Paket Simulasi Literasi Membaca 2
Tema : “AIR BERSIH”
Pertanyaan 1-7
Bacalah wacana berikut dengan saksama.
“Air Bersih untuk Semua”
“Mbak Resti.....Mbak Resti......Mau ke mana, Mbak? teriak Anis tergopoh-gopoh mengikuti
langkah kaki Mbak Resti yang cepat. Anis yag sedang menyapu halaman rumahnya melihat
Mbak Resti membawa dua kantong plastik besar bercorak hitam putih.
“Ke situ, Nis. Sungai deket situ,”jawab Mbak Resti menghentikan langkah kakinya.
“Mau ngapain, Mbak?”
“Ini tho, mau buang sampah, Nis.”
“Sampah apa?” tanya Anis sambil melongokkan kepalanya mencoba melihat lebih jelas isi
kedua kantong plastik tersebut.
“Ini.....sampah biasa, Nis. Sampah habis pakai kayak plastik bekas, sadalnya si Rara yang
sudah usang, kertas-kertas bekas bukunya si Rara yang sudah rusak pada sobek,” jawab
Mbak Resti menunjukkan kantong plastik di tangan kanannya.
“Kalo yang itu?”tanya Anis menunjuk kantong plastik di tangan kiri Mbak Resti.
“Oh itu tho. Yang ini mah cuman sampah sisa sayur kemarin, trus ada tomat busuk, ini mau
aku masak lupa melulu sampai busuk deh, sama ada sisa-sisa tulang kambing. Tadi malam
kan ada arisan di rumah, jadi lumayan banyak sampah nih. Udah ah, berat nih plastiknya.
Mbak buang dulu ya, Nis,” jawab Mbak Resti sambil berlalu dari hadapann Anis.
“Tunggu Mbak, jangan pergi dulu,” cegah Anis memegang tangan kanan Mbak Resti.
“Ada apalagi sih, Nis?” kata Mbak Resti mulai kesal. Tangannya terasa pegal membawa dua
kantong plastik besar tersebut.
“Sini biar Anis bantu buangnya, Mbak?” kata Anis mengambil dua kantong plastik tersebut
dari tangan Mbak Resti. Sesaat kemudian dua kantong plastik tersebut sudah berpindah ke
tangan Anis.
“Kamu mau bantu buang ke sungai, Nis?” Terima kasih banyak ya, Nis. Kamu memang anak
yang baik,” kata Mbak Resti sambil tersenyum senang.
Anis tidak menjawab. Ia sibuk mengeluarkan semua isi kantong plastik tersebut di pinggir
jalan di depan rumahnya. Bertebaranlah semua sampah yang semula berada di kantong
plastik tersebut.
Melihat apa yang baru saja dilakukan Anis, Mbak Resti mennjadi marah.
“Kamu apain sampah ini, Nis?” Bikin kotor saja. Ini nanti kalo ada angin, plastiknya bakal ke
mana-mana. Bisa-bisa halaman rumahku penuh sampah lagi. Ayo pungutin lagi tuh
sampahnya dan masukin ke kantong plastik seperti semula,” teriak Mbak Resti sambil
berkacak pinggang. Ia tidak terima jika sampah-sampah tersebut terbawa angin dan sampai
ke rumahnya yang berada persis di depan rumah Anis.
“Hish.....ini bau telur busuk dan sisa sayur kemarin makin bikin bau saja, dasar anak nakal,”
lanjut Mbak Resti sambil menutup hidungnya.
“Belum lewat semenit Mbak bilang saya anak baik saat saya ambil dua kantong plastik ini
dari tanngan Mbak Resti, kenapa sekarang saya berubah jadi anak nakal saat saya
menumpahkan semua isi kantong plastik ini, Mbak? Nggak konsisten deh, Mbak,” sungut
Anis sambil berdiri. Dibiarkannya sampah-sampah tersebut tetap berserahkan di pinggir
jalan. Untungnnya saat itu masih pagi. Angin masih sepoi-sepoi sehingga belum ada sampah
yang terbang terbawa angin.
“Gini, Mbak. Mbak Resti sendiri khawatir jika sampah-sampah ini beterbangan dibawa angin
dan nyantol lagi ke rumah, Mbak Resti, sementara Mbak Resti dengan sengaja membuangnya
ke sungai. Sungai itu kan ada airnya, Mbak. Airnya mengalir ke arah laut. Coba Mbak
bayangin jika sampah-sampah ini bikin mampet aliran air di hilir sungai sana, itu bisa bikin
banjir, Mbak. Lagi pula, apa Mbak Resti nggak tahu kalau sampah plastik, apalagi sandal
bekasnya si Rara yang terbuat dari karet ini juga nyampai ke laut, nanti laut menjadi kotor
dan sampah-sampah itu nggak bisa terurai dalam waktu dekat, Mbak? Bisa jadi pas Rara
udah punya cucu terus pergi ke pantai, cucunya Rara nemu sandal neneknya nyangkut di
pasir tempat ia sedang bermain. Emang enak main sampah, Mbak,? kata Anis berapi-api.
“Kamu itu ngomong kayak tahu saja masalah lingkungan, Nis.....Nis,” sungut Mbak Resti.”
Buruan beresin tuh sampah atau aku panggil ayahmu nih,” lanjut Mbak Resti sambil
membuka mulutnya, hendak teriak memanggil ayah Anis yang berada di dalam rumah.”
Huh.....bau sekali,” teriak Mbak Resti kembali menutup hidungnya.
“Nah..... nah. Baru semenit Anis keluarin sampahnya, Mbak Resti udah nggak tahan sama
baunya. Mbak tahu nggak, jika sampah ini Mbak buang ke sungai, bagaimana perasaan
hewan-hewan yang menghuni sungai, Mbak, itu tempat hidup merek. Mereka juga butuh
tempat yang bersih untuk berkembang biak, Mbak, tidak perlu membersihkan sampah yang
nyangkut di tanaman mereka saat banjir orang-orang yang tinggal di pinggir sungai yang
memanfaatkan air sungai juga akan senang karena airnya bersih. Bisa jadi tho, Mbak, banyak
orang yang tidak punya sumur atau air PDAM, sehingga mereka memanfaatkan air sungai
untuk mandi. Bagaimana perasaan mereka jika pas ngambil air buat sikat gigi ternyata ada
sampah sayurnnya Mbak Resti nyangkut di gayugnya?” jelas Anis panjang lebar.
Mbak Resti yang semula kesal berangsur-angsur luruh wajah kesalnya. Ia merasa agak malu
saat Anis, seorang gadis usia yang berusia jauh di bawanhnya bisa berpikir sejauh itu untuk
menjaga kebersihan air sungai dari sampah rumah tangga.
“Iya ya.....kamu benar juga, Nis. Ya sudah, ayo bantu Mbak Resti ambil kembali sampah-
sampah ini. Nanti biar Mbak buang ke TPS yang ada di Jalan Sawo, Nis.” Kata Mbak Resti
sambil memungutI kembali sampah-sampah tersebut.
Anis mengangguk. Ia memberikan dua jempol tanda setuju dengan Mbak Resti. Sejurus
kemudian, mereka tampak bekerja sama kembali memasukkan sampah-sampah tersebut ke
dalam kantong plastik.
1. Bagaimana biasanya Mbak Resti mengelola sampah di rumahnya?
A. Membuangnya di Tempat Pembuangan Sampah (TPS)
B. Membuangnya di bak sampah
C. Membuangnya di sungai
D. Diambil tukang sampah
E. Dibakar
2. Di antara pernyataan berikut, manakah yang sesuai dengan isi teks berjudul ”Air Bersih
untuk Semua”?
Beri tannda centang (√) pada kolom tersedia.
No. Pernyataan Ya Tidak
(1) Sikap Mbak Resti berubah ketika Anis menumpahkan sampah di
jalan
(2) Pada pagi itu, angin sepoi-sepoi berubah menjadi kencang
(3) Pemahaman Mbak Resti tentang cara membuang sampah
berubah
(4) Sikap Anis berubah ketika mengetahui Mbak Resti akan
membuang sampah ke sungai
(5) Anis menjadi tahu tentang masalah lingkungan dari Mbak Resti
Bacalah wacana berikut dengan saksama.
Menjaga Kualitas Air Bersih
Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan hidup masyarakat. Salah satunya adalah
anjuran selalu mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Penggunaan air
mengalir dan sabun dalam mencuci tangan mengakibatkan jumlah air yang dibutuhkan setiap
orang per hari menjadi meningkat.
Peningkatan penggunaan air bersih dalam rangka menjaga kesehatan dengan mencuci
tangan memang tidak bisa dicegah. Oleh karena itu, penyediaan air bersih menjadi keharusan
bagi setiap rumah tangga. Jika air bersih tidak tersedia, kegiatan mencuci tangan dengan air
mengalir tersebut akan menjadi sulit.
Sebelum mencuci tangan, pastikan terlebih dahulu bahwa air yang tersedia adalah air
bersih. Air dianggap bersih jika jernih dan tidak keruh. Air bersih juga tidak berwarna, tidak
berasa/tawar, tidak berbau dan tidak meninggalkan endapan. Air bersih memiliki suhu
normal, artinya tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Air bersih yang boleh
dikonsumsi/diminum adalah air yang memiliki pH netral. Air bersih juga ttidak mengadung
zat kimia berbahaya, bebas dari bakteri patogen penyebab penyakit, seperti E. coli.
Penggunaan air bersih dalam kegiatan sehari-hari wajib dilakukan agar kita terhindar
dari penyakit. Menjaga kualitas air agar tetap bersih bisa dilakukan dengan beberapa cara
berikut.
Saat membuat septic tank atau jamban, jaraknya harus terpisah minimal 7 meter dari
sumur/sumber air.
Saat membuat tempat pembuangan sampah, jaraknya harus terpisah 10 meter dari
sumur/sumber air.
Sumur/sumber air harus terlindungi dan dilindungi dari bahan pencemar air.
Bangunan sumur/sumber air harus terjaga dan dijaga agar tidak rusak.
Wadah/ember tempat menampung air harus ditutup dan dijaga kebersihannya.
3. Berdasarkan teks tersebut, siapa saja yang harus meyediakan air bersih?
A. Pemerintah
B. Pengelola PDAM
C. Setiap rumah tangga
D. Pengusaha air minneral
E. Pengembang properti
4. Lengkapilah pernyataan pada kolom A dengan cara menjodohkannya dengan frasa pada
kolom B sesuai dengan isi teks berjudul “Mejaga Kualitas Air Bersih”
No. A Pilihan B
(1) Air dianggap bersih jika..... a. normal
(2) Air bersih harus bersuhu..... b. yang memiliki
pH netral
(3) Air bersih harus berasa..... c. jernih dan tidak
keruh
(4) Air bersih yang boleh dikonsumsi/diminum d. Bakteri E. coli
adalah.....
(5) Air bersih juga tidak mengandung zat kimia e. tawar
berbahaya dan bebas dari bakteri patogen
peyebab penyakit, misalnya.....
5. Berdasarkan teks berjudul “Menjaga Kualitas Air Bersih”, manakah diantara
pernyataan berikut yang akurat dan tidak akurat? Berilah tanda cetang (√) pada kolom
yang sesuai.
No. Pernyataan Akurat Tidak
Akurat
(1) Pandemi Covid-19 tidak serta merta mengubah kebiasaan
hidup masyarakat
(2) Penggunaan air mengalir dan sabun dalam mencuci tangan
mengakibatkan jumlah air yang dibutuhkan setiap orang per
hari menjadi meningkat.
(3) Kegiatan mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir
hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki
banyak uang.
(4) Air yang berbau tidak layak dikonsumsi
(5) Menjaga kualitas air agar tetap bersih bisa dilakukan dengan
cara membuat septic tank dengan jarak 7 meter dari
sumur/sumber air.
Bacalah wacana berikut saksama.
Gerakan 100-0-100
Gerakan 100-0-100 adalah gerakan pembangunan akses air bersih dan sanitasi untuk
hidup sehat yang dilakukan oleh pemerintah. Gerakan ini merupakan gerakan pemenuhan 100
persen akses layak air minum, pengurangan kawasan kumuh menjadi 0 persen dan
pemenuhan 100 persen akses sanitasi layak untuk masyarakat.
Berikut adalah capaian pembangunan air bersih dalam liter per detik
CAPAIAN PEMBANGUNAN AIR BERSIH (LITER/DETIK)
GAMBAR
Rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih, capaiannnya adalah sebagai berikut.
GRAFIK
Semenntara itu, untuk pembangunan sanitasi, berikut adalah data capaiannya.
Tahun 2015 2016 2017 2018
Target (KK) 3.387,102 1.036,036 2.837,302 2.095,063
Capaian (KK) 2.851,085 964,875 2.491,009 Belum ada data
Persentase (%) 84,17 93,13 87 Belum ada data
Rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak, capaiannnya adalah sebagai
berikut.
GRAFIK
6. Berapa perbedaan persentase capaian rumah tangga yanng dimiliki akses terhadap air
bersih pada tahun 2016 dengan 2017?
7. Setelah membaca wacana berjudul “ Air Bersih untuk Semua”, teks berjudul “ Menjaga
Kualitas Air Bersih”, dan “Gerakan 100-0-100” manakah di antara pernyataan berikut
yang sesuai dengan penggambaran dalam ketiga teks tersebut? Berilah tanda (√) pada
kolom yang tersedia.
No. Pernyataan Sesuai Tidak
Sesuai
(1) Setiap orang harus bekerja sama saling mengingatkan agar
tidak membuang sampah di aliran sungai
(2) Mengingatkan dengan cara yang baik dan bahasa yang
santun bisa mengubah pola pikir masyarakat untuk
menerima saran orang lain dalam menjaga kebersihan aliran
air sungai.
(3) Pengunaan tabel, infografik, dan grafik atau memvisualisasi
teks bacaan akan memudahkan pembaca untuk lebih
memahami isi bacaan
(4) Infografik memberikan analisis secara lengkap dan
terperinci
(5) Menampilkan bahan bacaan secara visual atau menggunakan
infografik akan lebih menarik minat seseorang dalam
menyelami isi bacaan.
Tema : SANITASI YANG LAYAK
Pertanyaann 8-15
Bacalah wacana berikut dengan saksama.
Tiga R untuk Bumiku
Pagi ini aku dan beberapa pengurus OSIS SMA Duta Indah sedang berkumpul untuk
mengadakan rapat. Kami akan membahas kegiatan yang akan dilaksanakan dalam dua bukan
ke depan, yakni kegiatan peringatan Hari Lingkungann Hidup. Seperti biasa, aku berangkat
ditemani sepeda jengki kesayanganku. Saat melewai sungai di dekat sekolahku, aku melihat
beberapa orang yang masih memanfaatkan air sungai itu. Ada yang mencuci pakaian,
membuang air besar, dan beberapa anak yang tampak mandi di sungai tersebut. Maklumlah,
aku tinggal di pedesaan yang jauh dari perkotaan. Sekolahku pun masih sekolah desa, tetapi
masalah prestasi, kami tidak kalah dengan siswa di kota. Sekolahku banyak menjuarai
perlombaan tingkat kota, provinsi dan nasional.
Melihat fenomena tersebut, timbullah ide di kepalaku untuk kegiatan bulan depan.
“Aku harap kaliann bisa memberikan gagasan terkait dengan kegiatan kita bulann depan,”
kata Rafa, si Ketua OSIS saat memberikan sambutan.
“Menurutku, sebaiknnya kita mengadakan kegiatan membangun jamban masyarakat dan
kegiatan 3R di sekitar sekolah dan rumah”, usulku selaku koordinator kegiatan.
“Maksudnya gimana, Rida?” tanya Syafa penasaran
“Begini, untuk kegiatan ini kita akan berfokus bagaimana mengelola sanitasi yang layak bagi
lingkungan kita. Kebetulan di desa sebelah masih banyak warga yang belum punya jamban.
Masyarakat di saa masih memanfaatka sungai untuk MCK. Kita akan bangun jamban umum
yang bisa mereka pakai, Nah, untuk kegiatan 3R kita akan laksanakan di sekolah dulu dengan
melakukan gerakan Ruduce, Reuse, dan Recycle”, jelasku pada teman-teman.
“Kita akan mengupayakan reduce dengan gerakan pengurangan penggunaa plastik. Banyak
teman-teman kita yang sering membeli jajanan dengan bungkus plastik. Nah, itu nanti yang
menjadi sasaran kegiatan kita Reuse-nya kita akan menggalakkan penggunaan bahan yang
masih layak pakai untuk dimanfaatkan kembali, misal kertas yang baru kita pakai satu
sisinnya lagi. Jadi, bisa menghemat kertas dan sekaligus pengeluaran. Sementara itu, recycle
kita upayakan untuk mendaur ulang barang-barang yang sudah terpakai. Dengan begitu, kita
sudah bisa mengurangi sampah dan menjaga lingkungan.”
“Wah, saya sangat setuju dengan ide Rida,” tegas Adi.
“Oke, lalu di mana kita mendapat dana untuk kegiatan tersebut, Rida?” tanya Rafa
“Oh, kita akan mencari sponsor ke beberapa instansi agar mereka mau membantu masyarakat
yang belum punya jamban,” kataku
“Ide kamu bagus, Rida. Tapi waktu kita tinggal dua bulan, apakah cukup untuk
mewujudkannya? Apalagi itu butuh dana yang banyak. Lagian gimana mau melarang teman
untuk mengurangi sampah plastik?” sela Fera yang kurang setuju dengan ideku
“Iya, ide yang sulit untuk dilakukan, apalagi dibutuhkan banyak dana,” ucap Boby yang
sedari tadi mengemil.
“Kita kan punya pembina, gimana kalau kita sampaikann ide kita ini ke pembina dulu. Kalau
suuda disetujui, baru kita pikirkan teknisnnya,”usul Adi
“Saya rasa ini bagus juga kalau kita lakukan,” tegas Rafa, “atau ada ide lain selain dari
Rida?” lanjut Rafa.
“Kita sih setuju banget dengan ide Rida. Apalagi jika bisa goal, kita bangga nih, bisa
membantu untuk lingkungan,” ucap Safa sambil tersenyum simpul.
“Ah, kamu Syafa, belum-belum maunya pamer dan sombong saja,” tukas Fera
“Lho, aku nggak pamer. Aku cuma bilang bangga, bukan pamer atau sombong,” bela Syafa
dengan nada tinggi.
“Sudah-sudah jangan malah berdebat hal-hal gak peniting,” lerai Adi
“Oke deh, nanti siang saya dan Rafa akan ke Pak Budi untuk membicarakan usulan kegiatan
ini” ujarku sambil menengahi Syafa dan Fera.
Saat istirahat kedua, aku da Rafa pun menemui Pak Budi, selaku pembina OSIS. Pak Budi
mendengarkan penjelasanku dengan saksama sambil memegang selebaran tentang Amalan
3R.
AMALAN 3R BUDAYA KITA
APA ITU 3R?
Reduce (Kurang)
Mengurangi penggunaan bahan/barang yang
sulit terurai setelah menjadi sampah.
Reuse (Gunakan lagi)
Memanfaatkan kembali bahan/barang yang
masih layak pakai.
Recycle (Daur Ulang)
Mengelola kembali bahan/barang yang tidak
digunakan lagi menjadi bahan/barang yang
bermanfaat.
8. Pernyataan berikut merupakan simpulan yang tepat berdasarkan isi teks sastra tersebut.
Pilihlah jawaban dengan mencentang (√) jawaban Benar dan Salah.
No. Penyataan Benar Salah
(1) Upaya program reduce, reuse dan cecycle membantu
menjaga lingkungan
(2) Gerakan reduce akan sulit dilaksanakan karena banyak
siswa yang masih suka memberi makanan yang dibungkus
plastik
(3) Sasaran dari gerakan 3R oleh OSIS adalah para siswa di
sekolah mereka
(4) Salah satu usaha menciptakan sanitasi yang layak adalah
dengan membangun jamban
(5) Pembuatan jamban dan usaha melakukan 3R tidak disetujui
oleh pembina karena kendala dana.
9. Menurutmu, apakah selebaran dalam teks tersebut sesuai dengan maksud tokoh aku
untuk mengadakan kegiatan 3R dan sanitasi pembuatan jamban? Jelaskan!
Bacalah wacana berikut dengan saksama.
Bergotong Royong Menjaga Lingkungan Sehat
Seiring dengan perubahan iklim saat ini, pertumbuhan bakteri patogen atau virus juga
semakin meningkat. Peningkatan pertumbuhan patogen ini tentu saja memengaruhi
penurunan kesehatan dan nilai gizi pada pangan masyarakat. Tentu hal ini menjadi peringatan
bagi kita untuk lebih menjaga kesehatan diri.
Sanitasi lingkungan harus menjadi perhatian utama masyarakat untuk menjaga
kelangsungan hidup sehat. Kondisi lingkungan yang bersih merupakan salah satu kunci agar
berbagai jenis penyakit tidak merebak. Kondisi ini tentunya harus diimbangi dengan pola dan
perilaku hidup bersih.
Budaya hidup bersih ini harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan
sekitar. Fakor individu dan keluarga dapat dicapai dengan membiasakan diri selalu mencuci
tangan dengan sabun setelah dari toilet serta mencuci semua peralatan makan atau masak
setelah digunakan. Faktor lingkungan dapat dicapai dengan menupayakan penampungan
limbah, penampungan kotoran manusia, suplai air bersih dan tempat pembuangan sampah.
Sebagai contoh, pembuatan septic tank jauh dari sumber air bersih. Hal ini dilakukan agar air
bersih tidak tercemar oleh bakteri dari septic tank. Tindakan lain adalah mengupayakan
pengolahan limbah sampah, baik organik maupun anorganik dengann 3R (reduce, reuse dan
recycle). Reduce merupakan tindakan untuk mengurangi tumpukan sampah plastik dengan
mengurangi pemakaian plastik. Reuse dilakukan dengan memanfaatkan limbah/sampah yang
masih bisa dipakai. Sementara itu, recycle dilakukan dengan mendaur ulang sampah menjadi
bahan yang dapat digunakan kembali.
Tentu saja semua ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak dilakukan secara
bersama-sama. Jadi, perlu gotong royong dalam melakukan usaha kebersihan lingkungan.
Budaya gotong royong harus kita gelakkan kembali dalam kehidupan bermasyarakat,
misalnya gotong royong membersihkan lingkungan, mebersihkan saluran agar tidak mampat,
atau membuat tempat pembuangan sampah. Dengan budaya gotong royong, diharapkan
kesehatan lingkungan dan rumah tangga bisa terjaga. Sanitasi lingkungan pun menjadi layak
untuk kelangsungan hidup manusia.
10. Kebiasaan hidup bersih yang tergolong faktor individu adalahh.....
A. Mencuci tangan setelah dari toilet
B. Mengonsumsi makanan yang sudah dibungkus
C. Mengolah limbah sampah dengan cara 3R
D. Membersihkan saluran septic tank dengan benar
E. Membersihkan saluran air agar tidak mampat
11. Menurutmu, bagaimana akurasi informasi yang disajikan pada teks tersebut? Pilihan
jawaban akurat atau tidak akurat. Berilah tanda centang (√) pada kolom yang tersedia.
No. Pernyataan Akurat Tidak
Akurat
(1) Masyarakat sulit diajak bekerja sama untuk mewujudkan
budaya 3R dalam mengolah sampah/limbah
(2) Budaya mencuci tangan dapat menghindari penularan
bakteri yang menempel di tangan.
(3) Pembuatan septic tank harus jauh dari sumber air bersih agar
air tidak terkontaminasi oleh bakteri.
(4) Sanitasi lingkungan hanya dapat dicapai jika masyarakat
bersedia bekerja bakti membuat penampung limbah.
(5) Pengelolaan sampah atau limbah harus dibedakan antara
sampah organik dan anorganik.
Bacalah wacana berikut ini dengan saksama
Menuju Sanitasi Lingkungan yang Layak
Sanitasi adalah perilaku dalam mengupayakan hidup bersih untuk mencegah manusia
bersentuhan secara langsung dengan kotran dan bahan buangan berbahaya lainnya. Hal ini
dimaksudkan agar kesehatan manusia dapat terjaga dari bahaya mikrobiologi dan unsur kimia
atau bilogis yang dapat masuk ke dalam tubuh mannusia.
Sementara itu, menurut WHO sanitasi dapat diartikan sebagai penyediaan sarana dan
pelayanan pada pembuangan limbah kotoran manusia seperti urin dan feses. Istilah sanitasi
juga dapat diartikan sebagai pemeliharaan kondisi higienis melalui upaya pengelolaan
sampah dan limbah cair. Pengelolaan tersebut mencakup pengelolaan kotoran manusia,
sistem pengelolaan limbah dan sampah, dan sistem drainase (pengelolaan limpahan air
hujan).
Bahan buangan atau limbah yanng dapat membahayakan kesehatan, antara lain tinja
manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air buanngan rumah tangga (air cucian, air
seni, serta air buangan mandi), bahan buangan industri dan buangan pertanian.
Saat ini, sanitasi lingkungan masih menjadi masalah tersendiri di berbagai wilayah di
Indonesia. Masalah kesehatan ini masih cukup serius untuk selalu diupayakan di berbagai
daerah karenna kesadaran masyarakat sakit sanitasi masih relatif rendah. Hal ini dapat
memicu terjadinya penurunan kesehatan, pencemaran lingkungan, hingga penyebaran
penyakit menular. Untuk itu, perbaikan sanitasi harus dimulai dari perubahan perilaku diri
sendiri, misalnya tetap selalu mencuci tangan dan memakai masker jika sakit.
Sanitasi lingkungan ini harus dilakukan bersama sebagai usaha untuk menjaga
kebersihan. Sanitasi lingkungan dapat membantu mencegah penyakit dan masalah kesehatan
lainnya. Di sini terdapat hubungan yang erat antara sanitasi dan kesehatan. Sarana dan
prasarana sanitasi yang tidak cukup dapat berpenngaruh pada penyebaran penyakit seperti
diare dan kolera yang dapat menular melalui beberapa jalur yang dikenal dengan SF. Jalur
penularan tersebut adalah dari feces (kotoran manusia) yang masuk kepencernaan manusia
melalui 1) fluids (air atau cairan), 2) fields (tanah), 3) flies (lalat), 4) fingers (jari), dan 5)
foods (makanan).
Badan kesehatan dunia menyatakan bahwa sanitasi dan mencuci tangan dengan sabun
dapat menguranngi angka penyakit diare sebannak 37,5% dan 35%. Beberapa studi juga
menunjukkan hubungan yang bermakna antara sanitasi dan kasus diare pada anak.
Menariknya, bahkan intervensi sanitasi dapat menurunkan kejadian diare pada balita sebesar
12,9% dibandingkann dennga intervensi air bersih yang hanya mencapai 7,3%. Namun,
dampak dari intervensi sanitasi tidak akan dapat terlihat langsung dalam jangka waktu
singkat. Kurangnya sarana dan prasarana sanitasi juga berdampak pada masalah kesehatan
lainnya seperti infeksi trakhoma dan cacing.
GAMBAR
12. Kamu ingin mencari informasi lebih lanjut tentang masalah sanitasi di mesin pencari
internet. Kata kunci apakah yang paling tepat untuk mencari informasi tersebut?
A. Hidup bersih
B. Makna kehidupan
C. Kenyamanan hidup
D. Lingkungan yang asri
E. Proses daur ulang limbah
13. Perilaku mana saja yang berdampak pada perubahan kondisi kesehatan. Berilah tanda
centang (√) pada jawaban yang benar.
Mencuci tangan mengurangi potensi diare 35%
Jalur penyebaran kolera dan diare adalah 5F
Sanitasi yang baik berdampak pada penurunan diare 37%
Sanitasi merupakan upaya mencapai kesehatan diri dan masyarakat
Sanitasi yang baik menurunkan potensi diare pada balita 12,9%
14. Cocokkanlah pernyataan di kolom sebelah kiri kata/frasa di kolom sebelah kanan.
No. Pernyataan Pilihan Frasa
(1) Pemeliharaan kondisi higienis melalui upaya pengelolaan
sampah da limbah cair.
(2) 5F adalah fluids (air atau cairan), fields (tanah), flies
(lalat), fingers (jari), dan foods (makanan).
(3) Tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air
buangan rumah tangga (air cucian, air seni, air buangan
mandi), bahann buangan industri dan bahan buangan
pertanian.
(4) Terjadinya penurunan kesehatan, pencemaran lingkungan,
hingga penyebaran penyakit menular.
(5) Contoh penyakit yang akan menyebar apabila sarana dan
prasarana sanitasi tidak cukup.
15. Masalah kesehatan masih cukup serius untuk selalu diupayakan di berbagai daerah.
Saat ini kesadaran masyarakat akan sanitasi asih relatif rendah. Menurutmu, setujukah
kamu dengan pernyataan tersebut?
A. Setuju, karena tidak semua masyarakat yanng sadar akan pentingnya mencuci tangan
dan memakai masker untuk menjaga penyebaran virus.
B. Kurang setuju, karena kesehatan masyarakat saat ini sudah bagus dan tidak ada
wabah penyakit yang berdampak fatal
C. Setuju, karena kesadaran berperilaku untuk membuang sampah atau limbah dengan
baik benar belum dapat dilaksanakan secara maksimal.
D. Tidak setuju, karena ssaat ini kesehatan dan sanitasi sudah terpennuhi sehingga
upaya sanitasi lingkungansudah tidak diperlukann
E. Setuju, tetapi tidak semua masyarakat tidak peduli pada masalah kesehatan. Banyak
masyarakat sudah sadar untuk menjaga kebersihan dan sanitasi.
Tema : ENERGI YANG BERKELANJUTAN
Pertanyaan 16-22
Bacalah puisi berikut dengan saksama
Ratapan Bumi Kami
Bumi kami hanya bisa meratap tangis,
Sungai telah lama mengering,
Tak lagi mengalirkan bau amis.
Hamparan bumi terganti lubang tambang.
Gunung-gunung kami jadi gurun sahara,
Batu bara dikeruk, tanah-tanam hanya hirup debu pekat.
Semuanya telah pergi,
Tinggi lubang-lubang besar sepi.
Bumi kita diam menangis