DAFTAR ISI
LATAR BELAKANG
SARANA DAN PRASANA
TEKNIK DASAR
BAGIAN 1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak digemari semua lapisan masyarakat di Indonesia.
Olahraga ini dapat dimainkan mulai dari tingkat anak-anak sampai orang dewasa, baik pria maupun wanita. Pada
awal mulanya bermain bola voli untuk tujuan rekreasi untuk mengisi waktu luang atau sebagai selingan setelah lelah
bekerja atau belajar. Selain tujuan-tujuan tersebut banyak orang berolahraga khususnya bermain voli untuk
memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani atau kesehatan. Kemudian berkembang ke arah tujuan yang lain,
seperti tujuan prestasi yang tinggi untuk meningkatkan prestasi diri, mengharumkan nama daerah, bangsa, dan
negara (Asep Kurnia, 2007: 14). Apabila bermain bola voli bertujuan untuk memperoleh prestasi, maka dalam
bermain harus dilakukan sungguh-sungguh dan dibutuhkan koordinasi gerak yang baik dari setiap pemain. Untuk
menciptakan suatu koordinasi dan kerjasama yang baik melalui kombinasi teknik, setiap tim bola voli membutuhkan
latihan organisasi tim yang sesuai dengan taktik dan strategi yang diterapkan. Selanjutnya untuk memperoleh hasil
yang memuaskan dalam permainan bola voli, diperlukan penguasaan teknik dasar. Sarumpaet (1991: 133)
menyatakan bahwa penguasaan teknik dasar bola voli merupakan unsur yang menentukan kalah dan menangnya
regu dalam pertandingan. Oleh karena itu, 2 teknik dasar permainan harus benar-benar dikuasai lebih dahulu agar
dapat mengembangkan untuk pertandingan lancar dan teratur. Penguasaan teknikteknik dasar yang baik merupakan
awal dari taktik permainan yang baik pula. Teknik dasar bola voli yang harus dikuasai oleh setiap pemain adalah
teknik dasar servis, teknik dasar passing, teknik dasar smash, dan teknik dasar blocking. Keempat teknik dasar
tersebut merupakan modal dasar yang harus dipelajari dan dilatih bagi pemain pemula jika ingin berprestasi. Banyak
atlet pemula yang mengabaikan teknik tersebut dan maunya hanya berlatih smash saja, padahal dari teknik yang
ada tersebut semuanya saling berkaitan dari teknik yang paling sederhana yaitu teknik dasar passing sampai teknik
yang paling sulit yaitu blocking. Tentu hal itu harus pula didukung dengan penanganan seorang pelatih yang baik dan
kerja keras atlet yang selalu menjunjung tinggi kedisiplinan dalam berlatih. Penanganan tersebut perlu dilakukan
sejak awal misalnya dengan membentuk klub-klub bola voli di daerah. Sebab, klub-klub tersebut akan memunculkan
bibit-bibit pemain bola voli yang handal. Klub bola voli spirit’s merupakan salah satu klub bola voli yang
menyelenggarakan kegiatan pelatihan bola voli yang bertujuan untuk menghasilkan tim bola voli yang tangguh dan
berprestasi. Namun di Klub Bola Voli Spirit Klub dalam proses pelatihan masih dijumpai beberapa permasalahan,
antara lain banyak atlet pemula tingkat kerjasamanya masih kurang, pemain yang terlihat aktif bermain adalah
pemain depan, sedangkan pemain belakang masih terlihat pasif. 3 Selama ini latihan yang telah dilakukan di Spirit’s
Sleman seperti pada umumnya, pelatih mengawali latihan dengan pemanasan, kemudian latihan inti, dan
mengakhiri dengan pendinginan. Setelah atlet melakukan pemanasan seperti jogging, penguluran statis dan dinamis,
kemudian latihan koordinasi seperti lari angkat paha, lari sentuh tumit. Setelah pemanasan kemudian masuk di
latihan inti dengan cara passing berpasangan dan dilanjut dengan latihan smash kemudian dilanjutkan dengan dril
passing ataupun dril smash oleh pelatih. Setelah itu latihan bermain dengan cara enam lawan enam, dan ditutup
dengan pendinginan. Dari permasalahan tersebut, masalah yang utama adalah latihan yang diberikan kepada anak
didik kurang bervariasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan modifikasi latihan agar menjadi lebih bervariasi dan anak
didik tidak merasa bosan. Hal ini didasarkan pada pendapat Asep Kurnia (2007: 18) yang menyatakan bahwa
kerjasama dalam suatu tim bola voli sangatlah penting untuk meraih kemenangan dalam pertandingan. Untuk
menciptakan kerjasama tim bola voli yang solid dibutuhkan modifikasi latihan yang baik antar pemain. Lakukan
permainan di antara kedua tim dengan menggunakan bentuk modifikasi permainan, awali dengan dua lawan dua,
tiga lawan tiga, empat lawan empat, sampai dengan enam lawan enam. Menurut Asep Suharta (2007) modifikasi
dalam olahraga penting untuk dikembangkan dengan beberapa alasan sebagai berikut: (1) secara fisik dan emosi
anak-anak berbeda dengan orang dewasa sehingga mereka tidak bisa bermain olahraga dengan peraturan dan
perlatan orang dewasa; (2) dapat 4 mengembangkan kemampuan anak tanpa risiko cedera; (3) mempercepat
penguasaan keterampilan untuk beradaptasi dengan olahraga orang dewasa dikemudian waktu; (4) olahraga
modifikasi sangat menyenangkan bagi anakanak. Modifikasi latihan tersebut adalah dengan melakukan latihan ke
dalam bentuk permainan bola voli mini. Bola voli mini adalah bola voli yang disederhanakan sesuai metodenya
disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan anak-anak dari usia 9 sampai 13 tahun. Bola voli mini adalah metode
mengajar yang cocok dan pendekatan ini terbukti sesuai untuk anak-anak (Horst Baacke, 1999: 88). Horst Baacke
(1999) menyatakan bahwa jika bermain satu lawan satu pemain akan selalu siap dengan datangnya bola. Namun
dalam sebuah permainan jika menggunakan satu lawan satu akan sulit, untuk itu modifikasi permainan dimulai dari
dua lawan dua. Bermain dua lawan dua kesiapan pemain akan lebih tinggi karena dalam menerima datangnya bola
hanya berharap pada satu pemain lain. Latihan modifikasi dua lawan dua ini termasuk sulit, namun latihan ini akan
membiasakan pemain untuk melakukan kerjasama, karena pemain hanya bergantung pada satu pemain lain untuk
mengembalikan bola ke daerah lawan. Kebiasaan siap pada latihan modifikasi bermain bola voli tersebut dapat
dibawa ke dalam bentuk permainan enam lawan enam. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan modifikasi
latihan dimulai dari dua lawan dua, tiga lawan tiga, dan empat lawan empat. Peneliti 5 memprediksi dengan dengan
latihan modifikasi ini dapat meningkatkan kerjasama dalam permainan bola voli pada atlet Klub Bola Voli Spirit’s
BAGIAN 2
PEMBAHASAN/ISI
Sarana dan Prasarana Olahraga Voli Paling Penting
Dalam olahraga voli, bukan hanya cara bermain bola voli yang benar perlu kita ketahui dan pahami dengan baik,
melainkan setiap sarana dan prasarana olahraga voli juga penting untuk kita ketahui. Setiap cabang olahraga
memerlukan sarana dan prasarana dalam mendukung jalannya permainan supaya lancar dan sempurna, begitu
pun halnya dengan voli yang akan kita bahas kali ini.
1. Lapangan
Lapangan bola voli tentu merupakan salah satu sarana prasarana penting karena tanpa adanya lapangan, kita tak
akan bisa bermain bola voli. Seperti halnya sarana dan prasarana basket, lapangan untuk permainan voli memiliki
standarnya sendiri yang perlu kita ketahui.
Ukuran untuk lapangan voli pun memiliki standar, yakni 9 x 18 meter, sementara itu jarak garis batas serang pemain
belakang setidaknya harus 3 meter jika diukur dari garis tengah yang sejajar dengan jaring. Lebih dari itu, 5 cm adalah
garis tepi lapangan yang berlaku di mana seluruh sarana prasarana ini akan mendukung kelancaran permainan
maupun pertandingan bola voli.
2. Jaring/Net
Sama halnya seperti perlengkapan tenis meja dan tenis lapangan, permainan bola voli membutuhkan jaring atau net
yang dipasang untuk membagi wilayah kedua tim yang bermain. Bahkan untuk jaring atau netnya pun tidak boleh
berukuran sembarang sebab sudah ada standar ukuran yang sudah ada kesepakatan secara nasional.
Ukuran net untuk permainan voli yang dimainkan oleh laki-laki dan perempuan dibedakan sehingga keduanya perlu
menggunakan sesuai yang sudah ditentukan. Tinggi net untuk permainan voli laki-laki adalah 2,44 meter, sedangkan
2,24 meter adalah ukuran tinggi net bila voli dimainkan oleh tim perempuan.
3. Bola Voli
Setelah lapangan dan juga jaring atau net, tentu saja sarana prasarana berikutnya yang tak boleh sampai ketinggalan
adalah bola voli itu sendiri. Ada standar nasional bahkan untuk ukuran bola voli yang digunakan untuk bermain,
terlebih permainan atau pertandingan resmi. Untuk keliling lingkaran bola voli, besarnya haruslah 65-67 cm.
Sedangkan untuk berat bola voli standar nasionalnya adalah 260-280 gram yang juga telah diatur tekanan di dalam
bola. Hanya diperbolehkan 0.30 sampai 0.325 kg/cm2 saja untuk tekanan dalam dari bola voli menurut standarnya.
Ukuran-ukuran tersebut pun perlu diperhatikan karena tidak boleh sampai kurang atau bahkan lebih dari yang telah
ditentukan.
4. Peran Penting dalam Voli
Sebuah permainan voli, khususnya dalam sebuah pertandingan perlu ada beberapa peran yang bertugas penting
untuk mendukung jalannya pertandingan tersebut dan biasanya mereka akan mengenakan seragam khusus serta
resmi, seperti:
Pencatat skor – Tugas dari pencatat skor tentunya adalah mencatat jumlai poin yang kedua tim hasilkan.
Hakim garis – Tugas hakim garis adalah sebagai penjaga garis kiri dan kanan sekaligus pengamat jatuhnya bola.
Wasit – Tugas seorang wasit adalah sebagai pemimpin jalannya sebuah pertandingan voli.
5. Papan Skor
Sarana prasarana lain yang penting untuk tersedia selama permainan berlangsung dan dapat terbilang wajib adalah
papan skor, yakni sebuah papan khusus yang menjadi pencatat skor kedua tim saat bermain. Walau ada petugas
yang berjaga mengawasi pertandingan dan juga skor setiap tim, alangkah memudahkan bila tersedia papan skor
sebagai bagian di lapangan. Petugas pencatat skor akan dengan gampang melakukan pencatatan skor untuk kedua
tim ketika pertandingan sedang berlangsung.
6. Rod Antena
Merupakan bagian dari jaring atau net bola voli, antena ini merupakan tongkat lentur yang dijadikan sebagai batas
samping dari area penyebrangan bola. Untuk bagian rod antena pun sudah ada ukuran standarnya sendiri yang perlu
untuk disediakan sesuai standarnya.
1,80 meter adalah untuk panjang antena sementara 10 mm adalah untuk garis tengahnya. Rod antena ini biasanya
terbuat dari bahan fiberglass atau sejenisnya. Pemasangan antena ini biasanya di bagian luar setiap pita samping
dan tinggi antena yang ada di atas net berukuran 80 cm. Tak lupa, ada pemberian garis dengan warna kontras yang
panjangnya 10 cm di mana warna terbaik adalah putih dan merah.
7. Daerah Service
Area service merupakan bagian penting juga dalam sarana dan prasarana permainan voli di mana telah ada ukuran
standarnya pula. Daerah ini memiliki lebar 9 meter yang dapat dijumpai di belakang setiap garis akhir. Ada 2 buah
garis pendek yang membatasi daerah ini.
Garis pendek tersebut diketahui berukuran sepanjang 15 cm dan dibuat di belakang garis akhir 20 cm yang menjadi
kepanjangan garis samping. Dapat dikatakan, 2 buah garis pendek itulah yang termasuk di dalam batas area servicedi
mana untuk perpanjangan area service adalah sampai dengan batas akhir area bebas, yakni ke belakang.
8. Perlengkapan Pemain
Dalam sarana prasarana permainan olahraga voli, tak ketinggalan perlengkapan olahraga bola voli bagi pemain pun
turut diperhitungkan, seperti berikut ini:
Pakaian seragam tim – Seragam tim biasanya dalam bentuk kaos yang sebaiknya memiliki nomor punggung dan juga
warna khas tim yang berbeda dari tim lawan. Untuk pakaian seragam, bahan yang bisa menyerap keringat dengan
baik akan lebih nyaman dikenakan. Biasanya libero mengenakan kaos yang warnanya berbeda dari kawan setim.
Kaos kaki – Kaos kaki adalah hal pertama yang dikenakan sebelum disusul dengan sepatu khusus voli. Kaos kaki akan
melindungi dan membuat kaki lebih nyaman sewaktu bermain.
Sepatu voli – Pilihlah sepatu yang memang didesain untuk permainan bola voli; memang tergolong mahal, namun
akan sangat nyaman dipakai dan mendukung gerakan-gerakan aktif saat bermain voli.
Pelindung/dekker – Pemain dianjurkan untuk mengenakan pelindung lutut maupun siku walau bukanlah hal wajib.
Dengan perlengkapan ini, otomatis dapat meminimalisir cedera sekaligus meningkatkan kenyamanan saat bergerak.
9. P3K
Sarana prasarana dalam permainan voli sebaiknya juga dilengkapi dengan P3K di mana hal ini termasuk hal wajib
yang tersedia selama permainan berlangsung. Ketika pemain ada yang mengalami cedera, ketersediaan P3K akan
sangat membantu penanganan cedera secara cepat.
Sarana dan prasarana olahraga voli paling wajib telah disebutkan dan diuraikan di atas demi kelangsungan
permainan yang baik menurut peraturan permainan bola voli. Demi permainan yang tak hanya seru tapi juga nyaman
dan baik, segala sarana prasarana tersebut penting untuk disediakan.
1. Serving atau Service
Sumber Gambar: Walter Cronkite Sports Network
Di dalam setiap permainan olahraga, pasti ada gerakan atau posisi awal yang dilakukan untuk memulai pertandingan.
Hal tersebut pun berlaku sama pada permainan bola voli. Teknik dasar bola voli yang paling wajib dipelajari
adalah serving atau service.
Serving atau service adalah pukulan awal yang dilakukan pemain untuk melambungkan bola ke arah tim lawan.
Teknik ini pun menandai permainan telah dimulai.
Biasanya, terdapat bermacam teknik service yang dapat dilakukan dan disesuaikan dengan strategi permainan bola
voli yang digunakan.
Beberapa di antaranya adalah float service, jump service, overhand service, underhand service, dan service ace.
Berikut penjelasannya:
Float Service
Float service atau servis mengambang adalah teknis servis yang dilakukan dengan cara melambungkan bola ke udara,
lalu memukulnya tanpa membuat bola berputar-putar, sehingga laju bola bergerak melambung horizontal.
Jump Service
Jump service atau servis lompat adalah teknik servis yang dilakukan dengan cara melambungkan bola secara vertikal,
lalu diikuti dengan lompatan pemain dan pukulan.
Overhand Service
Overhand service atau servis tangan atas sebenarnya mirip dengan jump service, namun bedanya terletak pada
tahapan melompat. Pada teknik ini, pemain tidak perlu melompat, melainkan cukup memukul bola dengan telapak
tangan ketika bola berada di atas bahu.
Underhand Service
Underhand service atau servis tangan bawah adalah teknik servis yang dilakukan dengan cara melempar rendah bola
sebelum memukulnya dengan tangan menggenggam yang diayunkan di bawah bahu.
Service Ace
Service ace adalah teknik servis yang dilakukan dengan cara memukul bola sekuat mungkin sehingga bola akan
melaju cepat dan tidak terprediksi.
Servis ini pun disebut servis maut atau servis kemenangan karena teknik servis ini hampir selalu mencetak skor.
Biasanya, service ace dikombinasikan dengan teknik jump service.2. Forearm Passing
Sumber
Gambar: Tes
Forearm passing merupakan teknik dasar bola voli yang sering dilakukan untuk mengoper atau memantulkan bola
(passing) ke pemain lainnya.
Caranya, pemain voli akan menggunakan lengan depan tangan untuk memantulkan bola voli. Tujuan teknik forearm
passing adalah mengoper bola ke arah rekan satu tim.
3. Bumping atau Bump Passing
Sumber Gambar: LiveAbout
Bumping adalah teknik passing yang dilakukan dengan cara mengunci kedua lengan untuk memantulkan bola voli.
Sebenarnya, teknik ini hampir sama dengan forearm passing, namun tujuan teknik ini adalah memantulkan bola ke
rekan sekitar atau rekan terdekat.4. Overhand Passing
Sumber Gambar: Volleyball Advisors
Overhand passing adalah teknik passing dasar yang dilakukan dengan cara memantulkan bola ke rekan tim
menggunakan tangan terbuka di atas kepala.
5. Serangan (Attacking)
Sumber Gambar: YouTube/Titans Volleyball
Selain melakukan servis dan passing, tentu pemain harus memberikan serangan kepada tim lawan. Barangkali,
banyak pemain voli mengandalkan teknik serangan spike.
Padahal, ada sejumlah teknik serangan lainnya yang dapat dilakukan, seperti heat, off-speed hit, tip, roll shot,
dan back row attack.
Hitting atau Spiking
Ketika seorang pemain melompat sambil memukul bola dengan ayunan satu tangan yang terbuka, pemain tersebut
tengah melakukan teknik hitting. Persentase keberhasilan teknik serangan ini dipengaruhi oleh daya kekuatan
pukulan.
Heat
Jika seorang pemain bola voli menambah daya pukul yang amat kuat pada teknik hitting, teknik heat dapat
dilakukan. Pada dasarnya, teknik heat merupakan teknik hitting yang diberi kekuatan ekstra ketika memukul bola
voli.
Off-Speed Hit
Teknik off-speed hit memiliki gerakan yang sama dengan teknik hit, namun teknik ini lebih mengutamakan daya
putar bola saja, sehingga gerakan bola akan tampak mengecoh.
Tip
Sama halnya dengan teknik serangan spiking, teknik serangan hit pun menggunakan gerakan yang sama. Akan tetapi,
alih-alih mengutamakan daya kekuatan pukulan, teknik serangan ini hanya menyentuh bagian ujung bola voli saja
agar bola berbalik arah melalui atas net.
Di samping itu, kamu dapat menggunakan jemari atau kepalan tangan untuk menyentuh bola.
Roll Shot
Teknik serangan roll shot mirip dengan teknik hitting. Jika teknik hitting memusatkan pukulan sekeras-kerasnya,
teknik ini malah memusatkan pukulan yang lebih pelan, sehingga bola dapat menjangkau target secara strategis.
Back Row Attack
Apabila kamu ingin mengelabui lawan, gunakanlah teknik serangan ini. Teknik ini membutuhkan dua pemain agar
dapat dilakukan.
Pemain pertama berpura-pura untuk menyerang, sedangkan pemain kedua mengikuti gerakan sambil berancang-
ancang melakukan teknik serangan tertentu.
Biasanya, pemain kedua akan melakukan teknik serangan spike, roll shot, atau off-speed hit.
6. Bertahan (Blocking)
Sumber Gambar: FIVB Volleyball Wolrd League
Teknik dasar pertahanan dalam permainan bola voli haruslah dikuasai. Teknik tersebut dapat kamu lakukan agar bola
tidak melandas ke area lapangan timmu.
Faktor yang paling penting pada teknik ini adalah daya tahan tubuh, posisi, dan ketepatan waktu. Gunakan badanmu
untuk menahan bola serangan.
Bila perlu, pasang kuda-kuda atau posisi kaki agar tubuhmu mendapatkan daya tahan ekstra. Kamu pun dapat
menggunakan lengan tangan untuk menahannya.
Sementara itu, pemain dapat melakukan blocking dengan cara melompat atau berdiam di tempat. Baik
itu blocking yang dilakukan secara melompat maupun berdiam diri, pemain yang melakukan teknik ini tidak boleh
mengarahkan bola dengan tangan alias menggunakan teknik selain blocking.
7. Digging
Sumber Gambar: The Jump Brothers
Blocking bukanlah satu-satunya cara yang dapat kamu lakukan untuk menghindari bola serangan lawan jatuh ke area
main timmu. Ada teknik digging yang masih dapat dilakukan.
Umumnya, teknik digging disebut juga dengan beach dig, deep dish, atau diving.
Pemain akan menggunakan teknik ini apabila keadaan darurat terjadi, misal bola lawan hampir mengenai landasan
timmu. Jika hal tersebut terjadi, pemain akan melompat ke dasar lantai letak bola mengarah dan merentangkan
tangannya supaya bola tidak menyentuh landasan.
Apabila dibandingkan dengan teknik lainnya, digging merupakan teknik dasar yang paling sulit dilakukan, lho. Kamu
perlu latihan khusus serta usaha berkali-kali agar merasa nyaman dan aman.
8. Volleying
Sumber Gambar: YouTube/MatchPointOhio
Banyak orang yang mengira bahwa volleying dan setting merupakan dua teknik yang sama, tetapi nyatanya tidak
demikian.
Volleying adalah teknik pengoperan bola ke pemain lain agar pemain yang menerima bola berikutnya dapat
melakukan pengaturan bola (setting). Teknik ini menggunakan gerakan tangan dan daya lentur jari.
Bola yang datang ke pemain akan ditangkap dengan tangan atau jemari yang membentuk rupa permata (diamond-
shaped). Setelah itu, bola akan dioper ke pemain berikutnya.
Temukan berbagai perlengkapan gaming terbaikmu dengan harga terbaik di sini!
9. Setting atau Assist
Sumber Gambar: Hasting College
Setting atau assist adalah teknik dasar permainan bola voli yang biasanya digunakan pada pantulan kedua atau
sesudah pemantul bola pertama melakukan volleying.
Setelah pemain pertama melakukan volleying, bola akan mengarah ke pemain kedua yang akan
melakukan setting atau assist.
Pemain kedua ini akan mengatur gerakan dan putaran bola secara spesifik agar pemain ketiga dapat melakukan
serangan andalan.
10. Screening
Sumber Gambar: The Hoya
Teknik dasar permainan bola voli yang terakhir adalah screening. Teknik ini digunakan untuk menghalangi
penglihatan lawan agar rekan setim dapat melakukan teknik tertentu secara leluasa.
Meskipun teknik ini diakui keberadaannya, ternyata screening termasuk teknik curang permainan voli, loh.
Teknik screening tidak diperbolehkan untuk digunakan para pemain voli karena dianggap tidak merepresentasikan
nilai-nilai sportivitas permainan voli.