Profil Kondisi Jalan Kota Semarang Tahun 2013
Kondisi Jalan
No Kecamatan MAKA- LAPEN HOTMIX BETON PAVING TANAH
DAM (m) (m) (m) (m) (m)
(1) (2) (m)
1. BANYUMANIK (4) (5) (6) (7) (8)
(3) 167.343 52.205 54.020 39.001 4.900
9.263
2. CANDISARI - 55.470 21.550 21.935 10.835 -
3. GAJAHMUNGKUR - 53.582 10.275 13.113 5.956 976
4. GAYAMSARI - 15.601 5.600 9.781 46.953 4.905
5. GENUK 20.696 27.939 24.330 7.661 39.994 42.489
6. GUNUNGPATI 9.694 154.720 10.240 12.530 31.984 13.898
7. MIJEN 17.476 59.485 42.705 14.754 12.820 24.781
8. NGALIYAN - 130.113 9.100 21.404 31.539 21.822
9. PEDURUNGAN 10.601 80.632 2.666 9.401 99.475 21.332
10. SMG BARAT - 129.251 40.261 30.400 110.062 16.181
11. SMG SELATAN - 36.712 26.726 8.940 7.655 -
12. SMG TENGAH - 38.721 45.111 14.696 20.630 -
13. SMG TIMUR - 22.899 17.170 21.702 29.298 954
14. SMG UTARA - 18.661 10.645 5.584 108.172 -
15. TEMBALANG 16.219 117.544 11.672 34.590 72.060 22.863
16. TUGU - 14.560 5.000 12.050 13.103 -
Total (m) 83.950 1.123.233 335.256 292.560 679.538 175.101
Panjang (km) 84 1.123 335 293 680 175
Sumber : Dinas Bina Marga Kota Semarang
47
Selain jalan yang diperuntukkan bagi masyarakat umum, di
Semarang juga terdapat jalan tol, yang khusus bagi kendaraan bermotor
roda 4 atau lebih. Jalan Tol Semarang merupakan bagian dari jalan tol
Trans Jawa yang menghubungkan wilayah Kota Semarang, wilayah
Barat, Timur, serta Selatan kota Semarang. Jalur ini juga menjadi jalur
penting untuk transportasi ke Jawa Timur, Yogyakarta dan Solo. Jalan
tol Semarang ini mulai dioperasikan secara bertahap sejak 1983. Jalan
sepanjang 24,75 kilometer memiliki 2x2 lajur dan melewati wilayah
Srondol, Kaligawe dan Manyaran. Jalan tol dengan tersebut meliputi
ruas Srondol-Banyumanik (seksi B), Jatingaleh-Krapyak (seksi A), dan
Jangli-Kaligawe (seksi C). Kondisi Jalan Tol Semarang sangat spesifik.
Pada seksi A dan B, serta sebagian seksi C terdapat tanjakan dan
turunan yang mengakibatkan kendaraan dengan bobot berat mengalami
risiko dan tingkat fatalitas pengguna jalan tol sangat tinggi. Pada jalan
tol ini terdapat fasilitas seperti rest area dan tempat beribadah. Jalan tol
yang baru selesai diperlebar pada tahun 2010 lalu, akan tersambung
dengan jalan tol Semarang-Solo, seksi I yang dioperasikan oleh Trans
Marga Jateng (Anak Perusahaan Jasa Marga).
Bandara Internasional Ahmad Yani
Sejak 2004 lalu, Bandar Udara (Bandara) Ahmad Yani naik
statusnya menjadi bandara internasional. Peresmian menjadi bandara
internasional berlangsung dalam penerbangan perdana Garuda
Indonesia ke Singapura bulan Maret 2004. Kondisi saat ini, Bandara
Ahmad Yani memiliki landasan utama 2.680 meter x 45 meter dengan
jumlah penumpang setiap hari antara 1.600 hingga 2.000. Untuk
peningkatan pelayanan, saat ini tengah dilakukan pembangunan dan
pembenahan pada bandara tersebut. Proyek pembangunan tersebut
adalah, perpanjangan landasan dan pembuatan terminal baru yang lebih
besar. Terminal baru ini akan dibangun di sebelah utara terminal lama,
seluas 21.500 meter persegi dan mampu menangani dua pesawat ukuran
besar dan 8 pesawat ukuran.
48
Terminal Bus
Terminal Terboyo, berada di pintu masuk Kota Semarang dari
arah utara. Terminal Penggaron di pintu masuk arah timur, Terminal
Mangkang pintu masuk arah barat dan sub-Terminal Banyumanik dari
arah selatan. Rencananya, Pemerintah Kota Semarang akan membangun
49
lagi terminal di kawasan Semarang bagian atas untuk menggantikan sub
Terminal Banyumanik yang fungsi sebenarnya hanyalah sebagai tempat
pemberhentian bus. Khusus Terminal Mangkang, sekarang ini sedang
dalam tahap pengembangan. Terminal ini memang dibuat untuk
mengantisipasi lonjakan kapasitas bus di Terminal Terboyo,yang sudah
tidak mampu lagi untuk melayani kebutuhan sarana terminal untuk
transportasi dari dan ke Kota Semarang. Terutama untuk wilayah
bagian Barat.
50
Stasiun Kereta Api
Semarang memiliki dua stasiun kereta api yang masing-masing
merupakan terbilang sebagai stasiun tertua di Indonesia dan menjadi
tonggak sejarah perkembangan perkeretaapian di Indonesia. Stasiun
Tawang merupakan pengganti Stasiun Tambak Sari milik N.I.S yang
pertama. Diremikan oleh Gubernur Jenderal Mr. Baron Sloet van de
Beele, bersamaan dengan pembentukan system perangkutan kereta api
milik N.I.S pad atanggal 16 Juni 1864. N.I.S melayani jalur Semarang-
Yogya-Solo. Selesai pada 10 Pebruari 1870. Berkembangnya kegiatan
perdagangan menyebabkan stasiun Tambak Sari tidak memenuhi syarat
lagi. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, stasiun ini diambil alih
oleh Pemerintah Daerah Kotamadya Semarang dan diganti dengan
nama Perusahaan Jawata Kereta Api Tawang (PJKA).
51
2). Potensi Wisata
Wisata Religius
Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi untuk
pengembangan wisata religious adalah Semarang. Ibu kota provinsi Jawa
Tengah ini memiliki banyak bangunan kuno bernilai historis dan arsitektur
tinggi yang layak dikunjungi. Sebagai wilayah pesisir, akulturasi menjadikan
Semarang kaya akan referensi tempat-tempat wisata religius. Berikut, tempat
wisata religus di Kota Semarang yang layak untuk dikunjungi:
a]. Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) berlokasi di Jalan Gajah
Raya. Arsitektur bangunannya meneladani prinsip gugus model kluster
dari Masjid Nabawi di Madinah. Bentuk penampilan arsitekturnya
merupakan gubahan baru yang mengambil model dari tradisi masjid
para wali dengan membubuhkan corak universal arsitektur Islam pada
bangunan pusatnya dengan menonjolkan kubah utama yang dilengkapi
dengan minaret runcing menjulang di keempat sisinya. Masjid beserta
fasilitas pendukungnya menempati tanah bandha Masjid Agung
Semarang seluas 10 ha di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari,
Kota Semarang. Masjid itu mampu menampung jamaah lebih-kurang
13.000 orang. Berdasarkan tata ruang, alam bangunan masjid itu
terdapat ruang shalat, tempat berwudlu, ruang kantor, ruang kursus dan
pelatihan, ruang perpustakaan, ruang akad nikah dan auditorium. Dalam
upaya penggalian dana, dalam kompleks masjid juga dilengkapi galeri,
pertokoan, ruang-ruang kantor yang disewakan, dan toko suvenir.
Masjid ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
b]. Masjid Kauman
Masjid yang terletak di wilayah hiruk-pikuk Pasar Johar ini
didirikan oleh ulama besar Semarang berdarah Arab bernama Maulana
Ibnu Abdul Salim alias Kiai Pandan Arang. Kisah berbalut mitos sejak
awal menyelimuti masjid ini. Misalnya, gara-gara dibangun lebih tinggi
daripada Masjid Agung Demak, akhirnya masjid ini terbakar pada 1885
52
dan harus dibangun ulang. Pembanguan itu atas bantuan Asisten
Residen Semarang GI Blume dan Bupati Semarang Raden Tumenggung
Cokrodipuro, sementara arsiteknya adalah GA Gambier. Dari tangannya
lahir masjid berasitektur atap tiga susun dengan puncak berhiaskan
mustaka yang selesai pada 1889.
c]. Masjid Menara (Masjid Layur)
Masjid Layur atau lebih dikenal dengan sebutar Masjid Menara
Kampung Melayu. Masjid yang berdiri pada 1802 tersebut, dibangun
oleh sejumlah saudagar dari Yaman yang bermukim di ibu kota Jawa
Tengah ini. Kompleks Masjid Menara dibatasi oleh tembok tinggi,
kurang lebih lima meter, yang di tengah-tengahnya memiliki gerbang.
Dengan demikian yang keliatan dari luar hanya menara saja yang tinggi.
Dinding masjid dihiasi ornament bermotif geometrik, dan berwarna
warni. Penambahan menara pada bagian depan masjid menyebabkan
masjid juga terkenal dengan nama Masjid Menara. Fungsi menara
adalah tempat bilal atau muazin. Fungsi menara sempat berubah sebagai
menara pengawas pantai pada masa perang kemerdekaan 1945 – 1949.
53
d]. Gereja Blenduk (Gereja Immanuel)
Gereja yang menjadi salah satu identitas Kota Semarang ini mula-
mula dibangun oleh bangsa Portugis, masih dalam bentuk yang
sederhana. Kemudian disempurnakan oleh Belanda, yang pada saat itu
berkuasa di Indonesia. Dua aristeknya yang bernama HPA de Wilde dan
Westmaas, menyempurnakan bangunan dan selesai tahun 1745. Mulai
dipakai sebagai tempat kebaktian dengan pendeta pertamanya Johannes
Wihelmus Swemmelaar pada tahun 1753. Tidak ada referensi yang jelas
mengapa bangsa Portugis mengawali pembuatan gereja itu. Yang jelas,
hingga usianya sekarang 258 tahun, gereja Blenduk masih kokoh.
54
e]. Kelenteng Gedung Batu (Sam Poo Kong)
Kelenteng Gedung Batu atau lebih dikenal dengan Sam Poo Kong,
kelenteng ini tidak bisa dilepaskan dari sosok pelaut besar dari negeri
Tiongkok, Laksamana Cheng Hoo yang hidup pada zaman kaisar ketiga
Dinasti Ming, yaitu Zhu De. Menurut cerita, Laksamana Cheng Hoo
sedang mengadakan pelayaran menyusuri pantai laut Jawa dan sampai
pada sebuah teluk atau semenanjung. Kemudian ia menyusuri sungai
yang sampai sekarang dikenal dengan sungai Kaligarang. Ia mendarat
di sebuah desa bernama Simongan Di tempat itulah kemudian didirkan
sebuah tempat peribadatan, yang sekarang dikenal dengan nama
Gedung Batu atau Sam Poo Kong
55
f]. Pagoda Avalokitesvara
Pagoda ini dibangun sejak Agustus 2005. Rencananya,
pembangunan hanya membutuhkan waktu 8 bulan. Namun karena
menunggu barang-barang dan patung dari China, penyelesaian
bangunan itu menghabiskan waktu 10 bulan. Pembangunan
dilatarbelakangi kebutuhan umat akan tempat ibadah yang lebih layak
dan nyaman. Sebelumnya, di lokasi itu sudah berdiri vihara kecil yang
didirikan pada 1957. Avalokitesvara Buddhagaya memiliki banyak
keistimewaan. Mulai dari genteng, aksesori, relief tangga dari batu (9
naga), kolam naga, lampu naga, air mancur naga, hingga patung burung
hong dan kilin, seluruhnya diimpor dari China. Pagoda itu terdiri atas
tujuh tingkat. Tiap tingkat memiliki 4 buah patung Dewi Kwan Im yang
menghadap ke empat penjuru.
56
Tempat Rekreasi
a]. Goa Kreo
Terletak di Dukuh Talun Kacang, Kecamatan Gunungpati, objek
wisata ini termasuk objek wisata alam di mana menyuguhkan panorama
alam yang sangat menarik. Di tempat ini terdapat sebuah gua, yang juga
dihuni oleh sejumlah kera. Kerakera ini sangat jinak, sehingga para
pengunjung objek wisata tersebut, dapat bercengkerama atau bercanda
dengan kera lucu tersebut.
b]. Taman Lele
Objek wisata ini dulu dikenal dengan nama Taman Lele. Di
tempat ini terdapat danau buatan yang dikelilingi gazebo, sepeda air,
kolam renang untuk anak, permainan anak, dan beberapa satwa
peliharaan, eperti ular phyton, buaya dan berbagai jenis burung. Tempat
ini cocok untuk untuk persinggahan bagi mererka yang berkunjung ke
Semarang melalui jalan darat atau jalur pantura (Semarang-Jakarta,
mengingat lokasinya yang persis berada di jalur tersebut. Di tempat itu
juga dilengkapi dengan hotel 10 kamar dengan fasilitas AC, TV dengan
harga terjangkau.
c]. Simpang Lima
Sebagai pusat Kota Semarang Simpanglima dapat dikatakan
sebagai pusat keramaian, ini terlihat karena seputar Simpang Lima
terdapat pusat perbelanjaaan seperti Citra Land, Simpanglima Plaza,
Gajahmada Plaza, Pusat Pertokoan Simpanglima dan Hotel berbintang
yaitu Hotel Ciputra dan Horison.
Selain pusat perbelanjaan juga terdapat tempat ibadah yaitu
Masjid Baiturahman. Lapangan Simpanglima selain untuk upacara dan
pertunjukan juga sebagai tempat rekreasi. Pada malam hari
Simpanglima banyak dikunjungi masyarakat untuk bersantai manikmati
suasana malam hari sambil merasakan aneka makanan dan minuman
yang terjual di tempat tersebut.
57
d]. Pecinan
Kawasan pecinan memiliki pasar yang unik dibanding pasar-pasar
lainnya. Meski tidak begitu besar, pasar ini terbilang komplet. Di pasar
gang baru menjadi pusat alkuturasi antaretnis. Para pedagang berbaur
dari etnis Jawa dan China. Di kawasan tersebut, terdapat deretan
warung kaki lima bernuansa oriental yang sangat kental. Dikenal
dengan nama Warung Semawis yang buka setiap hari Jumat, Sabtu, dan
Minggu mulai pukul 17.00 sampai dinihari.
e]. Kebun Binatang Mangkang
Kebun Binatang Mangkang atau Taman Marga Satwa Semarang
letaknya berada di Jl. Raya Mangkang km 17 Semarang, atau lebih
mudahnya, di depan terminal Mangkang. Bonbin Mangkang ini dulunya
adalah tempat relokasi dari Bonbin lama Semarang di daerah
Tinjomoyo yang kini menjadi arena perang – perangan Paint Ball.
Taman Margasatwa Semarang merupakan tempat konservasi satwa
yang memadukan konsep edukasi dengan konsep rekreasi.
Sehingga para pengunjung yang datang kesini bisa mendapatkan
pengetahuan yang lebih luas mengenai kekayaan flora dan fauna. Selain
itu, pengujung juga bisa sekaligus berekreasi melepas kepenatan dari
rutinitas kegiatan mereka sehari-harinya bersama keluarga, teman atau
kerabat terdekatnya.
Taman Margadatwa Semarang hingga tahun 2012 ini telah
memiliki 40 jenis satwa dan setiap periodenya akan selalu ditambah
dengan jenis satwa lain untuk melengkapi koleksi kebun binatang.
Masing-masing jenis satwa jumlahnya berkisar 2 ekor hingga 6 ekor,
mereka ditempatkan di suatu lokasi yang mirip dengan habitatnya
semula.
58
f]. Kota Lama
Berdasarkan sejarahnya, kota Semarang memiliki suatu kawasan
yang ada pada sekitar abad 18 menjadi pusat perdagangan. Kawasan
tersebut pada masa sekarang disebut Kawasan Kota Lama. Pada masa
itu, untuk mengamankan warga dan wilayahnya, maka kawasan itu
dibangun benteng, yang dinamai benteng Vijhoek. Untuk mempercepat
jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang dibenteng itu maka dibuat
jalan-jalan perhubungan, dengan jalan utamanya dinamai : Hereen
Straat. Saat ini bernama Jalan Letjen Soeprapto.Salah satu lokasi pintu
benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok, yang disebut
De Zuider Por.
Jalur pengangkutan lewat air sangat penting hal tersebut
dibuktikan dengan adanya sungai yang mengelilingi kawasan ini yang
dapat dilayari dari laut sampai dengan daerah Sebandaran, dikawasan
Pecinan. Masa itu Hindia Belanda pernah menduduki peringkat kedua
sebagai penghasil gula seluruh dunia. Pada waktu itu sedang terjadi
tanam paksa (Cultur Stelsel) diseluruh kawasan Hindia Belanda.
Kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah
Indonesia masa colonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya
berdampingan dengan kawasan ekonomi. Di tempat ini ada sekitar 50
bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan mempunyai
sejarah Kolonialisme di Semarang. Di antaranya, Jembatan Berok,
Gedung Susteran Gedangan, Nilmij, Gereja Blenduk, Nederlands
Handel Maatschappij, Taman Sri Gunting, Marba, Stasiun Tawang,
Marabunta, dan De Spiegel. Kota Lama Semarang ini adalah daerah
yang bersejarah dengan banyaknya bangunan kuno yang dinilai sangat
berpotensi untuk dikembangkan dibidang kebudayaan ekonomi serta
wilayah konservasi.
59
Goa Kreo
Goa Kreo dipercaya
sebagai petilasan
Sunan Kalijaga saat
mencari kayu Jati untuk
membangun Masjid
Agung Demak. “Kreo”
berasal dari kata
Mangreho yang berarti
peliharalah / jagalah.
60
Kampung Wisata
Taman Lele
Di Kampoeng Wisata
Taman Lele ini terdapat
beberapa fasilitas antara
lain Taman burung dan
Reptil dengan berbagai
macam koleksinya,
Taman bermain anak-
anak dengan berbagai
jenis mainan, wisata air
dan lain-lain.
Taman Margasatwa
Semarang
Bonbin Semarang ini
berada di bawah Dinas
Kebudayaan dan
Pariwisata Pemerintah
Kota Semarang.
Bonbin ini merupakan
Taman Margasatwa,
tempat rekreasi,
konservasi dan
pendidikan.
61
Seni Budaya
Masyarakat kota Semarang dikenal dengan masyarakat yang
heterogen, karena secara historis Kota Semarang tumbuh dan berkembang
sebagai Kota Dagang dan Pemerintahan. Beberapa peninggalan masyarakat
Belanda ketika masih bermukim di Semarang, Gedung Batu, Kuil Sam Pho
Kong yang merupakan warisan budaya Cina, disamping juga terdapat
peninggalan dan budaya Islam. Keadaan ini dapat menunjukkan adanya
kemajemukan masyarakat dan budaya yang berkembang di masyarakat Kota
Semarang, sehingga sampai saat ini masih belum memiliki kesenian asli.
a]. Batik Semarangan
Pada abad ke-18 sampai pertengahan abad ke-19, batik
semarangan pernah mencapai zaman kejayaan karena dipakai semua
kalangan, bangsawan maupun rakyat jelata. Namun, konon kejayaan itu
berakhir menyusul meletusnya Gunung Ungaran akhir abad ke- 19.
Setelah itu batik semarangan tak banyak lagi dipakai sebagai busana
khas. Motif batik semarangan mulai disibak lagi tahun 1980-an. Salah
satu motifnya adalah sarung kepala pasung. Motif ini didominasi warna
cokelat dan hitam dengan ornament lebih mengarah bentuk tumbuhan.
Dominasi warna cokelat dan gelap menampilkan kesan agung. Batik
semarangan mengacu pada unsur alam, sebagaimana cara pembatik
tempo dulu mengerjakan batik jenis ini. Unsur alam ini terutama
ditekankan pada bahan pewarnanya yang hampir semuanya berasal dari
alam. Misalnya untuk warna kuning dan hijau menggunakan buah
jelawe. Untuk menghidupkan kembali batik semarangan, Dewan
Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang bekerja sama
dengan Pemerintah Kota Semarang menyiapkan revitalisasi Kampung
Batik yang terletak di Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang
Timur.
62
b]. Dugderan
Sejarah diselenggarakannya tradisi dugderan bermula dari
kerapnya perbedaan pendapat dalam menentukan hari dimulainya bulan
Puasa. Pada tahun 1881 Pemerintah Kanjeng Bupari RMTA
Purbaningrat. Memberanikan diri menentukan awal puasa, yaitu dengan
membunyikan Bedug Masjid Agung dan meriam di halaman kabupaten
masingmasing sebanyak tiga kali. Adanya upacara tersebut makin lama
makin menarik perhatian masyarakat Semarang dan sekitarnya,
sehingga menarik minat sejumlah pedagang dari berbagai daerah yang
menjual bermacam-macam makanan, minuman dan mainan anak-anak
seperti yang terbuat dari tanah liat (gerabah), mainan dari bambu
(seruling, gangsingan), serta mainan dari kertas berupa hewan berkaki
empat dengan kepala mirip naga. Mainan ini dikenal dengan nama
warak ngendog. Pada perkembangan selanjutnya, warak ngendog
menjadi ikon dari tradsi dugderan.
c]. Semarang Night Carnival (SNC)
Merupakan ajang karnaval pertama di Indonesia yang digelar
malam hari. Pada awalnya Semarang Night Carnival dilaksanakan
pertama pada tahun 2011 merupakan salah satu agenda perayaan HUT
Kota Semarang yang kemudian dijadikan agenda tahunan. Semarang
Night Carnival diikuti sekitar 1.500 peserta yang mengenakan kostum
beraneka macam seperti flora, fauna, tradisi, hingga corak Jawa, Cina,
Arab, dan Belanda. Hal itu sesuai dengan karakter Kota Semarang
sebagai kota pesisir yang banyak berakulturasi dengan budaya luar. Di
antara rombongan ada Warak Ngendok dan replika Kapal Cheng Ho,
Tari Gambang Semarang, marching band juga rombongan alat musik
perkusi dan rebana. Parade seni dan budaya yang gemerlap itu ditutup
dengan kemeriahan pesta kembang api.
63
Pawai Carnaval
bertema Semarang
Berbunga Menuju Visit
Jateng 2014 ini
diikuti oleh kurnag
lebih 1.600 peserta,
serta disiarkan secara
langsung oleh salah
satu stasiun TV.
64
Khazanah Kuliner
Berikut, makanan-makanan khas yang mewarnai khazanah kuliner
Kota Semarang.
a]. Lumpia
Lumpia terbuat dari rebung yang dibungkus dengan lembaran
tepung, bisa disajikan dengan digoreng terlebih dahulu atau tanpa
digoreng. Lumpia selain berisi rebung dapat diisi dengan daging ayam
atau sapi yang dirajang kecil-kecil. Sebagai oleh-oleh, makanan yang
hanya bertahan 1 hari ini, dapat dibeli sepanjang Jl. Pemuda di depan
Pasar Raya Sri Ratu, di Jl. Pandanaran, di sepanjang Jl. MT. Haryono
atau di kompleks pecinan.
b]. Ganjel Ril
Roti berwarna coklat di atasnya dilapisi wijen rasanya manis.
Merupakan makanan khas yang popular dimasa lalu dinamakan ganjel
Ril karena bentuknya yang besar dan bantat, menyerupai kayu
pengganjal rel kereta api. Makanan ini dapat diperoleh di toko Roti
Selina (Jalan KH. Wahid Hasyim).
c]. Tahu Pong :
Tahu pong merupakan satu jenis tahu yang bagian luarnya
digoreng kering dan bagian dalamnya berongga (kopong). Makanan
yang nikmat dis antap pada saat panas ini dapat diperoleh di sekitar
Jalan Gajah Mada dan Jalan Depok.
d]. Wingko Babat :
Penganan kecil ini sebenarnya bukan asli dari Kota Semarang,
melainkan dari Kota Babat, Jawa Timur. Namun, karena di Kota
Semarang ini banyak dijumpai pembuat maupun penjual wingko babat,
belakangan membuat makanan ini menjadi salah satu oleh-oleh khas
Semarang. Wingko babat terbuat dari bahan kelapa dan beras ketan.
Seiring dengan perkembangan jaman, wingko diberi cita rasa yang
65
beraneka ragam, seperti coklat nangka, durian dan lain-lain. Makanan
ini dapat dibeli dipusat jajanan tradisional di Jl. Pandanaran, Stasiun
Tawang, Stasiun Tawang, Stasiun Poncol dan Pusat Penjualan Wingko
Babat Jl. Cendrawasih.
e]. Wedang Tahu :
Adalah sejenis minuman yang terbuat dari rebusan jahe.
Dihidangkan bersama tahu bertekstur sangat halus dan diberi campuran
saus gula untuk menambah cita rasa. Minuman ini dijual kelilingan oleh
sejumlah pedagang. Pedagang wedang tahu biasanya berkeliling di
kawasan Pecinan, Jalan Karimata, Jalan Depok, dan Jalan Tanjung.
f]. Bandeng Presto :
Adalah ikan bandeng yang dimasak dengan panci bertekanan
tinggi biasanya disebut presto. Cara ini dilakukan untuk membuat duri
ikan bandeng menjadi lunak sehingga enak untuk dimakan. Tempat
penjualan ikan bandeng ini juga menyediakan yang dipepes otak-otak
ataupun panggang. Untuk bandeng presto biasanya cara memasaknya
cukup digoreng dengan memakai minyak panas. Bandeng dalam
kondisi ini dapat disimpan dalam lemari pendingin sampai waktu yang
cukup lama. Makanan ini dapat diperoleh di pusat jajan di sepanjang Jl.
Pandanaran Semarang.
BANDENG
PRESTO
66
LUNPIA
WINGKO
BABAT
GANJEL
REL
67
WEDANG
TAHU
TAHU PONG
68