The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by inovasinitidigitall, 2023-01-12 23:33:16

Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN BNNFinal

Modul BNN Final_rev

Ÿ Macro-influencer umumnya memiliki profil t i n g g i d a n b i s a s a n g a t b a i k d a l a m meningkatkan kesadaran. Ada lebih banyak macro-influencer daripada mega-influencer, jadi akan lebih mudah bagi sebuah merek untuk menemukan macro-influencer yang mau bekerja dengan mereka. Mereka juga lebih m u n g k i n t e r b i a s a b e k e r j a d e n g a n brand/program daripada micro-influencer, membuat komunikasi lebih mudah. Micro-Influencer Ÿ Ÿ Micro-influencer adalah orang biasa yang dikenal karena pengetahuan mereka tentang beberapa niche spesialis. Karena itu, mereka biasanya mendapatkan pengikut media sosial yang cukup besar di antara penggemar niche itu. Tentu saja, bukan hanya jumlah pengikut yang menunjukkan tingkat pengaruh selain hubungan dan interaksi yang dimiliki mikroinfluencer dengan pengikutnya. Ÿ Walau ada pendapat yang berbeda, penyuluh dapat menganggap micro-influencer memiliki antara 1.000 dan 40.000 pengikut di satu platform sosial. Seorang micro-influencer mungkin t idak menyadar i keberadaan brand/program sebelum perusahaan/lembaga tersebut mencoba menghubunginya. Nano-Influencer Ÿ Ÿ Jenis influencer terbaru yang mendapatkan pengakuan adalah nano-influencer. Influencer jenis ini hanya memiliki sedikit pengikut, tetapi mereka cenderung menjadi ahli dalam suatu bidang atau sangat terspesialisasi. Dalam banyak kasus, mereka memiliki kurang dari 1.000 pengikut, tetapi mereka akan menjadi pengikut yang tertarik dan tertarik, bersedia untuk terlibat dengan nano-influencer, dan mendengarkan pendapatnya. M e s k i p u n b a n y a k b r a n d y a n g Ÿ menganggap nano-influencer tidak penting, mereka bisa menjadi sangat penting bagi brands yang membuat produk sangat terspesialisasi dan khusus atau segmented. Di kalangan anak dan remaja, nano-influencer sangat banyak jumlahnya bahkan dalam keseharian pergaulannya tidak ada bedanya dengan teman-teman sebayanya. Mereka memiliki kecenderungan memiliki tarif yang murah/bahkan gratis, relatif belum butuh uang, tetapi bisa membawa pengaruh luar biasa dengan sejumlah kecil orang. Penyuluh bisa bekerja sama dengan ratusan nano-influencer untuk mensosialisasikan program Remaja Teman Sebaya Anti Narkoba di wilayah local tertentu dengan efektif. Selain Influencer Media Sosial, Pemuka Opini seperti Apa yang digolongkan Influencer? Blogger Ÿ Ÿ Blogger dan influencer di media sosial (terutama blogger mikro) memiliki hubungan yang paling otent ik dan akt if dengan penggemar mereka. Blogging telah terhubung dengan pemasaran influencer untuk beberapa waktu sehingga ada banyak blog yang sangat berpengaruh di internet. Jika seorang blogger populer secara positif menyebutkan brand atau pesan kampanye program dalam sebuah postingan, hal itu dapat membuat pendukung blogger tersebut ingin mencoba produk atau mengikuti pesan kampanye. Ÿ Banyak blogger telah membangun pengikut yang cukup besar di sektor tertentu. Misalnya, ada blog yang sangat berpengaruh tentang pengembangan pribadi anak dan remaja, keuangan, kesehatan , musik, dan banyak topik lainnya. Hal penting yang dimiliki blog sukses adalah rasa respek dar i pembacanya. MODUL II Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 43


YouTuber Ÿ Ÿ Tentunya blog bukanlah satu-satunya jenis konten populer di internet mengingat jenis konten favorit lainnya adalah video yang lebih banyak mendominasi. Dalam hal ini, daripada setiap pembuat video memiliki situs mereka sendiri, kebanyakan membuat saluran di YouTube. Mereka sering kali sejalan dengan pembuat konten YouTube populer. Di kalangan anak-anak dan remaja, Youtuber adalah sosok yang sangat digandrungi bahkan banyak anak dan remaja yang terobsesi menjadi creator konten di Youtube. Penyuluh bisa mencari Youtuber lokal dan mencoba berkolaborasi dengannya untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi P4GN di kalangan anak dan remaja. Podcasters Ÿ Ÿ Podcasting adalah bentuk konten online yang relatif baru yang semakin popular sejak Pandemi Covid. Semakin banyak orang beralih mendengarkan podcast karena dianggap lebih rinci dan datang dengan konsep- konsep menarik. Ini tentu saja membuat podcaster, sebagai pemilik podcast akan mendapatkan kesempatan dengan terbukanya peluang mendapatkan pengikut atau pendengar. U n t u k k o n t e n - k o n t e n c e r i t a y a n g menginspirasi dan imajinatif, penyuluh bisa membuat channel podcast dan mengajak narasumber yang menginspirasi ataupun berkolaborasi dengan podcaster yang peduli isu-isu penyalahgunaan narkoba. Bagaimana Caranya Penyuluh Mulai melirik KOL dan Influencer Media Sosial sebagai partner penyebarluasan informasi ? Ada beberapa tips sederhana untuk mulai mengidtntifikasi KOL dan influencer yang potensial Penyuluh pada awalnya menyusun masing- Ÿ masing 10 daftar KOL dan Influencer Media Sosial yang potensial di wilayahnya dan mengelompokkan berdasarkan jenisnya (Makro, Mikro, Nano). Penyuluh perlu mengetahui bagaimana Ÿ tingkat keterlibatan (engagement rate) khalayak anak dan remaja pada postingan seorang KOL dan Influencer Media Sosial. Ada beberapa tools yang bisa dipakai oleh nonpemilik akun yakni Klout Score. Engagement ini harus diketahui karena KOL/ Influencer Media Sosial nantinya yang akan menjadi penyambung sebuah Program Komunikasi P4GN dari BNN kepada para pengikut dari kalangan anak dan remaja. Seorang influencer yang berpengaruh, kontennya pasti akan selalu ramai dengan komentar. Tidak ada indikasi sebagai Pengguna Narkoba Ÿ Ÿ Penyuluh bisa melakukan screening terhadap sosok KOL/Influencer apakah memiliki jejak digital sebagai pengguna, pengedar, ataupun pendukung penyalahgunaan Narkoba seperti contohnya terlibat dalam kampanye legalisasi ganja. MODUL II 44 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Relevansi Terhadap Isu Sosial Ÿ Ÿ Penyuluh dapat memilih KOL yang sering secara sukarela bergerak membahas isu-isu problematika sosial dengan kemasan yang sangat khas anak muda. Mulailah dengan ikut nimbrung berkomentar dalam postingan yang dirasa relevan. Penyuluh perlu mengetahui fokus konten dari KOL / Influencer Media Sosial yang akan diajak kerjasama tersebut. Lalu hubungi manajer atau kirim pesan langsung (direct message) kepada pemilik akun. Mintakan opini tentang penyalahgunaan Narkoba dan utarakan keinginan untuk berdiskusi lebih lanjut terkait kerjasama program pencegahan Narkoba. B e rhubung influen c e r y ang spe s ifik Ÿ membahas Narkoba yang jarang, tentunya harus ada dedikasi dan kreativitas dari penyuluh dalam mengedukasi pesan kunci P4GN dan mengarahkan KOL bahwa narkoba bisa dilihat dari beberapa sudut pandang, s e p e r t i h u kum, p s i ko l o g i , e ko n omi , kesehatan,dll. Setelah penyuluh berhasil merampungkan Ÿ kerjasama dengan KOL/influencer media sosial yang tepat, penyuluh juga wajib memastikan bahwa konten yang dibuat pesannya sesuia dengan pesan kunci P4GN meskipun dengan pengemasan yang khas anak muda. Tips Cara Memilih Influencer Berikut tips memilih influencer untuk diajak bekerjasama dalam Perogram Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN; A. Identifikasi Profil Cara pertama yang bisa Penyuluh lakukan untuk memilih Influencer yang tepat adalah dengan melihat profile akun influencer. Memilih influencer memang gampang-gampang susah sebab saat ini banyak sekali orang yang ingin menjadi influencer. Jadi, Penyuluh harus memilih influencer yang relevan dengan anak dan remaja, konten positif tentang pola hidup sehat, dan edukasi lainnya seperti pergaulan bebas. Lebih baik lagi influencer sering membahas tentang ajakan menghindari Narkoba. B. Cek Jumlah Komentar dan Like Tips berikutnya adalah dengan cara memeriksa jumlah pengikut, komentar, dan like.Ada Influencer yang memiliki penguikut hanya sedikit tapi jumlah like dan komentar dalam unggahannya banyak. Di sisi lain, ada Influencer yang memiliki Pengikut banyak tapi jumlah like dalam postingannya sedikit. C. Bandingkan dengan Influencer Lainnya Penyuluh tentu sudah punya budget untuk promosi produk. Jadi, riset terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk beker ja sama dengan Influencer . Misalnya, tanyakan harga yang mereka patok untuk sekali endorse, lalu bandingkan dengan Influencer lainnya. D. Pastikan Pengikut Influencer Sesuai dengan Misi Hal penting selanjutnya dalam memilih influencer adalah dengan ,memastikan Khalayak Influencer tersebut tepat adalah anak dan remaja secara lokal, regional, maupun nasional. E. Perhatikan Konten Foto Cara berikutnya adalah memperhatikan foto dan video Influencer . Para Influencer profesional tentu menampilkan foto atau video dengan kualitas tinggi dan menarik. Itu bisa menjadi bahan penilaian bagaimana cara mereka mengunggah suatu produk/kampanyee program tertentu. Kualitas foto dan video yang baik pastinya menarik banyak pengikut. Dengan melihat kualitas unggahan Influencer , Penyuluh bisa memiliki gambaran bagaimana Influencer tersebut mempresentasikan P4GN. . Cara Mendekati Influencer Setelah mengetahui cara memi l ih influencer yang tepat, kini saatnya Penyuluh memahami bagaimana caranya melakukan approach atau mendekati influencer untuk bekerja sama dalam penyebarluasan informasi dan edukasi P4GN. A. Observasi Penyuluh perlu mengetahui dulu siapa influencer yang cocok untuk sosialisasi dan Program Komunikasi seper ti langkah yang dijelaskan di atas. Cari tahu bagaimana kontenMODUL II Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 45


konten yang sering diunggahnya, bagaimana tingkat engagement dengan para pengikutnya terutama kalangan anak dan remaja. Kalau sudah influencer banyak memuat pesan-pesan inspiratif, edukatif, dan gaya hidup sehat bagi anak dan remaja, maka proses kerja sama dengan influencer tersebut bakal jadi lebih gampang. B. Hubungi Japri atau kontak yang tertera di bio Nano dan micro influencer biasanya belum memiliki tim atau manager, jadi Penyuluh bisa menghubungi mereka langsung lewat direct message. Tapi, kalau pada bio tertera contact person yang bisa dihubungi, sebaiknya hubungi melalui nomor tersebut saja. Sangat disarankan komunikasi pertama via text, baik itu berupa chat ataupun email, karena itu lebih nyaman bagi kedua belah pihak. C. Perkenalkan diri dan pekerjaan sebagai Penyuluh Jangan tergesa-gesa, jelaskan dulu identitas penyuluh dan bagaimana Penyuluh punya tuga s pent ing untuk me l a kuk an pencegahan P4GN sebelum mengajak kerja sama. Berikan sedikit gambaran tentang potensi amplifikasi pesan baik tentang pencegahan P4GN supaya influencer tertarik untuk bekerja sama. Bersikap ramah, sebab ini bisa menciptakan suasana yang nyaman bagi Penyuluh dan influencer. D. Minta info tarif /rate card Usai perkenalan, cara approach influencer berikutnya adalah dengan meminta rate card untuk mengetahui standar harga konten. Pelajari rate card tersebut dan tentukan jenis konten apa yang sesuai budget. Lakukan cara yang sama ke beberapa influencer sebagai perbandingan. E. Jalin komunikasi dua arah Cara berikutnya adalah jalin komunikasi d u a a r a h . S u p a y a t a r g e t P r o g r a m Sosialisasi/Komunikasi bisa tercapai, buka komunikasi dengan menjelaskan bagaimana konten yang Penyuluh butuhkan, siapa target khalayak, dan apa yang diharapkan dari influencer tersebut agar tujuan tersebut bisa tercapai. Dengarkan tanggapan dari influencer dan diskusikan bagaimana konten yang terbaik untuk keduanya. F. Berikan penawaran Kalau influencer sudah mengungkapkan tarif, tak ada salahnya Penyuluh langsung bernegosiasi. Tapu, jangan paksakan tarif yang Penyuluh tawarkan kepada influencer. Sebab, influencer juga punya tariff standarnya. Kalau masih belum sesuai budget, tawarkan opsi imbalan lainnya seperti barter atau kesempatan untuk traveling ke berbagai tempat, menjadi pembicara di depan khalayak luas misalnya di sekolah atau acara Pemerintah Daerah, kesempatan bertemu dengan tokoh pent ing, atau tawaran makan yang sederhana. G. Berikan Waktu Berikan waktu kepada influencer untuk mempertimbangkan tawaranmu. Perlu diingat, j angan fol low-up set i ap ha r i ka rena i tu mengganggu. Tidak ada yang suka diburu-buru dalam menentukan pilihan. Penyuluh bisa menanyakan kembali dalam waktu tiga hari ke depan. H. Tawarkan reward kalau lampaui target Supaya influencer semakin tertarik bekerja sama, tawarkan bonus jika dia mampu melampaui target yang sudah disepakati bersama. Misalnya, memberikan bonus senilai 20% dari nilai kontrak kalau influencer mampu mengundang peserta penyuluhan lebih dari 100%. I. Minta report Meminta report adalah cara approach influencer yang sering dilupakan. Report yang dimaksud adalah laporan performa konten. Laporan ini mesti ditelaah untuk mempelajari keberhasilan strategi marketing Penyuluh . Jadi, setelah influencer unggah konten Penyuluh, mintalah report atau insight performanya. Itulah cara pendekatan influencer agar sesuai budget dan tepat sasaran. Dengan bantuan influencer, Kegiatan penyuluhan dan penyebaran konten kreatif yang dibuat oleh Penyuluh akan menyebar dengan lebih cepat. MODUL II 46 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


D a l a m p e l a k s a n a a n penyebarluasan informasi dan edukasi P4GN di tengah masyarakat, Penyuluh Narkoba tidak sendiri. BNN juga membentuk Relawan Anti Narkoba dan Penggiat Anti Narkoba. Relawan Anti Narkoba adalah masyarakat baik kelompok maupun perorangan yang bersedia dengan sukarela untuk membuat suatu perubahan di lingkungannya yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Relawan Anti Narkoba menjadi seseorang yang bersedia mengabdi secara ikhlas, tanpa pamrih, dan tanpa diberikan imbalan, memiliki kemampuan dan kepedulian sebagai penggerak. Kehadiran Relawan Anti Narkoba di bawah Deputi Pencegahan diharapkan dapat menjadi agen perubahan ( agent of change) dan menggerakkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat, bangsa, dan negara dalam upaya P4GN. Keberadaan Relawan Anti Narkoba ini berada di seluruh instansi vertikal BNN, baik itu di BNN RI, BNN Kabupaten/Kota, maupun BNN Provinsi. Dimana proses rekrutmen, asistensi pembinaan, serta evaluasi dan pelaporan kegiatannya menjadi t a n g g u n g j a w a b B N N s e s u a i w i l a y a h vertikalisasinya. Penyuluh Narkoba dan Relawan Anti Narkoba diharapkan dapat saling melengkapi dalam ekosistem P4GN. S ebaga i peny ampa i pe s an da l am penyebarluasan informasi dan edukasi P4GN, Fungsi Relawan Anti Narkoba antara lain : S e ba ga i p e ny u l u h ma s y a r a k a t y a n g Ÿ memberikan pengetahuan dan pemahaman melalui sosialisasi bahaya narkoba; Sebagai inisiator yang merancang dan Ÿ mengimplementasikan program pencegahan secara mandiri; Sebagai motivator yang menggerakkan Ÿ masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan; Sebagai fasilitator yang menjembatani BNN Ÿ dengan seluruh stakeholder. Selain relawan yang biasanya bergerak secara bottom to top, dalam pelaksanaannya P4GN terdapat juga Penggiat Anti Narkoba di bawah Deputi Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas). Penggiat Dayamas merupakan orang terpilih yang memberikan sumbangsih tanpa pamrih untuk memberikan pemahaman bahaya narkoba di tengah masyarakat dengan pola top to down. Penggiat biasanya beroperasi di Kawasan rawan penyalahgunaan Narkoba. Mereka membina anakanak mantan pecandu untuk bisa lepas dari ketergantungan Narkoba. Agar kiprah penggiat P4GN maksimal, maka berbagai materi dan keterampilan pun harus dipersiapkan dengan baik. Baik penggiat P4GN baik dari lingkungan swasta maupun masyarakat harus memiliki program yang nyata di tengah masyarakat. Karena itulah, perencanaan menjadi salah satu hal penting yang harus disusun dengan matang. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dalam rangka menggerakkan P4GN di masyarakat secara kreatif. Penyuluh Narkoba BNN bisa melakukan koordinasi dnegan Rela. Kegiatan P4GN yang dilakukan oleh Penggiat bisa dilakukan dalam kemasan yang beragam tak hanya sebatas penyuluhan. Para penggiat P4GN di masyarakat bisa mengusulkan untuk membangun sarana olahraga di lingkungan masyarakat, dengan harapan bisa membuat anakanak muda lebih menyibukan di r i untuk berolahraga sehingga sehat dan jauh dari gaya hidup negatif seperti narkoba. Selain itu, para penggiat di lingkungan perusahaan swasta juga melakukan banyak hal dalam upaya mendukung P4GN. Selain membentuk satgas anti narkoba di perusahaan, kegiatan tes urine secara berkala juga bisa dilakukan sebagai deteksi dini penyalahgunaan narkoba di tempat kerja. Para penggiat P4GN di lingkungan kerja instansi swasta yang biasanya berposisi sebagai Human Resources Development (HRD) juga bisa meminta waktu untuk menyampaikan bahaya narkoba ketika kegiatan briefing sebelum rutinitas pekerjaan dimulai. Baik relawan dan penggiat, keduanya dapat menggunakan modul ini secara parsial maupun untuk dengan bantuan Penyuluh Narkoba sebagai fasilitatornya. 3.3 Relawan/Pegiat MODUL II Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 47


Kesuksesan pelaksanaan P4GN tidak lepas dari peran Pengambil Kebijakan baik di tingkat pusat, provinsi, dan Kab/Kota, Dalam modul ini Pengambil kebijakan P4GN dapat dibagi dua menjadi internal BNN dan eksternal BNN. Internal BNN teridiri dari Kepala BNN baik BNN Provinsi maupun BNN Kota/Kabupaten, dan Pejabat Struktural di BNN Pusat. Sementara itu Pengambil Kebijakan Eksternal yang terlibat antara lain Gubernur, Walikota/Bupati, Pimpinan K/L, Pimpinan SKPD, dan Pimpinan TNI dan Polri. Dalam pelaksanaannya, ada penekanan urgensi yang tercantum dalam Petunjuk Teknis RAN P4GN Tahun 2020-2024. Saat ini telah digariskan upaya strategis untuk mewujudkan persamaan persepsi tentang P4GN bagi petugas person in charge (PIC), Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam menerjemahkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang RAN P4GN 2020-2024. Instruksi ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi 73 K/L, 34 Provinsi, dan 514 pemerintah Kab/Kota, dan masyarakat dalam pelaksanaan penyediaan dan penyebaran Informasi tentang pencegahan bahaya narkotika dan prekursor narkotika. Siapa kah yang telibat? Pejabat negara, Aparatur Sipil negara (ASN), prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan masyarakat adalah pihak yang bersama-sama mendukung Penyuluh Narkoba dalam Program Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN. 3.4 Pengambil Kebijakan MODUL II 48 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Lembar Evaluasi Penyampai pesan atau Komunikator adalah Komponen yang ada dalam proses Komunikasi. Dalam Program Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN secara garis besar terdapat dua jenis penyampai pesan yang akan dibahas dalam modul, antara lain penyampai pesan terlembaga dan penyampai pesan individu. Penyuluh BNN masuk ke dalam kategori penyampai pesan terlembaga. Dalam Kegiatan Penyebarluasan di Saluran Langsung maupun Tidak Langsung (Bermedia) Penyuluh harus memiliki Kompetensi Komunikasi mulai dari Perencanaan Program , Kerjasama, Pembuatan Pesan, Pemilihan dan Pengelolaan Saluran, hingga melakukan Evaluasi Program. Dalam pelaksanaan Program Komunikasi, penyuluh dapat bekerjasama dengan para penyampai pesan lainnya baik pihak internal BNN maupun pihak eksternal. Untuk penyebarluasan pesan yang lebih luas dan terarah, penyuluh bisa menggandeng penyuluh lain, pemuka opini, KOL, Influencer Sosial Media, Relawan/Penggiat , dan Pengambil Kebijakan di Daerah. Penyuluh sebaiknya dapat mengerjakan minimal 3 dari 5 Latihan Memetakan pihak mana saja yang akan diajak Ÿ Kerjasama dalam jangka pendek, menengah, dan panjang Menginventarisir 10 Pemuka Opini di daerah Ÿ operasional menggunakan Lembar Kerja Pemetaan Kerjasama Menginventarisir 10 KOL dan 10 Social Media Ÿ Influencer pilihan anak muda di wilayahnya menggunakan Lembar Kerja Identifikasi Pemetaan Kerjasama Membuat Proposal Kerjasama dengan KOL dan Ÿ Social Media Influencer Meminta Penawaran Kerjasama dari 3 manajer Ÿ Social Media Influencer dengan menggunakan aplikasi SocioBuzz.com Per tanyaan untuk Penyuluh. Silakan dijawab singkat, padat, jelas, dan disertai contoh. Apa saja kompetensi penyuluh di bidang Ÿ Komunikasi dalam penyebaran informasi menggunakan saluran bermedia? Sebutkan pihak-pihak yang masuk penyampai Ÿ pesan lainnya ? Mengapa penyuluh harus bekerjasama dengan Ÿ penyampai pesan lainnya? Sebutkan minimal 3 alasannya Apakah perbedaan antara pemuka opini dan Ÿ influencer media sosial? Bagaimana cara penyuluh membentuk Ÿ pemimpin opini dalam Program Remaja Teman Sebaya Anti Narkoba ? Modul Perencanaan Kegiatan Komunikasi Ÿ Universitas Indonesia. Penyusun : Prof Ibnu Hamad Buku-buku dan Jurnal tentang Ilmu Ÿ Komunikasi, Digital Marketing, Social Media, Influencer, dan Kampanye Digital Buku Panduan Dayamas dan Pedoman Ÿ Relawan / Penggiat Narkoba Sumber Elektronik berupa artikel, jurnal, video Ÿ dari Pencarian dengan menggunakan kata kunci “Pemuka Opini”, “KOL”, “Influencer”, “Ins t ruks i P4 G N ”, “Medi a R e l a t ions ”, “Government Relat ions ”, “Communi ty Relations”, Lobbying, Dealing, Sumber Referensi Belajar Mandiri Kesimpulan Latihan Yang Harus Dikerjakan MODUL II Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 49


MODUL III MENGENALI KHALAYAK eperti telah dijelaskan dalam Modul 1 tentang Sperencanaan, penyuluh disarankan melakukan pemetaan khalayak sebelum melakukan Program Penyuluhan, Program Komunikasi, maupun Program Sosialisasi. Penyuluh tentunya perlu menganalisis berbagai segmen masyarakat terutama anak dan remaja yang dihadapi oleh penyuluh dan menjadi fokus bahasan dari modul ini Analisis ini bisa dari segi sosiodemografis (pendidikan, usia, jenis kelamin, etnis, kepercayaan, bahasa, pekerjaan) maupun dari segi psikografis (aspirasi dan kebiasaan). Pemahaman komprehensif mengenai tatanan masyarakat ini diperlukan agar penyebarluasan informasi menggunakan saluran langsung maupun saluran tidak langsung (bermedia) bisa tepat sasaran. Khusus untuk khalayak anak dan remaja penyuluh minimal dapat menge t ahui be rda s a rkan preva l ens inya , karakteristik usia dan generasi, keterampilan dan preferensi media yang digunakan. Tim Penyusun Modul juga mengangkat sedikit pembahasan tentang khalayak dewasa sebagai perbandingan dan pengayaan. PENYEBARLUASAN INFORMASI Pengguna modul memahami : Ÿ Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di kalangan anak-anak Ÿ Karakteristik anak-anak berdasarkan usia dan jenis generasinya Ÿ Preferensi Saluran Media anakanak Ÿ Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja Ÿ Karakteristik remaja terkini Ÿ Preferensi Saluran Media remaja Ÿ Perbandingan segmen anak dan remaja dengan dewasa Pengguna modul dapat melakukan : Ÿ Observasi terhadap khalayak anak dan remaja Ÿ Menyusun strategi Program Penyuluhan/ Sosialisasi/ Komunikasi yang tepat yang tepat bagi anak dan remaja SASARAN DAN EDUKASI P4GN MODUL III Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 51


Penyalahgunaan narkoba telah menyerang berbagai kalangan, tidak terkecuali para anak-anak. D i Indones i a , penyuluh N a rkoba mul a i memberikan penyuluhan kepada anak usia 6-12 tahun. Sayangnya masih belum banyak data prevalensi Narkoba untuk anak berusia 6 -12 tahun di Indonesia. Penyuluh Narkoba di Daerah sebaiknya sebaiknya menggali lebih lanjut tentang prevalensi dalam konteks personal. Ada sebuah data terbaru di tahun 2021 yang menarik dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Disebutkan bahwa 82,4 persen anak yang terjerat kasus narkotika berstatus pemakai. Ada 47,1 persen berperan sebagai pengedar, dan 31,4 persen sebagai kurir. 65 persen responden menjawab bahwa Narkoba mereka dapatkan dari teman bermain dekat rumah dan sebanyak 50 persen menjawab bahwa Narkoba tersebut dikonsumsi bersama teman rumah. Itu artinya keluarga menjadi faktor yang sangat penting dan harus juga diperhatikan oleh penyuluh dalam melindungi anak dari penyalahgunaan narkoba. Beberapa hasil studi lainnya tentang Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di kalangan anak-anak di negara lain menunjukkan anak-anak yang rentan tidak terbatas pada mereka yang bersekolah. Faktanya, jauh lebih tinggi tingkat penggunaan narkoba anak-anak yang tidak bersekolah seperti anak jalanan jauh lebih tinggi. C o n t o h n y a , S t u d i B a n k D u n i a t e n t a n g penggunaan narkoba dan perilaku berisiko lainnya dari tahun 2011 dengan melibatkan wawancara terhadap 640 anak jalanan di Dhaka. Lebih dari setengahnya berusia 15 tahun ke bawah, dengan 19 persen berusia 12 tahun. Dalam kajian ini menunjukkan bahwa rokok (86 persen), lem (42 persen), dan ganja (36 persen) adalah zat yang paling umum digunakan. sus hukum, pernah melakukan pengobatan/rehabilitasi, serta pernah mendapatkan sanksi sosial karena permasalahan narkoba. Studi Johnson, dkk. (2014) misalnya menjelaskan faktor kedekatan remaja dengan orang tua terkait penyalahgunaan narkoba. Kualitas kedekatan orang tua dengan anak juga memengaruhi anak dalam pengambi lan keputusan dan pemilihan teman. Di sisi lain, lingkungan keluarga yang “tidak harmonis” dapat memengaruhi perilaku berisiko anak, termasuk penyalahgunaan narkoba dan alkohol sebagai tempat pelarian dari stress dan tekanan. Anak yang merasa memiliki kedekatan yang erat dengan keluarga mereka, cenderung tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba (Johnson, dkk., 2014: 214). Di sisi lain, harus disadari bahwa ketidakstabilan dalam keluarga ternyata memiliki korelasi terhadap penyalahgunaan narkoba oleh remaja. Peran keluarga, sekolah, dan teman sebaya sangat penting dan besar untuk mecegah agar anak-anak tidak terjerumus penyalahgunaan narkoba. Penelitian di atas menunjukkan urgensi anak sebagai khalayak Program Penyebarluasan Informasi dan yang akan dilakukan oleh penyuluh Narkoba. Di Indonesia, terdapat inkonsistensi batasan usia anak dan remaja yang berlaku dalam Undang-Undang, Berdasarkan Undang-Undang, Surat Keputusan, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden maupun Peraturan Menteri dapat disimpulkan bahwa mereka yang berusia dibawah 18 tahun disebut anak. Sementara itu, Biecheler dan Snowman mengklasifikasikan anak-anak berdasarkan usianya dalam 2 jenis yakni anak pra-sekolah (3-6 tahun) dan anak sekolah (6-12 tahun). Adapun anak usia dini secara umum adalah anak-anak di bawah usia 6 tahun. Anak Pra-sekolah juga sering disebut o l e h P eme r i n t a h me l a l u i U U S i s d i kn a s mendefinisikan anak usia dini adalah anak dengan rentang usia 0-6 tahun. Khusus untuk anak usia dini, dalam sesi diskusi panel, Tim Penyusun Modul menemukan bahwa masih belum banyak kegiatan penyuluhan oleh BNN yang menyentuh anak usia ini. Segmen ini membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan anak Sekolah Dasar. Untuk anak usia dini, terdapat dua starndar batasan usia yang dipergunakan oleh the National Association For The Education Of Young Children (NAEYC) dan Pemerintah RI . NAEYC mengelompokkan masa “Early childhood” masa awal adalah anak yang sejak lahir sampai dengan usia delapan tahun (0-8 tahun). Sementara itu, menurut UU Sisdiknas mendefinisikan anak usia dini adalah anak dengan rentang usia 0-6 tahun. 4.1 Khalayak Anak 4.1.1 Penggolongan Anak berdasarkan Usia MODUL III 52 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Untuk anak usia dini, penyuluh bisa mengacu juga pada berbagai metode Pendidikan Anak Usia Dini. Pemerintah melalui UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 banyak menaruh perhatian terhadap Pendidikan Anak Usia Dini dengan memandang hal ini sebagai upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Selanjutnya, penyuluh dapat mengenal i karakter i s t ik anak berdasarkan us ia dan pengelompokkan generasinya. Pembahasan tentang karakteristik anak dibagi menjadi 2 (dua) yakni Anak Pra-Sekolah dam Anak Sekolah. Anak Pra-Sekolah / Usia Dini Ÿ Ÿ Karakter Anak Usia Dini bisa dikenali oleh penyuluh berdasarkan ciri-ciri yang mengacu pada pertumbuhan fisik, kognitif, Bahasa, moral, dan socio emosional. Ciri-ciri ini memiliki kecenderungan ajeg dari masa ke masa seperti banyak dimuat dalam bahasan Psikologi Perkembangan cabang Ilmu Psikologi yang mengkaji bagaimana manusia bertumbuh dan berubah di sepanjang garis hidupnya. Ÿ Pada tahap pertumbuhan fisik, sejalan dengan pertumbuhan seorang anak, maka kemampuan motoriknya juga akan bertambah matang. Anak akan menjadi semakin mampu melakukan gerakan – gerakan yang lebih kompleks. Terkadang, tingkat pertumbuhan motorik anak ini akan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua. Ÿ Tahap sel anjutnya pada ps ikologi perkembangan anak us ia dini adalah perkembangan kognitif. Usia dini bukan hanya waktu untuk perkembangan fisik, tetapi juga wa k tu untuk ana k mengembangkan kemampuan kognitifnya. Termasuk dalam perkembangan kogni t if yai tu memor i, pemecahan masalah, kemampuan berpikir, dan penalaran yang akan muncul selama masa kanak – kanak dan berkembang. Ÿ Pada Tahap Sensori-motorik pada usia anak 0-2 tahun, pengetahuan anak tentang dunianya dan lingkungannya masih terbatas melalui penerimaan indera dan geraknya. Tingkah laku anak terbatas pada respons motorik sederhana berdasarkan rangsangan s e n s o r i k n y a . M i s a l , g e r a k r e fl e k s , mengembangkan cara dan kebiasaan awal, mereproduksi berbagai kejadian yang menarik minatnya, dan lain – lain. Ÿ Pada tahap Pra-Operasional atau usia anak 2-6 tahun, anak sudah mulai belajar untuk menggunakan bahasa. Saat ini anak belum menger ti tentang logika, belum dapat memanipulasi informasi secara mental dan belum mampu mengambil sudut pandang orang lain tentang suatu masalah. Ÿ S e l a n j u t n y a a d a l a h k e m a m p u a n berbahasa. Ada tahap pra-lingual untuk anak berusia 0-1 tahun, tahap lingual untuk anak yang berusia 1 hingga 2,5 tahun. Pada tahap lingual, umumnya, anak dapat memproduksi kata pertamanya saat berusia 12-13 bulan. Namun walaupun baru mampu berbicara satu patah kata, anak dapat mengerti lebih dari itu. Pada usia 18 bulan , biasa nya anak mulai mampu berbicara dua patah kata. Barulah pada tahap Tahap Diferensiasi di usia 2,5 sampai 5 tahun anak sudah memiliki kemampuan kalimat pendek dan banyak kata sesuai dengan tata bahasa yang baik. Dilihat dari aspek kualitas dan kuantitas, perbendaharaan kata anak berkembang dengan baik sekali. Ÿ Dalam perkembangan moral, anak hanya akan memahami bahwa larangan atau hukuman yang mereka terima disebabkan karena apa yang dilakukannya bisa membuat orang lain atau dirinya sendiri dalam kesulitan. Anak usia dini masih memiliki peraturan sendiri dan tidak paham apa yang dilakukannya itu benar atau salah. Anak Sekolah Ÿ Ÿ Pada kategori Anak Sekolah dalam rentang usia antara 6-12 tahun, perkembangan ps ikologi s anak biasanya mengalami perubahan-perubahan baik perubahan kecil maupun besar. Jadi, bukan hal yang aneh ketika 4.1.2 Karakteristik Anak MODUL III Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 53


Ÿ perkembangan fisik dan psikologi anak mengalami perubahan, tinggal sebagai orang tua mengawal dan mengarahkan. Penyuluh N arkoba juga sudah bi sa melakukan pengarahan terhadap anak usia ini dengan halhal yang sederhana dan diperkuat dengan pengulangan. Ÿ Pada tahap pertumbuhan fisik, banyak kemajuan dalan hal perubahan fisik. Pada perkembangan motorik anak usia ini sudah memasuki tahap operasional dimana anak mulai berpikir logis terhadap apa yang sedang terjadi. Sementara tahap pada operasional formal anak mampu membuat penalaran dari kejadian yang dialami. Ÿ Pada tahap perkembangan psikologi anak usia 6-12 tahun, banyak kemajuan dalam aspek Bahasa dan emosional. Dimulai dari tahap pertama, anak-anak usia 6 tahun cenderung antusias dan kooperatif saat bermain bersama teman sebayanya. Mereka sudah paham adanya konsekuensi positif dan negatif dari apa yang sudah dilakukan. Selain itu, anak dapat mengekspresikan perasaannya sendiri melalui sikap empati, mandiri hingga kecemburuan terhadap hal tertentu. Ÿ Pada usia Usia 7 Tahun terdapat tanda perkembangan psikologis dimulai dengan kesadaran diri dan rasa khawatir terhadap persepsi orang lain atas keberadaannya. Anak sudah bisa melupakan rasa takut saat masih balita, namun di sisi lain muncul rasa takut yang baru yaitu hal-hal yang dirasa asing. Ÿ Pada Usia 8 Tahun, anak-anak mampu mengekspresikan perasaan dengan kata-kata atau tindakan yang agresif. Mereka mulai nyaman dengan zona pertemanan seperti keinginan disukai dan diterima oleh temantemannya. Beberapa anak juga menunjukkan keter t a r ikan pada uang, bel a j a r dan memikirkan rencana masa depan dengan pola pikir mereka. Ÿ Pada Usia 9 Tahun, anak-anak cenderung lebih kritis terhadap diri sendiri dan pandangan orang lain.Pada usia ini, anak-anak senang apabila usaha yang dilakukan dihargai dengan sebuah pujian. Suasana hati cepat berubah di mana sifat pemarah dan mudah memaafkan sering terjadi. Ketika ada masalah dengan seseorang, mereka paham arti negosiasi untuk menyelesaikan masalahnya. Ÿ Pada Usia 10 Tahun, anak-anak mulai memandang per temanan adalah suatu hubungan yang harus dijaga. Beberapa di antara mereka mungkin merasakan tekanan jika tidak bisa sama seperti temannya. Seperti rasa khawatir dan tidak percaya diri dengan penampilan fisik mulai terjadi pada usia ini. Ÿ Pada Usia 11 Tahun anak-anak mulai memasuki fase awal remaja. Psikologis anak mulai menunjukkan kedewasaan yang mana membatasi keterbukaan masalah pribadi dengan orang tua karena merasa memiliki privasi sendiri. Cara berpikir logis lebih diutamakan karena mereka dalam tahap memahami jati dirinya. Ÿ Pada Usia 12 Tahun bisa dikatakan anak telah beranjak remaja. Anak-anak pada usia ini sangat memperhatikan penampilan fisik, bahkan beberapa anak meluangkan waktunya untuk membuat penampilannya lebih m e n a r i k . S e l a i n i t u a n a k m u n g k i n menunjukkan perilaku kasar dan mudah marah. Hal ini sangat wajar yang mana dari sisi emosional mereka belum stabil, meskipun dari segi fisik seakan seperti anak remaja yang siap menghadapi apa pun Pada tahun 2022, Ada 2 generasi yang masuk kategori anak-anak yakni mereka Generasi Z dan Generasi Alpha. Populasi gen Z yang pada tahun 2022 berusia 12 – 25 tahun di Indonesia ternyata sangat banyak, tetapi didominasi kategori remaja dan dewasa muda. Hanya anak-anak usia 12 tahun yang masuk kategori Gen Z dan pada tahun 2023 mereka sudah tidak masuk kategori anak-anak berdasarkan usia lagi. Berdasarkan hasil sensus penduduk BPS di tahun 2020 melaporkan bahwa ada 74,93 juta gen Z di Indonesia atau sekitar 27,94% dari total penduduk Indonesia. Penyuluh bisa focus untuk mendalami mayoritas anak-anak adalah Generasi Alpha yang lahir pada rentang waktu 2010 sampai dengan 2025. Dimana secara garis besar, mereka yang masuk ke kategori ini adalah mereka yang lahir pada abad 21 4.1.3 Tantangan Generasi Alpha MODUL III 54 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


setiap minggu terdapt dua setengah juta anggota generasi alpha yang lahir. Bahkan, pada 2025 diperhitungkan bahwa ada dua miliar anggota generasi alpha. Mereka yang lahir pada generasi alpha ini mempunyai karakteristik khas, seperti bagaimana cara mereka berinteraksi dan seperti apa cara mereka belajar. Oleh karena itu, orang tua dan juga pendidik haruslah memahami dengan benar bagaimana generasi alpha berperilaku dan bersikap. Mengenali generasi alpha dan cirinya menjadi salah satu cara yang harus pendidik dan orang tua pahami. Generasi Alpha memiliki beberapa ciri-ciri yang relevan sbb : Belajar melalui IoT Ÿ Ÿ Generasi alpha dan cirinya yakni belajar melalui IOT atau Internet of Things . Adanya tren teknologi menggunakan gadget, menjadikan generasi ini sudah tidak asing dengan teknologi dan internet. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan gadget, dapat mengubah persepsi atau pandangan mereka mengenai kecerdasan ketika bersekolah. Anak cenderung akan mengartikan kecerdasan sebagai sebuah kemampuan menghafal. Akan tetapi, belum diketahui bagaimana dampak a t au kons e kuens i yang a k an te r j adi kedepannya. Menyukai tren terbaru (Updates) Ÿ Ÿ Generasi alpha merupakan mereka yang lahir pada era keberagaman suku, agama, ras, kebudayaan, status sosial, dan juga kemajuan teknologi. Adanya keberagaman tersebut membuat generasi alpha ini dapat menerima perbedaan dengan lebih terbuka. Mereka yang lahir pada era digital ini, dipengaruhi oleh perubahan yang sangat cepat. Dimana mereka juga akan mengalami evolusi atau perubahan dalam hal berpikir. Ÿ Generasi alpha mempunyai potensi membawa pembaruan dalam kehidupan sosial serta memajukan masyarakat di sekitarnya. G e n e r a s i a l p h a y a n g h i d u p d a l a m keanekaragaman, menjadi memiliki sifat untuk mempertahankan jati diri dan juga lebih siap dalam mengembangkan soft skill. Opini kuat Ÿ Ÿ Selanjutnya, generasi alpha mempunyai opini dan pemikiran yang kuat. Sebuah penelitian menemukan bahwa generasi alpha dapat bersikap adil kepada semua orang. Dimana secara garis besar, generasi alpha dinilai dapat menjaga diri supaya tetap aman di sekolah, menjaga dan merawat lingkungan, serta berbagi makanan dengan orang lain. Ÿ Bukan itu saja, generasi alpha juga dapat berlaku adil terhadap semua orang, tanpa memandang ras dan jenis kelamin. Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa generasi alpha mempunyai opini dan juga pemikiran yang kuat tentang keadaan dunia sekarang ini. Tidak suka batasan Ÿ Ÿ Generasi alpha adalah mereka yang tidak suka dibatasi dengan aturan. Mereka memiliki energi yang sulit ditahan sebab dunia digital mengoneksikan mereka dengan pandangan tak terbatas. Hal tersebut yang membuat generasi alpha lebih menyukai kebebasan untuk berekspresi Berinteraksi melalui media sosial Ÿ Ÿ Generasi alpha lebih banyak melakukan interaksi melalui media sosial dan terkoneksi sepanjang hari, baik itu dengan teman atau r e k anny a . A k an te t api , ha l te r s ebut menyebabkan munculnya kecemasan tentang masalah privasi. Dimana banyaknya mereka disukai secara online juga bisa menimbulkan masalah nantinya. Secara umum, karakteristik dari sebuah generasi akan sangat dipengaruhi oleh budaya, politik, dan peristiwa yang terjadi pada periode generasi itu sendiri. Seperti misalnya, dari awal generasi alpha dikelilingi oleh beragam teknologi digital sehingga pilihan saluran media sangat banyak. Sehingga, Generasi Alpha menjadi generasi yang paling melek terhadap keberadaan teknologi informasi. Untuk bisa menyetel dengan generasi ini, Penyuluh tentunya bisa menggunakan pendekatan interaktif dan membuat materi penyuluhan selayaknya konten-konten kreatif di media sosial. MODUL III Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 55


Setelah penyuluh memahami karakeristik anak berdasarkan usia dan jenis generasinya, langkah selanjutnya adalah melihat Preferensi Media Informasi dan Edukasi yang cocok untuk anak-anak. Meskipun media sosial merupakan saluran media yang paling digemari oleh anak-anak berdasarkan survei awal yang dilakukan penyuluh terhadap anak dan remaja, tetapi media sosial tidak direkomendasikan sebagai saluran karena anak usia dini sebenarnya belum legal menjadi pengguna media sosial (12/13 tahun ke atas). Berdasarkan diskusi panel dengan tim Reviewer modul didapatkan rekomendasi preferensi media yang dapat digunakan oleh penyuluh, antara lain: Dongeng Ÿ Ÿ Dongeng merupakan media yang sangat efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika terhadap anak. Termasuk menimbulkan rasa empati, simpati anak, dan menanamkan nilai bahwa penyalahgunaan narkoba adalah perbuatan yang terlarang dan pengedar narkoba alah penjahat. Nilai-nilai yang bisa dipetik dari dongeng adalah nilai kejujuran, kerendahhatian, kesetiakawanan, kerja keras, dan lain sebagainya. Bagi murid usia sekolah dasar (SD), ternyata mendongeng masih tetap selalu dinantikan. Cerita atau dongeng adalah s a l a h s a t u m e d i a k o m u n i k a s i g u n a menyampaikan beberapa pelajaran atau pesan moral kepada anak. Penyuluh bisa mengadopsi media ini untuk anak usia pra-sekolah dan anak usia sekolah. Ÿ Wo o lf s on ( da l am P uspi t a : 20 0 9 ) menyatakan hasil riset menunjukkan bahwa dongeng merupakan aktivitas tradisional yang jitu bagi proses belajar dan melatih aspek emosional dalam kehidupan anak-anak. Sebab ketika seseorang masih kanak-kanak, keadaan psikologisnya masih mudah dibentuk dan dipengaruhi. Oleh sebab itu ketika faktor yang memengaruhi adalah hal yang positif maka emosi anak akan positif juga. Permainan / Games Ÿ Ÿ Kegiatan Penyebaran Informasi dan Edukasi bisa membosankan jika dikemas dalam suasana kaku, serius, terpaku pada materi dalam waktu lama. Lewat permainan, kegiatan edukasi bisa lebih terasa cair bagi anak anak. Permainan bisa dilakukan sebagai aktivitas pembelajaran ketika kegiatan berada di lingkup luar ruangan atau outdoor, tapi permainan juga bisa melibatkan perangkat Smartphone di mana anak-anak Generasi Alpha biasanya telah diberikan Smartphone oleh orang tuanya. Saat ini banyak sekali jenis permainan anak bisa disetel untuk Penyuluhan Bahaya Narkoba. Penyuluh bisa memodifikasi beberapa permainan seperti Tebak Kata, Rantai Pesan, Game Memori/Ingatan, dll. Ÿ Perlu dipahami oleh penyuluh bahwa dalam rangka penyebaran informasi dan edukas i dengan mengunakan media permainan, perubahan prilaku yang tampak ketika media permainan digunakan pada anakanak adalah perilaku aktif berdiskusi, aktif menjawab dan akt if berpendapat saat p e m b e l a j a r a n m e n g g u n a k a n m e d i a permainan. Penyuluh bisa melakukan peragaan, pengulangan, dan penguatan diberikan agar sadar bahaya narkoba dan perilaku tangkal narkoba yang diinginkan dapat menjadi suatu kebiasaan sejak usia dini. Bermain Peran (Roleplay) Ÿ Ÿ Roleplay adalah salah satu cara penguasaan b a h a n - b a h a n p e l a j a r a n m e l a l u i pengembangan imajinasi dan penghayatan anak-anak. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan anak-anak dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan yang cocok diberikan oleh penyuluh di Taman Kanak-Kanak dan Sekolah ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. 4.1.4 Preferensi Media Anak MODUL III 56 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Dalam kegiatan ini, penyuluh berperan sebagai fasilitator yang diharapkan mampu melaksanakan beberapa langkah berikut. Pertama, penyuluh menyiapkan skenario pembelajaran dan menunjuk beberapa anak-anak untuk mempelajari skenario tersebut. Kedua, penyuluh membentuk kelompok anak-anak dan menyampaikan aturan bermain. Ketiga, penyuluh menunjuk perwakilan anak-anak untuk melakonkan skenario yang telah dipelajarinya. Pada tahap akhir, kelompokkelompok anak membahas peran yang dilakukan oleh pelakon, presentasi hasil kelompok dengan cara sederhana, penyuluh memberikan bimbingan penyimpulan dan refleksi. Poster Sederhana yang Mencolok Ÿ Ÿ Sebagai salah satu jenis media tertua yang ditempel di dinding, poster dalam kegiatan penyebaran informasi dan edukasi dapat berfungsi untuk menarik minat peserta didik terhadap pesan-pesan yang ingin disampaikan, mencari dukungan tentang suatu hal atau gagasan, serta sebagai metode peserta didik untuk tertarik dan melaksanakan pesan yang terpampang dalam poster. Maiyena (2013) menyatakan bahwa dalam pembelajaran, m e d i a p o s t e r b e r f u n g s i u n t u k memvisualisasikan pesan, informasi atau konsep yang ingin disampaikan kepada siswa dengan ilustrasi melalui gambar yang hampir menyamai kenyataan dari sesuatu objek atau situasi. Ÿ Materi visual yang sederhana dan mencolok sangat digemari anak-anak usia pra-sekolah maupun usia sekolah. Pada tahap impresi, poster harus bisa mengalihkan perhatian mata anak dan remaja sehingga mau meluangkan waktu dalam hitungan detik ataupun menit untuk membacanya. Agar dapat mencolok dibanding obyek lain yang terpampang di dinding, poster bisa dibuat dengan kombinasi warna-warna, penggunaan elemen vektor yang familiar, dan tipografi (font) yang menarik atau bisa juga dihadirkan lewat ukuran yang beda. Pastikan bahwa ada perbedaan poster untuk anak TK dan anak SD. Semakin muda usianya, maka semakin sedikit kata-kata yang ditampilkan di poster. Di usia Pra-Sekolah, masih banyak anak yang belum bisa membaca. Ÿ Untuk membuat materi poster yang bagus, penyuluh bisa belajar lewat tutorial-tutorial m e n d e s a i n p o s t e r d i i n t e r n e t d a n menggunakan beberapa aplikasi yang didalamnya terdapat pilihan templat poster seperti di aplikasi Adobe Ilustrator, Canva dan Prezi. Video Edukasi Ÿ Ÿ Penggunaan media v ideo edukas i merupakan salah satu media informasi dan edukasi yang digemari khalayak anak di s e ko l ah ka rena memi l i k i ke l ebihan d i b a n d i n g k a n d e n g a n m e t o d e pembelajaranyakni menggabungkan nsur suara dan unsur gambar. Penyuluh akan lebih mudah menyampaikan materi penyuluhan kepada anak-anak disertai dengan ilustrasi alur dan contoh-contoh yang mudah dipahami. Vi d e o j u g a t e r b i l a n g e f e k t i f u n t u k mengkondisikan kelas dengan cara menarik perhatian siswa untuk tetap fokus pada layar untuk waktu yang cukup lama. Ÿ Tentunya membuat v ideo edukas i membutuhkan tingkat. Penyuluh dapat melakukan cara yang sederhana untuk video edukasi adalah dengan membuat kompilasi yang dikumpulkan dari Youtube. Konten Penyuluhan Narkoba seperti apa yang disarankan untuk Anak? Untuk khalayak anak, hasil diskusi panel antara Tim Penyusun dengan tim Reviewer BNN merekomendasikan beberapa topik di bawah ini untuk bisa digunakan dan dikembangkan oleh penyuluh dalam bentuk dongeng, permainan, roleplay,poster, dan video. Perilaku hidup bersih dan sehat Ÿ Berani menolak ajakan orang asing Ÿ Tekanan teman sebaya (cara menghadapi Ÿ perundungan) Pertemanan Sehat Ÿ MODUL III Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 57


Untuk mengurangi kesalahan pemahaman anak-anak, sebaliknya penyuluh tidak disarankan memuat konten berikut : Menunjukkan gambar narkoba Ÿ Menunjukkan cara pemakaian narkoba Ÿ Memuat testimoni dari mantan pecandu Ÿ narkoba Penyuluhan dengan target anak-anak juga bisa dilakukan oleh penyuluh dengan menggandeng Orangtua tentang parenting dan Guru. Sehingga mereka bisa ikut membantu menyebarluaskan informasi dan edukasi P4GN di lingkungan sekolah dan rumah. Menurut BNN, pada tahun 2021 lebih dari 3,66 juta jiwa pengguna baru Narkoba dan sebanyak sebanyak 2,2 juta remaja di 13 provinsi di Indonesia menjadi penyalahguna narkoba dan angka ini terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Rentang usia pertama kali dalam menggunakan narkoba adalah pada 17 sampai 19 tahun. Disinilah mengapa usia remaja menjadi rentang usia pengguna narkoba terbanyak dan pada usia mereka 35 sampai 44 tahun, ketergantungan ini dapat menjadi tanpa henti. D i ban dingk an kha l a y a k l a inny a , penyuluhan terhadap segmen remaja ini paling banyak dilakukan oleh Penyuluh Narkoba BNN karna angka prevalensinya paling t inggi. Penyalahgunaan narkoba dapat bermula dari berbagai jalur dan pendekatan yang berbeda. Sebab para pengedar akan melakukan aksi-aksi khusus yang disesuaikan dengan targetnya. Layaknya ketika seorang yang sedang depresi berat tidak tahu lagi kemana dia harus kembali. Atau para remaja tanpa arah yang masih mencari jati diri, katanya. Bahkan tongkrongan-tongkrongan yang seharusnya tempat bertemu kawan dan bersenda gurau saja. Semua ini akan dimulai dengan tahapan mencoba yang akan berlanjut dan menemui klimaks pada ketergantungan. Mereka tidak lagi menghiraukan jeratan hukum pidana yang menanti. Saat itu hanya kesenangan sesaat yang menjadi tujuan utamanya. Lalu mengapa remaja masih menjadi target utama? Bukankah usia problematik seseorang mencapai puncaknya di rentang dewasa? 4.2 Khalayak Remaja Dorongan dan gempuran yang dialami para remaja untuk menampilkan dirinya sebagai kelompok yang berbeda, unik, menjadi salah satu pemicu motivasi mereka untuk mencoba berbagai hal. Benar, dapat dibuktikan banyaknya mahasiswa (yang masih termasuk dalam rentang umur remaja) yang berprestasi dengan bidang dan passion-nya yang beragam. Tak sedikit pula yang justru menjerumuskan remaja pada masalah-masalah yang serius, dengan menjadi pecandu narkoba. Hal ini juga dipicu oleh lingkungan dan semangat pada diri untuk mempertahankan mimpinya yang masih sangat kurang. Disinilah kehadiran guru, orangtua, dan penyuluh narkoba diperlukan untuk dapat mengimbangi pengaruh negatif lingkungan. 4.2.1 Penggolongan Remaja Berdasarkan Usia Menurut Monks (2008) remaja merupakan masa transisi dari anak-anak hingga dewasa, Fase remaja tersebut mencerminkan cara berfikir remaja masih dalam koridor berpikir konkret, kondisi ini disebabkan pada masa ini terjadi suatu proses pendewasaan pada diri remaja. Masa Remaja berlangsung dari usia 12 sampai 21 tahun, dengan pembagian sebagai berikut: Masa remaja awal (Early adolescent) umur 12- Ÿ 15 tahun. Masa remaja pertengahan (middle Ÿ adolescent) umur 15-18 tahun Masa Remaja terakhir (late adolescent) 18-21 Ÿ tahun. Dalam modul ini akan dibahas karakteristik remaja pada masa remaja awal dan masa remaja pertengahan. 4.2.1 Karakteristik Remaja Remaja dalam masa perkembanganya akan mengalami perubahan signifikan yang akan dihadapi oleh orang tua untuk kemudian dapat memahami bagaimana mendidiknya. Penyuluh Narkoba yang berdiam di satu wilayah dalam kurun waktu tertentu dan melakukan observasi terhadap khalayak anak telah beranjak remaja bisa merasakan perubahan karakter. Anak yang awalnya penurut menjadi bersikap melawan atau anak yang tadinya senang menghabiskan waktu bersama keluarga, kini banyak waktu yang dihabiskan untuk teman-temanya. MODUL III 58 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Memasuki masa SMP atau masa bukanlah anak-anak tetapi bukan juga dewasa, terdapat sebuah masa remaja yang bagi menjalaninya terasa membingungkan, menegangkan, berbahaya, dan juga menyenangkan. Ada beberapa perubahan terjadi pada remaja : Perubahan Fisik Ÿ Ÿ Remaja mengalami puber tas yang merupakan tanda kematangan fisik ditandai dengan kematangan Organ Reproduksi, Pertumbuhan tinggi dan berat badan, dan perubahan hormone. Perubahan Kognitif Ÿ Ÿ Remaja mampu berfikir abstrak dan logis dibandingkan masa anak-anak sebelumnya Perkembangan Emosional Ÿ Ÿ Remaja cenderung tidak sabar untuk dewasa, tapi di sisi lain juga tidak ingin menjadi dewasa. Mereka ingin bermain-main, tapi juga ingin di anggap serius. Mereka khawatir tentang masa depan Memasuki masa SMA, ada perubahan fisik dibandingkan masa SMP dari sisi pertumbuhan dan kematang organ seksual. Selain itu dalam hal perubahan kogni t if didapatkan beberapa perubahan sbb : Secara intelektual remaja mulai dapat berfikir Ÿ logis tentang gagasan abstrak. Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi Ÿ yaitu membuat rencana, strategi, membuat keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah. Sudah mampu menggunakan abstraksi- Ÿ abstraksi, membedakan yang konkrit dengan yang abstrak. Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah, Ÿ belajar menguji hipotesis. Memikirkan masa depan, perencanaan, dan Ÿ mengeksplorasi alternatif untuk mencapainya psikologi remaja. Mulai menyadari proses berfikir efisien dan Ÿ belajar berinstropeksi. Wawasan berfikirnya semakin meluas, bisa Ÿ meliputi agama, keadilan, moralitas, dan identitas (jati diri). Dari sisi perkembangan emosional, remaja SMA akan menjadi drastis tingkat kecepatannya. Gejala-gejala emosional para remaja seperti perasaan sayang, marah, takut, bangga dan rasa malu, cinta dan benci, harapan-harapan dan putus asa, perlu dicermati dan dipahami dengan baik oleh penyuluh. Penyuluh harus mengetahui setiap aspek yang berhubungan dengan perubahan pola tingkah laku dalam perkembangan remaja, serta memahami aspek atau gejala tersebut sehingga kita bisa melakukan komunikasi yang baik dengan remaja. Perkembangan pada masa SMA (remaja) merupakan suatu titik yang mengarah pada proses dalam mencapai kedewasaan. Meskipun sifat kanak-kanak akan sulit dilepaskan pada diri remaja karena pengaruh didikan orang tua. Para psikolog memandang anak usia SMA sebagai individu yang berada pada tahap yang tidak jelas dalam rangkaian proses perkembangan individu. Ketidakjelasan ini karena mereka berada pada periode transisi, yaitu dari periode kanakkanak menuju periode orang dewasa. Pada masa tersebut mereka melalui masa yang disebut masa remaja atau pubertas. Umumnya mereka tidak mau dikatakan sebagai anak-anak tapi jika mereka disebut sebagai orang dewasa, mereka secara riil belum siap menyandang predikat sebagai orang dewasa. Ada perubahan-perubahan yang bersifat universal pada masa remaja, yaitu meningginya emosi yang intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikis, perubahan tubuh, perubahan minat dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial tertentu untuk dimainkannya yang kemudian menimbulkan masalah, berubahnya minat, perilaku, dan nilai-nilai, bersikap mendua (ambivalen) terhadap perubahan. Perubahanperubahan tersebut akhirnya berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, afektif, dan juga psikomotorik mereka. MODUL III Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 59


Hal lain harus dipahami oleh penyuluh adalah Remaja di usia SMA banyak menaruh yang banyak perhatiannya terhadap kehidupan kolektif, perilakunya akan banyak dipengaruhi oleh perilaku kelompoknya. Kelompok remaja dapat terbentuk di sekolah seperti kelompok tim olahraga, tim kesenian, pramuka, dan sebagainya. Kegiatan tersebut dapat memupuk pertumbuhan fisik remaja. Namun kadang kala remaja juga dapat terjerumus dalam suatu kelompok yang membuat mereka menjadi remaja yang tidak baik menurut pandangan keluarga maupun masyarakat, biasanya kegiatan yang bernilai negatif tersebut seperti ngebut, begadang, miras, dan semacamnya yang mengganggu kesehatannya. Oleh karena itu, pengembangan program kelompok remaja ke arah kegiatan yang bernilai positif oleh para guru di sekolah merupakan upaya positif untuk membantu para remaja dalam pertumbuhan fisik mereka. 4.2.2 Tantangan Generasi Z Gen Z memiliki beberapa karakteristik dan ciri yang membedakan mereka dari era-era generasi lainnya, terutama Generasi Y, X, dan Baby Boomers. Ada beberapa persamaan antara Generasi Z dan Generasa Alpha. Berikut ini adalah fakta-fakta menarik tentang generasi Z dan tantagannya. Serba Digital Ÿ Ÿ Gen Z merupakan generasi digital yang mahir serta menggemari teknologi informasi dan berbagai macam aplikasi komputer. Informasi-informasi yang dibutuhkan demi kepentingan pendidikan maupun pribadi, akan lebih mudah diakses serta cepat karena bantuan teknologi. Anak-anak yang lahir dalam Gen Z, mengetahui seluk beluk teknologi, meskipun mereka masih berusia 11 tahun ketika ponsel merek ternama baru rilis. Hal ini dikarenakan Gen Z memiliki kemampuan teknologi yang mereka bawa seolah sejak lahir sebuah penelitian yang dilakukan oleh Goldman Sachs, ia menemukan bahwa setengah dari gen z terhubung secara daring selama 10 jam bahkan lebih. Sementara studi lainnya menyebutkan, bahwa seperlima dari gen Z mengalami gejala-gejala negatif, ketika mereka dijauhkan dari perangkat smartphonenya. Media Sosial sebagai Media Komunikasi Ÿ Utama Ÿ Remaja Gen Z, dinilai sangat suka serta sering berkomunikasi dengan seluruh kalangan melalui media sosial, khususnya media sosial seperti Line, WA, Instagram, Tiktol dan lain sebagainya. Melalui media sosial tersebutlah, Gen Z mampu bebas berekspresi dengan apa yang mereka pikirkan serta mereka rasakan dan dapat mengungkapkan hal tersebut dengan spontan. Lebih Toleran Ÿ Ÿ Gen z dianggap lebih toleran terhadap perbedaan yang ada pada lingkungan sekitarnya, mulai dari perbedaan budaya, agama dan lainnya. Tidak hanya bersikap toleran, gen z pun dianggap lebih peduli pada perbedaan tersebut. Ÿ Oleh karena itu, gen z dianggap sebagai generasi yang beragam yang akan memasuki lapangan kerja dalam sejarah Amerika. Gen Z terdiri dari berbagai bagian dari kelompok maupun ras atau etnis minoritas. Anak-anak juga dibesarkan dengan karakter yang mampu menghormati serta menerima lingkungan yang berbeda, dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Multi-Tasking Ÿ Ÿ Gen Z merupakan anak-anak yang terbiasa melakukan berbagai aktivitas pada waktu bersamaan atau dapat disebut pula gemar multi-tasking. Hal ini dikarenakan, Gen Z ingin melakukan segala sesuatunya dengan cepat, tidak berbelit-belit, serta tidak bertele-tele. Punya Prioritas Ÿ Ÿ Menaruh uang serta pekerjaan dalam daftar prioritas. Gen Z cenderung ingin membuat perbedaan dari generasi sebelumnya. Akan tetapi, untuk membuat perbedaan tersebut, Gen Z menganggap bahwa hidup harus tetap berkembang dan lebih penting. Sehingga uang serta pekerjaan pun menjadi prioritas Gen Z. MODUL III 60 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Tidak cepat puas diri. Ÿ Ÿ Mayoritas Gen Z, tertarik untuk memegang beberapa posisi atau jabatan sekaligus dalam suatu perusahaan. Hal itu dikarenakan Gen Z menganggap bahwa memiliki jabatan ganda mampu mempercepat kenaikan jenjang karir mereka. Terliterasi Keuangan Ÿ Ÿ Gen Z cenderung memiliki pengetahuan mengenai finansial dengan baik. Karena pekerjaan dan uang adalah prioritasnya, maka gen z pun memiliki pengetahuan finansial yang baik serta jelas. Hal ini dikarenakan gen z sadar, bahwa menabung maupun investasi di masa depan akan penting dalam kehidupan mereka. Selain itu, gen z pun dinilai lebih hati-hati agar mereka tidak terjebak dalam hutang. 4.2.3 Preferensi Media Remaja Ada banyak kesamaan antara preferensi media anak dan remaja. Bahkan bisa dibilang dongeng, permainan, roleplay, poster, dan video edukasi masih menjadi media yang cocok bagi penyuluh dalam penyebarluasan informasi dan edukasi P4GN untuk remaja. Perbedaannya pada remaja adalah sudah memungkinkannya diadakan k e g i a t a n s e p e r t i C e r a m a h , S e m i n a r Interaktif/Talkshow. Kedua adalah remaja sangat menggandrungi media sosial dan konten kreatif di dalamnya mereka juga sudah boleh menggunakan media sosial secara sah karena sudah memenuhi batas usia 12/13 tahun. Penyuluh bisa memperhatikan beberapa media yang tidak menjadi prefenrensi di usia anakanak tetapi masuk di kalangan remaja berikut ini. Interaktif seminar/Talkshow Ÿ Ÿ Semina r Intera k t if a t au ada yang menyebutnya sebagai talkshow atau gelar wicara (menurut KBBI) adalah pertunjukan obrolan berupa tanya jawab antara presenter dengan narasumber. Acara ini identik dengan atau dialog dan bisa juga dalam memuat debat dengan adu argumentasi. Awalnya bisa berbentuk seperti seminar ketika narasumber menjelaskan topik tertentu. Tapi porsinya tidak sebesar dialognya. Dengan demikian, seminar interaktif berarti pertunjukan orang-orang yang sedang ngobrol tentang topik tertentu. Ÿ Seminar interaktif sebenarnya memiliki sediit perbedaan dengan talkshow dimana biasa dilakukan secara offline di atas panggung ruangan besar, aula, hall tanpa adanya publikasi di media lain. Sementara talkshow biasanya dipancarkan lewat media seperti televisi, video, atau fitur Live di Media Sosial. Bagi Penyuluh Narkoba , kegiatan ini adalah media potensial untuk mendapatkan panggung untuk khalayak dalam jumlah yang relative banyak dalam situasi dialog yang cenderung mengalir dan kondus if. A pa l agi bi l a penyuluh m e n d a p a t k a n k e s e m p a t a n s e b a g a i narasumber berbentuk talkshow, penyuluh akan mendapatkan lebih banyak eksposur meskipun dampaknya belum tentu sebesar seminar interaktif di panggung. Penyuluh d i h a r a p k a n d a p a t m e n g o r g a n i s i r penyelenggaraan kegiatan seminar interaktif dan mampu menjadi narasumber apabila ikut di kegiatan pihak lain. Ceramah Ÿ Ÿ Ceramah merupakan bentuk komunikasi langsung tatap muka yang bertujuan untuk memberikan nasihat dan petunjuk kepada pendengarnya dalam pola satu arah. . Pendengarnya pun bisa siapa saja, tetapi umumnya pendengar dari ceramah bersifat spesifik karena dikelompokkan di tempat tertentu sesuai topik yang akan dibahas. Misalnya, isi ceramah di sekolah membahas tentang kenakalan-kenakalan remaja. Ÿ Struktur teks ceramah disusun mulai dari pengenalan isu, pernyataan argumen dan fakta hingga penutup. Penyuluh sebaiknya melampirkan video interaktif dan menyelipkan humor dalam mengisi ceramah agar remaja cepat tidak bosan. MODUL III Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 61


Media Sosial dan Konten Kreatif Ÿ Ÿ Media sosial pada era sekarang ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kehidupan sehari-hari dari hampir semua orang. Penyuluh Narkoba pun sudah sudah mengambil Langkah tepat dalam membidik media ini untuk penyebarluasan informasi dan edukasi di kalangan remaja. Lenhart, Smith, Anderson, Duggan, dan Perrin pada tahun 2015 telah mengidentifikasi bahwa kelompok usia 13-17 tahun atau remaja merupakan pengguna berat media sosial, dengan 87% memiliki akses ke komputer, dan 58% ke perangkat tablet/smartphone. Ÿ Penyuluh perlu memahami bahwa Media sosial dan berbagai jenis konten kreatif yang ada di dalamnya telah menjadi ruang dimana remaja membentuk dan membangun hubungan, membentuk ident i tas di r i, mengekspresikan diri, dan belajar tentang dunia di sekitarnya. Namun perlu diingat kembali bahwa seperti halnya teknologi pada umumnya, penggunaan media sosial tentunya memiliki pengaruh baik dan buruk pada berbagai aspek kehidupan penggunanya, Banyak contoh yang bisa penyuluh ungkapkan kepada anak dan remaja tentang pengaruh baik dan buruk media sosial dalam kajian yang sebuah kampanye bernama literasi digital. Ÿ Dalam hal pengaruh negatif terhadap kesehatan mental akibat penggunaan media sosial yang kurang tepat di kalangan anak remaja yai tu berupa ansietas, depresi, gangguan tidur, gangguan body image, cyber bullying, bahkan bunuh diri. Anak remaja, kesehatan mental, ansietas, depresi, gangguan tidur, body image, cyberbullying, bunuh diri. Mengingat pengguna media sosial Ÿ sebagian besar adalah anak remaja dan pada usia tersebut merupakan fase yang sangat penting bagi perkembangan emosional dan psikososial mereka. Penyuluh bisa secara rutin mengunduh hasil penelitian-penelitian ilmiah yang terkait dengan penggunaan media sosial dengan kesehatan mental anak remaja yang didapatkan melalui pencarian database dari PubMed, PsycINFO, dan SSCI. Ÿ Penyuluh juga bisa melihat tren kontenkonten kreatif dengan sering membuka akun channel medsos yang digandrungi oleh remaja agar memiliki gambaran pengemasan pesan yang cocok untuk mereka. Konten Penyuluhan Narkoba seperti apa yang disarankan untuk Remaja? Untuk khalayak remaja , hasil diskusi panel antara Tim Penyusun dengan tim Reviewer BNN merekomendasikan beberapa topik di bawah ini untuk bisa digunakan dan dikembangkan oleh penyuluh dalam bentuk dongeng, permainan, roleplay, poster, video, ceramah, talkshow, media sosial. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ÿ Pergaulan Remaja dan Budaya Populer Ÿ Bahaya narkoba (sudah bisa untuk anak SMA) Ÿ Pemberian soft skill untuk bersosialisasi, Ÿ komunikasi, asertif, self regulation, reaching out Tekanan teman sebaya (cara menghadapi Ÿ perundungan) Pencegahan Narkoba melalui pendekatan Ÿ pelajaran biologi, kimia, Penjas, Agama, dan Muatan Lokal Untuk mengurangi kesalahan pemahaman remaja anak-anak, sebaliknya penyuluh tidak disarankan memuat konten berikut : Menunjukkan gambar narkoba Ÿ Menunjukkan cara pemakaian narkoba Ÿ Peta peredaran narkoba di wilayahnya dan Ÿ bagaimana cara memperolehnya Memuat testimoni dari mantan pecandu Ÿ narkoba MODUL III 62 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Khalayak Dewasa bukan menjadi fokus bahasan dalam modul ini. Tim Penyusun menampilak khalayak dewasa agar penyuluh mampu mengidentifikasi perbedaan karakter dengan remaja sehingga dalam penyebarluasan i n f o rm a s i d a n e d u k a s i b i s a l e b i h m a u menyesuaikan pesan dan salurannya sesuai yang diminati oleh anak dan remaja. Untuk mendefinisikan usia dewasa, ada banyak pakar psikologi yang membuat pembagian usia dalam setiap fase perkembangan dan pertumbuhan individu. Namun, pembagian ini bukanlah sesuatu yang mutlak harus dijadikan pedoman dalam menilai ukuran kedewasaan. Menurut Elizabeth B. Hurlock sendiri, bahwasannya pembagian terhadap masa dewasa hanyalah untuk menunjukkan tentang umur rata-rata pria dan w a n i t a k e t i k a m u l a i m e n a m p a k k a n perubahanperubahan dalam penampilan, minat, sikap, dan prilaku tertentu yang karena tuntutan lingkungannya dapat menimbulkan masalahmasalah penyesuaian diri yang mau tak mau harus dihadapi di usia dewasanya . Selanjutnya, Elizabeth B. Hurlock membagi rentang usia dewasa awal menjadi tiga tahapan, yakni: Masa Dewasa Awal Ÿ Ÿ Masa ini dimulai pada usia 18 tahun sampai kira-kira umur 40 tahun dimana perubahan fis i k dan ps i ko l ogi s te l ah menc apa i kematangannya. Batasan usia 18 tahun diambil karena di usia ini seseorang dianggap telah dewasa menurut hukum yang berlaku di Amerika sejak tahun 1970. Masa Dewasa Madya Ÿ Ÿ Dimulai pada usia 40 tahun hingga usia 60 tahun. Rentang usia ini ditandai dengan terjadinya penurunan kemampuan fisik dan psikologis yang nampak jelas pada semua orang. Masa Dewasa Lanjut Ÿ Ÿ Masa ini dimulai saat seseorang menginjak usia 60 tahun sampai meninggal dunia, di mana kemampuan fisik maupun psikologis dirasakan semakin cepat menurun pada setiap orang Sementara itu Erikson sebagaimana dikutip oleh F.J. Monks menyebutkan ciri-ciri setiap tahapan usia dewasa sebagai berikut: Usia dewasa awal Ÿ Ÿ Masa ini ditandai oleh penemuan intimitas ataupun i solas i di r i. Ar t inya, ia dapat berkembang menjadi pribadi yang dapat menemukan keakraban dengan pasangannya, atau sebaliknya, menjadi pribadi yang selalu mengi solas i di r inya. Int imi tas berar t i keakraban, sedangkan isolasi diri artinya penga s ingan, pemenc i l an di r i , a t au penghindaran diri dari kotak-kontak sosial. Pribadi usia dewasa awal yang berkembang secara sehat akan menemukan keakraban dengan teman sebayanya maupun dengan pasangan hidupnya, sebaliknya, dewasa awal yang berkepribadian tidak sehat, dia merasa kurang percaya diri (rendah diri) sehingga bersikap mengisolasi dirinya dari lingkungan sosial. Masa dewasa pertengahan Ÿ Ÿ Fase ini ditandai dengan perkembangannya seseorang ke arah generativitas atau stagnasi. Artinya dalam fase ini seseorang dapat menjadi produkt if dan kreat if, yakni memiliki kesempatan untuk mendidik generasi selanjutnya dan mengembangkan kultur budaya yang telah ada, atau sebaliknya bersikap kaku dan egois terhadap perubahan dan sesuatu yang baru Masa tua atau lanjut usia Ÿ Ÿ Merupakan masa akhir kehidupan seseorang, yang ditandai dengan perkembangannya seseorang ke arah integritas ego ataupun putus asa. Akhir-akhir ini, muncullah pendapat bahwa pembagian masa dewasa menjadi beberapa fase tidak akan dapat menjelaskan proses perkembangan secara universal, sebab ciri-ciri kedewasaan yang disebutkan tidak akan sama pada setiap orang. Pendapat tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Namun, perlu di ingat bahwa pembagian fase-fase kehidupan tersebut pada umumnya mempunyai sifat yang normatif dan masih sering dipakai sebagai standar tingkah laku. 4.3 Khalayak Dewasa MODUL III Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 63


Perlu diketahui oleh penyuluh bahwa pada masyarakat negara berkembang, fenomena social clock cenderung belum sepenuhnya hilang. Fenomena ini di tandai dengan kebiasaan masyarakat dalam masih menaruh harapan tertentu mengenai tingkah laku yang sesuai bagi usia-usia tertentu. Pengharapan masayarakat tersebut akhirnya diinternalisasi oleh setiap individu. Akibatnya, seseorang yang diharapkan melakukan tugas tertentu pada usia tertentu dapat merasakan apakah ia telah melakukannya pada waktu yang tepat atau belum. Hal tersebut sangat b e r p e n g a r u h t e r h a d a p p e r k e m b a n g a n kepribadiannya. Untuk usia dewasa, penyuluh juga bisa mengambil referensi dari modul BNN yang menyasar kalangan pekerja dan orangtua. Mengenali Khalayak Anak dan Remaja sangat penting bagi penyuluh untuk dapat membua t pe renc ana an dan me l a kuk an pelaksanaaan kegiatan. Terdapat perbedaan mendasar dari setiap kelompok usia dalam hal perkembangan fisik, kognitif, emosional, dan kemampuan Bahasa. Ada juga perbedaan karakteristik berdasarkan generasi antara Generasi Alpha, Gen Z, Gen Y, Gen X, dan Baby Boommers. Artinya penyuluh bisa mengondisikan pesan dan salurannya mengikuti Tidak semua media juga cocok untuk anak dan remaja. Beda us ia khalayaknya ada kemungkinan mereka memiliki preferensi media yang berbeda. Ada beberapa jenis media yang menjadi preferensi anak dan remaja yakni dongeng, permainan, roleplay, poster, video edukasi, media sosial, konten kreatif, seminar interaktif dan ceramah. Penyuluh sebaiknya dapat mengerjakan 3 dari 5 Latihan Membuat instrument Survei sederhana Ÿ untuk menguji secara berkala media yang diminati anak dan remaja. Membuat Naskah Dongeng tentang PHBS Ÿ dan Bahaya Narkoba (untuk SMA) yang diadaptasi dari folklor seperti perwayangan, Kisah Nabi, Hikayat, dll. Berlatih mendongeng di depan kamera Ÿ (direkam) Merancang 3 Games untuk anak dan remaja Ÿ yang akan digunakan dalam 1 tahun. Membuat Poster sederhana untuk anak TK Ÿ dan SD Pertanyaan untuk Penyuluh. Silakan dijawab singkat, padat, jelas, dan disertai contoh. Apakah perbedaan mendasar antara anak Ÿ dan remaja? Apakah perbedaan antara kognitif dan Ÿ emosional? Media apa saja yang cocok digunakan untuk Ÿ anak usia dini (pra-sekolah)? Mengapa penyuluh tidak boleh memuat Ÿ gambar narkoba untuk penyuluhan anak Tk, SD, dan SMP? Media apa yang cocok untuk anak-anak? Ÿ Buku Psikologi Perkembangan Anak dan Ÿ Remaja, Tentang Komunikasi Persuasif, Bimbingan dan Konseling Remaja, New Media Modul BNN dan UNODC tentang karakteristik Ÿ anak dan remaja Media-media remaja seperti Haionline, Ÿ Hipwee, IDNTimes, Brilio, dll. Kanal-kanal Media Sosial dan Youtube Anak Ÿ dan Remaja Sumber elektronik dengan kata kunci Ÿ “Media dan Anak”, “Media dan Remaja” Kesimpulan Latihan Yang Harus Dikerjakan Sumber Referensi Belajar Mandiri Lembar Evaluasi MODUL III 64 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


MODUL IV MERANCANG PESAN etelah penyuluh memahami cara memetakan Spesan seperti yang sudah dibahas di Modul 1, tahap selanjutnya adalah meningkatkan kemampuan dalam merancang pesan informasi dan edukasi P4GN. Pada Modul 4 ini akan dibahas lebih detail tentang jenis pesan, bagaimana cara membuat pesan yang merepresentasikan kepentingan BNN dan mampu menarik khalayak anak dan remaja. INFORMASI DAN EDUKASI P4GN Penyuluh Narkoba dapat memahami : Ÿ Jenis Pesan Kunci Pesan Payung untuk P4GN Ÿ Prinsip-prinsip pembuatan pesan yang tepat dan menarik untuk khalayak anak dan remaja Ÿ Teknik Pengemasan Pesan melalui Desain Ÿ Jenis-jenis Konten Kreatif yang digemari anak dan remaja Penyuluh Narkoba dapat melakukan : Ÿ Penyusunan Pesan Kunci Ÿ Membuat Materi Presentasi untuk penyuluhan yang menarik Ÿ Membuat Konten Kreatif yang sesuai untuk anak dan remaja SASARAN MODUL IV Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 65


Disadari atau tidak, dalam setiap program baik itu penyuluhan, sosialisasi, dan komunikasi terdapat Pesan Kunci atau Key Messages. Pesan kunci merupakan suatu hal yang wajib dimiliki oleh organisasi, baik organisasi kecil maupun besar, lembaga, perusahaan, dan lainnya. Pada dasarnya, Pesan Kunci berisi hal-hal penting yang ingin disampaikan oleh organisasi dan perlu diketahui oleh masyarakat yang ditargetkan. H a l- h a l t e r s e b u t b i s a m e n c a k u p keseluruhan organisasi maupun suatu kampanye yang akan berjalan. Artinya BNN bisa memiliki pesan kunci yang berlaku untuk seluruh organisasi internal di dalamnya maupun bisa juga pesan kunci menurut kampanye yang diusung set iap direktoratnya. Contohnya, wajar bila ada beberapa perbedaan pesan kunci antara Deputi Pencegahan dengan Deputi Pemberdayaan Masyarakat. Pesan Kunci biasanya hadir dalam bentuk sebuah sebuah kalimat yang secara singkat dan jelas merangkum pesan dari organisasi. Bagi seseorang yang bergelut di bidang Penyuluhan, komunikasi, Kehumasan, , dan Pemasaran, dan Branding, pesan kunci sangat berguna untuk menyusun sebuah strategi kampanye. Apalagi di jaman komunikasi berbasis data yang menjadi ciri khas saluran media daring, maka dengan pesan kunci yang khas akan sangat mudah diketahui pola persebaran dan keberhasilannya. Dalam Program P4GN, Tim Penyusun Modul berusaha untuk merangkum beberapa pesan kunci yang relevan untuk khalayak anak dan preferensi saluran karena memang setelah ditelusuri belum memiliki Pedoman Pesan yang baku untuk anak dan remaja. Sebelum adanya pedoman yang baku kreativitas penyuluh dan masukan dari pimpinan saat ini diandalkan untuk membuat pesan kunci untuk anak dan remaja yang pastinya lebih mengutamakan pencegahan. Say No To Drugs merupakan ungkapan yang sering terdengar dan menjadi slogan spanduk di jalan – jalan. Ungkapan tersebut menjadi upaya penolakan terhadap obat – obatan yang berasal dari narkoba dan zat adiktif lainya. Sedikit kemungkinan bahwa remaja akan menghindari narkoba dari kebi a s a anny a mendenga r , me l iha t dan mengucapkan “no to drugs”. Tetapi, adanya upaya penolakan pada diri remaja akan membuatnya berpandangan bahwa narkoba adalah barang yang tabu. Ada juga beberapa contoh pesan kunci yang bisa diusulkan penyuluh dan ditetapkan secara Bersama-sama sebagai pesan kunci untuk khalayak anak dan remaja, diantaranya: Hidup Bersih dan Sehat Tanpa Narkoba Ÿ Pertemanan Sehat Tanpa Narkoba Ÿ Sekali Coba Narkoba Fatal Akibatnya Ÿ Masa Depan Suram dengan Narkoba Ÿ Tangkal Sebelum Menyesal Ÿ Teman Yang Baik Gak Mungkin Menawarkan Ÿ Sesuatu yang Buruk Sekolah Bebas Narkoba Ÿ Narkoba Barang Haram Ÿ Berani Tolak Ajakan Maksiat Ÿ Jadi Contoh Baik Teman Sebaya Ÿ ………………………………………… (diisi oleh Penyuluh) Ÿ Tentunya pesan kunci untuk remaja ini akan sedikit berbeda dengan pesan kunci yang ditetapkan oleh BNN dan Presiden dalam P4GN, diantaranya: Keroyok Rame-Rame Ÿ Perang Terhadap Bandar Ÿ Tutup Semua Celah Ÿ Gencarkan Kampanye Kreatif Dalam Narkoba Ÿ Pengawasan Ketat Terhadap Lapas Ÿ Rehabilitasi Penyalahgunaan dan Pecandu Ÿ Narkoba 5.1 Jenis Pesan 5.1.1 Pesan Kunci MODUL IV 66 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Pesan kunci terkait P4GN ini cocok untuk khalayak Kementerian/Lembaga, Penyuluh, Pengambil Kebijakan, dan Penyampai Pesan lainnya. Untuk anak dan remaja tidak cocok karena bukan targetnya dan tentnya mereka tidak memiliki wewenang seper t i mengawasi lapas atau meringkus bandar. Ar tinya, sesuai dengan pemahaman terhadap karakteristik anak dan remaja yang telah dibahas di modul 3 tentang sasaran khalayak, maka untuk anak dan remaja seharusnya dapat dibedakan juga. Agar bi sa mendapatkan gambaran perbandingan, dalam menyusun pesan kunci penyuluh juga bisa mengambil contoh dari Kampanye lain yang digalakkan oleh pemerintah dengan target khalayak yang spesifik . Contoh pertama adalah pesan kunci dari Kampanye Pencegahan Stunting yang digalakkan oleh pemerintah untuk sasaran Ibu Hamil dan Ibu Menyusui. Berikut pesan kunci yang menjadi pedomannya : Minum tablet tambah darah setiap hari Ÿ Ikuti kelas Ibu hamil biar janin sehat Ÿ Cukup ASI saja sampai usia 6 bulan Ÿ Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir Ÿ Pakai Jamban Sehat Ÿ Rutin ke Posyandu setiap bulan Ÿ Contoh lainnya adalah Pesan Kunci dalam Pengasuhan Menjadi Orangtua Hebat yang menyasar orangtua dengan pesan sebagai berikut: Perencanaan Hidup Berkeluarga dan Ÿ Harapan Orangtua terhadap Masa Depan Anak; Memahami Konsep Diri yang Positif dan Ÿ Konsep Pengasuhan; Peran Orangtua dan Keterlibatan Ayah dalam Ÿ Pengasuhan; Menjaga Kesehatan Anak Usia Dini; Ÿ Pemenuhan Gizi Anak Usia Dini; Ÿ Pembiasaan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Ÿ Sehat); Stimulasi Perkembangan Gerakan Kasar dan Ÿ Gerakan Halus; Stimulasi Perkembangan Komunikasi Aktif, Ÿ Komunikasi Pasif dan Kecerdasan; Stimulasi Perkembangan Kemampuan Ÿ Menolong Diri Sendiri dan Tingkah Laku Sosial; Pengenalan Kesehatan Reproduksi pada Ÿ Anak Usia Dini; Perlindungan dan Partisipasi Anak; Ÿ Menjaga Anak dari Pengaruh Media; Ÿ Pembentukan Karakter Anak Usia Dini. Ÿ Dengan Latihan terus menerus dan mengevaluasi setiap pesan kunci, Penyuluh bisa menjadi ahli perancangan pesan, bahkan bisa menjadi ahli strategi komunikasi dan branding. Bagaimana Cara Menemukan Pesan Kunci Informasi P4GN? Seperti telah dibahas dalam Bab 1 penyuluh harus mampu menjadi jembatan di tengah antara pesan kunci yang ditetapkan oleh Lembaga dengan pesan kunci yang disuarakan oleh khalayak anak dan remaja. Pada dasarnya ada beberapa cara yang sudah terbukti untuk mengidentifikasi pesan kunci P4GN. Pesan Kunci dari sudut Pandang Lembaga Ÿ Ÿ Cara pengindtifikasian pesan kunci dari sudut pandang K/L bisa mengacu pada Permenpan RB No. 30 Tahun 2011 Tentang Pedoman K o m u n i k a s i T a t a U m u m H u m a s Pemerintahan. Selain itu, Ada 4 cara yang bisa dilakukan oleh penyuluh, yakni : Ÿ • Membedah Dokumen internal seperti Peraturan, Renstra, Renja, Juknis, Materi Bimtek dll Ÿ • Men gident ifikas i kata kunci dar i Pemberitaan BNN Ÿ • Bertanya kepada Atasan atau ke Humas MODUL IV Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 67 Ÿ Membedah Dokumen internal seperti Peraturan, Renstra, Renja, Juknis, Materi Bimtek, Modul, dll Ÿ Ÿ Men g ident ifikas i kata kunci dar i Pemberitaan BNN Ÿ Ÿ Bertanya kepada Pimpinan tentang tren Ÿ Ber tanya kepada Kepala BNN RI/ BNNP/BNNK dan kepala daerah terkait tren/situasional nasional maupun lokal


Pesan Kunci dari sudut Pandang Khalayak Ÿ Anak dan Remaja Ÿ Untuk dapat menggagas pesan kunci yang sesuai dengan khalayak dibutuhkan upaya riset. Seperti yang dijelaskan pada Bab 1. Setidaknya ada ada 3 cara yakni : Ÿ • Menggunakan Media Monitoring Ÿ Sebagai alat yang dapat diandalkan untuk Ÿ mengetahui apa yang tengah berkembang di masyarakat. Apa yang kita pikir viral, ternyata biasa-biasa saja, atau sebaliknya. Melalui media monitoring, dapat dilihat isu atau pembicaraan apa yang sedang digandrungi. Misal tentang Narkoba, tentunya penyuluh bisa melihat trennya seperti apa. Penyuluh bisa mencoba menggunakan tools medmon gratis (fitur terbatas) dan berbayar seperti Hootsuite, Sproutsocials, dan lainnya sesuai kebutuhan. Ÿ • Menggunakan Keyword Planner Ÿ Aplikasi berjenis Keyword Planner bisa digunakan untuk menggali kata-kata kunci pembentuk terkait cegah narkoba. Dari hasil penelusuran akan keluar kata-kata yangs sering diketikkan oleh anak dan remaja saat mencari informasi tentang Narkoba. Kata-kata itulah yang nantinya akan dipakai penyuluh untuk berdiskusi dengan pimpinan tentang pesan kunci yang akan dibuat. Pastinya akan lebih memiliki keunggulan dari sisi SEO. Analisis Isi konten UGC Ÿ Ÿ Konten User Generated Content adalah konten media sosial yang dibuat oleh orang luar Non-BNN, dalam hal ini konten anak dan remaja. Penyuluh bisa berkreasi dengan mengadakan lomba kampanye Cegah Narkoba untuk melihat bagaiaman mereka menyusun pesan kunci menggunakan Bahasa mereka sendiri. Di atas Pesan Kunci terdapat Pesan Payung atau Umbrella Messages, juga dikenal sebagai kalimat topik. Dibandingkan model metanarasi yang rumit dan biasanya diadopsi oleh para perancang Kampanye, ada pendekatan yang paling cocok dan sederhana untuk penyuluh yakni pendekatan BLUF (Bottom Line Up Front). Pendekatan ini mencakup menyatakan tujuan pesan penyuluh dan merangkum poin-poin yang mendukung tujuan tersebut. Pesan Payung bisa dilihat dari strukturnya pesannya yang bersifat tunggal dan menyatukan semua pesan di bawahnya seperti dalam Gambar di bawah ini. 5.1.2 Pesan Payung (Umbrella Message) MODUL IV 68 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN PESAN PAYUNG PESAN PILAR PESAN PILAR PESAN PILAR FONDASI


Di BNN, war on drugs termasuk ke dalam pesan umbrella. Mengapa? Karena pesan ini bisa mewakili beberapa direktorat dan mampu lintas khalayak. Jadi, segmen anak, remaja, dewasa baik itu pelajar, mahasiswa, pekerja, kaum marjinal, dll bisa memahami pesan ini. Yang menetapkan pesan ini adalah pengambil kebijakan. Tugas penyuluh sebenarnya adalah menyusun Pesan Kunci dan merinci landasannya berupa fakta, eviden, dan poinpoin yang teruji. Apabila penyuluh diminta oleh pengambil kebijakan untuk merumuskan pesan Bersama-sama maka model ini bisa dijadikan pegangan. Dengan pola seperti ini, akan sangat memudahkan dalam pembuatan dokumen content planner di mana pesan-pesan tersebut harus ada di dalam rencana. Perlu dipahami oleh penyuluh, bahwa da l am me rumus k an pe s an, k i t a ha rus memperhatikan lambang atau simbol sebagai sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal) perilaku non verbal, dan objek yang maknanya disepakati bersama. Kemampuan manusia menggunakan lambang verbal memungkinkan perkembangan bahasa. Kemampuan manusia menggunakan lambang, baik dalam penyandian ataupun penyandian–balik, manusia dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan. Lambang memiliki beberapa sifat sebagai berikut : L amban g ber s ifat sembaran g , Ÿ a t au sewenang-wenang. Lambang hadir dimanamana dan tidak henti-hentinya menerpa kita. Apa saja dapat dijadikan lambang, bergantung kepada kesepakatan bersama, kata-kata (lisan atau tulisan) isyarat anggota tubuh, dandanan dan penampilan bersifat fisik, makanan dan cara makan, tempat tinggal, jabatan, pekerjaan, olah raga, hobi, peristiwa, hewan tumbuhan, gedung, artefak (alat), angka, bunyi, waktu, dan sebagainya. Artinya penampilan Penyuluh Narkoba, seragam yang digunakannya, materi presentasinya, logat, dan ucapan yang keluar dari mulutnya dapat dipesepsi sebagai lambang. Lambang pada dasarnya tidak mempunyai Ÿ makna, kitalah yang memberi makna pada lambang. Makna sebenarnya ada dalam kepala kita dalam pikiran kita, bukan terletak pada lambang itu sendiri. Bila ada orang yang mengatakan bahwa kata- kata mempunyai makna, maka yang ia maksudkan sebenarnya adalah bahwa kata – kata itu mendorong orang untuk memberi makna (yang telah disetujui bersama) terhadap kata-kata itu. Komunikasi telah terjadi bila penafsiran telah berlangsung, terlepas dari apakah komunikasi itu disengaja atau tidak. Jadi ada ruang bagi penyuluh untuk menciptakan sesuatu pesan yang dimaknai oelh anak dan remaja sebagai sesuatu yang “keren”. Lambang itu banyak variasinya. Ÿ Lambang itu bervariasi dari satu budaya ke budaya lain, satu tempat ke tempat lain, dari satu konteks waktu ke konteks yang lain. Kita hanya memerlukan kesepakatan mengenai suatu lambang. Begitu juga makna yang diberikan kepada suatu lambang juga sangat bervariasi meskipun bisa berubah seiring bergantinya zaman. Hal inilah yang perlu diperhatikan penyuluh. Belum tentu gaya bercanda anak dan remaja di daerah satu dengan daerah lainnya sama. Pesan yang disampaikan penyuluh bisa dipersepsi positif maupun negatif sesuai budayanya. Maka hindarilah berbicara atau memuat konten yang menyinggung Setelah memahami tentang symbol, maka berikutnya hal yang perlu diperhatikan penyuluh adalah sebuah pesan memiliki dua dimensi, yakni dimensi isi dan dimensi kemasan. 5.2 Merancang Materi Penyuluhan MODUL IV Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 69


D imens i hubungan menunjuk kan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu dan bagaimana seharusnya pesan i tu di tafsi rkan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Sebagai contoh, kalimat “Aku benci kamu” yang diucapkan dengan nada menggoda mungkin akan menimbulkan penafsiran yang aneh dari lawan bicara saat komunikasi tatap muka. Dalam penyuluhan dimensi hubungan ini erat kaitannya dengan bagaimana cara penyuluh menyampaikan pesan penyuluhan, dengan bahasa tubuh atau gesture yang meyakinkan, materi presentasi yang menarik. Dalam saluran tidak langsung, dimensi hubungan berkaitan dengan cara mengemas pesan dan media yang dipilih untuk menyalurkan pesan. Berhubung, aspek kemasan pesan menjadi titik berat dalam modul ini sebagaimana hasil mapping kompetensi di awal, maka berbagai aspek Teknik mengenai hal-hal yang diminati oleh penyuluh akan dibahas seper ti bagaimana merancang pesan untuk materi penyuluhan, membuat slide presentasi yang menarik, dan membuat konten kreatif. Sesuai konteks Preferensi media anak dan remaja pada Modul 3, konsep desain ini dapat diterapkan dalam materi presentasi untuk penyuluhan, Materi Games, maupun membuat konten kreatif yang bisa disebarluaskan di media sosial. A. Dasar-dasar Desain Visual Sesuai masukan dari diskusi panel bersama Tim Reviewer Modul, Tim Penyusun Modul akan mengulas dasar-dasar desain visual. Hal ini sejalan dari hasil survey terhadap khalayak anak dan remaja yang menyatakan bahwa kompetensi penyuluh dalam bidang pengemasan pesan per lu ditingkatkan. Perlu dipahami bahwa lingkup bahasan desain grafis sebagai kegiatan kreatif untuk menciptakan karya yang fungsional dan estetis untuk berbagai jenis media yang proses komunikasinya sangatlah luas. Perlu dipahami bahwa desain grafis yang pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur kini mengalami perkembangan sesuai dengan medianya. Desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia. Walaupun ahli desain grafis dihasilkan dari jenjang Pendidikan desain, pada dasarnya Generasi Milenial, Z dan Alpha sudah sangat familiar denga keterampilan yang dipelajarinya secara otodidak. Supaya semakin memahami elemenelemen dasar desain grafis dan terampil memadukannya, Penyuluh disarankan perlu sering berlatih. Mulailah dari yang paling gampang yakni dengan cara amati, tiru, dan modifikasi (metode ATM). Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsurunsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme ( rhy thm), te kanan ( emphas i s ), propor s i (“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas. Ibarat memasak menu yang spesial, ada komposisi bahan-bahan, serta cara meramu yang khusus dalam menghasilkan hidangan yang lezat. Demikian juga dengan desain grafis. Ada unsurunsur yang harus dipahami oleh penyuluh agar dapat menghasilkan komposisi desain yang estetik, harmonis, komunikatif dan menyenangkan untuk dinikmati khalayak anak dan remaja. Unsur-unsur tersebut di antaranya, garis (line), ilustrasi (ilustration), tipografi (typography), warna (color), gelap terang (value), tekstur (texture), dan ruang. 5.2.1 Dimensi Kemasan 5.3 Merancang Kemasan Pesan Untuk Materi Penyuluhan 5.3.1 Mendesain Materi Penyuluhan MODUL IV 70 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Garis Ÿ Ÿ Garis adalah tanda untuk menghubungkan dua titik. Berbagai jenis garis muncul di manamana. Lihatlah di sekitar Anda dan Anda akan melihat baris yang lurus, lengkung, berbelokbelok, tipis, tebal, dan titik-titik. Ÿ Garis dapat digunakan untuk: Ÿ Mengatur informasi. Ÿ Penekanan kata. Ÿ Menghubungkan informasi. Ÿ Outline foto . Ÿ Membuat kotak. Ÿ Membuat bagan atau grafik. Ÿ Membuat pola atau ri tme dengan membuat banyak baris. Ÿ Membuat penekanan langsung ke mata pembaca. (Membuat garis diagonal.) Ÿ Mensugesti emosi. Ilustrasi Ÿ Ÿ Merupakan unsur grafis yang sangat vital dan dapat disajikan mulai dari goresan atau titik sederhana sampai dengan kompleks. Ilstrasi berfungsi untuk : Ÿ Menarik perhatian Ÿ Merangsang minat pembaca terhadap keseluruhan pesan Ÿ Memberikan ekplanasi atas pernyataan Ÿ Menonjolkan keistimewaan daripada produk Ÿ Memenangkan persaingan Ÿ Menciptakan suasana khas Ÿ Dramatisasi pesan Ÿ Menonjolkan suatu merk atau semboyan dan mendukung judul iklan Ilustrasi dapat berupa gambar, foto, maupun grafis lainnya. Gambar merupakan penjelasan yang dapat menerjemahkan isi Materi Penyuluhan secara menyeluruh, mempu menarik perhatian sekaligus menangkap pandangan secara sepintas. MODUL IV Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 71 membuat banyak baris pembaca. (Membuat garis diagonal.) dan mendukung judul iklan produk keseluruhan pesan


Ÿ Ilustrasi dapat dihasilkan melalui beberapa teknik, yaitu : Gambar Tangan (Hand Drawing) Ÿ Ÿ Ilust rasi gambar tangan dibuat secara keseluruhan menggunakan tangan, dengan memberikan ekspresi dan karakter tertentu untuk mendukung media komunikasi grafis yang dibuat, seperti iklan, poster, baliho, dan sebagainya. Fotografi Ÿ Ÿ Ilustrasi berupa foto dihasilkan dengan teknik fotografi menggunakan kamera, baik manual maupun digital. Foto yang dihasilkan dengan kamera digi tal memungkinkan adanya pengolahan lebih lanjut, langsung tanpa scanning di komputer untuk memberikan ekspresi ataupun ilustrasi tertentu sesuai keinginan. Obyek fotografi menjadi lebih realistis, ekslusif, dan persuasif. Dalam keanyataan teknik hand drawing dan teknik fotografi dapat digabung. Tipografi Ÿ Ÿ Tipografi merupakan seni dalam merancang, menyusun dan memodifikasi huruf. Tipografi melibatkan beberapa pengaturan pada huruf seperti ukuran huruf, jenis huruf, tracking (jarak antar huruf secara umum), kerning (jarak antar dua huruf yang spesifik), dan leading (jarak antar baris). Untuk khalayak anak dan remaja, penyuluh bisa menggunakan tipografi yang familiar di kalangan anak dan remaja seperti menggunakan Google Fonts atau Custom Fonts yang menyirakan keceriaan ala remaja. MODUL IV 72 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Warna Ÿ Ÿ Anak dan remaja sangat menaruh perhatian pada warna. Warna dalam layout dapat menyampaikan moods, membuat gambar, menarik perhatian, dan mengidentifikasi objek. Ketika memilih warna untuk publikasi atau halaman web, tentang apa yang ingin Anda lakukan dan ke warna apa yang cocok untuk tujuan anda. Warna dapat digunakan untuk: Ÿ Sorot elemen penting dan utama seperti subheads. Ÿ Menarik mata. Ÿ Sinyal di mana pembaca untuk melihat terlebih dahulu. Ÿ Membuat gambar atau moods. Ÿ Mengatur. Ÿ Ber sama kelompok elemen atau mengisolasi mereka. Ÿ Memprovokasi emosi. Ÿ Ÿ Ÿ Gelap terang Ÿ Ÿ Salah satu cara terbaik untuk memudahkan unsur penangkapan pesan dalam visual grafis adalah dengan mengatur gelap dan terangnya. Ada dua pembagian dalam kategori ini, yaitu Low Contrast Value yang berarti penggunaan warna-warna yang kurang kontras. Visual yang dihasilkan akan cenderung kalem, statis, dan sederhana serta tenang. Sedangkan yang kedua adalah High Contrast Value, yaitu penggunaan warna-warna kontras dengan ekstrim, sehingga menghasilkan visual yang enerjik, ceria, dinamis, dramatis, dan penuh gairah. Ÿ Berdasarkan nilai dalam gelap dan terangnya, warna dibagi menjadi beberapa tingkatan. Paling terang adalah warna putih, kemudian warna tergelap adalah hitam. Aturannya, warna gelap akan terbaca jika ditempatkan pada background terang. Begitu pula sebaliknya, warna terang akan sangat mudah terbaca jika ditempatkan pada background gelap. MODUL IV Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 73 subheads. terlebih dahulu. mengisolasi mereka.


Tekstur Ÿ Ÿ Tekstur merupakan nilai raba atau lebih mudahnya adalah halus dan kasarnya sebuah permukaan benda. Dalam desain grafis, penggunaan tekstur dapat dilakukan untuk memberikan visual yang lebih berkarakter. Tekstur sering digunakan untuk mengatur keseimbangan dan kontras dalam sebuah desain komunikasi visual. Ÿ Tekstur dapat digunakan untuk: Ÿ Memberikan publikasi cetak, presentasi, atau halaman web yan g mood atau kepribadian. Ÿ Kontras untuk membuat bunga. Ÿ Bermain-main mata. Ÿ Memprovokasi emosi. Ÿ Membuat rasa kekayaan dan mendalam Ÿ Ÿ Ÿ Ÿ Ÿ Ruang Ÿ Ÿ Ruang adalah jarak antara atau daerah atau sekitar sesuatu. Memisahkan ruang atau unifies, highlight, dan memberikan mata visual istirahat. Ÿ Ruang dapat digunakan untuk: Ÿ Memberikan mata visual istirahat. Ÿ Membuat hubungan antara unsur-unsur. Ÿ Sorot salah satu elemen. Ÿ Menaruh banyak spasi sekitar yang pent ing untuk memanggil perhat ian kepadanya. Ÿ Membuat layout mudah untuk mengikuti. Ÿ Membuat tipe dibaca mungkin. MODUL IV 74 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN atau halaman web yang mood atau kepribadian. penting untuk memanggil perhatian kepadanya.


B. Menggunakan Software untuk desain grafis Penyuluh dapat memilih salah satu / beberapa perangkat lunak yang akan dipelajari / didalami. Tutorialnya sangat banyak beredar di Internet, platform e-learning, dan di Toko Buku. Desktop publishing Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe Ÿ Indesign, Adobe Pagemaker, dan lainnyCorel Draw, GIMP, Inkscap, Macromedia Freehan, Canva , Prezzi, dan lainnya Webdesign Adobe Dreamweaver, Microsoft Frontpage, Ÿ Wordpress, dan lainnya Audiovisual Adobe After Effect, Adobe Premier, Final Cut, Ÿ Adobe Flash, Macromedia Flash, Ulead Video Studio, Magic Movie Edit Pro, Power Director, dan lainnya Rendering 3 Dimensi 3D StudioMax, Cinema 4d, Maya, AutoCad, Ÿ Google SketchUp, Light Wave, Blender dan Softimage, dan lainnya C. Menerapkan Desain Grafis dalam Membuat Materi Presentasi Penyuluhan Pilih gaya font yang dapat dibaca Anak dan Ÿ Remaja dari kejauhan. Ÿ Memilih gaya font yang familiar, seperti google Font, akan membantu menyampaikan pesan Penyuluh. Hindari font yang sangat tipis atau d e k o r a t i f y a n g d a p a t m e n g g a n g g u keterbacaan, khususnya pada ukuran kecil. Pilih ukuran font yang bisa dibaca audiens Ÿ Anak dan remaja dari kejauhan. Ÿ Cobalah untuk menghindari menggunakan ukuran font yang lebih kecil dari 18 pt, dan mungkin perlu pergi lebih besar untuk ruang yang besar di mana audiens jauh, apalagi Ketika berada di aula sekolah. Buat teks tetap sederhana dan minimalkan Ÿ jumlah teks di slide Ÿ Gunakan poin atau kalimat pendek, dan coba simpan setiap baris ke satu baris; tanpa pembungkusan teks. Ÿ Penyuluh ingin Anak dan Remaja mendengarkan informasi Anda, daripada membaca layar. Ÿ Beberapa proyektor memotong slide di tepinya, sehingga kalimat yang panjang mungkin dipotong. Gunakan seni untuk membantu menyam- Ÿ paikan pesan Anda. Ÿ Gunakan grafik dan foto untuk membantu menceritakan tentang materi Gaya Hidup Sehat untuk Anak dan Remaja . Jangan juga menumpuk semua materi dalam satu paparan karena anak cenderung cepat bosan. Membuat label untuk bagan dan grafik dapat Ÿ dipahami. Ÿ Gunakan teks saja agar elemen label dalam bagan atau grafik agar lebih mudah dipahami. MODUL IV Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 75


Buatlah latar belakang slide halus dan buat Ÿ tetap konsisten. Ÿ Pilih warna dengan templat konsisten dan tema yang tidak terlalu menarik. Pastinya harus mencerminkan warna Gunakan kontras tinggi antara warna latar Ÿ belakang dan warna teks. Ÿ Tema secara otomatis mengatur kontras antara latar belakang terang dengan teks berwarna gelap atau latar belakang gelap dengan teks berwarna terang. Memeriksa ejaan dan tata bahasa. Ÿ Ÿ Untuk mendapatkan dan menghormati khalayak anak dan remaja yang cenderung suka bergurau memplesetkan kata-kata, selalu periksa ejaan dan tata bahasa di presentasi Anda. Jangan terlalu formal tata bahasanya. D. Menggunakan Gambar Berlisensi Setiap gambar yang ada di mesin pencari seperti Google, Yahoo, dan Bing, dan lainnya memiliki hak cipta. Itu artinya, para penyuluh tidak boleh menggunakan gambar yang didownload secara sembarangan, khususnya untuk keperluan membuat materi penyuluhan maupun pembuatan konten kreatif. Untuk menghindari masalah hak cipta, Penyuluh dapat melakukan hal-hal berikut: Mengunduh Gambar yang gratis yang ada di Ÿ situs penyedia gambar seperti Freepik, Pexels, Canva, dan lainnya (Gambar yang gratis terbatas, tersedia fitur Premium) Membeli gambar yang ada di situs penyedia Ÿ Gambar seperti Envato, Shutterstock, Adobe photo stock, dan lainnya Meminta izin dari sang pemilik gambar Ÿ dengan meninggalkan komentar atau mengirim email Menggunakan Gambar Berlisensi creative Ÿ commons, yaitu gambar yang bebas untuk digunakan (Cara paling direkomendasikan untuk penyuluh) Rekomendasi terbaik bagi penyuluh adalah menggunakan Gambar ber lisensi creat ive c o m m o n s , p i h a k G o o g l e j u g a s u d a h memungkinkan para penggunanya untuk mencari gambar yang memiliki lisensi creative commons. Untuk mendapatkannya sangat mudah, silakan mencari tutorial mesin pencari. Meski gambar bisa digunakan dengan bebas, jangan lupa untuk mencantumkan nama dari pemilik gambar. Namun apabila sang pemilik gambar tidak mewajibkan hal tersebut, penyuluh bisa tetap mencantumkan namanya dan bisa juga tidak. Dalam Modul 3 tentang Khalayak anak dan remaja, penyuluh pastinya sudah memahami bahwa khalayak anak dan remaja menyenangi channel video di YouTube, dan lainnya dan juga feed Media Sosial seperti Instagram,Tiktok, dan lainnya. Kontennya tentunya bisa berupa foto atau video yang dapat menghibur atau mengedukasi. Ya, konten-konten tersebut disebut dengan konten kreatif dan pembuatnya disebut sebagai content creator. Saatnya penyuluh dapat meningkatkan kemampuannya dan mencoba menjadi konten creator. Untuk panduan membuat konten kreatif tentunya tidak akan cukup dibahas di Modul ini. Pada prinsipnya penyuluh akan disuguhkan dnegan pilihan konten kreatif yang saat ini digandrungi anak dan remaja dengan sedikit tips. Untungnya, banyak sekali sumber belajar untuk mendalami konten kreatif ini, Kuncinya adalah mau belajar mandiri, sering Latihan, dan jangan malu untuk meminta masukan dari penyuluh lain, guru, dan anak-remaja saat mempublikasikan hasil karya. Jenis-Jenis Konten Kreatif Apa Saja yang Bisa Dibuat Penyuluh? Materi ini meruapkan pengayaan dari Modul 3 Tentang Khalayak Anak dan Remaja dimana beberapa bentuk kontek kreatif yang belum dibahas akan diulas di s ini yang memungkinkan untuk dieksekusi oleh penyuluh. 5.4 Merancang Pesan : Konten Kreatif MODUL IV 76 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


A. Infografis untuk Postingan dan Story Sesuai yang telah dibahas di Modul 3 Tentang Khalayak, Khalayak anak dan remaja cenderung menyukai infografis karena eyecatching dan informatif. Karena hal itu, infografis biasanya mendapatkan lebih banyak engagement dan terkadang bisa mengumpulkan cukup banyak share. Penyuluh bisa membuat Konten Kreatif ini untuk disisipkan dalam materi presentasi dan sebagai posting-an di media sosial Instagram BNN daerah. Jika penyuluh ingin membuat infografis namun tidak yakin harus mulai dari mana, saat ini tersedia berbagai macam template di aplikasi seperto Canva, Prezi, dll. Di juga infografik tersedia gambar dan vector berlisensi dengan kualitas tinggi yang aman digunakan. Tips untuk penyuluh : Buat infografis i n f o r m a t i f y a n g e y e c a t c h i n g d e n g a n menggunakan Canva, Prezzi atau tools lainnya yang menyediakan templat infografis sheingga tidak perlu ribet untuk membaut dari awal. Kemudian, share secara teratur di postingan dan story sosial media penyuluh maupun BNN daerah secara konsisten dan terencana agar feed media sosial terlihat bagus dan terkonsep. Pikirkan juga untuk berkoordinasi dengan penyampai pesan lainnya dengan beri tahu mereka tentang infografis Anda. Jika penyuluh beruntung, mereka mungkin membagikannya pada sosial media mereka atau bahkan menanamkannya dalam sebuah artikel B. Podcast Sebenaranya konsep Podcast telah ada s e j a k l ama , t a p i b a r u - b a r u i n i b a r u l a h mendapatkan momentum kembali . Ada yang mengatakan Podcast adalah radio baru (karena mereka bisa on-demand). Karena betapa populernya di kalangan anak dan remaja di Kotakota besar, penyuluh bisa mencoba untuk membuat channel podcast untuk kegiatan penyuluhan atau sosialisasi untuk mendapatkan lebih banyak pendengar. Podcast bisa dilakukan dengan melibatkan satu orang saja (solo) maupun melibatkan narasumber beberapa orang yang diundang penyuluh sehingga kemasannya bisa seperti interview maupun talkshow. Penyuluh bisa menggunakan channel podcast yang popular seperti Podbean, Anchor, Spotify, dan juga Youtube (hanya suara dan gambar diam) Tetapi ketenaran podcast karena ada sosial media, seperti Instagram, Tiktok, Facebook, LINE, dan messanger seperti starus WA dan Telegram. Jadi pastikan link Podcast pribadi atau resmi BNN daerah tersebar di media sosial dan messenger dengan cara : Bagikan link podcast dengan shorten url Ÿ seperti s.id, bit.ly, dan lainnya Buat gambar statis yang menarik selayaknya Ÿ Poster atau Cover Album , letakkan audio podcast di atas, dan unggah sebagai video. Dengan cara ini, audiens Anda dapat mendengarkan langsung podcast di sosial media tersebut tanpa perlu mengunjungi halaman eksternal. Tentunya dibutuhkan ketekunan dan banyak promosi apabila ingin Podcast-nya dikenal. Perlu berjejeraing juga dengan sesam Podcaster. Tips: Pada ssat membuat channel podcast, Kenali apa yang dapat diambil khalayak anak dan remaja dari setiap episode dan buat video dengan audio podcast dari atas gambar statis.Kemudian bagikan profil sosial media, saat memberi link ke podcast resmi. C. Live Streaming Bila sudah terbiasa podcast, penyuluh cenderung akan mudah melakukan streaming langsung. Bedanya Live-tstreaming menggunakan video yang berarti penampilan kita harus memiliki attraktivitas yang bagus. Penyuluh bisa mencoba live streaming sederhana misalnya ketika ada kegiatan penyuluhan berupa ceramah, talkshow, atau Q&A. Kegiatan tersebut bisa disebarkan secara Hybrid melalui Zoom atau Instagram Live, Youtube Live, Tiktok Live, dan aplikasi lainnya yang yang digandrungi oleh anak dan remaja. . Penyuluh juga dapat memilih apakah Anda ingin konten itu tersedia untuk orang lain setelahnya.Hal ini memungkinkan orang lain melihat live streaming jika mereka melewatkannya. Penyuluh bisa menggunakan media sosial seperti Instragram, Tiktok, dan lainnya sebagai mesin lead generation. MODUL IV Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 77


Saat sedang live, ajaklah peserta Live Streaming untuk berinteraksi dengan meng-klik link tertentu di bagian komentar dan mengisi form seperti daftar kehadiran maupun post-test berhadiah untuk mengakses link yang Anda tampilkan di layar atau dibicarakan. Satu-satunya kekurangan menggunakan Instagram Live adalah konten akan hilang saat Anda selesai menjalani live streaming. Tetapi penyuluh bisa merekamnya dan menampilkannya dalm bentu reels. Tips: Coba Lakukan live testing, apakah itu IG Live, Tiktok Live, dan lainnya perhatikan apakah kita terlihat attraktif di depan kamera. Bila masih kurang, perlu dilatih kemampuan public speaking di depan kamera. Pertimbangkan juga untuk berfokus pada topik tertentu saja selama streaming langsung agar bahasan tidak melebar dan jangan sampai membuat khalayak anak remaja merasa mereka menghabiskan banyak kuota untuk konten yang kurang menarik . D. Flip Book U n t u k m e n s o s i a l i s a s i k a n m a t e r i penyuluhan yang cukup kompleks, penyuluh bisa membuat e-book atau e-zine. Hal ini untuk memfasilitasi anak dan remaja yang senang membaca. Sekarang ada pengemasan e-book dan e-zine yang menarik dalam bentuk Platform Flipbook. Hampir semua orang menyukai e-book, itu adalah sesuatu yang ingin mereka pelajari atau sesuatu yang memberi mereka keuntungan. Kurang dari 10 halaman atau belasan halaman saja sudah cukup untuk memberikan informasi mendalam terkait sebuah topik yang diminati anak remaja terkait Narkoba. Sebaiknya tetap ada elemen-elemen grafis berupa foto atau vector. Artinya, untuk membuatnya perlu software desain grafis maupun platform seperti Canva, dan lainnya yang difinishing dengan platform Flipbook. Penyuluh bisa berkolaborasi dnegna teman penyuluh lainnya untuk membuat konten kreatif ini. Setelah jadi, tentunya eBook/e-Zine yang dibuat oleh penyuluh bisa ditampilkan di seluruh channel pribadi maupun sosial media BNN daerah.. Jangan lupa bubuhkan link di poster atau status messanger seperti WA dan Telegram. Hal ini untuk membantu menyebarluaskan konten tersebut. E-Book / E-Zine ini seharusnya dapat membuat informasi dan edukasi bisa leluasa dipadukan dalam sesbuah konten kreatif sehingga d a p a t b e r d a m p a k p a d a p e n g e r a h u a n , pemahaman, dan sikap anak dan remaja. Tips: Jika Anda belum membuat e-book, mulailah menyusun rencana untuk membuatnya. Ajaklah penyuluh lain berkolaborasi layaknya tim redaksi dengan pembagian tugas yang spesifik. Kemudian, bagikan pada jaringan guru dan rekan sesama penyuluh untuk disebarluaskan di channel sosial media mereka dengan konten yang menarik perhatian dan copywriting yang kuat untuk mendapatkan hasil terbaik. Untuk memuat di website atau forum sebagiknya menggunakan judul yang menggunakan kaidah Search Engine Optimization (SEO). E. e-Poster dan Video Panduan How To Panduan biasanya punya performa cukup baik bila memang menarik dan sesuai dengan target anak dan remaja. Misalnya panduan pertemanan sehat, gaya hidup sehat, panduan menjadi Remaja Teman Sebaya , atau bahkan panduan yang mencakup bagaimana cara menolak ajakan mengonsumsi narkoba. Hal itu dapat dengan mudah dibagikan di sosial media pribadi penyuluh atau BNN daerah. Konten Kreatif in pastinya membutuhkan kemampuan Desain Grafis. Konten yang cenderung tidak basi ini bisa berulangkali diakses anak dan remaja. Sebaiknya penyuluh menyebarkan e-poster dan cuplikan konten tersebut tersebut di sosial media dan messenger secara teratur dalam bentuk status, dan bukan hanya sekali, sebanyak yang Anda lakukan. Lakukan test dan cari tahu apa konten yang aman dan terbaik. T i p s : M e m b u a t P a n d u a n H o w t o membutuhkan alur yang jelas serta storyboard yang menarik. Setiap proses harus divisualisasikan dengan tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap proses atau bahkan penyalahgunaan konten MODUL IV 78 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Penyuluh sebaiknya dapat mengerjakan 3 dari 5 Latihan Merancang 3 Pesan Kunci P4GN yang sesuai Ÿ dengan khalayak anak dan remaja di wilayahnya Mwmbut PPT yang templatenya konsisten Ÿ minimal dari sisi warna, tata letak, dan tipografi Merekam storytelling atau dongeng di Ÿ Gadget dan kemudian dievaluasi kelebihan dan kekurangan yang harus diperbaiki Membuat Poster/Infografis untuk Anak Usia Ÿ Dini dan Anak Usia SD Mencoba Live Streaming saat melakukan Ÿ kegiatan penyuluhan dengan tema yang menarik Pertanyaan untuk Penyuluh. Silakan dijawab singkat, padat, jelas, dan disertai contoh. Apakah perbedaan antara Pesan Kunci Ÿ dengan Pesan Payung? Apakah perbedaan antara Dimensi Isi dan Ÿ Dimensi Hubungan ? Mengapa Anak dan Remaja menyenangi Ÿ Konten Kreatif? Sebutkan unsur-unsur dalam Desain Grafis? Ÿ Apakah perbedaan antara Podcast dengan Ÿ Live Streaming? Buku Pengantar Ilmu Komunikasi, Digital Ÿ Marketing, Tutorial Desain Grafis, dan Konten Kreatif Video Tutorial di Youtube untuk software Ÿ pembuatan Konten Kreatif seperti Adobe Suite, Canva,dll. Media-media remaja seperti Haionline, Ÿ Hipwee, IDNTimes, Brilio, dll. Sebagai rujuakn konten kreatif Kanal-kanal Media Sosial dan Youtube Anak Ÿ dan Remaja sebagau rujukan Sumber elektronik Ÿ Kesimpulan Pesan adalah elemen yang sangat penting dalam kegiatan penyuluhan, sosialisasi, dan komunikasi. Dibutuhkan pedoman pesan apa yang boleh digunakan dalam P4GN baik itu dalam Pesan Kunci dan Pesan Payung. Dari sisi substansi pesan itu harus merangkul pesan BNN sekaligus juga melihat pesan apa yang dibutuhkan oleh anak dan remaja. Selain dimensi isi pesan , terdapat dimensi hubungan yang pada akhirnya mengatur penggunaan media. Adanya perencanaan Program komunikasi, menunjukkan kesiapan BNN beserta untuk melakukan aktivitas dan program kerja secara terencana penuh pertimbangan. Bukan merupakan aktivitas yang bersifat spontanitas. Hal ini kemudian meningkatkan kesadaran bahwa komunikasi merupakan aktivitas untuk memproduksi dan mendistribusikan informasi. Latihan Yang Harus Dikerjakan Sumber Referensi Belajar Mandiri Lembar Evaluasi MODUL IV Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 79


Advokasi Media Social adalah metode untuk mempromosikan dan berbagi informasi tentang penyebab atau isu tertentu . Hal ini mungkin mencakup membagikan artikel, video, atau gambar y a n g b e r k a i t a n d e n g a n p e n y e b a b n y a , menandatangani petisi, atau menghadiri protes atau unjuk rasa. Advokasi di media sosial dapat menjadi cara efekt if untuk meningkatkan ke s ada r an tent ang i su-i su pent ing dan memobilisasi orang-orang di sekitar penyebab yang mereka pedulikan AMA (Ask Me Anything) di media sosial berarti "Ask Me Anything." Ini adalah format gaya Q&A di mana orang dapat mengajukan per tanyaan dan mendapatkan jawaban dari para ahli di lapangan. Hal ini sering digunakan untuk berhubungan dengan pelanggan potensial atau penggemar dan membangun hubungan baik dan kepercayaan. AMA pertanyaan bisa apa saja di bawah matahari, tetapi mereka biasanya berputar di sekitar orang bidang keahlian. Sebagai contoh, jika Anda seorang ahli dalam pemasaran digital, seseorang mungkin bertanya tentang cara terbaik untuk meningkatkan lalu lintas situs web mereka. Atau, jika Anda seorang musisi, mereka mungkin bertanya tentang proses menulis lagu Anda.  Amplifikasi Media Penyebarluasan pesan dari suatu media ke media yang lainnya yang sejenis maupun berbeda jenis dengan memperhatikan potensi pertambahan jumlah khalayak yang dapat menerima pesan tersebut maupun area jangkauan pesan tersebut Analitik (Analytics) Analisa pada media sosial untuk melacak dan mengukur kinerja kampanye media sosial. Bisa diamati berapa banyak orang melihat postingan, berapa banyak orang mengkliknya, berapa banyak lalu lintas yang mereka tempuh ke situs, dan keterlibatan seperti apa yang mereka terima. Selain itu, analisis media sosial dapat membantu Anda mengukur jangkauan dan dampak kehadiran media sosial Anda secara keseluruhan. Analitik media sosial adalah tools yang dapat digunakan untuk melacak dan mengukur kinerja kampanye media sosial. Anda dapat menggunakan analisis untuk menentukan berapa banyak orang melihat posting Anda, berapa banyak orang mengkliknya, berapa banyak lalu lintas yang mereka tempuh ke situs web Anda, dan keterlibatan seperti apa yang mereka terima. Selain itu, analisis media sosial dapat membantu Anda mengukur jangkauan dan dampak kehadiran media sosial Anda secara keseluruhan. Blog Blog, singkatan dari weblog, adalah jenis situs web yang menerbitkan artikel secara teratur. Artikel - artikel itu, yang juga dikenal sebagai pos - pos, biasanya ditampilkan dalam urutan kronologis yang terbalik, dengan pos - pos terbaru muncul terlebih dahulu. Indi v idu a t au organi s a s i s e r ing menggunakan blog untuk berbagi pikiran mereka tentang topik tertentu, menyediakan update tentang pekerjaan atau kegiatan mereka, atau membangun audiens online di sekitar subjek tertentu. Call To Action CTA, atau call-to-action, adalah ajakan pada media sosial yang mendesak pembaca untuk mengambil tindakan. Ini bisa apa saja dari mengklik link untuk mengunjungi si tus web untuk melakukan pendaftaran, pembelian, donasi, dsb. Clickbait Clickbait adalah konten apapun yang dirancang untuk membuat Anda mengkliknya. Hal ini dapat mencakup berita utama yang sengaja provokatif atau sensasional, judul yang menjanjikan lebih dari yang disampaikan artikel, atau bahkan gambar yang menarik perhatian. Pada dasarnya, apa pun yang menarik Anda untuk mengklik tanpa benarbenar memberi Anda informasi substansial tentang apa yang akan Anda baca. GLOSSARIUM 80 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN GLOSSARIUM


Clout Pengaruh sering digunakan di media sosial untuk menggambarkan pengaruh seseorang atau mengikuti. Secara umum, semakin berpengaruh seseorang, semakin banyak "clout" yang mereka miliki. Pengaruh dapat berpengaruh dalam hal ketenaran, kekuasaan, atau uang. E-book E-book adalah buku digital yang dapat dibaca di komputer atau perangkat elektronik. Media ini diminati dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan munculnya media social dan menjadi cara yang bagus untuk berbagi informasi dan ide d e n g a n o r a n g l a i n . S e l a i n i t u , l e b i h murahnya/bahkan ada yang gratis e-book dari buku konvensional adalah factor penarik bersama kemudahan diunduh dengan cepat. Engagement Rate Tingkat keterlibatan mengukur seberapa sering orang berinteraksi dengan konten Anda di media sosial. Ini bisa mencakup hal-hal seperti suka, komentar, bagikan /share , atau klik. Sebagai contoh, jika kita memiliki 100 pengikut di Instagram dan posting Anda mendapat sepuluh like, tingkat pertunangan Anda akan menjadi 10%. Tingkat keter libatan dapat membantu mengukur keberhasilan Program Komunikasi / kampanye dan mengukur tingkat minat khalayak kita. Hashtag Hashtag adalah kata kunci atau frase yang muncul dengan tandapagar di depannya (misalnya, hashtag #WarOnDrugs) dan dikaitkan dengan bagian tertentu dari konten di media sosial. Hashtag dapat digunakan untuk melacak topik, peristiwa, atau percakapan. Mereka juga dapat digunakan untuk membuat konten lebih ditemukan oleh mesin pencari. Influencer Influencer adalah seseorang dengan kemampuan untuk mempengaruhi opini publik. Mereka mungkin produktif pengguna media sosial, atau mereka bisa dihormati pemimpin pemikiran dalam industri mereka. Biasanya, influencer memiliki pengaruh karena mereka dianggap sebagai ahli di bidang mereka. Orang-orang sering melihat influencer untuk r Insights Wawasan media sos ial membantu A nda memahami bagaimana orang berinteraksi dengan konten Anda di media sosial. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan wawasan untuk mengukur jangkauan posting Anda ', keterlibatan, dan pengaruh. Key Opinion Leaders Key Opinion Leader merupakan individu atau seseorang yang dipercaya, memiliki pengalaman dan keahlian di bidang ter tentu, dan bisa m e m b e r i k a n p e n g a r u h u n t u k b a n y a k orang.pengaruh. Konvergensi Media K o n v e r g e n s i m e d i a a d a l a h f e n o m e n a bergabungnya berbagai media yang sebelumnya dianggap berbeda dan terpisah yang meliputi media cetak maupun media elektronik (misalnya televisi, radio, surat kabar, dan komputer) menjadi satu ke dalam sebuah media tunggal. Konve rgens i medi a juga be r a r t i pro s e s penggabungan berbagai bentuk isi media yang terdiri dari teks, foto, gambar, audio, video, serta animasi yang dapat ditampilkan pada salah satu platform (telepon seluler, laptop, televisi, dan komputer).pengaruh. Live Stream Live streaming adalah proses penyiaran rekaman video langsung melalui internet. Platform media sosial seperti Facebook dan Instagram memiliki kemampuan live streaming bawaan, atau Anda dapat menggunakan aplikasi terpisah seperti Zoom atau Twitch. Anda berbagi momen secara real-time dengan penonton Anda ketika Anda siaran langsung. Ini adalah cara untuk berhubungan dengan orang lebih pribadi dan intim daripada hanya menulis posting atau posting foto. Media Relations Media Relations atau sering disebut dengan hubungan Hubungan Media adalah usaha untuk mencari publikasi atau penyiaran yang maksimum a t a s s u a t u p e s a n a t a u i n f o r m a s i resmorganisasi/perusahaan dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak Media Massa Media massa adalah media yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak dalam jumlah besar dan heterogen GLOSSARIUM Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN 81


Meme Meme adalah gambar, video, atau potongan teks yang dibagikan di media sosial yang menyebar dari satu orang ke orang lain dalam budaya. Meme sering memiliki unsur lucu atau satir dan biasanya dibagi untuk tujuan hiburan. Akan tetapi, beberapa meme juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang serius atau diperlukan. Metrik Metrik adalah seperangkat titik data yang Anda gunakan untuk mengukur kemajuan atau keberhasilan kampanye media sosial Anda. Mereka dapat kunjungan situs web, pengikut Twitter, like Facebook, langganan blog, dan sebagainya. Metrik sangat penting karena membantu melacak kemajuan dan melihat apa yang berhasil dan apa yang tidak. Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk tweak kampanye Anda dan membuatnya lebih efektif. Mitigasi Mitigasi adalah tindakan mengurangi seberapa berbahaya, tidak menyenangkan, atau buruknya sesuatu dan berkaitan dengan resiko. SEO SEO, atau optimasi mesin pencari, adalah proses untuk meningkatkan visibilitas dan peringkat situs web atau halaman web dalam halaman hasil mesin pencari (SERP). Ini adalah komponen penting dari setiap strategi pemasaran digital dan dapat mendorong lalu lintas ke situs web, meningkatkan kesadaran merek, dan menghasilkan lead dan penjualan. Share - Bagikan Ketika Anda berbagi sesuatu di media sosial, Anda pada dasarnya menyampaikan konten itu kepada pengikut atau teman-teman Anda. Anda mungkin melakukan ini karena Anda berpikir informasi berharga atau karena Anda ingin memulai percakapan tentang topik. Spam (Penyebar) Spam adalah segala macam konten yang tidak diinginkan atau tidak diminta - apakah itu pesan komersial, sepotong surat sampah, atau hanya seseorang yang mencoba untuk mendapatkan perhatian Anda dengan cara yang menjengkelkan. Strategi Komunikasi perencanaan dalam penyampaian pesan melalui kombinasi berbagai unsur komunikasi seperti frekuensi, formalitas, isi dan saluran komunikasi sehingga pesan yang disampaikan mudah diterima dan dipahami serta dapat mengubah sikap atau perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi. Pemantauan Media Sosial Pemantauan media social atau Social Mmedia Monitoring adalah proses pelacakan percakapan online tentang merek atau produk di platform media sosial. Hal ini dapat dilakukan secara manual atau melalui alat pemantauan media sosial. Pemantauan media sosial bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang apa yang orang katakan tentang merek online dan mengidentifikasi setiap isu potensial yang perlu diatasi. User Generated Content Konten yang dihasilkan pengguna (UGC) adalah bentuk konten apapun yang telah dibuat oleh pengguna media sosial, sebagai lawan dari merek atau organisasi media. Ini mungkin termasuk posting teks, foto, video, dan bahkan komentar. UGC telah menjadi bagian penting dari lanskap media sosial karena menawarkan cara bagi pengguna untuk menghubungkan dan mengekspresikan diri dengan cara yang mentah dan otentik. Viral Ketika kebanyakan orang berbicara tentang sesuatu yang "viral" di media sosial, mereka mengacu pada sepotong konten yang telah dibagikan secara luas dan cepat di platform yang berbeda. Hal ini dapat terjadi secara organik, sebagai pengguna melihat sesuatu yang menarik dan berbagi dengan pengikut mereka, atau influencer atau merek dapat sengaja menyalakan dengan penonton besar. Video Logging (Vlogging) Kata "vlog" adalah gabungan dari kata "video" dan "blog." Sama seperti blog adalah cara untuk menulis tentang pikiran dan pengalaman Anda, vlog adalah cara untuk berbagi hidup Anda melalui video. GLOSSARIUM 82 Modul Penyebarluasan Informasi dan Edukasi P4GN


Click to View FlipBook Version