BAHAN AJAR
SatuanPendidikan : MAN 2 Padang
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : X/1 (Ganjil)
Materi Pokok : Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif
Alokasi Waktu : 1 x 45 Menit
A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
N KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN
O KOMPETENSI
1 3.1 Memahami bentuk interaksi 3.1.4 Menentukan tentang interaksi social
social disosiatif dari sudut disosiatif
pandang dan pendekatan
Sosiologis
2 4.1. Menalar tentang terjadinya 4.1.1 Mendiskusikan berdasarkan
interaksi social disosiatifdi pemahaman dari pegamatan dan
masyarakat dari sudut pandang dan diskusi tentang terjadinya interaksi
pendekatan Sosiologi. social disosiatif dari sudut pandang
dan pendekatan sosiologi
B. Tujuan pembelajaran:
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model Inquiry Learning dengan
metode mengamati,membangun konsep, diskusi, tanya jawab dan penugasan. Peserta
didik mampu menjelaskan materi konsep proses interkasi disosiatif dengan disiplin,
penuh tanggung jawab, kerja keras, religius dan berwawasan lingkungan sebagai karakter
positif, serta dapat mengembangkan kemampuan penelitian yang cerdas dan kompetitif,
budaya literasi, kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkreasi
(4C)
C. Materi
Proses Interaksi Disosiatif
Proses sosial yang dissosiatif Processes of dissociation atau proses sosial disosiatif sering
disebut juga yang oposisional.
Terdapat empat bentuk oposisi:
a.Kompetisi(competition)
Kompetisi (competition) atau persaingan Kompetisi atau persaingan merupakan proses
sosial yang interaksi sosialnya ditandai dengan adanya orang perseorangan atau kelompok
manusia yang bersaing untuk mencari keuntungan tertentu yang pada saat itu menjadi
perhatian perseorangan atau publik dengan cara atau usaha yang menarik, mempertajam
prasangka, tanpa menggunakan kekerasan dan ada persaingan pribadi serta persaingan
kelompok. Contoh bentuk-bentuk persaingan antara lain; persaingan dalam perekonomian,
persaingan kebudayaan, persaingan kedudukan dan peran serta persaingan ras.
b.Contravention (kontravensi)
Contravention (kontravensi) Kontraversi merupakan suatu sikap mental yang
tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur kebudayaan suatu golongan tertentu.
Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian, namun belum sampai pada tingkat
pertentangan. Contravention dapat berupa perbuatan seperti, perlawanan, penolakan,
keengganan, menghalangi protes, gangguan-gangguan, ataupun perbuatan-perbuatan yang
mengacaukan rencana pihak lain, menyangkal pernyataan pihak lain di muka umum,
penyebar desas desus sampai dengan mengumumkan rahasia ke pihak lain atau perbuatan
berkhianat.
c. Conflict (pertentangan)
Conflict (pertentangan) Konflik merupakan salah satu interaksi sosial dalam suatu
proses sosial individu atau kelompok manusia untuk mencapai tujuannya dengan jalan
menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan. Konflik ada
beberapa macam, antara lain pertentangan 62 Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X z
pribadi, pertentangan rasial, pertentangan kelas, pertentangan politik dan pertentangan
yang bersifat internasional. Konflik dapat disebabkan oleh adanya perbedaan indvidual
yang menyebabkan timbulnya pertentangan perseorangan, perbedaan kebudayaan yang
menyeba-babkan perbedaan antara kelompok, bentrokan kepentingan dan perubahan
sosial yang cepat merubah nilai-nilai dalam masyarakat berakibat pada munculnya
kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan yang berbeda-beda dalam reorganisasi
sistem nilai yang pada gilirannya menyebabkan disorganisasi dalam masyarakat. Konflik
dapat menimbulkan perubahan kepribadian dalam diri seseorang, bertambahnya solidaritas
“in Group” takluknya pihak lawan, retaknya persatuan kelompok, akomodasi, dominasi,
akulturasi atau sintesis.
d. Diferensiasi (differentiation)
Diferensiasi (differentiation) Differensiasi merupakan suatu proses individu di
dalam masyarakat yang memperoleh hak dan kewajiban yang berbeda dalam masyarakat.
Differensiasi dapat didasarkan pada umur, jenis kelamin atau profesi. Differensiasi dapat
menghasilkan sistem pelapisan dalam masyarakat bahkan polarisasi atau pemisahan.
Sumber: Elisanti, Tintin Rostini.2009.Sosiologi 1 Untuk SMA/MA Kelas X.Jakarta: CV. Indradjaja.