LAPORAN
AKTUALISASI
KOI(DPEPEESTNDEIMTOLIMAAFMLIAKINASATASIADSI NEIPNCAPTASAIPIFSEAIINKEIAANMNS:EIKSLPEAAATSLESUAPIRIEADNATNO)AADNKI ARNUANG
ICU RSUD KABUPATEN ACEH TAMIANG
OLEH: MNsE. NFiTtOriRE:lita, S.Kep., M.Kep
MUTIA SARI, AMK
NCuOrAliaC,HM: .Kom
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala berkat dan rahmat-NYA sehingga penulis dapat
menyelesaikan penyusunan Laporan Aktualisasi.
IDENTITAS Laporan ini dibuat dalam rangka tugas Latihan Dasar CPNS,
sesuai dengan Peraturan Lembaga Administrasi Negara
Nama : Mutia Sari, AMK Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan
TTL : Kualasimpang, 4/12/1995
NIP : 199512042020122012 Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Laporan aktualisasi ini
NDH : 36 mengambil judul “Optimalisasi Capaian Sasaran
Jabatan : Perawat Terampil KeselamatanPasien: Ketepatan Identifikasi Pasien Melalui
Unit Kerja: ICU RSUD
DOAKAN (PeDOmAn IdentifiKAsi PasieN) Di Ruang ICU
Aceh Tamiang RSUDKabupaten Aceh Tamiang”.
PESERTA PELATIHAN DASAR Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari banyak pihak,
CPNS GOLONGAN II ANGKATAN IV laporan aktualisasi ini tidak mungkin dapat terselesaikan. Maka
dari itu penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga
PUSAT PELATIHAN DAN Administrasi Negara Republik Indonesia sebagai penyelenggara
PENGEMBANGAN DAN KAJIAN dan khususnya kepada:
HUKUM ADMINISTRASI NEGARA 1. Ibu Ns. Fitri Elita, S.Kep., M.Kep selaku Kepala Seksi Rawat
LEMBAGA ADMINISTRASI dan Asuhan Keperawatan dan juga mentor yang telah
NEGARA memberikan saran guna memperbaiki laporan aktualisasi ini agar
2022 menjadi lebih baik.
2. Ibu Nurlia, M.Kom selaku coach yang telah meluangkan
waktudan memberikan bimbingan, kritik serta saran dalam
penyusunan laporan aktualisasi ini.
3. Bapak Dr. Drs. Bujang Syaifar, M.Pd selaku penguji yang
memberikan masukan yang sangat membangun demi kemajuan
laporan aktualisasi ini
4. Rekan-rekan seperjuangan pelatihan dasar CPNS Golongan II
Angkatan IV, serta
5. Seluruh pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan
aktualisasi ini.
Semoga kehadiran Laporan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil ini dapat membantu banyak pihak dan
membawa perubahan bagi ICU RSUD Kabupaten Aceh Tamiang.
DAFTAR ISI
01
BAB I
05
BAB II
19
BAB III
47
BAB IV
66
BAB V
68
DAFTAR PUSTAKA
69
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG
UU No.5 tahun 2014 Mengapa harus
tugas ASN yang memiliki integritas, profesional, mengenai
netral dan bebas dari intervensi politik serta
bersih dari KKN Identifikasi Pasien?
Peraturan LAN RI No.1 tahun 2021 Selama 1 tahun penulis bertugas di RSUD
Kab. Aceh Tamiang, penulis melihat belum
Pelatihan dasar CPNS untuk mengembangkan optimalnya ketepatan identifikasi pasien di
kompetensi para CPNS Ruang ICU, masih terdapat banyak
kekeliruan dalam mengidentifikasi pasien.
27 Juli 2021, Akronim Ber-AKHLAK Data capaian identifikasi pasien bulan
Januari 2022 persentasenya 93%, bulan
menyeragamkan nilai-nilai dasar bagi seluruh Februari 2022 persentasenya 82,89% dan
ASN di Indonesia sehingga menjadi fondasi Maret 2022 sebesar 90%. Ini menunjukkan
budaya kerja ASN yang profesional capaian identifikasi yang fluktuatif. Hal ini
menjadi pertimbangan penulis untuk
Keputusan Menteri Pendayagunaan mengambil kasus ini, mengingat pentingnya
Aparatur Negara Nomor 94 tahun 2001 melakukan ketepatan identifikasi pasien
tentang JabatannFungsional Perawat yang merupakan salah satu dari sasaran
dan Angka Kreditnya Bab I Pasal 1 keselamatan pasien di RS agar capaian
sasaran keselamatan pasien stabil
Perawat adalah ASN yang diberikan tugas meningkat.
dan hak secara penuh untuk memberikan
pelayanan keperawatan kepada Oleh karena itu, penulis membuat gagasan
masyarakat yang dituangkan dalam judul:
"Optimalisasi Capaian Sasaran Keselamatan
Misi RSUD Kab. Aceh Tamiang Pasien: Ketepatan identifikasi Pasien
Melalui e-book DOAKAN (PeDOmAn
Mewujudkan pelayanan kesehatan yang IdentifiKAsi PasieN) dan Buku Kontrol
aman, efektif dan efesien melalui Identifikasi Pasien di ICU RSUD Kab. Aceh
standarisasi tata kelola rumah sakit serta Tamiang"
sesuai dengan nilai sosial budaya serta
berbasis ICT (Information Communication
Technology )
1
TUJUAN DAN MANFAAT
AKTUALISASI
A.TUJUAN AKTUALISASI B.MANFAAT AKTUALISASI
TUJUAN UMUM BAGI PENULIS
Tujuan umum dari rancangan aktualisasi ini ·Sebagai sarana peningkatan kapasitas dan kualitas
adalah untuk menerapkan core value ASN penerapan nilai – nilai dasar ASN Ber-AKHLAK dalam
yaitu Ber-AKHLAK :Berorientasi pelayanan, pembentukan karakter ASN untuk menjalankan tugas dan
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif fungsinya.
dan Kolaboratif serta mengetahui kedudukan ·Sebagai salah satu sarana untuk menjadi role model
dan peran ASN melalui konsep Manajemen penerapan nilai Ber-AKHLAK bagi ASN lainnya.
ASN dan Smart ASN. ·Menambah wawasan mengenai insiden keselamatan
pasien dan cara pelaporannya.
TUJUAN KHUSUS
BAGI ICU RSUD KAB, ACEH TAMIANG
1. Untuk dapat mengembangkan kompetensi
yang didapat dari Pelatihan Dasar CPNS dalam ·Menambah upaya peningkatan keselamatan pasien
pembentukan karakter ASN yang profesional, rumah sakit dengan mencegah kesalahan yang sama
kompeten dan unggul sesuai bidang tugas kembali terulang dari identifikasi pasien
dengan menunjukkan sikap perilaku bela ·Meningkatkan mutu layanan ICU RSUD Kab. Aceh
negara, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Tamiang dengan memberikan inovasi dengan pedoman
ASN Ber-AKHLAK dalam pelaksanaan tugas identifikasi pasien
jabatannya; mengaktualisasikan kedudukan
dan peran ASN dalam kerangka NKRI; dan BAGI PASIEN
menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis
yang dibutuhkan sesuai dengan bidang ·Meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien
tugasnya. terhadap pelayanan di RSUD
2. Meningkatnya tingkat pengetahuan tenaga Agar masyarakat terutama pasien mendapatkan
kesehatan ICU RSUD Kab. Aceh Tamiang pelayanan yang prima dan tidak mengalami insiden yang
tentang ketepatan identifikasi pasien. dapat membahayakan kondisi pasien
3. Untuk dapat menyelesaikan isu aktual pada
instansi penulis dengan gagasan kreatif yang 2
diangkat yaitu Optimalisasi Capaian Sasaran
Keselamatan Pasien: Ketepatan Identifikasi
Pasien Melalui E-BookDOAKAN (PeDOmAn
IdentifiKAsi PasieN) Dan Buku Kontrol
Identifikasi Pasien Di Ruang ICU
RSUDKabupaten Aceh Tamiang
4. Terwujudnya pelayanan di ICU RSUD Kab.
Aceh Tamiang yang berorientasi kepada mutu
dan keselamatan pasien.
BAB II
GAMBARAN
ORGANISASI
GAMBARAN
ORGANISASI
Sejarah singkat RSUD Kab.
Aceh Tamiang
1915: RS Kualasimpang peninggalan Belanda
sebagai RS Perkebunan
1974 : Menjadi Puskesmas Karang Baru
2003 :
2 Feb 2003 mrnjadi Pelayanan RS
2 Agust 2003 menjadi Pengukuhan kembali oleh
Menkes RI Ahmad Sujudi sebagai RS tipe C
Visi, Misi dan Nilai NILAI ORGANISASI
Organisasi serta Struktur RSUD KAB. ACEH TAMIANG
Organisasi RSUD Kab. Aceh
Tamiang
B : BERMUTU
Visi RSUD Kab.Aceh Tamiang: E : EFESIEN
Menjadikan rumah sakit berkualitas dan T : TRANSPARAN
U : UKHUWAH
profesional A : AMAN
H : HANDAL
MISI RSUD KAB. ACEH TAMIANG STRUKTUR ORGANISASI
RSUD KAB. ACEH TAMIANG
Mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman,
efektif dan efesien melalui standarisasi tata kelola
rumah sakit serta sesuai dengan nilai sosial
budaya serta berbasis ICT (Information
Communication Technology )
Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme
sumber daya manusia
Menyediakan sarana dan prasarana yang aman,
bermutu serta mengembangkan pomosi pelayanan
kesehatan
TUGAS POKOK PERAWAT
Melaksanakan pelayanan asuhan keperawatan dan melaksanakan koordinasi dengan tim 4
kesehatan lain sesuai dengan petunjuk dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar
pelaksanaan tugas berjalan lancar
NILAI-NILAI DASAR ASN
BER-AKHLAK
Berorientasi AKUNTABEL KOMPETEN
Pelayanan
•Meningkatkan
•Memahami dan •Melaksanakan tugas dgnjujur, kompetensi diri
•Membantu orang lain
memenuhi kebutuhan bertanggung jawab, cermat , belajar.
•Melaksanakan tugas
masyarakat. disiplin dan berintegritas tinggi dengan kualitas terbaik
•Ramah, cekatan, solutif •Menggunakan kekayaan dan
dan dapat dihandalkan barang milik secara
•Melakukan perbaikan bertanggung jawab, efisien
tiada henti dan efektif
•Tidak menyalahgunakan
jabatan
HARMONIS LOYAL ADAPTIF
•Menghargai setiap •Memegang teguh ideologi •Cepat menyesuaikan
•Setia kepada NKRI dan diri menghadapi
orang pemerintahan yang sah perubahan
•Menjaga nama baik sesama •Terus berinovasi dan
•Suka menolong ASN, pimpinan instansi dan kreatif
negara serta menjaga •proaktif.
•membangun lingkungan rahasia jabatan dan negara.
kerja kondusif
KOLABORATIF
•Memberi kesempatan
untuk berkontribusi
•Terbuka dalam bekerja
sama mnghasilkan nilai
tambah
•Menggerakkan
pemanfaatan SDM untuk
tujuan bersama
5
BAB III
RANCANGAN
AKTUALISASI
Identifikasi Isu
Belum Optimalnya Peran Perawat Dalam
Meningkatkan Capaian Sasaran
Keselamatan Pasien: Ketepatan Identifikasi
Pasien Di Ruang ICU RSUD Kabupaten Aceh
Tamiang
(Fungsi ASN: Pelayan Publik)
Kurangnya kesadaran perawat mencuci
tangan sebelum melakukan tindakan
asuhan keperawatan pada pasien di Ruang
ICU
(Manajemen ASN)
Belum optimalnya penggunaan aplikasi
Sistem Informasi Manajemen (SIMRS) dalam
pencatatan dan pelaporan pasien di RSUD
Aceh Tamiang
(Smart ASN)
7
Dampak dan
Penyebab Isu
Isu Penyebab Dampak
1)KURANGNYA 1. 1,
Belum 1.KEPATUHAN PETUGAS 1.TERJADINYA KEJADIAN
Optimalnya DALAM SENTINEL (KEJADIAN YANG
Peran Perawat MENGIDENTIFIKASI TIDAK DIHARAPKAN, SEPERTI:
PASIEN SESUAI SALAH PASIEN, SALAH
Dalam PROSEDUR PROSEDUR, SALAH
Meningkatkan 2)BELUM ADANYA DIAGNOSTIC, SALAH
STANDARISASI MEDIKASI
Capaian PROSEDUR DALAM 2.BERESIKO TERHADAP
Sasaran PENGIDENTIFIKASIAN KESELAMATAN PASIEN
Keselamatan PASIEN 3.MENURUNKAN
Pasien: 3)BELUM ADA KEPERCAYAAN PASIEN
Ketepatan SOSIALISASI TENTANG 4.MENURUNKAN KEPUASAN
Identifikasi IDENTIFIKASI PASIEN PASIEN
Pasien Di Ruang SESUAI PROSEDUR PADA 5.PEMBERIAN PELAYANAN
ICU RSUD PETUGAS BARU KESEHATAN TERHAMBAT
Kabupaten 4)KURANGNYA 6.MENAMBAH BIAYA
Aceh Tamiang PENGAWASAN DAN 7.MENURUNKAN MUTU
KOORDINASI PELAYANAN DI RUMAH SAKIT
5)KURANGNYA EDUKASI 8.TIDAK TERCAPAINYA VISI
KE PASIEN DAN MISI RUMAH SAKIT
6)KEHOMONIMAN DALAM MENINGKATKAN
7)JUMLAH PASIEN YANG DERAJAT KESEHATAN
BANYAK DENGAN MASYARAKAT
KONDISI PASIEN TAHAP
TERMINAL DAN
EMERGENCY
8)BELUM DITEMUKAN
BUKU PANDUAN DALAM
MENGIDENTIFIKASIKAN
PASIEN
9)WAKTU YANG TIDAK
MEMADAI UNTUK
PENGECEKAN ULANG
IDENTIFIKASI PASIEN
SECARA LENGKAP
ENTRI DATA TIDAK
LENGKAP
8
Dampak dan
Penyebab Isu
Isu Penyebab Dampak
KRuErLaSAPnMgOnANyNSaYTAIME •1.Rendahnya kepatuhan
kesaDdAarLaAnM
PpEeNraAwNaGtANAN petugas dalam penerapan •1.Terjadi Infeksi
Nasokomial
mPAeSnIcEuNcBi ARU 5 moment cuci tangan 2.Tidak
tDaKInAIgGBaD. nARCSEUHD tercapainya
sebTAelMumIANG 2.Kurangnya sosialisasi pemberian
m(eMlaAkNuAkJaEnMEN pelayanan yang
tindaAkSa
Nn) dalam penerapan cuci optimal
asuhan 3.Beresiko
keperawatan tangan kontaminasi
pada pasien dengan pasien
di Ruang ICU 3.Tempat cuci tangan
belum memadai
4.Membudayakan untuk
melakukan cuci tangan
sebelum ke pasien masih
kurang karena
mengganggap resikonya
kecil
9
Dampak dan
Penyebab Isu
Isu
Penyebab Dampak
•Belum
optimalnya •Seringnya pergantian •Terhambatnya
penggunaan pelayanan yang
aplikasi Sistem posisi antar petugas diberikan
Informasi •Masyarakat
Manajemen •Kurangnya pengetahuan tidak
(SIMRS) dalam mendapatkan
pencatatan dan petugas tentang pelayanan yang
pelaporan optimal
pasien di RSUD penggunaan aplikasi SIM- •Lamanya proses
Aceh Tamiang pendataan
(SMART ASN) RS pasien
•Terbatasnya
kemampuan dalam
mengoperasikan
komputer
•Keterbatasan waktu
petugas saat
memberikan pelayanan
dan pengentrian data
10
TEKNIK PENETAPAN ISU
MENGGUNAKAN METODE USG
U= Urgency
S= Seriousness
G= Growth
Tabel USG
Penetapan Core Isu
Urgency Growth
Ketepatan Identifikasi Pasien merupakan Seriousness Jika isu belum optimalnya peran perawat
salah satu dari Sasaran Keselamatan dalam meningkatkan capaian sasaran
Ketepatan identifikasi pasien menjadi hal keselamatan pasien: ketepatan
Pasien dan terletak diposisi pertama. Ini yang serius jika tidak dilakukan dengan identifikasi pasien ini dibiarkan dan tidak
menunjukkan sangatlah penting cara yang benar. Identifikasi pasien yang ada perbaikan, maka ini akan
tidak tepat akan mengakibatkan kejadian berdampak pada sasaran keselamatan
dilakukan identifikasi yang benar agar sentinel (kejadian yang tidak diharapkan) pasien yang menjadi tolak ukur dari
memberikan pelayanan kesehatan yang pelayanan di Rumah Sakit.
optimal dan mencegah dari berbagai hal
Gagasan
yang tidak diinginkan. Ketepatan Pemecahan Isu
Identifikasi Pasien juga menjadi salah satu
indikator penilaian dari mutu rumah sakit.
11 Optimalisasi Capaian Sasaran
Keselamatan Pasien: Ketepatan
Identifikasi Pasien Melalui DOAKAN
(PeDOmAn IdentifiKAsi PasieN) di Ruang
ICU RSUD Aceh Tamiang
Penyebab Core Isu
Alur Kegiatan Pemecahan Core Isu
1.Pembuatan DOAKAN 2.Pembuatan google form
(PeDOmAn IdentifiKAsi identifikasi pasien sebagai
penerapan DOAKAN (PeDOmAn
PasieN)
IdentifiKAsi PasieN)
3.Melakukan Focus Group Discussion 4. Penerapan DOAKAN dan google
(FGD) terkait DOAKAN (PeDOmAn form identifikasi pasien
IdentifiKAsi PasieN) dan google form
identifikasi pasien kepada Perawat
5. Evaluasi penerapan DOAKAN dan
google form identifikasi pasien
12
MATRIKS KEGIATAN
Kegiatan 1 : Pembuatan DOAKAN (PeDOmAn IdentifiKAsi PasieN)
TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT
1.Melakukan konsultasi dengan mentor 1.Persetujuan Mentor
2.Meminta izin dengan pimpinan 2. Izin Direktur dan Kepala Ruangan
3.Mengumpulkan referensi untuk DOAKAN 3. Terkumpulnya materi-materi
4. Menyusun DOAKAN 4. Flyer DOAKAN
5. Melakukan koordinasi dengan tim PKRS 5. Saran dan masukan dari tim
dan SKP
PKRS dan SKP
Keterkaitan dengan Substansi Mata Pelajaran.
Agenda 2:
Saya akan meningkatkan kualitas diri dengan terus belajar dan mengembangkan kapabilitas yang saya miliki
dengan mencari bahan/ studi literasi pada rancangan aktulisasi ini (Kompeten)
1. Kolaborasi : Dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi ini saya akan bekerjasama dengan berbagai pihak
agar kegiatan aktualisasi ini berjalan lancar
2. Akuntabel : Dalam membuat DOAKAN ini, saya akan bersungguh sungguh dan bertanggung jawab dalam
menyelesaikannya.
3. Adaptif: Dalam menyusun materi-materi saya akan bersikap proaktif sehingga hasil dari beberapa materi
yang sudah saya baca terwakilkan.
Konstribusi Terhadap Visi Penguatan Nilai-Nilai
Dan Misi Organisasi Organisasi
Kontribusi kegiatan ini adalah sebagai Kegiatan pembuatan DOAKAN ini
perwujudan Visi RSUD Kab. Aceh Tamiang berkontribusi terhadap pencapaian nilai
yaitu : organisasi Kompeten dan
Menjadi rumah sakit berkualitas dan Adaptif
professional dan misi RSUD yaitu
Meningkatkan kompetensi dan
profesionalisme SDM
13
MATRIKS KEGIATAN
Kegiatan 2 : Pembuatan google form identifikasi pasien
sebagai penerapan DOAKAN (PeDOmAn IdentifiKAsi
PasieN)
TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT
1. Melakukan konsultasi dengan mentor 1. Saran dan masukan terkait google form
2. Menyusun pembuatan google form identifikasi pasien
identifikasi pasien 2. Format google form identifikassi pasien
3. Mengedukasi pengisian google form 3. Terlaksananya edukasi pengisian google
identifikasi pasien form identifikasi pasien
Keterkaitan dengan Substansi Mata Pelajaran.
Berorientasi Pelayanan: Saya akan memberikan edukasi pengisian google form dengan
ramah dan cekatan
Akuntabel : Saya akan membuat google form berdasarkan literatur yang dapat dipercaya
Kompeten: :Saya akan berkomitmen menyelesaikan pembuatan google form identifikasi
pasien
Adaptif : Saya akan berinovasi dengan menggunakan media digital berupa google form dalam
pengisian identifikasi pasien saya akan berkreasi dengan menggunakan aplikasi canva.
Harmonis: Saya akan menghargai komunikasi saat berkonsultasi dengan mentor terkait
google form identifikasi pasien
Konstribusi Terhadap Visi Penguatan Nilai-Nilai
Organisasi
Dan Misi Organisasi
Kegiatan pembuatan google form
Kontribusi kegiatan ini adalah sebagai DOAKAN ini berkontribusi terhadap
perwujudan Misi RSUD Kab. Aceh Tamiang
pencapaian nilai organisasi
no 2 yaitu : Akuntabel dan Adaptif
Meningkatkan kompetensi dan
profesionalisme sumber daya manusia.
14
MATRIKS KEGIATAN
Kegiatan 3 : Melakukan Focus Group Discussion (FGD) terkait DOAKAN
(PeDOmAn IdentifiKAsi PasieN) dan google form identifikasi pasien
kepada Perawat
TAHAPAN KEGIATAN
OUTPUT
1. Meminta izin Kepala Ruangan untuk kegiatan FGD 1. Persetujuan Kepala Ruangan untuk kegiatan
2. Membuat daftar hadir peserta FGD
3. Membuat lembar komitmen identifikasi pasien 2. Lembar Daftar Hadir
4. Penyampaian materi singkat tentang ketepatan 3. Lembar Komitmen Identifikasi Pasien
identifikasi pasien 4. Kegiatan FGD terlaksana
5. Penyerahan DOAKAN (PeDOmAn IdentifiKAsi 5. Flyer DOAKAN diserahkan kepada Kepala
PasieN) kepada kepala ruangan Ruangan
Keterkaitan dengan Substansi Mata Pelajaran.
1.Berorientasi Pelayanan: Saya akan melakukan kegiatan Focus Group Discussion dengan ramah dan cekatan
2. Kolaboratif : Saya akan bersinergi dengan perawat ruangan untuk berkoordinasi dengan kepala ruangan
tentang pengisian google form identifikasi pasien
3. Kompeten: Saya akan memberikan kualitas terbaik dalam pelaksanaan FGD DOAKAN dan google form
identifikasi pasien
4. Adaptif: Saya akan proaktif dalam memberikan materi ketepatan identifikasi pasien kepada perawat di ruang
ICU
5. Akuntabel: Saya akan konsisten menyelesaikan kegiatan FGD DOAKAN dan google form identifikasi pasien
6. Harmonis : Saya akan menghargai komunikasi selama kegiatan FGD berlangsung
Konstribusi Terhadap Visi Penguatan Nilai-Nilai
Organisasi
Dan Misi Organisasi
Kegiatan pelaksanaan Focus Group
Kontribusi kegiatan ini adalah sebagai perwujudan Discussion ini berkontribusi terhadap
Visi RSUD Kab. Aceh Tamiang yaitu : Menjadi rumah pencapaian nilai organisasi Berorientasi
sakit berkualitas dan professional dan misi RSUD Pelayanan dan Kolaboratif
Aceh Tamiang yaitu Menyediakan sarana dan
prasarana yang aman, bermutu serta
mengembangkan promosi pelayanan kesehatan
rujukan
15
MATRIKS KEGIATAN
Kegiatan 4 : Penerapan DOAKAN dan google form identifikasi pasien
TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT
1. Meminta izin kepada Kepala Ruangan 1.Persetujuan Kepala ruangan
untuk melaksanakan penerapan 2. Perawat memahami penerapan
DOAKAN dengan google form identifikasi
pasien DOAKAN (PeDOmAn IdentifiKAsi
2. Membaca flyer DOAKAN sebelum PasieN)
melakukan tindakan keperawatan 3. Terisinya google form identifikasi
3. Mengisi identifikasi pasien di google pasien
form identifikasi pasien
Keterkaitan dengan Substansi Mata Pelajaran.
1.Akuntabel: Saya akan bertanggungjawab dalam pelaksanaan penerapan DOAKAN dan
google form identifikasi pasien.
2.Kolaboratif: Saya akan bekerja sama pada saat penerapan DOAKAN dan google form
identifikasi pasien di ruangan demi membangun lingkungan kerja yang kondusif
3.Adaptif: Saya akan menggunakan aplikasi google form sebagai media digital dalam
mengembangkan kreativitas dan inovasi
4.Kompeten :Saya akan meminta perawat membaca DOAKAN sebelum melakukan tindakan
ke pasien
Konstribusi Terhadap Visi Penguatan Nilai-Nilai
Organisasi
Dan Misi Organisasi
Kegiatan penerapan DOAKAN ini
Kontribusi kegiatan ini adalah sebagai perwujudan berkontribusi terhadap pencapaian nilai
Misi RSUD Kab. Aceh Tamiang no 1 yaitu : organisasi Berorientasi Pelayanan dan
mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, Harmonis
efektif, dan efisien melalui standarisasi tata kelola
rumah sakit serta sesuai dengan nilai sosial budaya
dan berbasis ICT (Information Communication
Technology)
16
MATRIKS KEGIATAN
Kegiatan 5 : Evaluasi penerapan DOAKAN dan google form identifikasi pasien
TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT
1.Melakukan evaluasi terhadap hasil pengisian 1. Terlaksananya pengisian google form
google form identifikasi pasien identifikasi pasien
2.Melakukan monitoring pelaksanaan DOAKAN 2. Sebelum melakukan tindakan keperawatan,
sebelum melakukan tindakan keperawatan perawat menanyakan nama lengkap,
tanggal lahir pasien lalu mencocokkan
3.Melaporkan hasil rekapan evaluasi yang diperoleh dengan gelang dan rekam medis pasien
kepada mentor
3. Adanya laporan hasil evaluasi
Keterkaitan dengan Substansi Mata Pelajaran.
1.Akuntabel : Saya akan melaksanakan evaluasi dengan jujur, bertanggung jawab, cermat,
disilin dan berintegritas tinggi
2.Loyal : Saya akan berkomitmen melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik dengan
menganalisa hasil evaluasi
3.Kolaboratif : Saya akan bekerjasama dengan perawat ruangan, kepala ruangan dan
mentor terkait evaluasi kegiatan yang dilakukan
4.Harmonis: Saat berkomunikasi dengan mentor, saya akan bersikap sopan dan santun
serta menghargai pendapat mentor terkait evaluasi kegiatan yang saya lakukan
Konstribusi Terhadap Visi Penguatan Nilai-Nilai
Organisasi
Dan Misi Organisasi
Kegiatan melakukan evaluasi ini berkontribusi
Kontribusi kegiatan ini adalah sebagai terhadap pencapaian nilai organisasi
perwujudan Misi RSUD Kab. Aceh Tamiang Berorientasi Pelayanan
no 2 yaitu :
Meningkatkan kompetensi dan
profesionalisme sumber daya manusia.
17
18
BAB IV
Kegiatan Aktualisasi
BAB IMPLEMENTASI
IV
AKTUALISASI
08 APRIL 2022- 21 JUNI 2022
Kegiatan 1
Pembuatan DOAKAN (PeDOmAn
IdentifiKAsi PasieN)
Waktu Pelaksanaan Manfaat Kegiatan
6 April - 20 April 2022 Kegiatan membuat DOAKAN merupakan kegiatan awal dari
merealisasikan gagasan pemecahan isu utama. Dimana kegiatan ini
Tahapan Kegiatan menghasilkan izin dari pimpinan serta masukan yang diberikan
terkait pembuatan DOAKAN dan materi dari berbagai literature yang
1.Melakukan konsultasi dengan mentor telah penulis baca dan rangkum secara singkat, padat dan jelas
tentang rancangan aktualisasi yang akan sehingga memudahkan penulis dalam menjalankan kegiatan –
dilakukan kegiatan berikutnya dalam hal merealisasikan gagasan pemecahan
isu.
2.Meminta persetujuan dengan pimpinan
untuk kegiatan yang akan dilaksanakan Kontribusi terhadap Visi, Misi dan Nilai
Organisasi
3.Mengumpulkan bahan atau materi-materi
untuk pembuatan DOAKAN (PeDOmAn Kegiatan ini akan berkontribusi sesuai dengan salah satu misi
IdentifiKAsi PasieN) RSUD Kabupaten Aceh Tamiang yaitu meningkatkan kompetensi
dan profesionalisme SDM dimana kegiatan ini menekankan
4.Membuat DOAKAN (PeDOmAn keprofesionalisme penulis dalam mengerjakan setiap tahapan
IdentifiKAsi PasieN) dalam bentuk flyer yang ada dikegiatan sesuai dengan pengetahuan penulis dan juga
menguatkan nilai organisasi yaitu kompeten dan adaptif.
5.Melakukan revisi DOAKAN sesuai hasil
diskusi bersama mentor Hambatan dan Strategi Pemecahan
Output Kegiatan Selama proses melakukan tahapan, penulis tidak begitu
mendapatkan hambatan yang begitu berarti. Hambatan yang dialami
1.adanya persetujuan mentor untuk menentukan jadwal yang cocok untukmelakukan konsultasi dimana
dilaksanakan rancangan kegiatan mentor memiliki kesibukan dimasing – masing pekerjaannya.
aktualisasi.
Strategi pemecahan yang penulis lakukan yaitu membuat
2.mendapat persetujuan pimpinan kesepakatan jadwal sebelum bertemu dengan mentor.
3.menemukan bahan atau sumber literasi
yang berkaitan dengan isu
4.tersedianya flyer
5.adanya saran dan masukan mentor
terkait flyer e-book DOAKAN yang telah
dibuat.
20
Kegiatan 1
PEMBUATAN E-BOOK DOAKAN(PEDOMAN IDENTIFIKASI PASIEN)
TAHAPAN 1:
MELAKUKAN KONSULTASI DENGAN
MENTOR TENTANG RANCANGAN
AKTUALISASI YANG AKAN
DILAKUKAN
Keterkaitan dengan nilai Ber-AKHLAK
Pada tahapan ini mencerminkan
kolaboratif terkait kerjasama
dengan berbagai pihak. Hal ini
juga berkaitan dengan nilai
harmonis TAHAPAN 2:
MEMINTA PERSETUJUAN DENGAN
PIMPINAN UNTUK KEGIATAN YANG
AKAN DILAKSANAKAN
Keterkaitan dengan nilai Ber-AKHLAK
Pada tahapan ini berkaitan
dengan nilai kolaboratif.
TAHAPAN 3:
MENGUMPULKAN MATERI
Keterkaitan dengan nilai Ber-AKHLAK
Pada tahapan ini penulis rangkum
dalam bentuk resume membuat penulis
p r o a k t i fu n t u k s e l a l u b e r s i k a p dalam
membaca literature dari berbagai
sumber yang terpercaya terutama dari
media digital. Hal ini erat kaitannya
a d a p t i fd e n g a n yang terus
sikap
menyesuaikan diri menghadapi
perubahan.
21
Kegiatan 1
PEMBUATAN E-BOOK DOAKAN(PEDOMAN IDENTIFIKASI PASIEN)
TAHAPAN 4:
MEMBUAT E-BOOK DOAKAN
(PEDOMAN IDENTIFIKASI PASIEN)
DALAM BENTUK FLYER
Keterkaitan dengan nilai Ber-AKHLAK
Pada tahapan ini mencerminkan
adaptif, penulis memberikan
inovasi terkait e-book DOAKAN.
Tahapan kegiatan ini juga
berkaitan dengan nilai kompeten
yaitu dalam penyusunan e-book TAHAPAN 5:
DOAKAN dilakukan dengan MELAKUKAN REVISI E-BOOK DOAKAN
SESUAI HASIL DISKUSI BERSAMA
kualitas terbaik dari materi- MENTOR
materi yang telah dikumpulkan. Keterkaitan dengan nilai Ber-AKHLAK
Pada tahapan ini berkaitan dengan
nilai kolaboratif dan harmonis
22
Kegiatan 2
Pembuatan google form identifikasi pasien sebagai penerapan DOAKAN
(PeDOmAn IdentifiKAsi PasieN)
Melakukan konsultasi dengan ST
EP
mentor tentang goole form
identifikasi pasien 01
Kaitan dengan nilai dasar ASN:
Kolaboratif
Harmonis
Hasil / Output
Notulensi dan
Kartu Bimbingan Konsultasi
Menyusun pembuatan STEP
google form identifikasi
pasien 02
Kaitan dengan nilai dasar
ASN: Kompeten dan Adaptif
Hasil/ Output
Google form identifikasi
pasien
Memberikan edukasi
terkait penggunaan google STEP
form identifikasi pasien
03Kaitan dengan nilai dasar
ASN:
23 Berorientasi pelayanan, Hasil/ Output
Kolaboratif dan Adaptif
Link Google form identifikasi telah
dibagikan ke grup WhatsAPP
MANFAAT,HAMBATAN 24
DAN KONTRIBUSI
TERHADAP VISI MISI
Manfaat Kegiatan
Kegiatan ini penting bagi penulis dikarenakan pada
tahapan ini penulis mempelajari cara menggunakan
google form untuk mengidentifikasi pasien dan
kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan inti dalam
keberhasilan merealisasikan gagasan pemecahan isu.
Kontribusi terhadap Visi, Misi dan Nilai Organisasi
Kegiatan ini akan berkontribusi sesuai dengan salah
satu misi RSUD Kabupaten Aceh Tamiang yaitu
meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM
dimana kegiatan ini menekankan keprofesionalisme
penulis dalam mengerjakan setiap tahapan yang ada
dikegiatan sesuai dengan pengetahuan penulis dan
juga menguatkan nilai organisasi yaitu akuntabel dan
adaptif.
Hambatan dan Strategi Pemecahan
Selama proses melakukan tahapan demi tahapan di
kegiatan pembuatan google form identifikasi pasien
sebagai penerapan DOAKAN (PeDOmAn IdentifiKAsi
PasieN) penulis mendapatkan hambatan yaitu
menentukan cara identifikasi yang lebih efisien dan
efektif, data-data yang dientry didalam google form
dan pembuatan google form yang mudah diisi dan
lengkap terkait identifikasi pasien.
Strategi pemecahan yang penulis lakukan yaitu
dengan berkonsultasi dengan mentor dan berdiskusi
terkait pembuatan google form identifikasi pasien
sebagai penerapan DOAKAN (PeDOmAn IdentifiKAsi
PasieN) yang menarik dan mudah digunakan oleh
perawat.
KEGIATAN 3
Focus Group Discussion (FGD) terkait DOAKAN (PeDOmAn IdentifiKAsi
PasieN) dan google form identifikasi pasien kepada Perawat
1 Output
Meminta izin kepada Kepala Ruangan
untuk melaksanakan Focus Group
Discussion (FGD)
Kaitan dengan nilai dasar ASN:
Kolaboratif dan Harmonis
2 Output
Output
Membuat daftar hadir peserta
Kaitan dengan nilai dasar ASN:
Kompeten
3
Membuat lembar komitmen
identifikasi pasien
Kaitan dengan nilai dasar ASN:
Akuntabel dan Kompeten
4 Output
Output
Penyampaian materi singkat mengenai
ketepatan identifikasi pasien.
Kaitan dengan nilai dasar ASN:
Berorientasi Pelayanan
Kompeten dan Harmonis
5
Penyerahan DOAKAN (PeDOmAn
IdentifiKAsi PasieN) kepada
kepala ruangan.
Kaitan dengan nilai dasar ASN:
Kompeten dan Adaptif
25
Manfaat Kegiatan Kontribusi terhadap Visi, Misi dan Nilai
Organisasi
Kegiatan melakukan Focus Group Discussion Kegiatan ini akan berkontribusi sesuai dengan
(FGD) terkait DOAKAN (PeDOmAn salah satu misi RSUD Kabupaten Aceh
IdentifiKAsi PasieN) dan google form Tamiang yaitu meningkatkan kompetensi
identifikasi pasien kepada Perawat ini dan profesionalisme SDM dimana kegiatan
sangatlah penting bagi penulis dikarenakan ini menekankan keprofesionalisme penulis
pada tahapan ini penulis menyampaikan dalam mengerjakan setiap tahapan yang ada
materi terkait ketepatan identifikasi pasien dikegiatan sesuai dengan pengetahuan
dan berdiskusi mengenai pelaksanaan penulis dan juga menguatkan nilai organisasi
identifikasi pasien. Penulis juga mengaitkan yaitu berorientasi pelayanan dan kolaboratif
pelaksanaan identifikasi pasien dengan
pengisian google form identifikasi pasien Hambatan dan Strategi Pemecahan
yang disesuaikan dengan flyer DOAKAN
(PeDOmAn IdentifiKAsi PasieN) dan kegiatan Selama proses melakukan tahapan demi
ini merupakan kegiatan inti dalam kegiatan tahapan di kegiatan melakukan Focus Group
aktualisasi. Discussion (FGD) terkait DOAKAN (PeDOmAn
IdentifiKAsi PasieN) dan google form
identifikasi pasien kepada Perawat penulis
mendapatkan hambatan yaitu sulitnya
menyesuaikan waktu diskusi di ruangan
dikarenakan pasien yang banyak. Kesulitan
lain yang didapatkan adalah penulis harus
dapat memahami lebih dalam terkait konsep
identifikasi pasien dan pelaksanaan dan
hambatan yang terjadi ketika melakukan
identifikasi pasien.
Strategi pemecahan yang penulis lakukan
yaitu dengan membuat kesepakatan dengan
kepala ruangan mengenai jadwal
pelaksanaan FGD (Focus Group Discussion)
dan belajar kembali mengenai konsep
identifikasi pasien dari beberapa literatur dan
berdiskusi dengan teman sejawat terkait
pelaksanaan identifikasi pasien yang benar
dan efektif di ruang ICU.
26
Kegiatan 4
Penerapan DOAKAN dan google form identifikasi pasien
Meminta izin kepada Kepala
Ruangan untuk melaksanakan STEP
penerapan DOAKAN dengan
google form identifikasi pasien 01
Kaitan dengan nilai dasar ASN:
Kolaboratif
Harmonis
Hasil / Output
Persetujuan Kepala Ruangan
Membaca flyer DOAKAN STEP Hasil/ Output
sebelum melakukan
tindakan keperawatan 02 Terlaksananya identifikasi
pasien sesuai flyer DOAKAN
Kaitan dengan nilai dasar
ASN: Adaptif dan Kolaboratif
STEP
03
Mengisi identifikasi pasien di STEP Hasil/ Output
google form identifikasi pasien
Kaitan dengan nilai dasar ASN: 04 Terisinya identifikasi pasien di
Akuntabel dan Kompeten google form
27 Mengisi lembar komitmen Kaitan Hasil/ Output
dengan nilai dasar ASN:
Akuntabel dan Kompeten Lembar komitmen yang telah terisi
dan ditandatangan
Manfaat Kegiatan
Kegiatan melakukan penerapan DOAKAN dan google form identifikasi
pasien ini sangatlah penting bagi penulis dikarenakan pada tahapan ini
penulis melihat tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya dan perbedaan
yang dilakukan setelah melakukan identifikasi pasien menggunakan
google form identifikasi pasien sesuai flyer DOAKAN. Kegiatan ini adalah
realisasi dari semua kegiatan dan tahapan aktualisasi yang telah
dilakukan.
Kontribusi terhadap Visi, Misi dan
Nilai Organisasi
Kegiatan ini akan berkontribusi sesuai dengan salah satu misi RSUD
Kabupaten Aceh Tamiang yaitu meningkatkan kompetensi dan
profesionalisme SDM dimana kegiatan ini menekankan
keprofesionalisme penulis dalam mengerjakan setiap tahapan yang ada
dikegiatan sesuai dengan pengetahuan penulis dan juga menguatkan
nilai organisasi yaitu berorientasi pelayanan dan harmonis
Hambatan dan Strategi Pemecahan
Selama proses melakukan penerapan DOAKAN dan google form
identifikasi pasien, penulis mendapatkan hambatan yaitu beberapa
perawat yang masih kesulitan dalam penggunaan google form
identifikasi pasien.
Strategi pemecahan yang penulis lakukan yaitu dengan membantu dan
mengajarkan kembali cara mengaplikasikan google form identifikasi
pasien untuk melakukan identifikasi pasien di ruang ICU.
28
DAFTAR
PUSTAKA
Presiden Republik Indonesia. Undang – Undang
Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014
Tentang Aparatur Sipil Negara. Negera
Kesatuan Republik Indonesia; 2014.
Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia. Salinan Peraturan Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia
Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil. Lembaga
Adminstrasi Negara Republik Indonesia; 2021
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
Republik Indonesia. Keputusan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:
139/KEP/M.PAN/11/2003 Tentang Jabatan
Fungsional Dokter dan Angka Kreditnya.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara; 2003
Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang
Keselamatan Pasien. Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia; 2017
Thank You