qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqw
ertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwer
tyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty
PANDUAN PENGOPERASIAN
uiopasdfghjklzxcvbAPLIKASIPAJAK nmqwertyui
o p a s d f g h j k l z xcvbnm1/1/2020 q w e r t y u i o p
BALAI BESAR TEKSTIL
asdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas
dfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdf
ghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfgh
jklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjkl
zxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx
cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv
bnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbn
mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnm
qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqw
Langkah-langkah Pengoperasian Aplikasi E-SPT PPh 22
1. Instal Aplikasi E-SPT PPh 22 (Aplikasi dapat diperoleh dari website pajak.go.id)
2. Buka Aplikasi dan Masukan NPWP
3. Pilih Database PPh 22 dan Klik OK
4. Masukan Username : administrator dan Password: 123 lalu Klik OK
5. Pilih Utility – Profil Wajib Pajak
6. Isikan semua data yang diminta termasuk Penandatangan Bukti Potong yaitu
Bendahara Pengeluaran, Lalu Klik Keluar
7. Setelah itu, Pilih Program-Buat SPT Baru
8. Lalu Pilih Masa Pajak ,Tahun Pajak dan Klik Buat
9. Setelah terbuat, Pilih Program-Buat SPT Yang ada
10. Pilih Masa Pajak dan Klik Buka
11. Lalu Klik Buka SPT Untuk Diedit Kembali/ Revisi dan Klik Ok
Jika ingin melakukan pembetulan maka pilih Buat SPT Pembetulan
12. Pilih SPT PPh-Daftar Surat Setoran Pajak PPh Pasal 22- Atas Pembelian Barang oleh
Bendahara
13. Pilih Baru untuk dapat memasukan data ke Aplikasi
14. Isikan Data Wajib Pajak sesuai Dokumen yang sudah disiapkan (Surat Setoran
Pajak), lalu pilih Ok
15. Lalu Masukan Nominal Harga Pembelian ( DPP/ Dasar Pengenaan Pajak) dan PPh
Pasal 22 yang di pungut sesuai SSP, Dan klik Simpan
16. Jika Data sudah benar, Maka lanjutkan dengan klik Yes. Dan lakukan hal tersebut
untuk memasukan data kembali.
17. Pilik SPT PPh- Daftar Surat Setoran Pajak (SSP)/ Bukti Pemindahbukuan (PBK)-
Daftar Surat Setoran Pajak (SSP)
18. Kemudian pilih Baru
19. Kemudian masukan data sesuai SSP
Kode Jenis Setoran: 100
NTPN : Masukan NTPN yang ada di SSP untuk GU, Untuk LS NTPN adalah No SP2D.
Jumlah Pembayaran : PPh Pasal 22 yang Dipungut
Tanggal Setor : Sesuai Tgl SSP untuk GU, Untuk LS adalah Tgl SP2D
20. Lalu Pilih Simpan, dan Lakukan hal yang sama untuk memasukan data.
21. Jika sudah terinput semua, Pastikan Jumlah Total SSP sama dengan jumlah PPh
yang dinpungut di semua SSP.
22. Pilih SPT PPh- Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 22
23. Lalu Pastikan Lagi jumlah PPh yang Dipungut sudah sesuai, Lalu centang sesuai
gambar dibawah, dan Tgl SPT adalah Tgl akhir bulan Masa Lapor, Lalu pilih simpan.
24. Lalu Pilih Yes
25. Pilih SPT Tools- Menu Cetakan
26. Lalu pilih Masa Pajak/ Tahun Pajak yang akan dicetak, Lalu Centang Dokumen yang
akan di Cetak, Lalu Pilih Cetak
27. Setelah Keluar Dokumen , Maka CTRL-P, lalu Pilih Printer untuk mencetak, Lalu Pilih
Print, Dan Dokumen akan tercetak dari printer yang dipilih.
28. Pilih SPT Tools- Lapor Data SPT Ke KPP
29. Lalu Pilih Masa pajak dan Tahun pajak yang akan di laporkan, lalu Pilih Tampilkan
Data , Kemudian Centang Data SPT, Cek lagi Nominalnya, Pilih Lokasi File, Lalu Pilih
Create File
30. Lalu Klik OK, Maka CSV akan terbentuk di lokasi yang di pilih.
Langkah-langkah Pengoperasian Aplikasi E-SPT PPN
1. Instal Aplikasi E-SPT PPN (Aplikasi dapat diperoleh dari website pajak.go.id)
2. Buka Aplikasi dan Masukan NPWP
3. Pilih Database PPN dan Klik OK
4. Masukan Username : Administrator dan Password: 123 lalu Klik OK
5. Pilih Utility- Informasi Profile
6. Isikan Profile Wajib pajak dan Penandatangan SPT yaitu Bendahara Pengeluaran,
lalu Klik Keluar
7. Pilih Input Data- Daftar Faktur 1107 PUT
8. Pilih Masa Pajak, Lalu Klik Baru Kemudian isi Input Data sesuai SSP.
9. Jenis Lampiran : 1
Jenis Transaksi : 2
Status Transaksi : 02
Dokumen Transaksi : 1
Isikan NPWP sesuai Data di SSP, Lalu Klik Simpan
10. Tanggal Faktur, Tanggal Bayar Tagihan dan Tanggal Setor PPN diisi sesuai Tanggal di
SSP
DPP : Isikan sesuai Faktur Pajak
PPN: Isikan sesuai PPN yang dipotong.
Lalu Klik simpan, Ulangi hingga SSP terakhir.
11. Jika sudah selesai klik keluar, Pilih Tampilkan Data, dan Cek kembali data . Lalu Klik
Posting SPT
12. Pilih Masa pajak dan Tahun Pajak , Pembetulan ke 0 ( Jika dilakukan pembetulan
tuliskan 1, 2 dst , sesuai pembetulan keberapa ), Lalu Pilih Posting SPT
13. Lalu Klik Ok
14. Pilih Program – Setting SPT
15. Pilih Masa pajak dan Tahun pajak, Lalu pilih Buka
16. Lalu Pilih Buka SPT untuk di edit kembali/ Revisi, lalu Pilih Ok
Jika pembetulan maka pilih Buka SPT Pembetulan
17. Pilih SPT PPN – Lampiran 1107 PUT 1
18. Cek Data sesuaikan dengan SSP
19. Jika Sudah sesuai pilih SPT Induk 1107 PUT
20. Pastikan Total Jumlah Nominal PPn sudah sesuai
21. Lalu pilih lampiran , dan centang SSP
Isikan PPN sebanyak berapa lembar SSP yang di input, dan total jumlah nominal
PPN.
Tanggal pelaporan SPT adalah sesuai tanggal kita lapor ke KPP.
Lalu pilih simpan.
22. Lalu pilih Ok.
23. Pilih SPT Tools- Menu Cetakan
24. Pilih Data SPT yang akan di cetak, Lalu Pilih Cetak
25. Jika sudah Keluar halaman di bawah, lalu CTRL-P, Pilih printer, Lalu Print.
26. Pilih SPT Tools- Lapor Data SPT ke KPP
27. Pilih Masa pajak dan Tahun pajak, Lalu Pilih Lokasi untuk menyimpan data, Lalu
Pilih Create File.
28. Pilih Yes
29. Lalu Klik Ok, Maka File CSV akan terbentuk di Lokasi yang di pilih.
Langkah-langkah Pengoperasian Aplikasi E-Bupot PPh 23
1. Buka djponline.pajak.go.id
2. Masukan NPWP, Password, Kode yang tertera, Kemudian Login
3. Lalu Pilih Lapor
4. Pilih Pra Pelaporan- E-Bupot
5. Pilih Pengaturan- Penandatangan
6. Isikan NPWP dan Nama Bendahara pengeluaran,
Bertindak sebagai: Wakil Wajib Pajak (Pengurus)
Status : Aktif
Lalu Pilih Simpan.
7. Maka akan muncul seperti gambar di bawah.
8. Pilih Bukti Pemotongan- Pasal 23- Input BP 23
9. Lalu klik Identitas Wajib Pajak yang dipotong , lalu isikan Tahun pajak, Masa pajak,
dan NPWP (Jika memiliki NPWP, Jika tidak pilih NIK) sesuai SSP.
10. Lalu Klik Dokumen, Lalu pilih Tambah +
11. Isikan sesuai SSP
Nama Dokumen : Faktur Pajak
No. Dokumen : No Faktur
Tanggal : Tanggal Faktur
Lalu Pilih Simpan.
12. Lalu Klik Tanpa Fasilitas.
13. Klik Pajak penghasilan yang dipotong, Isikan sesuai SSP
Kode Objek Pajak : Sesuai SSP
Jumlah Penghasilan Bruto : DPP
PPh yang di potong : Sesuai SSP
14. Klik Identitas Pemotong Pajak.
NPWP dan Nama adalah Unit Kerja
Penandatangan : Bendahara pengeluaran atau yang sudah di input yaitu Wakil
Wajib Pajak.
Lakukan seperti itu sampai SSP selesai.
15. Pilih Bukti Pemotongan- Pasal 23- Daftar BP 23
16. Cek kembali dengan SSP.
17. Pilih Bukti Pemotongan- Posting ke SPT
18. Lalu Pilih Ok
19. Lalu Pilih Posting dan Pilih Ok.
20. Pilih SPT Masa PPh – Perekaman Bukti Penyetoran
21. Klik Jumlah Tagihan Per Masa Pajak, dan Masukan Tahun pajak dan Masa pajak.
22. Klik Panel Perekaman Bukti Penyetoran, Pilih Input Bukti Setor +.
23. Isikan Data
Jenis Bukti Penyetoran : SSP
No Bukti Penyetoran : No NTPN untuk GU, Untuk Ls menggunakan No SP2D.
Tahun Pajak : Sesuai Tahun Kapan Penginputan.
Lalu Pilih Simpan.
24. Lalu pilih Ok. Lakukan sampai SSP Terakhir.
25. Cek Kembali Data sesuai SSP.
26. Pilih SPT Masa PPh – Penyiapan SPT Pasal 23/26
27. Lalu Cek Total Jumlah dan sesuaikan dengan SSP. Lalu pilih Lengkapi.
28. Pilih OK.
29. Pilih Ok
30. Lalu Keluar halaman di bawah, dan cek kembali data.
31. Lalu Pilih Penandatangan yaitu Bendahara Pengeluaran, Pilih Simpan.
32. Pilih Ok
33. Lalu Pilih Refresh
34. Pilih Kirim
35. Maka Keluar Halaman di bawah dan Cek kembali.
36. Jika sudah sesuai, Lalu Pilih Kirim
37. Masukan Sertifikat Elektronik dan Passphrase, Lalu Pilih OK.
38. Pilih Ok