JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.1 FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA Oleh I Ketut Sumantara, S. Pd Calon Guru Penggerak Angkatan 9 Kabupaten Badung- Bali Pada kesempatan ini saya I Ketut Sumantara, S. Pd-Calon Guru Penggerak angkatan 9 dari SD No. 1 Kedonganan akan menuliskan tentang jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.1 tentang Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Jurnal refleksi Dwi Mingguan adalah sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti sebuah kegiatan pelatihan (upgrading skill) yang ditulis secara rutin setiap dua mingguan. Jurnal dwi mingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh setiap calon guru penggerak. Dan ini sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh para CGP (Calon Guru Penggerak) untuk membuatnya, karena dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian sehingga dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan ketrampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999) Kali ini saya akan menulis jurnal yang berkaitan refleksi saya tentang kegiatan pembelajaran pada Proram Guru Penggerak yang sudah dilakukan pada Modul 1.1 Tentang Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara. Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F (1. Fact; 2. Feeling; 3. Findings; dan 4. Future), yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P (1. Peristiwa; 2. Perasaan; 3. Pembelajaran; dan 4. Penerapan). 1. Facts (Peristiwa) Pada tanggal 16 Agustus 2023 CGP Angkatan 9 resmi dibuka oleh Kemendikbudristek yaitu Bapak Nadiem Makarim,B.A.,M.B.A., Dirjen GTK, Ibu Prof. Dr. Nunuk Suryani, M. Pd. Dan Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, beserta Tenaga Kependidikan Bapak Dr. Praptono, M. Ed melalui zoom yang diikuti CGP Angkatan 9 se Indonesia. Setelah kegiatan pembukaan tersebut, kami diarahkan oleh pelaksana kegiatan CGP yaitu dari Kepala Balai Guru Penggerak. Beliau menyampaikan bahwa selama mengikuti diklat guru penggerak diharapkan para CGP selalu bersemangat dan dapat mengikuti dengan rutin karena para CGP adalah guru-guru pilihan. Di samping itu beliau juga menjelaskan tentang rangkaian kegiatan yang akan kami lalui dan pelajari terkait dengan materi yang dimuat dalam LMS yang akan dimulai dari modul 1.1 yang nantinya akan dilaksanakan juga kegiatan forum diskusi Bersama fasilitator pada ruang kolaborasi Bersama teman-teman CGP lainnya yang akan dibentuk kembali ke beberapa kelompok yang masing-masing kelompok akan dipandu oleh seorang Pengajar Praktik di dalam pendampingan secara luring. Setelah kegiatan zoom meeting seluruh CGP Angkatan 9 wajib mengikuti kegiatan-kegiatan serta pelatihan-pelatihan yang ada di LMS sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kegiatan pertama adalah di awali dengan kegiatan pretest yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2023.
Selanjutnya Pada hari Minggu, tanggal 20 Agustus 2023 kami diundang dalam kegiatan Lokakarya Orientasi yang dilakukan secara Daring yang dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 16.00 Wita. Dengan bimbingan dari beberapa Pengajar Praktik dan salah satunya adalah Ibu Rina Widya Putri selaku Pengajar Praktik di kelompok kami. Lokakarya Orientasi sunguh sangat menyenangkan dan merupakan kesempatan pertama bagi saya menimba ilmu di pelatihan guru penggerak menuju tahap-tahap pelatihan berikutnya. Beberapa hal pembahasan saat itu seperti materi tentang harapan dan kekhawatiran perjalanan CGP Angkatan 9, Posisi diri, Rencana pengembangan diri dan pengenalan portofolio digital. Pada kegiatan ini diundang serta kepala sekolah dari masing-masing sekolah CGP yang mengikuti untuk memberikan informasi terkait pelaksanaan program CGP kepada kepala sekolah. Saya sangat gembira dengan diundangnya kepala sekolah karena tentu beliau akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang perjalanan Pendidikan Guru Penggerak sehingga diharapkan dapat memberi arahan dan dukungan kepada saya selama pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak ini dengan baik. Semoga saya dapat menyelesaikan program CGP-9 ini dengan lancar. Mulai dari mempelajari modul 1.1. tentang Mulai Dari Diri dan Eksplorasi yang dilaksanakan pada hari senin, tanggal 21 Agustus 2023. Pada kegiatan itu saya berkesempatan untuk menuangkan pemikiran reflektif kritis saya terhadap Pemikiran Ki Hajar Dewantara. Kegiatan kami pun berlanjut dihari Selasa, tanggal 22 Agustus 2023 dengan materi Eksplorasi KonsepForum diskusi. Kegiatan diskusi ini dilakukan secara virtual bersama kelompok 9B dengan fasilitator, Bapak Gede Yudi Sumertayasa beserta para Pengajar Praktik tentang pemikiran KHD mengenai tujuan dan asas pendidikan, konsep-konsep pemikiran KHD berdasarkan pengalaman yang berpihak pada siswa. Rabu, tanggal 23 Agustus 2023 dilaksanakan kegiatan ruang kolaborasi-sesi 1 dimana kami berdiskusi dengan kelompok untuk mengeksplorasi nilainilai luhur social budaya di daerah asal dalam upaya menebalkan konteks diri ( kekuatan kodrat ) siswa sebagai manusia dan anggota masyarakat. Ruang Kolaborasi – sesi 2 dilanjutkan pada hari Kamis, 24 Agustus 2023 untuk mempresentasikan hasil menemukenal nilai-nilai luhur kearifan budaya, dan memberikan umpan balik terhadap hasil diskusi yang dipresentasikan oleh kelompok lainya. Demonstrasi Kontekstual pada hari Jumat, 25 Agustus 2023 dilaksanakan melalui kegiatan dalam mendesain strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD- ‘ Pendidikan yang berpihak pada Siswa’- sesuai dengan Konteks diri Murid dan social budaya di daerah asal dalam bentuk Puisi yang berjudul “ Tiada Tara “. Berdiskusi bersama Instruktur Ibu Ameliasari Tauresia Kesuma kemudian dilakukan dihari Selasa dan Rabu, 29-30 Agustus 2023 dalam Elaborasi pemahaman yang membahas mengenai perspektif refleksi kritis tentang pemikiran ( filosofis ) KHD secara virtual. Beberapa pertanyaan mengenai materi Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional – Ki Hajar Dewantara dituangkan dan digali lebih lanjut secara bersama-sama pada aktivitas ini. 2. Feeling (Perasaan)
Dua minggu sudah berlalu dalam mengikuti beberapa kegiatan Pendidikan Guru Penggerak, yang saya rasakan di awal mengikuti kegiatan pendidikan ini adalah perasaan Bangga dan sangat merasa bersyukur karena bisa mengikuti kegiatan Calon Guru Penggerak dan diberi kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kompetensi diri dan diberi kesempatan untuk ikut berperan dalam perubahan pendidikan. Selain itu juga ada rasa ragu dan khawatir muncul merasakan merasakan diri tidak bisa melaksanakan kegiatan danmenyelesaikan tugas dengan baik dan lancar. Perasaan minder pun terkadang tak luput hadir disaat melihat kecakapan dan kemahiran teman-teman calon guru penggerak yang hampir mayoritas hebat-hebat. Namun dibalik rasa syukur dan khawatir terdapat semangat yang besar pada diri saya dan dorongan kuat keluarga memacu saya untuk tetap optimis dalam belajar dan berkembang sehingga saya menjadi yakin dan percaya diri untuk mampu menyelesaikan semua kegiatan Program Guru Penggerak ini dengan baik dan lancar. Dalam kegiatan pendidikan ini banyak ilmu yang saya peroleh selama menjalani dua pekan mengikuti pendidikan guru penggerak ini, mulai dari bagaimana menjadi pendidik yang seharusnya, bagaimana pendidik harus menghamba pada anak, mendesain strategi dan metode pembelajaran dalam mewujudkan pemikiran KHD, mendidik anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, dengan tetap menjaga sosio kultural budaya yang ada. Serangkaian kegiatan yang ada di dalam platform LMS menyadarkan saya bahwa apa yang saya miliki saat ini tentang pendidikan dan pengajaran jauh dari konsep dasar pemikiran filosofis Ki Hajar Dewantara. Kegiatan mempelajari modul secara mandiri melalui LMS merupakan upaya memandirikan diri dalam belajar. Dengan mempelajari modul ini saya berharap bisa menjadi pemimpin pendidikan dan penggerak menuju tansformasi pendidikan yang sesuai dengan zaman dan berlandaskan jati diri bangsa. Menjadi seorang pendidik yang tergerak, bergerak dan menggerakkan. Pada saat ini mulai perlahan saya berupaya menerapkan konsep dasar pemikiran filosofis Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran di ruang kelas. Saya merasa berdosa jika saya tidak tulus mencintai anak didik dalam proses menuntun. Sesekali jika ada anak yang bermain-main dikelas tidak serta merta saya memarahi. Namun saya mengarahkannya untuk hal-hal yang positif, menyenangkan dan menunjang pembelajaran. Adapun ide yang muncul dalam benak saya adalah adalah menerapkan pembelajaran dengan media video ekspresi agar suasana pembelajaran tidak membosankan dan menyenangkan. 3. Findings (Pembelajaran) Dari pembelajaran Modul 1.1 tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hajar Dewantara ini saya mendapatkan pemahaman yang kuat mengenai pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan mengikuti alur pembelajaran yang menarik dan menantang untuk diselesaikan pada LMS sehingga tentu pengetahuan dan pengalaman ini dapat diterapkan di kelas dan sekolah sesuai konteks social budaya pembelajaran abad sehingga pembelajaran
akan berpusat pada anak, menyenangkan, menuntun, berhamba pada siswa, memahami karakter siswa sesuai dengan kodrat alamda kodrat zamannya, budi pekerti, dan melestarikan budaya local daerah serta semangat berbagi dengan rekan sejawat dan komunitas di sekolah maupun luar sekolah. Saya akan berusaha untuk memahami dan mengimplementasikan secara maksimal pemikiran pemikiran KHD sehingga saya bisa menerapkan secara sadar akan pentingnya peran seorang pendidk saya juga akan berupaya untuk menjadi pendidik yang berkualitas dengan selalu terbuka terhadap perubahan dan mengikuti perkembangan teknologi dan mengadaptasikannya sesuai dengan sosio kultural budaya. Saya akan berusaha menjadi guru yang dirindukan oleh murid-murid dengan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada Murid, saya akan belajar untuk menjadi pemimpin pembelajaran minimal untuk sekolah saya /teman sejawat saya akan mengeksplor kemampuan saya yang selama ini belum maksimal saya kembangkan dan terus berinovasi sehingga pembelajaran saya bisa berjalan dengan baik dan sesuai perkembangan teknologi. Yang tujuannya semata - mata untuk pendidikan yang memerdekakan anak dalam mengembangkan kompetensinya sesuai bakat dan minat yang dimiliki. Saya kini menyadari bahwa pendidikan dan pengajaran harus berjalan selaras dengan kehidupan bangsa agar semangat cinta tanah air dapat senantiasa terpelihara. Ki Hajar Dewantara menekankan agar pendidikan selalu memperhatikan; a) Kodrat Alam, b) Kemerdekaan, c) Kemanusiaan, d) Kebudayaan, dan e) Kebangsaan; Seperti Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD-2009) tentang pendidikan dan pengajaran “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya” ini artinya pendidikan merupakan suatu usaha yang berfokus pada proses atau usaha pembentukan mental dan karakter suatu bangsa sesuai dengan lingkungannya. Artinya setiap anak sudah memiliki bakat dan potensinya masing-masing. Selain itu, berdasarkan filosofis pendidikan yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara, kita harus memandang anak sebagai individu yang unik. Setiap anak punya ciri belajarnya masing-masing, sehingga kita sebagai pendidik harus melaksanakan pembelajaran yang berdiferensiasi. Wajib bagi pendidik melakukan asessmen diagnostik awal untuk mengetahui kebutuhan, profil, gaya belajar, metode belajar sesuai dengan kondisi anak, sehingga kita sebagai pendidk dapat merancang pembelajaran yang tepat serta sesuai dengan yang dibutuhkan anak yang lebih dikenal dengan istilah ‘berhamba pada anak’. Disisi lain, proses pendidikan dan pembelajaran harus menerapkan budi pekerti yang luhur atau akhlak mulia dengan cara mengintegrasikan setiap proses pembelajaran dengan pencapaian Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.