The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Proyek Gaya Hidup Berkelanjutan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aryasputrabharada, 2022-12-08 22:23:57

Gaya Hidup Berkelanjutan

Modul Proyek Gaya Hidup Berkelanjutan

Koordinator Projek
PUTU ARYA SUDARMA PUTRA, M.Pd.

SMP Budi Utama Kerobokan

TEMA : “GAYA HIDUP BERKELANJUTAN”
“SAMPAH ADALAH SAHABAT KITA”

A. Informasi Umum : Semua Pendidik Kelas VII
1. Identitas Penyusun : Internet, Laptop/Handphone, Buku penunjang lainnya
2. Sarana dan Prasarana : Semua Mata Pelajaran Terintegrasi
3. Mata Pelajaran Terintegrasi : Peserta didik Reguler
4. Target Peserta Didik :
5. Relevansi tema

Lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah merupakan dambaan setiap
masyarakat. Lingkungan bersih dapat menciptakan suasana yang nyaman dan
menyenangkan sehingga tercipta situasi dan kondisi masyarakat yang menjadi lebih
semangat.

Namun nyatanya, sampah kerap kali menimbulkan masalah terutama di kota-
kota besar, meskipun demikian keperdulian terhadap sampah dianggap tidak penting
bahkan tidak dihiraukan. Saat ini sampah masih menjadi persoalan yang mendapati
kegagalan dalam hal penanganannya. Padahal jika dilihat dari dampak yang pasti terjadi
dalam masyarakat jika penanggulangan sampah tidak ditangani dengan baik akan
berimbas pada menurunnya kualitas kehidupan, keindahan lingkungan, potensi terjadi
banjir akan lebih besar karena tidak menutup kemungkinan sampah area tersebut akan
menghalangi arus air sehingga terjadi bencana alam seperti banjir dan menurunnya
kualitas kesehatan warga masyarakat yang tinggal di sekitar area polusi sampah.

Saat ini sampah masih menjadi kendala bagi sebagian besar masyarakat.
Setidak-tidaknya sampah masih menjadi musuh ketimbang sahabat. Padahal bila dikelola
secara baik dan benar, sampah bisa menjadi sahabat dan bahkan barang yang dihasilkan
bisa bernilai ekonomis.

Dengan mengangkat tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” dan mengacu kepada
dimensi Profil Pelajar Pancasila, Projek “Sampah Adalah Sahabat Kita” bertujuan untuk
membentuk peserta didik yang mempunyai kesadaran untuk menjalani gaya ramah
lingkungan dan berkelanjutan.

B. Komponen Inti

1. Diskripsi singkat projek :

Projek ini dimulai dengan tahap pengenalan, peserta didik mengeksplorasi dan memahami

sumber permasalahan sampah dan solusi yang dijalankan termasuk program 3R (Reduce, Reuse,

Recycle) yang sering dikampanyekan dalam mengatasi masalah sampah.

Setelah tahap pengenalan, peserta didik masuk dalam tahap kontekstualisasi dengan

melakukan survei di lingkungan sekitar tentang jenis sumber limbah sampah. Setelah itu, peserta

didik diberikan informasi mengenai contoh pengolahan sampah menjadi sesuatu yang berguna

seperti mengolah sampah organik menjadi pupuk, mengolah limbah plastik menjadi mainan dan

sebagainya.

Setelah proses pembentukan pengetahuan (knowledge-building) dan kesadaran (awarness),

juga penyelidikan (critical inquiry), peserta didik memasuki tahap aksi. Di tahap ini, peserta didik

bersama-sama menuangkan aksi nyata mereka dalam bentuk pengolahan sampah menjadi sesuatu

yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui projek ini, peserta didik diharapkan telah mengembangkan secara spesifik empat

dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan

berakhlak mulia, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif beserta sub-elemen terkait.

2. Dimensi dan Sub Elemen dari Profil Pelajar Pancasila :

a) Beriman bertaqwa kepada TYME dan berakhlak mulia

Elemen : Ahklak kepada alam

Sub elemen :

- Memahami keterhubungan ekosistem bumi

- Menjaga lingkungan alam sekitar

b) Bernalar kritis

Elemen : Memperoleh dan memperoses informasi dan gagasan

Sub elemen :

- Mengajukan pertanyaan

- Mengidentifikasi, mengklarifikasi mengolah informasi dan gagasan

c) Kreatif

Elemen : Menghasilkan gagasan yang orisinil

Sub elemen :

- Menghasilkan gagasan yang orisinil

- Menghasilkan tindakan dan karya yang orisinil

- Memiliki keluesan berpikir dalam mencari alternative solusi permasalahan

d) Gotong royong

Elemen :

- Kolaborasi

- Kepedulian

Sub elemen :

- Kerjasama

- Kepedulian Tanggap terhadap lingkungan sosial

Dimensi Elemen dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Elemen Sub elemen Profil Target pencapaian di Fase D Aktifitas
Profil Pelajar Profil Pelajar Pelajar Pancasila terkait
a, b dan
Pancasila Pancasila c

Beriman Ahklak - Memahami - Memahami konsep sebab
bertaqwa kepada keterhubunga akibat diantara berbagai
kepada
TYME dan alam n ekosistem ciptaan Tuhan dan
berakhlak
bumi mengidentifikasi berbagai
mulia - Menjaga sebab yang mempunyai

lingkungan dampak baik atau buruk
alam sekitar langsung maupun tak

langsung terhadap alam
semesta

- Mewujudkan rasa syukur

dengan berinisiatif untuk
menyelesaikan

permasalahan lingkungan
alam sekitarnya dengan

mengajukan alternative

solusi dan mulai menerapkan
solusi tersebut

Dimensi Elemen Profil Sub elemen Profil Target pencapaian di Fase D Aktifitas
Profil Pelajar Pelajar Pancasila terkait
Pelajar - Mengajukan pertanyaan a dan b
Pancasila - Mengajukan untuk klarifikasi dan
Pancasila Memperoleh pertanyaan interpretasi informasi Aktifitas
Bernalar serta mencari tahu terkait
dan - Mengidentifikasi, penyebab dan a, b dan
Kritis memperoses mengklarifikasi konsekuensi dari c
informasi dan mengolah informasi tersebut
Dimensi informasi dan Aktifitas
Profil gagasan gagasan - Mengidentifikasi, terkait
Pelajar mengklarifikasi mengolah a, b dan
Elemen Profil Sub elemen Profil informasi dan gagasan c
Pancasila Pelajar Pelajar Pancasila yang relevan serta
Kreatif memprioritaskan
Pancasila - Menghasilkan gagasan tertentu
Dimensi Menghasilkan gagasan yang
Profil gagasan yang orisinil Target pencapaian di Fase D
Pelajar
orisinil - Menghasilkan - Menghubungkan
Pancasila tindakan dan gagasan yang ia miliki
Gotong Elemen Profil karya yang dengan informasi atau
Royong Pelajar orisinil gagasan baru untuk
menghasilkan kombinasi
Pancasila - Memiliki gagasan baru dan
- Kolaborasi keluesan imajinatif untuk
- Kepedulian berpikir dalam mengekspresikan pikiran
mencari dan atau perasaannya
alternative solusi
permasalahan - Mengeksplorasi dan
mengapresiasikan pikiran
Sub elemen Profil dan atau tindakan serta
Pelajar Pancasila mengevaluasinya dan
mempertimbangkan
Kerjasama dampaknya bagi orang
lain

- Menghasilkan solusi
alternative dengan
mengadaptasi berbagai
gagasan dan umpan
balik untuk menghadapi
situasi dan permasalahan

Target pencapaian di Fase D

- Menyelaraskan tindakan
sendiri dengan tindakan
orang lain untuk
melaksanakan kegiatan
dan mencapai tujuan
kelompok di lingkungan
sekitar, serta memberi
semangat kepada orang
lain untuk bekerja efektif
dan mencapai tujuan
bersama

Kepedulian dan - Tanggap terhadap
tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai
lingkungan sosial dengan tuntutan peran
sosialnya dan
berkontribusi sesuai
dengan kebutuhan

3. Tujuan :
Peserta didik mampu :
- Menjaga lingkungan hidup agar bersih, nyaman dan lestari
- Mengidentifikasi, mengklarifikasi, serta mengolah informasi dan gagasan
- Menghasilkan hasil karya yang orisinil
- Melakukan kerjasama serta mengkomunikasikan hasil karyanya dengan baik

4. Alur Kegiatan
a. Pengenalan
- Pendidik menanyakan pertanyaan pemantik :
 Apa yang kamu ketahui tentang gaya hidup berkelanjutan?
 Apa yang kamu ketahui tentang sampah?
- Peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok
- Pendidik memberikan artikel tentang gaya hidup berkelanjutan dan sampah
- Peserta didik diminta untuk membaca artikel yang diberikan
- Masing-masing kelompok mediskusikan hal-hal penting yang terdapat dalam artikel
- Masing-masing kelompok diminta untuk menceritakan kembali artikel yang telah dibaca
dengan menggunakan bahasa sendiri
- Pendidik melakukan penilaian formatif dengan menggunakan rubrik penilaian

b. Kontekstualisasi
- Pendidik menanyakan pertanyaan pemantik :
 Apa yang kamu ketahui tentang pengolahan sampah menjadi pupuk?
 Apa yang kamu ketahui tentang pengolahan sampah plastik menjadi barang yang
memiliki nilai guna?
- Peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok
- Pendidik memberikan bahan bacaan pengolahan limbah sampah yaitu pembuatan pupuk
dari sampah organik dan pengolahan sampah anorganik menjadi barang yang memiliki nilai
guna.
- Peserta didik diminta untuk membaca artikel yang diberikan
- Masing-masing kelompok mediskusikan hal-hal penting yang terdapat dalam bahan bacaan
- Masing-masing kelompok diminta untuk menceritakan kembali artikel yang telah dibaca
dengan menggunakan bahasa sendiri
- Pendidik melakukan penilaian formatif dengan menggunakan rubrik penilaian

c. Aksi
- Peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok
- Pendidik mengingatkan kembali proses pembuatan pupuk padat dari sampah organik
- Masing-masing kelompok membuat pupuk padat dari sampah organik
- Masing-masing kelompok merancang pengolahan sampah yang akan dilakukan
- Masing-masing kelompok menyiapkan peralatan yang digunakan untuk mengolah sampah
- Masing-masing kelompok melakukan pengolahan sampah sesuai dengan rancangan awal
yang telah direncanakan
- Pendidik menunjuk perwakilan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil pengolahan
sampahnya
- Pendidik melakukan penilaian sumatif dengan menggunakan rubrik penilaian

d. Refleksi dan Tindak Lanjut
 Refleksi
Pertanyaan refleksi :
- Apakah projek ini sudah berjalan sesuai dengan rancangan modul?
- Apa kendala yang muncul saat pelaksanaan projek?
- Bagaimana partisipasi peserta didik dalam pelaksanaan projek?

 Tindak Lanjut
- Membudayakan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan
- Membiasakan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
- Membuat pameran pengolahan sampah di akhir tahun ajaran

5. Aktivitas Kegiatan :

AKTIVITAS 1
Pengenalan

Jenis Kegiatan : Tatap muka, diskusi kelompok dan tugas kelompok
Waktu : 4 JP
Bahan : Artikel, rubrik penilaian formatif
Peran Pendidik : Fasilitator

Persiapan
1) Pendidik menyiapkan bahan bacaan berupa artikel tentang “Gaya hidup berkelanjutan dan

Sampah”

2) Pendidik menyiapkan rubrik penilaian formatif
Pelaksanaan

Aktivitas Pendidik Aktivitas Peserta Didik

Memberikan apersepsi tentang dimensi Profil Menjawab pertanyaan
Pelajar Pancasila (PPP)

Memberikan pertanyaan pemantik : Menjawab pertanyaan pemantik yang diberikan

 Apa yang kamu ketahui tentang gaya hidup oleh pendidik sesuai dengan pemahaman awal
berkelanjutan? yang dimiliki.

 Apa yang kamu ketahui tentang sampah?

Mengelompokkan siswa menjadi 3 kelompok Membentuk kelompok sesuai dengan arahan

pendidik

Memberikan bahan bacaan berupa artikel Membaca bahan bacaan yang diberikan oleh
tentang : pendidik

 Gaya hidup berkelanjutan

 Sampah

Memberikan intruksi kepada peserta didik untuk Memahami isi artikel serta mendiskusikan hal-hal

memahami artikel bacaan yang diberikan serta penting yang ada di dalamnya
mendiskusikan hal-hal penting yang ada pada

artikel

Memberikan instruksi kepada peserta didik
untuk mempresentasikan hasil diskusinya
Perwakilan kelompok melakukan presentasi di

Melakukan penilaian formatif dengan depan kelas

menggunakan rubrik penilaian

AKTIVITAS 2
Kontekstualisasi

Jenis Kegiatan : Tatap muka, diskusi kelompok dan tugas kelompok
Waktu : 4 JP
Bahan : Bahan bacaan
Peran Pendidik : Fasilitator

Persiapan

Pendidik menyiapkan bahan bacaan :
- Pengolahan sampah organik untuk dijadikan pupuk

- Pengolahan sampah plastik untuk dijadikan barang yang memiliki nilai guna

Pelaksanaan

Aktivitas Pendidik Aktivitas Peserta Didik

Memberikan apersepsi tentang dimensi Profil Menjawab pertanyaan

Pelajar Pancasila (PPP)

Memberikan pertanyaan pemantik : Menjawab pertanyaan pemantik yang diberikan

 Apa yang kamu ketahui tentang oleh pendidik sesuai dengan pemahaman awal

pengolahan sampah menjadi pupuk? yang dimiliki.
 Apa yang kamu ketahui tentang

pengolahan sampah plastik menjadi barang
yang memiliki nilai guna?

Mengelompokkan siswa menjadi 3 kelompok Membentuk kelompok sesuai dengan arahan

pendidik

Memberikan bahan bacaan pengolahan sampah Membaca bahan bacaan yang diberikan oleh

: pendidik

 Pengolahan sampah organik untuk
dijadikan pupuk

 Pengolahan sampah anorganik

Memberikan intruksi kepada peserta didik untuk Memahami isi bahan bacaan serta

memahami bahan bacaan yang diberikan serta mendiskusikan hal-hal penting yang ada di

mendiskusikan hal-hal penting yang ada pada dalamnya
bahan bacaan

Memberikan instruksi kepada peserta didik

untuk mempresentasikan hasil diskusinya Perwakilan kelompok melakukan presentasi di

Melakukan penilaian formatif dengan depan kelas

menggunakan rubrik penilaian

AKTIVITAS 3
Aksi

Jenis Kegiatan : Pembersihan lingkungan sekolah
Waktu : 8 JP
Bahan : Alat-alat kebersihan
Peran Pendidik : Pengawas

Persiapan

Pendidik menyiapkan rancangan kegiatan pembersihan sekolah
Pelaksanaan

Aktivitas Pendidik Aktivitas Peserta Didik

Menugaskan siswa melakukan pembersihan di Melakukan pembersihan di lingkungan sekolah
lingkungan sekolah

Menugaskan untuk mengumpulkan sampah Mengumpulkan sampah yang diperoleh

yang diperoleh

Menugaskan untuk memilih sampah-sampah Memilih sampah-sampah yang bisa

yang bisa diolah/dimanfaatkan diolah/dimanfaatkan

Menugaskan memilah sampah (organik dan Memilah sampah (organik dan anorganik)
anorganik)

AKTIVITAS 4
AKSI

Jenis Kegiatan : Tatap muka, diskusi kelompok dan praktik
Waktu : 4 JP
Bahan : Rubrik penilaian formatif, alat-alat pembuatan pupuk
Peran Pendidik : Moderator dan fasilitator

Persiapan

- Pendidik menyiapkan rubrik penilaian
- Pendidik menyiapkan alat-alat untuk membuat pupuk padat dari sampah organik (Ember/Tong

besar, Sekam, tanah, cairan M4 dan cacing tanah)

Pelaksanaan

Aktivitas Pendidik Aktivitas Peserta Didik

Memberikan apersepsi tentang dimensi Profil Menjawab pertanyaan

Pelajar Pancasila (PPP)

Mengingatkan kembali tentang contoh Mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru

pengolahan sampah

Mengelompokkan siswa menjadi 3 kelompok Membentuk kelompok sesuai dengan arahan
pendidik

Memberikan instruksi untuk mendiskusikan Mendiskusikan rencana pengolahan sampah :

rencana pengolahan sampah  Jenis sampah yang akan diolah
 Produk yang akan dihasilkan

 Cara pengolahannya
 Kegunaan produk yang dihasilkan

 Alat yang diperlukan

 Estimasi lama pengerjaan

Memberikan instruksi kepada peserta didik

untuk mempresentasikan hasil diskusinya Perwakilan kelompok melakukan presentasi di

Melakukan penilaian formatif dengan depan kelas

menggunakan rubrik penilaian

Mengingatkan kembali pembuatan pupuk padat Mengingat kembali proses pembuatan pupuk

dari sampah organik padat dari sampah organik

Menyiapkan peralatan pembuatan pupuk padat

dari sampah organik

Membimbing pembuatan pupuk padat dari Praktik membuat pupuk padat dari sampah
sampah organik organik

Melakukan penilaian formatif dengan

menggunakan rubrik penilaian

AKTIVITAS 5
AKSI

Jenis Kegiatan : Tugas kelompok
Waktu : 16 JP
Bahan : Rubrik penilaian sumatif
Peran Pendidik : Fasilitator

Persiapan Aktivitas Peserta Didik
Pendidik menyiapkan rubrik penilaian sumatif Membentuk kelompok sesuai dengan arahan
Pelaksanaan pendidik
Masing-masing kelompok melakukan pengolahan
Aktivitas Pendidik sampah sesuai dengan rencana awal
Mengelompokkan siswa menjadi 3 kelompok Mengisi lembar presentasi produk yang
dihasilkan dari pengolahan sampah
Membimbing masing-masing kelompok dalam
melakukan pengolahan sampah Perwakilan kelompok melakukan presentasi di
Memberikan format lembar presentasi produk depan kelas
yang dihasilkan dari pengolahan sampah
Memberikan instruksi kepada peserta didik
untuk mempresentasikan hasil pengolahan
sampah
Melakukan penilaian sumatif dengan
menggunakan rubrik penilaian

6. Asesmen :

a. Asesmen Diagnostik

Peserta didik diminta menyampaikan pengetahuan awal tentang gaya hidup berkelanjutan dan

sampah

b. Asesmen Formatif

Pendidik menilai aspek mengidentifikasi, mengklarifikasi, mengolah informasi dan gagasan serta

komunikasi untuk mencapai tujuan bersama melalui observasi dengan mengisi rubrik penilaian

yang telah disiapkan.

c. Asesmen Sumatif

Peserta didik membuat produk hasil pengolahan sampah, serta mempresentasikan prosedur

pembuatannya.

7. Pertanyaan Pemantik :

a. Kegiatan perkenalan

- Apa yang kamu ketahui tentang gaya hidup berkelanjutan?

- Apa yang kamu ketahui tentang sampah?

b. Kontekstualisasi

- Apa yang kamu ketahui tentang pembuatan pupuk dari limbah sampah?

- Apa yang kamu ketahui tentang pengolahan sampah plastik?

c. Aksi

- Bagaimanakah cara pembuatan pupun padat dari sampah organik?

8. Pengayaan dan Remidial :

a. Remidial

Peserta didik yang produk hasil pengolahan sampahnya tidak sesui dengan prosedur

pembuatannya, diberikan kesempatan mengulanginya.

b. Pengayaan

Peserta didik yang laporan kegiatannya sudah sesuai untuk pengayaan membuat poster tentang

“Sampah adalah sahabat kita”.

9. Refleksi peserta didik & Pendidik :
a. Refleksi peserta didik
Pertanyaan refleksi peserta didik :
- Apakah saya sudah menerapkan gaya hidup berkelanjutan?
- Apakah saya sudah terlibat aktif dalam kegiatan pengolahan sampah?
- Apakah produk yang saya hasilkan bermanfaat bagi orang lain?

b. Refleksi pendidik
Pertanyaan refleksi pendidik
- Apakah projek sudah berjalan sesuai dengan harapan?
- Apakah semua peserta didik sudah terlibat aktif dalam pelaksanaan projek?
- Kendala apa yang muncul dalam pelaksanaan projek?

Pendidik mencatat hal-hal yang kurang sesuai pada setiap alur kegiatan sehingga kegiatan
berikutnya bisa disetting menjadi lebih baik lagi dan menarik bagi peserta didik

C. Lampiran
1. Format Laporan Prosedur Pengolahan Sampah anorganik
Format laporan prosedur pengolahan sampah akhir kegiata n projek penguatan profil pelajar
pancasila dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”

FOTO PRODUK

Nama Produk :

Jenis sampah yang diolah :

Alat dan Bahan :

Cara membuat :

Manfaat :

Kendala :

2. Rubrik penilaian sumatif produk akhir kegiatan projek penguatan

RUBRIK PENILAIAN PRODUK PE

No Nama Peserta didik Tingkat Kerumitan Kualia
Produk 12
1
2 1 2 34
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

n profil pelajar pancasila dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”

ENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK

ASPEK PENILAIAN

as Produk Tampilan Produk Nilai Guna Produk Keterangan
34 1234 12 3 4

_________________
Nip.

RUBRIK PEDOMAN PENILAIAN PRODU

NO ASPEK

Tingkat Skor 4 Cara pembuatan produk yang dihasilkan sangat rumit
Kerumitan
1 Skor 3 Cara pembuatan produk yang dihasilkan rumit
Skor 2 Cara pembuatan produk yang dihasilkan tidak terlalu rumit

Skor 1 Cara pembuatan produk yang dihasilkan sangat mudah

Skor 4 Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam jangka

2 Kualitas Produk Skor 3 Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam jangka
Skor 2 Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam jangka

Skor 1 Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam jangka

Tampilan Skor 4 Tampilan produk sangat menarik
Produk Skor 3 Tampilan produk menarik
3 Skor 2 Tampilan produk kurang menarik

Skor 1 Tampilan produk tidak menarik

Nilai Guna Skor 4 Produk memiliki nilai guna yang sangat tinggi dalam kehidu
Produk Skor 3 Produk memiliki nilai guna yang tinggi dalam kehidupan
4 Skor 2 Produk memiliki nilai guna yang tidak terlalu tinggi dalam k

Skor 1 Produk tidak memiliki nilai guna dalam kehidupan

Keterangan : Angka sesuai kategori skor
Kategori skor : 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang

Keterangan : Nilai  Jumlah skor perolehan x100
Skor Maksimal
Internal Nilai
91 - 100 Predikat Keterangan
81 – 90
71 – 80 A Sangat Baik

 70 B Baik

C Cukup

D Kurang

UK PENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK
Diskripsi

t
waktu yang sangat lama
waktu yang lama
waktu tidak terlalu lama
waktu yang singkat

upan
kehidupan

3. Rubrik penilaian sumatif produk akhir kegiatan projek penguatan pro

RUBRIK PENILAIAN PRODUK P

No Nama Peserta didik Kesesuaian proses Kelengka
pembuatan dengan yang d
1
2 perencanaan 12
3
4 1 2 34
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

ofil pelajar pancasila dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”

PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK

ASPEK PENILAIAN

apan bahan Tampilan fisik Tampilan kemasan Keterangan
digunakan produk yang 12 3 4

dihasilkan

3 41234

RUBRIK PEDOMAN PENILAIAN PROD

NO ASPEK

Kesesuaian Skor 4 Langkah-langkah pengerjaan sangat sesuai dengan tahapa
Skor 3 Langkah-langkah pengerjaan sesuai dengan tahapan yang
proses Skor 2 Langkah-langkah pengerjaan kurang sesuai dengan tahapa
pembuatan Skor 1 Langkah-langkah pengerjaan tidak sesuai dengan tahapan
1 dengan

perencanaan

2 Kelengkapan Skor 4 Kelangkapan bahan yang digunakan sangat lengkap
bahan yang Skor 3 Kelangkapan bahan yang digunakan lengkap
digunakan Skor 2 Kelangkapan bahan yang digunakan kurang lengkap
Skor 1 Kelangkapan bahan yang digunakan tidak lengkap

3 Tampilan fisik Skor 4 Tampilan produk yang dihasilkan teksturnya sangat bagus
produk yang Skor 3 Tampilan produk yang dihasilkan teksturnya bagus
Skor 2 Tampilan produk yang dihasilkan teksturnya kurang bagus
dihasilkan Skor 1 Tampilan produk yang dihasilkan teksturnya tidak bagus

Tampilan Skor 4 Kemasan produk sangat menarik
kemasan Skor 3 Kemasan produk menarik
4 Skor 2 Kemasan produk kurang menarik

Skor 1 Kemasan produk tidak menarik

Keterangan : Angka sesuai kategori skor
Kategori skor : 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang

Keterangan : Nilai  Jumlah skor perolehan x100
Skor Maksimal
Internal Nilai
91 - 100 Predikat Keterangan
81 – 90
71 – 80 A Sangat Baik

 70 B Baik

C Cukup

D Kurang

DUK PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK
Diskripsi

an yang direncanakan
g direncanakan
an yang direncanakan
n yang direncanakan

s

4. Rubrik penilaian formatif RUBRIK PEN

No Nama Peserta didik Mengidentifikasi, Meng
mengklarifikasi gagasan
1 mengolah informasi dan
2 12
3 gagasan
4
5 1 2 34
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

NILAIAN FORMATIF
ASPEK PENILAIAN

ghasilkan Kerjasama Komunikasi untuk Ket
yang orisinil mencapai tujuan

3 41234 bersama

12 3 4

_________________
Nip.

RUBRIK PEDOMAN PE

NO ASPEK

Mengidentifikasi, Skor 4 Menyusun ulang informasi dan gagasan yang relevan serta
mengklarifikasi Skor 3 Mengklarifikasi dan mengolah informasi dan gagasan yang
1 mengolah Skor 2 Mengidentifikasi dan mengolah informasi dan gagasan yan
informasi dan Skor 1 Memahami bagaimana cara mengolah informasi dan gagas

gagasan Skor 4 Menghasilkan gagasan yang orisinil dengan menghubungk
gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikira
Menghasilkan
2 gagasan yang Skor 3 Mengkategorikan gagasan yang orisinil dengan menghubun
kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspres
orisinil
Skor 2 Mulai menyusun gagasan yang orisinil dengan menghubun
3 Kerjasama kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspres

Komunikasi Skor 1 Memahami pentingnya membuat gaggasan yang orisinil de
4 untuk mencapai menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk

tujuan bersama Skor 4 Menampilkan tindakan yang sesuai dengan harapan dan tu
Skor 3 Menerima dan melaksanakan tugas serta peran yang diber
Keterangan Skor 2 Mengikuti orang lain dalam melakukan tugas berkelompok
Kategori skor Skor 1 Masih harus selalu diingatkan orang dewasa/teman dalam
Keterangan Skor 4 Mampu membangun komunikasi efektif dengan mengguna

kualitas hubungan interpersonal guna mencapai tujuan ber
Skor 3 Mampu mengaitkan informasi , emosi , keterampilan dan k

secara efektif, serta memanfatkannya untuk meningkatkan
Skor 2 Mampu menghubungkan informasi gagasan , emosi , keter

dan media secara efektif, serta memanfatkannya untuk me
Skor 1 Memahami pentingnya komunikasi untuk mencapai tujuan

: Angka sesuai kategori skor

: 4 = sangat Berkembang, 3 = Berkembang Sesua

: Nilai  Jumlah skor perolehan x100
Skor Maksimal

Internal Nilai Predikat Keterangan
91 - 100 A Sangat Baik
81 – 90 B
71 – 80 C Baik
D Cukup
 70 Kurang

ENILAIAN FORMATIF

Diskripsi

a memprioritaskan beberapa gagasan tertentu
g relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu
ng relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu
san yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu

kan gagasan yang dimiliki dengan informasi atau gagasan baru untuk menghasilkan kombinasi
an dan / atau perasaannnya

ngkan gagasan yang dimiliki dengan informasi atau gagasan baru untuk menghasilkan
sikan pikiran dan / atau perasaannnya
ngkan gagasan yang dimiliki dengan informasi atau gagasan baru untuk menghasilkan
sikan pikiran dan / atau perasaannnya
engan menghubungkan gagasan yang dimiliki dengan informasi atau gagasan baru untuk
k mengekspresikan pikiran dan / atau perasaannnya
ujuan kelompok
rikan kelompok dalam sebuah kegiatan bersama

kegiatan dalam kelompok
akan berbagai symbol dan media secara efektif, serta memanfatkannya untuk meningkatkan
rsama
keprihatinan yang diungkapkan oleh orang lain menggunakan berbagai symbol dan media
n kualitas hubungan interpersonal guna mencapai tujuan bersama
rampilan dan keprihatinan yang diungkapkan oleh orang lain menggunakan berbagai symbol
eningkatkan kualitas hubungan interpersonal guna mencapai tujuan bersama

bersama

ai Harapan, 2 = Mulai Berkembang, 1 = Belum berkembang

5. TES DIAGNOSTIK

Soal Point Kunci
+1 A
1. Bahan yang dibuang dari hasil aktifitas manusia adalah +1 C
+1 B
A. sampah +1 B
B. uang +1 C
+1 B
C. udara +1 D
D. kesehatan +1 B
+1 C
2. Sampah digolongkan menjadi... +1 C

A. sampah alam +1 D
B. sampah abiotik dan biotik +1 B

C. sampah organik dan anorganik
D. sampah lingkungan

3. Sampah yang mudah diuraikan oleh mikro organisme disebut..

A. sampah anorganik
B. sampah organik

C. sampah masyarakat

D. sampah plastik

4. Plastik termasuk jenis dari sampah ... .

A. organik
B. anorganik

C. harum

D. segar

5. Contoh bahaya sampah yang berdampak pada kehidupan sosial….

A. asap dari dapur rumah sendiri

B. sampah didepan rumah sendiri
C. banjir akibat sampah

D. tong sampah didepan rumah sendiri

6. Di bawah ini yang termasuk sampah dari lingkungan sekolah adalah?

A. kayu

B. plastik
C. jerami

D. kardus

7. Pengolahan limbah harus memiliki 3 prinsip, yaitu... .
A. reduse, recycle dam redmore

B. reduse, recycle dan release
C. reduse, recycle dan landfill

D. reduse, recycle dan reuse

8. Kita memanfaatkan botol bekas minuman untuk tempat minum kembali, ini
termasuk dalam prinsip pengolahan sampah?

A. Reduce C. Recycle
B. Reuse D. Remove

9. Sebuah barang yang dibuat menjadi barang lain dengan fungsi

sama/berbeda termasuk dalam prinsip pengolahan sampah?
A. Reduce C. Recycle

B. Reuse D. Remove

10. Sampah yang memiliki kandungan air lebih tinggi adalah…
A. sampah organik kering

B. sampah pertanian
C. sampah organik basah

D. sampah domestik

11. Di bawah ini yang termasuk dampak negatif yang dihasilkan dari
penumpukan sampah, kecuali…

A. pencemaran udara

B. banjir
C. penyebab banyak penyakit

D. menyuburkan tanaman

12. Yang tidak termasuk dalam prinsip-prinsip pengolahan sampah adalah…

A. Reduce

B. Remove

C. Reuse +1 C
D. Recycle +1 C
+1 B
13. Arti dari salah satu prinsip pengolahan sampah “Reduce” adalah… +1 B
A. Mendaur ulang
B. Menggunakan kembali +1 D
C. Mengurangi
D. Menimbun +1 D
+1 A
14. Sampah yang sangat mudah terbakar, mudah meledak, korosif, beracun +1 A
dan karsinogenik adalah
A. Sampah anorganik
B. Sampah organik
C. Sampah bahan berbahaya dan beracun
D. Sampah industri

15. Berikut ini adalah sifat sampah anorganik adalah
A. Berbau jika dibiarkan cukup lama
B. Terurai dalam waktu yang cukup lama
C. Dapat berfungsi sebagai habitat bakteri patogen
D. Dapat dimanfaatkan sebagai pupuk

16. Jenis sampah berdasakan sumbernya, dapat dibedakan menjadi beberapa
yaitu
A. Sampah organik dan Sampah anorganik
B. Sampah alam dan Sampah manusia
C. Sampah manusia dan Sampah norganik
D. Sampah alam dan Sampah organik

17. Di sebuah lingkungan sekolah ditemukan benda-benda seperti berikut ini.
1) Kardus
2) Botol air kemasan
3) Kantong plastik
4) Daun pohon
5) Bangkai binatang
6) Bungkus kemasan
Yang termasuk sampah anorganik adalah nomor
A. (1), (2), dan (6)
B. (1), (3), dan (4)
C. (1), (3), dan (6)
D. (2), (3), dan (5)

18. Berikut ini jenis sampah yang tidak bisa dimanfaatkan sebagai kompos
adalah
A. Sayuran
B. Kotoran hewan
C. Kotoran kayu
D. Cangkang kerang

19. (1) Pengumpulan,
(2) Pemilahan,
(3) Pemrosesan akhir,
(4) Pengangkutan,
(5) Pengolahan”
Urutan yang benar dalam penanganan sampah adalah
A. (2), (1), (4), (5) dan (3)
B. (2), (1), (3), (4) dan (5)
C. (4), (5), (1), (2) dan (3)
D. (4), (5), (3), (1) dan (2)

20. Berikut merupakan kerajinan yang dapat dihasilkan dari sampah botol
minuman plastik, kecuali... .
A. Tas
B. Lampion
C. vas bunga
D. tempat pensil

6. Bahan Bacaan

GAYA HIDUP BERKELANJUTAN

Gaya Hidup berkelanjutan adalah menjalankan hidup dengan kesadaran dan berfikir dalam

jangka panjang, karena hampir semua tindakan yang kita lakukan memiliki dampak pada

lingkungan dan orang lain. Gaya hidup berkelanjutan memprioritaskan penggunaan sumber daya

alam yang terbaru daripada menciptakan limbah yang menguras sumber daya lingkungan untuk

generasi mendatang. Konsep keberlanjutan saat ini sedang banyak diterapkan oleh masyarakat

sebagai upaya untuk membuat bumi menjadi lebih baik dan mencegah terjadinya krisis

lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari, hidup berkelanjutan juga berarti kita berhati-hati dan

sadar tentang bagaimana kita berinteraksi dengan pelatan rumah tangga , perjalanan di luar

rumah, berbelanja dan banyak lagi. Sehingga kita perlu membatasi kebiasaan untuk mengeluarkan

secara berlebihan baik itu soal uang atau energi, guna melindungi dan memperbaiki lingkungan

kita.

A. Adapun contoh memulai gaya hidup yang berkelanjutan yaitu:
1. Hemat energi
Lebih dari sekedar mematikan lampu saat meninggalkan ruangan atau mencabut peralatan
yang tidak digunakan setiap hari, mempertimbangkan untuk mengganti bohlam yang
hemat energi.
2. Mengurangi sampah
Gunakan barang-barang alternatif yang bisa dipakai ulang seperti kain yang bisa dicuci
sebagai pengganti tisu untuk alat bilas sebagai pengganti kertas toilet. Dan pilih produk
pribadi yang tersedia tanpa kemasan sekali pakai seperti deodorant isi ulang, pasta gigi,
dan tablet obat kumur atau sampo batangan.
3. Lebih cermat dalam bepergian
Jika jarak tempat kita pergi tidaklah jauh, pertimbangkan untuk berjalan kaki, bersepeda,
atau naik transportasi umum. Saat melakukan perjalanan ke luar kota dengan pesawat pilih
penerbangan langsung jika memungkinkan dan cari maskapai yang menerapkan
penyeimbangan karbon.
4. Mengubah cara berbelanja.
Jika kita tidak terlalu membutuhkan pakaian baru, cobalah berhemat dan mulai memakai
pakaian yang terbuat dari kain biodegradable seperti linen. Bila kita membeli terlalu banyak
pakaian, gunakan kembali pakaian tersebut menjadi kain, tas dan kerajinan atau kita juga
bisa menjualnya atau memberikannya kepada orang lain. Saat bebelanja barang selain
pakaian, pastikan pedagang memiliki sertifikasi bahwa barang tersebut dibuat dalam
kondisi yang aman, memberdayakan pengrajinnya dan melindungi lingkungan.

Menerapkan gaya hidup berkelanjutan akan menjaga keanekaragaman hayati di bumi. Misalnya
kita tidak menggunakan pestisida atau pupuk sentetis, hal itu dapat meningkatkan
keanekaragaman hayati lokal. Penggunaan bahan berbahaya yang mengandung banyak nitrogen
akan menguras kadar oksigen di air.

B. Manfaat gaya hidup berkelanjutan
1. Berkurangnya sampah plastik
Salah satu tindakan yang dilakukan adalah mengurangi penggunaan barang sekali pakai
seperti barang yang terbuat dari plastik atau bahan lainnya. Banyak barang sekali pakai
yang terbuat dari plastik, misalnya sendok, garpu, gelas, hingga pakaian. Berkuarngnya
penggunaan barang yang terbuat dari plastik ini membuat sampah plastik yang dihasilkan
juga berkurang. Akhirnya, hal tersebut berdampak pada lingkungan yang minim akan
sampah plastic dan berujung pada lingkunag yang bersih.
2. Turunnya polusi udara.
Polusi udara merupakan salah satu faktor yang membuat lapisan ozon di bumi menjadi
terbuka serta memburuknya kualitas udara yang ada. hal ini akan memberikan dampak
pada menurunyan polusi udara yang ada. Sehingga, lapisan ozon akan kembali tertutup
dan mengembalikan lingkungan dengan udara yang bersih serta sehat.
3. Menghemat penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Sumber daya alam merupakan hal yang akan hilang jika lingkungan berada dikeadaan yang
seperti ini secara terus menerus. Sumber daya alam seperti air , tanah, dan batu bara yang
menjadi sumber energi akan habis apabila digunakan terus menerus. Oleh karena itu orang
yang melakukan gaya hidup berkelanjutan akan menghemat penggunaan energi yang
berhubungan dengan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Tindakan
penghematan energi ini akan membuat penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui juga berkurang. Sehingga sumber daya alam tersebut bisa dilestarikan untuk
generasi masa depan.
4. Keadaan lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman.
Prilaku ramah lingkungan yang dilakukan oleh gaya hidup berkelanjutan akan berdampak
positif pada lingkungan. Mulai dari prilaku yang berhubungan dengan makanan seperti
memilih pangan dari hasil alam lokal hingga penghematan energi dan kritis dalam membeli
barang. Hal-hal tersebut akan memberikan dampak positif yang lebih baik terhadap bumi.
Misalnya membeli bahan pangan lokal asli dari dalam negeri sendiri akan mengurangi jejak
karbon. Mengurangi barang penggunaan barang sekali pakai apabila yang terbuat dari
plastik akan mengurangi sampah dan membuat lingkungan menjadi bersih. Lingkungan
yang bersih akan memberikan kenyamanan pada setiap manusia yang tinggal di dalamnya

5. Lingkungan yang lebih baik untuk generasi masa depan.
Menerapkan gaya hidup berkelanjutan akan memberikan lingkungan yang lebih baik untuk
generasi masa depan karena, orang yang menerapkan gaya hidup ini akan menjaga
kelestarian lingkungan dan sistem ekologi dari alam supaya terus berkelanjutan dan tidak
punah. Sehingga, terciptalah lingkungan yang lebih baik untuk geerasi masa depan.

SAMPAH

Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh Negara di dunia. Tidak hanya
di Negara-negara berkembang, tetapi juga di negara-negara maju, sampah selalu menjadi
masalah. Rata-rata setiap harinya kota-kota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah.
Sampah-sampah itu diangkut oleh truk-truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja di
tempat yang sudah disediakan tanpa apa-apakan lagi. Dari hari ke hari sampah itu terus
menumpuk dan terjadilah bukit sampah seperti yang sering kita lihat. Sampah yang menumpuk
itu, sudah tentu akan mengganggu penduduk di sekitarnya. Selain baunya yang tidak sedap,
sampah sering dihinggapi lalat. Dan juga dapat mendatangkan wabah penyakit.

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa
atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan atau
materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). “Sampah
adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun
proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink,
1996). “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai
semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) “Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.”
(Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996). Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran,
perusahaan, rumah sakit, pasar, dsb.

Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi:
1. Sampah organik/basah

Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll
yang dapat mengalami pembusukan secara alami.

2. Sampah anorganik/kering
Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembusukan
secara alami.

3. Sampah berbahaya
Contoh : Baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dll.

Namun, meskipun terbukti sampah itu dapat merugikan, sampah juga dapat diubah
menjadi barang yang bermanfaat dengan cara di daur ulang. Untuk meminimalisasikan dampak
dari sampah, sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau
didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur
seperti yang ada saat ini. Selain itu industri-industri juga dihimbau untuk mendesain ulang produk-
produk, untuk memudahkan proses daur ulang produk tersebut.

Prinsip Pengolahan Sampah
Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini
dikenal dengan nama 4R, yaitu:
1) Mengurangi (bahasa Inggris: Reduce)

Sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak
kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2) Menggunakan kembali (bahasa Inggris: Reuse)
Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-
barang yang sekali pakai, buang (bahasa Inggris: disposable).
3) Mendaur ulang (bahasa Inggris: Recycle)
Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua
barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri tidak resmi (bahasa Inggris:
informal) dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
4) Mengganti (bahasa Inggris: Replace)
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai
sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

Berikut adalah poin-poin penting dalam pengelolaan sampah dan rangkaian pembuangan sampah
yang ideal:
1. Pemilahan

 Pemilahan dari sumber dihasilkannya sampah yang terdiri dari sampah organik dan
anorganik.

 Pemilihan sampah yang masih memiliki sumber energi tinggi
 Pemanfaatan kembali sampah yang memiliki resources bernilai tinggi
2. Pewadahan
 Pewadahan individual disediakan di tingkat rumah dengan menyediakan 2 unit

penampungan sampah terdiri dari sampah organic dan anorganik
 Pewadahan komunal (container atau TPS) khusus untuk menampung berbagai jenis

sampah baik organik maupun anorganik seperti untuk sampah plastik, gelas, kertas,

pakaian/tekstil, logam, sampah besar (bulky waste), sampah B3 (batu baterai, lampu neon,
dll) dan lain-lain.
3. Pengumpulan
 Waktu pengumpulan door to door setiap 1 sampai 2 hari
 Waktu pengumpulan sampah dari TPS 1 x seminggu
4. Pengangkutan
 Pengumpulan sampah dengan compactor truck berbeda untuk setiap jenis sampah.
5. Daur Ulang
Contoh kegiatan daur ulang adalah antara lain adalah :
 Pemanfaatan kembali kertas bekas yang dapat digunakan terutama untuk keperluan
eksternal
 Plastik bekas diolah kembali untuk dijadikan sebagai bijih plastik untuk dijadikan berbagai
peralatan rumah tangga seperti ember dll
 Peralatan elektronik bekas dipisahkan setiap komponen pembangunnya (logam,
plastik/kabel, baterai dll) dan dilakukan pemilahan untuk setiap komponen yang dapat
digunakan kembali
 Gelas/botol kaca dipisahkan berdasarkan warna gelas (putih, hijau dan gelap) dan
dihancurkan
6. Kompos
 Kompos dilakukan secara manual atau semi mekanis baik untuk skala individual, komunal
maupun skala besar (di lokasi landfill).
 Pembuatan lubang biopori yang berfungsi upaya composting juga dan sebagai lubang
resapan air.
7. Biogas
 Sampah organik sebagian diolah dengan alat digester sebagai energi (gas bio).
 Pemanfaatan gas bio antara lain untuk district heating, energi listrik, dan kompor untuk
memasak.

Namun pada kenyataannya, Cara pengendalian sampah yang paling sederhana dan efektif
adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk tidak merusak lingkungan
dengan sampah. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih
menghargai lingkungan. Peran Pemerintah dalam hal ini juga sangat diperlukan, dengan
peraturan-peraturan dan sangsi-sangsi yang ada, diharapkan bisa meminimalkan perusakan
lingkungan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

MEMBUAT KOMPOS DARI SAMPAH ORGANIK

Kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang sudah ada sejak lama. Pengertian
kompos adalah bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi
interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam bahan organik
tersebut. Bahan organik yang dimaksud pada pengertian kompos adalah rumput, jerami, sisa
ranting dan dahan, kotoran hewan, bunga yang rontok, air kencing hewan ternak, serta bahan
organik lainnya. Semua bahan organik tersebut akan mengalami pelapukan yang diakibatkan oleh
mikroorganisme yang tumbuh subur pada lingkungan lembap dan basah.

Pada dasarnya, proses pelapukan ini merupakan proses alamiah yang biasa terjadi di
alam. Namun, proses pelapukan secara alami ini berlangsung dalam jangka waktu yang sangat
lama, bahkan bisa mencapai puluhan tahun. Untuk mempersingkat proses pelapukan, diperlukan
adanya bantuan dari manusia. Jika proses pengomposan dilakukan dengan benar.

Kompos juga berguna untuk meningkatkan daya ikat tanah terhadap air sehingga dapat
menyimpan air tanah lebih lama. Ketersediaan air di dalam tanah dapat mencegah lapisan kering
pada tanah. Penggunaan kompos bermanfaat untuk menjaga kesehatan akar serta membuat akar
tanaman mudah tumbuh.

Kandungan hara pada kompos memang terbilang lebih sedikit dibandingkan pupuk
anorganik. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan dengan volume yang sangat banyak
untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Namun, dilihat dari keuntungan yang bisa diberikan
kompos untuk tanah dan tanaman, rasanya tidak rugi harus menggunakannya meskipun harus
dalam volume yang besar.

Keuntungan yang diberikan kompos tidak hanya untuk saat ini, tetapi untuk jangka
panjang hingga berpuluh-puluh tahun kemudian. Saat ini sudah banyak masyarakat yang mulai

beralih untuk menggunakan pupuk organik, salah satunya adalah kompos. Karena menggunakan
bahan organik yang sudah dianggap sampah, harga pupuk kompos pun relatif murah.

Beberapa sampah organik yang dapat diubah menjadi pupuk kompos ini di antaranya ialah :
 Sampah sisa makanan mulai dari sayur-sayuran hingga daging busuk
 Kertas bekas maupun tisu yang sudah tak terpakai lagi
 Dedaunan serta rumput
 Potongan kayu
 Bumbu dapur kadaluarsa
 Bulu hewan yang rontok
 Debu dari belakang lemari es
 Hingga kotoran hewan peliharaan.
Tentunya sampah ini berjenis organik alias dapat didaur ulang.

Alat Membuat Pupuk Kompos
 Wadah berukuran besar dengan penutup (tong atau ember)
 Sarung tangan
Bahan Membuat Pupuk Kompos
 Sampah rumah tangga (bisa sisa makanan atau bekas sayuran)
 Tanah
 Air secukupnya
 Arang sekam
 Cairan pupuk EM4 sebagai tambahan

Langkah-Langkah Cara Mebuat Kompos
A. Kompos Padat

1. Sampah organik/daun di potong kecil – kecil supaya mudah/cepat busuk dan cepat
menjadi kompos padat.

2. Memasukkan daun/sampah yang telah dipotong kecil ke dalam bak sampah,
3. Menyiapkan ember yang telah diisi cairan M4 dan menuangkan ke dalam bak yang sudah

berisi sampah agar sampah mudah/ cepat membusuk.
4. Memasukan cacing ke dalam tong/ bak sampah, disiram dengan air kemudian ditutup,

setelah itu menunggu pembusukan
5. Setelah busuk baru dipanen dan dikeluarkan dari tong/bak sampah,
6. Kemudian hasil panen dipergunakan untuk memupuk pepohonan/tanaman yang ada di

sekolah

B. Kompos Cair
1. Siapkan sampah yang akan diolah menjadi pupuk kompos.
2. Pisahkan sampah organik (sisa makanan/dedaunan) dengan sampah plastik. Sampah
organiklah yang nantinya akan digunakan sebagai pupuk kompos.
3. Sampah organik berupa sisa dari sampah rumah tangga sepeti sayur-sayuran dan buah-
buahan kemudian di masukan kedalam tong pengolahan pupuk cair.
4. Untuk mempercepat proses pembusukan ditambahkan cairan pemacu pembusukan.
5. Tong pembuskan di tutup rapat sambil menunggu sampah tersebut menjadi pupuk cair.
6. Setelah ditunggu beberapa hari baru bisa dilihat hasilnya berupa cairan.
7. Cairan inilah yang nantinya dipakai sebagai pupuk cair.

Pengolahan Sampah Anorganik
Untuk bisa menghindari dampak negatif dari limbah anorganik, kita perlu melakukan
langkah-langkah pemanfaatan yang tepat. Salah satu cara yang paling baik adalah dengan
melakukan daur ulang sampah anorganik menjadi barang yang bisa digunakan kembali. Sebelum
itu, ada satu langkah penting yang perlu dilakukan, yaitu memisahkan sampah organik dan
anorganik di rumah. Dengan begitu, sampah yang masih bisa didaur ulang bisa lebih mudah
diolah. Berikut ini beberapa jenis sampah yang dapat dimanfaatkan ulang antara lain :
1. Sampah kertas

Langkah paling sederhana dari pengelolaan sampah kertas yang bisa dilakukan di rumah
adalah mengumpulkan buku-buku atau kertas bekas dan memberikannya ke bank sampah
atau pengumpul kertas bekas di tempat-tempat daur ulang. Dibanding hanya menumpuk dan
terbuang ke laut, sisa-sisa kertas bisa diolah menjadi kertas daur ulang, tas, topeng, patung,
maupun kerajinan tangan lainnya.
2. Sampah kaleng

Sampah kaleng adalah salah satu jenis limbah yang tidak akan terurai meski ratusan bahkan
ribuan tahun lamanya. Oleh karena itu, sebisa mungkin dimanfaatkan sebagai bahan daur
ulang agar volume sampah tidak terus bertambah.Cara paling sederhananya adalah dengan
menggunakan kaleng-kaleng bekas minuman atau cat, sebagai pot bunga maupun wadah
untuk menyimpan barang-barang yang lain.

3. Sampah botol

Di tempat pengolahan sampah atau daur ulang sampah, limbah anorganik jenis botol biasanya
akan diolah lagi menjadi botol baru. Botol yang dimaksud di sini adalah botol kaca.
4. Sampah plastik

Sampah plastik, seperti bekas kemasan makanan dan minuman, saat ini sudah banyak diolah
menjadi berbagai kerajinan, seperti tas tangan, dompet, tempat tisu, bahkan pakaian. Oleh
karena itu jika menemukan sampah plastik di rumah, sebaiknya jangan langsung
membuangnya begitu saja. Pisahkan dan bersihkan dari sampah lainnya, lalu Anda bisa
menyumbangkannya ke bank sampah ataupun tempat daur ulang di lingkungan sekitar.
5. Sampah kain

Satu jenis limbah anorganik yang keberadaannya sering kita abaikan adalah sampah kain.
Pakaian-pakaian yang sudah tidak terpakai, banyak yang menumpuk begitu saja di lemari.
Untuk memanfaatkannya bisa dengan mengubah kegunaannya, dari pakaian menjadi lap
dapur, kain pel, atau menyumbangkannya ke orang yang membutuhkan, jika baju tersebut
memang masih layak pakai. Sementara itu, di tempat pengrajin sampah anorganik, sampah
kain sudah sering didaur ulang menjadi taplak meja, tutup dispenser, hingga selimut.

Limbah anorganik adalah sumber pencemaran lingkungan yang perlu diperhatikan keberadaannya.
Mengingat dampaknya terhadap kesehatan juga tidaklah enteng, Sehingga sangat perlu
memperhatikan kebersihan linkungan sekitar rumah. Jangan sampai ada limbah yang menumpuk
dan tak tertangani dengan baik.


Click to View FlipBook Version