Kata Pengantar
Alhamdulillah tak terkira dan senantiasa kami panjatkan kepada Allah SWT penguasa semesta
alam dan ilmu pengetahuan. Tidak lupa shalawat serta salam tercurah limpah kepada
Rasulullah Muhammad SAW sang pencerah kegelapan dan pembawa kemajuan peradaban
manusia.
Torehan tinta ini dibuat dengan tujuan sebagai salah satu media pembelajaran dalam
mempelajari ilmu gizi dan diet. Sebagai suatu tantangan bagi penulis karena tulisan ini lahir
dizaman serbuan digitalisasi yang tak bisa terbendung, yaitu era revolusi industry 4.0. Namun
tidak ada yang sia-sia dalam sebuah karya. Diharapkan buku ini menjadi panduan bagi kita
untuk belajar menjadi pembelajar yang baik, dan senantiasa bersemangat untuk membaca,
menyederhankan hal yang rumit, dan menginternalisasikan ke dalam pikiran dan jiwa. Hal ini
menjadi pemantik api bagi penulis untuk selalu belajar dan mentransformasikan apa yang
dipahami melalui media cetak pembelajaran berupa buku “Ilmu Gizi dan Diet: Diet Jantung”
Sebagai mahasiswa D3 keperawatan, kami mencoba mengenalkan ilmu gizi dan diet tentang
diet jantung. Tujuan kami ingin mendeskripsikan diet jantung dari mulai pengenalan
gangguan penyakit sampai dengan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh program diet jantung.
Semakin kami mempelajari hal ini semakin kami menyadari bahwa terlalu banyak yang
belum kami ketahui tentang diet jantung. Buku digital ini dapat digunakan sebagai referensi
belajar, dan besar harapan kami buku ini juga dapat menstimulasi keinginan para mahasiswa
untuk lebih mengetahui tentang ilmu gizi dan diet terutama pada program diet jantung.
Terakhir ucapan terimakasih kepada bapak/ibu dosen pengampu dan para mahasiswa yang
selalu menjadi sumber inspirasi penulis, terimakasih atas kerjasamanya dan tidak lupa semua
contributor dalam perampungan buku ini yang tak mungkin disebutkan satu persatu.
Penulis,
Mahasiswa D3 Keperawatan
1
Latar Belakang
Jantung merupakan salah satu organ vital pada tubuh manusia yang berfungsi sebagai
pemompa darah untuk memenuhi keburuhan oksigen (O2) dan nutrisi ke seluruh tubuh. Organ
ini sangat penting untuk dijaga, karena apabila mengalami gangguan akan mengganggu
peredaran darah. Penyakit jantung dapat terjadi karena proses berkelanjutan, dimana jantung
secara berangsur kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsi secara normal. Pada
masa awal terjadi gangguan, jantung mampu mengkompensasi ketidakefisienan fungsinya
dan mempertahankan sirkulasi darah normal melalui pembesaran dan peningkatan denyut nadi.
Dalam keadaan tidak terkompensasi (Decompensatio Cordis), sirkulasi darah yang tidak
normal menyebabkan sesak nafas (dyspnea), rasa lelah, dan rasa sakit didaerah jantung.
berkurangnya aliran darah dapat menyebabkan kelainan pada fungsi ginjal, hati, otak, serta
tekanan darah, yang berakibat pada terjadinya resorpsi natrium. Hal ini akhirnya menimbulkan
edema. Penyakit jantung menjadi akut bila disertaiinfeksi (Endocarditis atau Carditis), gagal
jantung, setelah myocard infarct, dan setelah operasi jantung.
Faktor resiko terjadinya penyakit jantung koroner yang dapat dimodifikasi adalah diet
tinggi lemak jenuh, kolesterol dan kalori. Diet merupakan kebiasaan makan dan minum yang
diperbolehkan untuk mencapai tujuab tertentu, tetapi tetap harus sesuai anjuran dokter atau ahli
gizi (Tim kedokteran EGC, dalam Hartantri, 1998). Diet ini memiliki beberapa macam
disesuaikan dengan tujuannya dan memiliki aturan tersendiri pada masing masing jenisnya.
Dalam hal ini tujuan dari diet penyakit jantung agar tidak terjadi pengendapan dalam pembuluh
darah arteri yang menyebabkan penyempitan dan pengerasan, yaitu atherosclerosis. Dengan
melihat fenomena yang terjadi sekarang ini, dapat dikatakan bahwa penyakit jantung
merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering kali dihadapi masyarakat dan
merupakan predisposisi atau juga akibat untuk berbagai penyakit degeneratif lainnya. Pasien
pengidap penyakit jantung memerlukan perawatan, pengobatan dan di dukung dengan asupan
makanan yang menunjang pengobatan. Dengan pengaturan diet kusus yang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan asupan gizi penderita penyakit jantung.
2
Daftar Isi
Kata pengantar .......................................................................................................................i
Daftar isii................................................................................................................................ii
Modul I Diet Pada Pasien Dengan ...................................................................... 5
Penyakit Jantung
A. Prinsip Diet ...................................................................... 5
B. Tujuan Diet Pada Penyakit ....................................................................... 6
Jantung
C.Syarat Diet Jantung ....................................................................... 6
D. Tipe Diet Jantung ....................................................................... 6
E. Makanan yang Tidak ....................................................................... 7
Boleh Di berikan
F. Zat Gizi yang di perlukan ....................................................................... 9
Modul Diet Pada Pasien ....................................................................... 10
II Hiperlipoproteinemia
A. Tipe Hiperlipidemia ....................................................................... 11
B. prinsip diet ....................................................................... 12
C. Tujuan Diet ....................................................................... 12
D. syarat Diet ....................................................................... 12
E. Makanan yang tidak boleh ....................................................................... 12
di berikan
Modul Diet Pada Pasien Hipertensi ....................................................................... 13
III
A. Prinsip Diet ....................................................................... 15
B. Tujuan Diet ....................................................................... 15
C. Syarat diet Hipertensi ....................................................................... 15
D. Makanan yang harus di ....................................................................... 15
Hindari
Modul Diet Rendah Garam ....................................................................... 17
IV
3
A. Prinsip Diet ....................................................................... 17
B. Syarat Diet ....................................................................... 17
C. Tujuan Diet rendah Garam ....................................................................... 17
D. Tipe Diet rendah Garam ....................................................................... 17
E. makanan yang tidak boleh ........................................................................ 18
di berikan
Daftar Pustaka....................................................................................................................... iii
4
Modul I
Diet Pada Pasien dengan Penyakit Jantung
Diet yakni aturan makan khusus untuk sehat dan sebagainya (atas petunjuk ahli)
berpantang atau menahan diri terhadap makanan tertentu untuk kesehatan, mengatur kuantitas
dan jenis makanan untuk mengatur berat badan atau penyakit. Jantung, bagian tubuh yang
menjadi pusat transportasi darah yang terletak di dalam rongga dada sebelah atas. Sehingga
secara umum diet jantung (diet pada penderita penyakit jantung) adalah pengaturan pola makan
khusus terhadap penderita penyakit jantung baik kuantitas maupun jenis makanan. Sedangkan,
diet jantung adalah pengaturan makan yang diberikan kepada pasien yang mempunyai penyakit
jantung, dengan cara perubahan pola makan yang baik untuk menjaga supaya jantung dapat
berfungsi kembali normal.
Seperti pada diet lainnya, diet jantung memiliki prinsip yaitu menghindari makanan
yang tinggi lemak (terutama lemak jenuh dan lemak trans), karena dapat mengakibatkan
penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah. Berbeda dari diet penurunan berat badan, diet
jantung merupakan bagian dari pengobatan penyakit jantung dengan memastikan jantung tidak
bekerja ekstra dalam memompa darah akibat adanya tumpukan lemak.
Seperti apa diet jantung dan bagaimana menjalaninya? Diet jantung bukan hanya
direkomendasikan bagi pasien penyakit jantung, tetapi juga orang yang memiliki riwayat darah
tinggi, kolesterol tinggi, dan kegemukan atau obesitas. Dengan menjalankan diet jantung,
risiko terkena stroke atau serangan jantung juga akan menurun.
A. Prinsip Diet
Terapi gizi bagi pasien –pasien gagal jantung kongestif (decompensasi jantung) harus
berfokos pada keseimbangan status cairan dan elektrolit :
1. Pemantauan status kalium jika pasien mendapatkan terapi deuretik; pada hipokalemia,
kalium dapat diberikan dalam bentuk makanan yang banyak mengandung kalium
seperti kacang hijau atau suplemen kalium.
2. Pembatasan asupan garam (natrium) hingga 2-3 g natrium perhari (konsumsi garam
yang berlebihan dapat menyebabkan retensi cairansehingga menambah berat gejala
edema yang biasa terjadi pada decompensasi jantung ). Diet rendah natrium
5
merupakan kontraindikasi pada salt-depleting renal diseases seperti pielenofritis yang
menggangu fungsi tubulus ginjal dalam menyerap natrium.
3. Penyesuaian pembatasan cairan dilakukan menurut :
a. Respons pasien terhadap pengobatan
b. Kepatuhan terhadap pembatasan natrium
c. Intensitas / prorestifitas penyakit
B. Tujuan Diet pada Penyakit Jantung
Diet jantung memiliki tujuan, diantaranya:
a. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung
b. Menurunkan berat badan penderita bila penderita mengalami obesitas
c. Mencegah dan menghilangkan penimbunan garam dan air
d. Menurunkan kadar kolesterol dibawah 130 mg/dl dan kadar kolesterol total sebesar 200
mg/dl
C. Syarat Diet Jantung
Pada dasarnya setiap jenis diet memiliki syarat yang harus dipatuhi, tidak bisa
dilakukan begitu saja. Adapun syarat dari diet jantung ini, yaitu:
a. Energi cukup
b. Protein cukup, 0,8 g/kg BB
c. Lemak sedang, 25-30% kebutuhan energi total, 10% lemak jenuh, 10-15% lemak tidak
jenuh.
d. Kolesterol rendah, jika diserta dislipidemia.
e. Vitamin dan mineral cukup.
f. Garam rendah, 2-3 g/hari, jika diserta hipertensi atau odema.
g. Serat cukup untuk hindari konstipasi
D. Tipe Diet Jantung
Diet jantung memiliki beberapa tipe dengan perbedaannya sendiri, diantaranya:
1. Diet Jantung I (905 kkal)
6
Diberikan kepada penderita dengan Miocard Infark (MCI) akut.atau Congestive
cardiac failure berat. Diberikan berupa 1- 1,5 lt cairan/ hari selama 1-3 hari bila
penderita dapat mencernanya, makanan ini sangat rendah kalori dan semua zat gizi.
2. Diet Jantung II (1223 kkal)
Makanan diberikan secara berangsur dalam bentuk lunak setelah masa akut MCI dapat
diatasi menurut beratnya Hipertensi atau Oedema yang menyertai penyakit, makanan
yang diberikan rendah garam.(Diet jantung II rendah garam), makanan ini rendah
kalori, protein, kalsium dan thiamin.
3. Diet Jantung III (1662 kkal)
Diberikan kepada penderita Jantung yang tidak terlalu berat atau sebagai perpindahan
dari diet jantung II diberikan dalam bentuk makanan lunak atau biasa makanan ini
rendah kalori tetapi cukup zat gizi lain rendah garam menurut beratnya hipertensi atau
Oedema yang menyertai (diet jantung III rendah garam).
4. Diet Jantung IV (2004 kkal)
Diberikan kepada penderita Jantung ringan atau , atau sebagai perpindahan dari diet
jantung III. Diberikan dalam bentuk makanan biasa Rendah garam menurut hipertensi
atau Oedema yang menyertai penyakit (diet jantung IV rendah garam) Makanan ini
cukup kalori dan zat Gizi lain.
E. Makanan yang tidak boleh diberikan
Pantangan saat melakukan diet jantung sebagai berikut :
1. Makanan tinggi lemak dan kolesterol
Penyebab sakit jantung yang paling umum adalah penyempitan dan penyumbatan
pembuluh darah arteri oleh plak. Pada orang yang sehat, pembuluh darah ini menjadi jalur
mengalirnya darah kaya oksigen ke jantung. Akan tetapi, pada orang dengan penyakit
jantung, jalur tersebut menjadi lebih sempit karena plak. Akibatnya, aliran darah menjadi
tidak lancar. Plak pada arteri ini terbentuk oleh lemak dan kolesterol dari makanan yang
dikonsumsi setiap hari. Jika makanan tinggi lemak dan kolesterol sering dikonsumi, risiko
penyakit jantung akan semakin besar. Bila pasien penyakit kardiovaskuler mengonsumsi
makanan tinggi lemak dan kolesterol kondisi jantung dan pembuluh darah akan semakin
memburuk. Contoh makanan yang dilarang untuk pengidap penyakit jantung ini adalah
pizza, burger, daging dengan lemaknya, dan berbagai makanan yang digoreng.
2. Daging Olahan
7
Sumber protein hewani memang baik untuk jantung dan mendapatkan nutrisi ini
dari daging sapi. Akan tetapi, bukan daging sapi olahan, seperti sosis, kornet, atau daging
asap. Jenis daging ini mengalami proses pengolahan yang biasanya ditambahkan pengawet.
Bahan pengawet daging yang sering digunakan adalah nitrit dan garam. Orang dengan
masalah pada jantung diharuskan mengurangi asupan garam. Dikutip dari laman Cleveland
Clinic, garam dapat menaikkan tekanan darah dan mengurangi aliran darah kaya oksigen ke
jantung. Bila tekanan darah sudah tinggi, jantung akan mendapat banyak tekanan dan
bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Pada pasien penyakit
kardiovaskuler, pembuluh arteri bisa rusak dan akhirnya menyebabkan serangan jantung
atau stroke. Ketimbang mengonsumsi makanan yang dilarang untuk penderita penyakit
jantung ini, lebih baik memilih masakan daging sapi segar yang disisihkan lemaknya.
3. Mayonaise dan margarin yang tinggi lemak trans
Konsumsi mayonaise dan margarine yang mengandung lemak trans
dikhawatirkan memicu kenaikan kolesterol dan memperburuk penyakit kardiovaskular.
Sebagai ganti mayonaise, bisa menggunakan yogurt rendah lemak tanpa rasa. Selain itu
dapat mengganti mayonaise dengan minyak zaitun, yakni minyak yang sehat untuk
jantung. Akan tetapi, penggunaan minyak zaitun juga harus dibatasi.
4. Makanan tinggi gula
Obesitas adalah faktor risiko penyakit kardiovaskuler sekaligus memperparah
kondisinya. Maka itu, dokter akan meminta pasien penyakit jantung untuk menjaga berat
badannya tetap terkendali; tidak terlalu gendut maupun kurus. Agar berat badan tidak
berlebihan, konsumsi makanan tinggi gula harus dihindari. Apalagi dikonsumsi terlalu
sering. Contoh makanan tinggi gula yang menjadi pantangan untuk pasien penyakit
jantung adalah manisan buah kering, permen, kue-kue manis, dan es krim. Lebih baik
mengonsumsi yogurt rendah lemak tanpa rasa, buah-buahan segar, atau kacang almond
tanpa penambah rasa. Adapun makanan yang tidak boleh diberikan:
a. Sumber karbohidrat : makanan yang mengandung gas atau alcohol, seperti : ubi,
singkong, tape singkong dan tape ketan.
b. Sumber protein hewani : daging sapi dan ayam yang berlemak; gajih, sosis, ham, hati,
limpa, babat, otak, kepiting dan kerang-kerangan; keju, dan susu penuh.
c. Sumber protein nabati : kacang-kacangan kering yang mengandung lemak cukup
tinggi seperti kacang tanah, kacang mete, dan kacang bogor.
d. Sayuran : semua sayuran yang mengandung gas, seperti : kol, kembang kol, lobak,
sawi dan nangka muda.
8
e. Buah-buahan : buah-buahan segar yang mengandung alcohol atau gas, seperti : durian
dan nangka matang.
f. Lemak : minyak kelapa dan minyak kelapa sawit; santan kental.
g. Minuman : teh/kopi kental, minuman yang mengandung soda dan alcohol, seperti bir
dan wiski.
h. Bumbu : lombok, cabe rawit dan bumbu-bumbu lain yang tajam.
F. Zat Gizi yang diperlukan
Beberapa zat gizi yang diperlukan, diantaranya:
a. Sumber karbohidrat : beras ditim atau disaring; roti, mi, macaroni, biskuit, tepung
beras/terigu/sagu aren/sagu ambon, kentang, gula pasir, gula merah, madu dan sirup.
b. Sumber protein hewani : daging sapi, ayam dengan lemak rendah; ikan, telur, susu rendah
lemak dalam jumlah yang telah ditentukan.
c. Sumber protein nabati : kacang-kacangan kering, seperti : kacang kedelai dan hasil
olahannya, seperti tahu dan tempe.
d. Sayuran : sayuran yang tidak mengandung gas, seperti : bayam, kangkung, buncis, kacang
panjang, wortel, tomat, labu siam dan tauge.
e. Buah-buahan : semua buah-buahan segar, seperti : pisang, papaya, jeruk, apel, melon,
semangka dan sawo.
f. Lemak : minyak jagung, minyak kedelai, margarine, mentega dalam jumlah terbatas dan
tidak untuk menggoreng tetapi untuk menumis; kelapa atau santan encer dalam jumlah
terbatas.
g. Minuman : teh encer, coklat, sirup.
h. Bumbu : semua bumbu selain bumbu tajam dalam jumlah terbatas.
9
Modul II
Diet pada Pasien Hiperlipoproteinemia
Hiperlipidemia herediter ( hiperlipoproteinemia) adalah kadar kolseterol dan
trigliserida yang sangat tinggi, yang sifatnya diturunkan. Hiperlipidemia herediter
mempengaruhi system tubuh dalam fungsi metabolisme dan membuang lemak (Balai
Informasi Tekhnologi Lipi, 2009).
A. Tipe Hiperlipidemia
1. Hiperlipoproteinemia tipe I
Disebut juga hiperkilomikronemia familial, merupakan penyakit keturunan yang
jarang terjadi dan ditemukan pada saat lahir. Dimana tubuh penderita tidak mampu
membuang kilomikron dari dalam darah. Anak-anak dan dewasa muda dengan kelainan ini
mengalami serangan berulang dari nyeri perut. Hati dan limpa membesar, pada kulitnya
terdapat pertumbuhan lemak berwarna kuning pink (xantoma eruptif). Pemeriksaan darah
menunjukkan kadar trigliserida yang sangat tinggi. Penyakit ini tidak menyebabkan terjadi
aterosklerosis tetapi bisa menyebabkan pankreatitis, yang bisa berakibat fatal Penderita
diharuskan menghindari semua jenis lemak (baik lemah jenuh, lemak tak jenuh maupun
lemak tak jenuh ganda).
2. Hiperlipoproteinemia tipe II
Disebut juga hiperkolesterolemia familial, merupakan suatu penyakit keturunan
yang mempercepat terjadinya aterosklerosis dan kematian dini, biasanya karena serangan
jantung. Kadar kolesterol LDLnya tinggi. Endapan lemak membentuk pertumbuhan
xantoma di dalam tendon dan kulit. 1 diantara 6 pria penderita penyakit ini mengalami
serangan jantung pada usia 40 tahun dan 2 diantara 3 pria penderita penyakit ini mengalami
serangan jantung pada usia 60 tahun. Penderita wanita juga memiliki resiko, tetapi
terjadinya lebih lambat. 1 dari 2 wanita penderita penyakit ini akan mengalami serangan
jantung pada usia 55 tahun. Orang yang memiliki 2 gen dari penyakit ini (jarang terjadi)
bisa memiliki kadar kolesterol total sampai 500-1200 mg/dL dan seringkali meninggal
karena penyakit arteri koroner pada masa kanak-kanak. Tujuan pengobatan adalah untuk
menghindari faktor resiko, seperti merokok, dan obesitas, serta mengurangi kadar kolesterol
darah dengan mengkonsumsi obat-obatan. Penderita diharuskan menjalani diet rendah
lemak atau tanpa lemak, terutama lemak jenuh dan kolesterol serta melakukan olah raga
10
secara teratur. Menambahkan bekatul gandum pada makanan akan membantu mengikat
lemak di usus. Seringkali diperlukan obat penurun lemak.
3. Hiperlipoproteinemia tipe III
Merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi, yang menyebabkan tingginya
kadar kolesterol VLDL dan trigliserida. Pada penderita pria, tampak pertumbuhan lemak di
kulit pada masa dewasa awal. Pada penderita wanita, pertumbuhan lemak ini baru muncul
10-15 tahun kemudian. Baik pada pria maupun wanita, jika penderitanya mengalami
obesitas, maka pertumbuhan lemak akan muncul lebih awal. Pada usia pertengahan,
aterosklerosis seringkali menyumbat arteri dan mengurangi aliran darah ke tungkai.
Pemeriksaan darah menunjukkan tingginya kadar kolesterol total dan trigliserida. Kolesterol
terutama terdiri dari VLDL. Penderita seringkali mengalami diabetes ringan dan
peningkatan kadar asam urat dalam darah. Pengobatannya meliputi pencapaian dan
pemeliharaan berat badan ideal serta mengurangi asupan kolesterol dan lemak jenuh.
Biasanya diperlukan obat penurun kadar lemak. Kadar lemak hampir selalu dapat
diturunkan sampai normal, sehingga memperlambat terjadinya aterosklerosis.
4. Hiperlipoproteinemia tipe IV
Merupakan penyakit umum yang sering menyerang beberapa anggota keluarga dan
menyebabkan tingginya kadar trigliserida. Penyakit ini bisa meningkatkan resiko terjadinya
aterosklerosis. Penderita seringkali mengalami kelebihan berat badan dan diabetes ringan.
Penderita dianjurkan untuk mengurangi berat badan, mengendalikan diabetes dan
menghindari alkohol. Bisa diberikan obat penurun kadar lemak darah.
5. Hiperlipoproteinemia tipe V
Merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi, dimana tubuh tidak mampu
memetabolisme dan membuang kelebihan trigliserida sebagaimana mestinya. Selain
diturunkan, penyakit ini juga bisa terjadi akibat :
a. Penyalahgunaan alkohol
b. Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
c. Gagal ginjal
d. Makan setelah menjalani puasa selama beberapa waktu.
Jika diturunkan, biasanya penyakit ini muncul pada masa dewasa awal. Ditemukan
sejumlah besar pertumbuhan lemak (xantoma) di kulit, pembesaran hati dan limpa serta
nyeri perut. Biasanya terjadi diabetes ringan dan peningkatan asam urat. Banyak penderita
yang mengalami kelebihan berat badan. Komplikasi utamanya adalah pankreatitis, yang
seringkali terjadi setelah penderita makan lemak dan bisa berakibat fatal. Pengobatannya
11
berupa penurunan berat badan, menghindari lemak dalam makanan dan menghindari
alkohol. Bisa diberikan obat penurun kadar lemak.(http://www.medicastore.com).
B. Prinsip Diet
Prinsip dalam diet pada pasien Hiperlipoproteinemia, diantaranya:
a. Berat Badan harus Stabil
b. Menghindari makanan yang berlemak
c. Menghindari makanan yang berkolesterol tinggi
d. Memfasilitasi penurunan berat badan dengan makanan berkalori tinggi
C. Tujuan diet
Untuk mengurangi asupan lemak total, lemak jenuh dan kolesterol secara progresif dan
untuk mencapai berat badan yang diinginkan.
D. Syarat Diet
Syarat dalam diet pada pasien Hiperlipoproteinemia, diantaranya:
a. Energi yang dimasukkan disesuaikan dengan berat badan dan aktivitas fisik
b. Jumlah protein adalah 10-20 % dari energi total
c. Jumlah lemak adalah <30 % dari energi total, diutamakan lemak tidak jenuh
d. Jumlah kolesterol adalah 200-300 mg/hari
e. Jumlah karbohidrat adalah 50-60% dari energi total
f. Serat sebaiknya lebih dari 25 gr/hari
E. Makanan yang tidak boleh diberikan
Beberapa makanan dibawah ini merupakan pantangan makanan yang dilarang
untuk dikomsumsi selama menjalankan diet, diantaranya:
a. Tidak boleh makan makanan yang mengandung kolesterol dan lemak jenuh
b. Otak dan jerohan seperti hati, ginjal, usus, babat.
c. Lapis legit, tarcis, kue-kue kering, gorengan yang mengandung telur dan/atau lemak
jenuh. Demikian pula makanan manis seperti selai, sirup, jam, permen, cokelat, toffee,
es krim, es teller.
d. Makanan yang dimasak dengan santan kental,seperti gudeg, gulai,kare.
12
Modul III
Diet Pada Pasien Hipertensi
DASH adalah kependekan dari Dietary Approach to Stop Hypertension atau diet
yang diterapkan khusus untuk penderita hipertensi. Namun ternyata DASH diet juga berefek
positif terhadap beberapa penyakit seperti stroke, obesitas, dan juga diabetes. Serta
memproteksi tubuh dari penyakit osteoporosis, kanker, diabetes, dan penyaki jantung.
Karena diet DASH diformulasikan untuk menurunkan tekanan darah maka jumlah sodium
(garam) yang dianjurkan adalah 1500 mg–2300 mg. Jumlah ini di bawah yang
direkomendasikan diet-diet tradisional. Bawah ini adalah aturan frekuensi dan porsi makanan
dalam diet DASH yang hanya mencakup 2000 kalori per hari.
1. Karbohidrat dari Biji-bijian (6-8 kali konsumsi/hari)
Termasuk didalamnya adalah roti gandum, beras, sereal, dan pasta.1 kali konsumsi misalnya 1
lembar roti gandum, 100 gr sereal, atau 70 gr nasi/pasta.SebaiknyaAnda mengonsumsi beras
merah ketimbang berasputih karena mengandung indeks glikemik rendah (proses
pencernaanya lama sehingga tidak membuat cepat lapar). Dan lebih baik
mengonsumsi pasta atau sereal berlabel mengandung 100% gandum utuh.Sebenarnya bijian-
bijian ini mengandung lemak jenuh yang rendah jadi jangan menambahkan apapun seperti
mentega, keju atau krim.
2. Sayuran (4-5 kali konsumsi/hari)
Tomat, wortel, brokoli, dan sayuran lainnya mengandung serat, vitamin, potassium, dan
magnesium.Untuk 1 kali konsumsi takarannya adalah 1 mangkuk sup untuk sayuran mentah
dan ½ mangkuk untuk sayuran yang telah di olah. Jika mengonsumsi sayuran beku, periksalah
terlebihdulu kandungan yang tertera pada label, pilih yang mengandung sodium rendah atau
tanpa garam.
3. Buah-buahan (4-5 kali konsumsi/hari)
Seperti halnya sayur-sayuran, buahan-buahan mengandung banyak mineral yang diperlukan
tubuh.Untuk diet hipertensi dan diabetes sayuran dan buah-buahan memang makanan yang
tepat.Perlu diketahui beberapa buah bersifat asam kontradiktif terhadap beberapa obat.Karena
itu, penting untuk selalu konsultasikan pada dokter jenis buah yang akan dikonsumsi jika anda
sedang dalam pengobatan.
13
4. Produk Susu (2-3 kali konsumsi/hari)
Susu, yogurt, keju, dan produk susu lainnya adalah sumber vitamin D dan kalsium. Pilihlah
produk olahan susu yang rendah lemak. Untuk olahan susu yang rendah lemak, 1 kali
konsumsi jumlah yang dianjurkan adalah 1 cangkir. Yogurt beku yang rendah lemak juga
sangat baik apalagi jika ditambah buah-buahan.
5. Daging Tanpa Lemak, Unggas, Ikan ( kurang dari 6 kali konsumsi/hari)
Perlu diingat, sumber protein yang diperbolehkan adalah bebas lemak.Ayam dan sejenisnya
bisa dimasak tanpa kulit sedangkan daging harus dibuang lemaknya terlebih dahulu. Per 1 kali
konsumsi Anda dapat menyantap sumber protein ini sejumlah 1 ons saja.
6. Kacang-kacangan (4-5 kali konsumsi/minggu)
Almond, lentil, kacang merah, dan kacang-kacangan lainnya penuh dengan protein dan
mineral seperti magnesium dan potasium. Dalam hal ini, tahu dan tempe bisa menjadi pilihan
yang sangat baik. Jenis makanan ini harus dibatasi konsumsinya per minggu sebab kacang-
kacangan mengandung kalori tinggi dan lemak, meskipun lemak yang dikandung adalah
lemakbaik. 1 ½ ons kacang-kacangan per sekali konsumsi adalah porsi yang dianjurkan
7. Lemak dan Minyak (2-3 kali konsumsi/hari)
Lemak masih tetap diperlukan tubuh untuk menyerap vitamin esensial untuk meningkatkan
sistem imunitas tubuh. Tetapi kebanyakan mengonsumsi lemak juga sangat tidak baik karena
akan meningkatkan resiko darah tinggi, obesitas, dan diabetes mellitus. Per 1 kali
konsumsi jumlah yang diperbolehkan adalah 1 sendok teh magarin atau 1 sendok makan
mayones rendah lemaka tau 2 sendok makan salad dressing.
8. Gula (kurang dari 5 kali konsumsi/minggu)
Dalam menjalani diet DASH, Anda takperlu mengeluarkan segala yang manis-manis
dari menu diet Anda. Per satu kali konsumsi 1 sendok makan gulapasir sudah sangat cukup
untuk jelly atau jus jeruk nipis anda. Diet ini sangat cocok untuk memproteksi Anda dari
segala macam penyakit berat apapun itu bentuknya. Selamat diet dan selamat menjalani hidup
sehat.
14
A. Prinsip Diet
Adapun prinsip diet pada pasien Hipertensi, diantaranya:
a. Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan kondisi
b. Jumlah garam dibatasi sesuai dengan kesehatan penderita dan jenis makanan dalam
daftar diet konsumsi garam dapur tidak lebih dari ¼ - ½ sendok teh/ hari
B. Tujuan Diet
Pada dasarnya setiap diet memiliki tujuan yang ingin dicapai, begitu pula dengan diet
ini yang memiliki tujuan diantaranya:
a. Mengurangi asupan garam
b. Memperbanyak serat
c. Menghentikan kebiasaan buruk
d. Memperbanyak asupan kalium
e. Penuhi kebutuhan magnesium
f. Lengkapi kebutuhan kalsium
C. Syarat Diet Hipertensi
Adapun syarat diet pada diet ini, yaitu
a. Cukup energi
b. Cukup protein
c. Cukup mineral dan vitamin
d. Bentuk makanan disesuaikan
e. Besar natrium disesuaikan dengn berat tidakny retensi garam/air hipertensi
D. Makanan yang harus dihindari
Pantangan makanan yang harus dihindari selama melakukan diet ini, yaitu:
a. Makanan bergaram tinggi.
b. Konsumsi alcohol berlebih
15
E. Zat Gizi yang dianjurkan bagi penderita hipertensi
a. Sayuran dan buah-buahan. Kandungan serat dan vitamin C nya dapat membentuk
menurunkan tekanan darah tinggi.
b. Sereal juga berfungsi untuk membantu menyerap lemak dan kandungan seratnya
membantu dalam poses pencernaan makanan.
c. Jenisikan yang banyak mengandung lemak seperti salmon, makerel, dan sarden.
16
Modul IV
Diet Rendah Garam
Yang dimaksud garam disini adalah garam dapur (NaCl) , soda kue (NaCHO3),
baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (mono sodium glutamat). Anjuran WHO
pembatasan garam dapur hingga 6 gram sehari (2400 mg natrium). Asupan natrium yang
berlebihan terutama dalam bentuk garam dapur (NaCl) dapat menyebabkan hipertensi asites
(penumpukan cairan pada tubuh) dan edema/bengkak . Penyakit-penyakit seperti sirosis hati,
hipertensi, gagal jantung, dan penyakit ginjal dapat menyebabkan gejala demikian.
A. Prinsip Diet
Adapun prinsip diet pada diet ini, yaitu:
a. Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan kondisi
b. Jumlah garam dibatai sesuai dengan kesehatan penderita dan jenis makanan dalam daftar
diet konsumsi garam dapur tidak lebih dari ¼ - ½ sendok teh.
B. Syarat Diet
Sama halnya dengan diet lain, diet ini juga memiliki syarat yang berbeda dengan
syarat diet jenis lain, yaitu:
a. Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan penyakit yang diderita.
b. Cukup kalori, protein dan mineral.
c. Jumlah garam natrium disesuaikan dengan yang dibutuhkan.
C. Tujuan Diet Rendah Garam
Untuk menghilangkan retensi (penahanan) garam atau air dalam jaringan tubuh, dan
menurunkan tekanan darah pada hipertensi.
D. Tipe Diet Rendah Garam
1. Diet Rendah Garam 1 (200-400mg Na)
Diet tipe ini diberikan pada pasien edema , asites dan atau hipertensi berat. Pada
pengolahan makanannya tidak ditambahkan garam dapur. Hindari makanan yang kadar
natriumnya tinggi.
17
2. Diet Rendah Garam II (600-800MG Na)
Diet tipe ini diberikan pada pasien edema , asites dan atau hipertensi berat. Pada
pengolahan makanannya boleh menggunakan ½ sendok teh garam dapur (2 gram) . Hindari
makanan yang tinggi kadar natriumnya.
3. Diet Rendah Garam III (1000-1200gr Na)
Diet rendah garam tipe 3 diberikan pada pasien dengan edema dan atau hipertensi
ringan. Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan 1 sendok teh garam dapur (4
gram).
E. Makanan yang tidak boleh diberikan
Pantangan makanan yang tidak boleh dimakan selama melakukan diet ini, yaitu:
a. Karbohidrat : Roti, biskuit, kue-kue yang dimasak menggunakan baking powder atau soda
b. Sumber protein hewani : Telur maksimal 1 hari sekali, daging atau apapun yang diawetkan
dengan garam dapur (misal ikan asin)
c. Sumber protein nabati : Keju, semua kacang tanah yang diolah dengan garam dapur/vetsin.
d. Sayuran (sayuran dalam kaleng : acar, sawi asin, asinan)
e. Buah : Buah dalam kaleng, asinan
f. Lemak : Margarin dan mentega
g. Bumbu (baking powder, vetsin/micin/MSG, kecap,terasi, saus tomat, petis
18
DAFTAR PUSTAKA
Humas, T. (2019). PENATALAKSANAAN DIET JANTUNG.
https://rsuppersahabatan.co.id/artikel/read/penatalaksanaan-diet-jantung
Harismi, A. (2021). Makanan yang Direkomendasikan dan Pantangannya dalam Diet Jantung.
https://www.sehatq.com/artikel/diet-jantung-dan-panduan-dalam-menjalankannya/amp
Puji, A. (2021). 5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung.
https://hellosehat.com/jantung/penyakit-jantung/pantangan-makanan-penderita-sakit-jantung/
Anonim, (2013). DIET HIPERLIPIDEMIA, HIPERTENSI, DAN SISTEM
KARDIOVASKULER. http://putrakietha.blogspot.com/2013/03/ilmu-gizi-diet-
hiperlipidemia.html
Al, A. L, dkk. 2007. The Influence of Prayer Coping on Mental Health among Cardiac Surgery
Patients. The Role of Optimism and Acute Distress. Journal of Health Psychology. Vol 12 (4)
580-596. London, Thousand Oaks and New Delhi: SAGE Publication.
Mendelson, T. & Thurston, R. C. 2008. Affective and Cardiovascular Effects of
Experimentally-Induced Social Status. Journal of Health Psychology. Vol 27. No. 4. 482-489.
Copyright by the American Psychologycal Association
19