The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by n.annisaapril, 2022-11-25 01:36:02

E-MODUL

UNTUK SISWA SMP KELAS VIII
e-modul
UNTUK SISWA SMP KELAS VIII




Prakarya











PENGOLAHAN HASIL SAMPING


SEREALIA, KACANG-KACANGAN, DAN


UMBI MENJADI PRODUK PANGAN




























Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Oleh:
Nur Annisa Apriliyanti Fakultas Teknik
17050394033 Universitas Negeri Surabaya
2022



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas
rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan e-
modul Pengolahan Hasil Samping Serealia, Kacang-kacangan
dan Umbi Menjadi Produk Pangan untuk Sekolah Menengah
Pertama (SMP) Kelas VIII dengan baik.

E-modul ini disusun untuk memenuhi kebutuhan tugas
akhir skripsi yang berjudul “Pengembangan E-Modul Mata
Pelajaran Prakarya Untuk Siswa SMP Kelas VIII”. Terselesainya
e-modul ini bukan semata-mata dilakukan oleh penulis, namun
terbantu oleh dosen pembimbing Dr. Sri Handajani, S.Pd.,
M.Kes. Beliau telah memberikan beberapa saran serta
masukan untuk tersusunnya e-modul ini. Penulis sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan pembuatan e-modul dari awal sampai akhir.

Penulis menyadari bahwa modul ini masih terdapat
kekurangan, baik dalam hal teknis penyajian ataupun subtansi
materi, sehingga penulis sangat mengharapkan adanya
masukan, saran dan kritik membangun demi perbaikan di
masa yang akan datang. Semoga modul ini dapat menjadi
sumbangan yang berguna bagi dunia pendidikan SMP
umumnya, khususnya di bidang keahlian tata boga.

Penulis











i

DAFTAR ISI




KATA PENGANTAR ............................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................... iv
PENDAHULUAN .................................................................... 1
A. Petunjuk Penggunaan E-Modul .............................. 1

B. Kemampuan Akhir Belajar ....................................... 1
C. Tujuan Pembelajaran ................................................ 2

MATERI ................................................................................... 4
A. Pengertian dan Tujuan Pengolahan Produk Hasil
Samping .............................................................................. 5
B. Jenis, Kandungan dan Manfaat ............................... 7

1. Bekatul (Serealia) .................................................. 7

2. Ampas Kedelai (Kacang-kacangan) ................. 10
3. Kulit Singkong (Umbi) ........................................ 11

4. Daun Ubi Jalar (Umbi) ......................................... 13
C. Teknik Pengolahan .................................................. 15

1. Teknik Pengolahan Makanan Panas Basah
(Moist Heat) ................................................................. 16

2. Teknik Pengolahan Panas Kering (Dry Heat
Cooking) ........................................................................ 17

1. Pengawetan secara Fisik.................................... 18





ii ii ii

2. Pengawetan Secara Biologis .............................. 19

3. Pengawetan Secara Kimiawi ............................. 19

D. Contoh Olahan dari Hasil Samping Serealia,
Kacang-kacangan, dan Umbi dan Cara Mengolahnya
21

1. Serealia (Bekatul) ................................................ 21

2. Kacang-kacangan ................................................ 24
3. Umbi....................................................................... 26

E. Pengemasan ............................................................. 29

1. Kemasan ............................................................... 29
2. Label ...................................................................... 31

F. Tugas Proyek 1 ......................................................... 38

G. Tugas Proyek 2 ........................................................ 38
Ringkasan Materi ................................................................ 39
Lembar Evaluasi .................................................................. 43
Bibliography ......................................................................... 44



















iii iii iii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Bekatul. ......................................................................... 7
Gambar 2 Ampas Kedelai. .......................................................... 10
Gambar 3 Singkong yang Dikupas Kulitnya. ................................. 11
Gambar 4 Daun Ubi Jalar. ........................................................... 13
Gambar 5 Teknik Pengolahan Makanan. ....................................... 15
Gambar 6 Kue Bangket Bekatul .................................................. 22
Gambar 7 Penyajian Jus Pepaya Nanas Bekatul ............................ 23
Gambar 8 Penyajian Biskuit Cokelat Bekatul ................................. 23
Gambar 9 Tempe Gembus yang Sudah Jadi ................................. 24
Gambar 10 Nugget Ampas Kedelai setelah Digoreng dan Disajikan. 25
Gambar 11 Keripik Ampas Kedelai setelah Digoreng. ..................... 26
Gambar 12 Tumis Kulit Singkong Pedas setelah Matang. ............... 26
Gambar 13 Sambal Glandir Asam. ................................................ 27
Gambar 14 Penyajian Sayur Bening daun Ubi Jalar ....................... 28
Gambar 15 Pengemasan Berbahan Plastik. .................................... 30
Gambar 16 Contoh Label Minuman dalam Bahasa Inggris. ............. 37

























iv iv iv

PENDAHULUAN


A. Petunjuk Penggunaan E-Modul
Demi mempermudah peserta didik dalam
mempelajari e-modul ini maka akan dijelaskan
petunjuk penggunaannya. Langkah-langkah yang
perlu dilaksanakan peserta didik agar memperoleh
hasil belajar maksimal dalam menggunakan e-modul
ini antara lain.
1. Menyiapkan kuota internet ataupun wifi pada
gadget ataupun laptop.
2. Klik tautan yang telah dibagikan oleh guru
pengajar.
3. Jika sudah muncul cover dari e-modul maka
kalian bisa klik tombol navigasi yang ada pada
halaman yang tersedia.
4. Membaca dan memahami secara seksama uraian-
uraian materi yang ada pada masing- masing
kegiatan pembelajaran.
5. Mengerjakan semua tugas latihan untuk
mengetahui seberapa besar kepahaman terhadap
materi.
6. Jika belum memahami materi yang disampaikan,
bertanyalah kepada guru mata pelajaran.

B. Kemampuan Akhir Belajar
Setelah membaca dan mempelajari e-modul ini,
peserta didik mampu mengevaluasi pengolahan hasil
samping serealia, kacang-kacangan dan umbi




1 1

menjadi produk pangan secara benar sesuai dengan
sumber rujukan serta dapat mengembangkan sikap
bertanggung jawab dan disiplin.

C. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah membaca dan eksplor dari berbagai
sumber, peserta didik dapat menyampaikan
pendapat tentang pengertian, tujuan, jenis,
kandungan, dan manfaat dari pengolahan hasil
samping serealia, kacang-kacangan, dan umbi
menjadi produk pangan sebagai ungkapan rasa
bangga dan wujud rasa syukur kepada Tuhan
serta bangsa Indonesia.
2. Tanpa membuka e-modul, peserta didik dapat
mengimplementasikan metode/teknik
pengolahan yang digunakan pada pembuatan
produk olahan pangan dari hasil samping serealia,
kacang- kacangan, dan umbi yang ada di wilayah
setempat berdasarkan rasa ingin tahu dan peduli
lingkungan.
3. Setelah mempelajari e-modul ini, peserta didik
dapat memerinci bahan, alat, proses, dan
kemasan pembuatan produk olahan pangan dari
hasil samping serealia, kacang-kacangan, dan
umbi berdasarkan prosedur dan teknik yang tepat
dengan disiplin dan tanggung jawab.
4. Setelah mempelajari e-modul ini, peserta didik
dapat merancang, membuat, mempresentasikan,
dan mengevaluasi produk olahan pangan dari



2 2 2

hasil samping serealia, kacang- kacangan, dan
umbi wilayah setempat berdasarkan orisinalitas
ide yang jujur terhadap diri sendiri.




















































3 3 3

MATERI















































4 4 4

A. Pengertian dan Tujuan Pengolahan

Produk Hasil Samping

Sebelum dijelaskan
lebih lanjut
mengenai produk

hasil samping, baca

dulu yuk pengertian
serealia, kacang-
kacangan, dan umbi
melalui link berikut.

Pengertian serealia.

Pengertian kacang-
kacangan.
Pengertian umbi.



Produk hasil samping adalah produk yang
dihasilkan selain produk utama. Hasil samping
serealia, kacang-kacangan, dan umbi masih bisa
dimanfaatkan menjadi produk pangan. Mengolah
hasil samping serealia, kacang-kacangan, dan umbi
tidaklah sulit. Proses pembuatannya mudah, yaitu
dengan mencampur bahan-bahan yang diperlukan
dengan perbandingan tertentu, hanya saja
memerlukan ketekunan dan kesabaran untuk
menghasilkan produk samping yang bermanfaat.






5 5 5

Mengolah hasil samping serealia, kacang-
kacangan, dan umbi juga memiliki tujuan tersendiri.
Tujuan tersebut di antaranya ialah:

1. Meningkatkan nilai ekonomi, sehingga dapat
menjadi sumber penghasilan.
2. Mengurangi pencemaran lingkungan, karena
dapat mengurangi sampah.
3. Menghasilkan produk pangan yang lebih variatif,
sehingga dapat menambah kreativitas seseorang.

Maka dari itu, mari bersama-sama mulai
memanfaatkan hasil samping serealia, kacang-
kacangan, dan umbi menjadi produk yang
bermanfaat.


KUIS 1


Klik tombol berikut untuk mengerjakan kuis yang
terdapat beberapa pertanyaan di dalamnya.









Selamat mencoba!







6 6 6

B. Jenis, Kandungan dan Manfaat

Indonesia sebagai negara agraris memiliki hasil
pertanian yang berlimpah. Produksi hasil pertanian
yang berlimpah tentu memiliki hasil samping yang
cukup tinggi juga. Hal ini perlu dimanfaatkan agar
memberikan nilai tambah bagi kehidupan manusia.
Berikut ini adalah berbagai jenis hasil samping dari
tanaman serealia, kacang-kacangan, dan umbi serta
kandungan dan manfaatnya.

1. Bekatul (Serealia)


















Gambar 1 Bekatul.
Sumber: (Labylullaby, no date) https://s.id/1nORk

Salah satu hasil samping penggilingan padi
(serealia) adalah bekatul. Dalam proses
penggilingan padi menjadi beras giling, diperoleh
hasil samping berupa sekam (15-20%), bekatul (8-
12%), dan menir (±5%) merupakan bagian beras
yang hancur. Bekatul didapat setelah dilakukan




7 7 7

dua proses penyosohan padi. Penyosohan
pertama dari proses penggilingan butiran padi
bagian pembungkus kulit luar menghasilkan
dedak yang biasanya diolah menjadi pakan ternak.
Sedangkan, penyosohan kedua dari proses
penggilingan butiran padi bagian dalam
menghasilkan bekatul (rice bran) yaitu bagian
kecil endosperm berpati yang merupakan kulit ari
butiran padi dengan tekstur halus.
Kandungan gizi bekatul sangatlah kaya
dibandingkan dengan butiran beras giling. Berikut
ini, merupakan tabel komposisi kandungan gizi
dari setiap bagian padi pada kadar air 14%.

Tabel 1. Komposisi Kandungan Gizi dari
Setiap Bagian Padi


Protein Lemak Serat
Bagian g N × Abu (g) Karbohidrat
5,95 (g) (g) (g)
7,2 – 2,9 –
Gabah 5,8 – 7,7 1,5 – 2,3 64 – 73
10,4 5,2
0,6 – 1,0 –
Beras 7,1 – 8,3 1,6 – 2,8 73 – 87
1,0 1,5
Beras 0,2 – 0,3 –
giling 6,3 – 7,1 0,3 – 0,5 0,5 0,8 77 – 89
11,3 – 15,0 – 7,0 – 6,6 –
Bekatul 34 – 62
14,9 19,7 11,4 9,9
34,5 – 13,2 –
Sekam 2,0 – 2,8 0,3 – 0,8 22 – 34
45,9 21,0
Sumber: (Paresti dkk, 2017) Prakarya Kelas
VIII Semester 2





8 8 8

Mineral yang terkandung
pada bekatul yaitu kalsium Baca juga: Perbedaan
(Ca), Magnesium (Mg),
Dedak dan Bekatul
mangan (Mn), zat besi (Fe),
kalium (K), seng (Zn) dan Tonton video: Proses
vitamin B15. Menurut hasil Penggiligan Padi
penelitian, bekatul Menjadi Beras dan
mengandung mineral yang Bekatul
jumlahnya melebihi air minum
sekitar 20%. Melihat betapa
kaya kandungan gizi bekatul, sangat disayangkan
jika selama ini manusia hanya banyak
mengonsumsi beras putih saja, hendaknya mulai
sekarang manusia mulai memanfaatkan bekatul.
Bekatul pun memiliki manfaat yang sangat baik
bagi kesehatan tubuh dikarenakan kandungan
gizinya yang luar biasa. Manfaat tersebut di
antaranya dapat melancarkan pencernaan,
membantu sirkulasi darah, berfungsi sebagai
antioksidan dan dapat mengobati berbagai
penyakit seperti penyakit jantung (mengurangi
kekurangan oksigen di otot jantung), diabetes
mellitus (kencing manis), darah tinggi, kolestrol,
pengapuran pembuluh darah, asma/bengek dan
memperbaiki fungsi hati. Bekatul secara umum
mampu memberikan efek nyata dalam
peningkatan dan pemeliharaan kesehatan tubuh,
memperbaiki stamina dan juga sebagai terapi





9 9 9

yang sangat aman dan efektif untuk mengatasi
berbagai penyakit.

2. Ampas Kedelai (Kacang-kacangan)
























Gambar 2 Ampas Kedelai.
Sumber: (Ridani, 2019) https://s.id/1nOYA
Kedelai biasanya dibuat susu kedelai yang
memiliki kandungan protein tinggi dan
mengandung senyawa isoflavon yang berguna
untuk menurunkan kadar kolesterol darah. Susu
kedelai dibuat dengan menggiling kacang kedelai
sehingga menghasilkan cairan putih yang
merupakan susu kedelai. Hasil samping dari
penggilingan kacang kedelai menjadi susu
berupa limbah kacang kedelai atau tepatnya
dikatakan sebagai ampas kedelai.





10
10
10

Dengan adanya home
industri pembuatan susu
kedelai, maka dihasilkan Baca juga: Ampas
ampas kedelai yang sangat Kedelai Bisa Diolah Jadi
banyak. Ampas kedelai yang Makanan Apa?
dihasilkan bisa mencapai 1,5 -
Tonton video: Cara
2 kali dari berat bahan baku
kedelai kering. Ampas kedelai Membuat Kerupuk dari
Ampas Kedelai
ini masih mengandung gizi
yang cukup tinggi dan baik
baik kesehatan, antara lain
protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan juga
mengandung asam amino lisin dan metionin serta
vitamin B. Karena masih mengandung air dan zat
gizi yang tinggi, terutama protein, ampas kedelai
mudah rusak/busuk, terutama setelah disimpan
lebih dari 12 jam. Oleh sebab itu, ampas kedelai
perlu ditangani dengan tepat melalui pengolahan
menjadi bahan pangan lain yang bernilai jual dan
bergizi, baik yang rasanya gurih maupun yang
rasanya manis.

3. Kulit Singkong (Umbi)
Indonesia merupakan
negara penghasil
singkong terbesar kedua
di dunia. Singkong
Gambar 3 Singkong yang
Dikupas Kulitnya. merupakan salah satu
Sumber: (Metro Bali, 2016)
https://s.id/1nP1A tanaman yang murah dan



11
11
11

banyak terdapat di pedasaan. Seluruh bagian
singkong banyak sekali manfaatnya dan dapat
dimanfaatkan tanpa ada yang terbuang. Bagian
tanaman singkong yang biasa
dimanfaatkan sebagai bahan
pangan yaitu umbi dan daun Baca juga: Manfaat
singkong. Adapun, hasil
Kulit Singkong untuk
samping dari tanaman
Kesehatan Wajah
singkong yaitu kulit singkong,
bagian dalam yang berwarna Tonton video: Cara
putih-merah muda. Kulit Membuat Keripik Kulit
singkong belum banyak Singkong
dimanfaatkan sebagai olahan
pangan, namun sekarang kulit
singkong yang termasuk limbah organik mulai
dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Hal ini
dikarenakan kulit singkong memiliki kandungan
karbohidrat yang tinggi. Persentasi jumlah limbah
kulit singkong bagian dalam sebesar 8% - 15% dari
berat total singkong, dan mengandung 74% nutrisi
dan serat kasar 15%. Kulit singkong memiliki
peluang pasar sebagai makanan camilan yang
memiliki nilai jual yang tingggi.













12
12
12

4. Daun Ubi Jalar (Umbi)


























Gambar 4 Daun Ubi Jalar.
Sumber: (Tia, 2021) https://s.id/1nP4u
Ubi jalar atau biasa disebut ketela rambat
banyak tumbuh subur di daerah pedesaan. Di
Indonesia, ubi jalar memiliki banyak varietas
berdasarkan warna kulit umbi yaitu kekuningan,
putih, violet dan ungu. Tanaman ubi jalar hasil
utama yang dimanfaatkan adalah umbinya,
sedangkan kulit ubi dan daun ubi sebagai hasil
sampingnya. Seperti pada kentang, kulit umbi
biasa dimakan adalah dengan cara mencuci
kulitnya dengan sangat bersih dan dimasak
bersama kulitnya. Belum banyak yang tahu jika






13
13
13

daun ubi berkhasiat dan bisa dimakan, sehingga
belum dimanfaatkan dengan baik.
Kulit umbi memiliki
kandungan protein maupun serat
Baca juga: Manfaat
yang tinggi dan banyak
mengandung air. Adapun, daun Daun Ubi Jalar untuk
ubi mengandung karbohidrat, Kesehatan
serat, protein, kalsium, dan zat
Tonton video: Cara
besi. Selain itu, daun ubi juga
Memasak Tumis Daun
mengandung beta-karoten dan
Ubi Jalar
lutein yang berguna bagi
kesehatan mata. Kandungan
vitaminnya pun sangat banyak
yaitu memiliki kadar vitamin E, vitamin C, dan
vitamin B1, B2, dan B6 yang cukup tinggi. Vitamin
B6 pada daun ubi jalar bisa menjadi suplemen
untuk menaikkan trombosit sel darah merah. Juga
mengandung polifenol yang dapat mencegah
penyakit jantung dan menurunkan kadar gula
darah pada penderita diabetes, serta dapat
mengobati diare, sakit perut, mual, dan demam.
Kandungan vitamin B6 pada daun ubi jalar bisa
disejajarkan dengan sayuran brokoli, wortel, dan
kembang kol, serta buah alpukat dan pisang.
Dalam pengolahan pangan daun ubi belum
banyak ragamnya. Biasanya dibuat sebagai
sayuran lalapan dengan sambal terasi, dimasak
plecing seperti plecing kangkung yang dimakan





14
14
14

bersama sambal asam, atau sop bening daun ubi
dan ubi jalar. Dalam mengolah daun ubi
hendaknya memilih daun ubi jalar yang masih
muda dan segar. Dalam memasak daun ubi jalar
tidak boleh terlalu lama karena daunnya menjadi
lunak dan banyak lendirnya. Kerena daun ubi jalar
setelah dimasak teksturnya mirip kangkung tetapi
agak berlendir.

C. Teknik Pengolahan















Gambar 5 Teknik Pengolahan Makanan.
Sumber: (Dasa Pedia, 2020) https://s.id/1nP9C
Dalam mengolah hasil samping serealia, kacang-
kacangan, dan umbi menjadi suatu produk pangan
diperlukan pengetahuan teknologi pengolahan
pangan yang memadai. Dalam mengolah hasil
samping serealia, kacang-kacangan dan umbi yang
memiliki berbagai macam karakteristik diperlukan
berbagai teknik pengolahan yaitu teknik pengolahan
dasar dan teknik pengolahan pengawetan.






15
15
15

Adapun teknik dasar pengolahan bahan pangan
dibedakan menjadi dua yaitu, teknik pengolahan
makanan panas basah (moist heat) dan teknik
pengolahan panas kering (dry heat cooking).

1. Teknik Pengolahan Makanan Panas Basah
(Moist Heat)
Teknik pengolahan basah adalah mengolah
bahan makanan dengan menggunakan bahan
dasar cairan untuk mematangkannya. Bahan dasar
cairan yang digunakan bervariasi seperti air, kaldu,
santan, susu atau bahan lainnya. Yang termasuk
teknik ini adalah merebus (boiling), merebus
cairan sebanyak bahan pangan (poaching),
merebus dengan sedikit cairan (braising),
menyetup/menggulai (stewing), simmering,
mengukus (steaming), dan teknik mengetim (au
bain marie).
Link Video Teknik Pengolahan Makanan
Panas Basah
Boiling dan simmering.
Poaching.
Penjelasan braising. Panduan braising.
Penjelasan stewing. Panduan stewing.
Steaming.
au bain marie.








16
16
16

2. Teknik Pengolahan Panas Kering (Dry Heat
Cooking)
Teknik pengolahan panas kering (dry heat
cooking) adalah mengolah makanan tanpa
bantuan bahan dasar cairan untuk
mematangkannya. Teknik ini sama sekali tidak
menggunakan air dalam proses pematangannya,
tetapi menggunakan minyak, mentega, minyak
zaitun, minyak kanola, sehingga suhunya bisa
mencapai 180°C. Yang termasuk teknik ini adalah
menggoreng dengan minyak banyak (deep frying),
shallow friying, menumis (sauteing), memanggang
(baking), membakar (grilling) dan roasting.

Link Video Teknik Pengolahan Makanan Panas
Kering
Deep frying
Shallow frying
Sauteing
Baking
Grilling
Roasting


Selain itu, dalam mengolah hasil samping serealia,
kacang-kacangan dan umbi dapat menggunakan
teknik pengolahan pengawetan pangan. Teknik
pengolahan pengawetan pangan ini terdiri atas tiga
metode, yaitu: pengawetan fisik, pengawetan
biologis dan pengawetan kimiawi.





17
17
17

1. Pengawetan secara Fisik
Pengawetan secara fisik merupakan proses
pengawetan secara alami yang meliputi:
pengawetan dengan suhu rendah (pendinginan),
pengawetan dengan suhu tinggi (pemanasan) dan
pengeringan.
a. Pengawetan dengan Suhu Rendah
Sistem pengawetan dengan suhu ● ● ●
rendah adalah dengan cara
Baca Juga:
memasukkan bahan pangan pada
lemari pendingin. Proses pengawetan
1. Pengawetan
dengan suhu rendah ada dua macam
dengan
yaitu pendinginan (cooling) dengan Pendinginan
suhu antara -20°C sampai 10°C, dan 2. Pengawetan
pembekuan (freezing) dengan suhu dengan
antara -12°C sampai -24°C. Sedangkan Pembekuan
pembekuan cepat (quick freezing) 3. Pengawetan
dilakukan pada suhu -24°C sampai - dengan
40°C. Pengeringan
(Drying)
b. Pengawetan dengan Suhu Tinggi
4. Perbedaan
Pengawetan dengan suhu tinggi
Pembekuan
dengan cara dipanaskan, misalnya
Cepat dan
merebus atau menggoreng suatu bahan
Pembekuan
makanan. Lambat
Berdasarkan penggunaan suhu, 5. Pengolahan
waktu dan tujuan pemanasan, proses dengan
pemanasan dapat dibagi dalam dua Penggaraman

● ● ●


18
18
18

kelompok besar, yaitu proses pasteurisasi,
sterilisasi, dan blanching. ● ● ●
c. Pengawetan dengan Pengeringan
Pengeringan adalah suatu Tonton Video:
metode untuk mengeluarkan atau
menghilangkan sebagian air dari 1. Perbedaan

suatu bahan dengan cara Proses
menguapkan air tersebut dengan Pasteurisasi dan
menggunakan energi panas. UHT pada Susu
2. Macam-macam
2. Pengawetan Secara Biologis Teknik
Proses pengawetan secara biologis Pengawetan
adalah dengan peragian atau Makanan
fermentasi dan enzim. 3. Pengawetan
Mentimun
3. Pengawetan Secara Kimiawi 4. Metode
Teknik pengawetan secara kimiawi Blanching
digolongkan menjadi dua yaitu (a) 5. Proses
penggunaan pengawet alami yang Fermentasi
diperoleh dari makanan segar seperti Singkong
gula, garam, bawang putih, cuka, ● ● ●
kunyit dan kluwak; dan (b)
penggunaan bahan tambahan
makanan (BTM) dan pengasapan.


Penggunaan teknik pengolahan pangan
tergantung produk pangan/makanan apa yang akan
dibuat. Setiap produk pangan/makanan yang dibuat
dapat menggunakan lebih dari satu teknik





19
19
19

pengolahan pangan, baik teknik pengolahan dasar
maupun teknik pengolahan dengan pengawetan.



KUIS 2





Klik tombol berikut untuk mengerjakan kuis yang terdapat
beberapa pertanyaan di dalamnya.








Selamat mengerjakan!



























20
20
20

D. Contoh Olahan dari Hasil Samping

Serealia, Kacang-kacangan, dan Umbi
dan Cara Mengolahnya
Pengolahan hasil samping serealia, kacang-
kacangan dan umbi dapat dimanfaatkan menjadi
produk pangan dan pada akhirnya dapat bernilai
ekonomi. Berikut ini merupakan beberapa contoh
pengolahan hasil samping serealia, kacang- kacangan,
dan umbi. Beberapa contoh akan dijabarkan langkah-
langkah atau proses pembuatannya. Adapun tahapan
pembuatan pengolahan pangan megikuti bagan
alur/tahapan pengolahan, yaitu dimulai dari
perencanaan (identifikasi kebutuhan dan
ide/gagasan), pelaksanaan/pembuatan (bahan, alat
dan proses pembuatan), penyajian/pengemasan dan
evaluasi (evaluasi produk dari guru dan teman).

1. Serealia (Bekatul)
Dari tepung bekatul dapat diolah menjadi
berbagai olahan pangan berupa makanan dan
minuman. Dalam membuat produk pangan
bekatul dicampur dengan bahan pangan lainnya.
Adapun produk pangan yang dibuat dari bekatul
antara lain sereal, susu sehat bekatul, biskuit dan
kue bolu atau cake.









21
21
21

a. Bangket Bekatul
Bahan yang diperlukan
untuk membuat bangket
Baca juga: Apa itu Kue
bekatul, antara lain:
Bangket?
kelapa parut, tepung
bekatul, telur, gula pasir, Tonton video: Cara
vanili dan sedikit garam. Membuat kue Bangket
Proses pembuatannya,
pertama dengan
mencampur kelapa parut dan tepung bekatul,
lalu disangrai hingga matang. Setelah itu kocok
telur, gula, vanili dan sedikit garam hingga
mengembang, kemudian campur bersama
adonan bekatul yang telah disangrai. Tuang
adonan ke dalam cetakan dan panggang
hingga matang, lalu sajikan bersama teh
manis hangat. Untuk resep yang lebih lengkap,
bisa dilihat melalui link berikut
https://s.id/1o2dF











Gambar 6 Kue Bangket Bekatul
Sumber: (Nyok Masak, 2015)
https://s.id/1o1U1






22
22
22

b. Jus Pepaya-Nanas Bekatul
Cara membuat minuman jus pepaya-nanas
bekatul sama dengan membuat jus biasa,
namun perlu ditambahkan satu sendok bekatul.
Untuk resep yang lebih lengkap bisa dlihat
melalui link berikut https://s.id/1o4Fd





Video Pembuatan Jus
Pepaya-Nanas
Bekatul







Gambar 7 Penyajian Jus
Pepaya Nanas Bekatul
Sumber: (Hari, 2016)
https://s.id/1o4yJ
c. Biskuit Cokelat Bekatul
Biskuit adalah
jenis kue kering
yang berasal dari
Amerika Serikat dan
Gambar 8 Penyajian Biskuit memiliki butir
Cokelat Bekatul
Sumber: (Dini, 2013) cokelat (potongan
https://s.id/1o5iN
kecil cokelat manis)
sebagai bahan pembeda. Sekitar tahun 1938,
Ruth Graves Wakefield menambahkan





23
23
23

potongan kecil dari batang cokelat semi-manis
ke dalam biskuit. Bahan dasar biskuit adalah
tepung terigu, namun sekarang ada inovasi
baru yang diganti dengan tepung bekatul.
Untuk resep yang lebih lengkap, bisa dilihat
melalui link berikut https://s.id/1o5nA

Video Pembuatan Biskuit Cokelat Bekatul


2. Kacang-kacangan
a. Tempe Gembus
Tempe gembus dibuat
dari bahan hasil samping
Baca juga: Apa itu
ampas kacang kedelai.
Tempe gembus belum Tempe Gembus?
dikenal orang sebelum
Tonton video: Cara
terjadinya perang dunia
kedua, dan baru mulai Membuat Tempe Gembus
dimakan penduduk di
Jawa sekitar tahun 1943
ketika persediaan makanan di
perdesaan mulai menipis.
Ampas kedelai merupakan
bahan padat dari proses
pengolahan tahu yang
umumnya dimanfaatkan Gambar 9 Tempe Gembus yang
Sudah Jadi
sebagai pakan ternak, pakan Sumber: (Wikipedia, 2021)
https://s.id/1o6c0
ikan, atau untuk membersihkan
laintai rumah. Di Banyumas, tempe ini juga



24
24
24

dikenal dengan nama tempe gajes, sedangkan
di Jawa Timur sebutannya adalah tempe
menjes. Resep pembuatan tempe gembus bisa
dilihat melalui link berikut https://s.id/1o6eC
b. Nugget Ampas Kedelai
Saat membuat susu kedelai, pasti terdapat
ampasnya yang lumayan banyak.
Sayang sekali kalau dibuang Video Pembuatan Nugget
begitu saja. Maka dari itu Ampas Kedelai
diolahlah menjadi nugget.
Pembuatan nugget
ampas kedelai ini
sekiranya membutuhkan
berbagai macam bahan,
yaitu ampas kedelai,
telur, terigu, dan bahan-
bahan lainnya yang biasa
digunakan untuk
Gambar 10 Nugget Ampas Kedelai setelah
membuat olahan nugget. Digoreng dan Disajikan.
Cara membuatnya Sumber: (Mrs. Kori, 2021) https://s.id/1nPjD
pertama bahan diolah menjadi satu hingga rata,
lalu setelah selesai disatukan dengan bahan-
bahan yang lain, nugget dibentuk sesuai
dengan keinginan sendiri. Sebelum digoreng,
bahan dikukus terlebih dahulu selama kurang
lebih 25-30 menit, setelah itu nugget ampas
kedelai siap digoreng dan disajikan. Untuk






25
25
25

resep yang lebih lengkap, bisa dilihat melalui
link berikut https://s.id/1o6zt

c. Keripik Ampas Kedelai
Ampas kedelai dari sisa membuat susu
kedelai ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk
membuat keripik. Klik link berikut untuk
mengetahui resep dan cara pembuatannya
https://s.id/1o6V3




Video Pembuatan Keripik
Ampas Kedelai



Gambar 11 Keripik Ampas Kedelai setelah
Digoreng.
Sumber: (NengHarun, 2018) https://s.id/1nTdR


3. Umbi
a. Tumis Kulit Singkong Pedas
Kulit singkong ternyata bisa
dimasak. Tahapan
pembuatannya adalah
pertama siapkan kulit
singkong dan bumbu yang
terdiri dari bawang merah, Gambar 12 Tumis Kulit Singkong
Pedas setelah Matang.
bawang putih, cabe rawit,
Sumber: (Zalfaa’ Kitchen, 2022)
https://s.id/1nTfv


26
26
26

lengkuas, daun salam, garam, gula, dan
penyedap. Kulit singkong diiris kemudian
direbus. Tumis bawang dan cabe yang sudah
diiris, masukkan kulit singkong dan beri garam,
gula, penyedap. Untuk resep yang lebih
lengkap bisa dilihat melalui link berikut
https://s.id/1os3L

Video Cara Memasak Tumis Kulit Singkong Pedas



b. Sambal Glandir Asam
Daun ubi jalar atau glandir dalam bahasa
Jawa merupakan hasil samping dari tanaman
ubi jalar berupa sayuran. Daun ubi jalar sering
dikonsumsi dengan cara direbus lalu disajikan
dengan sambal. Untuk resep yang lebih
lengkap bisa dilihat melalui link berikut
https://s.id/1ot7e

Gambar 13 Sambal
Glandir Asam.
Sumber: (tiyarahmatiya,
2021) https://s.id/1nTh9



Video Pembuatan

Sambal Glandir Asam









27
27
27

c. Sayur Bening Daun Ubi Jalar


















Gambar 14 Penyajian Sayur Bening daun Ubi Jalar
Sumber: (Bu Yusuf, 2019) https://s.id/1ovNM

Daun ubi jalar ternyata juga bisa diolah
menjadi sayur bening. Bumbu yang digunakan
untuk membuat sayur bening ini hanya
bawang merah dan bawang putih. Cara
membuatnya juga sangat mudah, bahan-bahan
yang sudah dipotong kemudian direbus sampai
matang. Untuk resep yang lebih lengkap, bisa
dilihat melalui link berikut https://s.id/1ovYn




Video Cara Memasak Sayur Bening
Daun Ubi Jalar











28
28
28

E. Pengemasan


1. Kemasan
Kemasan merupakan suatu bungkus
pelindung ada di suatu produk barang dan
berasal dari hasil aktivitas pengemasan. Tujuan
dari kemasan, dapat membantu mencegah atau
mengurangi kerusakan, melindungi produk yang
ada di dalamnya, melindungi dari bahaya
pencemaran serta gangguan fisik (gesekan,
benturan, getaran) dan untuk menempatkan
suatu hasil pengolahan atau produk industri agar
mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan
dalam penyimpanan, pengangkutan dan
distribusi.
Persyaratan dari suatu kemasan:
a. Kemasan harus bisa mewadahi produk
Bentuk fisik dari suatu bahan kemasan,
harus didesain sedemikian rupa agar mudah
diisi, ekonomis serta dapat ditutup secara
efektif.
b. Kemasan harus bisa melindungi produk
Keadaan lingkungan seperti suhu yang
tinggi dan rendah, maupun humidity yang
tinggi rendah, bisa menyebabkan kegagalan
terhadap fungsi kemasan secara efektif.
Bahan kemasan harus mampu menahan
tekanan proses distribusi, transparansi dan





29
29
29

handling. Penggunaan bahan yang tepat dan
didesain yang sesuai akan memperkecil
kemungkinan kerusakan.
Kemasan klasifikasinya lebih dititik-beratkan
pada bahan bakunya. Bahan baku yang
dipergunakan untuk membentuknya terutama,
kertas, paperboard, cellophane, plastik, logam,
glass/kaca, kayu, tekstil, dll.
Bahan baku tersebut tidak selalu
dipergunakan dalam bentuk tunggal, tetapi
sering dalam bentuk kombinasi seperti kertas
dilapisi plastik, cellophane dengan plastik dan
aluminium foil, dan lain sebagainya. Sering juga
klasifikasi didasarkan pada bentuk seperti
flexible packaging ataupun rigidpackaging.
Cellophane merupakan produk lama yang
digunakan sebagai bahan kemasan, dan banyak
digunakan dengan dikombinasikan dengan
bahan plastik lainnya. Sebagai akibat
pertimbangan ekonomis, pemakaian cellophane,
makin berkurang dan digantikan bahan plastik
lainnya adalah Oriented Polypropylene Film.










Gambar 15 Pengemasan Berbahan Plastik.
Sumber: (havalina, 2021) https://s.id/1nTiT


30
30
30

Video Tutorial Membuat Kemasan yang Menarik




2. Label
Mengutip dari Oxford Learner’s Dictionaries,
label is a piece of paper, otc. that is attached to
something and that gives information about it.
Yang artinya adalah label merupakan selembar
kertas dan lain-lain yang melekat pada sesuatu
dan yang memberikan informasi tentangnya.
Jadi, label adalah setiap keterangan mengenai
produk yang berbentuk gambar, tulisan,
kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang
disertakan pada produk, dimasukkan ke dalam,
ditempelkan pada, atau merupakan bagian
kemasan produk.
Label biasa dijumpai di sebuah produk, entah
itu produk pakaian, makanan dan minuman,
obat-obatan, kosmetik, dan produk perawatan
tubuh. Beberapa bentuk label di antaranya ada
di bagian kemasan atau wadah, bisa juga
diselipkan dalam produknya, seperti misal label
baju. Bagi produsen, label adalah sarana
berkomunikasi dengan konsumen. Melalui label,
produsen dapat memberi informasi,
menawarkan, mempromosikan produknya
sedemikian rupa agar memiliki daya tarik bagi
konsumen. Sementara bagi konsumen, penting




31
31
31

untuk memperhatikan, membaca, memahami
informasi pada label yang tercantum pada
kemasan agar produk yang dibeli sesuai dengan
keinginan konsumen.
Aturan tentang label pangan tercantum
dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012
tentang Pangan, Undang-undang Nomor 36
tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam sebuah
label, ada beberapa informasi yang berkaitan
dengan produknya. Informasi tersebut ialah:
a. Nama Pangan Olahan (Name of the
Product)
Nama pangan olahan terdiri atas nama
jenis dan merek dagang. Nama jenis adalah
nama kategori pangan seperti: susu full
cream, sardines, ikan dalam kaleng atau
jenis pangan lainnya. Sedangkan merek
dagang adalah merek yang membedakan
produk dengan jenis pangan yang sama
dengan produsen berbeda.
b. Berat Bersih atau Isi Bersih
(Content/Amount)
Berat bersih atau isi bersih adalah berat
atau isi pangan, biasanya dalam gram,
kilogram, mililiter atau liter. Berat bersih
adalah berat pangan dalam kemasan tanpa
wadah. Selain itu juga dikenal dengan






32
32
32

bobot tuntas yang menunjukkan bobot
bersih pangan padat dalam media cair.
c. Nama dan Alamat yang Memproduksi atau
Memasukkan Pangan Ke Wilayah Indonesia
Nama dan alamat produsen wajib
dicantumkan pada label pangan.
Pencantuman nama dan alamat ini penting
sebagai bukti produsen bertanggungjawab
terhadap produk yang diedarkannya. Untuk
produk impor, wajib dicantumkan nama
dan negara produsen serta nama dan
alamat pihak yang memasukkan ke wilayah
Indonesia (importir). Nama dan alamat
importir ini penting digunakan sebagai bukti
legalitas produk. Produk impor yang tidak
mencantumkannya dapat dipastikan
sebagai produk ilegal.
d. Daftar Bahan yang Digunakan (Ingredients)
Dikenal juga dengan komposisi, adalah
daftar seluruh bahan yang digunakan pada
pangan. Pencantumannya dimulai dari
jumlah yang terbanyak.
e. Nomor Pendaftaran Pangan
Nomor pendaftaran ini menunjukkan
bahwa produk pangan yang akan
dikonsumsi sudah terdaftar dan dapat
diedarkan di wilayah Indonesia. Ada dua
jenis nomor pendaftaran. Untuk produk





33
33
33

olahan tertentu (dalam kemasan) terdapat
tulisan POM.MD ... (12digit) untuk produk
dalam negeri dan POM.ML ... (12 digit)
untuk produk impor. Sedangkan untuk
produk industri rumh tangga terdapat
tulisan Dinkes P-IRT ... (15 digit). Jadi untuk
keamanan produk yang akan dikonsumsi,
konsumen diharapkan selalu beli produk
yang terdaftar.
f. Keterangan Kadaluwarsa (Expiration Date)
Adalah tanggal yang tercantum pada
kemasan yang menunjukkan batas waktu
pangan tersebut masih aman untuk
dikonsumsi. Namun perlu dicatat bahwa
tanggal ini hanya berlaku jika penyimpanan
produk sesuai dengan petunjuk
penyimpanannya. Hal ini penting karena
sering dijumpai produk telah rusak
walaupun tanggal kadaluwarsanya belum
terlewati. Jadi untuk produk yang disimpan
ikuti petunjuk penyimpanan agar keamanan
produk dapat terpelihara. Hal lain yang
sering ditanyakan konsumen adalah apakah
ada batas waktu/toleransi dan tanggal
kadaluwarsa ini? Tanggal kadaluwarsa
adalah batas waktu pangan masih aman
dikonsumsi. Jadi setelah batas kadaluwarsa
terlewati, produk tidak lagi dapat dijamin





34
34
34

oleh produsen untuk dikonsumsi dan tidak
boleh lagi diperjualbelikan. Begitupun jika
tanggal kadaluwarsa belum terlewai, maka
produk masih dapat diperdagangkan dan
dikonsumsi.
g. Kode Produksi
Kode produksi hanya diketahui oleh
produsen namun wajib dicantumkan pada
label. Setiap satu kali produksi (satu kali
adonan/proses) memiliki satu kode
produksi. Jika dalam satu hari dilakukan 3
kali proses produksi, maka pada hari
tersebut terdapat 3 kode produksi.

Selain 7 keterangan yang wajib dicantumkan,
pada label juga dapat dicantumkan keterangan
lain, seperti:
a. Keterangan Kandungan Gizi (Nutrition
Facts)
Keterangan tentang kandungan gizi
hanya dapat dicantumkan jika telah
dilakukan uji laboratorium. Biasanya
terdapat dalam bentuk nilai kalori, atau
dalam bentuk berat kandungan dan bisa
juga dalam bentuk persentase.
b. Logo Halal
Logo halal tidak dapat dicantumkan
sembarangan, hanya sesuai keyakinan





35
35
35

produsen. Logo halal harus telah mendapat
sertifikasi halal dan LPPOM MUI yang
dibuktikan dengan sertifikat. Logo halal ini
sesuai dengan logo halal dari MUI dan
mencantumkan nomor sertifikat halal dari
MUI pada label.
c. Petunjuk Penyimpanan (Directions to Store)
Petunjuk ini perlu diperhatikan dan
diikuti. Karena merupakan faktor penting
untuk menjaga pangan tetap aman
dikonsumsi, apalagi jika setelah kemasan
dibuka pangan tidak langsung habis
dikonsumsi.
d. Peringatan
Label peringatan wajib dicantumkan jika
pangan mengandung bahan tertentu.
Contohnya tidak cocok untuk bayi, tidak
untuk manula, atau tidak untuk penderita
hipertensi dan peringatan lainnya. Pangan
yang mengandung babi wajib
mencantumkan tulisan “Mengandung Babi”
dengan dasar putih dan tulisan berwarna
merah disertai dengan gambar babi.

Fungsi dari sebuah label adalah untuk
menunjukkan informasi detail tentang sebuah
produk, sehingga konsumen bisa lebih berhati-
hati dalam membeli atau menggunakan suatu





36
36
36

produk karena bisa melihat terlebih dahulu apa
saja yang terkandung di dalamnya.
Berikut ini adalah contoh label minuman
dalam bahasa Inggris oleh Pretty Letahl Designs
dilansir dari Medium.com:
























Gambar 16 Contoh Label Minuman dalam Bahasa Inggris.
Sumber: (Medium.com/Pretty Lethal Designs)

Berikut adalah bagian-bagian dari label pada
produk tersebut:
a. Nama produk: UNMOO Almond Milk (susu
almond UNMOO)
b. Isi/jumlah: 1,4 liter
c. Deskripsi produk: susu almond bebas
kedelai, bebas laktosa. 50% lebih banyak
kalsium dibanding susu.






37
37
37

d. Bahan/komposisi: susu almond, kalsium
karbonat, garam laut, locust bean gum.
e. Petunjuk penggunaan: -
f. Petunjuk penyimpanan: -
g. Tanggal kadaluarsa: -

F. Tugas Proyek 1
Lakukanlah langkah-langkah berikut:
1. Buatlah kelompok dengan temanmu 2-3 orang.
2. Identifikasilah contoh dari olahan hasil samping
yang sudah dijelaskan di materi menggunakan
teknik pengolahan apa!
3. Tulis hasil diskusi kalian pada form berikut
https://s.id/1oAXR

G. Tugas Proyek 2

Buatlah kelompok dengan temanmu 4-5 orang.
Kalian dapat membuat olahan baru dari hasil
samping serealia, kacang-kacangan dan umbi.
Rancang juga kemasan yang menarik untuk hasil
produk kalian.
Setiap kelompok harus memilih bahan yang
berbeda. Jangan lupa sebelum praktek kalian harus
membuat perencanaan praktek terlebih dahulu. Klik
link berikut untuk melihat contoh perencanaan

praktek https://s.id/1oD7j. Presentasikan hasil kalian
di depan kelas. Selamat berkarya!






38
38
38

Ringkasan Materi

1. Produk hasil samping adalah produk yang dihasilkan
selain produk utama. Tujuan dari mengolah hasil
samping serealia, kacang-kacangan, dan umbi menjadi
menjadi produk pangan adalah meningkatkan nilai
ekonomi, mengurangi pencemaran lingkungan, dan
menghasilkan produk pangan yang lebih variatif.
Produk hasil samping dari serealia, kacang-kacangan
dan umbi setelah melalui penelitian ternyata
mengandung banyak manfaat bagi kesehatan,
sehingga dimanfaatkan sebagi produk pangan bagi
umat manusia, walau sebagian hasil samping dibuat
produk pangan untuk hewan ternak. Salah satu hasil
samping dari seralia adalah bekatul yang memiliki
kandungan serat yang tinggi sehingga dapat
membantu melancarkan pencernaan. Lalu hasil
samping dari kacang-kacangan salah satunya adalah
ampas kedelai yang mengandung senyawa isoflavon
yang dapat membantu menurunkan kadar kolestrol.
Kemudian hasil samping dari umbi adalah kulit
singkong dan daun ubi jalar. Kulit singkong
mengandung karbohidrat yang tinggi sehingga cocok
dijadikan camilan, sedangkan daun ubi jalar
mengandung beta-karoten dan lutein yang berguna
bagi kesehatan mata.
2. Dalam mengolah hasil samping serealia, kacang-
kacangan, dan umbi terdapat 2 golongan teknik
pengolahan, yaitu teknik pengolahan dasar dan teknik




39
39
39

pengolahan pengawetan. Teknik pengolahan dasar
dibagi menjadi 2 macam, yaitu teknik pengolahan
panas basah (moist heat cooking) dan teknik
pengolahan panas kering (dry heat cooking). Teknik
pengolahan pengawetan dibagi menjadi 3 macam,
yaitu pengawetan secara fisik, biologis, dan kimiawi.
3. Bahan yang digunakan untuk mengolah hasil samping
serealia, kacang-kacangan, dan umbi adalah sebagai
berikut.
Nama Hidangan Bahan yang dibutuhkan
1. Tepung bekatul
2. Kelapa
3. Telur
1. Bangket Bekatul
4. Vanili
5. Gula pasir
6. Garam
1. Pepaya
2. Nanas
2. Jus Pepaya Nanas 3. Bekatul
Bekatul
4. Air
5. Es batu
1. Margarin
2. Gula palem
3. Telur
4. Tepung bekatul
3. Biskuit Cokelat Bekatul 5. Baking powder
6. Jahe bubuk
7. Biji kuaci
8. Biji bunga matahari
9. Choco chip
1. Ampas kedelai
4. Tempe Gembus
2. Ragi tempe
1. Ampas kedelai
2. Daging ayam
3. Tepung tapioka
5. Nugget Ampas Kedelai 4. Cabe merah
5. Seledri
6. Wortel
7. Garam




40
40
40

8. Kaldu bubuk
9. Gula pasir
10. Telur
11. Bawang merah
12. Bawang putih
13. Putih telur
14. Tepung roti
1. Ampas kedelai
2. Ragi tempe
6. Keripik Ampas Kedelai 3. Tepung tapioka
4. Minyak goreng
5. Kaldu bubuk
1. Kulit singkong
2. Udang rebon
3. Garam
4. Gula
5. Penyedap
7. Tumis Kulit Singkong 6. Air
Pedas 7. Minyak
8. Cabe rawit
9. Bawang merah
10. Bawang putih
11. Lengkuas
12. Daun salam
1. Daun Ubi Jalar
2. Garam
3. Air
4. Bawang merah
5. Cabai merah besar
8. Sambal Glandir Asam
6. Cabai rawit merah
7. Gula merah
8. Asam jawa
9. Terasi
10. Garam
1. Daun ubi jalar
2. Jagung manis
3. Wortel
4. Kencur
5. Bawang merah
9. Sayur Bening Daun Ubi 6. Bawang putih
Jalar
7. Air putih
8. Bawang goreng
9. Gula
10. Garam
11. Kaldu bubuk



41
41
41

4. Hasil samping serealia, kacang-kacangn, dan umbi juga
bisa diolah menjadi hidangan lain selain yang ada
dalam materi sesuai dengan kreativitas peserta didik,
misalnya mochi bekatul, jenang bekatul, steak ampas
kedelai, sate kere, keripik kulit singkong, lodeh daun
ubi jalar, dan lain sebagainya.












































42
42
42

Lembar Evaluasi











Klik tombol
berikut untuk
mengerjakan
lembar evaluasi












Selamat
mengerjakan! 



















43
43
43

Bibliography

Resep Kue Bangket Bekatul yang Enak. (2015, Oktober).
Retrieved November 10, 2022, from Nyok Masak:
https://s.id/1oJIO

Biskuit Butir Cokelat. (2021, Mei 21). Retrieved November 16,
2022, from Wikipedia: https://s.id/1oJQj

Tempe Gembus. (2021, September 5). Retrieved Oktober 13,
2022, from Wikipedia: https://s.id/1oJSP

Administrator. (2015, Oktober 5). Label Produk Pangan.
Retrieved November 25, 2022, from Dinas Pangan
Provinsi Sumatera Barat:
https://dinaspangan.sumbarprov.go.id/details/news/
370

Amira, D. (2020, November 11). 15 Jenis Umbi-Umbian yang
Ada di Indonesia, Sudah Sulit Ditemukan - Beracun.
Retrieved September 20, 2022, from KapanLagi.com:
https://plus.kapanlagi.com/yuk-mengenal-15-jenis-
umbi-umbian-yang-ada-di-indonesia-dijadikan-rujak-
buah-pengganti-nasi-9b616d.html

Andini, T. N. (2019, Februari 26). 5 Olahan Dari Ampas Tahu
yang Gak Kalah dengan Makanan Restoran, Mau?
Retrieved Oktober 31, 2022, from IDN Times:
https://s.id/1oK2v







44
44
44


Click to View FlipBook Version