The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Lkpd 3 dan 4, RAHMAWATI JUTA WIJAYA_20240130_223532_0000

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Zilqi Slavina, 2024-01-30 11:11:31

Lkpd 3 dan 4, RAHMAWATI JUTA WIJAYA_20240130_223532_0000

Lkpd 3 dan 4, RAHMAWATI JUTA WIJAYA_20240130_223532_0000

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN TANAH Bahan Induk: Jenis batuan atau materi awal tanah. Topografi: Kemiringan, bentuk, dan posisi lahan. Organisme: Aktivitas tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Iklim: Suhu, curah hujan, dan faktor iklim lainnya. Waktu: Periode waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan tanah.


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES PEMBENTUKAN TANAH Pelapukan: Pemecahan batuan oleh berbagai proses seperti fisik, kimia, dan biologi. Penguraian Bahan Organik: Pembusukan sisa-sisa tumbuhan dan hewan. Proses Pencucian: Pencucian mineral oleh air hujan atau air tanah. Proses Akumulasi: Penumpukan bahan-bahan hasil pelapukan. Setiap faktor dan proses ini saling berinteraksi untuk membentuk tanah yang beragam di berbagai wilayah.


AMATI GAMBAR BERIKUT!!


Horizon o lazim juga disebut tanah organik. Horizon o adalah lapisan tanah yabg bisa dikatakan sering terjamah manusia, karna terletak paling atas dan ditumbuhi tanaman. Horizon A Adalah lapisan horizon tanah yang mengalami pencucian bahan organik serta mineral. Ketebalannya berkisar 20 sampai 35 sentimeter. Nama lain lapisan ini ialah topsoil. Horizon E Merupakan lapisan eluvial berwarna cerah. Hampir sama seperti horizon B, lapisan tanah ini mengandung sedikit mineral. Horizon B Horizon tanah yang terbentuk dari proses illuviasi dari bahan-bahan yang tercuci, yaitu horizon B atau subsoil. Lapisan ini terbentuk akibat proses penimbuhan serta pencucian bahan organik dan mineral dari horizon di atasnya (horizon A).


Horizon C Merupakan lapisan horizon tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah. Lapisan ini berupa bahan induk yang telah melapuk. Nama lainnya adalah zona regolith. Horizon ini hanya memiliki sedikit bahan organik dan mineral, akibat penghancuran serta pelapukan. Horizon D/R Batuan keras yang belum terlapukkan terdapat pada horizon tanah D/R. Lapisan ini hanya tediri dari batuan keras yang belum pernah melapuk. Lapisan horizon tanah ini sering juga disebut batuan induk atau dasar (bedrock), yang letaknya paling dalam.


TANAH ORGANIK Ciri-Ciri Tanah Organik: -Warna gelap -Tekstur yang baik -Kemampuan menahan air yang baik Persebaran tanah organik ada dilahan gambut, hutan manngrove, dan hutan hujan tropis


TANAH ALLUVIAL Ciri-ciri tanah aluvial, yakni: -Berwarna cokelat -Konsistensinya lekat -Tekstur tanahnya ada yang kasar hingga halus Persebaran tanah aluvial ada di wilayah hilir sungai, misalnya sepanjang aliran sungai Bengawan Solo dan Sungai Mahakam.


TANAH REGOSOL Ciri-Ciri Tanah Regosol: -Berwarna kelabu -Teksturnya kasar seperti pasir -Memiliki konsistensi lepas atau tidak lengket di tangan. Tanah regosol dapat ditemukan didaerah pegunungan, seperti Bengkulu, Jawa, dan Bali.


TANAH LITOSOL Ciri-ciri tanah litosol adalah: -Berwarna cokelat -Strukturnya lemah -Teksturnya beragam Tanah litosol banyak ditemui didaerah pegunungan, daerah tanah longsor dan daerah vulkanik


TANAH LATOSOL Ciri-Ciri Tanah Latosol: -Berwarna cokelat kemerahan -Teksturnya lempung -Konsistensinya gembur dan struktur remah. Jenis tanah ini banyak terdapat di wilayah vulkanik bercurah hujan lebih dari 2500 milimeter. Contohnya Papua, Kalimantan Timur, dan Maluku.


TANAH GRUMOSOL Ciri-ciri Tanah Grumosol: -Berwarna cokelat kehitaman -Teksturnya halus -Konsistensinya lekat saat basah, dan retak waktu kering Tanah grumosol banyak dijumpai di wilayah bercurah hujan rendah, serta memiliki batuan vulkanik dan karst. Misalnya Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur.


TANAH PODSOLIK Ciri-Ciri Tanah Podsolik Merah Kuning: -Berstruktur gumpal -Konsistensinya lekat Berwarna kuning dan merah -Teksturnya beragam, ada yang halus, tetapi ada juga yang kasar Persebaran jenis tanah ini ada di wilayah beriklim basah dengan curah hujan lebih dari 2500 milimeter/tahun. Contohnya di kawasan pegunungan di Jawa Barat dan Sumatera.


TANAH PODSOL Ciri-ciri tanah podsol: -Berwarna kuning keabuan -Strukturnya gumpal -Tingkat pH-nya rendah. Tanah podsol bisa dijumpai di wilayah beriklim basah dengan curah hujan lebih dar i2500 milimeter/tahun, contohnya Kalimantan Tengah, Jambi, Papua, dan Sumatera Utara.


TANAH ANDOSOL Ciri-Ciri Tanah Andosol: Ciri-cirinya, yakni: -Berwarna cokelat kehitaman - Bertekstur halus - Konsistensinya gembur. Persebaran tanah andosol ada di wilayah vulkanik yang jauh dari lerengnya. Misalnya Pegunungan Ijen, Gunung Salak, dan Gunung Rinjani.


METODE PENGAWETAN TANAH UNTUK MENGATASI EROSI Metode vegetasi. Pengawetan tanah dengan cara metode vegetasi adalah dengan memanfaatkan peran tanaman untuk mengurangi daya rusak akibat hujan, aliran permukaan, dan erosi. Metode mekanik atau Teknik. Cara menerapkannya, yaitu menggunakan sarana fisik, seperti tanah dan batu dalam mengawetkan tanah. Metode kimia Adalah pemanfaatan bahan kimia untuk memperbaiki struktur tanah juga menguatkan tanah dari erosi. Jenis bahan kimia yang sering digunakan untuk mengawetkan tanah ialah bitumen dan krilium.


I hope you learn something new today! THANK YOU!


Click to View FlipBook Version