The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS (2)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by MARIYATUL KIBTIYAH, 2024-05-29 23:49:34

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS (2)

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS (2)

KISAH NABI IBRAHIM AS DAN NABI ISMAIL AS JAMIK LUTFIANA SDN 4 KRIYAN


Nabi Ismail AS adalah putra Nabi Ibrahim AS dan Bunda Hajar. Dari garis keturunan Nabi Ismail AS inilah kemudian lahir Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir, Ia adalah orang yang ikhlas dan taat kepada perintah Allah SWT.


Banyak peristiwa besar Islam datang dari kisah Nabi Ismail AS salah satunya adalah berlari kecil dari bukit Shofa ke Marwah yang kini menjadi Rukun ibadah haji dan umrah yang disebut Sa ’i


Kisah ini bermula setelah Nabi Ismail AS dilahirkan, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS, istri dan anaknya ke Mekkah


Nabi Ibrahim AS memenuhi perintah Allah dengan membawa Bunda Hajar dan Nabi Ismail AS pergi melewati sebuah gurun pasir menuju Mekkah


Sampai di Mekkah Bunda Hajar kehabisan air, ia merasa sangat haus begitu pula dengan Nabi Ismail AS yang terus-menerus menangis. Bunda Hajar pun berusaha meminta bantuan, Ia terus berlari dari bukit Shofa ke bukit Marwah


Hingga akhirnya Allah memberikan mukjizat berupa keluarnya mata air dari hentakan kaki kecil Nabi Ismail AS inilah yang kemudian menjadi cikal bakal sumur Zamzam yang ada hingga sekarang


Setelah Nabi Ismail AS remaja Nabi Ibrahim AS mendapatkan mimpi berupa petunjuk dari Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail AS anak semata wayangnya yang ia tunggu-tunggu selama hampir 99 tahun


Namun untuk menaati perintah Allah ia segera mendatangi putranya dan menyampaikan mimpi tersebut bukannya takut atau cemas Nabi Ismail AS malah mengikhlaskan dirinya


“Wahai ayahku kerjakan lah apa yang diperintahkan oleh Allah SWT kepadamu Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”


Nabi Ibrahim AS kemudian pergi ke Mina untuk bersiap-siap menyembelih Nabi Ismail AS. Ia mengikat kain di atas muka Nabi Ismail AS agar ia tidak dapat melihat raut wajahnya


Mereka sudah menyerahkan semuanya kepada Allah SWT, pedang panjang dan tajam itu akhirnya dihunuskan seleher Nabi Ismail AS Sebuah keajaiban pun datang Malaikat Jibril diutus oleh Allah untuk menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor kibas yang sangat gemuk, Allah telah menyelamatkan Nabi Ismail AS


Dari peristiwa inilah kemudian turun perintah Allah kepada umat Islam untuk melaksanakan ibadah qurban di setiap bulan haji atau bulan Dzulhijjah


Click to View FlipBook Version