Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 31 LANDSCAPES & THEIR LANDFORMS Satuan geomorfologi adalah semua bentang alam (landscapes) adalah relief orde II. Sedangkan satuan bentuk lahan (landforms) adalah bentang relief orde III. Sebuah landscape bisa terbagi lagi menjadi beberapa landforms. Ada beberapa jenis bentang alam (landscape) yaitu : 1) Bentang alam vulkanik 2) Bentang alam struktural 3) Bentang alam pelarutan 4) Bentang alam denudasional 5) Bentang alam fluvial 6) Bentang alam marin 7) Bentang alam glasial 8) Bentang alam angin, dan 9) Bentang alam organik 10) Bentang alam antropogenik (Hematit) A BENTANG ALAM FLUVIAL
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 32 PROSES FLUVIATIL SUNGAI Erosi Sungai Hidraulic action : proses erosi akibat gerakan air Corrosion atau Abrasion : Proses pengikisan sisi dan dasar sungai oleh batuan Attrition : proses pengikisan antar batuan menjadi lebih kecil dan membundar Solution : pengikisan batuan yang mudah terlarut oleh air Transportasi Sungai Traksi : Transportasi yang terjadi pada sediment berukuran besar seperti bongkah, kerakal. Selalu menyentuh dasar sungai, terseret, menggelinding (rolling) ataupun meluncur (sliding) Saltation : Terjadi pada kerikil yang lebih kecil, disebut juga jumping, atau bouncing. Gerakan transportasi dengan cara melompat-lompat (kadang menyentuh dasar kadang tidak). Suspensi : terjadi pada material tersuspensi seperti lanau, lempung, pasir halus. Melayang-layang di aliran sungai, tidak menyentuh dasar Solution : transportasi akibat komponen batuan yang terlarut oleh air, sehingga ikut pindah seiring aliran air bergerak Sedimentasi Sungai “Material yang berukuran kasar dan besar akan diendapkan terlebih dahulu dibandingkan material yang berukuran halus dan kecil” DIAGRAM HJULSTROM Diagram Hjulstorm merupakan sebuah diagram yang menunjukkan hubungan antara kecepatan aliran, ukuran partikel dengan proses fluvial yang terjadi. Secara umum, semakin besar ukuran partikel sedimen dalam suatu sungai, maka akan dibutuhkan kecepatan yang semakin besar untuk mengerosinya. Anomali terjadi pada batuan lempung yang meski berukuran kecil, namun membutuhkan kecepatan yang sangat tinggi untuk mengerosinya. Hal ini terjadi karena tesktur batuan lempung yang menyebabkan porositasnya tinggi sehingga saling mengikat ketika terkena air. Suspensi Rolling Traction Sliding Solution Saltation TRANSPORTASI DI SUNGAI Erosi Transportasi Deposisi Ukuran Partikel (mm) Kecepatan aliran (m/s) DIAGRAM HJULSTORM Erosi vertikal, terjadi di dasar, membuat sungai semakin dalam Erosi lateral terjadi di sisi sungai membuat sungai semakin lebar
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 33 PERKEMBANGAN SUNGAI DAERAH ALIRAN SUNGAI Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kadang disebut juga Watershed/Drainage Basin/Catchment Area merupakan suatu wilayah di permukaan bumi dimana air yang jatuh di area tersebut akan mengalir ke satu buah basin yang sama. Daerah ini dibatasi oleh Drainage Divide yang umumnya merupakan bukit-bukit atau punggungan yang membatasi satu DAS dengan DAS lain. Hulu DAS merupakan daerah yang lebih tinggi, yang seluruh airnya akan mengalir hingga keluar melalui Outlet. Daerah ketika dua aliran bertemu disebut Confluence. Water Balance in Drainage Basin Presipitasi : Jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi, baik berupa padat, cair ataupun gas. Capillary rise : Gerakan air ke permukaan akibat interaksi partikel tanah. Water Withdrawal : Pengambilan air tanah ke permukaan, umumnya memlaui pompa untuk sistem irigasi, industri, atau domestik. Evaporation : Perubahan air menjadi uap air. Transpiration : Penguapan oleh tumbuhan. Interception : Proses ketika air hujan atau salju tertahan di daun atau batang tanaman, umumnya teruapkan kembali. Infiltration : Proses penyerapan air permukaan oleh tanah. Run Off : Bagian dari presipitasi yang mengalir di permukaan (limpasan) Change in Storage : perubahan volume air yang tersimpan storage dalam suatu tempat dan jangka waktu tertentu. HYDROGRAPH Hydrograph merupakan grafik yang menunjukkan perubahan volume air sungai dalam suatu titik tertentu seiring waktu. Outlet Source Source Source Confluence Drainage Divide DRAINAGE BASIN MUDA - Sedikit aliran konsekuen - Lembah sungai berbentuk V - Dataran banjir yang sempit - Banyak dijumpai air terjun dan jeram - Sistem drainase antar sungai tidak begitu terintegrasi dengan baik - DEWASA - Sistem drinase semakin baik - Air terjun, jeram, danau, serta rawa semakin meluas - Banyak ditemukan dataran banjir TUA - Banyak sedimentasi - Dataran banjir semakin luas PC + CR + WW = EP + TR + IC + IF+ RO + DS PC = Precipitation CR = Capillary Rise WW = Water Withdrawal EP = Evaporation TR = Transpiration IC = Interception IF = Infiltration RO = Runoff DS = Change in Storage
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 34 1. Peak Discharge : titik tertinggi pada grafik, ketika volume air sungai mencapai level tertingginya 2. Lag time : perbedaan waktu antara puncak curah hujan dengan puncak volume sungai. Perbedaan waktu ini terjadi karena dibutuhkan waktu bagi air hujan untuk mencapai sungai. 3. Rising Limb : Bagian grafik sebelum peak discharge ketika volume air sungai terus bertambah 4. Falling Limb : Bagian grafik setelah peak discharge ketika volume air sungai berkurang karena semakin sedikit air hujan yang masuk ke sungai. 5. Bankfull Discharge : Titik ketika tinggi air mencapai bagian maksimum saluran sungai. Jika air melebihi titik ini, maka akan terjadi banjir ENERGI SUNGAI Energi sungai dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kecepatan aliran sungai dan volume air sungai Kecepatan - Kemiringan sungai, semakin curam semakin cepat aliran - Kekasaran saluran sungai, semakin kasar semakin besar gesekan, semakin kecil kecepatan - Perimeter basah (Wetted Perimeter), semakin besar perimeter basah, semakin besar gesekan, semakin kecil kecepatan Volume air sungai - Ukuran DAS, semakin besar DAS semakin banyak volume air sungai - Keberadaan vegetasi, semakin banyak vegetasi, semakin sedikit run-off, semakin sedikit volume air sungai - Permeabilitas batuan, semakin permeable, semakin banyak infiltrasi, semakin sedikit run-off, semakin sedikit volume air sungai - Iklim, semakin tinggi intensitas curah hujan semakin besar volume air sungai DEBIT SUNGAI Debit sungai adalah volume air sungai yang mengalir dalam suatu titik tertentu di setiap detiknya. Satuannya adalah m3 /s, kadang disebut juga cumecs (cubic meters per second). Q = Debit sungai (m3 /s) V = kecepatan aliran sungai (m/s) A = luas penampang sungai (m2 ) RIVER COMPETENCE vs RIVER CAPACITY Kapasitas sungai adalah total sediment (dalam volume, massa, atau berat) yang dapat ditransportasikan oleh sungai di suatu titik tertentu. Sedangkan kompetensi sungai adalah ukuran maksimum partikel yang dapat ditransportasikan oleh sungai. EFEKTIFITAS SUNGAI Lag Time Peak Rainfall Peak Discharge Bankfull Discharge Flood Baseflow Surface Runoff or Stromflow Time Rainfall & Discharge Rising Limb Falling Limb HYDROGRAPH Q = V x A
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 35 Pada umumnya energi kinetik yang dimiliki sungai digunakan untuk mengimbangi gaya gesekan, sisanya untuk mengerosi. Semakin banyak energi sungai yang digunakan untuk erosi dan transportasi, semakin efektif sungai tersebut. Sebuah sungai yang efektif akan memiliki kecepatan yang lebih tinggi, debit yang lebih besar, dan lebih sedikit gesekan. Efektifitas sungai diukur melalui hidraulic radius, semakin besar hidraulic radius semakin efisien sungai tersebut. Hidraulic radius adalah perbandingan luas penampang sungai dengan wetted perimeter-nya. Wetted perimeter adalah panjang sisi di penampang melintang sungai yang mempunyai kontak dengan air. Luas penampang : 1x 10 = 10 m2 Wetted perimeter : 1+ 10+ 1 = 12 m Hidraulic radius : 10 m2 / 12 m = 0.83 m Luas penampang : 2x5 = 10 m2 Wetted perimeter : 2+ 5+ 2 = 9 m Hidraulic radius : 10 m2 / 9 m = 1.1 m Dengan luas penampang yang sama, sungai B lebih efisien dibandingkan sungai A LANDFORMS FLUVIATIL Dataran Banjir (Floodplain) daerah luas dan datar di sisi kanan kiri sungai sisa erosi dan deposisi meander. Akibat tambahan material saat banjir, daerah ini umumnya bersifat subur Tanggul alam (Natural levee) tanggul yang terbentuk secara alami akibat material kasar yang diendapkan di tepi saluran sungai saat banjir Wide, flat valley plain caused by erosion and deposition by moving meander River contained within the banks during normal river flow level Smaller material carried further Layers of material from succesive flood Fertile Flat Floodplain Natural leeve increase in height During flood, river flows over banks Larger material deposited next to the channel FORMATION OF FLOODPLAIN AND NATURAL LEVEE CHANNEL A 1 m 10 m CHANNEL B 2 m 5 m
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 36 Delta merupakan sedimentasi atau endapan di muara sungai. Syarat terbentuknya delta adalah : 1. Ada sungai yang menuju ke laut atau danau 2. Lautnya dangkal 3. Gelombang atau arus laut yang ada sangat kecil 4. Tidak ada gerakan tektonik 5. Arus pasut tidak kuat 6. Dari waktu ke waktu material yang diendapkan cukup besar MENURUT FISHER, DKK. (1969) MENURUT GALLOWAY (1975) Dasar klasifikasi : - Proses fluvial dan influks sedimen. - Proses laut (gelombang dan arus bawah permukaan). Dasar klasifikasi: Dominasi proses fluvial, gelombang dan pasang surut - Cuspate Delta. - Lobate Delta. - Elongate Delta / Bird Foot Delta - Bird foot delta : jika pengaruh fluvial paling dominan. - Cuspate delta : jika pengaruh gelombang paling dominan. - Estuarine delta : jika pengaruh pasang surut paling dominan. Kipas Alluvial (Alluvial Fan) merupakan endapan berbentuk kipas yang terdapat pada mulut jurang atau aliran anak sungai dengan arus utama Teras Sungai (River Terraces) undakan pada sisi lembah sungai ketika proses erosi meningkat Gosong sungai (River Bar) sedimentasi di sungai, disebut channel bar jika terdapat di tengah aliran sungai dan disebut point bar jika terdapat di tepi sungai Lidah Sedimen (Crevasse Splays) Endapan di dataran banjir yang terbentuk akibat jebolnya tanggul alam Jeram (Rapid) undakan undakan pada sungai akibat perbedaan resistensi di dasar sungai. Kadang disebut juga air terjun pendek. Menyebabkan aliran sungai bergelombang-gelombang dan biasanya digunakan untuk wisata arum jeram WaveEnergy Tidal Energy WAVE DOMINATED TIDE DOMINATED FLUVIAL DOMINATED Missisipi Mahakam Po Danube Mekong Fly Niger Nile Rhone Sao Fransisco Sediment Input KLASIFIKASI DELTA GALLOWAY Alluvial Fan Teras Sungai Channer Bar Point Bar Crevasse Splays Aliran sungai Hard Rock Soft Rock Rapid
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 37 Air Terjun (Waterfall) terbentuk akibat adanya perselingan resistensi batuan yang membentuk sudut terhadap aliran sungai. Batuan yang non resisten akan lebih mudah terkikis. Energi kinetik sungai mengikis lembah sungai tepat dibawah jatuhan air terjun menjadi lebih dalam membentuk Plunge Pool. Erosi berlanjut menyisakan tebing menggantung (hanging cliff) yang kemudian runtuh akibat tidak adanya penopang dibawahnya menyebabkan air terjun mundur (retreat waterfall). Mundurnya air terjun menyisakan tebing tinggi vertikal yang disebut Gorge. Meander Kelokan pada sungai yang umumnya terbentuk pada sungai berstadia dewasa hingga tua. Dasar sungai tidaklah rata, terdapat daerah yang lebih dalam (pool) dan daerah yang lebih dangkal (riffle). Meander terbentuk akibat adanya perselingan antara pool dan riffle. Pada daerah pool, erosi akan lebih intensif, dan berkurang saat di riffle. Hal ini menyebabkan aliran sungai berkelok-kelok membentuk meander. Danau Tapal Kuda (Oxbow Lake) terbentuk apabila meander terlalu berkelok sehingga kelokannya tersambung kemudian berubah menjadi lurus menyisakan danau berbentuk tapal kaki kuda. POLA ALIRAN SUNGAI Bentang alam vulkanik terdiri dari berbagai morfologi dan bentuk lahan yang terjadi akibat proses vulkanisme. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam morfologi gunung api adalah : Kedahsyatan erupsi, letusan keras mencuramkan gunung dan letusan dahsyat menghancurkan bentuk Frekuensi erupsi, jika letusan-letusan berlangsung lama, maka akan memungkinkan gas dan lava mencari jalan lain, sehingga bentuk menjadi rumit (complicated). Resisten rock Non resistent Rock Hanging Cliff Plunge Pool Hanging Cliff runtuh Gorge Oxbow Lake B BENTANG ALAM VULKANIK Pembentukan Meander DENDRITIK Datar dan Berbatuan Homogen PARALEL Di tepi curam TRELLIS Di Lipatan RADIAL SENTRIFUGAL Puncak Gunung RADIAL SENTRIPETAL Danau atau lembah RECTANGULAR Patahan atau retakan ANNULAR Dome atau Basin MULTIBASINAL Karst
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 38 Sifat magma, gunung-gunung api andesitic atau basaltis kebanyakan batasnya antara satu dengan yang lain tidak dapat dilihat dengan jelas. Gunung api granitis (asam) mengeluarkan lava bongkah (schollava), lava tali tidak ditemukan di Jawa Tekanan arus aliran yang naik ke atas yang lama kelamaan akan menghancurkan dinding kepundan Kegiatan vulkanisme, ex pembentukan kaldera yang akan mengganggu perkembangan suatu gunungapi. Adanya kerucut spatter (spatter cone) yaitu kerucut curam yang berisi bahan lepas yang diendapkan di atas salah satu atau pipa kepundan, dan umumnya berkomposisi basalan, atau hornito yang juga merupakan Kerucut Spatter disekitar ujung aliran lava Berpindahnya pusat kegiatan gunung api, berkaitan dengan keaktifan tektonik. Adanya gua-gua pada daerah aliran lava ZONASI GUNUNG API LANDFORM VULKANIK 1) Bentuk Kubah (Dome) Kubah merupakan morfologi yang mempunyai bentuk cembung ke atas yang dipengaruhi oleh viskositas yaitu magmanya yang kental dan banyak terdapat di Jepang dan sesar Lampung (Sumatera Selatan). Biasanya terbentuk bila disekitar puncak gunung api mengalami erosi sehingga yang tinggal hanya bagian yang resisten saja. 2) Bentuk kerucut (Cone) Biasa dijumpai pada gunung api berlapis. Dibedakan menjadi : a. Kerucut semburan Material piroklastik agak terorientasi Terdapat zone lapuk pada lava dan material piroklastik yg dicirikan oleh tanah yang tipis Sering dijumpai parasitic cone (kubah parasit) Banyak dijumpai ignimbrit dan welded tuff Sill dan dike masih ada,, slope 10° - 20° Bagian kaki gunung api dicirikan oleh fasies distal, Tempat lahar terdeposit. kemiringan landai < 5° ZONA PAROKSIMAL ZONA DISTAL ZONA SENTRAL ~2 km ~15 km Banyak radial dike/sill Adanya sumbat (plug) dan crumble breccia Adanya zone hidrotermal Sifat piroklastik kasar Bentuk morfologi kubah dengan lubang erupsi Tidak ada tumbuhan, slope 35° -42° PELEEAN DOME LOW LAVA DOME COULEE UPHEAVED PLUG Lava Spine Talus Disturbed Regolith
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 39 Kerucut semburan dan kerucut perisai. Morfologi ini terbentuk akibat erupsi lava yang bersifat encer, basaltis. Sedangkan lava yang granitis menghasilkan morfologi kubah sumbat (plug dome) b. Kerucut parasit Kerucut hasil erupsi di lereng gunung api. Kerucut rendah dengan kawah disebut maar. c. Kerucut cinder Kubah yang terbentuk oleh letusan kecil yang terjadi pada kaki gunung api, berupa kerucut rendah pada bagian puncak tampak cekung – datar d. Kerucut tuff dan bongkah Terjadi karena endapan material yang tertumpuk di sekeliling kepundan. 3) Bentuk dataran tinggi a. Dataran tinggi lava Jenis lava ada 2, yaitu AA lava yang bersifat skoriaan dan runcing serta lava Pahoehoe yang bersifat halus. Dataran tinggi lava merupakan suatu dataran yang relatif menonjol dibanding daerah sekitarnya yang disusun oleh lava yang tebal dan bertekstur halus. b. Dataran tinggi piroklastik Suatu dataran tinggi yang disusun oleh endapan batu apung dan abu yang diletuskan dari celah dan mempunyai struktur kaldera atau amblesan 4) Jarum gunung api (Lava spine) Pada keadaan yang jarang terjadi maka lava pada waktu muncul dari kawah langsung membeku dan menyumpal lubang kepundan menjadi sumbat lava (lava plug) dan jika mencuat tinggi menjadi jarum lava. 5) Bentuk barangko (Barronco) Alur-alur pada tubuh gunung api yang kasar dan tak teratur yang disebabkan oleh erosi dan sesar 6) Bentuk maar Kepundan eksplosif (maar), kepundan ini berbentuk corong, biasanya terbentuk akibat dari letusan yang hebat, batuan penutup berubah menjadi bubur panas, kemudian terlempar dan turun sebagai hujan abu. 7) Bentuk perisai (tameng) Gunung api bentung lonceng dan kubah terdiri dari material basalt atau trakit. Disebut gunung api homogen karena terdiri dari massa yang homogen. Lavanya cair dengan tekanan gas lemah 8) Bentuk strato (Kerucut piroklastik) Gunung berlapis dengan lereng terjal yang terdiri dari endapan-endapan yang berselang seling. Endapan ini terdiri dari lava yang kedap air. Endapan yang berasal dari eflata berupa bahan-bahan lepas (piroklastik). Didalam eflata porous ini air hujan dapat ditahan dan disimpan sehingga banyak simpanan air berupa mata air besar 9) Kawah
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 40 Terbentuk oleh letusan dengan diameter maksimum 1,5 km dan tidak terisi apapun selain material hasil letusan. Berdasarkan muasalnya, kawah runtuhan dan letusan. Berdasarkan letaknya terhadap pusat, kawah kepundan dan kawah samping (kawah parasiter). Kawah dapat terisi air yang membentuk danau kawah 10) Kaldera Terbentuk belum tentu oleh letusan tetapi didahului oleh amblesan pada kompleks vulkan. Ukuran diameternya > 1,5 km. Jenis-jenis kaldera : a. Kaldera letusan, kaldera yang terbentuk akibat letusan kuat yang menghancurkan puncak gunung api. b. Kaldera runtuhan, kaldera yang terbentuk akibat amblesan karena kekosongan material bawahnya yang telah banyak dikeluarkan ketika erupsi c. Kaldera erosi, kaldera yang terjadi akibat erosi pada bag puncak gunung. 11) Lekuk tektonik volkanik (Major Volkano – tektonic Depression) Lekukan yang sangat besar dan terbentuk memanjang, yang dipengaruhi oleh proses tektonik dan gunung api. 12) Lurah gunung api (volkanic graben) Suatu struktur runtuhan yang berdinding lurus yang terjadi di bagian puncak lereng kerucut gunung api 13) Celah gunung api (Volkanic fissure through) Bentuk lekukan memanjang akibat pencelahan pada tubuh gunung api. Pencelahan terjadi akibat tekanan penerobosan magma atau tekanan beban bahan kerucut yang berlebihan yang menumpu diatas suatu lapisan dasar yang lemah. SHIELD VOLCANO COMPLEX VOLCANO STRATO VOLCANO CALDERA SOMMA VOLCANO TUFF CONE TUFF RING MAAR LAVA DOME CRATER ROW, FISSURE VENT PYROCLASTIC CONE Miles Miles Km Km
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 41 14) Volkanik semu (Pseudo Volkan) Tipe gunung gendol Morfologi mirip kerucut gunung api yang materialnya berasal dari volkan yang berdekatan. Ex: Gunung Gendol di kaki barat gunung Merapi dipercaya sebagai hasil erosi bagian tubuh gunung Merapi yang pada suatu saat meluncur terjal dari puncaknya. Tipe lajuran volkanic (volkanic neck) Morfologi yang terbentuk bila suatu kubah volkanik tererosi sehingga tinggal berbentuk lajuran. Biasanya disekitar lajuran tersebut sering dijumpai retas yang memanjang. SISTEM GLASIAL Input : a. Salju (baik dari presipitasi maupun guguran/avalanche) b. Condensasi dari uap air di udara yang kemudian membeku c. Deposisi uap air langsung menjadi kristal es d. Bebatuan yang terbawa saat es mencair Storage: a. Gletser b. Meltwater, bagian kecil dari gletser. Bisa di atas es, di dalam es, atau dibawah es c. Debris, berupa batu, pasir, atau kerikil yang terbawa Lava Plateau Cinder Cone Lava Mesa Composite Volcano Sill Dyke Diatrema Batolith Stock Laccolith Volcanic Neck with Radiating Dykes Ash cone with Volcanic dome Caldera with cinder cone on floor Eroded Laccolith Lava Flow AshFlow Country Rock C BENTANG ALAM GLASIAL
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 42 Output a. Sublimasi b. Melting c. Salju yang terbawa Angin d. Calving, lepasnya es pada ujung dekat laut membentuk iceberg PROSES PEMBENTUKAN GLETSER Snowfall terbentuk dari bubuk salju yang warnanya terang, dengan udara yang terjebak diantara keenam sisinya (snowflakes). Snowflake akan mengendap pada suatu tempat dan mengalami kompaksi karena berat jenisnya dan udara keluar. Sisi-sisi snowflakes yang jumlahnya enam akan hancur dan berkonsolidasi menjadi salju yang berbentuk granular (granular snow) lalu mengalami sementasi membentuk es geltser (glacier ice). Transisi dari bentuk salju menjadi gletser dinamakn firn. Ada dua tipe bentang alam glasial, diantaranya yaitu: a. Alpine Glaciation → terbentuk pada daerah pegunungan. b. Continental Glaciation → bila suatu wilayah yang luas tertutup gletser. GLACIAL BUDGET Glacial budget kadang disebut juga “mass balance”. Terdiri dari zona akumulasi sebagai input dan zona ablasi sebagai output. Saat : - Ablasi > akumulasi ; gletser mundur - Ablasi = akumulasi ; gletser tetap - Ablasi < akumulasi ; gletser maju TIPE TIPE GLETSER Valley Glasier Merupakan gletser pada suatu lembah dan dapat mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Pada valley glacier juga terdapat anak-anak sungai. Valley Glacier terdapat pada alpine glaciation. Ice Sheet Merupakan massa es yang tidak mengalir pada valley glacier tetapi menutup dataran yang luas biasanya > 50.000 kilometer persegi. Ice sheet terdapat pada continental glaciation yaitu pada Greenland dan Antartika Ice cap Merupakan ice sheet yang lebih kecil, terdapat pada daerah pegunungan seperti valley glacier contohnya di Laut Arktik, Canada, Rusia dan Siberia. Ice sheet dan ice cap mengalir ke bawah dan keluar dari pusat (titik tertinggi) Iceberg Equilibrium Line NET ANNUAL ACCUMULATION NET ANNUAL ABLATION Accumulation Zone Ablation Zone Equilibrium line altitude (E.L.A)
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 43 Icesheet yang bergerak kebawah karena pengaruh gravitasi dan akhirnya hilang / terbuang dalam jumlah besar, bila mengenai tubuh air maka balok-balok es tersebut akan pecah dan mengapung bebas di permukaan air, hal ini disebut iceberg. GLACIAL PROCESS Erosi : - Plucking, erosi akibat melelehnya es yang terselip di antara batuan, menghasilkan permukaan menjadi kasar dan bergerigi. - Abrasion, erosi glasial berupa pengikisan oleh batuan bersudut pada sisi dan dasar lembah. Umumnya menyebabkan permukaan menjadi halus dan landai, terbentuk banyak striasi (goresan). Transportation : - Supraglacial debris, dibawa diatas permukaan gletser - Englacial debris, dibawa didalam tubuh gletser - Subglacial debris, dibawa di dasar lembar gletser GLACIAL SEDIMENT Glacial sediment disebut juga drift. Drift dibedakan menjadi 2, yaitu 1. Till : material sediment yang tertransportasi dan terendapkan oleh es, bersortasi buruk 2. Stratified drift : material sediment yang tertransportasi oleh air padaarea outwash, bersortasi baik Jenis Till Moraines Merupakan till yang terbawa jauh glacier dan tertinggal atau mengendap setelah glacier menyusut. a. Lateral Moraines, Moraines yang tertimbun sepanjang sisi gletser b. Medial Moraines, Moraines yang tertimbun di tengah lembah glasial c. End Moraines, Moraines yang tertimbun di ujung mulut gletser - Terminal Moraines, End Moraines yang terbentuk paling jauh dan bersifat tetap - Recessional Moraines, End Moraines yang terbentuk di ujung saat mulut gletser mundur. Dalam satu sistem gletser, bisa terbentuk beberapa recessional moraines karena kemunduran es berkalikali - Ground Moraines, End Moraines yang tipis seperti lapisan-lapisan karena batuan yang terseret di daerah outwash. MORAINES Medial Lateral Terminal Recessional Ground
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 44 Drumlin adalah bukit berbentuk sendok terbalik yang didominasi oleh glacial debris. Biasanya keberadaannya mengelompok terdiri dari berbagai bukit dalam area yang sama. Proses pembentukannya hingga kini masih belum diketahui pasti. Erratic Merupakan bongkahan sedimen yang berukuran boulder yang kemudian tertransport oleh es yang berasal dari lapisan batuan yang jauh letaknya. Jenis Stratified Drift Esker adalah bukit memanjang berbentuk sinusoidal akibat tumpukan sediment yang terendapkan di saluran sungai subglasial saat es mencair. Kame adalah bukit yang terbentuk ketika sediment aliran es terendapkan di lubang pada gletser. Kame terraces adalah sediment yang terbentuk di dinding lembah, terlihat seperti lateral moraines, namun ia bersortasi baik. Outwash Plain adalah dataran dimana proses fluvial terjadi akibat mencairnya es. Daerah ini biasanya terdapat di mulut gletser. Disinilah material lebih tersortasi dengan baik. Merupakan wilayah terbentuknya stratified drift DANAU GLASIAL Kettle adalah danau yang terdapat di daerah outwash. Proses pembentukannya kebalikan dari proses pembentukan Kame. Ketika terdapat bongkahan es yang tertinggal saat gletser mencair, bongkahan ini menghalangi proses sedimentasi sehingga membentuk lubang yang jika terisi air menjadi danau. Section Plan Arah aliran es DRUMLIN ESKER Sebelum es mencair Setelah es mencair Esker Sungai subglasial Es Sebelum es mencair Setelah es mencair Kame Es Lubang pada es KAME Sebelum es mencair Setelah es mencair Kettle Es ERRATICS
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 45 Tarn atau Corrie Loch atau Cirque Lake adalah danau yang terbentuk saat Cirque terisi oleh air. Tidak seperti danau Kettle yang terbentuk di daerah outwash di bawah, danau ini justru bisa terbentuk di atas pegunungan. Ribbon Lake adalah danau sempit memanjang yang terbentuk akibat adanya perselingan resistensi batuan. Batuan yang non resisten akan lebih mudah tererosi, sehingga lebih dalam daripada daerah sebelum dan sesudahnya yang merupakan batuan resisten. Daerah non resistent ini akhirnya menjadi lembah yang jika terisi air membentuk ribbon lake. EROSIONAL LANDFORMS Horn atau pyramidal peak puncak bukit yang lancip yang dipisahkan oleh tiga atau lebih cirque. Arete adalah punggungan lancip yang memisahkan dua lembah glasial Corrie (Cirque) lembah glasial berbentuk lingkaran yang terjadi karena erosi es yang bersifat rotational karena gravitasi Roche Moutonnée adalah batuan atau bukit asimetris yang memiliki dua sisi. Sisi yang menghadap arah aliran es memiliki permukaan halus akibat abrasi oleh es dan umumnya memiliki kemiringan lebih landai. Bagian ini disebut Stoss. Sedangkan sisi yang terjal yang disebut lee merupakan area yang memiliki permukaan kasar, akibat proses plucking. Roche moutonnée bervariasi dengan tinggi 1-50 m dan panjang beberapa hingga ratusan m. Crag and Tail adalah bukit asimetris yang terbentuk akibat adanya perselingan resistensi batuan. Saat aliran es menghantam batuan yang resisten (umumnya berupa intrusi magma), batuan ini sulit untuk tererosi sehingga membentuk lereng yang terjal namun kasar akibat plucking. Sisi lereng terjal inilah yang disebut crag. Batuan resistent ini juga bertindak sebagai batuan pelindung dibelakangnya menyebabkan lereng dibelakangnya menjadi landai dan terdapat sediment memanjang yang disebut tail. Glacial Through lembah glasial bisa bermacam-macam Ribbon Lake Tarn Moraine Lake Hard Rock Soft Rock Horn Arete Corrie Beberapa hingga ratusan m LEE STOSS ROCHE MOUTONNÉE CRAG AND TAIL Arah aliran es Tail Crag Non resisten Resistent Non Resistent
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 46 a. U-Shaped Valley, lembah berbentuk U b. V-Shaped Valley, lembah berbentuk V c. Hanging Valley, lembah yang umumnya terbentuk di sisi lembah utama Crevasses adalah retakan atau celah pada es yang menunjukkan bahwa es tersebut sudah tidak stabil. Ada berbagai jenis dan bentuk retakan. Bergschrund adalah jenis crevasses yang bentuknya dalam, transversal dan terdapat di puncak bukit atau di cirque LANDFORMS KONSTRUKSIONAL V-Shaped Valley U-Shaped Valley Crevasses Bergschrund Ice Hanging Valley D BENTANG ALAM KARST
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 47 Minor : Karren atau Lapies bentuk tidak rata pada batu gamping akibat proses penggerusan dan pelarutan Karst split adalah celah yang terbentuk di permukaan, jika lebih dalam dan memanjang dapat membentuk parit karst, dan jika lebih dalam lagi bisa membentuk palung karst (> 50 cm deep) Speleotherms, hiasan di gua hasil endapan CaCO3. Disebut stalagtit saat diatap gua, stalagmit saat dibawah gua, dan pilar (column) saat stalagtit dan stlagmit bersatu. Fitokarst permukaan yang berlekuk lekuk dengan lubang yang saling berhubungan, terbentuk karena adanya aktifitas biologis yaitu algae yang tumbuh di dalam batu gamping Major : Ponor daerah ketika aliran sungai menghilang dan masuk menjadi aliran bawah tanah Dolina atau sinkhole atau surupan atau depresi adalah daerah di permukaan karst berupa lembah yang lebih rendah diantara yang lain. Di wilayah tropis dan subtropis terdapat sebutan cockpit (dari Jamaika) yang berarti lembah luas dan dalam yang berkaitan dengan proses dolina terlarut. Uvala adalah gabungan dari beberapa dolina Polje adalah daerah di karst dengan lantai datar dikelilingi tebing terjal. Limestone pavement adalah permukaan datar dengan retakan yang terbentuk akibat proses pelarutan. Retakan lebahnya disebut grykes dan block batuan diantaranya disebut clints. Gua (cave) serambi atau lubang yang cukup besar untuk dimasuki manusia Jendela karst lubang pada atap gue sebagai sumber cahaya matahari di dalam gua yang terbentuk akibat dinding gua yang runtuh Lembah karst, alur besar yang terbentuk akibat proses aliran permukaan yang mengerosi batuan yang dilaluinya Natural Bridge (Jembatan alam) adalah jembatan yang terbentuk secara alami akibat daerah bawahnya yang menglami pengikisan. Umumnya terbentuk sebagai penghubung antar sisi lembah karst Sungai bawah tanah adalah sungai yang terdapat dibawah permukaan akibat aluran permukaan yang masuk kedalam. Umumnya sungai ini adalah keberlanjutan dari sungai yang hilang di permukaan (disappearing stream) Resurgence atau spring (mata air) tempat keluarnya sungai bawah tanah Stalagtit Stalagmit Pilar Clint Grykes Solution Doline Caprock Dolin Suffosion Doline Buried Doline e Collapses Doline Dropout Doline
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 48 Lokva adalah danau di karst yang terbentuk saat dolina tertupi oleh sedimen kedap air LANDFORMS SISA Kerucut karst (Conical Hills) adalah bukit karst berbentuk kerucut akibat kecepatan erosi vertikal dolina yang lebih intensif dibandingkan daerah disekitarnya. Menara karst (Karst Tower) adalah tebing terjal vertikal sisa pelarutan yang terpisah satu dengan yang lain dan dikelilingi oleh dataran aluvial. Cave in Karst Tower Resurgence Stalagtites and Stalagmites Subterranean Channel Limestone Doline Pavement Ponor Uvala Disappearing Stream Polje Karst cones Karst towers Fluting and Grooving E BENTANG ALAM EOLIAN
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 49 PERSEBARAN GURUN DI DUNIA PROSES EOLIAN Erosi 1) Deflasi : perpindahan material yang halus dari permukaan 2) Abrasi : pengikisan oleh batuan yang terbawa oleh angin Transportasi Bentuk transportasi partikel oleh angin a. Suspensi (suspension) : partikel kecil yang melayang-layang di atmosfer dan ikut tertransportasi oleh angin. Umumnya dengan cara inilah bencana dust storm (badai debu) terbawa. Partikel yang dapat tersuspensi berdiameter kurang dari 100 mikrometer. b. Merayap (creep) : partikel yang cukup besar bergerak selalu di dasar akibat kekuatan angin yang tidak mampu mampu mengangkatnya. Kadang disebut juga traksi (traction) c. Saltasi (Saltation or jumping or bouncing) : partikel melompat-lompat, kadang menyentuh dasar dan kadang tidak. Lompatan yang terjadi maksimal memiliki jarak dan ketinggian 2 meter. d. Reptasi (Reptation) : ketika butir tersaltasi menyentuh dasar, maka akan ada partikel yang terlontarkan dari tempat jatuhannya LANDFORM EOLIAN Sand Dune (Gumuk Pasir) Sedimentasi bukit pasir di daerah eolian. Transversal Dune Longitudinal Dune Barchan Dune Parabolic Dune Star Dune Reptation Creep Suspension Saltation Outgoing saltating grain Incoming saltating grain Creep Kalahari Desert Sahara Desert Gobi Desert Simpson Desert Mojave Desert Atacama Desert Great Basin Desert Takla Makan Desert HYPER-ARID ARID
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 50 Yardang adalah perbukitan sempit memanjang yang biasanya tiga hingga empat kali lebih panjang daripada lebarnya. Angin yang kencang bertiup dari satu arah membawa pasir tersuspensi dan mengabrasi batuan. Batuan yang lebih lunak (non resisten) akan tererosi lebih cepat dibandingkan batuan yang lebih keras (resisten), sehingga batuan keras ini membentuk bukit yang disebut yardang. Bukit di yardang tidak selalu kontinu Zeugen adalah perbukitan batuan berbentuk balok yang memanjang (single ridge is called zeuge). Terbentuk akibat adanya lapisan batuan yang keras (resisten) diatas lapisan batuan yang lunak. Jika bagian atas mengalami retakan akibat pelapukan (frost shattering), maka angin akan mengabrasi retakan tersebut hingga mencapai batuan yang lebih lunak (non resisten). Batuan yang lunak akan tererosi lebih cepat dan menyisakan punggungan bukit disebut seugen Inselberg adalah bukit terisolir diantara pediment, contohnya Ayers Rock. Bukit ini terbentuk dari batuan resisten yang lebih lambat tererosi dibandingkan daerah sekitarnya. Cekungan deflasi (deflation hollow) adalah daerah di gurun yang lebih rendah dibandingkan sekitarnya akibat tiupan angin yang intensif pada daerah yang batuannya tidak terkonsolidasi dengan baik. Ventifact adalah beberapa sisa batuan berukuran bongkah – berangkal yang memiliki sisi lancip dengan sisi permukaan yang datar, dihasilkan oleh abrasi angin yang mengandung pasir. Jika memiliki satu sisi akan membentuk einkanter (single edge) dan jika memiliki tiga sisi disebut dreikanter (three edge). Pediment adalah permukaan sisa erosi suatu batuan dasar yang memiliki relief rendah dan kelerengan landai, terletak di depan pegunungan. Umumnya hampir sama dengan bajada, akan tetapi pediment merupakan hasil proses erosional sedangkan bajada adalah proses sedimentasi Wadi adalah parit atau jurang bekas erosi di lembah sungai. Jika terdapat daerah yang datar pada mulut wadi, maka air akan tersebar ke segala arah menyisakan sediment berbentuk kipas yang disebut kipas alluvial (alluvial fan). Kipas alluvial biasanya memiliki kemiringan landai dan bersortasi buruk. Gabungan beberapa kipas alluvial yang tumpang tindih disebut Bajada. Wind Sand hollowed out DEFLATION HOLLOW Soft Rock Hard Rock YARDANG Soft Rock Hard Rock ZEUGEN INSELBERG VENTIFACT Wind Wind The stone is rolling down PEDIMENT
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 51 Danau playa (playa lake) adalah danau yang bersifat sementara (temporer), bisa berumur beberapa jam hingga beberapa bulan, terbentuk akibat limpasan air permukaan yang tidak terserap oleh tanah dan terhimpun di suatu daerah topografi rendah. Jika semua air danau playa menguap, dasar danau yang mengering disebut playa, atau panci garam (salt pan), dicirikan oleh retak lumpur (mudcracks) dan kristal garam. Desert Pavement adalah daerah luas yang terdiri dari batuan berukuran bongkah hingga gravel, terbentuk akibat deflasi yang memindahkan material berukuran halus. Jika hal ini terus terjadi, maka bagian atas area tersebut hanya akan tertutupi oleh kerikil dan batuan kasar. Strike atau jurus adalah arah suatu garis yang dibentuk oleh perpotongan bidang horizontal dengan bidang perlapisan batuan yang miring. Sedangkan dip atau kemiringan batuan adalah deviasi sudut maksimum dari suatu bidang perlapisan batuan yang miring dari bidang horisontal. Dip harus diukur tegak lurus terhadap arah strike. STRUKTUR MENDATAR Plain (Dataran) Morfologi datar dengan kemiringan <5 - 10o , umumnya berada di tepi laut; mempunyai bidang perlapisan horisontal. Dibagi menjadi 2, dataran rendah jika < 500 kaki dan dataran tinggi jika > 500 kaki. Plato (Plateau) Morfologi pegunungan berpuncak datar/hampir datar, kemiringan <5 - 10o , dibatasi sekelilingnya oleh jurang-jurang terjal hampir tegak; umumnya berada di tengah daratan/benua; dengan kemiringan perlapisan horisontal. Messa Plato yang tererosi, lebarnya lebih sempit Butte Keberlanjutan erosi messa, tingginya lebih besar daripada lebarnya F BENTANG ALAM STRUKTURAL Plato Mesa Butte Pinnacle Deflation moves fine partiicles away wind DESERT PAVEMENT Salt Pan Water Table Playa lake
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 52 Pinnacle Butte yang tererosi, bentuknya seperti bukit jarum STRUKTUR MIRING Cuesta : Scrap slopenya lebih curam, dan dip slopenya lebih landai. Kemiringan backslopenya adalah 5-10°. Backslope adalah lereng yang sesuai dengan dip lapisan, disebut caprock. Hogback : Sudut antara kedua sisi (baik backslope maupun foreslope) relatif sama, sehingga hampir simetris. Dipnya lebih dari 30° Homoklin : memiliki rentan sudut diantara hogback dan cuesta. Kemiringan backslopenya antara 10- 30°. STRUKTUR LIPATAN (Lihat pada bagian Orogenesa) STRUKTUR PATAHAN Gawir atau escarpment adalah lereng patahan. Jika terjadi erosi lebih lanjut, maka lereng ini akan membentuk faset-faset segitiga (triangular facet) atau faset-faset trapezoid (trapezoidal facet) jika berbentuk trapezoid. (Lihat bagian Orogenesa). STRUKTUR CEKUNGAN KLASIFIKASI PANTAI Klasifikasi pantai menurut Johnson (1919 Vide Thornbury, 1964), berdasarkan genesa dibagi menjadi 4 macam pantai yaitu: 1) Pantai tenggelam (submergence coast), terjadi karena tenggelamnya daratan atau naiknya muka air laut. Contoh : Pantai Ria (terjadi akibat erosi fluvial), Pantai Fjord (terjadi akibat glasiasi) 2) Pantai naik (emergence coast), pantai ini terjadi akibat majunya garis pantai atau turunnya muka air laut. G BENTANG ALAM PANTAI Homoclinal Hogback Ridge Cuesta Dip slope Scrap slope Triangular Facet DOME BASIN
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 53 3) Pantai netral , adalah pantai yang tidak mengalami penenggelaman atau penurunan. Contoh: Pantai delta, Pantai volkanik, Pantai terumbu koral 4) Pantai campuran (compound) PANTAI TENGGELAM (SUBMERGE COAST) PANTAI NAIK (EMERGENCE COAST) PANTAI NETRAL PANTAI CAMPURAN (COMPOUND) Dimuka pantai ada pulau Garis pantai tidak teratur Teluk dalam Lembah-lembah turun Dimuka pantai terbentuk undak-undak pantai dan gosong pasir atau tanggul-tanggul. Garis pantai relatif lurus Relief relatif rendah Garis pantai relatif lurus Pantai landai, ombak tidak besar Kadang-kadang terbentuk delta, bila suplai material melimpah Pantai menunjukan undak pantai Lembah tenggelam, akibat turun dan naiknya muka air laut. PANTAI (BEACH) DAN PESISIR (COAST) Pantai merupakan suatu wilayah yang dimulai dari titik terendah air laut waktu surut hingga ke arah daratan sampai batas paling jauh ombak/gelombang menjulur ke daratan. Pesisir adalah suatu wilayah yang lebih luas dari pada pantai, wilayahnya mencakup wilayah daratan sejauh masih mendapat pengaruh laut (pasang surut dan perembesan air laut pada daratan dan wilayah laut sejauh masih mendapat pengaruh dari darat (aliran air sungai dan sedimen dari darat). Pantai dapat diklasifikasikan menjadi foreshore zone (swash zone), dan backshore zone yang umumnya dapat dibedakan setelah adanya punggungan kecil yang disebut berm. Dibelakang backshore bisa jadi merupakan tebing, rawa, atau gumuk pasir. LANDFORM PANTAI EROSIONAL Teluk dan Tanjung terbentuk melalui proses erosi terhadap perselingan resistensi batuan di pantai. Batuan non resisten akan lebih cepat tererosi dan membentuk lekukan sehingga lautan menjorok ke arah daratan yang disebut teluk (bay). Sedangkan batuan yang lebih resisten akan membentuk tanjung (headland), yaitu daratan yang menjorok ke laut. Tanjung umumnya terdiri dari tebing-tebing terjal (cliff), sedangkan teluk merupakan pantai atau pesisir landai Refraksi gelombang mengerosi secara konvergen di tanjung, akibatnya terbentuk celah dari kedua belah sisi tanjung. Celah ini disebut gua (cave). Kadang-kadang gua yang terbentuk mengalami retakan diatasnya membentuk blowhole. Saat gelombang tinggi, air akan keluar memancar di daratan melalui blowhole. Akan tetapi dalam kasus yang lebih umum, gua ini melebar kemudian bersatu menyisakan Resistant Rock Resistant Rock Resistant Rock Headland Headland Bay Arus Bay TELUK DAN TANJUNG Cave formed due to wave refraction Blowhole Both side caves united to form sea arch Natural Bridge Stack Stump The cliif in the headlands is reatreated BEACH CROSS SECTION Berm Foreshore Backshore Breaker Surfzone zone Swash zone
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 54 rongga yang disebut sea arch, diatasnya tergantung jembatan alam (natural bridge). Karena tanpa penopang, natural bridge kemudian jatuh memisahkan bagian ujung tanjung. Ujung tanjung yang terpisah ini disebut sea stacks. Adakalanya sea stack tererosi hingga tersisa hanya berupa tebing jarum yang disebut stump. Keseluruhan proses tersebut akan menyebabkan tebing menjadi mundur (retreat cliff). Pasang surut menyebabkan sisi tebing tererosi, erosi ini kemudian menghasilkan gua pada tebing yang disebut notch. Erosi terus menerus terjadi menyebabkan notch semakin lebar dan membuat tebing bagian atasnya tergantung (overhang). Semakin lama, tebing ini jatuh dan menyisakan dataran bekas jatuhan tersebut yang disebut wave cut platform. LANDFORM PANTAI DEPOSITIONAL Spit adalah sedimentasi di pantai hasil gerusan pantai oleh longshore current. Spit bisa memanjang hingga menutupi sebuah teluk yang selanjutnya disebut baymouth bar. Jika spit terputus membentuk deretan pulau-pulau diskontinu mengelilingi pantai, maka disebut barrier island. Tombolo merupakan sedimentasi yang menghubungkan pulau dengan daratan utama. Tombolo terbentuk akibat peran pulau sebagai difraktor gelombang sehingga bagian belakang pulau akan memiliki energi kecil dan merupakan ruang yang tepat untuk sedimentasi. Arus Pasang surut umumnya terjadi dicelah antara barrier island, daerah ini disebut Tidal Channel (Inlet). Di wilayah ini terjadi arus flood dan ebb (Baca Bagian Arus). Pada bagian ujungnya menyisakan sedimen yang disebut Flood Tidal Delta (yang dekat dengan daratan) dan Ebb Tidal Delta (yang dekat lautan). Lebih dekat ke daratan akan dijumpai Salt Marsh yaitu daerah rawa yang Tombolo Longshore current Longshore current Longshore current Spit Barrier Island Longshore current Bay Baymouth bar Wave cut Platform Notch Overhang cliff which will be collapsed Retreated Cliff Low Tide High Tide KLASIFIKASI HASIL ENDAPAN DI PESISIR
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 55 terbentuk akibat berkurangnya energi gelombang. Saltmarsh biasa terbentuk di belakang spit. Tidal Flat adalah daerah luas yang ditutupi lumpur yang terbentuk akibat sedimentasi pasang surut. CORAL REEF Syarat hidup dan berkembangnya terumbu karang : a. Suhu hangat 25-30°C, terumbu karang tidak ditemukan di daerah sedang apalagi daerah dingin b. Cahaya matahari, diperlukan untuk proses fotosintesis c. Dangkal, karena ia butuh suhu yang hangat dan sinar matahari cukup, tidak lebih dari 40 meter. d. Salinitas sesuai 27-40‰ e. Air laut jernih, tidak mengandung banyak lumpur atau pasir f. Arus rendah g. Tektonik pasif h. Kaya nutrient Formasi terumbu karang pada umumnya dapat dikelompokkan atas fringing reef (karang tepi), barrier reef (karang penghalang), dan atoll (karang cincin). 1. Fringing reef Terdapat di sepanjang pantai yang mempunyai kedalaman tidak lebih dari 40 meter. 2. Barrier Reef Berada jauh dari pantai dan dipisahkan oleh laguna (lagoon) yang dalamnya 40-75 meter, kedalam maksimum dimana karang bisa hidup. Contoh yang terkenal adalah Great Sunda Barrier Reef di Tenggara Kalimantan dan Great Barrier Reef di Timur Laut Australia 3. Atoll Merupakan terumbu karang yang bentuknya melingkar seperti cincin, mengitari laguna yang dalamnya 40-100 meter. Atol terbesar di Indonesia adalah Atol Taka Bone Rate di Laut Flores sebelah Tenggara pulau Selayar. Luas atol ini 2.220 km2 , merupakan atoll terbesar ketiga di dunia setelah Atol Kwajalein (Kep .Marshall) 2850 km2 , dan atoll Suvadiva (Kep.Maldives), 2240 km2 . Berdasarkan pada definisi tentang benua dan samudera maka, dalam membicarakan morfologi dasar laut, secara garis besar morfologi dasar laut dapat dibedakan menjadi morfologi dasar laut yang berada di tepi benua (continental margin), dan morfologi dasar laut yang berasa di cekungan samudera (ocean basin). TEPI BENUA (CONTINENTAL MARGIN) H BENTANG ALAM BAWAH LAUT FRINGING REEF BARRIER REEF ATOLL
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 56 Tepi benua (continental margin) meliputi bagian dari benua yang tenggelam dan zona transisi antara benua dan cekungan samudera. Berdasarkan pada kondisi aktifitas kegempaan, volkanisme, dan pensesaran, tepi benua dapat dibedakan menjadi tepi benua aktif (active margin) yang ditandai oleh banyaknya aktifitas kegempaan, volkanisme, dan pensesaran. Sebaliknya, tepi benua pasif (pasif margin) dicirikan oleh sedikitnya aktifitas kegempaan, volkanisme, dan pensesaran. Perbedaan aktifitas tektonik menghasilkan perbedaan struktur batuan dan sedimentasi di sepanjang tepi benua. Tepi benua aktif dicirikan dengan perselangan yang sempit antara bank dan trough, sesar-sesar, paparan (shelf) yang sempit. Palung laut dalam (deep sea trench) dan busur kepulauan volkanik umum dijumpai disepanjang tepi benua. Sementara itu, tepi benua pasif memiliki paparan yang lebar, deltadelta yang luas, atau terumbu karang yang tersebar meluas. Tidak ada pensesaran ataupun volkanisme. Menurut teori tektonik lempeng, tepi benua aktif terjadi pada batas lempeng konvergen. Hasil dari dua lempeng yang konvergen adalah zona penunjaman (subduction zone) yang menghasilkan busur kepulauan volkanik dan palung (trench). Sedimen yang terjebab di antara dua lempeng konvergen dapat membentuk pegunungan. Tepi benua pasif terbentuk di sisi jauh dari lempeng divergen. Seiring dengan lempeng bergerak menjauhi pusat pemekaran, sedimen diendapkan di dasar laut yang berdampingan dengan pantai. Pada saat yang bersamaan, kerak samudera mendingin, mengkerut dan tenggelam. Akumulasi sedimen di sepanjang tepi benua pasif menghasilkan paparan benua yang lebar. Berdasarkan morfologinya, tepi benua dapat dibedakan menjadi: 1) Paparan Benua (continental shelves) adalah bagian benua yang tenggelam dengan kemiringan lereng yang sangat kecil (1 meter per 1000 meter). Berbagai kenampakan yang dijumpai di kawasan ini terjadi karena tujuh proses, yaitu glasiasi (glaciation), perubahan muka laut (sea level changes), aktifitas berbagai kekuatan alam (seperti gelombang laut, aliran sungai, pasang surut), sedimentasi, pengendapan karbonat, pensesaran, dan volkanisme. Batas berakhirnya shelf dan dimulainya continental slope disebut shelfbreak. Uniknya, di samudera manapun di dunia, batas shelf break selalu berada di sekitar 140 m di bawah permukaan laut! Kemungkinan besar, ini merupakan sisa-sisa zaman es dulu, dimana level air laut lebih rendah dari sekarang dengan tepian berada di shelf break. 2) Lereng Benua (continental slope) adalah tepi benua dengan lereng curam, dimulai dari tekuk lereng dari paparan benua sampai daerah tinggian benua (continental rise) dengan lereng sekitar 4 dejarat. Di kawasan ini banyak terjadi proses longsoran bawah laut (submarine landslide) dan erosi yang menghasilkan berbagai kenampakan. Sedimen-sedimen di kawasan ini tersesarkan dan 2 km 10 km Continental Crust Oceanic Crust CONTINENTAL SHELF CONTINENTAL RISE CONTINENTAL SLOPE Submarine Canyon Deep-sea fan
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 57 terlipat. Kenampakan yang sangat mengesankan di kawasn ini adalah alur bawah laut (submarine canyon). 3) Tinggian Benua (continental rise) adalah daerah transisi antara benua dan cekungan samudera. Kawasan ini tersusun oleh material yang tidak terkonsolidasikan (unconsolidated materials) yang terdiri dari lumpur, lanau dan pasir yang diturunkan dari paparan benua atau lereng benua oleh mekanisme arus turbid (turbidity currents), longsoran bawah laut, atau proses-proses lain. Pola dari tinggian benua ini berkaitan dengan gerakan tektonik lempeng. Pada tepi benua aktif, sedimen-sedimen telah terubah dan dibawa masuk ke dalam mantel oleh mekanisme menunjaman. Pada tepi benua pasif, sedimen-sedimen terawetkan dan melampar jauh ke lantai samudera (ocean floor). CEKUNGAN SAMUDERA Cekungan Samudera (ocean basin) didefinisikan sebagai lantai samudera (ocean floor) yang luas yang terletak pada kedalaman lebih dari 2000 meter. Benua (continent) didefiniskan sebagai daratan menerus yang besar (Ingmanson dan Wallace, 1985). Definisi ini meletakkan cekungan samudera sebagai lawan dari benua. Bila benua terlihat jelas memiliki gunung-gunung dan lembah-lembah, maka, demikian pula dengan cekungan samudera. Berbagai kenampakan dari cekungan samudera yang utama adalah: 1) Ridge and Rise, bentukan akibat proses peninggian, Ridge < Rise, lebar Ridge 1500 - 2000 km, Rise 2000 - 4000 km. Ridge dan Rise dpt membentuk Mid Oceanic Ridges System. 2) Pematang samudera (oceanic ridges) yang keberadaannya berkaitan dengan pembentukan sistem retakan (rifting) karena dua blok kerak samudera yang bergerak saling menjauh. Kehadirannya berkaitan dengan proses pembentukan kerak samudera yang baru. Contohnya: Mid-Atlantic Ridge di Samudera Atlantik dan Mid-Indian Ridge di Samudera Hindia. 3) Dataran abisal (abyssal plain) adalah kawasan yang luas dan agak datar dengan kedalaman dengan kedalaman berkisar dari 4000 sampai 5000 meter yang dibatasi oleh pematang samudera atau benua. Dataran abisal umumnya tertutup oleh sedimen pelagis. Di kawasan yang berbatasan dengan lereng benua, bila terdapat alur bawah laut di lereng benua, maka, akan terbentuk kipas bawah laut (submarine fan) atau kipas laut dalam (deep-sea fan). 4) Pulau-pulau terumbu (coral islands) yaitu pulau yang terbentuk karena pertumbuhan koral. 5) Gunung-laut (seamounts) adalah gunungapi bawah laut yang telah mati. Bila gunung-gunung tersebut muncul maka, menjadi pulau. 6) Rangkaian pulau-pulau (island chains). 7) Guyot, yaitu gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount tetapi bagian puncaknya datar. Banyak terdapat di lautan Pasifik. Guyot terbentuk akibat gerakan divergen lempeng samudera yang menyebabkan terkikisnya bagian atas puncak gunung menjadi datar 8) Ambang laut (dremple), yaitu pegunungan di dasar laut yang terletak diantara dua laut dalam. Contoh: ambang laut sulu, ambang laut sulawesi. 9) Lubuk laut (bacin), yaitu dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang terjadi karena ingresi. Contoh: lubuk laut sulu, lubuk laut sulawesi.
Sukses Menuju Olimpiade Sains Nasional Geografi SMA 58 10) Palung laut , yaitu lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut terjadi karena ingresi. Contoh: Palung Sunda, Palung Mindanao, Palung Mariana. Palung laut sering disebut juga trench atau through. Terdapat perbedaan antara trench atau through. Trench penampang sampingnya berbentuk V sedangkan trough penampang sampingnya berbentuk U 11) Submarine Canyon : alur alur ngarai yang terletak di kawasan paparan benua, yang dahulunya diperkirakan merupakan lembah sungai. Sea Level Seamount Abyssal plain Abyssal plain Guyot Shoreline Shoreline Trench Continental slope Continental shelf Submarine canyon Abyssal hills Abyssal hills Mid Oceanic Ridge Continental slope