The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan Ajar KD 3.5 Dinamika Litosfer dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nursyamsiah Lumani, 2021-01-12 23:09:27

Bahan Ajar KD 3.5 Dinamika Litosfer dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan

Bahan Ajar KD 3.5 Dinamika Litosfer dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan

Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Padang
3. Mudah diperbanyak dengan menggunakan biji.
4. Mampu menekan tanaman pengganggu.
5. Akarnya dapat mengikat tanah, bukan merupakan saingan tanaman
pokok.
6. Tahan terhadap penyakit dan kekeringan.
7. Tidak berduri dan bersulur yang membelit.
b. Metode mekanik
Cara mekanik adalah cara pengelolaan lahan tegalan (tanah darat)
dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana
konservasi tanahnya. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di
permukaan, mengurangi erosi serta menampung dan mengalirkan aliran air
permukaan (Seloliman, 1997).Termasuk dalam metode mekanik untuk
konservasi tanah dan air di antaranya pengolahan tanah. Pengolahan tanah
adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang diperlukan untuk
menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Tujuan
pokok pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit,
menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa-sisa
tanaman dan memberantas gulma (Arsyad, 1989).
c. Metode kimia
Kemantapan struktur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang
menentukan tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. Yang dimaksud
dengan cara kimia dalam usaha pencegahan erosi, yaitu dengan
pemanfaatan soil conditioner atau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal
memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap
erosi (Kartasapoetra dan Sutedjo, 1985). Bahan kimia sebagai soil
conditioner mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap stabilitas
agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa tersebut
tahan terhadap mikroba tanah. Permeabilitas tanah dipertinggi dan erosi
berkurang. Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanaman
semusim pada tanah liat yang berat (Arsyad, 1989).
Penggunaan bahan-bahan pemantap tanah bagi lahan-lahan
pertanian dan perkebunan yang baru dibuka sesunggunya sangat
diperlukan mengingat:
a. Lahan-lahan bukaan baru kebanyakan masih merupakan tanah-tanah
virgin yang memerlukan banyak perlakuan agar dapat didayagunakan
dengan efektif.
b. Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur-unsur hara
yang terangkat.
c. Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap untuk kepentingan
perkebunan, menyebabkan banyak terangkut atau rusaknya bagian top

Bahan Ajar Geografi Kelas X/II Page 51
Bab V Dinamika Litosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan

Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Padang
soil, mengingat pekerjaannya menggunakan peralatan-peralatan berat
seperti traktor, bulldozer dan alat-alat berat lainnya.

B. Cara Melestarikan Tanah untuk Menjaga Kesuburannya
Kesuburan tanah dapat berkurang dan hilang akibat pengolahan tanah

yang kurang hati-hati terutama pada lahan miring. Oleh karena tanah sangat
penting untuk dijaga kesuburannya, berikut cara-cara yang dapat dilakukan
untuk menjaga kesuburan tanah.

1. Menggunakan pupuk kimia secara bijaksana. Pupuk memang bertujuan
untuk menambah unsur hara dalam tanah. Akan tetapi jika penggunaannya
berlebihan, justru akan menimbulkan pencemaran pada tanah dan air oleh
zat kimia. Penggunaan pupuk organik seperti pupuk kompos dan pupuk
kandang lebih aman karena risiko pencemarannya jauh lebih sedikit (bisa
dikatakan sangat aman).

2. Membuat sengkedan/terasering pada tanah miring. Tujuannya untuk
mencegah erosi. Apabila tanah sangat miring, harus ditambahkan penguat
seperti tumpukan batu atau pohon besar. Daerah yang tanahnya tidak
subur sebaiknya ditanami kacang-kacangan

3. untuk menambah unsur nitrogen dalam tanah.
4. Mengusahakan agar permukaan tanah selalu tertutup oleh tanaman untuk

mengurangi kerusakan tanah akibat sinar matahari, longsor, dan banjir.
5. Penghijauan pada tanah-tanah yang tidak diolah agar tanah tidak menjadi

gersang.
6. Penertiban pembuangan sampah secara sembarangan, karena dapat

mencemari tanah, air, dan udara. Sampah-sampah yang dapat didaur ulang
harus didaur ulang.

Gambar 2. Limbah pencermaran
Sumber: www.google.com

7. Penertiban pembuangan limbah industri yang mengandung logam berat,
bahan-bahan yang sulit hancur, atau zat-zat yang termasuk limbah B3
(Bahan Berbahaya dan Beracun).
Selain cara-cara di atas, dikenal pula metode pengawetan tanah
untuk mempertahankan kesuburan tanah. Pengawetan tanah secara garis

Bahan Ajar Geografi Kelas X/II Page 52
Bab V Dinamika Litosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan

Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Padang
besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dengan metode
vegetatif dan metode mekanik. Untuk setiap daerah berbeda dalam
menerapkan kedua metode tersebut. Kadang kedua metode diterapkan
secara berimbang di suatu daerah. Tetapi, di daerah lain mungkin salah
satu metode lebih diutamakan. Metode vegetatif sangat efektif dalam
pengendalian erosi tanah. Sebagai contoh, padang rumput alami dan
vegetasi hutan membatasi atau mengendalikan erosi tanah pada tingkat
normal.
Metode vegetatif dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.
1. Penanaman tanaman secara berjalur tegak lurus terhadap arah
aliran (strip cropping).
2. Penanaman tanaman secara berjalur sejajar garis kontur (contour strip
cropping). Cara penanaman ini bertujuan untuk mengurangi atau
menahan kecepatan aliran air dan menahan partikel-partikel tanah
yang terangkut aliran air.
3. Penutupan lahan yang memiliki lereng curam dengan tanaman
keras (buffering).
4. Penanaman tanaman secara permanen untuk melindungi tanah dari
tiupan angin(wind breaks).
Beberapa metode mekanik yang umum dilakukan sebagai berikut.
1. Pengolahan lahan sejajar garis kontur (contour tillage). Pengolahan
lahan dengan cara ini bertujuan untuk membuat pola rongga-rongga
tanah sejajar kontur dan membentuk igirigir kecil yang dapat
memperlambat aliran air dan memperbesar infiltrasi air.
2. Penterasan lahan miring (terracering). Penterasan bertujuan untuk
mengurangi panjang lereng dan memperkecil kemiringan lereng
sehingga dapat memperlambat aliran air.
3. Pembuatan pematang (guludan) dan saluran air sejajar garis kontur.
Pembuatan pematang bertujuan untuk menahan aliran air.
4. Pembuatan cekdam. Pembuatan cekdam bertujuan untuk
membendung aliran air yang melewati parit-parit sehingga material
tanah hasil erosi yang terangkut aliran tertahan dan terendapkan.
Adanya cekdam maka parit-parit erosi lama-kelamaan mengalami
pendangkalan, erosi tanah dapat dikendalikan, lapisan tanah menebal,
dan produktivitas tanah meningkat.
Metode mekanik yang digabung dengan metode vegetatif akan lebih
efektif untuk mengendalikan erosi tanah.

Bahan Ajar Geografi Kelas X/II Page 53
Bab V Dinamika Litosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan

Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Padang
E. PENGARUH LITOSFER BAGI KEHIDUPAN

Litosfer merupakan salah satu lapisan yang ada dalam lingkungan
kehidupan manusia, litosfer merupakan lapisan bumi tempat kita berpijak.
Oleh karena itu proses yang terjadi di lapisan litosfer akan
memberikan pengaruh bagi kehidupan manusia dan mkhluk hidup di
bumi. Bagi manusia berpengaruh dengan kesehatan dan permasalahan
lingkungan. Litosfer merupakan bagian luar bumi yang berfungsi sebagai
pembungkus. Litosfer berasal dari kata lithos yan artinya batuan dan sphere
yang artinya lapisan. Unsur penyusun litosfer adalah oksigen (46,6%), silikon
(27,7%), aluminium (8,1%), besi (5%), kalsium(3,6%), natrium (2,8%), dan
magnesium (2,1%). Litosfer disebut juga sebagai lapisan kulit bumi. Kulit
Bumi ini tidaklah merata. Bumi terdiri dari tiga lapisan, yaitu inti, mantel, dan
kerak.
a. Inti Bumi (Terdiri dari Besi dan Nikel)

Inti Bumi mempunyai jari-jari ±3.450 km, dengan volume kurang
dari 20% volume bumi. Inti bumi ada dua yaitu inti dalam dan inti luar.
b. Mantel
Mantel adalah lapisan bumi yang mempunyai ketebalan ±2.900 km,
suhu ±1.500˚C-3.000˚C, serta tersusun oleh batuan yang mengandung
silikat dan magnesium.
c. Kerak Bumi
Ada dua macam kerak bumi, yaitu kerak benua dan kerak samudra.
Kurang lebih 65% kerak bumi merupakan kerak samudra.
Manfaat tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Untuk kebutuhan industri, seperti industri elektronika, industri peralatan
rumah tangga, industri bahan bangunan, maupun industri kendaraan
bermotor dapat memanfaatkan unsur besi dan aluminium.
b. Dalam lapisan litosfer banyak terkandung berbagai mineral, seperti intan,
emas, perak, dan lain-lain.
c. Unsur uranium meskipun dalam jumlah yang sedikit dan terbatas dapat
dimanfaatkan sebagai sumber energi dan pembuatan bahan peledak
d. Dalam kegiatan pertanian juga memanfaatkan unsur pada litosfer seperti
pupuk buatan berupa NPK (nitrogen, phosphat, dan kalium).
Perubahan lithosfer juga mengarah kepada kerusakan di muka bumi yang
dinamakan juga sebagai degradasi.Degradasi di sini artinya penurunan
kwalitas maupun perusakan lahan. Penebangan hutan yang semena - mena
penyebab utama degradasi lahan. Selain itu tidak terkendali dan tidak
terencananya penebangan hutan secara baik merupakan bahaya Ekologis yang
paling besar. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya degradasi yaitu:
a. Erosi

Bahan Ajar Geografi Kelas X/II Page 54
Bab V Dinamika Litosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan

Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Padang
b. Pestisida
c. bahan radio aktif
d. pupuk kimia
e. deterjen
f. sampah organic (terutama dari derah perkotaan )
g. wabah dan penyakit (baik bagi manusia, hewan maupun pertumbuhan)
dan penyebaran organisma yang menyebabkan infeksi,
h. limbah industri anorganik (berbentuk gas, cair dan padat.

F. LEMBAGA-LEMBAGA YANG MENYEDIAKAN DAN

MEMANFAATKAN DATA GEOLOGI INDONESIA

Data geologi memiliki peran penting dalam menunjang dan mendukung

berbagai program rencana pembangunan disuatu wilayah. Informasi yang dapat

diperoleh dari data geologi meliputi jenis dan sebaran batuan, struktur

morfologi dan kemiringan lereng, kerentanan tanah dan runtuhan variasi batuan

Data dasar geologi banyak digunakan untuk mengembangkan dan

pemanfaatan sumber daya alam serta pengelolaan lingkungan. Pusat Survei

Geologi (Badan Geologi) adalah lembaga yang bertugas sebagai penyedia data

dan informasi geologi serta geofisika Indonesia. Data tersebut banyak

digunakan oleh Kementrian ESDM, Kementrian Kehutanan, Kementrian

Pertanian, Kementrian Pekerjaan Umum, Bappenas dan lembaga-lembaga

lainnya.

Bahan Ajar Geografi Kelas X/II Page 55
Bab V Dinamika Litosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan

Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Padang

Daftar Pustaka

Anjani, Eni. 2009. Geografi untuk kelas X SMA/MA. Jakarta : Pusat Perbukuan

Depdiknas.

Antoro, Ali. 2010. Lapisan Litosfer. Ilmubumi.blogspot.com

Hadi, Abdul.2014. Pelapukan (online)

http://www.softilmu.com/2014/07/pelapukan.html dikases tanggal 25

maret 2017

--------------------.2014. Hillslope Processes and Mass Movement (online)

http://www.physicalgeography.net/fundamentals/10x.html diakses tanggal

25 maret 2017

Ilmu Geografi. 2016. Tenaga Endogen dan Eksogen.

http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/geomorfologi/tenaga-endogen-dan-

eksogen.

Irfan Yulianto. 2014. Pengertian Litosfer dan Lapisannya

Noor, Djauhari. 2009. Pengantar Geologi.
Putrianasari. 2013. Metode Bimbel Privat kuasai materi Geografi SMA Kelas X,

XI dan XII. Yogyakarta : Planet Ilmu.
Rofiq, Aunur dan Andik Suwastono. 2016. Modul Pelatihan Guru Mata

Pelajaran Geografi Kelompok Kompetensi A. Jakarta : Direktorat
Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementrian Pendidikan dan
Kebudayan.
Sindhu, Yasinto. 2016. Buku Pelajaran Geografi Kelas Untuk SMA.
sindhu,Yasinto. 2016. Geografi untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Erlangga.

Soegimo, Dibyo. 2009. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat
Perbukuan Depdiknas.

Somantri, Lili dkk. 20013. Advance Learning Geography 1 for Grade X Senior
High School Social Programe. Bandung : Grafindo.

Sugiyanto dan Danang E. 2014.Mengkaji Ilmu Geografi Kelas X SMA/MA. Solo:
PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Sugiyanto dan Danang Endarto. 2014. Mengkaji Ilmu Geografi Untuk Kelas X
SMA. Solo : Platinum

Triyuli, Kurnia.2010. split, tembolo, dan perbukitan karst. (online) http://kurnia-
geografi.blogspot.co.id/2010/08/split-tombolo-dan-perbukitan-karst.html
diakses pada tanggal 25 maret 2017

Waluya, Bagja. 2009. Memahami Geografi 1 SMA/MA untuk Kelas X Semester 1
dan 2. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas.

Wardiyatmoko. 2013. Geografi untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Erlangga.
Wikipedia.com

Bahan Ajar Geografi Kelas X/II Page 56
Bab V Dinamika Litosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan

Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Padang

Sumber internet:

http://akhwat1cinta.blogspot.co.id/2014/01/memperdalam-materi-tentang-kerak-
benua.html

http://anakriau-selayangpandang.blogspot.co.id/2012/03/perubahan-litosfer-dan-
dampaknya.html

http://ellyawatiabbas.blogspot.co.id/2013/04/intrusi-magma.html
http://ericksyaputrakalteng.blogspot.co.id/2016/09/konservasi-tanah.html

http://fiyan7064nk.blogspot.co.id/2012/03/tenagaendogen-dan-eksogen.html
http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/jenis-jenis-tanah

http://majalahscience.blogspot.co.id/2015/07/pengertian-litosfer-dan-
manfaatnya-bagi.html

http://pengertianlitosferdanmanfaatnya.blogspot.co.id/

http://rikaangguntiara.blogspot.co.id/2014/06/glosarium-geografi-kelas-10.html
http://www.artikelsiana.com/2014/10/bentuk-bentuk-gunung-api-Ciri-cirinya-
proses.html
http://www.caragampang.com/2014/08/pengertian-ph-tanah.html

http://www.caragampang.com/2014/08/pengertian-struktur-tanah.html

https://arisudev.wordpress.com/2013/04/24/beberapa-cara-melestarikan-tanah-
untuk-menjaga-kesuburannya/

https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=12&idmateri
=126&lvl1=2&lvl2=3&lvl3=0&kl=10

https://brainly.co.id/tugas/144182

https://id.wikipedia.org/wiki/Litosfer

https://id.wikipedia.org/wiki/Litosfer diakses pada 25 maret 2017
https://qhoryks.wordpress.com/2012/03/16/macam-macam-metode-konservasi-

tanah/

Bahan Ajar Geografi Kelas X/II Page 57
Bab V Dinamika Litosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan


Click to View FlipBook Version