KUMPULAN PUISI
“Teman Masa Kecilku”
Karya : Silviana Dinawati
Hai teman masa kecilku..
Begitu aku sangat merindukanmu
Ingin rasanya kuulang hari-hariku
Ceria bersama denganmu
Masa indah bersamamu bagaikan kupu-kupu
Apakah kamu masih ingat?
Bagaimana kita bercanda
Bergurauan, berlarian, bermain bersama
Baik senang dan sedih jua
Baik suka dan duka kita lalui bersama
Nampaknya waktu pun semakin bergulir
Hidup terus kedepan
Kita pun mencari jalan masing-masing
Menuntut ilmu dengan jalan yang berbeda
Semakin merindu rasanya
Teman sejatiku
Yang kuharap darimu
Semoga kita kan segara bertemu
“Bintang Gemilang”
Karya : Monika Puspitasari
Oh bintang..
Kaulah yang terangi malam
Di angkasa menjulang
Dengan sinarmu yang begitu terang
Kerlap-kerlip indah dipandang
Muncul malu-malu dibalik awan
Di kegelapan sunyinya malam
Yang menjadikan hatiku tenang
Juga membuat tentram
Saat engkau dipandang
Ingin rasanya menggapaimu
Ingin rasanya didekatmu
Tapi hanya bisa memandangimu
Dari kejauhan gemilangnya dirimu
Sungguh aku bersyukur atas kenimatan dari pencipta-Mu
“Boneka Kesayangan”
Karya : Silviana Dinawati
Aku mempunyai boneka kesayangan
Tidak terlalu besar memang
Tetapi tampak lucu dan menggemaskan
Senyumnya tampak manis dan ceria
Aku senang bisa memilikinya
Ku beri nama bubu
Kaulah teman bermainku
Kau membuat bahagia hatiku
Juga membuat riang hatiku
Tak dapat kujauh darimu
Jika kamu rusak
Alangkah sedihnya hatiku
Alangkah hancurnya hatiku
Tetapi aku selalu berusaha
Untuk merawat dengan baik dirimu
Oh, Bubu..
Dengan bermain bersamaku
Di rumah hingga kamarku
Kau Layaknya temanku
Kau juga teman tidurku
“Guruku”
Karya : Silviana Dinawati
Engkau bagaikan pelita
Yang menerangi minimnya cahaya
Engkau bagaikan petunjuk arah
Yang siap menuntun pada kebenaran
Engkau bagaikan salju
Nasihatmu menyejukkan relung hatiku
Guruku,
Tugas muliamu itu
Pemberantas akan kebodohan
Pantas kau disebut pahlawan
Pahlawan tanpa tanda jasa
Yang selalu tulus dan ceria
Kau rela pergi pagi-pagi
Pulang sore hari
Lelah, letih, dan berkeringat
Tetapi tak menyurutkan niatmu
Untuk mencerdaskan kehidupan
Agar tercipta generasi yang gemilang
Tak mampu ku membalas
Begitu besar jasamu itu
Terima kasih kuucapkan
Untuk segala yang kau berikan
Oh, guruku
“ Kelinci lucu “
Karya : Silviana Dinawati
Aku mempunyai seekor kelinci
Dia adalah hewan peliharaanku
Dia sangatlah lucu
Matanya bulat hitam bagai kelereng
Bulunya halus bagai kain sutera
Sering kali,
Tak bosan untuk melihat tingkahnya
Meloncat kesana kemari
Mengikuti langkahku berlari
Bercanda ria tak terhenti
Wortel adalah makanan kesukaannya
Begitu lahapnya tiada terkira
Dengan hidung bulat kecilnya pun
Siap untuk mengendus-endus apapun
Riang rasanya hari-hariku
Kelinciku,
Walau tubuhmu kian besar
Tiada akan surut sayangku kepadamu
Akan kurawat dan kujaga selalu
Karena kamu membuat riangnya hatiku
“ Pelangi Penyembuh”
Karya : Nopita Ramadani
Pelangi yang berwarna
Seperti kehidupan yang indah
Terbentang menyapa langit yang indah
Menghapus luka yang baru reda
Semenjak kau pergi
Aku gerimis tanpa pelangi
Warna warni tak ada lagi
Aku gerimis yang kehilangan mentari
Bila nanti cerita berubah luka
Aku dan kamu tak saling sapa
Biarkan kenangan…
Tetap besemayam dalam doa doa
“ Bintang “
Karya : Silviana Dinawati
Oh bintang…
Ribuan pesona di langit raya
Kau temani ku dikala malam
Sembari duduk di pinggir taman
Bintang ku…
Kau selalu menemaniku
Dikala matahari mulai hilang
Dan dikala malam datang
Oh bintang….
Tetaplah bersinar
Menerangi langit malam
Agar tidak kelam
Kau alasan bahagiaku
Ketika mata memandang penuh gelisa
Kau tenangkan jiwa
Dengan sinar yang penuh bahagia
Selamat datang teman malam ku
Engkau adalah idolaku
Penghilang gelisa hati
Teman dalam sepi
Inggin rasanya mengapaimu
Ingin rasanya didekatmu
Tapi hanya bisa memandangimu
Dari kejauhan gemilangnya dirimu
Sungguh aku bersyukur atas kenikmatan dari pencipta-Mu
Terimakasih tuhan
Dengan segala ciptaan-Mu yang alangkah indahnya
Diriku tanpa ragu untuk menatapnya.
“Alam-ku “
Karya : Ridha Khafifah
Alamku
Keindahan itu hilang
Keasrian itu lenyap
Pesonanya tak lagi nampak
Tak lagi memberi manfaat
Alamku rusak
Ditangan manusia biadap
Egois tak berotak
Serakah tak berperasaan
Demi kekuasaan yang tak dibawa mati
Alam ini, titipan tuhan untuk kami
Kepercayaan tuhan kepada kami
Tapi apa yang dilakukan manusia jahat itu
Tak patut untuk ditiru
Ayo, jaga alam ini
Agar tetap lestari
Untuk kita dan penerusnya
Karena alam
Sahabat manusia
“Alam Desaku “
Karya : Aprilia Muharomah
Nun jauh di pucuk sana, semburat matahari kian terang
Oranye cerah menyapa dunia
Angin sejuk berhembus ceria
Membangunkan hati dari nestapa
Gemericik air ramai mengalir
Saut kicauan burung pagi hari
Embun di sela daun mengikuti
Menggembirakan tubuh tengadah diri
Pepohonan menari mengikuti irama alam
Mendayu-dayu begitu eloknya
Memanjakan setiap mata yang melihatnya
Menyadarkan kita akan kebesaran-Nya
Langit cerah menyongsong kemudian
Biru khas langit, bertabur awan berkawan
Sekilas seperti surga memang
Bagi mereka yang melihat keagungan-Nya
Tanah basah hujan semalam
Menyisakan aroma wangi yang menenangkan
Kokoh dipijak menuntun langkah kaki
KuasaMu illahi Rabbi
“Pesona Negeriku”
Karya : Farikhah leli fitria
Lihatlah
Lihat betapa indahnya negeri ini
Negeri yang mempunyai keindahan alam
Yang mempesona
Kicauan suara burung yang bersautan
Menambah suasana hangan di pagi hari
Udara yang begitu segar
Serta embun yang turun
Sungguh terasa nikmat dipandang
“ Keindahan Negeriku ”
Karya : Salsa Bila Firdaus
Angin yang berhembus sepoi-sepoi
Pasir putih luas terhampar
Nyiur hijau yang melambai-lambai
Seakan memeluk angin dengan sabar.
Udara segar berhembusan
Memasuki sela-sela jendela
Melengkapi keindahan alam
Seakan membawa ketenangan.
Gunung-gunung yang menjulang
Memberiku kekaguman
Menyentuh putihnya awan
Tentangmu segalanya menawan.
Jalan yang naik turun
Diantara tanah perbukitan
Sangat hijau tak seperti gurun
Itulah pesona keindahan.
Alam yang selalu permai
Penduduknya hidup damai
Mensyukuri ciptaan Tuhan
Yang seolah-olah penuh kejutan.
Sejenak aku pun merenung
Betapa indah segala ciptaan-Nya
dari pantai hingga gunung
Keindahan di negeri Indonesia.
“Indahnya alamku”
Karya : Wahyu Eka Kusma Dewi
Langkah demi langkah tlah kulalui
Menyusuri jalan setapak di ibu pertiwi
Disambut hangat oleh senyuman mentari
Membuat semangatku berapi-api
Indahnya garis cakrawala
Membuatku takjub akan keindahan angkasa
Tersadar mengapa kusering putus asa
Padahal alam telah memberi hadiah yang luar biasa
Kududuk merenung di tepi pantai
Dengan desir ombak yang menemani
Memandang sekitar sambil mengagumi
Dan sekali lagi, kutersadar akan keindahan alam ini
“Alamku”
Karya : Eka Sriwidayati
Tuhan, begitu indah alammu
Hingga aku terpukau
Dengan semua ciptaanmu
Yang begitu memukau
Sawah yang begitu luas
Lautan indah yang membentang
Hingga pepohonan menari dengan gerakan yang khas
Menandakan kebahagaian yang datang
Tetapi, banyak kerusakan yang terjadi
Akibat ulah tangan manusia yang keji
Hutan dibakar dengan sengaja
Hingga alam dan isinya ikut sirna
Aku turut berduka
Atas ketamakan manusia
Kian hari makin menjadi
Hingga tak ada yang tersisa lagi
“Desa Ternyaman”
Karya : Sekar Arum p
Pagi hari yang cerah ini
Kupandang langit yang tinggi
Dengan kicauan burung-burung
Merdu hingga masuk pada telingaku
Kupandangi pula,
Bentangan sawah luas tiada tara
Pegunungan indah dari sudut utara
Menambah pesona suasana desa
Kebunku yang indah
Bunga berwarna merah
Burung-burung menyanyi
Hati tidak lagi sepi
Bungaku yang cantik
Lebah menari diatasnya
Senang hatiku melihatnya
Riang gembira rasanya
Desaku,
Tempat ternyaman untukku
Dengan segala karunia dari sang Illahi
Tak henti kubersyukur untuk kunikmati
“Indahnya Pagi”
Karya : Zahra Amalia Abida
Pagi Hari
Di awali dengan terbitnya mentari
Terdengar kicauan burung yang merdu
Angin datang dan berdesir
Udara segar masuk kedalam dada
Terlihat gunung berselimut kabut tipis
Dari jauh ku pandang
Begitu indah dan mempesona
Hati damai dan sentosa
Pagi mulai ramai
Dengan insan yang hendak berkerja
Menari nafkah untuk keluarga
Jangan lupa bersyukur kepada Nya
“Taman Bunga”
Karya : Silviana Dinawati
Taman indah
Di pandang sangat indah
Membuat hati senang
Riang, gembira
Taman ku…
Bunga yang indah menglengkapi mu
Kupu-kupu terbang tak berujung
Oh taman ku elok nia keindahanmu
“Mawar Merah”
Karya : Silviana Dinawati
Mawar….
Indah rupamu
Batangmu berduri
Saat ku petik menusuk tanganku
Bunga mawar
Merah menyala warna mahkotamu
Mudah menarik hati ku
Untuk ku pandangi mahkota mu yang indah.
“Pelangi”
Karya : Silviana Dinawati
Indah di langit yang tinggi
Kau menampakkan dengan malu-malu
Kau datang setiap hujan reda
Pelangi
Kau warnamu sangat indah
Dari merah sampai unggu
Pelangi
Aku ingin mengapaimu
“Pesona Tempat Tinggalku ku”
Karya : Anggie Tectonia Grandys
Mata yang terpenjam mulai terbuka
Pancaran sinar menyorot muka
Tubuh ku tegakkan seketika
Pesona pemandangan yang terkemuka
Isyarat kepala berkata tak terkira
Cukup mata yang dapat berbicara
Berseri-seri hari ini gembira
Terucap syukur tiada tara
Kicauan burung merdu di telinga
Penenang hati dalam gunda
Embun sejuk menyelimuti raga
Menyambut dunia yang tiada tara
Gunung yang tampak menjulang tinggi
Terselimut awan putih mengelilingi
Nuansa bak permei pagi ini
Penenang hati yang sunyi
Ku susuri jalanan desaku
Terdengar gemerciknya sesuatu
Rasa diri semakin terpaku
Terlihat jernihnya sungai itu
Semilirnya angin pagi
Diri ini semakin tak ingin pergi
Alam yang masih begitu asri
Ku pinta jangan sampai ternodai
“Pesona kampong Asalku”
Karya : Vera Octavia
Kicauan burung dipagi hari
Embun pagi membasahi bumi
Petok petok suara ayam,
Hangat semburan mentari dari ufuk timur menyentuh tubuhku
Membangunkanku dipagi hari
Kampungku..
Sejuk.. Bersih.. Indah Berseri..
Hidup rukun prinsipnya
Aman dan damai warganya
Menjunjung tinggi gotong royong
Kampungku…
Kampung kelahiranku
Tidak begitu mewah namun sangat mempesona
Suasana tenang dan hening menjadi teman
Jauh dari riuhnya perkotaan
Gunung sungai menjadi ornamen pelengkap
Kampungku..
Pesonamu sungguh menawan
Sayangi alam, sayangi kehidupan masa depan