DIVISI AKADEMIK &PENJAMINAN MUTU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR TAHUN 2021 LAPORAN PPL PPG DALAM JABATAN ANGKATAN 1 TAHUN 2021 PPG-UNM
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN ANGKATAN 1 TAHUN 2021 (SMP NEGERI 5 DUA KOTO) Disusun Oleh YULI SASMITA, S.S NIM. 219018495063 BIDANG STUDI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR TAHUN 2021
A
KATA PENGANTAR Puji syukur selalu terucap kepada Allah SWT yang sampai saat ini telah memberikan nikmat kesehatan, sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas Laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPGDJ) Angkatan I Tahun 2021 LPTK UNM (Universitas Negeri Makassar) dengan baik. Terimakasih yang sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada Tim Pelaksana PPGDJ angkatan I UNM 2021 yang turut membantu, khususnya kepada pihak sekolah SMP Negeri 5 Dua Koto yang telah memberikan izin untuk melaksanakan kegiatan PPL 1-3, mulai tanggal 31 Mei-13 Juli 2021. Atas dukungan dari semua pihak terkait, akhirnya yang diperjuangkan bisa selesai tepat waktu. Sebagai mahasiswa, saya menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan laporan ini. Oleh karena itu, secara pribadi saya memohon maaf atas kesalahan yang mungkin terjadi pada laporan ini. Semoga hasil Laporan Praktik Pengalaman Lapangan Lapangan (PPL) Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPGDJ) Angkatan I Tahun 2021” bisa bermanfaat bagi kita semua, terutama diri saya pribadi. Saya mengharapkan kritik maupun saran yang membangun dari yang membacanya, sehingga bisa diperbaiki dikemudian hari. Pasaman, 12 Juli 2021 Penulis, YULI SASMITA, S.S NIM. 219018495063 i
DAFTAR ISI Hal LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PENILAIAN KATA PENGANTAR ......................................................................................... i DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................................... 1 B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan .................................................................... 2 C. Gambaran Umum Sekolah ............................................................................. 2 BAB II PELAKSANAAN PPL PPG A. Kasus/Masalah Pelaksanaan Pembelajaran 1. Faktor Penyebab Kasus pada Kegiatan Mengajar I ..................................... 4 2. Faktor Penyebab Kasus pada Kegiatan Mengajar II .................................... 5 3. Faktor Penyebab Kasus pada Kegiatan Mengajar III .................................. 5 B. Faktor Penyebab Kasus/Masalah 1. Faktor Penyebab Kasus pada Kegiatan Mengajar I ..................................... 6 2. Faktor Penyebab Kasus pada Kegiatan Mengajar II .................................... 6 3. Faktor Penyebab Kasus pada Kegiatan Mengajar III .................................. 7 C. Alternarif Solusi/Tindakan 1. Solusi/Tindakan Kasus pada Kegiatan Mengajar I ...................................... 7 2. Solusi/Tindakan Kasus pada Kegiatan Mengajar II .................................... 8 3. Solusi/Tindakan Kasus pada Kegiatan Mengajar II .................................... 8 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil dan Pembahasan Tindakan Kegiatan Mengajar I .................................... 9 B. Hasil dan Pembahasan Kegiatan Mengajar II .................................................. 10 C. Hasil dan Pembahasan Tindakan Kegiatan Mengajar III ................................. 11 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ....................................................................................................12 B. Saran ..............................................................................................................12 DAFTAR RUJUKAN ......................................................................................... 13 LAMPIRAN ii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, melalui pendidikan manusia dapat terlepas dari keterbelakangan dan kebodohan. Namun tidak mudah mewujudkan harapan tersebut, dibutuhkan usaha keras dan tidak kenal lelah. Tidak dipungkiri bahwa kenyataan di lapangan masih sangat minim prestasi belajar siswa, salah satu penyebab adalah budaya membaca dan motivasi belajar yang sangat rendah. Hal ini juga terjadi pada kegiatan pembelajaran IPS di SMP Negeri 5 Dua Koto. IPS masih dipandang sebagai mata pelajaran yang membosankan dan kurang menarik sehingga mempengaruhi motivasi belajar siswa. Pembelajaran IPS selama ini belum sesuai harapan. Motivasi belajar siswa yang kurang disebabkan karena strategi pembelajaran yang diterapkan guru selama ini masih menggunakan strategi pembelajaran konvensional. IPS masih dipandang sebagai mata pelajaran yang membosankan dan kurang menarik sehingga mempengaruhi motivasi belajar siswa. Peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh usaha guru dalam memp erbaiki proses pembelajarannya. Metode ceramah saja tidak cukup, guru perlu mengubah metode maupun strategi pembelajaran yang digunakan selama ini. Guru perlu meningkatkan motivasi belajar siswa, motivasi merupakan pendorong aktivitas belajar yang nyata, seperti yang diungkapkan oleh Djamarah (2002:114) motivasi adalah suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Selama ini siswa menggunakan media buku teks untuk pembelajarannya, biasanya mereka hanya akan membaca di saat diperintahkan oleh guru. Motivasi belajar yang rendah tersebut menuntut guru untuk mencari strategi pembelajaran yang menarik sehingga motivasi belajar siswa meningkat. Jika motivasi belajar meningkat diharapkan hasil belajar juga meningkat. Sedangkan hasil belajar dalam pembelajaran di sekolah sering disebut prestasi belajar, menurut Kamus besar bahasa Indonesia (2014: 1001) prestasi 1
belajar merupakan penguasaan pengetahuan dan atau ketrampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan bagian intrakurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa PPG angkatan 1 tahun 2021 Universitas Negeri Makassar (UNM) yang mencakup baik latihan mengajar maupun tugas non-mengajar, secara terbimbing dan terpadu sebagai persyaratan pembentukan profesi keguruan. Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah titik kulminasi dari seluruh program pendidikan yang harus dialami oleh mahasiswa di LPTK. Oleh karena itu, PPL dapat diartikan sebagai salah satu program yang merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam rangka pembentukan guru yang profesional. Dengan demikian PPL adalah suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikatif dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya kedalam program pelatihan berupa kinerja dalam hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan, baik kegiatan mengajar maupun tugas- tugas keguruan lainnya. Kegiatan-kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk pelatihan terbimbing, dan pelatihan mandiri yang sistematis dibawah bimbingan dosen pembimbing dan guru pembimbing. B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan PPL mahasiswa PPG angkatan 1 Tahun 2021 Universitas Makassar ini dilaksanakan mulai tanggal 31 Mei sampai dengan 13 Juli 2021 bertempat di SMP Negeri 5 Dua Koto Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. C. Gambaran Umum Sekolah SMP Negeri 5 Dua Koto yang beralamat di Muara Tambangan Sungai Beremas Kecamatan Dua Koto Kenagarian Cubadak, Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat, pada awal berdirinya tahun 2008 merupakan sekolah yang berbentuk SATAP dengan SD Negeri 01 Sungai Beremas, barulah pada tahun 2010 resmi menjadi sekolah negeri dengan nama SMP Negeri 5 Dua Koto. 2
Visi SMPN 5 Dua Koto adalah : “Terwujudnya Siswa yang Cerdas, Berbudaya berdasarkan Iman dan Taqwa” Indikator pencapaian visi : 1. Terselenggaranya proses pendidikan yang berkesinambungan. 2. Berhasil dalam Ujian Nasional dan lulus sekolah 100 % setiap tahun 3. Ikut serta dalam berbagai lomba Mata Pelajaran dan Olah Raga Tingkat Kecamatan dan Kabupaten 4. Terwujudnya budaya bersih dan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) dimanapun berada 5. Berkembangnya nilai-nilai agama dan dipraktekkan dalam kehidupan sekolah Misi SMPN 5 DUA KOTO 1. Meningkatkan hasil belajar dan tingkat kelulusan siswa setiap tahun 2. Meningkatkan budaya disiplin warga sekolah 3. Menerapkan budaya salam, senyum, sopan dan santun semua warga sekolah dimanapun berada 4. Menerapkan budaya hidup sehat dimanapun berada 5. Menumbuhkembangkan nilai-nilai agama dan karakter bangsa dalam setiap pembelajaran Adapun jumlah guru dan tenaga pendidik yang tercatat per 1 Juli 2021 adalah 8 orang orang PNS, 5 orang kontrak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman dan 1 orang guru honorer dari BOS. Jumlah kelas yang ada di SMP Negeri 5 Dua Koto ini adalah sebanyak 3 ruang, masing-masingmasing kelas 7, 8 dan 9 sebanyak 1 ruang. Masih banyak terdapat kekurangan sarana dan prasarana di sini terutama belum memiliki akses internet sebagai penunjang pembelajaran abad 21. Jumlah siswa keseluruhan adalah 43 siswa, kelas 7 21 orang, kelas 8 12 orang dan kelas 9 sebanyak 10 orang. 3
BAB II PELAKSANAAN PPL PPG A. Kasus/Masalah Pelaksanaan Pembelajaran Agar pelaksanaan PPL dapat berlangsung sesuai dengan yang diharapkan, diperlukan pengelolaan yang baik, artinya kegiatan tersebut harus direncanakan, diorganisasikan, dikoordinasikan, dimonitor, dievaluasi, dan ditindaklanjuti. Oleh karena itu, agar pelaksanaan PPL dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, diperlukan adanya persiapan yang matang dari berbagai pihak yang terkait yaitu mahasiswa, dosen pembimbing, sekolah/ instansi tempat PPL, guru pembimbing serta komponen yang terkait dengan pelaksanaan PPL. 1. Kasus/Masalah Kegiatan Mengajar 1 ▪ Waktu pelaksanaan : 2 Juni 2021 ▪ Tempat pelaksanaan : SMP Negeri 5 Dua Koto ▪ Jenis rancangan kegiatan : Kegiatan Mengajar Luring a) Dosen dan guru pamong belum bisa diundang tepat pada waktu yang diinginkan b) Rencana pembelajaran akan dilaksanakan pada pukul 10.30 WIB, tapi karena jaringan sulit akhirnya pelaksanaannya mundur menjadi 30 menit (11.00 WIB). c) Ruang gerak guru dalam mengkondisikan peserta didik menjadi agak terbatas d) Rencana pembelajaran akan dilaksanakan di dalam kelas, tetapi karena praktek pembelajaran sistem sit-in, mengundang dosen dan guru pamong melihat aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan sinyal hanya didapatkan di ruangan perpustakaan, maka pelaksanaan pembelajaran dilakukan di ruang perpustakaan sekolah. e) Guru lupa merekam lewat Gmeet f) Rencana perekaman dilakukan dengan HP dan melalui fasilitas recording yang ada di Gmeet. Perekaman hanya terlaksana lewat HP karena lupa mengaktifkan recording pada Gmeet. 4
2. Kasus Kegiatan Mengajar 2 ▪ Waktu pelaksanaan : 21 Juni 2021 ▪ Tempat pelaksanaan : SMP Negeri 5 Dua Koto ▪ Jenis rancangan kegiatan : Kegiatan Mengajar Luring a) Rekaman video pembelajaran lewat Gmeet tidak sempurna, karena video tidak keluar karena masalah jaringan. Pada saat sit-in video proses pembelajaran terputus-putus proses perekamannya secara online. b) Ruang gerak guru dalam mengkondisikan peserta didik menjadi agak terbatas. Rencana pembelajaran akan dilaksanakan di dalam kelas, tetapi karena praktek pembelajaran sistem sit-in, mengundang dosen dan guru pamong melihat aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan sinyal hanya didapatkan di ruangan perpustakaan, maka pelaksanaan pembelajaran dilakukan di ruang perpustakaan sekolah. c) Proses editing memakan waktu yang sangat lama, karena editing dilakukan secara otodidak dan harus menggabungkan dua video (hasil rekaman lewat HP dan Gmeet). Perekaman dilakukan dengan HP dan melalui fasilitas recording yang ada di Gmeet. Perekaman bisa terlaksana keduanya, masalah yang muncul, audio perekaman di HP kurang jelas, sehingga harus menggabungkan antara audio HP dengan Gmeet. 3. Kasus/Masalah Kegiatan Mengajar 3 ▪ Waktu pelaksanaan : 1 Juli 2021 ▪ Tempat pelaksanaan : SMP Negeri 5 Dua Koto ▪ Jenis rancangan kegiatan : Kegiatan Mengajar daring a) Rekaman video pembelajaran lewat Gmeet tidak sempurna, karena video tidak keluar karena masalah jaringan. Pada saat sit-in video proses pembelajaran terputus-putus proses perekamannya secara online. 5
b) Berkurang jumlah beserta didik satu orang. Peserta didik yang direncanakan mengikuti pembelajaran adalah 10 orang, tetapi karena terkendala jaringan yang bisa masuk hanya 9 orang. c) Proses editing memakan waktu yang sangat lama, karena editing dilakukan secara otodidak dan harus menggabungkan dua video (hasil rekaman lewat HP dan Gmeet). Perekaman dilakukan dengan HP dan melalui fasilitas recording yang ada di Gmeet, serta aplikasi rekam layar yang didownload secara online. Kapasitas memori HP ternyata tidak memadai untuk menyimpan hasil rekaman video Sebelum pelaksanaan Gmeet direkam, audio tidak keluar, sehingga muncul kepanikan, setelah dicari permasalahannya alhamdulillah akhirnya dapat solusinya. Laptop yang biasa digunakan untuk merekam dan melakukan aktivitas kegiatan selama kegiatan PPG mengalami error, sehingga semua aplikasi yang ada di laptop harus direset dan di install ulang kembali. B. Faktor Penyebab Kasus/Masalah 1. Faktor penyebab kasus 1 a) Jaringan / Sinyal tidak stabil, sehingga Dosen dan guru pamong belum bisa diundang tepat pada waktu yang diinginkan. b) Tempat Pembelajaran bukan di kelas, tetapi perpustakaan, akibatnya ruang gerak guru dalam mengkondisikan peserta didik menjadi agak terbatas. c) Lupa memfungsikan alat Perekam, karena guru lupa merekam lewat Gmeet. 2. Faktor penyebab kasus 2 a) Jaringan / Sinyal tidak stabil, akibatnya rekaman video pembelajaran lewat Gmeet tidak sempurna, karena video tidak keluar karena masalah jaringan. 6
b) Tempat Pembelajaran menggunakan ruang perpustakaan, sehingga ruang gerak guru dalam mengkondisikan peserta didik menjadi agak terbatas. c) Salah satu hasil rekaman dari alat perekam audionyo tidak terdengar dengan jelas. Hasilnya proses editing memakan waktu yang sangat lama, karena editing dilakukan secara otodidak dan harus menggabungkan dua video (hasil rekaman lewat HP dan Gmeet). 3. Faktor penyebab kasus 3 a) Salah satu hasil rekaman dari alat perekam audionyo tidak terdengar dengan jelas. Rekaman video pembelajaran lewat Gmeet tidak sempurna, video tidak keluar karena masalah jaringan. b) Jaringan / Sinyal tidak stabil, sehingga peserta didik tidak bisa masuk. Berakibat berkurangnya jumlah beserta didik satu orang. c) Alat perekam : HP Memori HP tidak mencukupi untuk tempat penyimpanan video. Proses editing memakan waktu yang sangat lama, karena editing dilakukan secara otodidak dan harus menggabungkan dua video (hasil rekaman lewat HP dan Gmeet). d) Alat perekam : Laptop Laptop error, sehingga harus direset dan diinstal ulang. Sebelum pelaksanaan Gmeet direkam, audio tidak keluar, sehingga muncul kepanikan, setelah dicari permasalahannya alhamdulillah akhirnya dapat solusinya. C. Alternarif Solusi/Tindakan 1. Solusi/Tindakan kasus 1 a) Menemukan jaringan yang stabil dan menggunakan HP sebagai sarana Hotspot dan HP diletakan pada area yang bersinyal tersebut. HP yang difungsikan ada 2 (dua), sebagai sarana Hotspot dan sebagai alat perekam kegiatan praktek pembelajaran. 7
b) Mengkondisikan ruang perpustakaan sebagai tempat praktek pembelajaran dan mengkondisikannya sebaik mungkin agar proses pembelajaran tetap berjalan lancar dan menyenangkan bagi peserta didik. c) Guru meminta teman sejawat ataupun peserta didik untuk mengingatkan pada petemuan berikutnya agar pada saat proses sit-in tidak lupa lagi merekamnya di Gmeet. 2. Solusi/Tindakan kasus 2 a) Rekaman proses pembelajaran menggunakan HP dan fasilitas Gmeet b) Pembelajaran tetap dilaksanakan di perpustakaan dengan mengkondisikan ruangan secara maksimal c) Bersabar dalam mengedit, sekaligus menambah ilmu baru dalam proses editing, karena selam ini belum pernah dilakukan. 3. Solusi/Tindakan kasus 3 a) Tetap melaksanakan proses perekaman dengan aplikasi perekam layar b) Tetap melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan c) Melakukan proses editing dengan penuh kesabaran d) Semua aplikasi yang dibutuhkan untuk kegiatan perekaman dan proses editing di instal kembali, walaupun memakan waktu seharian. 8
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil dan Pembahasan Tindakan Kegiatan Mengajar I a) Kasus yang ditemukan : dosen dan guru pamong belum bisa diundang tepat pada waktu yang diinginkan. Rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pukul 10.30 WIB, tapi karena jaringan sulit akhirnya pelaksanaannya mundur menjadi 30 menit (11.00 WIB). Solusi dari pemecahan masalah : guru menemukan jaringan yang stabil dan menggunakan HP sebagai sarana hotspot dan HP diletakan pada area yang bersinyal tersebut. HP yang difungsikan ada 2 (dua), sebagai sarana Hotspot dan sebagai alat perekam kegiatan praktek pembelajaran. b) Kasus yang ditemukan : Ruang gerak guru dalam mengkondisikan peserta didik menjadi agak terbatas. Rencana pembelajaran akan dilaksanakan di dalam kelas, tetapi karena praktek pembelajaran sistem sit-in, mengundang dosen dan guru pamong melihat aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan sinyal hanya didapatkan di ruangan perpustakaan, maka pelaksanaan pembelajaran dilakukan di ruang perpustakaan sekolah. Solusi dari permasalahan : guru bisa mengkondisikan ruang perpustakaan sebagai tempat praktek pembelajaran dan mengkondisikannya sebaik mungkin agar proses pembelajaran tetap berjalan lancar dan menyenangkan bagi peserta didik c) Kasus yang ditemukan : Guru lupa merekam lewat Gmeet. Rencana perekaman dilakukan dengan HP dan melalui fasilitas recording yang ada di Gmeet. Perekaman hanya terlaksana lewat HP karena lupa mengaktifkan recording pada Gmeet. Solusi dari permasalahan yang ada : guru meminta teman sejawat ataupun peserta didik untuk mengingatkan pada pertemuan berikutnya agar pada saat proses sit-in tidak lupa lagi merekamnya di Gmeet> Hasil akhir dari video editing kegiatan PPL ke-1 bisa diselesaikan sesuai batas waktu yang ditentukan, dengan mengedit hasil rekaman yang tersimpan 9
di HP saja. Hasil editing rekaman video pembelajaran I bisa dilihat di link : https://youtu.be/vfr69zdWPcQ B. Hasil dan Pembahasan Tindakan Kegiatan Mengajar 2 a) Kasus yang ditemukan : rekaman video pembelajaran lewat Gmeet tidak sempurna, video tidak keluar karena masalah jaringan. Pada saat sit-in video proses pembelajaran terputus-putus proses perekamannya secara online. Solusi permasalahan : rekaman proses pembelajaran menggunakan HP dan fasilitas Gmeet. b) Kasus yang ditemukan : ruang gerak guru dalam mengkondisikan peserta didik menjadi agak terbatas. Rencana pembelajaran akan dilaksanakan di dalam kelas, tetapi karena praktek pembelajaran sistem sit-in, mengundang dosen dan guru pamong melihat aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan sinyal hanya didapatkan di ruangan perpustakaan, maka pelaksanaan pembelajaran dilakukan di ruang perpustakaan sekolah. Solusi permasalahan : pembelajaran tetap dilaksanakan oleh guru di perpustakaan dengan mengkondisikan ruangan secara maksimal c) Kasus yang ditemukan : proses editing memakan waktu yang sangat lama, karena editing dilakukan secara otodidak dan harus menggabungkan dua video (hasil rekaman lewat HP dan Gmeet). Perekaman dilakukan dengan HP dan melalui fasilitas recording yang ada di Gmeet. Perekaman bisa terlaksana keduanya, masalah yang muncul, audio perekaman di HP kurang jelas, sehingga harus menggabungkan antara audio HP dengan Gmeet. Solusi permasalahan : guru harus bersabar dalam mengedit, sekaligus menambah ilmu baru dalam proses editing, karena selam ini belum pernah dilakukan. Hasil akhir dari video editing kegiatan PPL ke-2 bisa diselesaikan sesuai batas waktu yang ditentukan, dengan menggabungkan antara rekaman yang ada di HP dengan hasil rekaman Gmeet. Hasil editing rekaman video pembelajaran 2 bisa dilihat di link : https://youtu.be/jPqoJWAzFWY 10
C. Hasil dan Pembahasan Tindakan Kegiatan Mengajar 3 a) Kasus yang ditemukan : rekaman video pembelajaran lewat Gmeet tidak sempurna, karena video tidak keluar karena masalah jaringan. Pada saat sit-in video proses pembelajaran terputus-putus proses perekamannya secara online. Solusi permasalahan : Tetap melaksanakan proses perekaman dengan aplikasi perekam layar b) Kasus yang ditemukan : berkurangnyas jumlah beserta didik satu orang. Peserta didik yang direncanakan mengikuti pembelajaran adalah 10 orang, tetapi karena terkendala jaringan yang bisa masuk hanya 9 orang. Solusi permasalahan : Tetap melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan c) Kasus yang ditemukan : proses editing memakan waktu yang sangat lama, karena editing dilakukan secara otodidak dan harus menggabungkan dua video (hasil rekaman lewat HP dan Gmeet). Perekaman dilakukan dengan HP dan melalui fasilitas recording yang ada di Gmeet, serta aplikasi rekam layar yang didownload secara online. Kapasitas memori HP ternyata tidak memadai untuk menyimpan hasil rekaman video. Solusi permasalahan : Melakukan proses editing dengan penuh kesabaran d) Kasus yang ditemukan : sebelum pelaksanaan Gmeet direkam, audio tidak keluar, sehingga muncul kepanikan, setelah dicari permasalahannya alhamdulillah akhirnya dapat solusinya. Laptop yang biasa digunakan untuk merekam dan melakukan aktivitas kegiatan selama kegiatan PPG mengalami error, sehingga semua aplikasi yang ada di laptop harus direset dan di install ulang kembali. Solusi permasalahan : Semua aplikasi yang dibutuhkan untuk kegiatan perekaman dan proses editing di instal kembali, walaupun memakan waktu seharian. Hasil akhir dari video editing kegiatan PPL ke-3 bisa diselesaikan sesuai batas waktu yang ditentukan. Hasil editing rekaman video pembelajaran I bisa dilihat di link : https://youtu.be/EX4CGGlpkyg 11
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Rancangan pembelajaran adalah suatu prosedur sistematis yang terdiri dari beberapa komponen menjadi satu kesatuan yang saling terkait dan mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu secara konsisten dan teruji. Rancangan pembelajaran inovatif dapat dimaknai sebagai aktivitas persiapan pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan unsur-unsur pembelajaran terbaru di abad 21 dan terintegrasi dalam komponen maupun tahapan pembelajaran yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari kegiatan PPL yang dilaksanakan sebanyak tiga kali sesuai waktu yang telah ditetapkan oleh panitia PPG Dalam Jabatan Angkatan 1 Tahun 2021, kendala utama yang dihadapi adalah masalah jaringan, keterbatasan sarana perekam aktiitas pembelajaran dan kemampuan guru yang masih awam dalam melakukan proses perekaman dan editing video. B. Saran Salah satu kompetensi pedagogik profesi guru yaitu mampu merancang pembelajaran. Perancangan pembelajaran yang baik merupakan salah satu penentu keberhasilan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dalam satuan Pendidikan. Sebagai guru di era industri 4.0 abad 21, guru diharapkan mampu menjadi agen pembaruan. Pembaruan yang dilakukan bisa dimulai dari aktivitas perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, evaluasi hingga tindak lanjutnya. Untuk itu, guru perlu memahami beberapa karakteristik rancangan pembelajaran inovatif abad 21 yang akan diterapkan dalam RPP, yaitu: 1) Kolaborasi peserta didik dan guru 2) Berorientasi HOTS 3) Mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) 4) Berorientasi pada keterampilan belajar dan mengembangkan Keterampilan Abad 21 (4C) 5) Mengembangkan kemampuan literasi 6) Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) 12
DAFTAR RUJUKAN Achmad Putri, Noviani S.Pd., M.Pd, 2019. Pendalaman Materi IPS, Modul 4: Pola Perilaku Kehidupan Manusia dalam Pembangunan dan Aplikasinya dalam Pembelajaran IPS. Jakarta: Kemendikbud. Djamarah, Syaiful Bahri (2002), Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari. Banjarmasin. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2014), Cetakan ke Tujuh Edisi IV. Jakarta: Gramedia Mulianingsih, Ferani S.Pd. M.Pd, 2019. Pendalaman Materi IPS, Modul 5 : Konsep Ruang (Lokasi, Iklim, Bentuk Muka Bumi, Geologis, Flora dan Fauna) dan Interaksi Antar Ruang di Indonesia serta Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Manusia Berikut Aplikasinya dalam Pembelajaran IPS.s Jakarta: Kemendikbud. ---------, 2019. Buku Panduan Program Pengalaman Lapangan Universitas Negeri Makassar, Makassar: UPT-PPL Universitas Negeri Makassar. ---------, 2019. Modul 1 Pedagogik: Konsep Dasar Ilmu Pendidikan., Jakarta: Kemendikbud. 13
LAMPIRAN Lokasi SMP Negeri 5 Dua Koto Pemasangan Spanduk Izin Pelaksanaan PPL Mahasiswa Angkatan I PPGDJ UNM Tahun 2021 Rekaman Kegiatan PPL 1 Rekaman Kegiatan PPL 2 Rekaman Kegiatan PPL 3 (Daring) Pelaksanaan Kegiatan Diskusi PPL 2