E-MODUL
DASAR PROSES PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN
Teknik Konversi
Bahan
PENULIS
YOLANDA IRFA ARVIANTI
PROGRAM KEAHLIAN AGRIBISNIS
PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN
SMKN 1 SURUH
Teknik Konversi Bahan
HALLOO .....
SAAT INI KAMU SEDANG MEMBACA MATERI
BELAJAR SMK PERTANIAN TENTANG TEKNIK
KONVERSI BAHAN..
ADA YANG SUDAH TAU APA ITU TEKNIK KONVERSI BAHAN??
Kita mulai dari kata konversi ya.
Pasti kalian gak asing dengan kalimat 'convert format video mp4
ke mp3'. Yap, convert sama dengan konversi yang artinya
merubah.
Karena sekarang kita sedang membahas tentang
bahan hasil pertanian, maka konversi yang
dimaksud adalah merubah bentuk bahan menjadi
bentuk yang lain (masih menjadi produk mentah
atau produk siap saji) baik itu padat maupun cair.
Bagaimana cara merubah bentuknya??
Kita ambil contoh ya..
Misalnya kita akan membuat jus buah menggunakan
blender. Kegiatan konversi pertama yang kita
lakukan adalah memotong buah menjadi ukuran
yang lebih kecil kemudian memasukannya ke dalam
blender. Selanjutnya pasti kita memencet tombol on
agar mesin bergerak dan menghancurkan potongan-
potongan buah tersebut menjadi halus sehingga
tercampur semua bahan. Setelah halus barulah kita
dapat meminum jus segar tersebut
Macam Teknik Konversi Bahan
Teknik konversi bahan tidak akan
lepas dalam proses pengolahan
bahan hasil pertanian. Maka dari
itu, kita perlu belajar dan
memahami tentang Teknik
Konversi Bahan.
Lalu, ada berapa macam ya teknik
konversi bahan itu??
1.Pengecilan Ukuran
Pasti kalian juga sudah tidak asing
dengan kata pengecilan ukuran ini.
Dari katanya saja, sudah sangat jelas
pengecilan ukuran berarti membuat
sebuah bahan menjadi lebih kecil
ukurannya.
Pada bahan padat,ukurannya dapat
dikurangi dengan menerapkan proses
penggilingan, penekanan atau
pemukulan, sedangkan untuk bahan
cair mengurangi ukuran globula (butir)
cairan yang sering disebut sebagai
homogenisasi atau emulsifikasi.
Apa tujuan pengecilan ukuran?
Tujuan pengecilan ukuran dalam proses pengolahan
adalah:
1) Meningkatkan luas permukaan yang dapat
meningkatkan kecepatan pengeringan, pemanasan atau
pendinginan serta meningkatkan efisiensi dan kecepatan
ekstraksi komponen cairan seperti pada sari buah atau
santan.
Contohnya ialah pembuatan keripik singkong, singkong
diiris agar lebih cepat kering ketika digoreng dan
menjadi keripik tentunya.
2) Bila dikombinasi dengan penyaringan atau
pengayakan, akan mempermudah proses
pengayakan seperti pada pembuatan gula halus,
bubuk rempah-rempah dan tepung-tepungan.
Contohnya ialah pembuatan tepung beras dengan
menggiling beras dengan menggunakan
penggiling.
3) Pengecilan ukuran juga dapat meningkatkan
kualitas makanan atau kemudahan untuk
proses selanjutnya.
Contohnya ialah pelarutan gula dalam
pembuatan es teh manis.
4) Pada beberapa bahan pangan akan
meningkatkan terjadinya pelepasan enzim bahan
dari jaringan yang rusak.
Contohnya ialah pemotongan bawang.
Operasi pengecilan ukuran dibagi menjadi 2 kategori, yaitu
pengecilan ukuran untuk bahan padat dan pengecilan
ukuran untuk bahan cair.
Pengecilan ukuran untuk bahan padat dapat dilakukan
dengan pemotongan (cutting), penghancuran/ penggilasan
(crushing), pencacahan/pencincangan (chopping),
pengikisan/penyosohan (grinding), penggilingan (milling),
pengkubusan (dicing), pengirisan (slicing).
Sedangkan pada bahan cair dilakukan dengan cara
emulsifikasi (emulsification) dan atomosasi (atomizing).
Klik video pengecilan ukuran dengan
teknik pemotongan menggunakan
pisau
2. Pencampuran
Namanya juga pencampuran ya, sudah pasti
ini urusan campur mencampur. Kalau secara
teoritis, pencampuran adalah penyebaran
satu partikel ke partikel yang lain dengan
tujuan untuk mendapatkan penyebaran
partikel-partikel yang merata antara partikel
satu dengan lainnya. Proses pencampuran ini
umum dijumpai sebagai salah satu unit
pengolahan hasil-hasil pertanian.
Proses pencampuran banyak dilakukan pada
industri pangan, salah satu contohnya ialah
dalam industri pembuatan roti. Proses
pencampuran terjadi dalam bentuk kering
yaitu tepung terigu, gula dan susu bubuk.
Sedangkan dalam bentuk semi basah yaitu
pencampuran antara bahan kering dengan
air atau telur dan lain sebagainya.
Keberhasilan suatu proses pencampuran, harus
memperhatikan beberapa hal ini:
1) Viskositas (kekentalan)
Semakin tinggi viskositas bahan campuran, makin sulit
dilakukan pencampuran sehingga membutuhkan tenaga
yang lebih besar. Bayangkan, perbedaan mencampur
gula+air dengan tepung+air. Mana yang lebih
membutuhkan tenaga ekstra??
2) Perbedaan berat jenis
Partikel-partikel yang mempunyai berat jenis yang
tinggi cenderung untuk ke dasar atau ke bawah,
sedangkan partikel-partikel yang mempunyai berat jenis
yang rendah cenderung ke atas. Jika dalam proses
pencampuran bahan-bahan yang digunakan bervariasi
berat jenisnya, maka proses pencampuran semakin sulit.
Contoh paling sederhana ialah mencampur air dengan
minyak.
3) Tidak ada sudut yang mati
Dalam proses pencampuran diusahakan sudut-sudut
yang mati dapat terangkut/terbawa ke sana kemari
dalam proses pencampuran sehingga akan terjadi proses
pencampuran secara maksimal. Jika kamu perhatikan,
banyak mesin pencampur berbentuk silinder, bukan?
2. Emulsifikasi
Pernah kah kamu makan salad buah dengan toping
mayonaise yang berlimpah? Pernahkah kamu
bertanya, "bagaimana cara membuat mayonaise ya?".
Ya, mayonaise dibuat dengan teknik emulsifikasi loh.
Mayonaise merupakan campuran antara minyak
kedele dengan air. Tujuan dari proses pengolahan
tersebut disamping sebagai penyedap cita rasa,
pengawet, juga untuk memperbaiki tampilan atau
performance dari bahan dasarnya.
Emulsi didefinisikan sebagai campuran dari dua bahan
yang tidak saling campur, dimana bahan yang satu
terdispersi (tersebar secara acak) ke dalam bahan yang
lain.
Pada umumnya suatu sistem emulsi bersifat tidak stabil
dan mudah mengalami pemisahan antara komponen-
komponennya. Untuk menstabilkan emulsi, biasanya
ditambahkan bahan-bahan tertentu yang dikenal degan
istilah “emulsifier”, “stabilizer” atau “emulsifying agent”.
Emulsifier digunakan untuk menyatukan hubungan
minyak dan air agar mereka bersatu. Salah satu contoh
emulsifier alami ialah kuning telur dan minyak kedelai.
Contoh lain pada teknik emulsifikasi ialah pembuatan
bakso. Kalian tau tidak, apa yang menjadi emulsifier
dalam pembuatan bakso? Yap, protein. Bentuk molekul
protein dapat terikat baik pada minyak atau air, dengan
demikian dapat bekerja sebagai “emulsifier”. Begitu
pentingnya peran protein dalam suatu sistem emulsi
bakso, maka kondisi protein harus selalu dijaga dan
dicegah dari kerusakan. Salah satunya dengan menjaga
suhu tetap dibawah 16° C. Maka dari itu, proses
pembuatan bakso memerlukan tambahan es batu untuk
menjaga suhunya tetap rendah sehingga protein dalam
adonan tidak rusak.
Apakah masih semangat
belajar?
bagaimana dengan materinya,
apakah sudah dipahami?
Kita lanjut membahas teknik
konversi bahan yang ketiga
2. Ekstraksi
Ekstraksi merupakan suatu proses pemisahan campuran
dari suatu bahan untuk memperoleh bahan yang
diinginkan. Bahan yang diekstraksi biasanya merupakan
bahan yang banyak dijumpai di alam dan memiliki
kandungan yang baik untuk tubuh. Pengertian ekstraksi
sendiri yaitu upaya untuk memperoleh zat/bahan atau
bagian tertentu yang diinginkan dari suatu bahan atau
campuran secara fisis, mekanis atau fisiko kimia. Pada
proses ekstraksi, biasanya dilakukan penyaringan
ataupun pengepresan agar mendapatkan ekstrak yang
diinginkan.
Pengertian lain dari ekstraksi adalah proses
pemisahan komponen-komponen terlarut dari suatu
campuran komponen tidak terlarut dengan
menggunakan pelarut yang sesuai. Dengan kata lain,
ekstraksi merupakan proses pemisahan dengan
pelarut yang melibatkan perpindahan zat terlarut ke
dalam pelarut. Kelarutan zat dalam pelarut
tergantung dari ikatan polar dan nonpolar. Zat yang
polar hanya larut dalam pelarut polar, sedangkan zat
nonpolar hanya larut dalam pelarut nonpolar.
Pelarut yang biasa digunakan untuk proses
ekstraksi dalam praktik sehari-hari adalah air,
misalnya dalam pembuatan sari buah dari berbagai
buah-buahan dan pembuatan santan dari kelapa
parut. Pelarut organik yang umum digunakan untuk
memproduksi konsentrat, ekstrak, absolut atau
minyak atsiri dari bunga, daun, biji, akar, dan bagian
lain dari tanaman adalah etil asetat, heksan,
petroleum eter, benzen, toluen, etanol, isopropanol,
aseton, dan juga air.
Apa saja ya contoh proses ekstraksi?
1) Proses ekstraksi pada bahan
padatan tidak terlarut.
Pengertian ekstraksi padatan tak
terlarut adalah bahan-bahan yang
diekstrak berbentuk padatan dan
tidak terlarut dalam cairan bahan
maupun air tambahan. Proses ekstrasi
seperti ini dilakukan pada industri
kopi bubuk (instan), teh (instan) dan
sejenisnya.
2) Proses ekstraksi pada bahan
padatan terlarut.
Pengertian ekstraksi padatan
terlarut adalah bahan-bahan yang
diekstrak berbentuk padatan dan
terlarut dalam cairan bahan
maupun air tambahan misalnya
pada industri gula, minyak
goreng, susu kedele.
mePNsmtmteeraeiiomdkhlnisnaukgiekiatoiksunlkdalykdauhaaohaapdnllamaaivatgmtaaenabtsrrykemseyarpoireianrdnbnmongvaigrgdeehdhiurnabasisknghsaeiaeiindyblkrnkdaaaaa
adniplhirangaakitm.nneasaUknekpsh.bnnaeeaitursnnkuuauekkshkariaioiktptpadnriuatove,hanednatnrkegussykuaikilanankbpsiuaakaaannph-sitaatuink...
Terima kasih telah meluangkan waktumu
untuk membaca. Selalu semangat dan tetap
berpikir positif ya..
SMK Bisa!!