MULAI DARI DIRI Integrasi CT di dalam STEM memiliki potensi untuk meningkatkan pembelajaran di bidang STEM, serta meningkatkan ketertarikan siswa untuk mempelajari STEM (Yang et al., 2018). Selain itu, integrasi CT di dalam kelas juga mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan problem solving yang dimiliki oleh siswa (Fessakis et al., 2013). Integrasi CT pada STEM dinilai penting karena CT skills berkaitan erat dengan proses-proses yang ada pada STEM seperti pemodelan, penalaran, dan pemecahan persoalan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk dapat mengintegrasikan CT pada pembelajaran STEM. Salah satu pendekatan pembelajaran pada STEM adalah pembelajaran berbasis proyek. Pada modul ini, Anda akan mempelajari bagaimana CT dapat diintegrasikan pada proyek STEM. Setelah mempelajari konsep integrasi CT dan Proyek STEM melalui flipped learning, Anda selanjutnya perlu menuliskan kendala-kendala apa saja yang dihadapi pada pelaksanaan proyek yang dipilih. Apabila proyek yang dipilih bukanlah proyek yang pernah dilaksanakan, maka Anda perlu menuliskan kendala apa yang mungkin terjadi, dan bagaimana usulan Anda untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Penyelesaian : Jika Anda memilih proyek STEM yang belum pernah Anda lakukan (mengambil proyek yang ada di media lain seperti buku dan internet), potensi kendala apa yang mungkin dihadapi jika proyek STEM tersebut dilaksanakan? Menurut pendapat saya, potensi kendala yang mungkin akan dihadapi jika proyek STEM tersebut dilaksanakan adalah - Keterbatasan Pengetahuan dan Keterampilan. Proyek tersebut merupakan proyek STEM yang belum pernah saya lakukan sehingga mungkin akan ada aspek-aspek yang tidak saya mengerti atau keterampilan khusus yang perlu dipelajari. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi saya, terutama jika pengetahuan atau keterampilan tersebut sulit dipelajari atau membutuhkan waktu yang lama untuk dikuasai. - Kurang pemahaman tentang konsep dan teori yang mendasari proyek tersebut. Hal tersebut dapat menyebabkan saya mengalami kesulitan dalam merencanakan dan melaksanakan proyek. - Kesalahan dalam Instruksi atau Pedoman. Proyek tersebut saya ambil dari jurnal penelitian, sehingga memungkinkan ada kesalahan atau ketidakjelasan dalam instruksi atau pedoman. Hal tersebut dapat menyebabkan kesulitan dalam melaksanakan proyek atau bahkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Tuliskan usulan Anda untuk mengatasi kendala-kendala yang telah Anda sebutkan di atas! Berikut adalah usulan saya untuk mengatasi kendala-kendala pada proyek STEM: - Kurang pemahaman tentang konsep dan teori yang mendasari proyek tersebut Untuk mengatasi kendala ini, penting untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum memulai proyek. Riset dapat dilakukan dengan membaca buku, artikel, atau sumber daya
lainnya yang relevan dengan proyek tersebut. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan berdiskusi dengan orang yang ahli di bidang tersebut. - Kekurangan keterampilan dan pengetahuan teknis yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek Untuk mengatasi kendala ini, penting untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan teknis yang diperlukan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti pelatihan, kursus, atau belajar secara mandiri. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan bekerja sama dengan orang yang memiliki keterampilan dan pengetahuan teknis yang diperlukan.
T4-2a. Eksplorasi Konsep - Lembar Kerja Mahasiswa Nama Risa Anggi Yosita NIM 233129712160 Judul Proyek STEM yang Dipilih Proyek Jembatan Hidrolik Sumber https://pdfcoffee.com/makalah-proyek-fluida-statis-pdf-free.html https://www.youtube.com/watch?v=NC8g15R-6cg https://www.youtube.com/watch?v=A_T8FESkzIQ Deskripsi Singkat tentang Proyek STEM yang Dipilih Proyek jembatan hidrolik adalah proyek STEM yang menyenangkan dan mendidik yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Proyek ini menggunakan prinsip-prinsip fluida statis untuk membuat jembatan hidrolik. Jembatan Hidrolik ini hanya akan bekerja secara bersamaan jika terdapat tekanan yang diberikan pada suntik A. Jadi cara kerja jembatan ini yaitu dengan mendorong atau memberikan gaya / tekanan pada kedua suntikan A secara bersama-sama sehingga jembatan tersebut bisa terangkat secara bersamasama juga. Pada saat suntik A diberikan gaya secara bersamaan, maka tekanan akan menuju pada suntik B. Saat katup suntikan A ditekan menyebabkan air menekan katup suntikan B sehingga katup suntikan B naik. Hal ini disebabkan karena tekanan pada air akan diteruskan ke semua arah jika berada dalam ruang tertutup. Alat yang dibutuhkan adalah gunting, carter dan lem. Bahan yang dibutuhkan adalah stik es krim, suntikan 2 buah diameter 1 cm, suntikan 2 buah diameter 2 cm, elang 2 buah 50 cm, ripleks, engsel kecil 2 buah. Media pembelajaran yang digunakan adalah jembatan hidrolik berbasis STEM, yang mana analisis STEM yang terkandung dalam media dijabarkan sebagai berikut: • Science; mempelajari Fisika, fluida statis, hukum Pascal • Technology; jembatan hidrolik dapat dibuat dengan bahan stik es krim. Stik es krim merupakan bahan yang murah, mudah didapat, dan ramah lingkungan.
Nama Risa Anggi Yosita NIM 233129712160 • Engineering; pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain media, menggambar, memotong, dan merakit. • Mathematics; mempelajari konsep-konsep matematika, seperti rasio, perbandingan, dan volume serta pengukuran pembuatan media (panjang kabel, jembatan, dll)
Hal-hal yang menjadi bagian dari portofolio untuk topik CT dan proyek STEM adalah sebagai berikut: Hasil Lembar Kerja Reflektif Individual (01.03 dan 02.02). Hasil kerja pada Ruang Kolaborasi. Nomor Kelompok 4 (Empat) Anggota Kelompok 1. Coryan Wira Christian (233129712608) 2. Nisrina Mesi (233129712073) 3. Risa Anggi Yosita (233129712160) 4. Rivalda Firsophi Trixie (233129711974) Judul Proyek STEM yang Dipilih Perancangan Produk Penanganan Limbah Rumah Tangga Sumber ● Informasi terkait ekoenzim: https://www.its.ac.id/news/2023/07/05/kenali-ekoenzim-sobatlingkungan-yang-bermanfaat-bagi-air/ ● RPP yang menjadi rujukan: https://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/85504-1673360007.pdf ● Modul ajar yang telah disusun oleh kelompok 4 : https://docs.google.com/document/d/1GitrJOro_GhS3z35tuHZx srr47OpOLRp/edit?usp=sharing&ouid=1025803275339928536 76&rtpof=true&sd=true Deskripsi Singkat tentang Proyek STEM yang Dipilih Projek ini diambil dari mata pelajaran IPA dengan Bab Pencemaran Lingkungan dan Perubahan Iklim pada materi kelas VII pada fase D. Adapun analisis materi dengan pembelajaran STEMnya adalah: 1. Sains: Pada pertemuan ini akan mempelajari materi terkait pencemaran lingkungan pada udara, air, suara dan tanah. 2. Teknologi: Semisal dari 32 peserta didik dikelas akan dibagi menjadi 8 kelompok. Peserta didik secara berkelompok dengan menggunakan internet mencari informasi terkait apa saja gagasan untuk menangani limbah rumah tangga sebagai upaya meminimalisir pencemaran lingkungan mengatasi permasalahan lingkungan yang outputnya adalah membuat poster dari canva. 3. Engineering: Peserta didik melakukan kegiatan merancang, merangkai, mencoba mempraktikkan membuat gagasan penanganan limbah rumah tangga, contoh: membuat pupuk organik dari daun-daun yang gugur, membuat media hidroponik
dari botol bekas untuk mengatasi limbah rumah tangga. Dengan rincian tugas dibagi menjadi: Percobaan 1: Limbah Organik - Kelompok 1, 2, 5, 6 Percobaan 2: Limbah Anorganik - Kelompok 3, 4, 7, 8 4. Matematika: Menghitung biaya yang diperlukan dalam merancang set percobaan dari gagasan yang sudah dirancang Nomor Kelompok 4 (Empat) Anggota Kelompok 1. Coryan Wira Christian (233129712608) 2. Nisrina Mesi (233129712073) 3. Risa Anggi Yosita (233129712160) 4. Rivalda Firsophi Trixie (233129711974) Nama Proyek Perancangan Produk Penanganan Limbah Rumah Tangga Deskripsi Singkat Proyek Projek ini diambil dari mata pelajaran IPA dengan Bab Pencemaran Lingkungan dan Perubahan Iklim pada materi kelas VII pada fase D. Adapun analisis materi dengan pembelajaran STEMnya adalah: 1. Sains: Pada pertemuan ini akan mempelajari materi terkait pencemaran lingkungan pada udara, air, suara dan tanah. 2. Teknologi: Semisal dari 32 peserta didik dikelas akan dibagi menjadi 8 kelompok. Peserta didik secara berkelompok dengan menggunakan internet mencari informasi terkait apa saja gagasan untuk menangani limbah rumah tangga sebagai upaya meminimalisir pencemaran lingkungan mengatasi permasalahan
lingkungan yang outputnya adalah membuat poster dari canva. 3. Engineering: Peserta didik melakukan kegiatan merancang, merangkai, mencoba mempraktikkan membuat gagasan penanganan limbah rumah tangga, contoh: membuat pupuk organik dari daun-daun yang gugur, membuat media hidroponik dari botol bekas untuk mengatasi limbah rumah tangga. Dengan rincian tugas dibagi menjadi: Percobaan 1: Limbah Organik - Kelompok 1, 2, 5, 6 Percobaan 2: Limbah Anorganik - Kelompok 3, 4, 7, 8 4. Matematika: Menghitung biaya yang diperlukan dalam merancang set percobaan dari gagasan yang sudah dirancang. Outline Proyek Pertemuan 1: Peserta didik memasuki bab Pencemaran Lingkungan dan Perubahan Iklim pada materi kelas VII, dan mempelajari materi terkait pencemaran lingkungan pada udara, air, suara dan tanah. Pertemuan 2: Peserta didik melanjutkan perancangan dan menghasilkan karya, lalu mempresentasikannya di depan kelas. Tujuan Pembelajaran 1. Melalui kegiatan literasi peserta didik dapat menganalisis apa saja pencemaran lingkungan disekitarnya dan penyebabnya. 2. Melalui kegiatan diskusi kelompok peserta didik secara berkelompok dapat merancang upaya-upaya mencegah pencemaran lingkungan . 3. Melalui kegiatan diskusi kelompok peserta didik dapat merancang, merangkai, mencoba mempraktikkan membuat satu karya/produk gagasan penanganan limbah rumah tangga mempelajari apa saja upaya mencegah pencemaran lingkungan.. Driving Question ● Apakah kamu pernah membeli jajan disekolah?
● Kira-kira dari jajan tersebut apa bungkus dari jajan tersebut? ● Kemana biasanya kamu membuang bungkus dari jajan tersebut apabila sudah selesai memakan jajannya? Produk Akhir Produk penanganan limbah rumah tangga, contoh: membuat pupuk organik dari daun-daun yang gugur, membuat media hidroponik dari botol bekas untuk mengatasi limbah rumah tangga. Dengan rincian tugas dibagi menjadi: Percobaan 1: Limbah Organik - Kelompok 1, 2, 5, 6 Percobaan 2: Limbah Anorganik - Kelompok 3, 4, 7, 8 Hands-on Activities Produk dari Limbah Rumah Tangga Asesmen Aspek kelengkapan alat dan bahan, kerja sama, kesesuaian percobaan dengan langkah kerja, dan presentasi hasil gagasan yang dibuat beserta manfaatnya produk. Resources yang Dibutuhkan Limbah-limbah rumah tangga, seperti daun-daun yang gugur, botol plastik, dan lain sebagainya tergantung kebutuhan produk yang dibuat oleh peserta didik Integrasi CT dalam proyek STEM (Baek et al., 2021) Abstraksi: Menentukan limbah rumah tangga yang ingin dijadikan produk dan apa manfaatnya. Algoritma: Mengetahui langkah-langkah dalam pembuatan produk dan dapat membuat produk dari limbah rumah tangga.
Komunikasi: Presentasi hasil karya produk dari limbah rumah tangga yang telah dibuat lengkap dengan manfaatnya sebagai sharing kepada kelompok lain. Conditional Logic: Penggunaan logika dalam bentuk IFELSE untuk mengidentifikasi jenis dari limbah rumah tangga yang akan dijadikan produk. Jika limbahnya organik, maka dapat dibuat menjadi produk…” Pengumpulan Data: Mengumpulkan data apa saja yang dapat dimanfaatkan dari limbah rumah tangga. Struktur Data, Analisis dan Representasi Data: Menggunakan hasil presentasi dari berbagai kelompok untuk mengetahui apa saja cara untuk meminimalisir pencemaran lingkungan dan apa saja produk yang dapat dibuat. Dekomposisi: Mengelompokkan limbah rumah tangga menjadi dua, yaitu limbah organik dan anorganik, sehingga dalam mendaurnya menjadi produk pasti juga akan berbeda. Pengenalan Pola: Identifikasi cara atau langkah yang dapat dilakukan untuk membuat produk dari limbah rumah tangga. Pemodelan dan Simulasi: Menggunakan karya produk dari limbah rumah tangga yang telah dibuat sesuai dengan manfaatnya, semisal pupuk, maka ditabur pada tanamantanaman disekitar sekolah.
Nomor Kelompok : 4 (Empat) Nama Anggota Kelompok : 1. Coryan Wira Christian (233129712608) 2. Nisrina Mesi (233129712073) 3. Risa Anggi Yosita (233129712160) 4. Rivalda Firsophi Trixie (233129711974) Perbedaan Pembelajaran Sebelum dan Sesudah Diintegrasikan CT Sebelum diintegrasikan CT pembelajaran STEM menurut kelompok kami sudah baik dalam mewadahi dan memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik, dan memberikan wadah kreatifitas juga bagi peserta didik. Namun sesudah pembelajaran STEM diintegrasikan CT (Baek et al., 2021), ada beberapa penambahan dalam modul ajar yang telah dibuat, pembelajarannya menjadi lebih komprehensif atau lebih menyeluruh, runtut, dan lebih jelas dari segi hasil produk yang ingin diperoleh menjadi lebih rinci. Namun penting untuk diketahui bahwa integrasi CT dalam pembelajaran STEM mungkin tidak dapat digunakan dalam seluruh materi yang ada (hanya beberapa materi yang cocok, dan khususnya materi yang dapat dibuat tugasnya menjadi membuat produk atau proyek). Namun secara umum kelompok kami menyimpulkan bahwasanya, integrasi CT dalam pembelajaran STEM dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran STEM dan membantu siswa mengembangkan keterampilan yang lebih luas dan terperinci terkait hasil yang diinginkan.
Feedback yang diberikan dosen lain pada saat Demonstrasi Kontekstual. Nomor Kelompok 4 (Empat) Anggota Kelompok 1. Coryan Wira Christian (233129712608) 2. Nisrina Mesi (233129712073) 3. Risa Anggi Yosita (233129712160) 4. Rivalda Firsophi Trixie (233129711974) Nama Proyek Perancangan Produk Penanganan Limbah Rumah Tangga Catatan-catatan Perbaikan yang Perlu Dilakukan Berdasarkan Masukan Dari Dosen dan Kelompok Lain Masukan dari Pak Khusaini selaku dosen pengampu: - Untuk pertanyaan pemantik bisa menggunakan pertanyaan yang lebih mudah: contohnya seperti “apakah kamu pernah membeli jajanan atau makanan di kantin?”, “jika pernah bungkus seperti apa yang biasanya ada pada jajanan yang kamu makan?”, “jika sudah selesai makan biasanya bungkusnya dibuang kemana?”. Sehingga peserta didik tidak perlu memikir lama untuk menjawab pertanyaan pemantik dan tidak harus belajar terlebih dahulu untuk menjawabnya. - CT yang diterapkan yang penting mengandung tiga unsur, dan juga dapat mengandung 4 fondasi dalam computational thinking yakni Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi, dan Algoritma. Pertanyaan dari kelompok lain: 1. Dari Devi: “Apa perbedaan sebelum dan setelah STEM diterapkan CT?” Jawab: Setelah diterapkan CT pada produk STEM lebih terperinci dan lebih jelas dalam hasil yang diinginkan. Selain itu juga ada penambahan poin dalam modul ajar, terkait step atau langkah kerja agar lebih terperinci. 2. Dari Salma: “kelompok mendapatkan sintaks CT dari mana?”
Jawab: Kelompok kami mendapatkan sintaks tersebut dari jurnal yang ada pada LMS. Khususnya Integrasi CT dalam proyek STEM (Baek et al., 2021).
KONEKSI ANTAR MATERI - Kesimpulan Anda tentang bagaimana CT dapat diintegrasikan ke dalam proyek STEM! - Tantangan-tantangan mungkin akan dihadapi ketika mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM! - Tambahkan juga solusi apa yang dapat Anda usulkan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Penyelesaian : - CT dapat diintegrasikan ke dalam proyek STEM dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning/PBL) yang menggabungkan elemenelemen CT dalam aktivitas pembelajaran. Dalam proyek STEM, siswa dapat diberikan kesempatan untuk menerapkan pemikiran komputasional dalam memecahkan masalah dan merancang solusi. Misalnya, siswa dapat menggunakan pemodelan, algoritma, dan logika kondisional untuk merancang dan menguji prototipe, mengumpulkan dan menganalisis data, serta berkomunikasi secara efektif. Namun, ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam mengajarkan CT kepada siswa. Guru perlu memahami konsep dan praktik CT serta dapat menjelaskannya dengan jelas kepada siswa. Tantangan lainnya adalah ketersediaan sumber daya dan waktu yang cukup untuk melaksanakan aktivitas CT dalam proyek STEM. Implementasi yang sukses membutuhkan dukungan teknologi yang memadai dan waktu yang cukup untuk siswa berlatih dan bereksperimen dengan CT. - Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, beberapa solusi yang dapat diusulkan adalah: 1. Pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru: Guru perlu diberikan pelatihan dan pengembangan profesional yang memadai dalam integrasi CT ke dalam proyek STEM. Ini akan membantu mereka memahami konsep CT dan metode pengajaran yang efektif untuk mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran STEM. 2. Sumber daya dan dukungan teknologi: Sekolah dan lembaga pendidikan perlu menyediakan sumber daya dan dukungan teknologi yang diperlukan untuk mengimplementasikan aktivitas CT dalam proyek STEM. Ini termasuk akses ke perangkat keras dan perangkat lunak yang relevan, serta dukungan teknis untuk guru dan siswa. 3. Kolaborasi antara guru dan ahli CT: Guru dapat bekerja sama dengan ahli CT atau profesional STEM untuk mendapatkan panduan dan dukungan dalam mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM. Kolaborasi ini dapat membantu guru memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang CT dan menerapkan praktik terbaik dalam pembelajaran STEM. 4. Penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (PBL): PBL dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM. Dalam PBL, siswa terlibat dalam proyek nyata yang membutuhkan pemecahan masalah dan penerapan CT. Guru dapat memberikan panduan dan dukungan selama proses
pembelajaran untuk membantu siswa mengembangkan pemikiran komputasional mereka. Dengan mengadopsi solusi-solusi ini, tantangan dalam mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM dapat diatasi, dan siswa dapat mengembangkan pemikiran komputasional mereka sambil belajar tentang konsep STEM.
Hasil refleksi yang diisikan pada Aksi Nyata. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dan tuliskan hasilnya sebagai bagian dari portofolio akhir untuk mata kuliah ini! 1. Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam proyek STEM? Jawab : Pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis proyek (PBL): PBL merupakan metode pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM. Melalui PBL, siswa terlibat dalam proyek nyata yang membutuhkan pemecahan masalah dan penerapan CT. Saya menyadari bahwa PBL dapat memberikan konteks yang relevan dan menarik bagi siswa dalam mempelajari konsep STEM dan CT. 2. Bagaimana perasaan Anda pada saat mengerjakan modul ini? Jawab : Peran penting guru dalam mendukung siswa: Saya menyadari bahwa sebagai guru, saya memiliki peran penting dalam memberikan dukungan instruksional kepada siswa selama proses pembelajaran. Saya perlu memahami konsep CT dengan baik dan dapat menjelaskannya dengan jelas kepada siswa. Selain itu, saya juga perlu memberikan waktu dan sumber daya yang cukup agar siswa dapat berlatih dan bereksperimen dengan CT. 3. Jelaskan bagaimana rencana Anda dalam mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas yang Anda ajar kelak. Jawab : Kolaborasi dengan ahli CT dan profesional STEM: Saya menyadari bahwa kolaborasi dengan ahli CT dan profesional STEM dapat membantu saya dalam mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM. Mereka dapat memberikan panduan dan dukungan dalam merancang dan melaksanakan proyek yang relevan dengan CT. Kolaborasi ini juga dapat membantu saya memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang CT dan menerapkan praktik terbaik dalam pembelajaran STEM. Dalam mengerjakan modul ini, saya merasa antusias dan tertantang. Saya sangat tertarik untuk mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM karena saya percaya bahwa hal ini dapat membantu siswa mengembangkan pemikiran komputasional mereka dan memperdalam pemahaman mereka tentang konsep STEM. Meskipun ada tantangan dalam mengimplementasikan integrasi CT, saya merasa termotivasi untuk mencari solusi dan menghadapinya. Dalam mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas yang saya ajar kelak, rencana saya adalah sebagai berikut: - Memahami konsep CT dengan baik: Saya akan terus memperdalam pemahaman saya tentang konsep CT dan praktik terbaik dalam mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran STEM. Saya akan mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional yang relevan untuk meningkatkan pemahaman saya. - Merancang proyek berbasis PBL: Saya akan merancang proyek berbasis PBL yang memungkinkan siswa untuk menerapkan pemikiran komputasional dalam memecahkan masalah dan merancang solusi. Proyek tersebut akan mencakup elemenelemen CT yang relevan dan akan disesuaikan dengan tingkat dan minat siswa. - Memberikan dukungan instruksional yang memadai: Saya akan memberikan dukungan instruksional yang memadai kepada siswa selama proses pembelajaran. Saya akan
memberikan instruksi yang jelas, sumber daya yang diperlukan, dan waktu yang cukup untuk siswa berlatih dan bereksperimen dengan CT. - Kolaborasi dengan ahli CT dan profesional STEM: Saya akan mencari kesempatan untuk berkolaborasi dengan ahli CT dan profesional STEM dalam merancang dan melaksanakan proyek. Kolaborasi ini akan membantu saya memperoleh panduan dan dukungan yang diperlukan dalam mengintegrasikan CT ke dalam pembelajaran STEM. Dengan rencana ini, saya berharap dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang produktif dan mendukung pengembangan pemikiran komputasional siswa dalam konteks STEM.