Sus Pe ct SYAFIUDDIN HALID Pameran Tunggal Seni Lukis & Karikatur 2023
Sus Pe ct Fine Art Exhibition Pameran Tunggal SYAFIUDDIN HALID KedIAMan, Jayapura Papua 18 - 23 November 2023
Kata Pengantar Rektor ISBI Tanah Papua INSTITUT SENI BUDAYA INDONESIA TANAH PAPUA Rektor ISBI Tanah Papua beserta jajaran pimpinan, menyambut gembira atas terlaksananya pameran seni rupa bertajuk “Suspect 2023”. Pameran yang dilaksanakan dari tanggal 18 s/d 23 November 2023 ini, merupakan kegiatan dalam rangka peringatan hari pahlawan. Harapannya, melalui pameran ini generasi muda dapat mengambil hikmah atas semangat perjuangan para pahlawan. Meneladani dedikasi, kerja keras dan semangat pantang menyerah yang timbul atas kecintaan terhadap tanah air dan bangsa. Kini saatnya generasi muda melanjutkan perjuangan tersebut melalui karya kreatif dan inovatif. Papua memiliki kekayaan alam, seni serta budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan. Kekayaan ini perlu digali dan dieksplorasi secara berkelanjutan. Tentunya, generasi muda Papua yang harus berdiri pada barisan terdepan terkait pemajuan nilai-nilai budaya. Bertanggungjawab merawat, mendokumentasikan serta menumbuhkembangkan seluruh aset dan kekayaan tersebut sebagai bagian khasanah budaya Nusantara. Perwujudan semangat tersebut dapat terlihat melalui pameran ini. Tema pewarna pinang sebagai medium berekspresi dalam seni lukis merupakan sesuatu yang baru dan unik. Suatu konsep sederhana namun mampu menunjukkan sisi positif atas permasalahan sosial terkait ludah pinang yang ada di Papua. Semoga pameran yang telah digagas oleh saudara Syafiuddin, S.Pd., M.Sn yang juga merupakan salah satu pengajar di ISBI Tanah Papua, mampu menularkan semangat berkarya kreatif inovatif khususnya kepada mahasiswa serta lingkungan civitas akademika ISBI Tanah Papua. Akhirnya diucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan ini. Tidak lupa diucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkonstribusi hingga pameran ini dapat terlaksana dengan baik. Selamat berpameran dan selamat mengapresiasi! Jayapura, 18 November 2023 Rektor Dr. I Dewa Ketut Wicaksana, SSP., M.Hum i Pameran Suspect 2023
Sambutan Muh. Ilham Murda, ST., M.Sn INDONESIA ART MOVEMENT. Dengan penuh kebanggaan, kami menyambut Anda dalam Pameran Lukis "Suspect," sebuah perayaan seni rupa yang memukau, di mana seniman-seniman berbakat berkumpul dalam Kediaman Komunitas Indonesia Art Movement. Pameran ini adalah bukti nyata semangat kolaboratif dan eksplorasi seni rupa di ruang-ruang alternatif yang telah dibangun melalui komunitas kami. Pameran tunggal saudara Syafiuddin Halid bertema “Suspect” berupa gelaran karya seni lukis dan karikatur, menjadi rangkaian dan momentum awal peresmian KedIAMan. Sebuah wadah yang digagas oleh Indonesia Art Movement yang bertujuan menggairahkan berbagai aktifitas ekspresi kreatif yang bersifat kolaboratif dan inklusif. Melalui (wadah) KedIAMan, memungkinkan berbagai seniman lintas bidang keahlian dapat mengungkapkan kreativitas serta inovasi mereka secara leluasa. Terpola dan terintegrasi melalui berbagai sektor keahlian yang saling mendukung serta saling mengisi. Sebagai wujud program perdana kami, melalui pameran seni lukis dan karikatur ini ditampilkan semangat inovasi dan eksplorasi seniman dalam berkarya. Pagelaran karya ini sungguh sesuatu yang unik dengan menghadirkan karya seni lukis dari pewarna pinang. Yakni mengusung isu sosial budaya makan pinang di Papua yang kemudian dijadikan konsep penggunaan pewarna alami yang potensial serta ramah lingkungan. Katalog ini akan memandu Anda dalam perjalanan seni yang mengapresiasi nilai-nilai keberagaman dan inklusi, dengan setiap karya seni mencerminkan beragam perspektif yang memperkaya dunia seni rupa. Anda akan menemukan deskripsi yang mendalam melalui karya lukis, ilustrasi maupun sketsa yang memukau dari karya-karya yang dipamerkan. Terdapat pula wawancara eksklusif dengan para seniman yang akan membangkitkan motivasi sekaligus inspirasi melalui perhelatan ini. Pameran Lukis "Suspect" dan katalog ini adalah bukti bahwa seni adalah bahasa universal yang menghubungkan kita, memicu dialog, dan merangsang imajinasi. Kami berharap pameran ini akan memberikan Anda pengalaman seni yang tak terlupakan dan menginspirasi Anda untuk lebih mendalam menjelajahi dunia seni rupa. Terima kasih atas partisipasi Anda, dan selamat menikmati pameran ini dengan gairah dan rasa ingin tahu yang tinggi. Jayapura, 18 November 2023 Muh. Ilham Murda, ST., M.Sn Pameran Suspect 2023 ii
Kata Pengantar Kata Sambutan Daftar Isi Sekilas tentang pewarna pinang Essay tentang karya; kisah konyol sang tersangka Pameran seni rupa & interpretasi kosong Daftar Karya (Lukisan pewarna pinang) 1. Suspect 2. Bouldozer untuk Rempang 3. Membangun dinasti keluarga 4. Resistensi 5. Keserakahan dan kekuasaan 6. Industri dan perubahan perilaku 7. Try to survive 8. Anak kandung rahim sagu 9. Tutari, situs terabaikan (Sketsa) i ii iii 01 04 07 11 13 15 17 19 21 23 25 26 DAFTAR ISI Suspect 2023 iii Pameran Suspect 2023
Kolom Karikatur Pray for Turky and Syria .1 No Pain No Gain .2 Ketidakpastian masa depan .3 Urmuz; Avant garde writer (Part One) .4 Urmuz; Avant garde writer (Part Two) .5 The unspoken apartment rules for being a good neighbor .6 Covid-19 Conspiracy theories .7 Sejak purba kita sudah terdoktrin matre .8 How Albert Einstein learned the theory relativity? .9 Mengatasi kecanduan .10 Profil Riwayat Pameran Pameran Suspect 2023 iv 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38-39
Eksplorasi Pewarna Pinang
Tentang Media SEKILAS TENTANG PEWARNA PINANG S ebuah pertanyaan provokatif kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Papua kala itu (2003-2012). K e t i k a m e r e k a mengeluhkan sulit d a n m a h a l n y a pewarna sintetis p a b r i k u n t u k melukis. Sebagai d o s e n t e n t u n y a menyadari permasalahan yang dihadapi mahasiswa dengan latar belakang ekonomi yang tidak mendukung. Betapa sulitnya mahasiswa menjangkau alat dan baha n lukis yang terbilang cukup mahal untuk harga di Papua. Belum lagi ketersediaan cat lukis yang terkadang stok habis dan harus menunggu suplai dari luar Papua. Mengapa anda tidak mencoba pewarna alternatif lain? Pewarna alam seperti pewarna pinang? Namun tak satupun mahasiswa yang tertarik untuk mencobanya. Demikian waktu berjalan dan pertanyaan provokatif tersebut masih kerap kami lontarkan pada mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua. Berdosa rasanya selaku dosen bila hanya berani memprovokasi tanpa memiliki upaya pembuktian ketika tak seorang pun mahasiswa berminat melakukannya. Setidaknya sebagai aksi nyata bahwa apa yang kami sampaikan adalah suatu hal yang cukup serius dan menarik untuk ditindaklanjuti. Keputusan mengeksplorasi potensi pewarna pinang pun mulai kami lakukan. Tahun 2020 merupakan puncak pandemi Covid yang membatasi aktifitas manusia. Kesempatan ini kami gunakan mulai mempelajari perlakuan pinang, sirih dan kapur untuk menghasilkan warnawarna tertentu. Melalui beberapa kali eksperimen, akhirnya kami berhasil membuat satu karya lukis pewarna pinang. Pada November 2021 karya tersebut kemudian lolos dalam seleksi pameran seni rupa Restart yang dilaksanakan Gallery Nasional. Pameran Suspect 2023 01
Memasuki tahun ke 3, kami masih berupaya menempuh berbagai cara, metode maupun teknik pengolahan bahan. Pewarna pinang sebagai media seni terbukti potensial untuk dikembangkan. Sejauh ini, beberapa simpulan sementara yang didapatkan antara lain; 1. Pewarna pinang dapat menghasilkan tiga warna utama yakni; merah, kuning dan coklat. 2. Warna merah cerah dan kuning cerah dihasilkan pada kondisi segar sementara warna coklat melalui proses pengendapan. 3. Terindetifikasi setidaknya kurang lebih 20 jenis warna monokromatic/analogus atau warna kerabat dari 3 warna utama diatas (merah, kuning dan coklat) 3. Pewarna pinang tidak memiliki sifat permanen atau memiliki kecenderungan terjadinya perubahan warna. 4. Pewarna pinang menghasilkan warna kesan mistis, klasik, lembut dan elegan. Terkait simpulan poin 3 bahwa pewarna pinang ber s ifat temporer . Warna mengalami perubahan ekstrim pada saat c a t m u l a i m e n g e r i n g . B e r b a g a i material/zat penahan warna coba kami gunakan namun perubahan warna masih tetap terjadi. Termasuk proses pengikat warna dengan mengadopsi teknik batik yang menggunakan sodium silikat atau yang lebih familiar disebut waterglass. Intensitas maupun identitas warna akan mengalami perubahan seiring proses pengeringan pewarna berlangsung. Satusatunya hal yang dapat dipertahankan adalah tingkatan gradasi warna yang dapat diurai melalui beberapa perlakuan pada bahan. Perlakuan terhadap bahan yang dimaksud berupa 3 unsur yang terdiri atas pinang, sirih dan kapur. Misalnya; warna yang dihasilkan dari biji pinang kering 02 Pameran Suspect 2023
dengan biji pinang segar memiliki intensitas yang cukup berbeda. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh unsur kapur yang berfungsi sebagai zat yang memicu munculnya warna kemerahan cerah pada pinang. Namun pada takaran tertentu, unsur kapur justru membuat warna menjadi pucat atau terlihat lebih lembut. Teridentifikasi 3 (tiga) warna utama yang dihasilkan atas pencapuran ketiga unsur diatas yakni merah, kuning kehijauan, dan coklat. Warna merah cerah dihasilkan dari pinang, sirih dan kapur dalam takaran tertentu. Warna kuning kehijauan dapat dihasilkan dari pinang dan sirih. Sementara warna kecoklatan dihasilkan melalui proses pengendapan ketiga unsur tersebut. Selanjutnya dari 3 warna utama inilah warna-warna kerabat (analogus) dapat dilahirkan melalui cara penambahan ataupun pengurangan takaran komposisi bahan. Berdasar pada kajian varian warna yang dihasilkan, disimpulkan bahwa pinang memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk diaplikasikan sebagai pewarna pada lukisan serta karya seni lainnya seperti batik, ukiran kayu, gerabah dan grafis. Pameran seni bertajuk suspect yang diselenggarakan kali ini merupakan hasil eksplorasi atas potensi pewarna pinang yang diterapkan pada karya lukis. Terlepas atas pencapaian ini, masih perlu kajian tindaklanjut yang lebih konprehensif ke depan. Kajian yang berfokus pada teknik mempertahankan warna pinang agar memiliki sifat permanen. Berupa pola penanganan yang mampu menghasilkan pewarna pinang tidak mudah mengalami perubahan pigmen baik pada kondisi basah (segar) maupun pada kondisi kering. Pameran Suspect 2023 03
Tentang Karya Essay: Syafiuddin, S.Pd., M.Sn KISAH KONYOL SANG TERSANGKA M emasuki tahun ke 3 eksplorasi potensi pinang sebagai pewarna lukisan, terdapat kisah yang cukup unik. Kisah ini pula y a n g k e m u d i a n m e n j a d i p e m i c u terjadinya lompatan perubahan yang cukup ekstrim pada visual karya kami sepanjang kurun waktu 3 dekade. Peristiwa ini berawal menjelang masa pandemi Covid-19. Sebuah karya lukis (dari arang bekas pembakaran) kami buat dalam rangka persiapan pameran seni rupa bertajuk Ekspresi Noken (2019). Beberapa kali karya ini harus direstorasi ulang karena setiap selesai, keesokan harinya pasti terdapat bagian cat yang tergerus. Kala itu terbersit bahwa ini adalah ulah jenis semut gatal yang ukurannya memang sangat kecil dan memiliki koloni yang cukup banyak. Peristiwa tersebut selalu kami abaikan dan menganggapnya sesuatu yang alamiah sehingga bukan hal yang cukup penting menjadi soalan. Suspect! Sang tersangka tertangkap basah bertepatan 1 Oktober 2023. Dia tertangkap pada momentum hari kesaktian pancasila. Kebetulan? Tentu bukanlah sebuah kebetulan, karena kami meyakini bahwa tak ada unsur kebetulan pada alam ini. Setiap detik rotasi kehidupan berputar sesuai rel yang telah digariskan pada Lauhul Mahfuz sejak awal alam ini diciptakan oleh sang Khalik yang Esa. 04 Pameran Suspect 2023
Kecoa! yah, seekor kecoa menggerogoti lukisan tepat di depan mata. “Koruptor coklat!” gumamku membatin. Sedikit sarkas merepresentasikannya dalam sebuah metafora. Bisa jadi dipengaruhi refleks alam bawah sadarku yang terbentuk kritis sebagai seorang karikaturis. Aku biarkan kecoa itu sejenak menggeroti karyaku. Mengamati perilakunya sembari menyeruput kopi yang mulai dingin. Sistem data dalam otakku mulai menampilkan hologram 3D serangga coklat kehitaman. Terlihat ringkih dengan struktur anatomi yang terbilang lunak dan tipis. Namun aku menepis asumsiku sendiri. Faktanya dia adalah salah satu penguasa kegelapan yang memiliki kemampuan ekstra; kemampuan hidup paling lama, dihindari karena dianggap menjijikkan, serta memiliki kemampuan terbang! Yah kita tidak harus tertipu pada sebuah tampilan yang terlihat lemah dan ringkih. Dia memiliki sistem pertahanan diri yang super! Pada titik ini, kecoa tersebut berhasil memutar perspektif berfikirku terhadap konsep berkarya selama ini. Mengantarkanku pada cakrawala serta konstruksi baru terhadap pemilihan metafora yang jauh lebih soft dalam penyampaian gagasan berupa kritik. Spirit sarkas pada narasi karikatur yang selama puluhan tahun kami geluti rupanya memiliki peluang untuk ditransformasi melalui penyederhanaan bentuk yang terlihat lebih artistik dan simbolis. Transformasi karya menjadi tampilan yang berbeda namun berangkat dari semangat yang sama. Daya sarkas dikemas dalam visual karya yang lebih abstrak (penyederhanan bentuk). Ungkapan makna menjadi sangat filosofis lebih mendekati kemiripan simbol-simbol magis yang diciptakan pada era masyarakat ritual tradisional. Pemilihan metafora baru tentunya tetap diselaraskan dengan sistem komunikasi massa yang sedang berkembang saat ini. Keputusan ini dalam rangka membangun intrest publik serta keleluasaan dalam menginterpretasi setiap karya yang dilahirkan. Dampak peralihan bentuk (visual) tentu tak bisa dihindari. Karya karikatur yang umumnya menampilkan tokoh sentra yang menjadi sasaran kritik takkan terlihat lagi dalam karya-karya ini. Semua melebur dalam dalam satu frame utuh atas sebuah situasi/kondisi atau peristiwa. Tak ada lagi tokoh sentral sebagai subyek melainkan telah tergantikan melalui metafora ataupun personifikasi secara umum. Terabtraksi dan diwakilkan secara simbolis dalam visual yang lebih ikonik. Pameran Suspect 2023 05
Narasi suspect (kecoa) pada penciptaan karya ini merupakan semangat sarkas dalam bentuk refleksi yang berbeda. Mengembangkan karya baru dalam visual yang lebih dinamis namun tetap mengadopsi narasi kritik sosial dan politik sebagai isu utama. Hal ini mungkin lebih mudah dipahami bila dikomparasikan dengan karya lukis maestro Indonesia Djoko Pekik. Beliau dikenal sebagai maestro yang mengusung narasi kritis pada setiap karya lukisnya. Karya-karyanya sarat dengan kritik terhadap penguasa maupun suatu peristiwa. Perbedaan utamanya adalah; karya-karya Djoko Pekik tentu masih lebih mudah untuk diinterpretasi sebab gaya melukisnya realis ekpresionis. Sementara gaya yang coba kami kembangkan melalui pameran karya kali ini lebih mengarah pada simbolistik filosofis. Pada akhirnya Kecoa sebagai tersangka, disadari telah membuka jalan serta semangat berbeda dalam berkarya lukis kami pada masa mendatang. Meski dalam catatan harian, kami tuliskan runtutan kalimat menggerutu bernada tuduhan! “Selama hampir 2 tahun saya telah suudzon pada semut kecil hitam, atau bisa jadi kalian berdua adalah suspect, namun kamulah yang tertangkap tangan” (Syafiuddin, 01 Oktober 2023) 06 Pameran Suspect 2023
PAMERAN SENI RUPA DAN INTERPRETASI KOSONG P ameran tunggal 2023 ini merupakan sebuah momentum dalam menjaga spirit serta eksistensi kami dalam berkarya. Disadari, seiiring bertambahnya usia mempengaruhi terjadinya reorientasi hidup. Hal ini merupakan sandungan terbesar dalam menjaga ritme ataupun produktifitas berkarya. Betapa sulitnya tetap istoqomah dalam mengekspresikan diri ketika dihadapkan pada makin sengkarutnya beban yang memenuhi kepala. Kemampuan fisik “mulai” lelah untuk merespon seluruh keresahan dalam diri atas isu yang terjadi. Sementara syarat untuk menjaga produktifitas adalah aktif membaca setiap perubahan sosial sebagai sumber mata air kreatifitas. Produktifitas sendiri sejatinya tumbuh atas keresahan empati sosial. Tanpa keresahan, pencapaian karya kreatif hanya akan melahirkan interaksi sosial tanpa makna meski terlihat sensasional. Karya kreatif harus membangun value bukan menawarkan ruang hampa yang hanya nampak terang memukau. Tanggungjawab seni akan teruji ketika dia mampu menggugah perasaan audiens. Interpretasi karya seni menjadi ruang komunikasi yang menawarkan keleluasaan dan keluasan berfikir. Audiens dapat merespon karya seni berdasar alur perasaannya sendiri secara merdeka. Sebab seni merupakan rangkuman perasaan multitafsir tergantung siapa yang mengapresiasinya. Disinilah mengapa seni dituntut harus mengandung kebaikan dan kebenaran agar tidak terjadi penyesatan melalui keindahan. Karya seni yang berkualitas semestinya memiliki dasar yang cukup tegas sebagai media edukasi bukan sekedar media rekreatif semata. Karya seni harus berkonstribusi memicu cakrawala berfikir, daya analisis sekaligus daya imajinatif masyarakatnya. Aktifitas berkesenian mesti didorong menjadi konduktor yang mampu menjembatani kebuntuan/rasa frustasi masyarakat atas sebuah situasi atau permasalahan. Memungkinkan pula menjadi katalisator disaat ruang-ruang ekspresi masyarakat menjadi menyempit, makin terpojok, atau bahkan berhenti menjadi apatis. Hari ini, kita harus jujur pada diri kita bahwa pandangan awam terhadap karya seni sekedar produk budaya yang hanya berorientasi pada keindahan. Karya seni Pameran Suspect 2023 07
semangat filsuf sekelas Plato maupun Aristoteles. Kewajiban moral atas karya seni yang berpedoman pada subtansi kebaikan atau sesuatu yang baik menjadi terabaikan. Proses mengapreasi seni pada akhirnya terhenti pada tataran fisik atau struktur kebendaan semata. Seni sebagai transenden pemicu terjadinya perubahan sikap/perilaku menjadi makin manusiawi nampak buram berkabut. Persfektif ini yang semestinya diluruskan dan digaungkan bahwa seni adalah representasi kecerdasan manusia yang meliputi kecerdasan estetik, kecerdasan etik dan kecerdasan spiritual yang utuh tidak terpisahkan. Berdasar pandangan tersebut, maka pameran tunggal ini kami gagas untuk menelusuri kembali sisi kemanusiaan yang telah tersesat. Tersesat atas ego kepentingan pribadi maupun kelompok. Ego yang berusaha menciptakan sekat serta ruang diskriminatif dan ketidakadilan. Mengabaikan kesetaraan lalu memilih mengorkestrasi praktek kolusi, korupsi dan nepotisme. Dampaknya berbagai konflik sosial terjadi lalu kita menuai krisis dan bencana kemanusiaan. Peristiwa Rempang, Kasus Wadas, Kasus pembantaian Yahukimo, Nduga, Mimika, serta banyak lagi yang setiap hari masuk menjadi beban dalam benak. Apa hal yang menyebabkan kita tega menciptakan trauma dan phobia bagi sesama? Kemanakah sisi keindahan dan rasa empati dalam diri kita hari ini? Ataukah kita sedang mengalami evolusi berfikir yang berjalan mundur? Melalui pameran ini pula kami mencoba mencari jawab atas segala kegelisahan. meneropong kembali sisi ke-Indonesiaan kita yang makin lama makin menjauh. Dari puncak tertinggi kita menatap hutan dan alam yang perlahan tidak indah lagi. Laut kita tak lagi menghasilkan ikan, ladang-ladang kita tak lagi tersemai, sawah-sawah kita tak lagi menghasilkan beras, pokok-pokok sagu kita tak lagi mengandung karbohidrat dan protein ulat sagu. Bahkan kicauan burung mulai terdengar senyap. Anehnya, kesemuanya telah berpindah dan berubah wujud menjadi image dan voice dalam ponsel-ponsel mahal kita. Semua keindahan ilusi itu lalu menghipnotis kita bahkan bayi-bayi kita. Atau jangan-jangan kita mulai pula berevolusi menjadi robot? Tajuk Suspect mungkin terdengar provokatif sebagai isu pameran seni rupa ini. Sebuah isu penuh prasangka, sarkas dan berbau penghianatan. Bisa jadi ini bentuk eksebisi pemberontakan. Refleksi kekecewaan atas anak-anak kita yang mulai terlihat lebih kemayu berbalut style pop Korea. Rambut mereka disemir beragam 08 Pameran Suspect 2023
warna serasa tidak padan dengan warna kulit dan garis mata. Tarikan sketsa mereka cukup tegas namun lebih bernuasa Manga komik Jepang. Anehnya, kaum cendekia tidak mempermasalahkan sepanjang mereka mampu menjadi peniru terbaik. Ah masa bodoh, akulturasi tak bisa kita hindari! Generasi kita sudah telanjur konsumtif trend kontemporer. Kita tidak sadar bahwa pola marketing memang rumusnya demikian. Kampanye budaya populer awalnya, lalu menyusul produk-produk yang melekat padanya. Point ini kami tidak mempersoalkan ekspansi kultur! Keresahan kami, bagaimana menatap mereka berkembang tanpa identitas yang jelas? Tidakkah kita bisa menarik hikmah atas pecapaian maha karya arsitek Borobudur misalnya? Pencapaian yang tidak ditemukan pada sumber asli peradabannya di India melainkan justru melahirkan peradaban yang baru (novelty). Dibalik keresahan ini, patut diapresiasi segelintir dari mereka tampil percaya diri dengan identitas mereka. Mengeksplore sedikit ruang yang tersisa untuk aktualisasi dalam kondisi jatuh bangun. Semangat mereka melampaui grafitasi dengan resiko konfrontatif karena dianggap resisten. Mereka bangga dengan diri sendiri disaat sebagian besar lainnya berkubang dalam kepalsuan. Kepalsuan yang disebarkan melalui jejaring ilusi hasil pengembangan rekayasa Albert Einstein dan Nikola Tesla. Mereka berjuang dalam kelompok kecil bahkan perseorangan. Menggali dan mencoba mempertahankan identitas asli yang bahkan mereka sendiri telah jauh dari muasalnya. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa perjuangan mereka dipastikan sangatlah berat dan rumit. Alasan ini pula yang mungkin menjadi penyebab hanya sebagian kecil saja yang tersisa dan tidak terkontaminasi. Selain kelompok kecil usia milenial, beberapa kelompok yang berasal dari kalangan grassroot juga perlu diapresiasi. Atas dedikasi serta konstribusi dalam upaya pemberdayaan serta pengembangan masyarakat di sekitarnya. Kelompok ini bahkan tidak sedikit yang bekerja tanpa fasilitas maupun support dana yang memandai. Kepedulian mereka dibangun atas dasar kemanusiaan terhadap berbagai permasalahan sosial. Tersebar dalam berbagai bidang kerja seperti pendidikan. kesehatan, lingkungan, budaya, hak asasi manusia, serta bantuan hukum dan keadilan pada masyarakat kecil. Kelompok ini banyak berkonstribusi dan mendiami wilayah rural yang jauh dari akses media. Sedihnya lagi. tidak sedikit dari mereka terpaksa konfrontasi langsung terhadap kebijakan atau sistem yang dianggap tidak Pameran Suspect 2023 09
adil. Mereka sangat rentan menerima perlakuan intimidatif dan berbagai macam tekanan fisik maupun psikologi. Melalui pameran seni rupa ini, semua fenomena yang sangat kompleks tersebut kami coba rangkum menjadi karya seni. Karya-karya seni yang keseluruhannya berangkat dari keresahan yang bersumber atas empati sosial. Menghadirkan karya-karya yang tidak sekedar menjadi penawar dahaga estetik. Hal yang jauh lebih penting adalah merangkai setiap ungkapan estetik menjadi sebuah alur berfikir. Memerdekakan fikiran lalu siap menerima respon antara suka dengan tidak suka, sepakat atau menolak, yakin atau tidak yakin. Semua berhak menginterpretasi ruang kosong “titik netral” dalam benak masing-masing. Bercakap-cakap dengan nurani sendiri tanpa intervensi kepentingan atau ego pribadi. Lahirkan percakapan rasa untuk menyempurnakan ketidakselarasan yang mungkin disebabkan perbedaan perspektif. Sebab rasa adalah kadar paling sensitif sebagai takaran harmoni, setara, jujur, adil, bijaksana, empati, dst. Sebagaimana Ying Yang mengisyaratkan; dalam putih terdapat titik hitam, dalam hitam terdapat noktah putih. Tentu masih banyak keresahan yang belum mampu diwujudkan menjadi karya. Setiap detik alam membisikkan banyak peristiwa dan kejadian. Rangkaian peristiwa yang menggelitik nalar untuk memberi respon. Namun dibutuhkan jutaan terabyte untuk mengabstraksi keseluruhan peristiwa tersebut. Kami hanya mampu menghadirkan sebagian kecil ungkapan kegelisahan yang bersemayam dalam bentuk karya seni. Sebagian besarnya masih tersusun rapi sebagai imajinasi dalam benak. Kami biarkan imajinasi bersemayam di sana sebagai alarm untuk merawat sisi kemanusiaan dalam diri. Sisi kemanusian yang tiap hari makin tergerus lalu perlahan menjauh dari nurani kita. Kosong! 10 Pameran Suspect 2023
Lukisan Pewarna Pinang
“Suspect”. Media : Pewarna pinang di atas kanvas. Ukuran 30x40 cm (Oktober 2023) 11 Pameran Suspect 2023
“Suspect atau tersangka” merupakan sebuah metafora yang muncul atas sebuah pengalaman unik dalam proses kreatif. Metafora seekor ‘kecoa coklat’ yang kemudian menjadi pintu utamanya lahirnya berbagai lukisan pewarna pinang bergaya simbolik losos. Meski tampilan visualnya sepintas lebih terlihat dekoratif namun konsep yang melahirkannya berasal dari semangat sarkas. Karya yang ditransformasi dari narasi karikatural menjadi lebih simbolistis (ikonic). Karya ini menceritakan perilaku seekor kecoa coklat yang tertangkap basah menggorogi lukisan. Idiom ini kemudian memberi gagasan baru dalam perspektif berkarya seni karikatur yang selama kami geluti. Sebagaimana kisah lengkapnya telah dipaparkan pada halaman pembuka. Tampilan karya ini menampilkan 2 kepala kecoa pada bagian atas dan bawah yang telah dideformasi secara bentuk. Pada bagian tengahnya terdapat bulatan lonjong simbolik yang diibaratkan sebagai sel telur. Didasarkan pada kajian Biologi, sel telur merupakan simbol atas kehadiran/cikal bakal terjadinya kehidupan di alam ini. Perilaku kecoa dalam karya ini merupakan perwakilan atas sikap dan perillaku manusia yang memilliki potensi pembangkangan terhadap keseimbangan kehidupan alam. Keseimbangan yang meliputi hubungan manusia dengan Sang Pencipta, hubungan manusia dengan manusia lainnya, serta hubungan manusia dengan lingkungannya. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah mengapa harus kecoa sebagai pilihan metafora? Bagi sebagian besar manusia, kecoa merupakan makhluk yang dihindari bahkan harus dibasmi karena dianggap menjijikkan. Fakta ini kemudian dapat dianalogikan atau menjadi landasan personikasi atas tindakan/perilaku manusia. Bahwa seluruh perilaku yang melanggar norma kesusilaan dianggap sesuatu yang menjijikkan dalam pandangan manusia. Sehingga metafora kecoa sangat tepat dan relevan untuk mempertegas posisi seseorang dalam berperilaku. Posisi seseorang akan selalu diawasi dan dievaluasi masyarakatnya berdasar pola interaksinya. Bila terjadinya penyimpangan atas perilakunya maka dapat disejajarkan sebagai kecoa coklat. Sebagai tersangka dalam pembangkangan terhadap keseimbangan kehidupan. Suspect! Pameran Suspect 2023 12
“Buldozer untuk Rempang”. Media : Pewarna pinang di atas kanvas. Ukuran 30x40 cm (Oktober 2023) 13 Pameran Suspect 2023
“Buldozer untuk Rempang” merupakan sebuah istilah yang kemudian muncul dari masyarakat atas rencana penggusuran warga rempang Batam. Istilah ini sendiri diadopsi dari pernyataan keras menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi luhut binsar pandjaitan yang disampaikan sebelumnya pada pertemuan G20 di Jakarta (30.11.2023). Pernyataan tersebut ditujukan bagi siapa saja yang mencoba menghalangi investasi asing yang masuk ke indonesia. Karya ini merupakan representasi atas gerakan perlawanan masyarakat Rempang terhadap rencana pemerintah yang akan merelokasi warga ke tempat lain atas alasan investasi. Perlawanan rakyat ini kemudian mendapat sorotan yang cukup tajam atas tindakan negara yang dianggap berlebihan terhadap warganya. Masyarakat Rempang yang telah mendiami wilayah tersebut dari generasi ke generasi jauh sebelum berdirinya Republik Indonesia merasa dizolimi haknya. Sementara pemerintah Batam yang juga dipertegas oleh Menkopolhukan Mahfud MD mengklaim bahwa masyarakat Rempang banyak yang tidak memiliki surat kepemillikan lahan. Atas dasar itulah pemerintah kemudian berencana merelokasi warga Rempang untuk dijadikan lokasi investasi. Keributan tersebut berbuntut panjang dan di blowup berbagai media termasuk media asing. laporan Reuters menulis dalam artikel “Indonesia police arrest 43 after riot over industrial park”. Bila merujuk orientasi pembangunan nasional yang termaktub dalam Perpres nomor 24 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Pasal 2 ayat 1 dengan sangat jelas disebutkan bahwa Pembangunan Nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi dengan prinsip-prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, serta kemandirian dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan Nasional. Artinya bahwa pemerintah secara tidak langsung mengabaikan amanat Undang-undang yang semestinya mengedepankan kepentingan masyarakat sebagai sasaran pembangunan. Pemerintah terlihat lebih mengutamakan dan lebih menguntungkan posisi pihak investor asing China. Perlawanan rakyat yang hendak digusur pun meletus. Pameran Suspect 2023 14
“Membangun Dinasti Keluarga”. Media : Pewarna pinang di atas kanvas. Ukuran 30x40 cm (Oktober 2023) 15 Pameran Suspect 2023
“Membangun Dinasti Keluarga” adalah upaya mempertahankan status quo atau kondisi yang telah dibangun sebagai sebuah legitimasi dan tidak mengharapkan terjadinya perubahan. Ketakutan akan ketidakberlanjutan legitimasi mengantar pada lahirnya tindakan kontrol kekuasaan setelah lepas jabatan. Hal seperti ini dapat ditempuh melalui pola pemberdayaan orang-orang terdekat (keluarga) sebagai langkah paling strategis dan praktis. Jalur nepotisme! Karya ini menampung seluruh keresahan atas terjadinya indikasi pelanggengan kekuasaan yang terjadi di Indonesia. Sebuah upaya menjelang berakhirnya masa kekuasaan Presiden Joko Widodo. Indikasi pelanggengan kekuasaan secara linier pada awalnya tidak berimplikasi langsung pada penunjukan berdasarkan sistem trah. Tahun 2021 upaya perpanjangan masa jabatan presiden melalui menyeruak. Wacana ini awal mulanya dihembuskan beberapa menteri pada kabinet Tercatat nama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Mendagri Tito Karnavian, Menkopolhukam Luhut Binsar panjdaitan. Bahkan LBP mengumbar bahwa beliau memiliki big data terkait keinginan masyarakat untuk bisa memperpanjangan masa jabatan. Tidak berhenti disitu, melalui forum Apdesi (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) dalam pertemuan Nasional meneriakkan bahkan berani mendeklarasikan dukungan. Namun usaha perpanjangan masa jabatan presiden menjadi gagal setelah terjadi penolakan dari mahasiswa dan masyarakat. Berbagai dinamika serta upaya mempertahankan status quo terlihat tetap dilakukan. Indikasi seperti upaya amandemen UU pemilu hingga wacana penundaan pemilu sempat pula merebak. Wacana inipun tidak mendapat restu sepenuhnya dari partai pendukung pemerintah. Waktu terus berjalan, klimaksnya terjadi saat penunjukan sang putra mahkota Gibran Rakabuming Raka diusung maju sebagai Cawapres dari Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 mendatang. Mirisnya penunjukan tersebut didasarkan atas keputusan Mahkamah Konstitusi yang dianggap penuh drama dan kotrovesial. Drama yang sarat intervesi dan lobi Anwar Usman selaku Ketua MK yang juga sekaligus sebagai ipar Presiden Joko Widodo. Keputusan MK pun akhinya menuai polemik, penolakan hingga pelaporan pelanggaran kode etik bagi 9 hakim Konstitusi. Masyarakat yang geram kemudian memplesetkan MK menjadi Mahkamah Keluarga. Pameran Suspect 2023 16
“Resistensi”. Media : Pewarna pinang di atas kanvas. Ukuran 30x40 cm (Oktober 2023) 17 Pameran Suspect 2023
“Resistensi” merupakan sebuah istilah yang menggambarkan posisi atau sikap yang dianggap berlawanan. Indikatornya dapat berupa sikap apatis (bertahan), kontradiksi, menentang, atau bahkan melakukan aksi perlawanan. Resistensi dapat diakibatkan perbedaan cara pandang, prinsip, ideologi, serta hal lainnya yang sifatnya bertolak belakang. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, resistensi berarti bertahan. Sementara dalam bahasa Inggris, resistance yang artinya perlawanan. Bila mengamati dengan seksama karya ini, akan terlihat dengan sangat jelas pada bagian tengah terdapat sebentuk icon yang berfungsi sebagai focal point sekaligus eye catching. Hal yang sama sebenarnya terdapat pada keseluruhan karya sebelumnya. Namun dalam karya ini, lingkaran hitam ikonik terlihat lebih kontras. Tampilannya mengeluarkan energi perlawanan terhadap bidang lain yang mengelilingi dan membatasi ruang geraknya. Melalui karya ini, kami mencoba mengomunikasikan sebuah situasi ketika nurani dipertanyakan. Diyakini bahwa nurani manusia merupakan tolok ukur akhir dalam menguji antara yang etis dan tidak etis. Diantara keduanya terdapat suatu kondisi yang cukup rumit yakni posisi gamang atau ragu. Pada situasi ini hanya nurani (hati kecil) yang mampu mengantar pada suatu pola pengambilan keputusan. Daya nalar manusia pada titik tertentu dapat dimanipulasi melalui berbagai pembenaran. Namun kebenaran selalu muncul sebagai resistensi dalam nurani. Dalam kehidupan kita hari ini, ketika hampir seluruh aspek kehidupan manusia diukur berdasar pandangan materialisme. Implikasinya dipastikan tercipta ruang pertentangan antara nurari dengan persoalan kebutuhan (hasrat). Maka tak heran kita semua terlihat berlomba menuju orientasi pemenuhan materi meski kerap harus mengabaikan hati kecil. Bahkan rela menjadi pribadi hipokrit yang sangat patuh pada sistem instruksi menjadi penjilat. Tidak sedikit dari kita yang kemudian tega melakukan tindakan penindasan terhadap sesama atau bahkan masyarakat lemah demi pemenuhan kekuasaan. Mengabaikan hak serta sisi kemanusian lainnya untuk tetap mempertahankan posisi kekuasaan yang selalu identik dengan orientasi materialis. Kondisi resistensi pada akhirnya akan sellalu berganti tempat secara dinamis. Hanya nurani yang mampu mengarahkan posisi mana selayaknya kita berdiri. Namun resistensi sifatnya absolut, dua sisi keping yang selalu berlawanan! Pameran Suspect 2023 18
“Keserakahan dan Kekuasaan”. Media : Pewarna pinang di atas kanvas. Ukuran 48x50 cm (Oktober 2023) 19 Pameran Suspect 2023
“Keserakahan dan kekuasaan” merupakan 2 sifat yang terkoneksi erat. Dua kutub yang selalu tarik menarik melahirkan gelombang konstan pencapaian hasrat. Dari sudut manapun kita memulai, faktanya kedua sifat tersebut selalu berupaya terkoneksi (bertemu) pada titik adhesi yang sama untuk saling melebur. Keduanya memiliki potensi destruktif secara mandiri. Ketika keduanya bertemu pada titik adhesi yang sama maka potensi destruktifnya menjadi berkali-kali lipat. Tak banyak kata yang layak merepresentasi gambaran kehancuran. Respon manusia umumnya lebih banyak terpengarah dan terdiam menatap sebuah kerusakan. Proses penghancuran memicu shock yang menisbikan kata. Proses komunikasi hanya mampu diinterpretasi melalui mimik dan bahasa tubuh yang lunglai. Kenyataan ini kita alami hampir setiap menit namun kita memilih diam apatis. Bisa jadi kita diam karena menjadi pelaku utama ataupun berpartisipasi atas proses kehancuran tersebut. Keserakahan pada diri manusia berdampak llangsung pada kerusakan ekosistem dan keseimbangan alam. Alasan tumbuhnya peradaban, industri dan stabilitas ekonomi memicu terjadinya eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam. Manusia kemudian mulai menata struktur kasta yang didasarkan pada keahlian sesorang lalu membagi otoritas kekuasaan. Kasta terendah adalah mereka yang memiliki skill paling rendah. Mereka inilah yang menjadi alat perusak pada tingkat paling bawah dengan upah paling minim. Struktur kasta ini memenuhi dan menguasai 4 penjuru mata angin. Mengeksploitasi seluruh kekayaan di perut bumi, di laut dan bahkan lapisan oksigen. Hadir dalam bentuk korporasi-korporasi legal maupun ilegal mengeringkan sumber mata air, memangkas habis hutan, mencemari laut, merekayasa siklus alami hujan dan kemarau, serta berbagai tindakan perusakan ekosistem dan keseimbangan ekologi. Pameran Suspect 2023 20
“Industri dan perubahan perilaku”. Media : Pewarna pinang di atas kanvas. Ukuran 60x80 cm (November 2022) 21 Pameran Suspect 2023
“Industri dan perubahan perilaku” merupakan karya yang mengadopsi visual totem asmat sebagai media untuk memparodikan perubahan ekstrem perilaku sosial. Totem Asmat berupa ukiran manusia yang dikenal dengan Kawenak Wow ( Awenak=manusia, Wow-ukiran) adalah entitas suci yang sangat dihormati dan dipuja oleh masyarakatnya. Hadir sebagai spirit dan identitas budaya yang menekankan harapan keselamatan serta kesuburan (berkah). Pesatnya informasi melalui berbagai macam flatform media memudahkan manusia untuk menjangkau interaksi lebih luas dalam waktu yang sangat singkat. Media komunikasi kemudian menawarkan sisi lain dari sekedar fungsi interaktif. Flatform media berkembang menjadi ruang ekspresi, eksistensi/gaya hidup (sosialita), market place, transaksi hingga social campaign. Terjadi lompatan perubahan perilaku sosial yang cukup mencengangkan sepanjang 2 dekade terakhir. Menjadikan ruang semu nyata ini masuk dalam daftar kebutuhan primer baru. Pasar memanfaatkannya lalu masuk hingga ruang privasi bahkan ruang kontemplasi kita. Tanpa terasa gaya hidup konsumtif berkembang 2 atau bahkan 3 kali lipat dari sebelumnya. Uniknya, kita menyukai dan larut didalamnya. Smartphone, ipad, tablet notebook dan seterusnya ibarat totem-totem baru peradaban digital. Totem yang memilki daya magis, kesakralan, serta sumber pengharapan dan kebahagian. Semua orang dapat berbagi doa,, harapan, suka cita hingga keluh kesah pada totem digital tersebut. Pasar-pasar mulai terlihat sepi, pengunjung apatah lagi rumah ibadah. Semua kebutuhan dapat dengan mudah dikontrol lalu dijemput depan pintu. Anak-anak kita menjadi anak penurut, berdiam diri mengunci kamar masing-masing. Bahkan totem digital ini mampu menghipnotis bayi-bayi kita tatkala rewel lalu mereda tangisnya. Pada akhirnya, dalam keluarga kemudian terkotak menjadi manusia yang berbeda bahasa serta pola interaksi. Baby boomer, gen X, gen Y, gen Z dan Alpha. Pameran Suspect 2023 22
“Try to survive”. Media : Pewarna pinang di atas kanvas. Ukuran 60x80 cm (November 2022) 23 Pameran Suspect 2023
“Bertahan hidup” berupa karya mix media yang menampilkan struktur akar tanaman yang terbentuk secara alami mengikuti pola (bentuk) dari wadah yang ditumpanginya. Menampilkan sistem pertahanan diri dalam kondisi sulit untuk tetap bertahan hidup. Sebuah semangat adaptasi yang diajarkan oleh alam melalui sebentuk tanda (sign). Dimensi kehidupan meliputi kemampuan adaptif dan respon atas setiap gejala perubahan. Menampilkan objek figuratif yang dapat diinterpretasi secara leluasa dan mandiri bagi siapapun yang mengamatinya. Memerdekan imajinasi jauh lebih arif daripada mencoba menjajah alam bawah sadar mengikuti asumsi kami. Paling tidak, melalui judul sedikit banyaknya telah memantik persepsi dan membuka cakrawala berfikir. Bisa jadi pula pengamat menemukan judul serta simpulan yang jauh lebih menarik berdasar cara pandang masing-masing. Kami tidak ingin menjadi cenayang (orang pintar) ataupun semacam juru bicara yang harus menjelaskan bagaimana alam bercakap. Tugas kami hanya memberi sedikit ruang bagaimana dia mampu menjelaskan banyak hal kepada kita semua. Bercerita tentang hidup, bercerita tentang keindahan, bercerita tentang bertahan hidup, bercerita tentang inspirasi, motivasi, serta banyak hal lainnya termasuk kehidupan setelah kematian. Pada karya ini, kami tidak memberi penjelasan secara spesifik sebagaimana konsep karya-karya lainnya. Alasannya cukup sederhana, kami bukan pemegang otoritas sepenuhnya atas terciptanya karya ini. Akar-akar ini telah merumuskan dan melahirkan gagasan-gagasannya sendiri secara natural. Tanggungjawab kami hanya menghadirkannya untuk menjalin komunikasi secara visual kepada siapa saja. Membantunya makin bertahan hidup! Pameran Suspect 2023 24
“Anak kandung rahim sagu”. Media : Pewarna pinang di atas kanvas. Ukuran 60x80 cm (Juli 2021) “Anak kandung rahim sagu” berupa karya potret dengan latarbelakang aktiitas menokok sagu menggunakan alat sederhana. Pada perkembangannya, aktitas mengolah sagu meski tetap dilakukan secara kolektif namun penggunaan mesin telah digunakan. Hal ini tentu lebih memudahkan dan lebih mempercepat proses kerja. Pada sisi yang berbeda, penggunaan mesin perlahan menggeser kearifan (pengetahuan) yang berhubungan dengan penggunaan piranti manual. Misalnya pola penanganan terhadap satu batang pohon sagu yang bisa dilakukan secara berulang. 25 Pameran Suspect 2023
“Situs Tutari yang terlupakan” merupakan sebuah karya berupa sketsa diatas kanvas yang dibuat secara langsung pada lokasi (on the spot). Situs Megalitikum yang memberi gambaran peradaban masyarakat yang mendiami pesisir danau Sentani, Kabupaten Jayapura Papua pada masa lampau. Menyedihkannya ketika situs yang sangat bersejarah ini semakin tidak terurus dan memiliki gejala tergerus pada sebagian besar simbol-simbol magis yang terdapat dalam situs megalitik tersebut. “Tutari situs yang terlupakan”. Media : Pewarna pinang di atas kanvas. Ukuran 60x80 cm (Juli 2021) Pameran Suspect 2023 26
SusPect
Kolom Karikatur Karikatur merupakan sistem proteksi diri bagi pembuatnya sekaligus menjadi cermin ekspresi menasehati dirinya sendiri. (Syafiuddin Halid, 10 November 2023)
“Pray for Turky & Syria”. Media : Poster colour on paper Ukuran A4, 26 Februari 2023. Karya ini pertama kali dipublikasikan di Iran dalam International Humanitarian exhebition and showing compassion for victims of earthquake in Syria and Turkey 27 Pameran Suspect 2023
Karya ini pertama kali dipublikasikan di Malaysia. dalam “International Caricatur Prime minister’s office of Malaysia-Dato’ Seri Anwar Ibrahim 2023” “No Pain No Gain”. Media : Ink on paper Ukuran A4, 16 Maret 2023. Pameran Suspect 2023 28
“Ketidakpastian masa depan”. Media : Poster colour on paper Ukuran A4, 17Januari 2023. Karya ini pertama kali dipublikasikan di Turki dalam “KalDer Bursa International Cartoon 2023”” 29 Pameran Suspect 2023
Karya ini pertama kali dipublikasikan di Rumania dalam “International Exhibition of portraits and caricatures URMUZ” “Urmuz, avant-garde writer part I” Media : Digital Drawing. ukuran A4 (20.12.2023) Pameran Suspect 2023 30
“Urmuz, avant-garde writer part II” Media : Poster Colour on Paper. ukuran A4 (25.02.2023) Karya ini pertama kali dipublikasikan di Rumania dalam “International Exhibition of portraits and caricatures URMUZ” 31 Pameran Suspect 2023
Karya ini pertama kali dipublikasikan di Iran dalam “International Apartment Culuture 2023”” “The Unspoken apartment rules for being a good neighbor” Media : Colour pencil and water wash. ukuran A4 (17.02.2023) Pameran Suspect 2023 32
“Covid-19 Conspiracy theories” Media : Digital Drawing. ukuran A4 (14.05.2023) Karya ini pertama kali dipublikasikan di Rumania dalam “HumoDEVA International Cartoon Romania 2023”” 33 Pameran Suspect 2023
Karya ini pertama kali dipublikasikan di Belgia dalam “Future of mobility: On the road to cartopia, Euro-kartoenale Kruishoutem-Belgium 2023” “Sejak purba kita sudah terdoktrin matre”. Media : Digital Drawing Ukuran A3, 09 Januari 2023. Pameran Suspect 2023 34
Karya ini pertama kali dipublikasikan di Italia dalam “International festival of satire and humor city of Trento-Italy 2023” “How Albert Eistein learned the theory of relativity? ”. Media : Poster colour on paper, Ukuran A3, 24 Mei 2023. 35 Pameran Suspect 2023
Karya ini pertama kali dipublikasikan di Turki dalam “International green crescent cartoon Turkey 2023” “Mengatasi Kecanduan”. Media : Poster colour on paper, Ukuran A4, Januari 2023. Pameran Suspect 2023 36
Syafiuddin Halid, Lahir di Maroangin Enrekang 06 Oktober 1975. Lulusan S1 Seni Rupa Univ Negeri Makassar (2001), S2 Desain Komunikasi Visual di ISI Yogyakarta (2008). Saat ini bekerja di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua. Terlibat aktif dalam kegiatan seni rupa di tanah air. Berbagai penghargaan diraih sejak masih berstatus mahasiswa. Salah satunya juara Nasional Komik Anti Diskriminasi Penderita HIV/AIDS sekaligus mewakili Indonesia dalam pameran komik Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah regional Asia Pasifik di Melbourne Australia tahun 2001. Menggarap berbagai ilustrasi dan layout buku-buku dukungan UNICEF sejak tahun 2009 hingga 2020. Sebagai ilustrator dan layout 77 Judul buku seri Ge m i l ang (Ge m a r Me m b a c a Ma s a D epan Cemerlang). Tahun 2022 mengerjakan proyek ilustrasi dan layout 2 judul buku bahan ajar Bahasa Moi Kelim kerjasama Pemkab Sorong. Tahun 2023, mengerjakan 3 judul buku bahan ajar Bahasa Balim kerjasama Pemkab Jayawijaya. Sejauh ini telah terlibat menggarap lebih dari 100 (seratus) judul buku yang sebagian besarnya berupa materi pengembangan literasi anak usia dini (komik cerita rakyat). Tahun 2014 menulis buku Titik awal perjalanan lembaga pendidikan tinggi seni di Tanah Papua. Tahun 2022, Ilustrasi politik Indonesia; Karikatur dua Puluh dua. Dapat dihubungi di nomor Whatsapp 085343282833 atau e-mail; [email protected]. website; www.yayasanrumahkomik.com PROFIL 37 Pameran Suspect 2023
1. Pameran Besar Seni Rupa Instalasi “Proyek Ha Nurani Indonesia X”, Dewan Kesenian Makassar; Monumen Mandala Makassar (1999) 2. Pameran Seni Rupa dan seminar Internasional “I Lagaligo”, Dewan Kesenian Makassar; Barru, South Celebes (2000) 3. Pameran Karikatur “Hari Lingkungan Hidup”, Fisip Unhas, Makassar (2000) 4. Pameran Komik Nasional “An Diskriminasi pada penderita AIDS”, Palang Merah Indonesia; Jakarta (2000) 5. Duta Indonesia “Pameran Komik an diskriminasi pada penderita AIDS regional Asia Pacifik”, Melbourne, Australia (2001 6. Pameran seni rupa “Hen kan Kekerasan dan menghargai HAM” Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS XIV), Makassar (2001) 7. Pameran Tunggal Seni Lukis & sketsa“Sunyiku tak berar sepi”, Gallery Colly Pakue, FBS UNM, Makassar (2001) 8. Pameran Desain Poster “Kampanye Membaca”, Gramedia; Makassar (2001) 9. Pameran Karikatur “Ibu Per wi Menangis”, Yayasan Pendidikan Ujung Pandang; Semetro Makassar (2001) 10 Pameran Seni Rupa “Harmoni de Society”, Dewan Kesenian Makassar; Gedung “Harmoni de Society” Makassar (2002) 11. Pameran Seni Lukis “Pesta Budaya Papua I & II”, Taman Budaya Prov.Papua (2002, 2003) 12. Pameran Seni Lukis “Pekan Kerajinan Nasional”, Dewan Kerajinan Nasional; GOR Cenderawasih Prov.Papua. 2004. 13. Pameran 5 Pelukis Papua“Kita Satu Saudara”, Gallery Surabaya. 2004. 14. Pameran Tunggal Perancangan Iklan Ambient Media “Preven f HIV/AIDS”, ISI Yogyakarta; Kampus Pascasarjana ISI Yogyakarta, 2008. 15. Pameran “Art A er Artday”, Sangkring Art Gallery; Yogyakarta ,2008. 16. Pameran Seni & Lingkungan“Toyota Eco Youth V”, TOYOTA Manufacturing Indonesia, ITB, Yayasan Kirai Indonesia; Jakarta Conven on Centre, 2010. 17. Pameran “Promo ng Peace In Papua Through Art & Culture”, USAID, SERASI; Hola Plaza Abepura Jayapura, 2010. 18. Pameran Seni Lukis dan Desain Ba k, USAID, SERASI; Sentani City Square, 2010. 19. Pameran “Pengajar Seni”, Gallery Nasional, Jakarta, 2011. 20. Pameran Seni Lukis dan DKV, Universitas Negeri Padang panjang, Sumbar, 2012. 21. Indonesia Art Award (IAA 2018) “Dunia Komik”, Yayasan Seni Rupa Indonesia, Gudang Garam, Gallery Nasional, Jakarta, 2018. Exhibition Pameran Suspect 2023 38 Experience
22. Pameran Ekspresi Noken, Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Ramayana, Yayasan Rumah Komik, Mall Ramayana Jayapura, 2019. 23 Pameran Restart; “Berhen sejenak untuk melompat lebih jauh lagi”, Gallery Nasional, Forum Taman Budaya Se-Indonesia, 2021. 24. Artwork to Interna onal Humanitarian exhebiton and showing compassing for vic m of earthquake in Syria and turkey, Interna onal Iran Cartoon Centre. 2023. 25. Interna onal Exhibi on of portraits and caricatures "Urmuz”, The Prahova branch of the union of professional Journalists from Romania, 2023. 26. Future of mobility: On the road to cartopia, Euro-kartoenale Kruishoutem-Belgium, 2023. 27. Interna onal Caricature 2023; Anwar Ibrahim, Prime Minister of Malaysia, BKR, NUHA Crea ve resources, PEDUKAR (Pertumbuhan Dunia Karikatur Malaysia), 2023. 28. Interna onal Exhibi on of Art and Architecture, METAMORFOSART #5, UIN-Walisongo, Semarang, 2023. Exhibition Sus Pe ct Fine Art Exhibition 39 Pameran Suspect 2023 Experience