang, Sarolangun. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada
bulan April sampai dengan Mei 2021. Adapun rincian waktu dan jenis kegiatan
terlampir pada lampiran I.
Subjek penelitian ini tertuju pada siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 7
Sarolangun, yang berjumlah 34 orang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 14 siswa
perempuan. Karakteristik siswa pada kelas tersebut kurangnya motivasi belajar
siswa sehingga ketika guru menjelaskan hanya beberapa siswa yang merespon.
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kualitatif. Data
disajikan dalam bentuk deskriptif yang meliputi keadaan siswa, ketepatan
penerapan model pembelajaran oleh guru, dan peningkatan motivasi belajar siswa.
Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang
langsung dikumpulkan oleh peneliti yang berebntuk angket yang telah di isi oleh
peserta didik yang terlampir dilampiran II.
Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting data dalam
suatu penelitian, sehingga kecermatan dan ketelitian sangat diperlukan untuk
mendapatkan data yang baik dan valid. Metode pengumpulan data digunakan dalam
penelitian ini adalah :
1. Observasi, yaitu merupakan menggunakan pengamatan langsung terhadap
objek dan aktivitas dalam proses pelaksanaan metode pembelajaran kooperatif
tipe investigasi kelompok pada bidang Mata Studi Biologi. Peneliti di sini
sebagai pengajar dan guru bidang studi sebagai observer. Observasi dilakukan
dengan menggunaan observasi aktivitas guru dan siswa pada saat proses
mengajar berlangsung.
2. Dokumentasi yaitu merupakan catatan, foto atau gambar peristiwa yang sudah
berlalu, sebagai pelengkap dari observasi yang telah dilakukan.
3. Pengisian angket berupa pernyataan yang dituju untuk peserta didik.
Teknik analisis data yang dilakukan untuk memperoleh kesimpulan tentang
keberhasilan sebuah penelitian yang ditampilkan dalam bentuk narasi, grafik atau
tabel. Analisis data diperoleh dari angket peserta didik. Adapun langkah-langkah
pengolahan data yang akan digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
Angket Respon Siswa
Hasil angket bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap
pembelajaran dengan model pembelajaran PjBL. Menganalisis hasil angket dilihat
dari banyaknya score dari peryantaan yang telah di isi. Pada angket siswa dihitung
berapa banyak mengisi kolom Sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan
sangat tidak setuju.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan pengisian angket kepada peserta didik maka diperoleh hasil
sebagai berikut:
NO Penyataan SS S R TS STS Bukti Persentase
Apakah penggunaan
WhatsApp Group lebih
mudah dibandingkan - -
1. aplikasi pembelajaran 12 18 4
lainnya
Apakah penggunaan
WhatsApp Group efisien
dan mempermudah proses
2. pembelajaran Online 7 16 9 2 -
Apakah anda merasa sulit
3. dalam memahami materi 2 9 9 13 1
Struktur Sel
Apakah anda merasa lebih - -
mudah untuk memahami
4. materi struktur sel yang 15 17 2
dilengkapi dengan gambar
Apakah anda merasa lebih - -
mudah memahami materi
struktur sel yang dilengkapi
5. dengan media seperti alat 24 10 -
peraga atau
video
Apakah anda lebih senang 3 8 15 8 -
6. jika pembelajaran
dilakukan secara individu
Apakah anda lebih senang
jika pembelajaran 1 -
7. dilakukan secara 6 21 6
berkelompok
Apakah anda merasa cocok
jika model pembelajaran
seperti Project Based
8. Learning (PjBL) 5 21 6 2 -
- -
diterapkan pada materi
Struktur Sel
Apakah anda merasa
termotivasi untuk belajar
ketika diterapkannya
9. pembelajaran 4 24 6
model
seperti Project Based
Learning (PjBL)
Berdasarkan hasil yang didapat dari data pengisian angket oleh peserta didik
dapat dinayatakan bahwa aplikasi berupa WhatsApp merupakan aplikasi yang
paling banyak digunakan oleh peserta didik untuk pembelajaran online dengan
persentase sebesar 94,1%. Sejalan dengan pendapat Putikayasa (2019:55)
WhatsApp kini merupakan salah satu aplikasi yang sangat populer di Indonesia.
Dapat dilihat pada tabel hasil untuk pertanyaan pertama apakah penggunaan
WhatsApp Group lebih mudah dibandingkan aplikasi pembelajaran lainnya,
respons dari peserta didik yang menjawab sangat setuju 12 orang, setuju 14 orang,
ragu-ragu 4 orang dan yang menjawab tidak setuju ataupun sangat tidak setuju tidak
ada. Maka dapat disimpulakan bahwa WhasApp merupakan aplikasi yang sangat
mudah untuk diakses. Menurut Sahidillah (2019:53) Whatsapp memiliki berbagai
fungsi, diantaranya adalah bisa mengirim pesan, chat grup, berbagi foto, video, dan
dokumen.
Penelitian ini membahs mengenai materi struktur sel. Berdasarkan data
yang diperoleh terdapat 2 orang sangat setujuu yang mengatakan materi struktur sel
sulit untuk dipahami, 9 orang setuju, 9 orang ragu-ragu, 13 tidak setuju dan 1 tidak
sangat setuju. Artinya masih terdapat peserta didik yang belum memahami
mengenai materi struktur sel. Menurut Suryani (2010:35) siswa merasa kesulitan
dalam memahami dan mempelajari materi sel, karena pada materi tersebut harus
diketahui macam-macam organel sel, struktur dan fungsi sel, bagian-bagian sel, dan
perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.
Semua peserta didik setuju bahwa pembelajaran materi struktur sel jika di
lengkapi dengan gambar, video, alat peraga dan sebagainya akan mempemudah
proses pembelajaran karena ddapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Sejalan
dengan pendapat Rohman (2013:161) mengemukakan bahwa pemakaian media
pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan
minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahakan
membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Selain membangkitkan
motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa
meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya,
memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi.
Untuk penelitian ini peneliti menrapkan model pembelajaran berupa Project
Based Learning guna meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan data yang
diperoleh terdapat siswa sebanyak 30 orang setuju dengan adanya model PjBl
merasa termotivasi untuk lebih giat belajar. Menurut Kristanti, (2016:123)
pembelajaran berbasis proyek memiliki potensi untuk melatih meningkatkan
aktivitas dan motivasi belajar siswa dikarenakan siswa dapat merancang sebuah
masalah dan mencari penyelesaiannya secara mandiri.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulalkan bahwa
proses pembelajaran itu dapat dilakukan dimana saja baik itu di sekolah/kampus
maupun di rumah (online). Aplikasi yang paling banyak digunakan untuk proses
pembelajaran secara online adalah WhatsApp. WhatsApp memiliki banyak peran
yaitu untuk chat, akses foto, video, dokumen dll. Akan tetapi proses pembelajaran
tentunya pasti akan ada kendala baik itu dari guru maupun siswa. Salah satu contoh
kendala di siswa adalah kurangnya motivasi untuk belajar, maka dari itu peran guru
adalah menerapkan model pembelajaran yang menyenangkan seperti Project Based
Learning (PjBL) sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
SARAN
Saran untuk penelitian ini yaitu agar dapat memperluas lagi penelitian
dengan menerapkan berbagai macam model pembelajaran untuk mengatasi segala
permasalahan didalam kelas bukan hanya motivasi belajar siswa, akan tetapi juga
untuk meningkatkan kreativitas siswa, keaktifan siswa, dan sebagainya.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih ditujukan untuk oknum-oknum yang telah membantu
penelitian ini yaitu guru biologi SMA N 7 Sarolangun dan siswa XI MIA 1 SMA N
7 Sarolangun. Berkat ini, penelitian yang dilakukan berjalan dengan lancar.
DAFTAR PUSTAKA
Apriono, Djoko. 2011. “Meningkatkan keterampilan kerja sama siswa dalam
belajar melalui pembelajaran kolaboratif”. Prospektus. 9(2):159-172.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Pnelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Cipta.
Dimyati dan Mujiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Djumali. 2013. “Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Penggunaan
Strategi Pembelajaran Index Card Match dalam Pembelajaran IPS Kelas VIII
B SMP Negeri 2 Sawit Boyolali”. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. 23(1):1-9.
Indaryani, E., dan Dwi. S. 2018. Dampak Pemanfaatan WhatsApp dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pelajaran Fisika. Seminar
Nasional Quantum, hal: 25-31, 2477-1511.
Kristanti,Y.D., Subiki., R.D.Handayani. 2016. “Model Pembelajaran Berbasis
Proyek (Project Based Learning Model) Pada Pembelajaran Fisika Disma”.
Jurnal Pembelajaran Fisika. 5(2):122-128.
Kurnia, Ingridwati dkk. 2007. Perkembangan Belajar Siswa. Jakarta: Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi.
Masrikhah, R. 2014. “Make A Match In Cooperative Learning untuk Meningkatkan
Pemahaman Materi Protista pada Siswa SMAN 4 Semarang”. Jurnal Bioma.
3(2):76-89.
Pustikayasa,I.M.2019.”Grup Whatsaap Sebagai Media Pembelajaran”. Jurnal
Ilmiah Pendidikan Agama Dan Kebudayaan Hindu. 10(2). ISSN 2685-
7198:53-62.
Rohman,M. dan A.Sofyan 2013. Strategi dan Desain Pengembangan Sistem
Pembelajaran. Prestasi Pustakaraya: Jakarta.
Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalitas
guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Sahidillah,M.W.Prarasto,M.2019.”WhatsApp Sebagai Media Literasi Digital
Siswa”. Jurnal Varia Penelitian, 31(1). ISSN 0852-0976:52-57.
Santi, T.K. 2011. “Pembelajaran Berbasis Proyek ( Project Based Learning) untuk
Meningkatkan Pemahaman Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan”. Jurnal Ilmiah
PROGRESIF. 7(21):70-82.
Santyasa. 2006. Pembelajaran Inovatif: Model Pembelajaran Berbasis Proyek dan
Orientasi NOS. Seminar Jurusan Pendidikan Fisika IKIP NEGERI Singaraja.
Siregar, E., dan H.Nara 2010. Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: PT.Ghalia
Indonesia.
Suprijono,A. 2009. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sundari, H. 2015. “Model-Model Pembelajaran dan Pemefolehan Bahasa
Kedua/Asing”. Jurnal Pujangga. 1(2): 106-117.
Suryadi,E.M.Hidayat,G.M,Priyatna.2018.”Penggunaan Sosial Media Whatsapp
Dan Pengaruhnya Terhadap Disiplin Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran
Pendidikan Agama Islam”. Jurnal Pendidikan Islam,7(1). ISSN 2581-
1754:1-22.
Suryani, Yulinda,E. 2010. “Kesulitan Belajar”. Magistra. No. 73. ISNN 0215-
9511:33-47.
Titu, M.A. 2015. “Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa dada Materi Konsep Masalah
Ekonomi”. Prosiding Seminar Nasional. Hal:176-186.
Trianto. 2011. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.
Trisnani.2017.”Pemanfaatan WhatsApp Sebagai Media Komunikasi Dan Kepuasan
Dalam Penyampaian Pesan Dikalangan Tokoh Masyarakat”. Jurnal
Komunikasi Media Dan Informatika. 6(3):1-12.
Wibowo,Y. 2005. Teaching Guide: Struktur Sel Tumbuhan Dan Hewan.
Yogyakarta: Universitas Negri Yogyakarta.
LAMPIRAN 1
Waktu Pelaksanaan
NO Rencana Kegiatan April Mei
Minggu Ke- Minggu Ke-
12341234
1. Persiapan
Menyusun konsep pelaksanaan
Menyepakati jadwal dan tugas
Menyusun instrumen
Diskusi konsep pelaksanaan
2. Pelaksnaan
Menyiapkan kelas dan alat
Melakukan tindakan siklus I
Melakukan tindakan siklus II
Pengumpulan data penelitian
3. Penyusunan Laporan
Penulisan laporan akhir
Sidang
Revisi laporan
Penggandaan dan pengiriman hasil
LAMPIRAN II
Tabel 1: Angket Peserta didik
NO Penyataan SS S R TS STS Bukti Persentase
Apakah penggunaan
WhatsApp Group lebih
1. mudah dibandingkan
aplikasi pembelajaran
lainnya
Apakah penggunaan
WhatsApp Group efisien
2. dan mempermudah proses
pembelajaran Online
Apakah anda merasa sulit
3. dalam memahami materi
Struktur Sel
Apakah anda merasa lebih
mudah untuk memahami
4. materi struktur sel yang
dilengkapi dengan gambar
Apakah anda merasa lebih
mudah memahami materi
struktur sel yang dilengkapi
5. dengan media seperti alat
peraga atau
video
Apakah anda lebih senang
6. jika pembelajaran
dilakukan secara individu
7. Apakah anda lebih senang
jika pembelajaran
dilakukan secara
berkelompok
Apakah anda merasa cocok
jika model pembelajaran
seperti Project Based
8. Learning (PjBL)
diterapkan pada materi
Struktur Sel
Apakah anda merasa
termotivasi untuk belajar
9. ketika diterapkannya
model pembelajaran seperti
Project Based Learning
(PjBL)