Nama: Syafina bintani zalva
Kelas: X-BDP
Mata pelajaran: Seni Budaya
TARI NUSANTARA
Tari nusantara adalah tari-tarian dan tumbuh dan terus berkembang sesuai kelompok masyarakat
pendukungnya.
Sejarah seni tari nusantara
Pada zaman prasejarah, tari-tarian sudah tercipta dengan menggunakan gerakan tangan dan kaki
meski masih sederhana.
Seni tari pada zaman prasejarah banyak dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat pada waktu itu.
Sehingga terlihat simple dan sederhana, gerak dan iringan juga sederhana.
Pada masa kerajaan Hindu, seni banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan India. Bahkan
berkembang dengan pesat dan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan upacara keagamaan,
upacara adat.
Perkembangan pada masa tersebut dikelompokkan menjadi dua yaitu seni tari kerajaan dan seni tari
rakyat.
Pada masa kerajaan Islam, seni tari yang dipakai untuk menyebarkan agama Islam tidak jauh berbeda
pada masa kerajaan Hindu.
Ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dirubah. Beberapa fungsi seni tari disesuaikan
mengikuti perubahan peradaban masyarakat yang menganut ajaran agama Islam.
Dalam buku Praktis Belajar Seni Tari (2010) karya Elly Laelasari dan Ria Sabaria, sejarah menunjukkan
bahwa bangsa-bangsa dari India, Arab, Cina, dan Eropa berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya
seni budaya, khususnya seni tari di Indonesia.
Pengaruh tersebut sejalan dengan proses perkembangan budaya menjadi larut dalam kultur masyarakat
setempat.
Ketika Indonesia terlepas dari kolonialisme, dunia seni tari tradisional berkembang pesat, setiap daerah
memiliki sanggar-sanggar tari yang dipenuhi para peminat.
Jenis seni tari
1. Tari Daerah (Tari Rakyat)
Tarian yang lahir dari masyarakat biasa sebagai lambang kegembiraan dan rasa suka cita.
Tarian yang lahir dari kebudayaan lokal.
Tarian ini menjadi tradisi, karena kebiasaan masyarakat sekitar yang merasakan suka cita
bersama berkumpul merayakan dan menari.
Tari rakyat tidak memiliki aturan-aturan yang tertulis dan baku sehingga bentuk tariannya
sangat bervariasi. Contoh, tari Piring, Tayub, Lengger, Orek-orek, dan Joget.
2. Tari Tradisional (Tari Klasik)
Tarian yang lahir dari kaum bangsawan atau dari dalam keraton dan lahir pada zaman raja-
raja. Tarian jenis ini hanya berkembang di lingkungan tertentu, bahkan masyarakat biasa
dilarang menarikannya.
Tari tradisional (klasik) memiliki aturan-aturan yang tertulis, karena dikembangkan secara turun
temurun di lingkungan keraton (Jawa). Contoh, seperti tari Bedaya, Srimpi, Gathotkaca
Gandrung, Bondabaya, dan Bandayuda.
3. Tari Kreasi Baru (Modern)
Tarian kreasi baru ini tarian yang tidak terikat aturan-aturan tradisi atau daerah tertentu. Tarian
ini diolah dengan konsep dan ide yang baru sesuai dengan unsur yang ada.
Unsur tersebut adalah gerak tubuh (sebagian atau keseluruhannya), ritme (irama), bentuk
(pola), dan ruang (space). Contoh seperti tari Kupu-Kupu, Merak, Roro Ngigel, Ongkek Manis,
Manipura, dan Roro Wilis.
Faktor perkembangan seni budaya nusantara
1. Faktor internal:
- Manusia
2. Faktor eksternal:
- Lingkungan alam
- Lingkungan sosial dan budaya
Perkembangan seni tari nusantara
1. Zaman Prasejarah
Karya tari pada zaman prasejarah merupakan sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan
tertentu. Tari dianggap sebagai bagian daru kehidupan.
Ciri-ciri seni tari zaman prasejarah:
- Gerak tari sederhana (berupa entakan-entakan kaki, tepuk tangan)
- Iringan tarinya (betupa nyanyian dan suara-suara kuat bernada tinggi)
- Sudah mengenai aksesoris untuk busana tari (berupa bulu-bulu burung dan dedaunan)
2. Zaman Hindu-Budha
Seni tari telah mempunyai standardisasi/patokan. Hal ini terbukti dengan adanya literatur seni
tari yang berjudul ‘Natya Sastra’ karangan Bharata Murni. Buku itu berisi tentang unsur gerak
tangan mudra yang berjumlah 64 motif. Motif dibagi menjadi beberapa bagian:
- 24 motif mudra yang berbentuk dari satu tangan
- 13 motif mudra yang berbentuk dari kedua tangan
- 27 motif mudra dari hasil kombinasi kedua motif tangan
Contoh tarian yang berasal dari zaman Hindu-Budha :
- Tari topeng panji
- Tari wayang wong
- Sendratari Ramayana
- Sendratari mahabarata
Ciri-ciri seni tari pada zaman Hindu-Budha:
1) Gerak-gerak tari mulai tersusun secara sungguh-sungguh
2) Pertunjukan karya seni tari mulai di fungsikan
3) Karya tari mendapatkan perhatian & dukungan dari para raja dan bangsawan sehingga
karya tari mempunyai nilai artistikyang tinggi. Karya tari pada saat itu disebut karya tari
tradisional
4) Tema karya tari mulai beragam karena banyak mengambil tema dari cerita
mahabarata, Ramayana dan cerita panji
5) Iringan music karya tari mulai beragam. Alat musik berupa cengceng, saron, seruling
3. Zaman Penjajahan
Tari ini hanya digunakan untuk kepentingan upacara istana. Di kalangan rakyat biasa, seni tari
merupakan jenis hiburan /tontonan setelah selesai bercocok tanam. Seni tari pada zaman
penjajahan mengalami kemunduran.
4. Zaman Indonesia Islam
Pada zaman Indonesia islam perkembangan seni tari memang sedikit banyak mengalami
perubahan meskipun tidak signifkan. Agama islam dikenal dengan agama yang santun dan
pelan, serta tidak mengajarkan tarian dalam ajaran agamanya.
Pada zaman Indonesia islam, kostum dan busana yang digunakan oleh penari juga mengalami
perubahan memodifikasi kostumnya agar lebih tertutup dan meminimalisir tampaknya aurat
pada penarinya. Syair dan musik pengiring tarian diganti menjadi islami.
a) Kasultanan Surakarta
Memilih mengembangkan apa yang sudah ada. Dasar tari Surakarta adalah pacak,
pancat, ulat, lutut, luwes, wilet, wirama, gendhing. Tarian Surakarta mempunyai 2 jenis
tarian yang berkembang, yaitu gaya kasunanan dan mengkunegara
b) Kasultanan Yogyakarta
Memilih melestarikan tradisi yang ada. Dasaratari Yogyakarta adalah wiraga , wirasma,
wirasa, sawiji, greget,sengguh dan ora mingkuh.
Contoh tari Yogyakarta: beksan srikandi, suradewari, tari klono rojo, tari arjuna wiwha,
tari strio watang.
5. Zaman Setelah Kemerdekaan-Sekarang
Seni tari bukan lagi menjadi sekedar ritual adat kegamaan, tetapi juga sebagai saranna hiburan
masyarakat dalam berbagai acara baik formal/informal . Tarian sebagai hiburan juga
memegang pesan yang cukup besar dalam masyarakat.
Modifikasi tari klasik pada zaman sebelumnya menciptakan inovasi baru yang biasa disebut seni
tari modern/gaya baru.
Contoh tari pada masa ini:
1) Tari merak
2) Tari banjar kemuning
3) Tari rara ngigel
4) Tari manuk jawa
Seni tari hasil ciptaanyang baru diharapkan tetap memperhatikan nilai-nilai seni dan
keindahan sesuai dengan budaya bangsa kita. Agar dapat bersikap selektif kita perlu
melakukan hal-hal berikut:
- Menjaga kelangsungan hidup seni tari bangsa kita dari kemungkinan terseret ke dalam arus
penetrasi budaya dari luar bangsa kita
- Menciptakan keseimbangan nilai-nilai seni tari kita dengan nilai seni tari diluar bangsa kita
- Memanfaatkan nilai-nilai seni tari dari luar lingkungan kita untuk memperkaya dan
menyempurnakan perkembangan seni tari kita